• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

A. Gambaran Objek Penelitian

1. Sejarah Desa Sumber Tengah

Desa Sumber Tengah adalah gabungan dua desa yaitu desa kambiritan dan desa karang Tenga. Karena dua desa tersebut yang membabat berasal dari satu keturunan (Bujuk Saudih) akhirnya tokoh masyarakat berinisiatif agar dua desa tersebut menjadi satu dengan alasan persatuan dan kesatuan masyarakat tidak terpecah.

Bedasarkan mantan kepala desa Sumber Tengah Moh. Ghazali yang merupakan tokoh sejarah Desa Sumber Tengah mengatakan bahwa bersatunya dua desa tersebut yaitu pada tahun 1927 dengan nama

“SUMBER TENGAH”. Hal tersebut di gagas oleh Bujuk Sadinya putra dari Bujuk Saudih.

Terbentuknya desa tersebut dirasa sangat perlu untuk membentuk atau mengangkat seorang pimpinan yang dikenal dengan sebutan klebun, maka tokoh masyarakat sepakat untuk memilih dan mengangkat Pak Munamin sebagai pemegang tampuk kepemimpinan Desa Sumber Tengah. Secara jelasnya berikut silsilah pemeritahan Desa Sumber Tengah :

NO NAMA TAHUN JABATAN

1 Munamin ( 1927 – 1934 )

2 Sabi ( 1934 – 1942 )

3 Rohaya ( 1942 – 1945 )

4 Samidin ( 1945 – 1953 )

5 Aswa ( 1953 – 1962 )

6 Rakso Prajitno ( 1962 – 1988 )

7 Cung Hasan ( 1988 – 1990 )

8 Moh. Ghazali Syukri,BA ( 1990 – 1998 )

9 Surahmat ( 1998 – 1999 )

10 Imam Kusyadi ( 1999 – 2007 )

11 Hamid ( 2007 )

12 Zainudin ( 2007- 2013 )

13 Niji Darmo Diharjo ( 2013 – 2014 ) 14 Kartono, S.Pd.I ( 2015 )

15 Jon Jayadi ( 2015 – Sekarang )

2. Kondisi Demografi

Secara geografis Desa Sumber Tengah berada di sebelah Utara Kecamatan, dengan luas wilayah total 245,814 Ha,

a. Batas-batas Wilayah Desa Sumber Tengah

a) Sebelah Utara : Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel b) Sebelah Selatan : Desa Jeruk Sok Sok, Kecamatan Binakal c) Sebelah Barat : Desa Bendelan, Kecamatan Binakal d) Sebelah Timur : Desa Silolembu, Kecamatan Curahdami b. Wilayah Administrasi Pemerintahan Desa :

Desa Sumber Tengah terdiri dari 8 (Delapan) dusun yaitu : a) Dusun Krajan I (Kasun Sanusi)

b) Dusun Krajan II( Kasun Mulyadi) c) Dusun Krajan III (Kasun Suliman)

d) Dusun Pal 16 I ( Kasun Nijo Darmo Diharjo)

e) Dusun Pal 16 II ( Kasun Rosidi) f) Dusun Pal 16 III ( Kasun Suhairi) g) Dusun Tambiritan I ( Kasun Sunardi) h) Dusun Tambiritan II ( Kasun Rakip) 3. Sosial Budaya Desa Sumber Tengah

Desa Sumber Tengah masyarakatnya memiliki mata pencarian sebagai petani dan buruh tani berpenghasilan di bawah rata-rata sekitar 10.000 sampai dengan 15.000 perhari, yang berarti masyarakat Desa Sumber Tengah masih di bawah garis kemiskinan. Namun dengan kondisi ekonomi tersebut tidak menenggelamkan karakter masyarakat Sumber Tengah seperti tetap sopan, saling menghargai, menjunjung tinggi nilai-nilai agama maupun nilai-nilai hukum sebagai pedoman dalam berhubungan / berinteraksi antar sesamanya.

a. Kondisi Pendidikan

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk memajukan tingkat kesejahteraan dan tingkat perekonomian. Dengan adanya pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat keterampilan, kewirausahaan dan pada gilirannya mendorong munculnya lapangan pekerjaan sehingga akan membantu program pemerintah untuk pembukaan lapangan kerja baru guna mengatasi pengangguran. Di bawah ini tabel yang menunjukkan tingkat rata-rata pendidikan warga Desa Sumber Tengah

