BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
B. Penyajian Data dan Analisis
merupakan anak buah dari yang mempunyai bengkel tersebut. Dan parahnya lagi bukan hanya anak remaja bahkan orang dewasapun juga ikut bergabung. Di bengkel tersebut juga sudah disediakan wi-fi internet gratis jadi banyak sekali remaja yang ada disana untuk mengakses internet, biasanya yang mereka akses seperti game online tapi gamenya lebih ke judi, ada yang menggoda ketika gadis lewat, ada yang menonton youtube bahkan ada juga yang menonton video porno, ada juga yang telephonan dengan pacarnya namun dalam pembicaraannya lebih kepada mesum, ada yang balap liar sampai meresahkan warga sekitar, belum lagi kalau malam minggu, kadang mereka disana iuran untuk membeli minuman keras. Maka dari itu beberapa orang tua juga sampai menjemput anaknya sambil memarahinya bahkan sampai ada yang menyiapkan pelepah untuk memukulnya agar sang anak bisa pulang.
agar tidak terjerumus kearah negatif. Maka peneliti disini juga meneliti kepada 5 remaja yang masih sekolah dan 5 remaja yang putus sekolah dengan beberapa pertanyaan yaitu tentang jenis kenakalan apa saja yang sering mereka lakukan. Dalam hal ini beberapa remaja yang masih sekolah mengatakan seperti yang dikatakan oleh Ridwan : 54
“Saya pernah bohongi orang tua, mabuk, sering kebut-kebutan”.
Ada juga pendapat yang di katakana oleh Nuri :55
“Berjudi, pacaran, mimum minuman keras, balapan liar”.
Pendapat juga yang sama dikatakan Sipol :56
“Pacaran, berkelahi, pernah membuli juga ”.
Disisi lain ada juga pendapat anak yang putus sekolah tentang jenis-jenis kenakalan remaja yang sering mereka lakukan seperti yang dikatankan Firman :57
“Saya pernah jadi anak jalanan bahkan hampir sampai ada konflik dengan warga sekitar karena perbuatan arogan saya dengan teman saya”.
Ada juga remaja Rudi berpendapat bahwa jenis kenakalan yang dilakukannya adalah :58
“Pacaran, Judi, berkelahi, nonton video porno”.
54Ridwan, Wawancara Tentang Faktor Terjadinya Kenakalan Remaja , Desa Sumber Tengah, 13 Agustus 2021.
55Nuri, Wawancara Tentang Faktor Terjadinya Kenakalan Remaja, Desa Sumber Tengah, 13 Agustus 2021.
56Sipol, Wawancara Tentang Faktor Terjadinya Kenakalan Remaja, Desa Sumber Tengah, 15 Agustus 2021.
57 Firman, Wawancara Tentang Faktor Terjadinya Kenakalan Remaja, Desa Sumber Tengah, 18 Agustus 2021.
58 Rudi, Wawancara Tentang Faktor Terjadinya Kenakalan Remaja, Desa Sumber Tengah, 18 Agustus 2021.
Berdasarkan hasil wawancara menurut beberapa anak remaja tersebut dapat diambil kesimpulannya bahwa jenis-jenis kenakalan remaja yang sering mereka lakukan adalah, kebut-kebutan dijalan, arogan, pacarana, judi, bohongi orang tua, balapan liar, nonton video porno
Keluarga adalah lingkungan utama untuk membesarkan, mendewasakan, serta mendidik anak. Keluarga juga adalah orang tua yang pertama dan utama mengetahui tingkah laku atau perbuatan anak. Maka disini peneliti juga meneliti tentang apa saja jenis-jenis kenakalan remaja yang dilakukan oleh anaknya. Seperti yang dikatakan oleh Bapak Asbulla beliau mengatakan :59
“Kenakalan yang pernah anak saya lakukan seperti balapan liar, minta sesuatu yang berlebihan, selalu menantang orang tua”.
Ada juga pendapat dari Bapak Siddiq beliau mengatakan :60
“Kenakalan anak saya yang terjadi seperti balapan liar, judi, pacaran”.
