• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAPATAN DAERAH

Dalam dokumen KAJIAN FISKAL REGIONAL Tahun 2019 (Halaman 78-83)

BAB IV PERKEMBANGAN DAN ANALISIS PELAKSANAAN APBD

4.2. PENDAPATAN DAERAH

Menurut Undang-Undang nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Pendapatan Daerah adalah hak

pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih dalam periode tahun bersangkutan. Pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah.

Secara agregat, realisasi pendapatan daerah di Provinsi Riau tahun 2019 mencapai Rp32,81 triliun atau mencapai 94,88% dari yang ditargetkan Rp34,51 triliun. Dibanding tahun 2018 realisasi pendapatan daerah mengalami peningkatan dan begitu juga persentase pencapaian target realisasi. Pada realisasi tahun 2018 mencapai Rp29,50 triliun atau sebesar 93,58% dari estimasi pendapatan sebesar Rp31,53 triliun. Komposisi pendapatan daerah berdasarkan sumbernya selama kurun waktu dua tahun terakhir di Riau ditunjukkan dalam tabel di bawah ini:

Tabel 4.2 Jenis Pendapatan APBD di Provinsi Riau (dalam miliar rupiah)

Pendapatan Tahun 2018 Tahun 2019 Pagu Real Pagu Real

PENDAPATAN DAERAH 31.532,62 29.508,95 31.532,62 29.508,95

PAD 7.011,03 6.110,65 7.011,03 6.110,65

Pajak Daerah 4.786,56 4.286,58 4.786,56 4.286,58

Retribusi Daerah 352,59 169,73 352,59 169,73

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah

yang Dipisahkan 420,99 326,21 420,99 326,21

Lain-lain PAD yang Sah 1.450,88 1.328,13 1.450,88 1.328,13

DANA PERIMBANGAN 23.884,18 23.057,76 23.884,18 23.057,76

Transfer Pemerintah Pusat - Dana

Perimbangan 21.147,78 20.299,00 21.147,78 20.299,00

Dana Bagi Hasil Pajak 5.494,04 2.735,50 5.494,04 2.735,50

Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (SDA) 2.932,65 5.433,35 2.932,65 5.433,35

Dana Alokasi Umum 8.386,63 8.384,66 8.386,63 8.384,66

Dana Alokasi Khusus 4.334,46 3.745,49 4.334,46 3.745,49

Transfer Pemerintah Pusat - Lainnya 1.347,57 1.396,29 1.347,57 1.396,29

Dana Otonomi Khusus 0,00 0,00 0,00 0,00

Dana Penyesuaian 85,60 135,75 85,60 135,75

Transfer Pemerintah Provinsi 1.261,97 1.260,54 1.261,97 1.260,54

Pendapatan Bagi Hasil Pajak 1.314,32 1.227,09 1.314,32 1.227,09

Pendapatan Bagi Hasil Lainnya 1.088,37 1.227,09 1.088,37 1.227,09

Transfer Bantuan Keuangan 225,95 0,00 225,95 0,00

Bantuan Keuangan dari Pemerintah

Provinsi/Kabupaten/Kota Lainnya 74,51 135,38 74,51 135,38

LAIN-LAIN PAD YANG SAH 74,51 135,38 74,51 135,38

Pendapatan Hibah 637,41 340,55 637,41 340,55

Pendapatan Dana Darurat 456,52 264,87 456,52 264,87

Pendapatan Lainnya 0,00 0,00 0,00 0,00

Berdasarkan perbandingan data sebagaimana tabel di atas, proporsi pendapatan daerah masih didominasi oleh Pendapatan Transfer hingga 78,24%. Diikuti PAD sebesar 19,40%, dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar 2,36%. Proporsi tersebut menggambarkan tingkat ketergantungan daerah di Riau terhadap transfer dari pemerintah pusat masih cukup tinggi.

4.2.1. Dana Transfer/Perimbangan

Dana Transfer/Dana Perimbangan merupakan dana yang bersumber dari penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan kepada daerah untuk membiayai kebutuhan daerah. Tujuan transfer adalah mengurangi kesenjangan horizontal antar daerah, mengurangi kesenjangan vertikal Pusat-Daerah, mengatasi persoalan efek pelayanan publik antar daerah, dan untuk menciptakan stabilitas aktivitas perekonomian di daerah.

