• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. CAPAIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN

3.3. PENDAPATAN NEGARA BUKAN PAJAK LAINNYA

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2017 48 Jumlah Pendapatan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2016 adalah masing-masing sebesar Rp126,352,990.00 dan Rp70,849,557.00. Pendapatan tersebut terdiri dari:

Tabel 21. Perbandingan PNBP Lainnya per 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2016

Uraian 31 Desember 2017 31 Desember 2016 % Naik / Turun Pendapatan Sensor/Karantina,

Pengawasan/Pemeriksaan

126,352,990.00 70,849,557.00 78.34

Jumlah 126,352,990.00 70,849,557.00 78.34

3.4 SURPLUS/DEFISIT DARI KEGIATAN NON OPERASIONAL

Pos Surplus/Defisit Dari Kegiatan Non Operasional terdiri dari pendapatan dan beban yang sifatnya tidak rutin dan bukan merupakan tugas pokok dan fungsi entitas. Surplus/Defisit Dari Kegiatan Non Operasional Tahun 2017 dan 2016 adalah sebagai berikut:

Tabel 22. Perbandingan Pos Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional per 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2016

Uraian 31 Desember 2017 31 Desember 2016 % Naik / Turun Beban Penyesuaian Nilai Persediaan -1,324,152.00 -21,334,449.00 -93.79 Kerugian Persediaan Rusak/Usang 0.00 -924,275.00 -100.00 Pendapatan Penyesuaian Nilai Persediaan 1,599,576.00 16,503,020.00 -90.31

Jumlah 275,424.00 -5,755,704.00 -104.79

3.5 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ekuitas pada tanggal 01 Januari 2017 adalah sebesar Rp 19,207,148,123.00 ditambah Defisit-LO sebesar Rp- 5,278,683,435.00 kemudian ditambah/dikurangi dengan koreksi-koreksi senilai Rp 0.00 dan ditambah Transaksi Antar Entitas sebesar Rp 5,211,004,792.00 sehingga Ekuitas entitas pada tanggal 31 Desember 2017 adalah senilai Rp 19,139,469,480.00.

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2017 49 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2017 dan 31 DESEMBER 2016 Uraian Catatan 31 Desember 2017 31 Desember 2016

EKUITAS AWAL E.1 19,207,148,123.00 9,309,976,992.00

SURPLUS/DEFISIT-LO E.2 -5,278,683,435.00 -4,914,838,849.00

DAMPAK KUMULATIF PERUBAHAN

Koreksi Nilai Aset Tetap Non Revaluasi E.4.1 0.00 -226,159,997.00

Penyesuaian Nilai Aset E.4.2 0.00 0.00

TRANSAKSI ANTAR ENTITAS E.5 5,211,004,792.00 15,038,169,977.00

EKUITAS AKHIR 19,139,469,480.00 19,207,148,123.00

3.5.1 EKUITAS AWAL

Nilai ekuitas pada tanggal 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2016 adalah masing-masing sebesar Rp19,207,148,123.00 dan Rp9,309,976,992.00.

3.5.2 SURPLUS/DEFISIT - LO

Jumlah Defisit LO untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2016 adalah sebesar 5,278,683,435.00 dan Rp-4,914,838,849.00. Defisit LO merupakan selisih kurang antara surplus/defisit kegiatan operasional, surplus/defisit kegiatan non operasional, dan pos luar biasa.

3.5.3 PENYESUAIAN NILAI ASET

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2017 50 Penyesuaian Nilai Aset untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2016 adalah masing-masing sebesar Rp0.00 dan Rp0.00.

Penyesuaian Nilai Aset merupakan hasil penyesuaian nilai persediaan akibat penerapan kebijakan harga perolehan terakhir

3.5.4 EKUITAS AKHIR

Saldo Ekuitas Akhir untuk periode 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2016 adalah masing-masing sebesar Rp19,139,469,480.00 dan Rp19,207,148,123.00

3.6 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas. Termasuk pula dalam CaLK adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.

Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir sampai dengan tanggal 31 Desember 2017 disusun dan disajikan berdasarkan basis kas. Sedangkan Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas untuk Tahun 2017 disusun dan disajikan dengan menggunakan basis aktual.