Ada juga pendapat yang sama seperti dikatakan oleh Bapak Burhanuddin selaku kepala desa Sumber Tengah beliau mengatakan :61
“Kenakalan yang sering dilakukan oleh remaja di Desa Sumber Tengah Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso ini seperti, mabuk-mabukan, balapan liar, nonton video porno, dan lain-lain”.
59 Asbulla, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam, Desa Sumber Tengah, 09 Agustus 2021.
60 Siddiq, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam, Desa Sumber Tengah, 09 Agustus 2021
61 Burhanuddin, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam, Desa Sumber Tengah, 31Juli 2021.
Berdasarkan hasil wawancara menurut beberapa orang tua dan kepala desa tersebut dapat diambil kesimpulannya bahwa jenis-jenis kenakalan remaja yang sering remaja lakukan di desa Sumber Tengan seperti, kebut-kebutan dijalan, balapan liar, judi, pacaran, nonton video porno kenakalan lainnya.
2. Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja di Desa Sumber Tengah Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso
a. Faktor Internal faktor yang berasal dari remaja itu sendiri
Faktor internal yaitu faktor yang disebabkan dari diri sendiri remaja yang akan membawa dampak tersendiri sesuai perilakunya.
Dalam penelitian ini peneliti juga meneliti kepada 5 remaja yang masih sekolah tentang mengapa anda melakukan kenakalan remaja ? seperti yang dikatakan oleh salah satu remaja Levi mengatakan :62
“Saya melakukan kenakalan itu hanya ingin memuaskan masa muda saya”.
Berdasarkan hasil wawancara menurut remaja tersebut dapat diambil kesimpulannya bahwa remaja melakukan kenakalannya karena hanya ingin memuaskan masa mudanya. Maka dari hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya kenakalan remaja karena tanpa melihat hal apapun yang penting remaja senang walaupun yang dilakukan tidak baik.
62 Lefi, Wawancara Tentang Faktor Terjadinya Kenakalan Remaja, Desa Sumber Tengah, 15 Agustus 2021.
Dilain sisi peneliti juga meneliti kepada 5 remaja yang putus sekolah, salah satunya seperti yang di katakan oleh Taufiq :63
“Saya melakukan hal seperti itu orang tua tidak pernah memarahi saya”.
Berdasarkan hasil wawancara menurut remaja tersebut dapat diambil kesimpulannya bahwa remaja melakukan kenakalannya karena tidak ada halangan dari orang tuanya. Maka dari hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya kenakalan remaja karena remaja yang kurang pengawasan dari orang tuanya akan selalu mudah untuk melakukan kenakalannya.
Selain itu peneliti juga meneliti kepada 5 remaja yang masih sekolah dan 5 remaja yang putus sekolah tentang apakah anda tidak pernah memilah dan milih teman bergaulnya antara teman yang baik ataukah teman yang buruk. Ada salah satu remaja yang masih sekolah beliau mengatakan yang dikatakan oleh Wahid :64
“Saya tidak pernah memilih teman walaupun yang saya temani anak yang nakal. Karena mencari teman itu sulit jika kita masih memilih-milih untuk berteman”.
Ada juga salah satu remaja yang putus sekolah mengatakan seperti yang dikatakan oleh remaja Rudi yaitu :65
“Saya orangnya netral yang penting dia nyaman untuk dijadikan teman”.
63 Taufiq, Wawancara Tentang Faktor Terjadinya Kenakalan Remaja, Desa Sumber Tengah, 15 Agustus 2021.
64Wahid, Wawancara Tentang Faktor Terjadinya Kenakalan Remaja, Desa Sumber Tengah, 15 Agustus 2021.
65Rudi, Wawancara Tentang Faktor Terjadinya Kenakalan Remaja, Desa Sumber Tengah, 18 Agustus 2021.
