BAB II METODE PELAKSANAAN PROGRAM
B. Pendekatan Dalam Pemberdayaan Masyarakat
Menurut Bruhn dan Rebach, setiap intervensi yang dilakukan maka harus dimulai dengan melakukan asesmen atau pemetaan. Baik yang berupa pemetaan kebutuhan masyarakat yang lebih cenderung memilih pendekataan pemecahan masalah (problem solving) ataupun pemetaan asset masyarakat yang lebih mengutamakan melihat sisi
5Eva Nugraha, Panduan Penyusunan Buku Laporan Hasil KKN-PpMM 2016. (Jakarta:
Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
lebih atau positif Asset yang dimiliki masyarakat atau disebut dengan Asset Based Approach.6 Pendekatan perencanaan dan implementasi program KKN-PpMM berdasarkan Problem Solving Approach adalah salah satu upaya untuk melakukan perubahan sosial pada masyarakat dengan melihat masalah yang ada di masyarakat. Dengan demikian, upaya awalnya adalah menginventarisir seluruh masalah yang ditemukan di masyarakat sebelum pelaksanaan program dan kegiatan.
Pada saat akan mengimplementasikan program dan kegiatan, setiap kelompok KKN melakukan analisis SWOT. Hal ini dilakukan agar bisa menentukan program dan kegiatan mana saja yang paling memungkinkan dikerjakan oleh setiap penanggung jawab program.
Oleh karena itu, bisa saja tidak persis dengan tahapan yang dijalankan sebagaimana alur yang dibuat oleh Nasdian di bawah ini.
Nasdian mencantumkan sejumlah tahapan agar pendekatan pemecahan masalah bisa berhasil, tahapannya adalah sebagai berikut:
1) Identifikasi masalah adalah suatu kepekaan, sebagai bagian dari komunitas yang terpengaruh oleh masalah yang ada.
2) Setelah masalah diidentifikasi, dipelajari, dan dimengerti, langkah berikutnya adalah menggerakkan sumber daya yang diperlukan untuk mengaktifkan beragam jenis kemampuan warga komunitas, mengaktifkan energi dan imajinasi sebagai suatu proses penting dalam pengembangan komunitas.
3) Perencanaan program pengembangan masyarakat dengan membutuhkan semua faktor yang mempengaruhi komunitas.
Dalam kerangka perencanaan warga komunitas harus mempunyai kesempatan untuk mengkritik dan memberikan saran membangun.
4) Dengan dukungan penuh warga komunitas dilakukan upaya penggerakan kapasitas komunitas untuk melayani dan mendukung suatu kegiatan pengembangan masyarakat di atas keragaman warga komunitas.
5) Tahap pemecahan masalah yang efektif dan membutuhkan evaluasi, yang berarti tidak ada hal terakhir yang tidak penting.
Bahkan sesungguhnya akhir kegiatan akan tetap ada, penilaian
6 Ibid.,h. 24-26
akhir harus dilakukan terhadap semua tahap untuk melaksanakan kegiatan yang akan dianalisis dengan kritis dalam hal kekuatan, kelemahan, kesuksesan,dan kegagalan.”
Penjelasan lanjutan mengenai Asset Based Approach, menurut Adri Patton “Suatu pendekatan yang berdasar pada Community Based Development dengan lebih menggali dan mengembangkan seluruh potensi sumber daya (resources), keahlian (skills), serta aset yang dimiliki masyarakat di daerah. Pendekatan ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Tidak lagi hanya ber-orientasi pada problem atau kebutuhan yang dihadapi masyarakat saja, tetapi lebih fokus kepada bagaimana mendayagunakan potensi, sumber daya, keahlian, dan aset yang ada untuk mengatasi problem dan memenuhi kebutuhan mereka;
2) Pendekatan ini lebih bersifat community driven dari pada externalagency driven
3) Berusaha menggali kembali dan memelihara social capital sebagai aset terpenting dalam pembangunan;
4) Melalui pendekatan partisipatoris akan memperkuat civil society (masyarakat madani) yang merupakan keinginan setiap warga bangsa.”
