BAB II PERKEMBANGAN DAN ANALISIS PELAKSANAAN APBN DI TINGKAT REGIONAL- 20
B. PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT TINGKAT PROVINSI
Struktur pendapatan pemerintah pusat dibagi menjadi tiga komponen yang terdiri dari (i) penerimaan perpajakan, (ii) pendapatan PNBP dan (iii) hibah. Khusus untuk APBN tingkat Provinsi Jambi hanya terdapat dua komponen pendapatan yakni penerimaan perpajakan dan PNBP.
1. Pendapatan Perpajakan Pemerintah Pusat Tingkat Provinsi
Untuk Provinsi Jambi, penerimaan pajak tahun 2018 terealisasi sebesar Rp4,50 triliun lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2017 sebesar Rp4,21 triliun. Realisasi penerimaan pajak tersebut menyumbang 88,75% dari total penerimaan APBN di Jambi.
Tabel 2.2 Pendapatan Perpajakan Pemerintah Pusat Tingkat Provinsi Jambi (dalam miliar rupiah)
Target Realisasi % Target Realisasi %
PPh 2.286.026 1.843.626 80,65% 2.801.277 2.272.227 81,11% PPN 1.870.004 2.139.192 114,40% 2.350.926 1.983.651 84,38% PBB 216.371 102.788 47,51% 213.854 107.089 50,08% Pajak Lainnya 63.028 52.761 83,71% 79.127 52.234 66,01% Bea Masuk 6.470 6.928 107,09% 14.700 18.323 124,64% Bea Keluar 47.831 74.128 154,98% 56.823 72.486 127,56% Total Realisasi Perpajakan 4.489.730 4.219.424 93,98% 5.516.707 4.506.009 81,68%
I. Pajak Dalam Negeri
II. Pajak Perdagangan Internasional 2017 Pendapatan
Perpajakan
2018
Sumber: OM SPAN (2018, data diolah)
Penerimaan perpajakan di Jambi dalam 5 (lima) tahun terakhir mengalami tren peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebesar 55,4% (rata-rata naik 10,2% per tahun) kecuali tahun 2016 yang sedikit mengalami penurunan. Realisasi perpajakan tahun 2018 mampu tumbuh sebesar 6,86%, dengan capaian realisasinya 81,7% dari target, namun lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 93,9% dari target penerimaan pajak.
Grafik 2.2 Perkembangan Realisasi Penerimaaan Perpajakan Pemerintah Pusat Tingkat Provinsi Jambi (2014 -2018)
(dalam jutaan rupiah)
Sumber: OMSPAN; KPP se-Provinsi Jambi (2018, data diolah)
Beberapa strategi yang telah dilakukan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam mendorong pertumbuhan penerimaan perpajakan khususnya di wilayah Provinsi Jambi diantaranya yaitu: (1) strategi pemeriksaan; (2) strategi ekstensifikasi dan intensifikasi Wajib Pajak Orang Pribadi; (3) strategi ekstensifikasi dan intensifikasi Wajib Pajak Badan; serta (4) strategi law enforcement. Kemudian, DJP juga mengupayakan (1) peningkatan tax coverage melalui penggalian potensi perpajakan pada beberapa sektor unggulan terutama di sektor pertanian dan pertambangan dan (2) penguatan dan perluasan basis data perpajakan dalam rangka meningkatkan penerimaan perpajakan dari sektor non migas sebagai antisipasi turunnya penerimaan pajak dari sektor migas.
