Senyum Manis
Editor: Drs. Abdurrauf, M.A.
Penulis: Silvia Puji Lestari, dkk.
LEMBAR TIM PENYUSUN Senyum Manis Cilangkap
Buku ini adalah laporan hasil kegiatan kelompok KKN- PpMM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2016 di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
©DARMADES2016_Kelompok KKN006 ISBN 978-602-6628-16-9
Tim Penyusun
Editor Drs. Abdurrauf, M.A Penyunting Eva Nugraha, M.Ag
Penulis Silvia Puji Lestari, dkk Layout Silvia Puji Lestari Design Cover Sholihat Nurfadilah
Kontributor Rekky Prasetio, Khairunnisa Maulida, Maula Asyari, Sri Mulyawati, Imam Arifin, Rahmat Hidayat, Tiffany Shallynda, Atras Marami, Pak RW Manap, Ustadz Akhyar, anak-anak SDN Cilangkap, Ketua RT 01-06
Diterbitkan atas kerjasama Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM)-LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan kelompok KKN DARMADES
LEMBAR PENGESAHAN
Buku Laporan Hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian pada Masyarakat oleh Mahasiswa Kelompok KKN Nomor: 006 di Desa Banyuasih yang berjudul: Senyum Manis Cilangkap telah diperiksa dan disahkan pada tanggal, 15 Mei 2017
Dosen Pembimbing
Drs. Abdurrauf, M.A NIP. 19731215 200501 1 002
Koord. Program KKN-PpMM
Eva Nugraha, M.Ag NIP. 19710217 199803 1 002
Mengetahui,
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Djaka Badranaya, ME.
NIP. 19770530 200701 1 008
Keistimewaan dari sebuah kehidupan adalah menjadi dirimu sendiri.
-Joseph Campbell-
KATA PENGANTAR
Assalamu‟alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Alhamdulillah puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta‟ala, atas berkat Rahmat dan Hidayah-Nya kami telah selesai melaksanakan amanah mengabdi sehingga kegiatan KKN- PpMM dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan yang berarti. Shalawat beriring salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Besar Muhammad Shalallah „Alayhi wa Sallam beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang setia sampai akhir zaman.
Tentu suatu kegiatan tidak akan berjalan tanpa adanya bantuan dari pihak-pihak tertentu, begitu pun juga dengan kegiatan KKN- PpMM 2016 kelompok 006 DARMADES, tidak akan berjalan dengan lancar tanpa adanya kontribusi dari pihak-pihak terkait, untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Dede Rosyada, M.A. selaku Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang telah merealisasikan tri darma Perguruan Tinggi dengan program Kuliah Kerja Nyata.
2. Bapak Djaka Badranaya, ME. selaku Kepala PPM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah mengadakan program Kuliah Kerja Nyata.
3. Bapak Eva Nugraha M.Ag selaku Koordinator program KKN- PpMM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah membimbing dan mengarahkan kami dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata.
4. Bapak Abdurrauf, M.A. selaku dosen pembimbing yang telah menuntun dan mengarahkan kami selama kegiatan KKN-PpMM 2016 berlangsung.
5. Bapak Lurah Banyuasih yang telah berkenan menerima kelompok KKN DARMADES dan mendukung kegiatan kami.
6. Bapak RW Abdul Manaf yang telah membantu dan memberikan kemudahan izin selama KKN-PpMM 2016.
7. Ustadz Akhyar selaku tokoh masyarakat yang selalu memberi arahan yang bijak kepada kami dalam merealisasikan program- program kami.
8. Jajaran RT yang ikut berperan aktif dalam rangkaian kegiatan, Pak RT Djajat, Pak RT Atang, Pak RT Aling, Pak RT Nurham Pak RT Apip, RT Lomri,
9. Pak Supyandi dan Pak Mudis, yang bersedia rumahnya kami tinggali selama kegiatan KKN-PpMM 2016 di Kp. Cilangkap.
10. Dan semua pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan KKN-PpMM 2016 klompok 006 DARMADES yang tidak sempat kami sebutkan satu per satu.
Kami ucapakan banyak terima kasih yang tak terhingga kepada semuanya, semoga Allah Subhanahu wa Ta‟ala membalasnya dengan balasan yang terbaik. Aamiin yarabbal „alamin.
Wassalamu‟alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Ciputat, April 2017 Tim Penulis
KKN DARMADES 2016
DAFTAR ISI
LEMBAR TIM PENYUSUN ... vi
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
KATA PENGANTAR ... v
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR GAMBAR ... xi
TABEL IDENTITAS KELOMPOK ... xii
RINGKASAN EKSEKUTIF ... xiv
PROLOG ... xvii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
A. Dasar Pemikiran ... 1
B. Kondisi Umum Desa Banyuasih Kecamatan Cigudeg ... 2
C. Permasalahan ... 3
D. Profil Kelompok KKN-PpMM 006 DARMADES ... 4
E. Fokus dan Prioritas Program ... 6
F. Sasaran dan Target ... 7
G. Jadwal Pelaksanaan Program ... 9
H. Pendanaan dan Sumbangan ... 10
I. Sistematika Penyusunan ... 10
BAB II METODE PELAKSANAAN PROGRAM ... 13
A. Metode Intervensi Sosial ... 13
B. Pendekatan Dalam Pemberdayaan Masyarakat ... 14
BAB III KONDISI DESA BANYUASIH KECAMATAN CIGUDEG ... 17
A. Sejarah Singkat Desa Banyuasih ... 17
B. Letak Geografis ... 17
C. Struktur Penduduk ... 19
D. Sarana dan Prasarana ... 22
BAB IV DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN .... 27
A. Kerangka Pemecahan Masalah ... 27
B. Bentuk Dan Hasil Kegiatan Pelayanan Pada Masyarakat... 31
C. Bentuk dan Hasil Kegiatan Pemberdayaan Pada Masyarakat. 49 D. Faktor-Faktor Pencapaian Hasil ...52
BAB V PENUTUP ... 55
A. Kesimpulan ... 55
B. Saran dan Rekomendasi ... 56
EPILOG ... 59
A. Kesan Masyarakat atas Pelayanan KKN-PpMM ... 59
B. Penggalan Kisah Inspiratif KKN ... 61
DAFTAR PUSTAKA ... 163
BIOGRAFI SINGKAT ... 165
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 171
Lampiran I Tabel Kegiatan Individu ... 173
Lampiran II Surat dan Sertifikat ... 223
Lampiran III Foto-Foto Kegiatan KKN DARMADES ...227
DAFTAR TABEL
Tabel 1. 1 : Fokus dan Prioritas Program ... 6
Tabel 1. 2 : Sasaran dan Target ... 7
Tabel 1. 3 : Jadwal Pelaksanaan Pra-KKN ... 9
Tabel 1. 4 : Jadwal Pelaksanaan Program KKN ... 9
Tabel 1. 5 : Jadwal Pelaksanaan Laporan dan Evaluasi KKN-PpMM 2016 ... 10
Tabel 1. 6 : Pendanaan ... 10
Tabel 1. 7 : Sumbangan ... 10
Tabel 3. 1 : Keadaan Penduduk Desa Berdasarkan Mata Pencaharian ... 20
Tabel 3. 2 : Keadaan Penduduk Desa Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 21
Tabel 4. 1 : Mariks SWOT Bidang Pendidikan ... 27
Tabel 4. 2 : Matriks SWOT Bidang Keagamaan ...28
Tabel 4. 3 : Matriks SWOT Bidang Ekonomi ... 30
Tabel 4. 4 : Bentuk dan Hasil Kegiatan Mengajar PAUD... 33
Tabel 4. 5 : Bentuk dan Hasil Kegiatan Mengajar SD ... 34
Tabel 4. 6 : Bentuk dan Hasil Kegiatan Bimbingan Belajar ... 36
Tabel 4. 7 : Bentuk dan Hasil Kegiatan Renovasi Rumah Baca ... 37
Tabel 4. 8 : Bentuk dan Hasil Kegiatan Sosialisasi Pentingnya Pendidikan ... 39
Tabel 4. 9 : Bentuk dan Hasil Kegiatan Tahlil dan Yasin ... 41
Tabel 4. 10 : Bentuk dan Hasil Kegiatan Mengajar Mengaji ... 42
Tabel 4. 11 : Bentuk dan Hasil Kegiatan Mengaji Bersama Ibu-ibu Majelis Ta'lim ... 43
Tabel 4. 12 : Bentuk dan Hasil Kegiatan Tasyakuran ... 45
Tabel 4. 13 : Bentuk Hasil dan Kegiatan Pembuatan Plang Nama Kampung ... 46
Tabel 4. 14 : Bentuk dan Hasil Kegiatan Renovasi Jalan Utama ... 48
Tabel 4. 15 : Bentuk dan Hasil Kegiatan Pelatihan Memasak ... 49
Tabel 4. 16 : Bentuk dan Hasil Kegiatan Pembukaan Rekening Bank ... 51
Saya tidak pernah takut untuk gagal.