Pada Pemberdayaan pendekatan proses lebih memungkinkan pelaksanaan pembangunan yang memanusiakan manusia. Dalam pandangan ini pelibatan masyarakat dalam pembangunan lebih mengarah kepada bentuk partisipasi, bukan dalam bentuk mobilisasi.
Partisipasi masyarakat dalam perumusan program membuat masyarakat tidak semata-mata berkedudukan sebagai konsumen program, tetapi juga sebagai produsen karena telah ikut serta terlibat dalam proses pembuatan dan perumusannya, sehingga masyarakat merasa ikut memiliki program tersebut dan mempunyai tanggung jawab bagi keberhasilannya serta memiliki motivasi yang lebih bagi partisipasi pada tahap-tahap berikutnya.
BAB III
KONDISI DESA BANYUASIH KECAMATAN CIGUDEG
A. Sejarah Singkat Desa Banyuasih
Desa Banyuasih merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, dengan luas wilayah 929.569 Ha. Desa Banyuasih terdir dari 4 Dusun, 5 RW dan 17 RT. Desa Banyuasih merupakan wilayah pemekaran dari Desa Banyuresmi pada tahun 1987. Desa Banyuresmi dipecah menjadi tiga desa yaitu, Desa Banyuresmi, Banyuwangi, dan Banyuasih. Kepala Desa Banyuasih pertama yang menjabat adalah Sudarma selama 16 tahun. Setelah itu, dilanjutkan oleh Lurah Jumadi selama 5 tahun, kemudian digantikan oleh Mudis Sunardi yang sudah menjabat dua periode hingga saat ini.
Sebelum adanya pemekaran dan pembangunan, akses jalan menuju Desa Banyuasih sangatlah sulit. Kini sudah ada jalan kendaraan roda empat yang bisa melintas meski belum rapi hanya jalan tanah dan berbatu. Selain akses jalan yang buruk, Desa Banyuasih semakin terisolir karena sulitnya jaringan komunikasi. Jaringan hanya bisa didapatkan di titik-titik tertentu. Secara umum, kondisi politik serta ketentraman dan ketertiban di wilayah Desa Banyuasih sangat kondusif dan terkendali. Dalam hal ini, kehidupan politik warga dapat tersalurkan dan sesuai dengan aspirasinya.
B. Letak Geografis
Berdasarkan letak geografis, Kampung Cilangkap terletak di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor Barat, Provinsi Jawa Barat.
Jarak dari Ibu Kota Kabupaten Bogor Barat ke Desa Banyuasih sekitar 35 km. Sedangkan jarak dari kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ke Desa Banyuasih sekitar 40 km. Butuh waktu dua jam untuk sampai di Desa Banyuasih.
