• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Pendekatan dan Metode Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan menggunakan metode pendekatan sastra struktural dengan teknik analisis penelitian analisis isi atau konsep. Menurut Sugiyono (2016) metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Makna adalah data yang sebenarnya, data yang pasti merupakan suatu nilai di balik data yang tampak.”(h.9). Data tersebut nantinya akan diteliti secara mendalam berdasarkan apa yang akan diteliti. Penelitian kualitatif menggunakan metode kualitatif yaitu pengamatan (observasi), wawancara, atau penelaahan dokumen,”(Moleong,2016, h.9). Tahapan tersebut dilakukan secara urut, peneliti berhadapan langsung dengan responden untuk mengambil data yang akan diteliti.

Peneliti menggunakan metode pendekatan struktural dengan teknik analisis isi atau konsep. Pendekatan ini melakukan, “Penelaah secara intrinsik atau dari dalam karya itu sendiri, maka yang harus dikaji adalah dari aspek tema, alur, latar, penokohan, gaya penulisan serta hubungan harmonis antar aspek yang mampu membuat menjadi satu karya,” (Bahtiar, Hapsari, Sulistjani & Ahmad, 2017, h. 154). Penulis akan mengkaji gaya Bahasa (majas) perbandingan dan mengklasifikasikannya, apakah terdapat penerapan gaya bahasa perbandingan disekolah.

29 B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat penelitian

Penelitian ini bertempat di Tangerang, dilakukan di SMA Negeri 9 Kota Tangerang, Jl. Haji Jali No.9, Kunciran Jaya, Kec.Pinang, Kota Tangerang Provinsi Banten.

2. Waktu penelitian

Penelitian dimulai dari pengajuan judul sampai dengan pada ujian skripsi sesuai dengan waktu yang ditentukan dan dapat dilihat dengan tabel di bawah ini.

Tabel 3.1

Waktu penelitian

NO KEGIATAN WAKTU KET

1. Pengajuan judul Juli 2019

2. Bimbingan proposal Januari- April 2020 3. Seminar proposal skripsi Mei 2020

4. Bimbingan dan revisi hasil seminar

Mei –Juni 2020

5. Pembuatan instrument penelitian Mei-Juni 2020

6. Pengumpulan data Juni 2020

7. Pengolahan data dan analisis data Juni 2020

8. Ujian skripsi Juli 2020

30 C. Sumber dan Jenis Data Penelitian

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebuah puisi karya siswa kelas X (Sepuluh) SMA Negeri 9 Kota Tangerang. Sedangkan, jenis data penelitian kualitatif terbagi menjadi 2:

1) Data primer

Pengertian Data primer adalah sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung baik melalui dokumentasi, wawancara dengan sumber aslinya atau informan, pendapat dari individu atau kelompok (orang) maupun hasil observasi dari suatu obyek, kejadian atau hasil pengujian (benda). Sumber data primer ini dengan teknik dokumentasi didapatkan melalui buku atau karya sastra yang telah terdokumentasi, melalui wawancara dapat dilakukan dengan cara mendatangi langsung narasumber atau tempat-tempat yang ingin diobservasi. Namun,cara ini memakan waktu lebih lama.

Dalam penelitian ini, peneliti mendapatkan data primer melalui teknik dokumentasi puisi khususnya dari larik-larik puisi yang mengandung gaya bahasa perbandingan khususnya metafora, pleonasme, personifikasi, tautology, perumpamaan, periphrasis, dipersonifikasi, antisipasi, alegori, korekasio, antithesis pada karya siswa kelas X SMA 9 Negeri Kota Tangerang.

31 2) Data sekunder

Pengertian Data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh melalui media tidak langsung seperti: buku, catatan, bukti yang telah ada, atau arsip. Baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan secara umum. Jika sumber data primer dilakukan dengan cara mendatangi langsung objek yang ingin diteliti, maka bebeda dengan sumber data sekunder. Sumber data sekunder ini objeknya lebih mudah untuk dikerjakan dan tidak terlalu memakan waktu yang lama karena bisa dikerjakan dimanapun.