Tabel 4.3 Jenis Dana Transfer/Perimbangan di Provinsi Riau (dalam miliar rupiah)

Uraian Tahun 2018 Tahun 2019

Pagu Real % Pagu Real %

Transfer Pempus - Dana Perimbangan

21.147,78 20.299,00 95,99 23.984,78 22.929,20 95,60

Dana Bagi Hasil Pajak 5.494,04 2.735,50 49,79 3.878,57 3.616,27 93,24

Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (SDA)

2.932,65 5.433,35 185,27 5.824,98 5.443,49 93,45

Dana Alokasi Umum 8.386,63 8.384,66 99,98 9.004,52 8.960,31 99,51

Dana Alokasi Khusus 4.334,46 3.745,49 86,41 5.276,71 4.909,13 93,03

Sumber: LKPD se-Provinsi Riau (diolah)

Kenaikan realisasi pendapatan daerah disokong dari realisasi pendapatan dana perimbangan yang meningkat Rp2,63 triliun atau 12,96% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan Dana Perimbangan yang diterima pada tahun 2018 sebesar Rp20,29 triliun namun dari persentase mengalami penurunan.

Tingkat kemandirian keuangan daerah dapat diukur dengan rasio PAD dan rasio Dana Transfer. Rasio kemandirian dihitung dengan membandingkan PAD dengan total pendapatan sedangkan rasio dana transfer dihitung dengan membandingkan total dana transfer dengan total pendapatan. Apabila rasio PAD lebih besar daripada rasio dana transfer berarti semakin mandiri dan sebaliknya semakin besar rasio dana transfer berarti tingkat ketergantungan tinggi.

Grafik 3.5 Realisasi Kredit Program di Provinsi Riau Tahun 2019

Sumber: Sumber: LKPD se-Provinsi Riau, SIKD, dan BPS Provinsi Riau (diolah)

Secara agregat rasio kemandirian tahun 2019 terhadap total pendapatan daerah sebesar 18,81%, menurun dibandingkan tahun 2018 yang berada pada level 20,71%. Berbanding terbalik dengan rasio PAD, rasio dana transfer pada level meningkat 1,46 poin dibanding tahun sebelumnya. Dengan kata lain, rasio transfer di Provinsi Riau meningkat dan rasio PAD turun. Hal ini mengindikasikan . Namun jika dibandingkan dengan PDRB Riau, rasio pada tahun 2019 hanya sebesar 1,24%. Hal ini menggambarkan kontribusi perekonomian belum signifikan terhadap penerimaan PAD di wilayah Provinsi Riau.

Tabel 4.4 Ruang Fiskal di Provinsi Riau tahun 2018-2019

Uraian 2018 2019

Total Pendapatan 29.508,95 32.809,83

Dana Alokasi Khusus 3.745,49 4.909,13

Belanja Pegawai 10.240,91 10.850,38

Ruang Fiskal 15.522,55 17.050,33 Sumber: LKPD se-Provinsi Riau (diolah)

Ketersediaan fiskal mendorong pemerintah dalam menggunakan alokasi anggarannya untuk percepatan pembangunan regional. Kemandirian pemerintah daerah dalam menentukan arah pembangunan tergantung dari besarnya ruang fiskal yang tersedia. Ruang fiskal di Provinsi Riau meningkat dari sebelumnya Rp15.522,55 miliar menjadi Rp17.050,33 miliar. Semakin tinggi pendapatan daerah, pemerintah daerah memiliki kelonggaran dalam membiayai pembangunan daerahnya.

Analisis komparatif/perbandingan year on year (yoy) antara trend alokasi dana transfer terhadap pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, dan IPM (HDI) disajikan pada tabel di bawah ini.