-Michael Jordan-
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 1 : Logo KKN DARMADES ... 4
Gambar 3. 1 : Peta Cigudeg Dilihat Dalam Satu Wilayah Kabupaten Bogor ... 18
Gambar 3. 2 : Peta Kampung Cilangkap ... 18
Gambar 3. 3 : Keadaan Penduduk Desa Berdasarkan Jenis Kelamin ... 19
Gambar 3. 4 : Keadaan Penduduk Desa Berdasarkan Mata Pencaharian ... 21
Gambar 3. 5 : Keadaan Penduduk Desa Berdasarkan Tingkat Pendidikan... 22
Gambar 3. 6 : Akses Jalan Menuju Kampung Cilangkap ... 22
Gambar 3. 7 : Akses Jalan Menuju SDN Cilangkap ... 23
Gambar 3. 8 : Kondisi Ruang Kelas SDN Cilangkap ... 23
Gambar 3. 9 : Kondisi Gedung dan Halaman SDN Cilangkap ... 24
Gambar 3. 10 : Kondisi Posyandu Kampung Cilangkap ... 24
Gambar 3. 11 : Lapangan Kampung Cilangkap Sebagai Sarana Olahraga ...25
Gambar 3. 12 : Kondisi Persawahan Kampung Cilangkap ...25
Gambar 4. 1 : Kegiatan Mengajar SD ... 36
Gambar 4. 2 : Kegiatan Bimbingan Belajar ... 37
Gambar 4. 3 : Renovasi Rumah Baca ... 39
Gambar 4. 4 : Kegiatan Sosialisasi Pendidikan ... 40
Gambar 4. 5 : Kegiatan Tahlil dan Yasin ... 42
Gambar 4. 6 : Kegiatan Mengajar Mengaji ... 43
Gambar 4. 7 : Kegiatan Mengaji Bersama Ibu-ibu Majelis Ta'lim ... 45
Gambar 4. 8 : Kegiatan Tasyakuran ... 46
Gambar 4. 9 : Kegiatan Pembuatan Plang Nama Kampung ... 48
Gambar 4. 10 : Kegiatan Renovasi Jalan Utama ... 49
Gambar 4. 11 : Kegiatan Pelatihan Memasak ... 51
Gambar 4. 12 : Kegiatan Pembukaan Rekening Bank ...52
Pimpin dari belakang dan biarkan orang lain percaya mereka ada di depan
-Nelson Mandela-
TABEL IDENTITAS KELOMPOK
Kode 01/Bogor/Cigudeg/006
01.01.01.
006
Desa Banyuasih[01]
Kelompok DARMADES Dana Rp15.700.000,- J. Mhswa 11 orang
J. Keg 10 kegiatan J.Pembangunan
Fisik
3 kegiatan: Kegiatan Pembuatan Plang Nama Kampung, Kegiatan Renovasi Jalan Utama, dan Kegiatan Renovasi Taman Baca
Yang membuatku terus berkembang adalah tujuan- tujuan hidupku.
-Muhammad Ali-
RINGKASAN EKSEKUTIF
Buku Senyum Manis Cilangkap disusun berdasarkan hasil kegiatan KKN-PpMM di Desa Banyuasih, selama 28 hari. Ada 11 orang mahasiswa yang terlibat dalam kelompok ini, yang berasal dari 8 fakultas yang berbeda. Kami memberi nama kelompok ini dengan DARMADES (Dari Mahasiswa Untuk Desa) dengan nomor kelompok 006. Kami dibimbing oleh Bapak Abdurrauf, MA., beliau adalah dosen Muamalat di Fakultas Syariah dan Hukum.
Tidak kurang dari 13 kegiatan yang kami lakukan di Desa tersebut, yang sebagian besar merupakan pelayanan kepada masyarakat dan sebagian kecilnya adalah pemberdayaan. Dengan fokus pada 2 RW, kegiatan-kegiatan yang kami lakukan menghabiskan dana sekitar Rp15.700.000,-, Dana tersebut kami dapatkan dari iuran anggota kelompok KKN sebesar Rp11.000.000,- dana penyertaan Program Pengabdian pada Masyarakat oleh Dosen (PpMD) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebesar Rp4.000.000,- dan sumbangan donatur sebesar Rp700.000,-
Dari hasil kegiatan yang kami lakukan, terdapat sejumlah keberhasil yang telah kami raih yaitu:
1. Meningkatnya peran masyarakat dalam membangun desa.
2. Bertambahnya motivasi anak-anak untuk belajar dan melanjutkan sekolah
3. Bertambahnya pengetahuan masyarakat mengenai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
4. Bertambahnya pembangunan fisik antara lain: pembuatan plang nama kampung, renovasi jalan utama, dan renovasi rumah baca.
Saat merencanakan dan implementasi kegiatan, terdapat sejumlah kendala yang kami hadapi, antara lain:
1. Kurangnya waktu untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, baik internal anggota kelompok, dosen pembimbing, pihak sponsor, dan desa.
2. Akses jalan yang buruk menghambat kelompok KKN untuk menjalankan program di SDN Cilangkap, sehingga kegiatan yang dilaksanakan kurang maksimal
3. Jaringan telepon yang kurang memadai menyulitkan warga dan kelompok KKN untuk berkomunikasi keluar desa.
4. Budaya anti pengeras suara di Kampung Cilangkap menghambat kelompok KKN untuk mensosialisasikan program kegiatan.
Namun, sekalipun demikian kami pada akhirnya bisa merampungkan sebagian besar rencana kegiatan kami. Adapun kekurangan-kekurangannya adalah:
1. Belum maksimalnya pelayanan pengajaran di sekolah SDN Cilangkap karena akses jalan yang cukup jauh dan medan yang cukup sulit jika musim penghujan.
2. Belum maksimalnya pelayanan demo masak untuk ibu-ibu karena sulitya mencari bahan kue dan alat untuk membuatnya.
3. Belum tergarap seutuhnya wilayah Kampung Cilangkap karena kondisi geografis yang kurang memungkinkan.
PROLOG
Alhamdulillah, Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2016 sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat telah selesai dilaksanakan bersama mahasiswa-mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, pengabdian tersebut merupakan salah satu bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi yang selalu dilaksanakan setiap tahun.
Kegiatan pengabdian pada tahun ini sudah berjalan dengan baik dan lancar ditandai dengan terlaksananya program kerja yang telah disiapkan sebelumnya oleh kelompok KKN mahasiswa. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di Desa Banyuasih, Cigudeg, Bogor mengambil tema “Dari Mahasiswa untuk Desa” disingkat DARMADES, dan selanjutnya disebut KKN DARMADES.
Buku ini merupakan laporan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh kelompok KKN DARMADES 2016 selama sebulan, yang dimulai dari awal perencanaan, pelaksanaan, dan ditutup dengan pembuatan laporan kegiatan. Kegiatan pengabdian ini diawali dengan melakukan survei serta mencari informasi-informasi yang dibutuhkan terkait kondisi lingkungan lokasi KKN, kepercayaan masyarakat dan hal-hal lainnya kepada tokoh-tokoh masyarakat, para guru, dan sepuh masyarakat kampung itu sendiri. Dari hasil survei dan informasi yang didapatkan itulah para mahasiswa mencoba menyusun kegiatan- kegiatan yang dirasa tepat, dan langsung bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.
Kelompok KKN DARMADES adalah kelompok KKN yang terdiri dari 11 orang; 10 anggota dan 1 ketua. Semuanya berasal dari 8 fakultas dan 10 jurusan. 2 mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora, dari Jurusan Bahasa dan Sastra Arab dan Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam, 1 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Jurusan Manajemen Pendidikan, 1 mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum, 1 mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah dan Filsafat, 2 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 1 dari Jurusan Perbankan Syariah dan 1 dari Jurusan Ekonomi Syariah, 1 mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah, Jurusan Dirasat Islamiyah, 1 mahasiswa
Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, dan 2 mahasiswa Fakultas Saintek dari Jurusan Teknik Informatika.
Secara umum, kegiatan pengabdian yang dilaksanakan kelompok KKN DARMADES adalah berupa mengajar anak-anak desa tingkat PAUD, TK, SD, SMP, memperbaiki jalan yang rusak, pembuatan plang nama Masjid dan kampung dan lain-lain.
Demikianlah sedikit ulasan mengenai kegiatan Kuliah Kerja Nyata yang dilaksanakan oleh kelompok KKN DARMADES di Kampung Cilangkap, Desa Banyuasih, Cigudeg, Bogor, Jawa Barat.
Semoga apa yang telah mereka persembahkan bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa, Aamiin.
Ciputat, April 2017 Dosen Pembimbing
Drs. Abdurrauf, MA.
BAB I PENDAHULUAN
A. Dasar Pemikiran
Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan tiga pilar kewajiban mahasiswa sebagai kaum intelektual di perguruan tinggi. Selain belajar dan melakukan penelitian, juga harus melakukan pengabdian pada masyarakat sebagaimana yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat ini pun, wajib dilakukan oleh setiap mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu. Palaksanaan KKN menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ilmu yang didapat di bangku kuliah, serta sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk membantu meningkatkan kreasi masyarakat, menanam nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai kecerdasan.