Gambar 3. 1: Peta Cigudeg Dilihat Dalam Satu Wilayah Kabupaten Bogor7
Gambar 3. 2: Peta Kampung Cilangkap
7“Banyuasih, Cigudeg Kabupaten Bogor” diakses pada 15 Januari 2016 dari:
L.10
Hutan dan Kebun
L.9
L.8 L.7
L.6 L.5
L.2
L.9
L.4 L.3
L.1
Menuju ke Kp. Panunggangan
Menuju ke Kp. Cisarua dan Kp. Cijambe
Sumber Air
L.1 = Lokasi Plang Nama Kp. Cilangkap L.2 = Lapangan
L.3 = Rumah Pak RW (Lokasi Mengajar Warga RT 01, 02, 03) L.4 = Base Camp
L.5 = Masjid
L.6 = Majlis Ta‟lim (Rumah Baca) L.7 = TPS
L.8 = Majlis Ta‟lim (Lokasi Mengajar RT 04, 05, 06 L.9 = Pesantren
L.10 = SDN Cilangkap
Gambar 3.3 menunjukkan peta desa secara utuh. Berdasarkan gambar tersebut dapat diketahui denah lokasi KKN secara utuh. L1
adalah lokasi plang nama Kampung Cilangkap yang letaknya terdapat di sisi tenggara. L2 adalah lokasi lapangan yang letaknya berseberangan dengan plang nama Kampung Cilangkap. L3 adalah lokasi rumah pak RW, yang merupakan lokasi rumah belajar selama kegiatan KKN. Posisinya berada di sebelah timur denah. L4 adalah lokasi base camp, yang merupakan tempat tinggal mahasiswa-mahasiswi selama melaksanakan kegiatan KKN. L5 ke arah utara terdapat masjid sebagai sarana ibadah bagi warga Kampung Cilangkap. L6 di sebelah barat denah terdapat Majelis yang digunakan untuk pengajian ibu-ibu di Kampung Cilangkap. L7 adalah lokasi TPS yang merupakan tempat pembuangan sampah akhir bagi seluruh warga di Kampung Cilangkap. L8 adalah lokasi tempat melakukan kegiatan pelayanan pendidikan bagi warga Kampung Cilangkap, letaknya berada di sebelah barat denah. L9 adalah lokasi pondok pesantren yang berada di sebelah barat denah sama halnya dengan L10 yang merupakan lokasi SDN Cilangkap.
C. Struktur Penduduk
1. Keadaan Penduduk Menurut Jenis Kelamin
Gambar 3. 3: Keadaan Penduduk Desa Berdasarkan Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan
Berdasarkan struktur kependudukan menurut jenis kelamin, jumlah laki-laki sebanyak 3.697 jiwa. Sedangkan perempuan sebanyak 3.052 jiwa.Jumlah kepala keluarga terdiri dari 1.498 kepala keluarga.
2. Keadaan Penduduk Menurut Agama
Mayoritas penduduk di Kampung Cilangkap beragama Islam. Hal inilah yang menyebabkan suasana keagamaan terasa sangat kental di Kampung Cilangkap.
3. Keadaan Penduduk Menurut Mata Pencaharian
Mayoritas mata pencaharian penduduk di Kampung Cilangkap, Desa Banyuasih yaitu sebagai petani. Selain itu, banyak juga warga desa yang bekerja sebagai tukang ojek, hal ini dikarenakan masih sulitnya akses transportasi umum untuk masuk ke desa ditambah lagi jalanan desa yang masih belum bagus.
Tabel 3. 1: Keadaan Penduduk Desa Berdasarkan Mata Pencaharian Mata Pencaharian Jumlah Penduduk (Jiwa)
Petani 1.131
Bengkel 2
Penjahit 4
Pegawai Negeri 5
Buruh Pabrik 29
Tukang Bangunan 31
Pedagang 57
Pegawai Swasta 131
Tukang Ojek 137
Gambar 3. 4: Keadaan Penduduk Desa Berdasarkan Mata Pencaharian
4. Keadaan Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
Tabel 3. 2: Keadaan Penduduk Desa Berdasarkan Tingkat Pendidikan
No Tingkat Pendidikan Jumlah
1 Tidak Tamat SD / Sederajat 2084
2 Tamat SD / Sederajat 1113
3 Tamat SLTP / Sederajat 426
4 Tamat SLTA / Sederajat 152
5 TamatPerguruan Tinggi / S1 21
Petani Pegawai
Swasta Pedagang
Pegawai Negeri Buruh Pabrik Tukang Bangunan
Penjahit
Tukang Ojek Bengkel
Gambar 3. 5: Keadaan Penduduk Desa Berdasarkan Tingkat Pendidikan D. Sarana dan Prasarana
Kampung Cilangkap masih belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Sarana untuk menunjang kegiatan akomodasi, yaitu jalan utama dari desa menuju Kampung Cilangkap masih sangat buruk walau kini sedikit demi sedikit beberapa ruas jalan sudah mulai diperbaiki. Bagi pemula atau pendatang, bukan hal mudah menempuh jalan menuju Kampung Cilangkap dengan kendaraan bermotor.