Tabel Tingkat Pendidikan

NO KETERANGAN JUMLAH

1 Penduduk Usia 10 Tahun Keatas yang Buta Huruf

170 Orang

2 Penduduk Tidak Tamat SD 142 Orang

3 Penduduk Tamat SD 495 Orang

4 Penduduk Tamat SLTP 187 Orang

5 Tidak Tamat SLTP (usia 18 s/d 56 th) 112 Orang

6 Penduduk Tamat SLTA 146 Orang

7 Tidak Tamat SLTA (usia 18 s/d 56 th) -

8 Penduduk Tamat D1 -

9 Penduduk Tamat D2 -

10 Penduduk Tamat D3 -

11 Penduduk Tamat S1 37 Orang

12 Penduduk Tamat S2 3

13 Penduduk Tamat S3 0

Sumber : Profil / Buku Administrasi Desa Sumber Tengah T.a 2014 Tabel Sarana Prasana Pendidikan

NO Nama Pendidikan

Jumlah Sekolah

Jumlah Pengajar

Jumlah Siswa

K E T

1 Play Group 3 8 75 Non Formal

2 TK 2 6 82 Formal

3 SD 2 15 257 Formal

4 SMP 0 0 0 -

5 SMA 0 0 0 -

6 RA 0 0 25 -

7 Ibtidayah 1 13 60

Formal Keagamaan

8 Tsanawiyah - - - -

9 Aliyah - - - -

10 Ponpes - - - -

Tabel Remaja Putus Sekolah

NO KETERANGAN JUMLAH

1 Jumlah Total Remaja 256 Orang

2 Jumlah Remaja Putus Sekolah SD/Sederajat 0

3 Jumlah Remaja Putus Sekolah SLTP/Sederajat 56 Orang 4 Jumlah Remaja Putus Sekolah SLTA/Sederajat 78 Orang 5 Jumlah Remaja Putus Sekolah S1 7 Orang

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan Masyarakat Sumber Tengah masih di bawah rata-rata, bahkan Masyarakat yang tidak tamat SD cukup besar sekitar 13,33 % dari total penduduk yang ada. Remaja yang putus sekolahpun cukup besar sekitar 8,97 % dari total Remaja sekolah.

4. Gambaran Tentang Kenakalan Remaja Di Desa Sumber Tengah Zakiah Daradzat, mendefinisikan kenakalan remaja sebagai anak dari orang kaya yang berpangkat tinggi, yang perilakunya mencuri dan melakukan kejahatan lainnya, yang mana perilaku tersebut dilakukan bukan karena masalah ekonomi, akan tetapi merupakan ungkapan ketidak puasan, kekecewaan atau perasaan tertekan, perasaan kurang diperhatikan, serta kurangnya kasih sayang orang tua dan sebagainya.53 Jadi, dapat didefinisikan bahwa kenakalan remaja merupakan suatu perilaku atau sikap yang tercela yang berdampak negatif terhadap dirinya dan orang lain. Seperti mencuri, mabuk, merokok, dan berkelahi yang akan merugikan bagi dirinya dan bisa menghancurkan impian dan masa depannya kelak. Adapun ciri-ciri kenakalan remaja yang biasanya terdapat pada remaja seperti kurangnya memiliki sifat sopan santun, tutur kata yang kurang sopan, selalu melawan terhadap orang tuanya, tidak pernah menghargai orang lain. Dan adapun bentuk-bentuk kenalan remaja yang ada di desa Sumber Tengah seperti mabuk-mabukan, balap liar, judi, menonton video porno yang berdampak dapat meresahkan warga sekitar, dapat mempengaruhi remaja yang lain.

Namun demikian berdasarkan penelitian ada fenomena lain dalam praktek kenakalan remaja biasanya anak remaja ketika sore berkumpul dibengkel pinggir jalan yang ada di desa Sumber Tengah, bukan hanya satu dua melainkan beberapa remaja dan teman-temannya yang memang

53Sudarsono, Kenakalan Remaja, (Jakarta: Rineka Cipta, 2012), 48.

merupakan anak buah dari yang mempunyai bengkel tersebut. Dan parahnya lagi bukan hanya anak remaja bahkan orang dewasapun juga ikut bergabung. Di bengkel tersebut juga sudah disediakan wi-fi internet gratis jadi banyak sekali remaja yang ada disana untuk mengakses internet, biasanya yang mereka akses seperti game online tapi gamenya lebih ke judi, ada yang menggoda ketika gadis lewat, ada yang menonton youtube bahkan ada juga yang menonton video porno, ada juga yang telephonan dengan pacarnya namun dalam pembicaraannya lebih kepada mesum, ada yang balap liar sampai meresahkan warga sekitar, belum lagi kalau malam minggu, kadang mereka disana iuran untuk membeli minuman keras. Maka dari itu beberapa orang tua juga sampai menjemput anaknya sambil memarahinya bahkan sampai ada yang menyiapkan pelepah untuk memukulnya agar sang anak bisa pulang.

Dokumen terkait