Untuk itu, kami mahasiswa-mahasiswi lintas fakultas Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, bermaksud untuk mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2016/2017 di bawah bimbingan kepala jurusan dan dosen pembimbing.
Desa Banyuasih layak menjadi lokasi KKN melihat secara geografis lokasinya yang berada di wilayah Kabupaten Bogor. Tidak begitu jauh sebenarnya dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Namun, infrastruktur jalan yang rusak serta ketertinggalan masyarakatnya dari berbagai aspek seperti pendidikan, ekonomi, sosial budaya, serta kesejahteraan masyarakatnya yang kurang membuat Desa Banyuasih layak mendapat perhatian khususnya dari program pengabdian masyarakat yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi. Selain itu, belum adanya pelaksanaan program KKN di Desa Banyuasih juga menjadi alasan mengapa desa ini menjadi lokasi KKN. Bahkan berdasarkan keterangan warga, Desa Banyuasih pernah menjadi lokasi KKN sekitar tahun 1994. Setelah itu tak pernah
ada lagi pengabdian masyarakat oleh mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi di desa mereka.
Keramahan warga saat menerima kami sebagai tamu di desa mereka membuat kami sangat terkesan dari pertama kali menginjakkan kaki di Kampung Cilangkap. Tidak tanggung- tanggung, seluruh warga menyambut baik kedatangan kami. Bahkan kami diberi tempat tinggal yang layak oleh mereka. Pak RW yang tak sungkan memberikan kami tempat tinggal, bahkan banyak membantu kami merealisasikan program yang dibuat. Belum lagi ketua RT, tokoh agama serta tokoh masyarakat yang tidak dapat disebutkan satu persatu juga turut membantu kami tanpa pamrih. Keramahan masyarakatnya yang menganggap kami seperti saudara sendiri mereka tunjukkan dengan senyum tulus mereka. Senyum tulus yang tidak pernah kami lihat sebelumnya, senyum khas Cilangkap sangat berkesan bagi kami selama mengabdi. Oleh karena itu, buku ini diberi judul “Senyum Manis Cilangkap.”
B. Kondisi Umum Desa Banyuasih Kecamatan Cigudeg
Desa Banyuasih merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Desa ini terdiri dari tujuh kampung, dengan posisi empat kampung berada di bawah, dan tiga kampung lainnya berada di dataran tinggi. Mata pencaharian masyarakat desa sebagian besar adalah perkebunan, pertanian, namun ada juga yang merantau ke luar desa untuk bekerja.
Mayoritas penduduk beragama muslim. Unsur keagamaan sangat kental sangat terasa, dengan banyaknya santri dan pengajian rutin baik untuk anak-anak, ibu-ibu maupun bapak-bapak. Gotong royong menjadi salah satu ikatan silaturahmi antarwarga. Renovasi masjid, membangun jalan semua dilakukan dengan bergotong royong.
Udara yang sejuk, warga yang ramah dan akur membuat Desa Banyuasih nyaman bagi para pendatang. Bahasa Sunda menjadi bahasa pokok di desa ini. Tanah yang subur tidak hanya menghasilkan lahan pertanian tapi juga ada beberapa warga yang bermata pencaharian sebagai penambang emas.
C. Permasalahan
Wilayah Desa Banyuasih secara geografis tersebar di dataran rendah dan dataran tinggi. Akses jalan yang masih buruk menjadi salah satu kendala warga desa. Terutama tiga kampung yang berada di dataran tinggi, cukup sulit untuk mengkases jalan menuju kesana.
Ditambah lagi kondisi jalan yang berada di antara jurang dan hutan.
Saat musim penghujan, tebing di kanan jalan kadang longsor hingga material tanah menutupi sebagian bahu jalan.
Sarana pendidikan di Desa Banyuasih masih dirasa belum cukup.
Terutama di wilayah tiga kampung yang berada di dataran tinggi yaitu Kampung Cilangkap, Panunggangan dan Manceri, hanya ada satu sekolah dasar. Anak-anak yang bersekolah harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk bersekolah. Jika ingin meneruskan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi mereka harus pergi ke kecamatan lain.
Kondisi jalan yang buruk menjadi kendala dengan jalan yang berbatu dan terjal. Jaringan alat komunikasi pun tidak ada, sehingga menyulitkan warga desa untuk berkomunikasi dengan warga yang ada di desa lainnya.
Tingkat pendidikan yang rendah tentu memicu rendahnya perekonomian. Secara letak geografis, Desa Banyuasih berada di daerah pegunungan, sehingga sulit untuk membuat sumur. Warga harus mengambil dari mata air yang jaraknya cukup jauh. Jika memasang pipa dari mata air ke rumah-rumah, membutuhkan biaya yang tak sedikit. Sehingga warga masih banyak yang memanfaatkan air sungai dan berjalan menuju mata air terdekat untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum, mandi dan mencuci.
Kemudian, minimnya tenaga pengajar di bidang agama juga menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi tokoh agama Kampung Cilangkap. Belum terlihat adanya penerus dari generasi muda untuk melanjutkan syiar agama yang dilakoni para sesepuh kampung.
Mengingat rata-rata usia santri terbatas hanya sampai usia remaja antara usia SMP-SMA. Selebihnya banyak yang mengadu nasib di Jakarta sehingga tidak melanjutkan kegiatan belajar agama lagi.
Selain itu, di bidang kesehatan, tidak adanya bidan desa yang menetap di sana. Warga harus keluar desa jika ingin berobat. Tak
sedikit nyawa yang tak terselamatkan, akibat jalan yang jauh, berbatu dan terjal sehingga memakan banyak waktu di perjalanan. Kesehatan menjadi hal penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Semua proses kehidupan tak lepas dari komunikasi, saat ini pun alat komunikasi menjadi suatu kebutuhan untuk bisa menjalin komunikasi jarak jauh demi kelancaran beraktivitas. Desa Banyuasih selain terisolir karena akses jalan yang buruk, juga tidak terjangkau oleh jaringan komunikasi.
Mayoritas penduduk memang berprofesi sebagai petani, namun pengetahuan dan skill mengenai pertanian belum begitu dikuasai.
Minimnya kesadaran hukum dengan masih adanya warga yang belum memiliki akta kelahiran dan surat-surat kependudukan.
D. Profil Kelompok KKN-PpMM 006 DARMADES
Gambar 1. 1: Logo KKN DARMADES
DARMADES merupakan nama kelompok KKN dengan nomr kelompok 006 danberwilayah kerja di Kabupaten Bogor Barat Kecamatan Cigudeg Desa Banyuasih Kampung Cilangkap. Nama ini adalah singkatan “Dari Mahasiswa Untuk Desa,” memiliki makna sebagai bentuk pengabdian mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi kepada masyarakat pedesaan. Tentunya sebuah nama mempunyai sebuah cerita tersendiri. Logo yang diusung diambil dari mata burung hantu dan diapliaksikan pada gambar kedua telapak tangan yang terbuka lebar. Burung hantu sendiri menggambarkan kenyamanan serta kearifan. Mata yang berada di tengah kedua telapak tangan mengilustrasikan kepala burung hantu yang bermakna kebijaksanaan.
Sedangkan kedua telapak tangan yang terbuka lebar bermakna saling mengayomi dan merangkul satu sama lain. Berangkat dari nama dan
logo tersebut, DARMADES diharapkan dapat mengaplikasikan kegiatan KKN-nya sesuai dengan logo kelompok, yakni dapat mengayomi masyarakat dengan arif dan bijaksana saling membantu serta merangkul satu sama lain menuju tujuan yang sama untuk mengabdi kepada masyarakat.
Mohammad Maula Asy‟ari. Maula adalah mahasiswa Jurusan Sastra Arab di Fakultas Adab dan Humaniora. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang pendidikan keagamaan. Selain itu, ia juga berkompeten pada keterampilan berpidato atau ceramah. Posisi dia saat ini adalah ketua kelompok.
Sri Mulyawati. Sri adalah mahasiswi Jurusan Jurnalistik di Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang jurnalistik. Selain itu, ia juga berkompeten pada keterampilan fotografi dan videografi. Posisi dia saat ini adalah sekretaris.
Silvia Puji Lestari. Silvi adalah mahasiswi Jurusan Perbankan Syariah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang dunia perbankan terutama perbankan syariah.
Selain itu, ia juga berkompeten pada keterampilan wirausaha. Posisi dia saat ini adalah bendahara 1.
Sholihat Nurfadillah. Sholihat adalah mahasiswi Jurusan Manajemen Pendidikan di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang pendidikan dan manajemen pendidikan. Selain itu, ia juga berkompeten pada keterampilan mengajar. Posisi dia saat ini adalah bendahara 2.