D. Teknik Pengumpulan Data a) Observasi

Observasi adalah kegiatan pengamatan langsung ke tempat objek yang akan diteliti. Dalam penelitian observasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, rekaman gambar, rekaman suara, dan sebagainya. Peneliti menggunakan observasi nonpartisipan karena peneliti tidak terlibat langsung dengan aktivitas dan hanya sebagai pengamat independen.

Peneliti mencatat, menganalisis dan selanjutnya membuat kesimpulan.

b) Wawancara

Wawancara adalah, “Sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara,” (Ismawati, 2016, h.90). Dengan melakukan wawancara maka akan mendapatkan informasi yang kita dibutuhkan. Wawancara yang dilakukan peneliti

32 adalah wawancara tidak terstruktur atau wawancara bebas, peneliti tidak menggunanakan pedoman wawancara untuk mengumpulkan data.

Peneliti hanya mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden yang gunanya untuk mendukung data yang didapatkan dari larik-larik puisi yang mengandung gaya bahasa perbandingan dalam karya puisi yang ditulis oleh responden.

c) Dokumentasi

Dokumentasi yaitu mengumpulkan data benda-benda tertulis seperti buku, dokumen, foto, lembar kerja siswa dan sebagainya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dokumentasi fotografi dan lembar kerja siswa. Adapun langkah-langkah yang dilakukan peneliti dalam teknik pengumpulan data yaitu sebagai berikut:

1. Mengumpulkan puisi-puisi karya siswa yang telah dibuat oleh siswa kelas X (sepuluh).

2. Menandatai larik-larik puisi yang mengandung bahasa perbandingan dan menaganalisisnya berdasarkan gaya bahasa perbandingan metafora, pleonasme, personifikasi, tautology, perumpamaan, periphrasis, dipersonifikasi, antisipasi, alegori, korekasio, antitesis

3. Mengklasifikasikan atau mengelompokan data sesuai dengan unsur gaya bahasa perbandingan dipakai oleh kebanyakan siswa.

4. Mendeskripsikan data sesuai dengan klasifikasi unsur gaya bahasa perbandingan di dalam tabel instrument.

5. Membahas dan menyimpulkan hasil penelitian.

33 E. Instrument Penelitian

Instrument penelitian adalah,”Sutau alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamatai. Secara spesifik semua fenomena ini disebut variable penelitian,” (Sugiyono, 2016, h.102). Dalam melakukan sebuah penelitian, pada prinsipnya harus melakukan sebuah pengukuran data.

Untuk mengukur data tentu harus menggunakan alat ukur yang baik, agar proses pengolahan data dapat lebih valid dah mudah. Kegiatan yang dilakukan yaitu dengan cara

1. Penelitian sendiri

Peneliti membaca, mengenali dan menganalisis gaya bahasa perbandingan pada kumpulan puisi siswa satu persatu, kemudian mencari ada atau tidak sebuah gaya bahasa (majas) perbandingan apa yang dipakai siswa dalam puisinya.

2. Lembar Klasifikasi Data

Lembar klasifikasi memudahkan peneliti mengklasifikasikan data puisi berdasarkan jenis gaya Bahasa perbandingan seperti tabel dibawah ini:

34 Tabel 3.2

Tabel instrument penelitian No Puisi

Siswa Judul Temuan Gaya Bahasa Perbandingan

KET 2 = Personifikasi 8 = Tautologi 3 = Perumpamaan 9 = Perifrasis 4 = Dipersonifikasi 10 = Antisipasi 5 = Alegori 11 = Korekasio 6 = Antitesis

F. Teknik Analisis Data

Untuk menemukan atau menggambarkan suatu penelitian, pertama-tama peneliti mencatat hasil sumber data, kemudian mengumpulkan sumber data tersebut. Setelah itu, peneliti memilih-milih data yang akan dikaji. Karena yang dikaji adalah sebuah gaya bahasa (majas) perbandingan maka diperlukan penelaahan analisis yang cukup teliti, agar dapat menemukan gaya bahasa (majas) perbandingan dalam puisi. Dalam menyajikan data peneliti menyajikan

35 dalam bentuk tabel. Ada sebelas kolom berisi angka yang disertai keterangan merupakan kode sebuah macam-macam gaya bahasa perbandingan dari 1 sampai 11. Kemudian, setelah selesai melakukan analisis data, penelitit mengelompokan data sesuai dengan table yang dibuat. Peneliti akan mencari kesimpulan apakah sebagian besar puisi yang dibuat siswa kelas X (Sepuluh) SMA Negeri 9 Tangerang sudah menerapkan gaya bahasa perbandingan kedalam puisinya. Peneliti menggunakan teknik analisis semantic dan mengelompokan teori gaya Bahasa Biner dan Feliks.