Kemudian, jalan menuju sekolah tidak memadai, jalan tanah dan berbatu. Jika hujan turun, cukup bahaya untuk melewatinya.
Tidak Tamat SD/Sederajat,
2084
Tamat SD/Sederajat,
1113 Tamat SLTP/Sederajat,
426
Tamat SLTA/Sederajat,
152
Gambar 3. 7: Akses Jalan Menuju SDN Cilangkap
Gambar 3. 8: Kondisi Ruang Kelas SDN Cilangkap
Gambar 3. 9: Kondisi Gedung dan Halaman SDN Cilangkap
Dibidang kesehatan, tidak adanya bidan desa yang menetap di sana. Warga harus keluar desa jika ingin berobat. Bidan hanya berkunjung sebulan sekali.
Kondisi lapangan Cilangkap cukup luas. Cukup menampung untuk kegiatan olahraga seperti futsal. Untuk pertanian dan persawahan, karena Cilangkap berada di dataran tinggi, lokasi sawah dan kebun cukup jauh dan harus melewati hutan. Tanah yang berbukit-bukit, membuat pengelolaan sawah tidak efektif. Misalnya, untuk membajak sawah masih menggunakan cara tradisional yaitu menggunakan pacul, karena traktor tak bisa naik ke dataran yang lebih tinggi.
Gambar 3. 11: Lapangan Kampung Cilangkap Sebagai Sarana Olahraga
Gambar 3. 12: Kondisi Persawahan Kampung Cilangkap
Kesenangan dalam sebuah pekerjaan membuat kesempurnaan pada hasil yang dicapai.
-Aristoteles-
BAB IV
DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN
A. Kerangka Pemecahan Masalah
Tabel 4. 1: Mariks SWOT Bidang Pendidikan Matrik SWOT 01. BIDANG PENDIDIKAN
Internal
OPPORTUNITIES (O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Mahasiswa dapat membantu mengajar
Pengalaman mengajar yang dimiliki
Kehadiran mahasiswa memberi motivasi dan semangat untuk terus belajar sampai
THREATS (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT)
Kurangnya infromasi mengenai pendidikan
Kegiatan Mengajar PAUD
Kegiatan Mengajar SD
Kegiatan Renovasi Rumah Baca
Kegiatan Bimbingan Belajar
Kegiatan Sosialisasi Pentingnya Pendidikan
Tabel 4. 2: Matriks SWOT Bidang Keagamaan Matrik SWOT 02. BIDANG KEAGAMAAN
Internal STRENGHTS (S) WEAKNESS (W)
Mayoritas Masyarakat
Eksternal OPPORTUNITIES (O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Mahasiswa yang
THREATS (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT)
Paham-paham agama
Dari matrik SWOT di atas, maka kelompok kami menyusun program-program sebagai berikut :
Kegiatan Tahlil dan Yasin
Kegiatan Mengajar Mengaji
Kegiatan Mengaji bersama Ibu-ibu Majelis Ta‟lim
Kegiatan Tasyakuran
Tabel 4. 3: Matriks SWOT Bidang Ekonomi Matrik SWOT 03. BIDANG EKONOMI
Internal
Eksternal
STRENGHTS (S) WEAKNESS (W)
Adanya waktu
OPPORTUNITIES (O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Tersedianya dana
THREATS (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT) program-program sebagai berikut :
Kegiatan Pelatihan Memasak
Kegiatan Pembukaan Buku Rekening
Tabel 4. 4: Matriks SWOT Bidang Lingkungan Matrik SWOT 04. BIDANG LINGKUNGAN
Internal
Eksternal
STRENGHTS (S) WEAKNESS (W)
Besarnya antusias
OPPORTUNITIES (O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Adanya mahasiswa Mengadakan Mengadakan
yang melakukan KKN
THREATS (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT)
Keadaan cuaca yang program-program sebagai berikut :
Pembuatan Plang Nama Kampung
Renovasi Jalan Utama
