• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendapatan Yang Diperoleh dari Pengolahan Kopi Bubuk Arabika

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.3. Pendapatan Yang Diperoleh dari Pengolahan Kopi Bubuk Arabika

hasil penjualan kopi bubuk Arabika dikurangi total biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi. Biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi kopi bubuk Arabika terdiri dari biaya bahan baku, biaya bahan penunjang, biaya penyusutan peralatan dan biaya tenaga kerja. Besarnya pendapatan yang diperoleh dari pengolahan kopi bubuk Arabika dapat dilihat pada Tabel 5.7 berikut:

Tabel 5.7. Pendapatan Bersih dari Hasil Pengolahan Kopi Bubuk Arabika Per Satu Kali Produksi di Koperasi Kopi Mandailing Jaya Tahun 2019

No. Uraian Total (Rp)

1 Penerimaan (TR) 4.350.000

2 Biaya Produksi Biaya Tetap

- Biaya Penyusutan Peralatan 30.527

Biaya Variabel

- Biaya Bahan Baku 480.000

- Biaya Input Lain 226.200

- Biaya Upah Tenaga Kerja 880.000

Total Biaya (TC) 1.616.727

3 Pendapatan (TR-TC) 2.733.273

Sumber: Lampiran 2,3,4,6,8 2019

Tabel 5.7 memperlihatkan bahwa penerimaan yang diperoleh Koperasi Kopi Mandailing Jaya per proses produksi yaitu sebesar Rp. 4.350.000. Biaya yang

dikeluarkan per proses produksi kopi bubuk Arabika adalah sebesar Rp. 1.616.727, yang terdiri dari biaya tetap yaitu biaya penyusutan peralatan

sebesar Rp. 30.527, dan biaya variabel yaitu biaya bahan baku sebesar Rp. 480.000, biaya input lain sebesar Rp. 226.200, dan biaya upah tenaga kerja

sebesar Rp. 880.000. Dengan demikian pendapatan yang diperoleh dari

pengolahan kopi biji Arabika menjadi kopi bubuk Arabika adalah Rp. 2.733.273 per satu kali produksi.

Dari hasil penelitian diperoleh bahwa usaha pengolahan kopi bubuk Arabika memperoleh keuntungan karena penerimaan yang didapat lebih besar daripada total biaya produksi yang dikeluarkan. Artinya, produsen mendapatkan keuntungan dari pengolahan kopi bubuk Arabika. Maka Hipotesis 2 dapat diterima.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah:

1. Proses pengolahan kopi biji Arabika menjadi kopi bubuk Arabika di Koperasi Kopi Mandailing Jaya terdiri dari 6 tahapan, yaitu tahap pengeringan kopi biji atau penjemuran, pengupasan kulit tanduk dan ari, sortasi biji, penyangraian, penggilingan, dan pengemasan.

2. Nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan kopi biji Arabika menjadi kopi bubuk Arabika pada Koperasi Kopi Mandailing Jaya tergolong tinggi, yaitu sebesar Rp. 230.844,87/Kg dengan rasio nilai tambah sebesar 82,44% .

3. Pendapatan yang diperoleh dari usaha pengolahan kopi biji Arabika menjadi kopi bubuk Arabika pada Koperasi Kopi Mandailing Jaya tergolong menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 2.733.273.

6.2. Saran

1. Kepada Pengolah Kopi Bubuk Arabika

Kepada pengolah khususnya Koperasi Kopi Mandailing Jaya diharapkan agar terus mengembangkan usahanya dibidang pengolahan kopi bubuk Arabika dan terus berupaya dalam memperluas jangkauan pemasaran produk serta lebih mengefisienkan biaya produksi untuk meningkatkan nilai tambah.

2. Kepada Pemerintah

Kepada pemerintah diharapkan agar lebih memperhatikan industri kecil dan menengah. Pemerintah diharapkan lebih memperhatikan kebijakan harga dan

diharapkan dapat memberikan bantuan seperti memberikan peralatan atau mesin yang akan digunakan dalam usaha, memberikan kredit modal usaha dan pelatihan terkait usaha pengolahan kopi Arabika.

3. Kepada Peneliti Selanjutnya

Kepada peneliti selanjutnya agar meneliti lebih lanjut mengenai strategi pemasaran produk kopi bubuk Arabika, agar dapat diketahui strategi yang dapat diterapkan untuk memperluas jangkauan pemasaran produk.