Tabel 2.3. Realisasi Penerimaaan Perpajakan per KPP dan per Jenis Pajak Provinsi Jambi Tahun 2018
(dalam jutaan rupiah)
KPP PPh PPN PBB Pajak Lainnya Porsi
KPP Telanaipura 1.334.043 703.488 126.100 32.504 47,8% KPP Pelayangan 170.491 258.222 - 166 9,3% KPP KualaTungkal 231.035 367.091 68.105 145 14,5% KPP Bungo 315.850 334.942 30.645 14.872 15,2% KPP Bangko 216.344 346.697 39.213 4.361 13,2% Jumlah 2.267.764 2.010.439 264.063 52.047 100% Porsi 49,4% 43,8% 5,7% 1,1%
Sumber: KPP se-Provinsi Jambi (2018, data diolah) 500.000 1.000.000 1.500.000 2.000.000 2.500.000
2014 2015 2016 2017 2018
PPh PPN PBB Pajak LainnyaBerdasarkan wilayahnya, sebesar 57,1% penerimaan pajak berasal dari wilayah KPP Jambi (Telanaipura dan Pelayangan). Hal ini menandakan bahwa domisili wajib pajak sebagian besar masih berada di wilayah kerja KPP Jambi, masih perlu dilakukan peningkatan wajib pajak baru di KPP
lainnya sehingga penyebaran
penerimaan pajak dapat semakin merata. Dari jenisnya, penerimaan pajak didominasi oleh PPN (grafik 2.3). Dominasi PPN di seluruh KPP wilayah Jambi lebih disebabkan meningkatnya transaksi perekonomian Jambi (sektor ekspor dan impor barang dan jasa)
Grafik 2.3 Komposisi Penerimaan PPh dan PPN per KPP wilayah Jambi
Sumber: Data KPP se-Provinsi Jambi (2018, data diolah)
Rasio Pajak (Tax Ratio)
Tax Ratio atau rasio pajak adalah perbandingan antara jumlah penerimaan pajak dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara. Target tax ratio dalam APBN 2018 ditargetkan sebesar 11,6%. Tax ratio untuk wilayah Provinsi Jambi 2018 sebesar 2,16%, capaiannya lebih rendah dari tahun 2017 (2,22%). Pada tahun ini, penurunan capaian realisasi penerimaan pajak disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran masyarakat membayar pajak dan belum optimalnya kemampuan pemerintah untuk menggali sumber penerimaan pajak dari berbagai sektor ekonomi meskipun di tahun 2018 terjadi kenaikan kinerja perekonomian khususnya sektor ekspor dan impor barang dan jasa sebagai dampak semakin membaiknya harga komoditas unggulan Provinsi Jambi serta permintaan dipasar global yang relatif meningkat.
Tabel 2.4 Perkembangan Tax Ratio Provinsi Jambi (dalam miliar rupiah)
Uraian/Tahun 2013 2014 2015 2016 2017 2018
Penerimaan Pajak Pusat 2.785 2.900 3.850 3.758 4.219 4.506 Nominal PDRB (ADHB) 132.020 153.857 155.110 171.711 189.868 208.379
Tax ratio 2,11% 1,88% 2,48% 2,19% 2,22% 2,16%
Sumber: BPS dan SPAN (2018, data diolah)
60,7% 39,8% 34,7% 45,4% 35,7% 32,0% 60,2% 55,1% 48,1% 57,2% 0% 50% 100% KPP Telanaipura KPP Pelayangan KPP KualaTungkal KPP Bungo KPP Bangko
Namun demikian, bila dibandingkan dengan target tax ratio nasional sebesar 10,9% tax ratio di wilayah Provinsi Jambi tersebut masih sangat rendah, sehingga mengindikasikan masih besarnya potensi pajak yang belum tergali. Disamping itu juga capaian realisasi penerimaan pajak baru 81,68% dari target perpajakan 2018 sehingga masih dibutuhkan extra effort untuk mencapai sisa 18,32% lagi untuk mencapai target tersebut. Kedepan dibutuhkan usaha ekstra agar realisasi penerimaan negara bisa mencapai target yang telah dialokasikan melalui strategi tax gap mencakup unregister, non filer, underpayment dan underreported sehingga sasaran yang pasti adalah yang belum patuh atau di luar sistem. Realisasi penerimaan dari sektor pajak harus bisa dimaksimalkan untuk mencegah membengkaknya defisit anggaran.
2. Penerimaan Negara Bukan Pajak Pemerintah Pusat Tingkat Provinsi Selain dari sektor perpajakan, pendapatan negara yang bersumber dari bukan pajak saat ini telah mulai diperhitungkan untuk dijadikan andalan dalam memaksimalkan penerimaan negara. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) adalah semua penerimaan Pemerintah Pusat yang diterima dalam bentuk penerimaan dari sumber daya alam, pendapatan bagian laba BUMN, PNBP lainnya serta pendapatan BLU. Selain penggolongan menurut jenisnya, dikenal juga adanya PNBP Fungsional.