Berdasarkan hasil wawancara menurut remaja tersebut dapat diambil kesimpulannya bahwa tidak pernah memilah dan memilih teman. Maka dari hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya kenakalan remaja karena mereka tidak memilah dan memilih sebagai teman bergaulnya, antara teman itu baik ataupun teman itu buruk. Jika anak remaja itu bermain dengan temannya yang nakal sehingga dengan sendirinya anak remaja tersebut bisa mengikuti tingkah laku buruk temannya.
Pertanyaan berikutnya peneliti meneliti tentang apakah remaja mengikuti tingkah laku temannya walaupun dalam hal sisi negatif seperti yang dikatakan oleh salah satu remaja Lefi yang masih sekolah beliau mengatakan 66
“Kalau saya mengikuti karena saya tidak enak sama ajakan teman kalau saya nolak takut di musuhin”.
Ada juga pendapat dari salah satu remaja yang putus sekolah seperti yang dikatakan Firman ia mengatakan :67
“Karena kemauannya saya sendiri”.
Berdasarkan hasil wawancara menurut remaja tersebut dapat diambil kesimpulannya bahwa anak remaja dengan ikut-ikutan teman rata-rata ikut-ikutan semua entah yang dilakukan hal keburukan. Hal ikut-ikutan inilah yang akan membawa remaja tersebut terjerumus kedalam kenakalan remaja. Karena banyak orang tua mereka yang
66 Lefi, Wawancara Tentang Faktor Terjadinya Kenakalan Remaja , Desa Sumber Tengah, 15 Agustus 2021.
67Firman, Wawancara Tentang Faktor Terjadinya Kenakalan Remaja , Desa Sumber Tengah, 18 Agustus 2021.
tidak mengetahui dengan tingkah laku anaknya diluar pengawasan orang tuanya dan tidak dapat memberi hukuman atau teguran apapun sehingga anaknya terus merasa nyaman dengan suatu keburukan yang dilakukan seperti balapan liar, mabuk-mabukan, dan hal negatif lainnya yang mereka lakukan.
Lalu peneliti disini juga meneliti tentang apakah orang tua anda tidak mengawasinya ?. Ada salah satu remaja yang masih sekolah berpendapat Seperti yang dikatakan Ridwan :68
“Saya tidak pernah diawasi orang tua jika bermain diluar”.
Salah satu anak remaja yang putus sekolah juga berpendapat seperti yang dikatakan oleh Robi: 69
“Saya tidak pernah dimarahi orang tua karena saya lahir dari orang tua yang broken home jadi saya dibiarkan saja”.
Berdasarkan hasil wawancara menurut remaja tersebut dapat diambil kesimpulannya bahwa mereka selalu berbuat keburukan karena kurangnya orang tua dalam mengontrol anak diluar pengawasan orang tuanya, sehingga anak tidak ada tekanan apapun dari orang tuanya walaupun itu teguran atau hukuman karena keluarga yang broken home. Jadi anak remaja tersebut merasa nyaman dengan perbuatan yang ia lakukan bahkan perbuatan mereka sampai meresahkan warga sekitar.
68Ridwan, Wawancara Tentang Faktor Terjadinya Kenakalan Remaja , Desa Sumber Tengah, 13 Agustus 2021.
69Robi, Wawancara Tentang Faktor Terjadinya Kenakalan Remaja , Desa Sumber Tengah, 13 Agustus 2021.
b. Faktor Eksternal yang berasal dari luar 1) Keluarga
Didalam keluarga banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kenakalan remaja seperti faktor dalam memberi kebutuhan atau keingingan anak yang kurang terpenuhi seperti yang di katakan Bapak Asbulla yaitu :70
“Kebutuhan anak saya rasa sudah memperhatikan namun kadang anak mintanya yang aneh-aneh tidak saya turuti seperti motor yang lebih mahal karena saya juga meminimalisir uang untuk kebutuhan hidup, selain itu ya dibimbing saja agar anak berhenti melakukan kenakalannya”.