B. Bentuk Dan Hasil Kegiatan Pelayanan Pada Masyarakat Tabel 4. 5: Bentuk dan Hasil Kegiatan Mengajar PAUD
Bidang Pendidikan
Program Cilangkap Cerdas Nomor kegiatan 01
Nama kegiatan Kegiatan Mengajar PAUD
Tempat, tgl PAUD Cilangkap, hari Senin-Sabtu, 28 Juli-19 Agustus 2016
Lama pelaksanaan 23 hari
Tim pelaksana Penanggung jawab: Sholihat Nurfadillah Tim Pembantu: Seluruh anggota kelompok Tujuan Membantu guru PAUD dalam kegiatan belajar
mengajar siswa/i
Sasaran Guru-guru di PAUD Kampung Cilangkap Target 3 orang guru di PAUD Kampung Cilangkap
terbantu dalam kegiatan belajar mengajar siswa/i
Deskripsi kegiatan Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap kunjugan ke SDN Cilangkap. Dilaksanakan dari hari Senin sampai dengan hari Jum‟at. Untuk kegiatan ini semua mahasiswa-mahasiswi DARMADES ikut ke SDN Cilangkap. Biasanya hanya dua mahasiswa saja yang mengajar di PAUD, sisanya mengajar di kelas SD. Kami melakukan hal ini mengingat jumlah tenaga pendidik yang minim di sana. Sedangkan, jumlah murid-murid melebihi kapasitas daya tampung. Kepala sekolah bahkan mengizinkan kami untuk mengambil alih tenaga pengajar dikarenakan memang sangat dibutuhkan di sini.
Sekitar 2 jam kami mengajar anak-anak PAUD.
Sudah termasuk belajar sambil bermain bersama mereka.
Pelajaran yang kami berikan meliputi kegiatan mengenal huruf vokal, huruf hijaiyah,
serta diselingi dengan nyanyian khas anak-anak dengan tujuan agar mereka tidak jenuh.
Kegiatan mengajar di PAUD ini selanjutnya dilanjutkan oleh tenaga pengajar di PAUD.
Semoga kelompok KKN selanjutnya dapat ikut serta melanjutkan program ini dengan membantu tenaga pengajar di sini, karena keberadaan tenaga pendidik sangat dibutuhkan di sini.
Hasil pelayanan 3 orang guru di PAUD Kampung Cilangkap terbantu dalam kegiatan belajar mengajar siswa/i
Keberlanjutan program
Tidak berlanjut
Gambar 4. 1: Kegiatan Mengajar PAUD
Tabel 4. 6: Bentuk dan Hasil Kegiatan Mengajar SD
Bidang Pendidikan
Program Cilangkap Cerdas Nomor kegiatan 02
Nama kegiatan Kegiatan Mengajar SD
Tempat, tgl SDN Cilangkap, Senin, Rabu, Jum‟at 8, 10, 12, 15, 19 Agustus 2016
Lama pelaksanaan Dua minggu
Tim pelaksana Penanggung Jawab: Sholeha Nur Fadillah Tim Pembantu: Semua anggota kelompok Tujuan Membantu guru SD dalam kegiatan belajar
mengajar siswa/i
Sasaran Guru-guru di SDN Cilangkap
Target 6 orang guru di SDN Cilangkap terbantu dalam kegiatan belajar mengajar siswa/i
Deskripsi kegiatan Sebenarnya persiapan dalam pelaksanaan program ini adalah untuk melakukan kegiatan mengajar di sekolah setiap hari Senin sampai Jum‟at. Namun pada prakteknya, kegiatan ini hanya berlangsung selama 3 kali dalam seminggu disebabkaln oleh akses jalan yang buruk dan lokasinya yang jauh menuju sekolah membuat kami kesulitan untuk mengajar setiap harinya. Sehingga sesuai kesepakatan, kami menjadwalkan kunjungan menjadi 3 kali saja dalam seminggu. Tanpa terduga, antusias anak-anak dan para guru di SDN Cilangkap begitu besar. Mereka menyambut baik kedatangan kami bahkan mempersilahkan kami untuk mengajar sesuka hati kami terkait materi yang ingin disampaikan. Sejauh ini, materi yang mahasiswa/i KKN sampaikan sesuai dengan jadwal pelajaran dikelas masing-masing.