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2018 52 BAB IV.

KEGIATAN OPERASIONAL

Karantina pertanian merupakan bagian integral program ketahanan pangan dan aspek perlindungan keamanan pangan dari cemaran biologis berupa organisme pengganggu.

Karantina mencegah pada lini pertama dari ancaman masuknya OPT/HPH asing dapat terbawa pada komoditas petanian, orang , dan barang.

Setiap tumbuhan maupun hewan dan bagian-bagiannya yang dilalu-lintaskan antar negara selalu mempunyai risiko sebagai pembawa OPTK/HPHK yang dapat mengancam produksi pertanian. Oleh karena itu, setiap media pembawa yang dimasukkan ke dalam wilayah RI atau yang dilalulintaskan antar area di dalam wilayah RI dikenakan tindakan karantina. Tindakan karantina meliputi ; pemeriksaan, pengasingan, pengamanan, perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan, dan pembebasan.

Sesuai Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Karantina didefinisikan sebagai tempat pengasingan dan atau tindakan dalam rangka upaya pencegahan masuk dan menyebarnya hama dan penyakit untuk menjaga kelestarian sumberdaya alam hayati hewan, ikan, dan tumbuhan.

Dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan sebagai dasar hukum penyelenggaraan karantina, diamanahkan bahwa perlunya kekayaan tanah air dan wilayah Negara Indonesia yang kaya akan sumberdaya alam hayati untuk dijaga, dilindungi dan dipelihara kelestariannya dari ancaman dan gangguan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tanaman Karantina (OPTK). Ancaman kelestarian dan keamanan hayati akan menimbulkan dampak yang sangat luas pada stabilitas ekonomi, keberhasilan usaha agribisnis dan kestabilan ketahanan pangan nasional. Dengan demikian Pemerintah Indonesia telah menetapkan pilihan bahwa salah satu strategi didalam melindungi kelestarian sumberdaya alam hayati hewan dan tumbuhan adalah melalui “Penyelenggaraan Perkarantinaan Hewan dan Tumbuhan ”

Ruang lingkup objek yang berkaitan dengan karantina berkaitan dengan orang, alat angkut dalam perhubungan, hewan dan produk hewan, tumbuhan dan produk tumbuhan, barang-barang perdagangan lainnya yang dilalulintaskan, diletakkan pada prinsip bahwa

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2018 53 segala sesuatu yang ditetapkan berdasarkan penilaian risiko dapat ditetapkan menjadi media pembawa hama dan penyakit hewan serta organisme pengganggu tumbuhan

Perkarantinaan diselenggarakan berdasarkan asas kelestarian sumberdaya alam hayati hewan, ikan dan tumbuhan. Hal ini mengandung arti bahwa segala tindakan karantina yang dilakukan semata-mata ditujukan untuk melindungi kelestarian sumberdaya alam hayati hewan, ikan dan tumbuhan dari serangan hama dan penyakit hewan karantina, hama dan penyakit ikan karantina atau organisme pengganggu tumbuhan karantina, dan tidak untuk tujuan-tujuan lainnya.”

Pada saat ini ancaman yang dapat mengganggu kelestarian sumberdaya alam, ketenteraman dan kesehatan masyarakat, kesehatan pangan, gangguan terhadap produksi sektor pertanian/perikanan dan kehutanan, serta lingkungan telah didefinisikan sebagai ancaman yang perlu untuk dicegah masuk dan menyebar. Sejalan dengan itu SKP Kelas II Manokwari mempunyai tugas pokok melakukan pencegahan terhadap masuk dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Penganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dari luar negeri ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia dan tersebarnya dari suatu area ke area lain di dalam Wilayah Negara Republik Indonesia, khususnya diseluruh wilayah kerja (wilker) karantina pertanian yang tersebar di Bandar Udara Rendani Manokwari, Pelabuhan Laut Manokwari, Pelabuhan Laut Wasior di Kab. Teluk Wondama dan Pelabuhan Laut Bintuni di Kab. Teluk Bintuni.

