METODE PENELITIAN
A. PENDEKATAN DAN JENIS PENELITIAN
Fokus penelitian adalah Implementasi Pendidikan Akhlak melalui Program Boarding School di SMA AL-Izzah Islamic Boarding School Batu. Untuk menjawab fokus penelitian tersebut dibutuhkan subfokus yang mempertanyakan mengenai Implementasi Pendidikan Akhlak melalui Program Boarding School di SMA AL-Izzah Islamic Boarding School Batu
Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (case study) karena penelitian ini berupaya menggambarkan dan menganalisis fenomena atau gejala yang terjadi dengan interpretasi yang tepat pada implementasi pendidikan akhlak siswa melalui program Islamic Boarding School yang telah diorganisir oleh sekolah, bagaimana sistem boarding school diperuntukkan sebagai upaya pendidikan akhlak peserta didik, serta bagaimana peran serta tenaga pengajar dan pengasuh asrama.
Fokus penelitian yang demikian, menurut Yin lebih bersifat
eksplanatori dan lebih mengarah ke penggunaan strategi studi kasus.85 Untuk
itu penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Menurut Bogdan dan Taylor, sebagaimana dikutip Moleong mendefinisikan metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang
85
Robert K. Yin, Case Study Research: Design and Methods (Newbury Park, CA: Sage, 1984), hal. 18.
menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lesan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Pendekatan ini diarahkan pada latar dan inividu tersebut secara holistic (utuh). Jadi, dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi kedalam variable atau hipotesis, tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan. Sedangkan menurut Kirk dan Miller (dalam Moleong), mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasannya dan dalam peristilahannya.86
Menurut Danzin dan Lincoln (1987), penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai
metode yang ada.87
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggambarkan isi data yang ada, dalam hal ini adalah bagaimana model pembinaan sikap dan perilaku keberagamaan peserta didik melalui program Islamic Boarding School. Pendapat Moelong dalam bukunya Metodologi Penelitian Pendidikan bahwa :
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek peneliti misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahsa dalam bentuk
86
Lexy J. Moelong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung, Remaja Rosda Karya, 2000), hal. 3
87
Lexy J. Maleong, ”Metodologi Penelitian Kualitatif” (Bandung: Remaja Rosdakarya Offset, 2008) , hal. 4-5
konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai
metode alamiah.88
Studi kasus sendiri dapat diartikan sebagai: an intensive, holistic
description and analysis of a single instance, phenomenon, or social unit.89
Pengertian tersebut memberikan pengertian bahwa pada dasarnya studi kasus merupakan suatu strategi penelitian yang mengkaji secara rinci atas suatu latar atau satu orang subjek atau satu peristiwa tertentu.
Studi kasus adalah bentuk penelitian yang mendalam tentang suatu aspek lingkungan sosial termasuk manusia di dalamnya. Studi kasus dapat dilakukan terhadap individu (misalnya suatu keluarga), segolongan manusia (guru, karyawan), lingkungan hidup manusia (desa, sektor kota) dan lain sebagainya. Bahan studi kasus dapat diperoleh dari sumber-sumber seperti laporan pengamatan, catatan pribadi, kitab harian atau biografi orang yang diselidiki, laporan atau keterangan dari orang yang banyak tahu tentang hal itu.90
Dipilihnya studi kasus sebagai rancangan penelitian karena peneliti beranggapan bahwa penelitian ini akan lebih mudah dijawab dengan studi kasus, dengan alasan:
1. studi kasus dapat memberikan informasi penting mengenai hubungan antara variable serta proses-proses yang memerlukan penjelasan dan pemahaman yang lebih luas.
88
Moleong, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2002), hal. 6. 89
Yesim Ozbarlas, Perspectives on Multicultural Education: Case Studies Of A German And An
American Female Minority Teacher, A Dissertation, not Published (Atlanta: The College of
Education in Georgia State University, 2008), hal. 60 90
2. studi kasus memberikan kesempatan untuk memperoleh wawancara mengenai konsep-konsep dasar perilaku manusia, dengan melalui penyelidikan intensif peneliti dapat menemukan karakteristik dan hubungan-hubungan yang mungkin tidak di duga sebelumnya.
3. studi kasus dapat menyajikan data-data dan temuan yang sangat berguna sebagai dasar untuk membangun latar permasalahan bagi perencanaan penelitian yang lebih besar dan mendalam dalam rangka pengembangan ilmu-ilmu sosial. 91
Dalam studi kasus ini peneliti menggunakan penelitian dengan menggunakan studi kasus tunggal. Studi kasus tunggal yang peneliti maksud adalah menyajikan uji kritis suatu teori yang signifikan, dalam rancangan studi kasus tunggal ini, seperti yang diungkapkan oleh Neal Gross memfokuskan pada sebuah sekolah dalam bukunya implementing organizational innovations (1971). Sekolah tersebut dipilih karena memiliki
sejarah inovasi.92 Sedangkan dalam penelitian ini memfokuskan pada
Implementasi Pendidikan Akhlak melalui Program Boarding School di SMA
Al-Izzah Islamic Boarding School. Lebih jelasnya seperti dijelaskan berikut ini.
Tabel 3. 1. Tipe Desain Rancangan Penelitian (Sumber: Robert:2002)
Desain Kasus Tunggal Desain-desain Multi Kasus
Tipe – 1 Tipe - 3
Tipe – 2 Tipe - 4
91
Abdul Aziz, Memahami Fenomena Sosial Melalui Studi Kasus: Kumpulan Materi Pelatihan
Metode Kualitatif (Surabaya : BMPTSI Wilayah VII Jawa Timur, 1998), hal. 6
92
Robert K.Yin, Case Study research Design and Methods, Edisi Bahasa Indonesia oleh Djauzi Muzakir, Studi Kasus Desain dan Metode (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2002), `hlm. 48.
Dalam studi kasus, keempat tipe desainnya adalah seperti yang tergambar dalam matrik di atas, tipe (1) desain kasus tunggal holistik, (2) desain kasus tunggal terjalin (embeded), (3) desain multi kasus holistik, dan (4) desain multi kasus terjalin.93 Jadi dalam rancangan penelitian ini peneliti menggunakan rancangan studi kasus tipe-1, yaitu kasus tunggal holistik. Studi kasus tunggal ini akan mendeskripsikan Implementasi Pendidikan Akhlak melalui Program Boarding School di SMA Al-Izzah Islamic Boarding School. Alasan lain dikatakan studi kasus tunggal, karena penelitian ini menggunakan satu obyek/satu (kasus) di satu tempat yaitu di SMA AL-Izzah Islamic Boarding School.
Studi kasus holistik yang penulis maksud adalah berada dalam satu tempat penelitian, analisisnya meliputi Implementasi Pendidikan Akhlak melalui Program Boarding School dengan menggunakan perspektif program boarding school sebagai bentuk upaya pendidikan akhlak, kasus tersebut tersebut akan dilakukan di satu tempat yakni di SMA AL-Izzah Islamic Boarding School. Inilah studi kasus holistic yang penulis maksud.