Rekky Prasetio. Rekky adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum di Fakultas Syariah dan Hukum. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang hukum terutama hukum bisnis. Selain itu, ia juga berkompeten pada keterampilan advokasi. Posisi dia saat ini adalah anggota.
Ahmad Rifqi. Rifqi adalah mahasiswa Jurusan Dirasat di Fakultas Dirasat Islamiyah. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang pendidikan keagamaan terutama kajian kitab dan al-Qur‟an . Selain itu, ia juga berkompeten pada keterampilan mengajar. Posisi dia saat ini adalah anggota.
Rahmat Hidayat. Rahmat adalah mahasiswa Jurusan Teknik Informatika di Fakultas Sains dan Teknologi. Ia memiliki kompetensi
akademik pada bidang teknologi dan komputer. Selain itu, ia juga berkompeten pada keterampilan desain dan editing. Posisi dia saat ini adalah anggota.
Tifani Shallynda Kania. Tifani adalah mahasiswi Jurusan Teknik Informatika di Fakultas Sains dan Teknologi. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang teknologi dan komputer. Selain itu, ia juga berkompeten pada keterampilan memasak. Posisi dia saat ini adalah anggota.
Muhammad Atras Marami. Atras adalah mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang keuangan. Selain itu, ia juga berkompeten pada keterampilan fotografi. Posisi dia saat ini adalah anggota.
Khairunnisa Maulida. Khairunnisa adalah mahasiswi Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam di Fakultas Adab dan Humaniora. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang pendidikan dan sejarah.
Selain itu, ia juga berkompeten pada keterampilan memasak. Posisi dia saat ini adalah anggota.
Imam Arifin. Arifin adalah mahasiswa Jurusan Akidah Filsafat di Fakultas Ushuluddin. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang kajian mengenai ilmu filsafat. Selain itu, ia juga berkompeten pada keterampilan debat dan bahasa asing. Posisi dia saat ini adalah anggota.
E. Fokus dan Prioritas Program
Tabel 1. 1: Fokus dan Prioritas Program Fokus
Permasalahan Prioritas Program & Kegiatan Bidang
Pendidikan
Cilangkap Cerdas
Kegiatan Mengajar PAUD Kegiatan Mengajar SD Bimbingan Belajar Renovasi Rumah Baca
Sosialisasi Pentingnya Pendidikan Bidang Cilangkap Beriman
Keagamaan Kegiatan Tahlil dan Yasin Kegiatan Mengajar Mengaji
Kegiatan Mengaji Bersama Majelis Ta‟lim Kegiatan Tasyakuran
Bidang Ekonomi
Cilangkap Sejahtera Pelatihan Memasak
Pembukaan Rekening Bank Bidang
Lingkungan
Cilangkap Membangun
Pembuatan Plang Nama Kampung Renovasi Jalan Utama
F. Sasaran dan Target
Tabel 1. 2: Sasaran dan Target
No Kegiatan Sasaran Target
1 Kegiatan Mengajar PAUD
Guru-guru di PAUD Cilangkap
3 orang guru di PAUD Kampung Cilangkap terbantu dalam kegiatan belajar mengajar siswa/i
2 Kegiatan Mengajar SD
Guru-guru di SDN Cilangkap
6 orang guru di SDN Cilangkap terbantu dalam kegiatan belajar mengajar siswa/i
3 Bimbingan Belajar Anak-anak usia sekolah di Kampung Cilangkap
30 orang anak usia sekolah di Kampung Cilangkap
mendapatkan materi tambahan pelajaran Pendidikan Agama Islam, Matematika dan IPA
4 Renovasi Rumah Rumah Baca di 1 Rumah Baca di
Baca Kampung Cilangkap
Kampung Cilangkap direnovasi dan mendapatkan sarana- prasarana membaca 5 Sosialisasi
Pentingnya Pendidikan
Ibu-ibu di Kampung Cilangkap
35 Ibu-ibu di
Kampung Cilangkap mendapatkan informasi mengenai pentingnya
pendidikan 6 Kegiatan Tahlil dan
Yasin
Mahasiswa KKN DARMADES
11 Mahasiswa KKN DARMADES mengikuti kegiatan tahlil dan yasin 7 Kegiatan Mengajar
Mengaji
Ustaz dan Ustazah di Kampung Cilangkap
5 Ustaz dan Ustazah di Kampung
Cilangkap terbantu dalam kegiatan mengajar mengaji 8 Kegiatan Mengaji
Bersama Ibu-ibu Majelis Ta‟lim
Mahasiswa KKN DARMADES
11 Mahasiswa KKN DARMADES mengikuti kegiatan mengaji bersama ibu- ibu majelis ta‟lim 9 Kegiatan
Tasyakuran
Warga Kampung Cilangkap
50 Warga Kampung Cilangkap berdo‟a untuk mengenang jasa pahlawan yang telah gugur
10 Pelatihan Memasak Ibu-ibu di Kampung Cilangkap
20 Ibu-ibu di
Kampung Cilangkap mendapatkan praktik dan keterampilan membuat kue-kue
11 Pembukaan Rekening Bank
Ketua RW Kampung Cilangkap
Ketua RW Kampung Cilangkap
mendapatkan I buku rekening BRI untuk menyimpan iuran dana warga
Kampung Cilangkap 12 Pembuatan Plang
Nama Kampung
Jalan Utama di Kampung Cilangkap
1 lokasi jalan utama di Kampung
Cilangkap terpasang plang nama
kampunng 13 Renovasi Jalan
Utama
Jalan Utama di Kampung Cilangkap
1 jalan utama di Kampung Cilangkap di renovasi
G. Jadwal Pelaksanaan Program
a. Pra-KKN PpMM 2016 (April-Juli 2016)
Tabel 1. 3: Jadwal Pelaksanaan Pra-KKN
No. Uraian kegiatan Waktu
1 Pembentukan Kelompok April 2016
2 Pembekalan 13 April 2016
3 Survei ke-1 Survei ke-2
5 Mei 2016 27 Mei 2016 4 Penyusunan Proposal Mei-Juni 2016
5 Pelepasan 25 Juli 2016
b. Pelaksanaan Program di Lokasi KKN (26 Juli-25 Agustus 2016) Tabel 1. 4: Jadwal Pelaksanaan Program KKN
No. Uraian Kegiatan Waktu
1 Pengenalan Lokasi dan Masyarakat 27 Juli 2016 2 Pembukaan di Lokasi KKN 28 Juli 2016
3 Implementasi Program 28 Juli-22 Agustus 2016
4 Penutupan 23 Agustus 2016
5 Kunjungan Dosen Pembimbing 28 Juli 2016
20 Agustus 2016 c. Laporan dan Evaluasi Program (Oktober 2016-Mei 2017)
Tabel 1. 5: Jadwal Pelaksanaan Laporan dan Evaluasi KKN-PpMM 2016
No Uraian Kegiatan Waktu
1 Penyusunan Buku Laporan Hasil
KKN-PpMM Oktober 2016
2 Penyelesaian dan Pengunggahan Film
Dokumenter Januari 2017
3 Pengesahan dan Penerbitan Buku
Laporan Mei 2017
4 Pengiriman Buku Laporan Hasil
KKN-PpMM Mei 2017
H. Pendanaan dan Sumbangan a. Pendanaan
Tabel 1. 6: Pendanaan
No. Uraian Asal Dana Jumlah
1. Kontribusi mahasiswa anggota kelompok,
@Rp1.000.000,-
Rp11.000.000,- 2. Dana penyertaan Program Pengabdian
Masyarakat oleh Dosen (PpMD 2016)
Rp4.000.000,-
Total Rp15.000.000,-
b. Sumbangan
Tabel 1. 7: Sumbangan
No. Uraian Asal Sumbangan Jumlah 1. Sumbangan Kerabat Kelompok KKN Rp700.000,- I. Sistematika Penyusunan
Buku ini disusun dalam tujuh bagian. Bagian 1 adalah Prolog.
Prolog berisi refleksi dosen pembimbing selaku editor buku dalam melihat pelaksanaan KKN-PpMM tahun 2016. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan masukan bagi para pihak terkait agar program KKN selanjutnya menjadi lebih baik.
Bagian berikutnya adalah Bab I, Pendahuluan. Bagian ini berisi gambaran umum tentang pelaksanaan KKN-PpMM dari kelompok DARMADES yang bertujuan untuk menunjukkan alasan mengapa melakukan KKN. Selain itu, tim penyusun buku juga ingin menunjukkan bagaimana kelompok DARMADES memiliki kompetensi untuk melaksanakan pengabdian di lokasi KKN, tepatnya di Desa Banyuasih.
Bab II adalah Metode Pelaksanaan Program. Bagian ini berisi rujukan-rujukan terkait materi metodologi penelitian dalam pengabdian kepada masyarakat. Metode pelaksanaan program bertujuan untuk memberikan kerangka teoritis atas pelaksanaan KKN-PpMM, diharapkan setiap kelompok KKN termasuk kelompok 006 melakukan penelusuran lanjutan buku-buku dan artikel terkait metode pelaksanaan program ini.