4.1. KARANTINA HEWAN 4.1.1. Ekspor

Selama tahun 2018, tidak terdapat kegiatan operasional tindakan karantina hewan untuk kegiatan ekspor.

4.1.2. Import

Selama tahun 2018, tidak terdapat kegiatan operasional tindakan karantina hewan untuk kegiatan impor.

4.1.3. Domestik Masuk

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2018 54 Kegiatan operasional karantina hewan untuk domestik masuk di SKP Kelas II Manokwari meliputi kegiatan pemasukan antar pulau antar area di dalam negeri, dengan media pembawa hewan, bahan asal hewan, hasil bahan hewan dan media pembawa lain serta benda lain. Kegiatan Operasional Domestik Masuk pada masing-masing wilayah kerja di SKP Kelas II Manokwari hingga akhir tahun 2018 dapat di sajikan berikut ini:

❖ Wilayah kerja Bandara Rendani

• Hewan: Berupa pemasukan DOC sebanyak 756.000 ekor (588 kali), DOD sebanyak 6.419 ekor (10 kali), DOQ sebanyak 600 ekor (1 kali), Ayam buras 451 ekor (55 kali), Burung sebanyak 35 ekor (3 kali), Kelinci sebanyak 25 ekor (1 kali), Sugar glaider sebanyak 13 ekor (2 kali), Anjing sebanyak 3 ekor (2 kali), kura-kura sebanyak 3 ekor (2 kali).

• Bahan Asal Hewan Pangan: Berupa pemasukan Daging Ayam sebanyak 942 kg (7 kali), Daging kambing sebanyak 516 kg (15 kali), Daging sapi sebanyak 20 kg (1 kali), Daging Babi sebanyak 60 kg (2 kali), Daging kelelawar sebanyak 40 kg ( 2 kali), Telur ayam sebanyak 1440 kg (7 kali), Semen beku sebanyak 1 kemasan (1 kali).

• Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH): Berupa pemasukan daging ayam olahan sebanyak 2 kg (1 kali), daging sapi olahan sebanyak 67 kg (6 kali).

Keju sebanyak 9 kg (1 kali).

• Media pembawa/Benda Lain: Berupa pemasukan Vaksin sebanyak 13 pack (10 kali) dan pakan hewan 89 kemasan (2 kali), Antigen 1 kemasan (1 kali).

❖ Wilayah kerja Pelabuhan Laut Manokwari

• Hewan: Berupa pemasukan hewan anjing sebanyak 10 ekor (5 kali), entog sebanyak 1 ekor (1 kali), ayam buras sebanyak 70 ekor (21 kali), burung 7 ekor (3 kali), kelinci sebanyak 4 ekor (2 kali), ulat hongkong sebanyak 8 kg (1 kali)

• Bahan Asal Hewan Pangan berupa pemasukan Daging Ayam Beku sebanyak 2.229.646 kg (164 kali), daging babi sebanyak 1100 kg (4 kali),

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2018 55 daging anjing sebanyak 10 kg (1 kali), daging bebek sebanyak 5.300 kg (10 kali), daging sapi sebanyak 1000 kg (1 kali), jeoan ayam sebanyak 500 kg (1 kali), telur ayam sebanyak 1.631.514 kg (237 kali).

• Hasil Bahan Asal Hewan Pangan berupa pemasukan Daging ayam Olahan sebanyak 500 kg (1 kali).

• Media Pembawa Lain berupa pemasukan Pakan Hewan Ternak sebanyak 971.300 kg (38 kali).

❖ Wilayah kerja Pelabuhan Bintuni

• Hewan berupa pemasukan hewan ternak unggas umur sehari (DOC) sebanyak 3.953 ekor (15 kali), anjing sebanyak 5 ekor (3 kali), ayam buras sebanyak 53 ekor (12 kali), babi sebanyak 32 ekor (18 kali).

• Bahan Asal Hewan Pangan berupa pemasukan Daging Ayam sebanyak 74.400 kg (8 kali), dan Telur Ayam sebanyak 111.076 kg (152 kali)

• Hasil Bahan Asal Hewan, tidak ada pemasukan.

• Media Pembawa Lain berupa pemasukan Pakan Hewan Ternak sebanyak 226.100 kg (23 kali).