Ada juga seperti yang dikatakan Ibu Sulastri mengatakan :71
“Kalau masalah kebutuhan saya ingin memenuhi cuma masalah ekonomi saya saja yang kurang mampu, kadang anak memang marah-marah kalau sudah minta sesuatu cuma saya biarkan saja mau bagaimana lagi jika ekonomi saya hanya semampu itu, yang penting anak terus dinasehati”.
Pendapat yang sama seperti yang dikatakan Ibu Misnati :72
“Sebagai orang tua untuk kebutuhan anak ingin memenuhi cuma karena faktor kurangnya ekonomi saya, makan saja seadanya karena didalam keluarga hanya tinggal saya saja sebagai orang tuanya yang penting anak terus diberi arahan agar berhenti nakalnya”.
70Asbulla, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam, Desa Sumber Tengah, 09 Agustus 2021.
71Sulastri, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam , Desa Sumber Tengah, 07 Agustus 2021.
72Misnati, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam , Desa Sumber Tengah, 04 Agustus 2021.
Berdasarkan hasil wawancara menurut beberapa orang tua tersebut dapat diambil kesimpulannya bahwa sudah memperhatikan kebutuhan anak namun anak terkadang mintanya yang aneh-aneh walaupun sudah mempunyai sesuatu yang sama namun ingin yang lebih bagus sedangkan kebutuhan orang tua masih banyak, bahkan ada juga yang sampai marah-marah karena permintaan anak yang tidak dituruti. Maka dari itu kurangnya memenuhi kebutuhan anak juga dapat menyebabkan terjadinya kenakalan remaja seperti mencuri, malak, merampok dan lain sebagainya.
Ada juga faktor gagalnya dalam menerapkan peraturan kepada anak seperti yang dikatakan Ibu Mukmina bahwasanya beliau mengatakan:73
“Kalau saya sudah menerapkan peraturan apalagi sudah terlibat dalam kenakalan remaja pasti saya lebih menerapkannya, tapi ya itu kadang anak suka membantah”.
Hal yang sama seperti dikatakan oleh Ibu Martini:74
“Kalau saya tetap menerapkan peraturan namun anak terdakadang suka ngeyel jika diberitahu”.
Ada juga pendapat yang hampir sama seperti yang dikatakan Ibu Hernanik :75
73Mukmina, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam , Desa Sumber Tengah, 10 Agustus 2021.
74Martini,Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam , Desa Sumber Tengah, 11 Agustus 2021.
“Kalau saya menerapkan peraturan bahkan harus lebih ketat lagi tapi ketika saya bilang ini itu kepada anak kadang anak tidak mau mendengarkan yang penting saya terus berusaha untuk menerapkan peraturan kepada anak”.
Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat diambil kesimpulannya bahwasanya sudah menerapkan peraturan namun tanggapan anaknya rata-rata tidak ingin mendengarkan apa yang disampaikan oleh orang tuanya, suka ngeyel dan suka membantah apabila orang tua memberikan peraturan. Jadi menerapkan peraturan yang gagal kepada anak juga dapat menyebabkan terjadinya kenakalan remaja karena orang tua sudah mengarahkan kepada hal-hal kebaikan namun anak menyangkal dengan peraturan yang diberikan oleh orang tuanya sehingga anak tidak mempunyai aturan yang baik bahkan anak tidak berakhlaq mulia terhadap orang tuanya dan orang lain disekitarnya.
Selain itu ada juga faktor karena tidak ada batasan waktu anak bermain diluar pengawasan orang tua seperti yang dikatakan Ibu Hernanik beliau mengatakan :76
“Kalau saya sendiri disamping saya sibuk bekerja saya juga jarang mendampingi anak ketika bermain, jika saya mengetahui anak saya berada dalam posisi kenakalannya maka saya lebih membatasi jam bermainnya. Namun, apakah benar-benar diterapkan atau tidak sama anak yang penting saya berusaha membuat anak selalalu baik”.
75Hernanik, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam , Desa Sumber Tengah, 07 Agustus 2021.
76Hernanik, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam , Desa Sumber Tengah, 07 Agustus 2021.
