• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN DAN BEBAN KEUANGAN

Dalam dokumen PT BUMI CITRA PERMAI, Tbk. DAN ENTITAS ANAK (Halaman 59-64)

2012 2011

Akun ini terdiri dari : a. Pendapatan lain-lain

Perusahaan

Jasa giro bank (Catatan 4) 72.086.412 32.358.041 Jasa pemeliharaan lingkungan 1.783.736.830 1.238.768.990 Pemasangan line telepon 28.800.000 76.300.000 Pendapatan sewa alat berat 5.850.000 107.130.000 Pendapatan sewa gudang 12.500.000 42.291.664 Pendapatan administrasi denda keterlambatan 280.419.995

-Lain-lain 21.107.048 36.332.212

Entitas Anak

Jasa giro bank 612.802 -Pendapatan administrasi penyambungan instalasi 3.472.000 -Jumlah - Pendapatan lain-lain 2.208.585.087 1.533.180.907

2012 2011 Jumlah - Pendapatan lain-lain (lanjutan) 2.208.585.087 1.533.180.907 b. Beban lain-lain

Perusahaan

Provisi dan biaya administrasi bank (286.089.307) (534.342.283) Denda keterlambatan (18.000.000) (155.167.559) Kerugian pelepasan aset tetap (Catatan 11) - (205.013.490) Entitas Anak

Biaya administrasi bank (2.162.000) (360.000) Jumlah - Beban lain-lain (306.251.307) (894.883.332) c. Beban keuangan

Beban bunga pinjaman bank (Catatan 22) (3.862.811.851) (3.717.802.322) Beban bunga pembiayaan (Catatan 21) (115.880.671) (166.670.895)

Jumlah - Beban keuangan (3.978.692.522) (3.884.473.217)

Jumlah - Pendapatan (beban) lain-lain dan beban keuangan (2.076.358.742) (3.246.175.642) 32. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK HUBUNGAN BERELASI

Transaksi dengan pihak hubungan berelasi (Catatan 3q; 4, 14 dan 17) :

Hubungan Berelasi Jumlah Transaksi(Rp)

31 Desember 2012 Aset (Bank)

PT BPR Danatama Indonesia Perusahaan Affiliasi Rekening Giro bank (Catatan 4) 139.057.570 Liabilitas (utang)

Utang usaha (Entitas anak PT MPM)

PT Setia Pratama Konindo Pemegang saham utang usaha (Catatan 14) 37.604.000 entitas anak (PT MPM)

Utang affiliasi entitas induk

PT Bumi Citra Investindo Pemegang saham Pinjaman untuk modal kerja (Catatan 17) 11.876.080.000 Utang affiliasi (Entitas anak PT MPM)

PT Setia Pratama Konindo 1.566.717.580

Benny Ponto 485.405.860

31 Desember 2011 Aset (Bank)

PT BPR Danatama Indonesia Perusahaan Affiliasi Rekening Giro bank (Catatan 4) 134.261.381 Jenis transaksi berelasi

31 Desember 2012 31 Desember 2011 Aset

PT Bank Danatama Indonesia (Catatan 4) 139.057.570 134.261.381

Jumlah prosentase perbandingan dengan Jumlah Aset 0,04% 0,06%

Liabilitas

Utang usaha entitas anak (Catatan 14) 37.604.000 -Utang pihak berelasi (Catatan 17) 13.928.203.440

-Jumlah prosentase perbandingan dengan -Jumlah Liabilitas 9,38% 33. PERJANJIAN PENTING

Perjanjian-perjanjian penting dengan pihak ketiga, dan masih berlaku sampai periode laporan posisi keuangan, antara lain : a. b. 1. 2. 3. 4.