❖ Wilayah Kerja Pelabuhan Wasior

• Hewan berupa pemasukan hewan ternak unggas umur sehari sebanyak 11.800 ekor (63 kali), dan Ayam buras sebanyak 4 ekor (2 kali), babi sebanyak 3 ekor (1 kali) dan kucing sebanyak 5 ekor (1 kali).

• Bahan Asal Hewan Pangan berupa Daging Ayam Beku sebanyak 135.403 kg (281 kali), daging sapi 605 kg (16 kali) dan Telur Ayam Konsumsi sebanyak 103.820 kg (57 kali).

• Hasil Bahan Asal Hewan berupa daging ayam olahan sebanyak 1020 kg (20 kali).

• Media Pembawa Lain berupa pemasukan Pakan Hewan Ternak sebanyak 50.064 kg (97 kali).

4.1.4. Domestik Keluar

Kegiatan operasional karantina hewan untuk domestik keluar di SKP Kelas II Manokwari tahun 2018 meliputi kegiatan pengeluaran media pembawa

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2018 56 antar pulau, antar area didalam negeri pada wilker Pelabuhan Laut Manokwari dan wilker Bandara Rendani, sedangkan pada wilker Pelabuhan Wasior dan wilker Pelabuhan Bintuni tidak terdapat kegiatan operasional domestic keluar.

Kegiatan Operasional Domestik Keluar pada masing-masing wilker hingga akhir tahun 2018 dapat dilihat berikut ini :

❖ Wilayah Kerja Bandara Rendani

• Hewan berupa pengeluaran DOC sebanyak 653 ekor (5 kali), entog sebanyak 2 ekor (1 kali), Ayam Buras/Bangkok sebanyak 114 ekor (43 kali), burung sebanyak 4 ekor ( 2 kali), kelinci sebanyak 2 ekor ( 1 kali), anjing sebanyak 7 ekor (5 kali), babi sebanyak 32 ekor (18 kali).

• Bahan Asal Hewan Pangan berupa pengeluaran Daging Ayam sebanyak 397 kg (6 kali), daging rusa sebanyak 77 kg (5 kali), daging sapi sebanyak 14.957 kg (120 kali), daging babi sebanyak 112 kg ( 2 kali), daging kelelawar sebanyak 10 kg (1 kali), dan tanduk sebanyak 2 kg (1 kali).

• Hasil Bahan Asal Hewan berupa pengeluaran Daging Sapi Olahan sebanyak 192 kg (8 kali).

• Benda Lain berupa pengeluaran Bahan Biologik sebanyak 24 pack (1 kali) dan bahan diagnostic sebanyak 2 kg ( 2 kali).

❖ Wilayah kerja Pelabuhan Laut Manokwari

• Hewan berupa pengeluaran DOC sebanyak 13.200 ekor (72 kali), Ayam Buras sebanyak 58 ekor (18 kali), babi sebanyak 384 ekor (51 kali), kambing sebanyak 1 ekor (1 kali), kucing sebanyak 5 ekor( 1 kali).

• Bahan Asal Hewan Pangan berupa pengeluaran Daging Ayam Beku sebanyak 161.666 kg (290 kali), daging sapi sebanyak 16.827 kg ( 79 kali), jerohan sebanyak 60 kg (1 kali), kulit sapi sebanyak 27.640 kg (4 kali), tanduk sebanyak 947 kg ( 1 kali), dan telur ayam sebanyak 8.870 kg ( 21 kali).

• Hasil Bahan Asal Hewan Pangan berupa pengeluaran Daging Sapi Olahan sebanyak 2.242 kg (23 kali) dan daging ayam olahan sebanyak 195 kg (2 kali).

• Media Pembawa Lain berupa pengeluaran Pakan Hewan Ternak sebanyak 52.643 kg (117 kali).

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2018 57

❖ Wilayah kerja Pelabuhan Wasior

• Tidak ada kegiatan domestik keluar atau nihil.

❖ Wilayah kerja Pelabuhan Bintuni

• Tidak ada kegiatan domestik keluar atau nihil.