Bab III adalah Kondisi Wilayah Kegiatan Pengabdian KKN- PpMM. Dimana dalam bagian ini kita memberikan gambaran mengenai kondisi Desa Banyuasih tepatnya di Kampung Cilangkap tempat kami melaksanakan kegiatan KKN. Tujuannya yaitu agar diperoleh informasi selengkapnya tentang sejarah Desa hingga kondisi secara kependudukan serta kondisi, sarana dan prasarana apa saja yang tersedia di desa.
Bab IV, pada bagian ini membahas deskripsi hasil pelayanan dan pemberdayaan masyarakat selama pelaksanaan KKN. Berisi matrik argumentasi pemecahan masalah Kampung Cilangkap dengan menggunakan analisis SWOT. SWOT terdiri dari indentifikasi faktor kekuatan (strenghts) dan faktor kelemahan (weakness). Kedua faktor ini dikategorikan sebagai faktor internal. Adapun faktor eksternalnya adalah peluang dan tantangan. Tim penulis harus mengidentifikasi factor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi alasan mengapa sebuah kegiatan atau program harus dilaksanakan.
Bab V Penutup. Bagian ini membahas kesimpulan gambaran umum hasil usulan program pemecahan masalah yang dicantumkan di Bab I, baik yang mengindikasikan keberhasilan program kerja kelompok DARMADES, serta rekomendasi bagi semua pihak terkait.
Selepas dari Bab V, masih ada lagi Epilog sebagai bagian dari kesan dan pesan masyarakat serta mahasiswa kelompok DARMADES
yang melaksanakan kegiatan KKN-PpMM. Tujuannya adalah untuk memberikan kesan serta sebagai kenang-kenangan dalam buku ini yag dapat diingat oleh kelompok DARMADES khususnya. Selain itu, agar pembaca juga ikut merasakan keseruan tersendiri saat membaca buku ini.
BAB II
METODE PELAKSANAAN PROGRAM
A. Metode Intervensi Sosial
“Intervensi Sosial merupakan sebuah cara untuk memberikan bantuan kepada masyarakat baik itu individu, kelompok, maupun komunitas. Metode ini digunakan dalam praktik di lapangan pada bidang pekerjaan sosial dan kesejahteraan sosial. Intervensi Sosial diartikan juga sebagai upaya perubahan terencana terhadap indiviu, kelompok, maupun komunitas yang fungsi sosialnya menunjuk pada dimana kondisi seseorang dapat berperan sebagaimana seharusnya sesuai dengan harapan lingkungan dan peran yang dimilikinya. Tujuan utama dari intervensi sosial ialah memperbaiki fungsi sosial kelompok sasaran perubahan. Melalui Intervensi Sosial, hambatan-hambatan sosial yang dihadapi kelompok sasaran akan diatasi dan intervensi sosial berupaya memperkecil jarak antara harapan lingkungan dengan kondisi riil individu, kelompok, maupun komunitas.”1
Menurut Isbandi Rukminto Adi, “Intervensi sosial adalah perubahan terencana yang dilakukan oleh pelaku perubahan (change agent) terhadap berbagai sasaran perubahan (target of change) yang terdiri dari individu, keluarga, dan kelompok kecil (level mikro), komunitas dan organisasi (level mezzo) dan masyarakat yang lebih luas, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, negara maupun tingkat global (level makro).”2 Intervensi Sosial juga dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk memperbaiki keberfungsian sosial dari kelompok sasaran perubahan dalam hal ini, individu, keluarga dan kelompok.3
Tahapan Intevensi Sosial menurut Pincus dan Minahan,
“Intervensi Sosial mengikuti tahapan seperti”:4
1 Dokumen tips. Intervensi-Sosial, dilihat pada tanggal 23 Februari 2017.
2Isbandi Rukminto Adi, Intervensi Komunitas Pengembangan Masyarakat sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat, (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2008), h. 49.
3 Miftachul Huda, Pekerjaan Sosial dan Kesejahteraan Sosial, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), h. 40
4 Op. cit,.
a. Penggalian Masalah, merupakan tahap dimana pekerja sosial mendalami situasi dan masalah yang bersangkutan yang tujuannya adalah membantu pekerja sosial dalam memahami, mengidentifikasi, dan menganalisis faktor-faktor relevan terkait situasi dan masalah yang bersangkutan.
b. Pengumpulan Data, merupakan tahap di mana pekerja sosial mengumpulkan informasi yang dibutuhkan terkait masalah yang akan diselesaikan. Dalam pengumpulan data ini terdapat tiga cara yang digunakan yaitu, pertanyaan, observasi, serta penggunaan data tertulis.
c. Melakukan Kontak Awal
d. Negosiasi Kontrak, merupakan tahap di mana pekerja sosial menyempurnakan tujuan upaya perubahan.
e. Membentuk Sistem Aksi, merupakan tahap di mana pekerja sosial menentukan sistem aksi apa saja yang akan terlibat dalam upaya perubahan.
f. Menjaga dan Mengkoordinasi Sistem Aksi, merupakan tahap di mana pekerja sosial melibatkan pihak-pihak yang berpengaruh terhadap tercapainya tujuan perubahan.
Merujuk pada buku panduan KKN-PpMM 2016, intervensi sosial lebih sering digunakan dalam kajian psikologi dan kesejahteraan sosial. Dalam panduan sendiri dijelaskan bahwa “Di dalam kerangka pekerjaan sosial, intervensi adalah tata cara yang digunakan saat membantu individu, keluarga maupun kelompok dan masyarakat menyelesaikan masalah terkait ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan pada ketahanan sosial yang mereka hadapi.”5
B. Pendekatan Dalam Pemberdayaan Masyarakat
Menurut Bruhn dan Rebach, setiap intervensi yang dilakukan maka harus dimulai dengan melakukan asesmen atau pemetaan. Baik yang berupa pemetaan kebutuhan masyarakat yang lebih cenderung memilih pendekataan pemecahan masalah (problem solving) ataupun pemetaan asset masyarakat yang lebih mengutamakan melihat sisi
5Eva Nugraha, Panduan Penyusunan Buku Laporan Hasil KKN-PpMM 2016. (Jakarta:
Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
lebih atau positif Asset yang dimiliki masyarakat atau disebut dengan Asset Based Approach.6 Pendekatan perencanaan dan implementasi program KKN-PpMM berdasarkan Problem Solving Approach adalah salah satu upaya untuk melakukan perubahan sosial pada masyarakat dengan melihat masalah yang ada di masyarakat. Dengan demikian, upaya awalnya adalah menginventarisir seluruh masalah yang ditemukan di masyarakat sebelum pelaksanaan program dan kegiatan.
Pada saat akan mengimplementasikan program dan kegiatan, setiap kelompok KKN melakukan analisis SWOT. Hal ini dilakukan agar bisa menentukan program dan kegiatan mana saja yang paling memungkinkan dikerjakan oleh setiap penanggung jawab program.
Oleh karena itu, bisa saja tidak persis dengan tahapan yang dijalankan sebagaimana alur yang dibuat oleh Nasdian di bawah ini.
Nasdian mencantumkan sejumlah tahapan agar pendekatan pemecahan masalah bisa berhasil, tahapannya adalah sebagai berikut:
1) Identifikasi masalah adalah suatu kepekaan, sebagai bagian dari komunitas yang terpengaruh oleh masalah yang ada.
2) Setelah masalah diidentifikasi, dipelajari, dan dimengerti, langkah berikutnya adalah menggerakkan sumber daya yang diperlukan untuk mengaktifkan beragam jenis kemampuan warga komunitas, mengaktifkan energi dan imajinasi sebagai suatu proses penting dalam pengembangan komunitas.
3) Perencanaan program pengembangan masyarakat dengan membutuhkan semua faktor yang mempengaruhi komunitas.
Dalam kerangka perencanaan warga komunitas harus mempunyai kesempatan untuk mengkritik dan memberikan saran membangun.
4) Dengan dukungan penuh warga komunitas dilakukan upaya penggerakan kapasitas komunitas untuk melayani dan mendukung suatu kegiatan pengembangan masyarakat di atas keragaman warga komunitas.
5) Tahap pemecahan masalah yang efektif dan membutuhkan evaluasi, yang berarti tidak ada hal terakhir yang tidak penting.
Bahkan sesungguhnya akhir kegiatan akan tetap ada, penilaian
6 Ibid.,h. 24-26
akhir harus dilakukan terhadap semua tahap untuk melaksanakan kegiatan yang akan dianalisis dengan kritis dalam hal kekuatan, kelemahan, kesuksesan,dan kegagalan.”