DAFTAR PUSTAKA

Budiman, Haryanto. 2012. Prospek Tinggi Bertanam Kopi Pedoman Meningkatkan Kualitas Perkebunan Kopi. Pustaka Baru Press.

Yogyakarta.

Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal. 2018. Kabupaten Mandailing Natal Dalam Angka 2018. Badan Pusat Statistik: Kabupaten Mandailing Natal.

Hayami, Y; Kawagoe, T; Morooka, Y; Siregar, M. 1987. Agricultural Marketing and Processing in Upland Java A Perspective from a Sunda Village.

CGPRT Centre. Bogor.

Kirana, S. 2017. Nilai Tambah Rantai Pasok Kopi Pada Koperasi Produsen Kopi Margamulya di Kecamatan Pengalengan Kabupaten Bandung: Komparasi Antara Petani dan Pengolah Kopi. Agrisep Vol. 16 No. 2 September 2017 Hal: 165-176. Universitas Padjajaran. Bandung.

Lubis, N. 2017. Model Bisnis Inklusif Kopi Arabika Mandailing Dan Strategi Pengembangannya Di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Skripsi: Program Sarjana Alih Jenis Manajemen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Najiyati, S. dan Danarti. 2008. Kopi: Budidaya Dan Penanganan Pasca Panen Kopi. Penebar Swadaya. Jakarta.

Panggabean, E. 2011. Buku Pintar Kopi. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Rahadjo, P. 2012. Kopi: Panduan dan Pengolahan Kopi Arabika dan Robusta.

Jakarta: Penebar Swadaya

Sitorus, U. M. 2014. Analisis Nilai Tambah Dan Strategi Pengembangan Produk Olahan Kopi Arabika (Coffea Arabica) Di Tingkat Kelompok Tani Simalungun Jaya Desa Sait Buttu Saribu Kabupaten Simalungun.

Skripsi: Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Soekartawi. 2000. Pengantar Agroindustri. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Soekartawi. 2003. Agribisnis Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT. Raja Grapindo Persada.

Sudiyono, A. 2004. Pemasaran Pertanian. UMM Press. Malang

Suprapto. 2006. Proses Pengolahan Dan Nilai Tambah. Penebar Swadaya.

Jakarta.

Suratiyah, K. 2015. Ilmu Usahatani. Bogor: Penebar Swadaya.

Surya Ni, I Made dan Putu Udayani. 2016. Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Pengolahan Kopi Arabika pada Unit Usaha Produktif Ulian Murni Kabupaten Bangli. E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata ISSN:2301-6523 Vol 5 No 1 Januari 2016. Universitas Udayana: Bali.

(Tahun) (Kg) 1 Koperasi Kopi Mandailing Jaya Desa Alahankae, Kecamatan Ulu

Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal

2 144

Sumber:Data Primer, 2019

Sumber: Data Primer (Diolah), 2019 Sampel

Kopi Bubuk Arabika (Hari)

(Kg) Beli

(Rp/Kg)

1

Minggu Bulan Tahun Hari Minggu Bulan Tahun Hari Minggu Bulan Tahun

3 12 144 15 45 180 2.160 480.000 1.440.000 5.760.000 69.120.000

Total 3 12 144 15 45 180 2.160 32.000 480.000 1.440.000 5.760.000 69.120.000

Sumber: Data Primer (Diolah), 2019

No. Uraian Satuan Per Proses Produksi Beli

(Rp/

Satuan)

Total Harga Beli Bahan Penunjang (Rp)

Hari Minggu Bulan Tahun Hari Minggu Bulan Tahun

1 Kemasan Kotak Pcs 30 90 360 4.320 2.500 75.000 225.000 900.000 10.800.000

2 Plastik Alumunium Foil 200 Gr

Pcs 30 90 360 4.320 1.100 33.000 99.000 396.000 4.752.000

3 Plastik Alumunium Foil 50 Gr

Pcs 30 90 360 4.320 400 12.000 36.000 144.000 1.728.000

4 Plastik Alumunium Foil (Rol)

Rol 1 3 12 144 33.500 33.500 100.500 402.000 4.824.000

5 Paperkraft Pcs 30 90 360 4.320 1.200 36.000 108.000 432.000 5.184.000

6 Lem Buah 1 3 12 144 7.000 7.000 21.000 84.000 1.008.00

7 Gas Tabung 1 3 12 144 22.000 22.000 66.000 264.000 3.168.000

8 Bbm Liter 1 3 12 144 6.700 6.700 20.100 80.400 964.800

9 Listrik 1.000 7.000 30.000 360.000 1.000 1.000 7000 30.000 360.000

Total 226.200 682.600 2.732.400 32.788.800

(Unit) Per Unit (Rp) (Rp) (Rp) Ekonomis (Tahun)