4.1.5. Penggunaan Formulir Karantina Hewan

Penggunaan formulir dalam rangka pelaksanaan operasional tindakan karantina hewan baik domestik masuk maupun domestik keluar selama tahun 2018, dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.1. Penggunaan Dokumen Karantina Hewan di SKP Kelas II Manokwari tahun 2018.

No. Jenis Dokumen Karantina Hewan Jumlah Target

1 Sertifikat Kesehatan Hewan (KH-09) 235 172 2 Sertifikat Sanitasi Produk Hewan (KH-10) 548 541 3 Surat Keterangan Untuk Benda Lain (KH-11) 122 75 4 Sertifikat Pelepasan Karantina (KH-12) 1919 1593

4.1.6. Penahanan, Penolakan dan Pemusnahan

Kegiatan tersebut berupa pemeriksaan terhadap semua media pembawa yang masuk maupun keluar untuk setiap komoditas hewan maupun tumbuhan di wilayah kerja (wilker) yang berada pintu pemasukan dan pengeluaran di bandara maupun di pelabuhan laut apakah setiap media pembawa yang dilalulintaskan sudah dilengkapi dengan persyaratan dokumen karantina pertanian. Hal ini merupakan tugas pokok dan fungsi SKP Kelas II Manokwari dalam rangka

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2018 58 mencegah masuk dan menyebarnya HPHK/OPTK dari dan atau keluar wilayah Propinsi Papua Barat mengingat wilayah Papua Barat masih terbebas dari penyakit Rabies, Flu Burung, Hog Kolera, dll. Ini perkuat dengan peraturan-peraturan gubernur, bupati, instruksi bupati maupun MoU tentang pelarangan pemasukan media pembawa terhadap penyakit tersebut yangdikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat. Adapun tindakan penahanan, penolakan dan pemusnahan terhadap jenis media pembawa yang tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan karantina hewan dari daerah asal maupun media pembawa yang dilarang masuk ke wilayah Papua Barat selama tahun 2018 dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.2. Penahanan, Penolakan dan Pemusnahan pada media pembawa No Jenis Media

Pembawa

Penahanan Penolakan Pemusnahan

Volume Frekwensi Volume Frekwensi Volume Frekwensi

1 Ayam Buras 78 ekor 15 6 ekor 1 72 14

2 Burung 11 ekor 3 5 ekor 1 6 2

3 Entog 1 ekor 1 - - 1 1

4 Anjing 3 ekor 3 2 ekor 2 1 1

5 Ulat

Hongkong 8 Kg 1 8 kg 1 - -

6 Daging Babi 10 Kg 1 10 kg 1 - -

Gambar 4.1. Tindakan Penahanan Terhadap Media Pembawa HPHK

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2018 59 Gambar 4.2. Pengemasan Media Pembawa Yang Akan Ditolak

Gambar 4.3. Kegiatan pemusnahan yang disaksikan oleh pihak kepolisian

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2018 60

Gambar 4.4. Kegiatan Pemusnahan yang disaksikan oleh Dinas Peternakan dan Kepala SKP Kelas II Manokwari.

Gambar 4.5. Kegiatan Pemusnahan Bersama Saksi

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2018 61

Gambar 4.6. Hasil Kegiatan Pemusnahan dimasukkan ke dalam tempat

pembakaran.

4.1.7. Kegiatan Pemantauan Daerah Sebar HPHK

Pemetaan penyakit hewan sangat diperlukan untuk menyajikan informasi yang tertulis dan akurat mengenai penyakit hewan. Manfaat yang diperoleh dengan adanya peta penyebaran penyakit antara lain dapat memberikan informasi mengenai macam-macam penyakit hewan serta distribusinya, sehingga dapat dijadikan masukan bagi pemerintah pusat dan instansi terkait di daerah dalam menyusun kegiatan dan kebijakan penanggulangan penyakit hewan menular, mempermudah proses pengambilan keputusan dalam pemberantasan penyakit hewan menular di masa mendatang, meningkatkan kualitas pelaporan penyakit hewan menular mulai dari tingkat desa, kecamatan sampai ke tingkat kabupaten dan propinsi untuk selanjutnya disampaikan ke tingkat pusat, Serta memvisualisasikan data penyakit hewan menular dalam bentuk spasial.