Penjelasan lanjutan mengenai Asset Based Approach, menurut Adri Patton “Suatu pendekatan yang berdasar pada Community Based Development dengan lebih menggali dan mengembangkan seluruh potensi sumber daya (resources), keahlian (skills), serta aset yang dimiliki masyarakat di daerah. Pendekatan ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Tidak lagi hanya ber-orientasi pada problem atau kebutuhan yang dihadapi masyarakat saja, tetapi lebih fokus kepada bagaimana mendayagunakan potensi, sumber daya, keahlian, dan aset yang ada untuk mengatasi problem dan memenuhi kebutuhan mereka;
2) Pendekatan ini lebih bersifat community driven dari pada externalagency driven
3) Berusaha menggali kembali dan memelihara social capital sebagai aset terpenting dalam pembangunan;
4) Melalui pendekatan partisipatoris akan memperkuat civil society (masyarakat madani) yang merupakan keinginan setiap warga bangsa.”
Pada Pemberdayaan pendekatan proses lebih memungkinkan pelaksanaan pembangunan yang memanusiakan manusia. Dalam pandangan ini pelibatan masyarakat dalam pembangunan lebih mengarah kepada bentuk partisipasi, bukan dalam bentuk mobilisasi.
Partisipasi masyarakat dalam perumusan program membuat masyarakat tidak semata-mata berkedudukan sebagai konsumen program, tetapi juga sebagai produsen karena telah ikut serta terlibat dalam proses pembuatan dan perumusannya, sehingga masyarakat merasa ikut memiliki program tersebut dan mempunyai tanggung jawab bagi keberhasilannya serta memiliki motivasi yang lebih bagi partisipasi pada tahap-tahap berikutnya.
BAB III
KONDISI DESA BANYUASIH KECAMATAN CIGUDEG
A. Sejarah Singkat Desa Banyuasih
Desa Banyuasih merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, dengan luas wilayah 929.569 Ha. Desa Banyuasih terdir dari 4 Dusun, 5 RW dan 17 RT. Desa Banyuasih merupakan wilayah pemekaran dari Desa Banyuresmi pada tahun 1987. Desa Banyuresmi dipecah menjadi tiga desa yaitu, Desa Banyuresmi, Banyuwangi, dan Banyuasih. Kepala Desa Banyuasih pertama yang menjabat adalah Sudarma selama 16 tahun. Setelah itu, dilanjutkan oleh Lurah Jumadi selama 5 tahun, kemudian digantikan oleh Mudis Sunardi yang sudah menjabat dua periode hingga saat ini.
Sebelum adanya pemekaran dan pembangunan, akses jalan menuju Desa Banyuasih sangatlah sulit. Kini sudah ada jalan kendaraan roda empat yang bisa melintas meski belum rapi hanya jalan tanah dan berbatu. Selain akses jalan yang buruk, Desa Banyuasih semakin terisolir karena sulitnya jaringan komunikasi. Jaringan hanya bisa didapatkan di titik-titik tertentu. Secara umum, kondisi politik serta ketentraman dan ketertiban di wilayah Desa Banyuasih sangat kondusif dan terkendali. Dalam hal ini, kehidupan politik warga dapat tersalurkan dan sesuai dengan aspirasinya.
B. Letak Geografis
Berdasarkan letak geografis, Kampung Cilangkap terletak di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor Barat, Provinsi Jawa Barat.
Jarak dari Ibu Kota Kabupaten Bogor Barat ke Desa Banyuasih sekitar 35 km. Sedangkan jarak dari kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ke Desa Banyuasih sekitar 40 km. Butuh waktu dua jam untuk sampai di Desa Banyuasih.
Gambar 3. 1: Peta Cigudeg Dilihat Dalam Satu Wilayah Kabupaten Bogor7
Gambar 3. 2: Peta Kampung Cilangkap
7“Banyuasih, Cigudeg Kabupaten Bogor” diakses pada 15 Januari 2016 dari:
L.10
Hutan dan Kebun
L.9
L.8 L.7
L.6 L.5
L.2
L.9
L.4 L.3
L.1
Menuju ke Kp. Panunggangan
Menuju ke Kp. Cisarua dan Kp. Cijambe
Sumber Air
L.1 = Lokasi Plang Nama Kp. Cilangkap L.2 = Lapangan
L.3 = Rumah Pak RW (Lokasi Mengajar Warga RT 01, 02, 03) L.4 = Base Camp
L.5 = Masjid
L.6 = Majlis Ta‟lim (Rumah Baca) L.7 = TPS
L.8 = Majlis Ta‟lim (Lokasi Mengajar RT 04, 05, 06 L.9 = Pesantren
L.10 = SDN Cilangkap
Gambar 3.3 menunjukkan peta desa secara utuh. Berdasarkan gambar tersebut dapat diketahui denah lokasi KKN secara utuh. L1
adalah lokasi plang nama Kampung Cilangkap yang letaknya terdapat di sisi tenggara. L2 adalah lokasi lapangan yang letaknya berseberangan dengan plang nama Kampung Cilangkap. L3 adalah lokasi rumah pak RW, yang merupakan lokasi rumah belajar selama kegiatan KKN. Posisinya berada di sebelah timur denah. L4 adalah lokasi base camp, yang merupakan tempat tinggal mahasiswa- mahasiswi selama melaksanakan kegiatan KKN. L5 ke arah utara terdapat masjid sebagai sarana ibadah bagi warga Kampung Cilangkap. L6 di sebelah barat denah terdapat Majelis yang digunakan untuk pengajian ibu-ibu di Kampung Cilangkap. L7 adalah lokasi TPS yang merupakan tempat pembuangan sampah akhir bagi seluruh warga di Kampung Cilangkap. L8 adalah lokasi tempat melakukan kegiatan pelayanan pendidikan bagi warga Kampung Cilangkap, letaknya berada di sebelah barat denah. L9 adalah lokasi pondok pesantren yang berada di sebelah barat denah sama halnya dengan L10 yang merupakan lokasi SDN Cilangkap.
C. Struktur Penduduk
1. Keadaan Penduduk Menurut Jenis Kelamin
Gambar 3. 3: Keadaan Penduduk Desa Berdasarkan Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan
Berdasarkan struktur kependudukan menurut jenis kelamin, jumlah laki-laki sebanyak 3.697 jiwa. Sedangkan perempuan sebanyak 3.052 jiwa.Jumlah kepala keluarga terdiri dari 1.498 kepala keluarga.
2. Keadaan Penduduk Menurut Agama
Mayoritas penduduk di Kampung Cilangkap beragama Islam. Hal inilah yang menyebabkan suasana keagamaan terasa sangat kental di Kampung Cilangkap.
3. Keadaan Penduduk Menurut Mata Pencaharian
Mayoritas mata pencaharian penduduk di Kampung Cilangkap, Desa Banyuasih yaitu sebagai petani. Selain itu, banyak juga warga desa yang bekerja sebagai tukang ojek, hal ini dikarenakan masih sulitnya akses transportasi umum untuk masuk ke desa ditambah lagi jalanan desa yang masih belum bagus.
Tabel 3. 1: Keadaan Penduduk Desa Berdasarkan Mata Pencaharian Mata Pencaharian Jumlah Penduduk (Jiwa)
Petani 1.131
Bengkel 2
Penjahit 4
Pegawai Negeri 5
Buruh Pabrik 29
Tukang Bangunan 31
Pedagang 57
Pegawai Swasta 131
Tukang Ojek 137
Gambar 3. 4: Keadaan Penduduk Desa Berdasarkan Mata Pencaharian
4. Keadaan Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
Tabel 3. 2: Keadaan Penduduk Desa Berdasarkan Tingkat Pendidikan
No Tingkat Pendidikan Jumlah
1 Tidak Tamat SD / Sederajat 2084
2 Tamat SD / Sederajat 1113
3 Tamat SLTP / Sederajat 426
4 Tamat SLTA / Sederajat 152
5 TamatPerguruan Tinggi / S1 21
Petani Pegawai
Swasta Pedagang
Pegawai Negeri Buruh Pabrik Tukang Bangunan
Penjahit
Tukang Ojek Bengkel
Gambar 3. 5: Keadaan Penduduk Desa Berdasarkan Tingkat Pendidikan D. Sarana dan Prasarana
Kampung Cilangkap masih belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Sarana untuk menunjang kegiatan akomodasi, yaitu jalan utama dari desa menuju Kampung Cilangkap masih sangat buruk walau kini sedikit demi sedikit beberapa ruas jalan sudah mulai diperbaiki. Bagi pemula atau pendatang, bukan hal mudah menempuh jalan menuju Kampung Cilangkap dengan kendaraan bermotor.
Kemudian, jalan menuju sekolah tidak memadai, jalan tanah dan berbatu. Jika hujan turun, cukup bahaya untuk melewatinya.
Tidak Tamat SD/Sederajat,
2084
Tamat SD/Sederajat,
1113 Tamat SLTP/Sederajat,
426
Tamat SLTA/Sederajat,
152
Gambar 3. 7: Akses Jalan Menuju SDN Cilangkap
Gambar 3. 8: Kondisi Ruang Kelas SDN Cilangkap
Gambar 3. 9: Kondisi Gedung dan Halaman SDN Cilangkap
Dibidang kesehatan, tidak adanya bidan desa yang menetap di sana. Warga harus keluar desa jika ingin berobat. Bidan hanya berkunjung sebulan sekali.