Namun, selepas kegiatan KKN program ini tidak berlanjut lagi. Karena program ini hanya sebagai bagian dari bantuan yang kami berikan pada pihak sekolah untuk mengisi kekosongan tenaga pendidik bagi murid-muridnya.
Hasil pelayanan 6 orang guru di SDN Cilangkap terbantu dalam kegiatan belajar mengajar siswa/i
Keberlanjutan program
Tidak berlanjut
Gambar 4. 2: Kegiatan Mengajar SD
Tabel 4. 7: Bentuk dan Hasil Kegiatan Bimbingan Belajar
Bidang Pendidikan
Program Cilangkap Cerdas Nomor kegiatan 03
Nama kegiatan Bimbingan Belajar
Tempat, tgl Rumah tinggal mahasiswi KKN, Rabu 10 Agustus, Selasa 16 Agustus 2016
Lama pelaksanaan Dua minggu
Tim pelaksana Penanggung jawab: Sholihat Nurfadillah Tim Pembantu: Tifani Shallynda Kania
Tujuan Memberikan materi tambahan pelajaran Pendidikan Agama Islam, Matematika dan IPA Sasaran Anak-anak usia sekolah di Kampung Cilangkap Target 30 orang anak usia sekolah di Kampung
Cilangkap mendapatkan materi tambahan pelajaran Pendidikan Agama Islam, Matematika dan IPA
Deskripsi kegiatan Pada kegiatan ini kami memfasilitasi anak-anak usia PAUD, SD dan SMP. Materi yang disampaikan seputar mata pelajaran PAI, dan MIPA. Karena jarak ke sekolah cukup jauh, anak-anak di Kampung Cilangkap baru sampai di rumah sekitar pukul 16.00 wib. Oleh karena itu, pelajaran dimulai selepas sholat isya sampai sekitar pukul 21.00 WIB. Sebenarnya, selain
menyampaikan materi, kami juga membantu dalam menyelesaikan tugas sekolah yang diberikan oleh mereka. Dari situlah kami mengetahui bahwa ternyata, banyak materi terutama pelajaran Matematika yang tidak dipahami oleh mereka. Sehingga kami harus menerangkan kembali sampai materi pelajaran dipahami.
Namun, program ini pun tidak berlanjut.
Sama halnya dengan program sebelumnya, alasan kurangnya tenaga pendidik yang mumpuni menjadi faktor utama penghambat kelanjutan program ini selepas mahasiswa KKN selesai mengabdi.