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2018 62 Menurut Surat Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor 207/Kpts/OT.160/L/02/2018 kegiatan ini difokuskan pada HPHK yang menimbulkan gangguan reproduksi (gangrep) pada sapi dan seluruh HPHK Golongan II sebagaimana diatur dalam Kepmentan Nomor 3238/Kpts/PD.630/9/2009 tentang penggolongan Jenis-jenis Hama Penyakit Hewan Karantina, Penggolongan dan Klasifikasi Media Pembawa.

Metode Focus Group Discusion (FGD) yang digunakan oleh Tim Pemantauan Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Manokwari adalah dengan membuat kelompok diskusi antara tim pemantauan dan staf/pegawai dinas yang ditunjuk terutama petugas kesehatan hewan setempat dengan membahas tentang penyakit gangguan reproduksi pada sapi dan semua HPHK gol II. Selain itu menggunakan In Deep Interview (IDI) yaitu wawancara dengan menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai gejala klinis, kejadian penyakit dan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap petugas kesehatan hewan baik di dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di Wilayah Kerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Manokwari.

Pengumpulan informasi lebih diutamakan pada macam penyakit hewan yang ditemukan di suatu lokasi tertentu. Kategori dalam pengumpulan informasi dibagi dalam beberapa jenis hewan disesuaikan dengan jenis ternak yang ada yaitu: 1). Ruminansia (Sapi, Kambing, Domba, Kerbau); 2). Unggas (Ayam, Itik, Entok, Angsa, Burung dll); 3). Hewan Pembawa Rabies (Anjing, Kucing, Kera);

4). Babi; 5) Lain-Lain (ternak/hewan peliharaan lainnya seperti kelinci, kuda, dll).

Untuk wilayah atau tempat pengambilan data kuisioner antara lain : (1) Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Manokwari; (2) Fakultas Peternakan Universitas Papua (UNIPA); (3) Petugas Penyuluh Lapangan Distrik Prafi Kabupaten Manokwari; (4) Petugas Penyuluh Lapangan Distrik Masni Kabupaten Manokwari; (5) Petugas Penyuluh Lapangan Distrik Sidey Kabupaten Manokwari; (6) Dinas Pertanian Kabupaten Pegunungan Arfak; (7) Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan; (8) Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Teluk Wondama; (9) Dinas Pertanian

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2018 63 Kabupaten Teluk Bintuni; (10) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Papua Barat; (11) Balai Besar Veteriner Maros.

Dari data kuisioner yang didapatkan pada dinas terkait dimasing-masing kabupaten tersebut, beberapa spesies hewan termasuk atau mengarah ke penyakit Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) Golongan II. Data penyakit hewan tersebut dapat diketahui hanya berdasarkan gejala klinis atau bersifat dugaan sedangkan penyebab penyakitnya tidak diketahui karena diagnosanya tidak didukung oleh pemeriksaan lanjutan/pemeriksaan laboratorium aktif dari dinas terkait maupun kegiatan surveillans. Hasil pengambilan data dapat dilihat pada tabel berikut ini :

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2018 64 Tabel 4.3. Peta Matrik HPHK

MATRIKS HAMA PENYAKIT HEWAN KARANTINA REGIONAL PAPUA BARAT (MANOKWARI) Regional : Papua Barat (Manokwari)

No Propinsi Hewan Nama Penyakit (HPHK)

Hama Penyakit Hewan Karantina

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2018 65

b. Kerbau - - - - -

c. Unggas - - - - -

d. Anjing - - - - -

e. Kambing dan Domba Scabies - - -

f. Babi - - - - -

g. Kelinci - - - - -

- Kabupaten Manokwari Selatan a. Sapi - - - - -

b. Kerbau - - - - -

c. Unggas Newcastle Disease (Tetelo) - - -

d. Anjing Scabies - - -

e. Kambing dan Domba - - - - -

f. Babi - - - - -

g. Kelinci - - - - -

- Kabupaten Pegunungan Arfak a. Sapi - - - - -

b. Kerbau - - - - -

c. Unggas Newcastle Disease (Tetelo) - - -

d. Anjing - - - - -

e. Kambing dan Domba - - - - -

f. Babi Erysipelas - - -

g. Kelinci - - - - -

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2018 66 4.2. KARANTINA TUMBUHAN

4.2.1. Ekspor

Selama tahun 2018 terdapat 3 (tiga) kegiatan operasional karantina tumbuhan untuk ekspor. Komoditas yang diekspor adalah dari golongan hasil tanaman mati berupa akar wangi total volume 4,1 kilogram. Negara tujuan adalah Amerika Serikat dan Kanada.