20,71 78,14 1,27 18,81 79,60 1,24

Rasio PAD / Kemandirian (%)

Rasio Dana Transfer (%) Rasio PAD terhadap PDRB

(%)

Tabel 4.5 Perbandingan Komparatif Dana Transfer Terhadap Indikator Pembangunan Nasional

Uraian 2018 2019

Pendapatan Transfer (miliar rupiah) 23.884,18 27.055,45

Tingkat Kemiskinan (%) 7,21 6,90

IPM (%) 71,39 71,92

Pertumbuhan Ekonomi (%) 2,37 2,84

Sumber : Berita Resmi Statistik - BPS Riau

Dari tabel di atas terlihat bahwa ketika pendapatan transfer yang diterima meningkat, maka tingkat kemiskinan menjadi turun dan nilai IPM menjadi naik. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap meningkatnya pertumbuhan ekonomi.

4.2.2. Pendapatan Asli Daerah

Selama tahun 2019, total realisasi PAD sebesar Rp6,17 triliun atau 18,81% dari total pendapatan. Rasio ini tergolong masih rendah, sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan sumber keuangan daerah dalam membiayai kegiatan pembangunan juga masih rendah. Dibanding tahun 2018 yang sebesar Rp6,11 triliun atau 20,71% dari total pendapatan, rasio realisasi PAD mengalami penurunan.

Tabel 4.6 Pendapatan Asli Daerah di Provinsi Riau (dalam miliar rupiah)

Uraian

Tahun 2018 Tahun 2019 Pagu Real % Pagu Real %

PAD 7.011,03 6.110,65 87,16 6.710,35 6.171,20 91,97

Pajak Daerah 4.786,56 4.286,58 89,55 4.809,59 4.398,41 91,45

Retribusi Daerah 352,59 169,73 48,14 301,89 178,49 59,12

Hasil Pengelolaan Kekayaan

Daerah Yang Dipisahkan 420,99 326,21 77,49 349,80 313,18 89,53

Lain-Lain PAD yang Sah 1.450,88 1.328,13 91,54 1.236,72 1.299,16 105,05

Sumber: LKPD se-Provinsi Riau (diolah)

Komponen PAD yang ada di Riau meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah. Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, Pajak Daerah tetap menjadi kontributor utama dari PAD Provinsi Riau. Realisasi Pajak Daerah tahun 2019 sebesar Rp4,39 triliun atau berkontribusi 71,27% dari total PAD. Hal ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan Pajak Daerah yang diterima pada tahun 2018 sebesar Rp4,29 triliun.

Analisis perbandingan PAD terhadap belanja daerah dapat digunakan untuk menganalisis kemampuan pemda membiayai belanjanya secara mandiri dan untuk menganalisis tingkat ketergantungan daerah terhadap transfer dari pusat. Hasil analisis perhitungan PAD terhadap belanja daerah adalah sebagai berikut:

Tabel 4.7 Perbandingan PAD terhadap Belanja Daerah (dalam miliar rupiah)

Uraian 2018 2019

PAD 6.110,65 6.171,20

BELANJA DAERAH 33.046,31 35.422,04

Rasio PAD terhadap Belanja Daerah 18,49% 17,42%

Sumber: LKPD se-Provinsi Riau (diolah)

Tabel di atas terlihat bahwa perbandingan PAD terhadap Belanja Daerah setiap tahunnya masih relatif kecil yaitu sekitar 20 persen sehingga dapat diartikan bahwa kemampuan pemda di Riau untuk membiayai belanja bersumber dari PAD sangat rendah dan dapat berarti pula apabila hanya mengandalkan penerimaan yang bersumber dari PAD maka pemerintah daerah hanya mampu membiayai sebesar kurang dari 20 persen dari belanjanya.

4.2.3. Pendapatan Lain-Lain

Tabel 4.8 Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah (dalam miliar rupiah)

Uraian Tahun 2018 Tahun 2019 Pagu Real % Pagu Real %

Lain-lain pendapatan daerah yang sah 637,41 340,55 53,43 815,22 492,89 60,46

Pendapatan Hibah 456,52 264,87 58,02 749,14 430,93 57,52

Pendapatan Dana Darurat 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

Pendapatan Lainnya 180,89 75,68 41,84 66,08 61,96 93,77

Sumber: LKPD se-Provinsi Riau (diolah)

Pendapatan Lain-lain yang menjadi sumber pendapatan di Riau yaitu Pendapatan Hibah berupa bantuan Dana Bantuan Operasional Sekolah.

Dalam dokumen KAJIAN FISKAL REGIONAL Tahun 2019 (Halaman 78-83)

Dokumen terkait