Hasil pelayanan 30 orang anak usia sekolah di Kampung Cilangkap mendapatkan materi tambahan pelajaran Pendidikan Agama Islam, Matematika dan IPA
Keberlanjutan program
Tidak berlanjut
Gambar 4. 3: Kegiatan Bimbingan Belajar
Tabel 4. 8: Bentuk dan Hasil Kegiatan Renovasi Rumah Baca
Bidang Pendidikan
Program Cilangkap Cerdas Nomor kegiatan 04
Nama kegiatan Renovasi Rumah Baca
Tempat, tgl Majelis Ustaz Akhyar, Senin 15 Agustus 2016
Lama pelaksanaan Dua minggu
Tim pelaksana Penanggung Jawab: Rekky Prasetio
Tim Pembantu: Rahmat Hidayat, Tifani Shallynda K, Silvia Puji L, Sri Mulyawati, Sholihat Nurfadillah, Khairunnisa Maulida, Imam Arifin, Ahmad Rifqi
Tujuan Merenovasi dan memberikan sarana-prasarana membaca
Sasaran Rumah Baca di Kampung Cilangkap
Target 1 Rumah Baca di Kampung Cilangkap direnovasi dan mendapatkan sarana-prasarana membaca
Deskripsi kegiatan Pengadaan taman baca sudah kami persiapkan sebagai bagian dari program kerja di bidang pendidikan. Sebelum pelaksanaan KKN, kami mengumpulkan buku-buku untuk disumbangkan ke taman baca. Selain itu, kami juga dapat dari Kementerian Agama dan sumbangan dosen pembimbing KKN kami, bapak Abdurrauf. Sebelum diresmikan, mahasiswa KKN membuat rak buku sebagai tempat penyimpanan buku-buku sumbangan kami. Keesokan harinya diresmikanlah taman baca di salah satu Majelis yaitu Majelis Ustaz Akhyar.
Selepas kegiatan KKN ini, taman baca akan terus berlanjut karena sifatnya yang bebas untuk dikunjungi oleh siapa saja yang ingin membaca. Namun, tentunya diperlukan minat tersendiri oleh setiap individunya untuk membiasakan budaya membaca terutama sejak kecil.
Hasil pelayanan 1 Rumah Baca di Kampung Cilangkap direnovasi dan mendapatkan sarana-prasarana membaca
Keberlanjutan program
Tidak berlanjut
Gambar 4. 4: Renovasi Rumah Baca
Tabel 4. 9: Bentuk dan Hasil Kegiatan Sosialisasi Pentingnya Pendidikan
Bidang Pendidikan
Program Cilangkap Cerdas Nomor kegiatan 05
Nama kegiatan Sosialisasi Pentingnya Pendidikan Tempat, tgl Majelis Ustaz Akhyar
Lama pelaksanaan Satu hari
Tim pelaksana Semua anggota kelompok
Tujuan Memberikan informasi mengenai pentingnya pendidikan
Sasaran Ibu-ibu di Kampung Cilangkap
Target 35 Ibu-ibu di Kampung Cilangkap mendapatkan informasi mengenai pentingnya pendidikan
Deskripsi kegiatan Kami melakukan kegiatan ini sebenarnya bertujuan untuk memberikan pengarahan kepada ibu-ibu yang mungkin masih belum paham sejauh mana pendidikan berperan besar bagi kelangsungan hidup seseorang di masa yang akan datang. Rencananya memang kami ingin mengisi selingan waktu saat ibu-ibu biasanya mengaji rutin mingguan.
Hasilnya, banyak juga ibu-ibu yang hadir saat itu. Bahkan mereka menyimak dengan baik apa yang kami sampaikan secara bergantian.
Kami juga berbagi tentang pengalaman kami berjuang untuk sekolah sampai di perguruan tinggi. Salah satunya, kisah Maula teman sekelompok kami yang berjuang dengan beasiswa demi kuliah kami paparkan didepan ibu-ibu. Suasana haru pun tak dapat terbendung saat mendengar kisahnya yang tak mudah seperti dilihat orang banyak di luar sana. Bahkan, ibu-ibu banyak yang menangis haru seakan ikut larut dalam suasana ini.
Namun, kegiatan ini tidak berlanjut lagi karena sifatnya sebagai penyuluhan saja.
Harapannya, semoga dengan adanya sosialisasi pendidikan ini dapat menyadarkan ibu-ibu bahwa sekolah bagi anak-anak mereka sangatlah penting di tengah era globalisasi seperti sekarang.