4.2.2. Impor

Hingga akhir 2018 tidak terdapat kegiatan operasional karantina tumbuhan untuk impor.

4.2.3. Domestik Masuk

Kegiatan operasional karantina tumbuhan untuk domestik masuk dan keluar pada masing-masing wilayah kerja yang ada di SKP Kelas II Manokwari tahun 2018 meliputi kegiatan pemasukan komoditas antar pulau, antar area didalam negeri yang secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Tanaman Hidup dan Benih

Untuk pemasukan bibit/benih tanaman secara keseluruhan dari wilayah kerja yang ada di SKP Kelas II Manokwari adalah sebanyak 102.667 Batang dan 27.026 Kilogram, 600 gram dan 26 koli dengan frekwensi sebanyak 597 kali.

Pemasukan bibit/benih terbanyak adalah melalui wilayah kerja (wilker) Bandara Rendani dengan volume sebanyak 100.121 batang dan 18.161 kilogram serta frekwensi sebanyak 575 kali dengan komoditi antara lain berupa pemasukan Bibit Pala sebanyak 10.000 batang dan 15.000 kg (3 kali), benih Kelapa Sawit sebanyak 2.743 kilogram dan 26 koli kemudian Bibit Kakao sebanyak 24.400 batang (5 kali). Pelabuhan Laut Manokwari berupa bibit bawang merah sebanyak 7.700 kilogram (4 kali) dan bibit bawang bombay 500 kilogram. Pelabuhan Laut Wasior dengan pemasukan antara lain Bibit mangga sebanyak 330 kilogram dan benih kubis sebanyak 250 kilogram serta bibit kakao sebanyak 1.000 batang. Untuk Pelabuhan Bintuni dengan pemasukan bibit Alpukat sebanyak 115 batang dan bibit Mangga sebanyak 100 batang.

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2018 67 b. Hasil Tanaman Hidup Bukan Benih

Jumlah pemasukan komoditi dari hasil tanaman hidup bukan benih secara keseluruhan adalah sebanyak 2.023.138 kilogram dan 276 batang (3.143 kali) dengan pemasukan komoditi terbanyak melaui wilayah kerja pelabuhan laut dengan volume sebanyak 1.641.160 kilogram (999 kali) dengan komoditi antara lain berupa pemasukan Bawang Merah sebanyak 496.530 kilogram (242 kali), Bawang Putih sebanyak 324.460 kilogram (135 kali), dan Buah Jeruk sebanyak 188.664 kilogram (87 kali). Untuk wilker Pelabuhan Wasior, berupa pemasukan Bawang Merah sebanyak 48.350 kilogram (87 kali), Kedelai sebanyak 18.000 kilogram (17 kali) dan Tomat sebanyak 15.780 (103 kali). Sedangkan untuk wilayah kerja Bandara Rendani pemasukan komoditi terbanyak adalah berupa pemasukan Sirih sebanyak 90.327 kilogram dan 80 batang (907 kali), Buah Rambutan sebanyak 16.002 kilogram (84 kali) dan Cabe sebanyak 12.893 kilogram (93 kali). Dan untuk wilayah kerja Pelabuhan Bintuni berupa pemasukan Bawang Merah sebanyak 47.080 kilogram (139 kali) dan Bawang Putih sebanyak 22.692 kilogram (102 kali) dan Kentang sebanyak 9.610 kilogram.