Kondisi lapangan Cilangkap cukup luas. Cukup menampung untuk kegiatan olahraga seperti futsal. Untuk pertanian dan persawahan, karena Cilangkap berada di dataran tinggi, lokasi sawah dan kebun cukup jauh dan harus melewati hutan. Tanah yang berbukit-bukit, membuat pengelolaan sawah tidak efektif. Misalnya, untuk membajak sawah masih menggunakan cara tradisional yaitu menggunakan pacul, karena traktor tak bisa naik ke dataran yang lebih tinggi.
Gambar 3. 11: Lapangan Kampung Cilangkap Sebagai Sarana Olahraga
Gambar 3. 12: Kondisi Persawahan Kampung Cilangkap
Kesenangan dalam sebuah pekerjaan membuat kesempurnaan pada hasil yang dicapai.
-Aristoteles-
BAB IV
DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN
A. Kerangka Pemecahan Masalah
Tabel 4. 1: Mariks SWOT Bidang Pendidikan Matrik SWOT 01. BIDANG PENDIDIKAN
Internal
Eksternal
STRENGHTS (S) WEAKNESS (W)
Siswa-siswi mempunyai sifat rajin
Siswa-siswi memiliki
antusias dan rasa ingin tahu yang besar
Motivasi dari orang tua yang besar
Adanya pondok pesantren
tempat siswa- siswi mengaji yang selalu memberikan motivasi dan semangat untuk terus belajar
Kurangnya tenaga pendidik dan sarana- prasarana pada proses belajar mengajar
Akses jalan yang kurang memadai
Ekonomi
masyarakat yang kurang memadai
OPPORTUNITIES (O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Mahasiswa dapat membantu mengajar
Pengalaman mengajar yang dimiliki mahasiswa
Memberikan tambahan belajar dan bimbingan belajar kepada siswa
Membantu mengajar di sekolah
Mahasiswa membuat
Kehadiran mahasiswa memberi motivasi dan semangat untuk terus belajar sampai kejenjang pendidikan yang tinggi
Mahasiswa bekerja sama dengan orang tua dan guru mengaji
di pondok
pesantren untuk terus
memberikan semangat dan motivasi kepada siswa-siswi.
bimbingan belajar.
Mengadakan penyuluhan menabung kepada siswa.
THREATS (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT)
Kurangnya infromasi mengenai pendidikan yang lebih tinggi.
Memberikan penyuluhan mengenai pendidikan terutama pendidikan tingkat universitas
Memberikan informasi, arahan dan cara-cara untuk
melanjutkan pendidikan, terutama pendidikan jenjang universitas Dari matrik SWOT di atas, maka kelompok kami menyusun program-program sebagai berikut :
Kegiatan Mengajar PAUD
Kegiatan Mengajar SD
Kegiatan Renovasi Rumah Baca
Kegiatan Bimbingan Belajar
Kegiatan Sosialisasi Pentingnya Pendidikan
Tabel 4. 2: Matriks SWOT Bidang Keagamaan Matrik SWOT 02. BIDANG KEAGAMAAN
Internal STRENGHTS (S) WEAKNESS (W)
Mayoritas Masyarakat
Eksternal
beragama Islam
Adanya pondok pesantren dan santri
Adanya tokoh
agama di
lingkungan kampung
waktu dalam partisipasi
keagamaan
Masjid yang
kotor dan
fasilitasnya kurang memadai OPPORTUNITIES (O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Mahasiswa yang memiliki kemampuan ilmu agama yang baik
Melakukan komunikasi dengan warga setempat ketika akan
mengadakan kegiatan keagamaan
Mahasiswa membantu mengajar mengaji
Membersihkan masjid dan memberikan fasilitas untuk masjid
THREATS (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT)
Paham-paham agama yang bertentangan dengan akidah agama Islam
Kegiatan
keagamaan yang
ada di
masyarakat dapat mencegah paham-paham agama yang bertentangan dengan akidah agama Islam.
Mengajarkan dan memotivasi pentingnya belajar agama kepada
masyarakat terutama anak- anak agar tidak terjerumus
dengan paham yang
tertentangan dengan akidah dan budaya- budaya yang tidak baik
Dari matrik SWOT di atas, maka kelompok kami menyusun program-program sebagai berikut :
Kegiatan Tahlil dan Yasin
Kegiatan Mengajar Mengaji
Kegiatan Mengaji bersama Ibu-ibu Majelis Ta‟lim
Kegiatan Tasyakuran
Tabel 4. 3: Matriks SWOT Bidang Ekonomi Matrik SWOT 03. BIDANG EKONOMI
Internal
Eksternal
STRENGHTS (S) WEAKNESS (W)
Adanya waktu luang bagi ibu-ibu di rumah
Banyak di antara ibu-ibu yang pandai masak
memiliki pengalaman berjualan
Antusias ibu-ibu untuk belajar hal baru mengenai kuliner
Terbatasnya mengetahuan ibu-ibu mengenai bahan-bahan masakan
Kurangnya pengetahuan untung rugi dalam
berwirausaha
OPPORTUNITIES (O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Tersedianya dana KKN
Adanya mahasiswa KKN yang mahir dalam memasak
Mahasiswa memberikan pengetahuan mengenai kewirausahaan
Mahasiswa memberikan pelatihan
memasak yang hasilnya dapat diperjualbelikan untuk
mendapatkan keuntungan.
Memberikan solusi kepada ibu-ibu untuk mengganti bahan dasar masakan yang sulit didapatkan.
THREATS (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT)
Produk-produk bahan makanan yang asing dan tidak sehat untuk dijadikan bahan masakan.
Mengingatkan dan memberikan pengetahuan kepada Ibu-ibu agar lebih teliti sebelum belanja
Menjelaskan dampak dari kesalahan dalam membeli bahan masakan.
Menjelaskan kepada Ibu-ibu mengenai
kualitas keuntungan menjual produk buatan sendiri
Menghimbau Ibu-ibu untuk membiasakan pola hidup yang lebih alami dan sehat di rumah.
Dari matrik SWOT di atas, maka kelompok kami menyusun program-program sebagai berikut :
Kegiatan Pelatihan Memasak
Kegiatan Pembukaan Buku Rekening
Tabel 4. 4: Matriks SWOT Bidang Lingkungan Matrik SWOT 04. BIDANG LINGKUNGAN
Internal
Eksternal
STRENGHTS (S) WEAKNESS (W)
Besarnya antusias warga pada program
perbaikan infrastruktur
Tingginya sikap gotong royong yang dimiliki warga Kampung Cilangkap
Akses jalan menuju
Kampung
Cilangkap sangat buruk
OPPORTUNITIES (O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Adanya mahasiswa Mengadakan Mengadakan
yang melakukan KKN di sana
Mahasiswa KKN yang melakukan KKN di desa tersebut memiliki anggaran yang dapat digunakan untuk membangun desa
pembangunan infrastruktur terutama pada akses jalan
renovasi jalan terutama pada jalan utama yang biasa digunakan untuk masuk ke Kampung
Cilangkap
Membuat plang nama kampung agar letak Kampung
Cilangkap mudah ditemukan
THREATS (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT)
Keadaan cuaca yang terkadang tidak bagus atau sering hujan
Berkordinasi dengan perangkat desa dan warga desa mengenai pembangunan infrastruktur agar pembangunan infrastruktur bisa cepat
terselesaikan karena banyaknya
jasa yang
membantu
Menyiapkan berbagai jadwal cadangan untuk pembangunan infrastruktur
Membeli bahan- bahan yang terbaik yang nantinya
digunakan dalam pembangunan
Dari matrik SWOT di atas, maka kelompok kami menyusun program-program sebagai berikut :
Pembuatan Plang Nama Kampung
Renovasi Jalan Utama
B. Bentuk Dan Hasil Kegiatan Pelayanan Pada Masyarakat Tabel 4. 5: Bentuk dan Hasil Kegiatan Mengajar PAUD
Bidang Pendidikan
Program Cilangkap Cerdas Nomor kegiatan 01
Nama kegiatan Kegiatan Mengajar PAUD
Tempat, tgl PAUD Cilangkap, hari Senin-Sabtu, 28 Juli-19 Agustus 2016
Lama pelaksanaan 23 hari
Tim pelaksana Penanggung jawab: Sholihat Nurfadillah Tim Pembantu: Seluruh anggota kelompok Tujuan Membantu guru PAUD dalam kegiatan belajar
mengajar siswa/i
Sasaran Guru-guru di PAUD Kampung Cilangkap Target 3 orang guru di PAUD Kampung Cilangkap
terbantu dalam kegiatan belajar mengajar siswa/i
Deskripsi kegiatan Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap kunjugan ke SDN Cilangkap. Dilaksanakan dari hari Senin sampai dengan hari Jum‟at. Untuk kegiatan ini semua mahasiswa-mahasiswi DARMADES ikut ke SDN Cilangkap. Biasanya hanya dua mahasiswa saja yang mengajar di PAUD, sisanya mengajar di kelas SD. Kami melakukan hal ini mengingat jumlah tenaga pendidik yang minim di sana. Sedangkan, jumlah murid-murid melebihi kapasitas daya tampung. Kepala sekolah bahkan mengizinkan kami untuk mengambil alih tenaga pengajar dikarenakan memang sangat dibutuhkan di sini.