Per Hari Per Bulan

1 Mesin Pengupas (Huller) 1 12.500.000 12.500.000 1.250.000 10 3.125 93.750

2 Jaring Kawat 2 175.000 350.000 35.000 5 175 5.250

3 Meja Sortasi 1 600.000 600.000 60.000 10 150 4.500

4 Mesin Sangrai 1 16.500.000 16.500.000 1.650.000 10 4.125 123.750

5 Mesin Giling (Grinder) 1 5.000.000 5.000.000 500.000 10 1.250 37.500

6 Mesin Genset 1 13.000.000 13.000.000 1.300.000 15 2.167 65.000

7 Mesin Packing 1 75.000.000 75.000.000 7.500.000 10 18.750 562.500

8 Alat Ukur Kadar Air 1 1.000.000 1.000.000 100.000 5 500 15.000

9 Toples 12 35.000 420.000 5 233 7.000

10 Sendok 12 2.500 30.000 5 17 500

11 Timbangan 1 125.000 125.000 10 35 1.041

Total 34 123.937.500 124.525.000 12.395.000 30.527 879.791

Sumber: Data Primer (Diolah), 2019

Keterangan : Penyusutan peralatan dihitung menggunakan Metode Garis Lurus (Straight Line Method)

Sumber: Data Primer (Diolah), 2019

( )

Jumlah Pemakaian Tenaga Kerja Dalam Satu Kali Produksi (HKO)

Sampel

Penjemuran Kopi Biji

Pengupasan Kulit Tanduk

Sortasi Biji Penyangraian (Roasting)

Penggilingan (Grinder)

Pengemasan Total Tenaga Kerja (HKO)

TKLK TKLK TKLK TKLK TKLK TKLK

HKP HKW HKP HKW HKP HKW HKP HKW HKP HKW HKP HKW

1 0.5 0 0.5 0 0 1.05 0.25 0 0.125 0 0.5 0 2.93

No. Uraian Pekerjaan Bahan Baku (Kg/Produksi)

Jumlah Tenaga Kerja (Orang)

Waktu Kerja (Jam)

HKO Total Upah (Rp)

1 Penjemuran Kopi Biji 15 1 4 0.5 80.000

2 Pengupasan Kulit Tanduk 15 2 2 0.5 160.000

3 Sortasi Biji 15 3 4 1.05 240.000

4 Penyangraian 15 1 2 0.25 100.000

5 Penggilingan 15 1 1 0.125 100.000

6 Pengemasan 15 2 2 0.5 200.000

Total 10 2.93 880.000

Sumber: Data Primer (Diolah), 2019

Kemasan 200 Gr/Kotak 30 Kotak 70.000 2.100.000

Kemasan (Sachet 10 Gr) 100 Gr/Bungkus 30 Bungkus 35.000 1.050.000

Kemasan 50 Gr/Bungkus 60 Bungkus 20.000 1.200.000

Sumber: Data Primer (Diolah), 2019

4.350.000 1.616.727 2.733.273 Sumber: Data Primer (Diolah), 2019

I Output, Input dan Harga

1. Output/Produk Total (Kg/Proses Produksi) A 12

2. Input Bahan Baku (Kg/Proses Produksi) B 15

3. Input Tenaga Kerja (HOK/Proses Produksi) C 2,93

4. Faktor Konversi (Kg Output/Kg Bahan Baku) D = A/B 0,8

5. Koefisien Tenaga Kerja (HOK/Kg Bahan Baku) E = C/B 0,195

6. Harga Output (Rp/Kg) F 350.000

III Balas Jasa Untuk Faktor Produksi

14. Marjin (Rp/Kg) Q = J – H 248.000

- Pendapatan Tenaga Kerja (%) R% = M/Q x 100 23,61

- Sumbangan Input Lain (%) S% = I/Q x 100 6,92

- Keuntungan Pengusaha (%) T% = O/Q x 100 69,47

Sumber: Data Primer (Diolah), 2019

Dokumen terkait