c. Hasil Tanaman Mati yang Tidak Diolah/Telah Diolah

Untuk pemasukan keseluruhan dari 4 (empat) wilayah kerja yang ada sebanyak 88.315 kilogram, 25 batang (124 kali), dengan jumlah pemasukkan komoditi terbanyak adalah melalui wilayah kerja (wilker) Pelabuhan Laut Manokwari sebanyak 77.970 kilogram dan 25 batang (86 kali) dan komoditi terbanyak yang dimasukkan antara lain berupa Gula Merah sebanyak 41.070 kilogram (47 kali), Pinang Kering sebanyak 23.200 kilogram (8 kali), Kemiri sebanyak 11.850 kilogram (22 kali). Untuk wilker pelabuhan Wasior berupa pemasukan Gula Merah sebanyak 7.400 kilogram (8 kali) sementara untuk wilker Pelabuhan Bintuni berupa pemasukan Gula Merah sebanyak 1.000 kilogram (10 kali) dan Kemiri sebanyak 1.915 kilogram (18 kali). Sementara itu untuk wilker Bandara Rendani hanya berupa pemasukan Lada Biji sebanyak 30 kilogram (2 kali).

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2018 68 4.2.4. Domestik Keluar

a. Tanaman Hidup dan Benih.

Domestik keluar berupa pengeluaran komoditi pada tanaman hidup dan benih di SKP Kelas II Manokwari tahun 2018 melalui tiga (tiga) wilker adalah sebanyak 34.866 batang, 43.408 kilogram, 270 gram dan 286 kemasan (206 kali). Sedangkan untuk wilker Pelabuhan Teluk Bintuni dan Pelabuhan Wasior tidak ada kegiatan domestik keluar atau nihil. Pengeluaran komoditi bibit/benih yang terbanyak dari masing-masing wilker secara umum antara lain berupa bibit Kayu Trembesi sebanyak 10.600 batang dan 10.600 kilogram (1 kali), benih sagu sebanyak 4.940 batang, 4.940 kilogram, 47 gram dan 47 koli (2 kali), bibit Kayu Masohi sebanyak 3.900 batang dan 3.900 kilogram (2 kali) di wilker Bandara Rendani, sedangkan pada wilker Pelabuhan Laut berupa pengeluaran benih Padi sebanyak 15.600 batang (4 kali), bibit stek akar sukun sebanyak 6.000 batang (1 kali).

b. Hasil Tanaman Hidup Bukan Benih

Pengeluaran komoditi pada hasil tanaman bukan benih di tahun 2018 berjumlah 546 batang, 7.255.369 kilogram, 100.337 gram dan 98.124 koli dengan frekwensi 1.499 kali yang melalui pintu pengeluaran dari wilker Bandara Rendani, Pelabuhan Laut Manokwari dan Pelabuhan Wasior dan Pelabuhan Teluk Bintuni. Komoditi yang dikeluarkan melalui wilker Pelabuhan Laut Manokwari antara lain berupa pengeluaran Kernel Sawit sebanyak 6.037.000 kilogram (33 kali), Jagung sebanyak 567.000 kilogram (14 kali) dan Kakao biji 539.000 (19 kali). Untuk wilker Bandara Rendani secara umum antara lain berupa pengeluaran Cabai sebanyak 556 kilogram, 74.067 gram dan 73.551 koli (448 kali), Buah Durian sebanyak 915 kilogram, 9.337 gram, 8.477 koli (95 kali), Bawang Daun sebanyak 1.328 kilogram, 4.405 gram dan 3.343 koli (52 kali). Wilker Pelabuhan Bintuni berupa pengeluaran Pala Biji sebanyak 9.026 (1 kali) dan Bunga Pala 1.695 (1 kali) sedangkan Pelabuhan Wasior antara lain pengeluaran Pala Biji 2.700 (3 kali), Mahoni sebanyak 1.000 kilogram (1 kali), buah pisang sebanyak 1.000 kilogram (1 kali) sedangkan

LAPORAN TAHUNAN SKP KELAS II MANOKWARI 2018 69 c. Hasil Tanaman Mati Yang Tidak Diolah/Telah Diolah

Untuk pengeluaran komoditi hasil tanaman mati yang tidak diolah/telah

Untuk pengeluaran komoditi hasil tanaman mati yang tidak diolah/telah