Perusahaan bermaksud mendirikan Bangunan dan fasilitas penunjang diatas Tanah yang kemudian diperuntukan sebagai Gedung operasional usaha,

Berikut ini prosentase Saldo transaksi Aset dan Liabilitas, dan transaksi penjualan dengan pihak hubungan berelasi diperbandingan degan Jumlah Aset dan Liabilitas konsolidasian untuk periode / tahun yang berakhir sebagai berikut :

Perjanjian Pembangunan, Pengelolaan dan Penyerahan Kembali Tanah, Bangunan dan Fasilitas Penunjang (BOT) dengan pihak Pemilik sebidang tanah Ny. Henny Halim, seluas 226 m² dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) No.427 tanggal 16 Januari 2002 dan Surat Ukur No. 14/2001 tanggal 26 November 2001 yang terletak di Jalan Kramat I No.1, Kelurahan Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat (Catatan 12 dan 3w) , dengan perjanjian sebagai berikut :

Tanggal Pengalihan Bangunan dan Penyerahan kembali Tanah; Penerima Hak BOT dapat menyerahkan kembali dan Bangunan serta fasilitas penunjang dalam keadaan siap ditempati kepada Pemilik Tanah selambat-lambatnya 30 hari setelah selesainya Jangka waktu Pengelolaan.

Perusahaan telah mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang dalam pembangunan sarana dan prasarana kelistrikan yang memadai untuk daerah Millenium Industrial estat berdasarkan Nota Kesepahaman tanggal 13 Desember 2007 No.NK.003/DISJAYA/2007, dan kontrak perjanjian kerjasama tersebut masih berjalan, dan Perusahaan telah menghibah tanah untuk sarana pembangunan Gardu Induk Tegangan Menengah di lokasi Kawasan Industri Millenium, seluas 3 (tiga) Ha (Catatan 7).

Pemilik tanah menghendaki agar Perusahaan selaku Penerima Hak BOT memanfaatkan tanah dengan mendirikan bangunan untuk gedung operasional usaha / kantor diatas tanah dengan dana yang diatur oleh Penerima Hak BOT,

Perusahaan diberikan "Hak untuk Melakukan Pengelolaan (HMP) sebagaimana layaknya, dengan "Jangka waktu Pengelolaan" diberikan kepada Perusahaan selama 20 (dua puluh) tahun berturut-turut terhitung sejak tanggal efektif,

a. Risiko Kredit

b. Risiko Nilai Tukar Mata Uang

c. Risiko Suku Bunga

d. Risiko Likuiditas

e. Risiko Harga

Pengelolaan Risiko Modal

Risiko likuiditas adalah risiko di mana posisi arus kas Perusahaan menunjukkan pendapatan jangka pendek tidak cukup untuk menutupi pengeluaran jangka pendek.

Instrumen keuangan Perusahaan yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-akun tersebut.

Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas yang mencukupi dalam memenuhi komitmen Perusahaan untuk operasi normal Perusahaan dan secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.

Risiko kredit adalah risiko dimana Perusahaan akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan, klien atau pihak lawan yang gagal memenuhi liabilitas kontraktual mereka. Kebijakan Perusahaan mengelola risiko tersebut adalah dengan menerapkan kebijakan persetujuan pembelian berdasarkan prinsip kehati-hatian, melakukan pengawasan terhadap portofolio kredit secara berkesinambungan serta melakukan pengelolaan atas piutangnya.

Risiko keuangan utama yang dihadapi Perusahaan meliputi risiko kredit, risiko nilai tukar mata uang asing, risiko likuiditas dan risiko harga. Perhatian atas pengelolaan risiko ini telah meningkat secara signifikan dengan mempertimbangan perubahan dan volatilitas pasar keuangan di Indonesia.

Rasio utang terhadap EBITDA dihitung dengan membagi jumlah pinjaman dengan EBITDA. Adapun EBITDA merupakan hasil perhitungan laba sebelum pajak penghasilan disesuaikan dengan (keuntungan)/kerugian selisih kurs – bersih, biaya pendanaan-bersih dan beban penyusutan.

Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga pasar. Saat ini, Aset keuangan Perusahaan terbesar dalam bentuk pinjaman, resiko harga berdampak atas nilai riil piutang tersebut.

Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Risiko suku bunga yang potensial dari utang bank yang diperoleh Perusahaan.

Tujuan Perseroan dalam mengelola permodalan adalah untuk melindungi kemampuan Perseroan dalam mempertahankan kelangsungan usaha, sehingga entitas dapat tetap memberikan imbal hasil bagi pemegang sahamdan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya dan untuk mengelola struktur modal yang optimal untuk meminimalisasi biaya modal yang efektif. Dalam rangka mengelola struktur modal, Perseroan mungkin menyesuaikan jumlah dividen, menerbitkan sahambaru atau menambah/mengurangi jumlah utang. Perseroan mengelola risiko ini dengan memonitor rasio Return on Equity dan juga rasio utang terhadap EBITDA.

Risiko nilai tukar mata uang adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa mendatang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing. Risiko ini bagi Perusahaan relatif kecil, mengingat Perusahaan tidak memiliki piutang atau utang dalam valuta asing. Potensi yang masih ada dari saldo bank dalam valuta asing.

Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar Aset keuangan :

Kas dan setara kas 2.416.699.338 2.416.699.338 1.845.520.010 1.845.520.010 Piutang usaha - pihak ketiga 13.642.539.806 13.642.539.806 12.986.350.098 12.986.350.098 Piutang lain-lain - pihak ketiga 1.216.337.216 1.216.337.216 387.553.988 387.553.988 Jumlah 17.275.576.359 17.275.576.359 15.219.424.096 15.219.424.096 Liabilitas Keuangan :

Utang usaha 11.021.357.731 11.021.357.731 2.098.266.137 2.098.266.137 Utang lain-lain 3.646.193.101 3.646.193.101 1.432.017.176 1.432.017.176 Biaya masih harus dibayar 2.883.673.922 2.883.673.922 2.389.734.493 2.389.734.493 Utang pembelian kendaraan 773.216.810 773.216.810 1.255.018.139 1.255.018.139 Utang bank 20.061.833.962 20.061.833.962 32.717.495.293 32.717.495.293 Utang pihak hubungan berelasi 13.928.203.440 13.928.203.440 - -Uang jaminan 305.795.700 305.795.700 87.200.000 87.200.000 Jumlah 52.620.274.666 52.620.274.666 39.979.731.238 39.979.731.238 Nilai wajar atas sebagian besar aset dan liabilitas keuangan mendekati nilai tercatat karena dampak pendiskontoan yang tidak signifikan. Nilai wajar dari utang bank dan utang pembelian kendaraan dinilai menggunakan discounted cash flow berdasarkan tingkat suku bunga efektif terakhir yang berlaku untuk masing-masing pinjaman yang diutilisasi.

31 Desember 2011

Nilai wajar adalah suatu jumlah dimana aset dapat ditukar, atau liabilitas dapat diselesaikan dengan dasar transaksi

arms-length. Tabel dibawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan:

Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian tertentu. Perseroan menggunakan metode discounted cash flow dengan menggunakan asumsi-asumsi berdasarkan kondisi pasar yang ada pada saat tanggal laporan posisi keuangan untuk menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan lainnya.

Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi nilai pasar pada tanggal laporan posisi keuangan. Kuotasi nilai pasar yang digunakan Perseroan untuk aset keuangan adalah harga penawaran (bid price ), sedangkan untuk liabilitas keuangan menggunakan harga jual (ask price ).

a.

b.

• Plafon kredit : Rp 16.000.000.000 (Enam belas milyar Rupiah)

• Jangka waktu : 3 (tiga) tahun (Grace period pokok 6 bulan) terhitung sejak tanggal penarikan • Tingkat Suku bunga : 10% per tahun (sewaktu-waktu dapat berubah,

• Propisi dan Denda : 0,5% sekali saat pencairan, dan • Jaminan / Agunan tambahan :

Dalam dokumen PT BUMI CITRA PERMAI, Tbk. DAN ENTITAS ANAK (Halaman 59-64)

Dokumen terkait