Ada juga pendapat yang hampir sama seperti yang dikatakan Ibu Sulastri :77
“Sudah membatasi cuma anak tetap tidak terkontrol dalam jam bermainnya, kalau saya yang penting anak ada izin mau bermain dimana, agar orang tua dapat mengontrolnya”.
Ada juga pendapat yang sama seperti yang dikatakan Ibu Mukmina : 78
“Kalau saya terus membatasi tapi anak tidak pernah menuruti dan bahkan selalu melawan”.
Berdasarkan hasil wawancara menurut beberapa orang tua tersebut dapat diambil kesimpulannya bahwa dalam memberi batasan jam bermain kepada anak ada yang tidak membatasi ada juga yang membatasi namun anak tidak pernah menuruti perintah orang tuanya. Jadi ketika orang tua gagal dalam membatasi jam bermain anak maka anak bisa lalai dalam hal yang dapat membuat anak jadi lebih baik seperti lalai dalam beribadah, lalai dalam belajar, dan hal kebaikan lain sebagainya sehingga bisa menjadikan anak kurang memahami mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang buruk karena kehidupan sehari-harinya hanya dipenuhi dengan bermain saja.
Selain batasan jam bermain ada juga faktor dalam memberikan batasan tentang hal teman bermainnya lebih-lebih
77Sulastri, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam , Desa Sumber Tengah, 07 Agustus 2021.
78Mukmina, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam, Desa Sumber Tengah, 10 Agustus 2021.
teman sebaya yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja seperti yang sampaikan Bapak Siddiq mengatakan :79
“Saya juga membatasi teman bergaulnya, tapi jika anak bermain dengan temannya diluar pengawasan orang tua saya tidak tahu dia bermain dengan siapa yang penting terus berusaha mengingatkan agar untuk tidak menirukan sifat buruk temannya”.
Sama seperti yang dikatakan Bapak Nusi :80
“Kalau saya bukan membatasi teman bergaulnya, namun hanya memberikan nasehat untuk tidak ikut perbuatan buruk temannya. karena kalau anak dilarang bermain dengan temannya takutnya malah dimusuhin”.
Ada juga pendapat yang sama seperti yang dikatakan Ibu Mukmina:81
“Sudah saya memberi tahu berkali-kali namun anak selalu melawan, alasannya tidak ada teman lagi. Biarkan anak merasakan imbasnya sendiri”.
Berdasarkan hasil wawancara tersebut bisa diambil kesimpulannya bahwa masalah membatasi teman bermainnya orang tua tidak terlalu membatasi namun hanya saja menasehati, ada juga yang sudah membatasi namun anak selalu melawan, alasannya tidak ada teman lagi. Jadi jika orang tua yang gagal dalam membatasi teman bergaulnya anak maka anak bisa
79Siddiq, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam, Desa Sumber Tengah, 09 Agustus 2021.
80Nusi, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam, Desa Sumber Tengah, 05 Agustus 2021.
81Mukmina, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam, Desa Sumber Tengah, 10 Agustus 2021.
mempengaruhi perbuatan buruk temannya yang dapat menyebabkan terjadinya kenakalan remaja”.
Selain dari faktor tersebut ada juga faktor orang tua tidak meberikan hukuman pada anaknya ketika anak membuat masalah.
Seperti yang di katankan Ibu Mukmina :82
“Kalau saya memang tidak pernah memberikan hukuman, bagaimanapun anak tetap melanggar, percuma”.
Ada juga pendapat yang sama seperti yang di katakan Ibu Martini :83
“Kalau saya tidak pernah menghukum anak. Paling tidak menasehati kadang memarahinya”.
Pendapat yang sama dikatakan Ibu Hernanik :84
“Kalau tidak pernah menghukum anak, karena saya sibuk bekerja, percuma saya menghukum jika dibelakang saya anak tetap melanggarnya. Tapi setiap hari saya memberi nasehat”.
Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat diambil kesimpulannya bahwasanya orang tua tidak pernah memberi hukuman kepada anaknya dengan alasan anak sering melanggar walaupun diberi hukuman, ada juga karena orang tuanya sibuk bekerja. Jadi ketika anak ada masalah dalam hal bergaulnya namun tidak diberikan hukuman maka anak selalu mengentengkan
82Mukmina, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam, Desa Sumber Tengah, 10 Agustus 2021.
83Martini, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam, Desa Sumber Tengah, 11 Agustus 2021.
84Hernanik, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam, Desa Sumber Tengah, 07 Agustus 2021.
akan suatu perbuatannya, seperti perbuatan yang buruk. Maka hal tersebut dapat menjadikan terjadinya kenakalan remaja.
2) Lingkungan
Lingkungan tidak selalu baik dan menguntungkan, didalam lingkungan banyak dihuni oleh anak remaja dan orang dewasa ada juga anak remaja yang kriminal bahkan dan yang anti sosial. Maka lingkungan sangat berpengaruh dengan adanya kenakalan remaja.
Oleh karena itu, pergaulan remaja harus benar-benar di perhatikan oleh orang tua.
Menurut Bapak Burhanuddin faktor yang mendorong anak remaja untuk melakukan kenakalannya beliau mengatakan:85
“Kenakalan anak remaja mayoritas dari temannya sendiri, karena anak diusia remaja itu masih seru-serunya bermain dengan temannya, apabila remaja itu berteman dengan anak yang tepat maka dia akan menjadi baik. Apabila remaja itu bermain dengan teman yang salah remaja itu ikutan nakal, misalkan anak pondok ketika pulang dari pondoknya lalu ia bersama dengan orang yang nakal maka ia juga terpengaruh nakal maka tidak jarang anak remaja di Desa Sumber Tengah ini banyak yang melakukan kenakalan remajanya karena faktor tersebut, contoh kenakalan yang sering terjadi di Desa sumber Tengah ini seperti balapan liar, kebut-kebutan dijalan sampai meresahkan warga karena dengan kenalpot racingnya yang sangat tidak enak didengarkan,minum-minuman keras, narkoba, nonton video porno, berjudi dan lain sebagainya”.
Berdasarkan hasil wawancara menurut Bapak Burhanuddin dapat diambil kesimpulannya bahwa faktor yang mendorong anak remaja untuk melakukan kenakalannya mayoritas dari pergaulan
85Burhanuddin, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam, Desa Sumber Tengah, 31 Juli 2021.
temannya sendiri. Jadi semua para orang tua disini harus lebih mengontrol lagi akan perbuatan anaknya, jika orang tua lalai dalam mengawasi anaknya maka dapat menyebabkan terjadinya kenakalan remaja. Seperti yang dikatakan Bapak Burhanuddin beliau mengatakan : 86
“Nakalnya anak remaja juga bisa disebabkan orang tuanya yang kurang memperhatikan anaknya, karena orang tuanya sibuk dengan pekerjaannya bahkan sampai tidak mengurusi anaknya sama sekali sehingga anak remaja itu bisa melakukan tindakan negatif seperti mabuk-mabukan, berjudi, balapan liar lainnya karena anak remaja tersebut sudah merasa bebas dari pengawasan orang tuanya”.
Berdasarkan hasil wawancara menurut Bapak Burhanuddin dapat diambil kesimpulannya bahwasanya nakalnya anak remaja bisa disebabkan karena orang tua yang kurang memperhatikan anaknya karena selalu sibuk dalam pekerjaannya maka anak remaja tersebut bisa melakukan tindakan negatif karena sudah merasa bebas dari pengawasan orang tuanya yang akhirnya meresahkan warga desa Sumber Tengah.
3. Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam di Desa Sumber Tengah Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso.
Orang tua melahirkan anak wajib dipelihara dan dibesarkan didalam keluarga. Sebelum anak beradaptasi dengan lingkungan sekitar, maka harus terlebih dahulu beradaptasi dengan lingkungan keluarganya.
86Burhanuddin, Wawancara Tentang Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Perspektif Hukum Keluarga Islam, Desa Sumber Tengah, 31 Juli 2021.