1. Perkembangan PNBP menurut Jenis
Tabel 2.5 Penerimaaan PNBP Pemerintah Pusat Tingkat Provinsi Jambi
(per Jenis PNBP dalam jutaan rupiah)
Target Realisasi Target Realisasi
Sumber Daya Alam (SDA) 0 0 0 0
Bagian Pemerintah atas
Laba BUMN 0 0 0 0 PNBP Lainnya 216.834 486.609 63.547 302.613 Pendapatan BLU 62.995 71.200 282.547 268.543 Jumlah 279.828 557.809 346.094 571.156 PENERIMAAN PNBP 2017 2018
Sumber: SPAN; LKPP Kanwil; (2018, data diolah)
Realisasi penerimaan PNBP TA 2018 di Provinsi Jambi sebesar Rp571,1 miliar meningkat 2,39% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp557,8 miliar. Peningkatan penerimaan PNBP tersebut utamanya disumbang oleh Pendapatan BLU yang meningkat signifikan (Rp268,5miliar) yang tumbuh hingga 3,7x lipat dibanding realisasi tahun sebelumnya “hanya” sebesar
Rp71,2 miliar. Hal ini disebabkan adanya tambahan dua satker BLU yang beroperasi secara penuh di tahun 2018 yakni RS Bhayangkara dan Universitas Jambi.
2. Perkembangan PNBP Fungsional
Penerimaan PNBP Fungsional berasal dari hasil pungutan kementerian/lembaga atas jasa yang diberikan sehubungan dengan tugas pokok dan fungsinya dalam melaksanakan fungsi pelayanan kepada masyarakat.
Tabel 2.6 Penerimaan PNBP Pemerintah Pusat di Provinsi Jambi Tahun 2017 – 2018 (menurut fungsional Kementerian/Lembaga dalam miliar rupiah)
Target Realisasi Target Realisasi Pendapatan Jasa Pelayanan
Pendidikan 27,09 29,75 242,10 224,93 Pendapatan dari BPJS Kesehatan
pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL)
63,79 - 60,56
Pendapatan Layanan Fasilitas
Kesehatan - 40,09 0,15 41,25 Pendapatan Jasa Pelayanan Rumah
Sakit 35,90 41,21 37,70 39,64 Pendapatan Buku Pemilik Kendaraan
Bermotor (BPKB) - 31,36 - 35,95 Pendapatan Penerbitan Surat Tanda
Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) - 41,63 - 31,35 Pendapatan Tanda Nomor Kendaraan
Bermotor (TNKB) - 15,20 - 17,31 Pendapatan Jasa Kepelabuhanan 11,80 19,64 14,28 15,75 Pendapatan Penerbitan Surat Izin
Mengemudi (SIM) - 8,31 - 7,61 Pendapatan Biaya Pendidikan 170,29 168,32 15,05 14,01
Jumlah 245,08 459,30 309,28 488,37
Total Penerimaan PNBP 411,9 557,8 345,7 571,2
Persentase (%) 59,5% 82,3% 89,5% 85,5%
Penerimaan PNBP 2017 2018
Sumber : OMSPAN (2018, data diolah)
Dari 106 jenis penerimaan PNBP pada tahun 2018, disajikan 10 jenis penerimaan PNBP Fungsional tertinggi. Realisasi dari fungsi pendidikan masih menjadi penerimaan tertinggi disusul kemudian dengan realisasi dari fungsi kesehatan. Baik secara nominal maupun persentase, penerimaan PNBP Fungsional terus menunjukkan peningkatan. Begitupula dari sisi distribusi, realisasi penerimaan PNBP dibandingkan total penerimaan PNBP mencapai lebih dari 85,5%. Kondisi ini ditunjang dengan kinerja positif dari 3 satker BLU yang beroperasi di Provinsi Jambi yang bergerak di bidang kesehatan (RS Bhayangkara) dan pendidikan (Universitas Jambi dan UIN STS Jambi).