Sekitar 2 jam kami mengajar anak-anak PAUD.
Sudah termasuk belajar sambil bermain bersama mereka.
Pelajaran yang kami berikan meliputi kegiatan mengenal huruf vokal, huruf hijaiyah,
serta diselingi dengan nyanyian khas anak-anak dengan tujuan agar mereka tidak jenuh.
Kegiatan mengajar di PAUD ini selanjutnya dilanjutkan oleh tenaga pengajar di PAUD.
Semoga kelompok KKN selanjutnya dapat ikut serta melanjutkan program ini dengan membantu tenaga pengajar di sini, karena keberadaan tenaga pendidik sangat dibutuhkan di sini.
Hasil pelayanan 3 orang guru di PAUD Kampung Cilangkap terbantu dalam kegiatan belajar mengajar siswa/i
Keberlanjutan program
Tidak berlanjut
Gambar 4. 1: Kegiatan Mengajar PAUD
Tabel 4. 6: Bentuk dan Hasil Kegiatan Mengajar SD
Bidang Pendidikan
Program Cilangkap Cerdas Nomor kegiatan 02
Nama kegiatan Kegiatan Mengajar SD
Tempat, tgl SDN Cilangkap, Senin, Rabu, Jum‟at 8, 10, 12, 15, 19 Agustus 2016
Lama pelaksanaan Dua minggu
Tim pelaksana Penanggung Jawab: Sholeha Nur Fadillah Tim Pembantu: Semua anggota kelompok Tujuan Membantu guru SD dalam kegiatan belajar
mengajar siswa/i
Sasaran Guru-guru di SDN Cilangkap
Target 6 orang guru di SDN Cilangkap terbantu dalam kegiatan belajar mengajar siswa/i
Deskripsi kegiatan Sebenarnya persiapan dalam pelaksanaan program ini adalah untuk melakukan kegiatan mengajar di sekolah setiap hari Senin sampai Jum‟at. Namun pada prakteknya, kegiatan ini hanya berlangsung selama 3 kali dalam seminggu disebabkaln oleh akses jalan yang buruk dan lokasinya yang jauh menuju sekolah membuat kami kesulitan untuk mengajar setiap harinya. Sehingga sesuai kesepakatan, kami menjadwalkan kunjungan menjadi 3 kali saja dalam seminggu. Tanpa terduga, antusias anak- anak dan para guru di SDN Cilangkap begitu besar. Mereka menyambut baik kedatangan kami bahkan mempersilahkan kami untuk mengajar sesuka hati kami terkait materi yang ingin disampaikan. Sejauh ini, materi yang mahasiswa/i KKN sampaikan sesuai dengan jadwal pelajaran dikelas masing-masing.
Namun, selepas kegiatan KKN program ini tidak berlanjut lagi. Karena program ini hanya sebagai bagian dari bantuan yang kami berikan pada pihak sekolah untuk mengisi kekosongan tenaga pendidik bagi murid-muridnya.
Hasil pelayanan 6 orang guru di SDN Cilangkap terbantu dalam kegiatan belajar mengajar siswa/i
Keberlanjutan program
Tidak berlanjut
Gambar 4. 2: Kegiatan Mengajar SD
Tabel 4. 7: Bentuk dan Hasil Kegiatan Bimbingan Belajar
Bidang Pendidikan
Program Cilangkap Cerdas Nomor kegiatan 03
Nama kegiatan Bimbingan Belajar
Tempat, tgl Rumah tinggal mahasiswi KKN, Rabu 10 Agustus, Selasa 16 Agustus 2016
Lama pelaksanaan Dua minggu
Tim pelaksana Penanggung jawab: Sholihat Nurfadillah Tim Pembantu: Tifani Shallynda Kania
Tujuan Memberikan materi tambahan pelajaran Pendidikan Agama Islam, Matematika dan IPA Sasaran Anak-anak usia sekolah di Kampung Cilangkap Target 30 orang anak usia sekolah di Kampung
Cilangkap mendapatkan materi tambahan pelajaran Pendidikan Agama Islam, Matematika dan IPA
Deskripsi kegiatan Pada kegiatan ini kami memfasilitasi anak- anak usia PAUD, SD dan SMP. Materi yang disampaikan seputar mata pelajaran PAI, dan MIPA. Karena jarak ke sekolah cukup jauh, anak-anak di Kampung Cilangkap baru sampai di rumah sekitar pukul 16.00 wib. Oleh karena itu, pelajaran dimulai selepas sholat isya sampai sekitar pukul 21.00 WIB. Sebenarnya, selain
menyampaikan materi, kami juga membantu dalam menyelesaikan tugas sekolah yang diberikan oleh mereka. Dari situlah kami mengetahui bahwa ternyata, banyak materi terutama pelajaran Matematika yang tidak dipahami oleh mereka. Sehingga kami harus menerangkan kembali sampai materi pelajaran dipahami.
Namun, program ini pun tidak berlanjut.
Sama halnya dengan program sebelumnya, alasan kurangnya tenaga pendidik yang mumpuni menjadi faktor utama penghambat kelanjutan program ini selepas mahasiswa KKN selesai mengabdi.
Hasil pelayanan 30 orang anak usia sekolah di Kampung Cilangkap mendapatkan materi tambahan pelajaran Pendidikan Agama Islam, Matematika dan IPA
Keberlanjutan program
Tidak berlanjut
Gambar 4. 3: Kegiatan Bimbingan Belajar
Tabel 4. 8: Bentuk dan Hasil Kegiatan Renovasi Rumah Baca
Bidang Pendidikan
Program Cilangkap Cerdas Nomor kegiatan 04
Nama kegiatan Renovasi Rumah Baca
Tempat, tgl Majelis Ustaz Akhyar, Senin 15 Agustus 2016
Lama pelaksanaan Dua minggu
Tim pelaksana Penanggung Jawab: Rekky Prasetio
Tim Pembantu: Rahmat Hidayat, Tifani Shallynda K, Silvia Puji L, Sri Mulyawati, Sholihat Nurfadillah, Khairunnisa Maulida, Imam Arifin, Ahmad Rifqi
Tujuan Merenovasi dan memberikan sarana-prasarana membaca
Sasaran Rumah Baca di Kampung Cilangkap
Target 1 Rumah Baca di Kampung Cilangkap direnovasi dan mendapatkan sarana-prasarana membaca
Deskripsi kegiatan Pengadaan taman baca sudah kami persiapkan sebagai bagian dari program kerja di bidang pendidikan. Sebelum pelaksanaan KKN, kami mengumpulkan buku-buku untuk disumbangkan ke taman baca. Selain itu, kami juga dapat dari Kementerian Agama dan sumbangan dosen pembimbing KKN kami, bapak Abdurrauf. Sebelum diresmikan, mahasiswa KKN membuat rak buku sebagai tempat penyimpanan buku-buku sumbangan kami. Keesokan harinya diresmikanlah taman baca di salah satu Majelis yaitu Majelis Ustaz Akhyar.
Selepas kegiatan KKN ini, taman baca akan terus berlanjut karena sifatnya yang bebas untuk dikunjungi oleh siapa saja yang ingin membaca. Namun, tentunya diperlukan minat tersendiri oleh setiap individunya untuk membiasakan budaya membaca terutama sejak kecil.
Hasil pelayanan 1 Rumah Baca di Kampung Cilangkap direnovasi dan mendapatkan sarana-prasarana membaca
Keberlanjutan program
Tidak berlanjut
Gambar 4. 4: Renovasi Rumah Baca
Tabel 4. 9: Bentuk dan Hasil Kegiatan Sosialisasi Pentingnya Pendidikan
Bidang Pendidikan
Program Cilangkap Cerdas Nomor kegiatan 05
Nama kegiatan Sosialisasi Pentingnya Pendidikan Tempat, tgl Majelis Ustaz Akhyar
Lama pelaksanaan Satu hari
Tim pelaksana Semua anggota kelompok
Tujuan Memberikan informasi mengenai pentingnya pendidikan
Sasaran Ibu-ibu di Kampung Cilangkap
Target 35 Ibu-ibu di Kampung Cilangkap mendapatkan informasi mengenai pentingnya pendidikan
Deskripsi kegiatan Kami melakukan kegiatan ini sebenarnya bertujuan untuk memberikan pengarahan kepada ibu-ibu yang mungkin masih belum paham sejauh mana pendidikan berperan besar bagi kelangsungan hidup seseorang di masa yang akan datang. Rencananya memang kami ingin mengisi selingan waktu saat ibu- ibu biasanya mengaji rutin mingguan.