Hasil pelayanan 40 Ibu-ibu di Kampung Cilangkap mendapatkan informasi mengenai pentingnya pendidikan
Keberlanjutan program
Tidak berlanjut
Gambar 4. 5: Kegiatan Sosialisasi Pentingnya Pendidikan
Tabel 4. 10: Bentuk dan Hasil Kegiatan Tahlil dan Yasin
Bidang Keagamaan
Program Cilangkap Beriman Nomor kegiatan 06
Nama kegiatan Kegiatan Tahlil dan Yasin
Tempat, tanggal Masjid Cilangkap, Kamis (12, 19 Agustus 2016) Lama pelaksanaan Dua minggu
Tim Pelaksana Penanggung Jawab: Maula Asyari
Tim Pembantu: Ahmad Rifqi, Atras Marami, Imam Arifin
Tujuan Mengikuti kegiatan tahlil dan yasin di Masjid Kampung Cilangkap
Sasaran Mahasiswa KKN DARMADES
Target 11 Mahasiswa KKN DARMADES mengikuti kegiatan tahlil dan yasin
Deskripsi Kegiatan Implementasi kegiatan ini berjalan sesuai dengan tujuan yaitu selain memang untuk beribadah dan menjalin silaturahmi dengan warga juga agar mahasiswa ikut berpartisipasi mengikuti kegiatan ini. Seperti biasa diadakan sholat berjama‟ah maghrib di masjid. Kemudian dilanjutkan dengan tahlil dan yasinan di majelis Ustaz Akhyar yang rutin diadakan seminggu sekali. Pada hari biasa selepas sholat maghrib biasanya diisi dengan mengaji bersama anak-anak. Namun, khusus di hari Kamis, hal ini dihentikan sementara. Materi yang disampaikan oleh Ustaz Akhyar seputar keagamaan yang tujuannya untuk membangkitkan kembali semangat ukhuwah islamiyah.
Kegiatan ini tetap berlanjut selepas kegiatan KKN. Hanya saja, tidak disertai dengan mahasiswa KKN. Kegiatan selanjutnya
diteruskan oleh Ustaz Akhyar selaku pemilik Majelis.
Hasil Pelayanan 11 Mahasiswa KKN DARMADES mengikuti kegiatan tahlil dan yasin
Keberlanjutan Program
Tidak berlanjut
Gambar 4. 6: Kegiatan Tahlil dan Yasin
Tabel 4. 11: Bentuk dan Hasil Kegiatan Mengajar Mengaji
Bidang Keagamaan
Program Cilangkap Beriman Nomor kegiatan 07
Nama kegiatan Kegiatan Mengajar Mengaji
Tempat, tgl Majelis, Selasa (2-19 Agustus 2016) Lama pelaksanaan Tiga minggu
Tim pelaksana Penanggung jawab: Maula Asyari
Tim Pembantu: Ahmad Rifqi, Imam Arifin, Atras Marami
Tujuan Membantu ustaz dan ustazah dalam kegiatan belajar mengaji
Sasaran Ustaz dan Ustazah di Kampung Cilangkap Target 5 Ustaz dan Ustazah di Kampung Cilangkap
terbantu dalam kegiatan mengajar mengaji Deskripsi kegiatan Kegiatan ini sebagai bentuk partisipasi
mahasiwa-mahasiswi KKN dalam hal pelayanan di bidang keagamaan. Teman-teman kelompok yang paham mengenai ilmu agama
ditugaskan untuk membimbing adik-adik remaja belajar mengaji di salah satu pondok milik tokoh agama setempat. Selain belajar tajwid, mereka juga diajarkan banyak hal terkait cara membaca Al-Qur‟an yang baik dan
ditugaskan untuk membimbing adik-adik remaja belajar mengaji di salah satu pondok milik tokoh agama setempat. Selain belajar tajwid, mereka juga diajarkan banyak hal terkait cara membaca Al-Qur‟an yang baik dan