G. Keabsahan Data

Satori dan Komariah (2017) berpendapat bahwa, “ Suatu penelitian harus mengandung nilai terpecaya dan peneliti harus mampu mempertanggungjawabkan penelitiannya dan meyakinkan kepada halayak bahwa kebenaran hasil penelitiannya dapat dipertanggungjawabkan.

Mempertanggungjawabkan keabsahan suatu penelitian dapat ditelusuri dari cara-cara memperoleh kepercayaan. Penelitian dinyatakan absah apabila memiliki:

1. Keterpercayaan penelitian (Credibility)

Penelitian berangkat dari data. Data adalah segala-galanya dalam penelitian. Alat untuk menjaring data penelitian kualitatif terletak pada penelitiannya yang dibantu dengan metode interview, FGD, observasi, dan studi dokumen. Dengan demikian, yang diuji ketepatannya adalah kapasitas peneliti dalam merancang fokus, menetapkan dan memilih informan, melaksanakan metode pengumpulan data, menganalisis dan

36 menginterpretasi, serta melaporkan hasil penelitian yang kesemuanya itu perlu menunjukan konsistennya satu sama lain.

2. Keteralihan (Transferability)

Suatu penelitisn yang nilai transferabilitasnya tinggi senantiasa dicari orang lain untuk dirujuk, dicontoh, dipelajari lebih lanjut, untuk diterapkan ditempat lain. Oleh karena itu, peneliti perlu membuat laporan yang baik agar terbaca dan memberikan informasi yang lengkap, jelas, sistematis, dan dapat dipercaya. Bila pembaca mendapat gambaran yang jelas dari sutu hasil penelitian dapat dilakukan (transferability), maka hasil penelitian tersebut memenuhi standar transferabilitas.

3. Kebergantungan (Dependability)

Pengujian ini dilakukan dengan mengaudit keseluruhan proses penelitian. Kalau proses penelitian tidak dilakukan dilakukan dilapangan dan datanya ada, maka penelitian tersebut tidak reliabel atau dependable.

Audit dilakukan oleh indepeden atau pembimbing untuk mengaudit keseluruhan aktivitas peneliti dalam melakukan penelitian. Bagaimana peneliti menentukan masalah, memasuki lapangan, menentukan sumber data, melakukan analisis data, melakukan uji keabsahan data, dan membuat kesimpulan. Jika peneliti tidak mempunyai dan tidak dapat menunjukan aktivitas yang dilakukan dilapangan, maka dependabilitas penelitiannya patut diragukan.

37 4. Kepastian (Objectivitas)

Kepastian atau audit kepastian yaitu bahwa data yang diperoleh dapat dilacak kebenarannya dan sumber informannya jelas. Hasil penelitian dikatakan memiliki derajat objektivitas yang tinggi apabila keberadaan data dapat ditelusuri secara pasti dan penelitian dikatakan objektif bila hasil penelitian telah disepakati banyak orang. Untuk menjaga kebenaran dan objektivitas hasil penelitian, perlu dilakukan audit trail yakni, melakukan pemeriksaan guna meyakinkan bahwa hal-hal yang dilaporkan memang demikian adanya.

38 DAFTAR PUSTAKA

Adilla, Ridha AR. 2017. Gaya Bahasa Pada Lirik Lagu Dalam Album Gajah Karya Tulus dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Sastra di SMA. Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni.

Lampung: Universitas Lampung

Ambarita, B & P. Ambarita, DF. 2018. Kritik Sastra, Gaya Bahasa, dan Peribahasa. Bandung: Alfabeta

Bachtiar, Achmad, dkk. 2017. Kajian Puisi. Jakarta: Pustaka Mandiri Dalman. 2016. Keterampilan Menulis. Depok: Rajawali Pers

FKIP UMT. 2019. Pedoman Penulisan Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. UMT :Press

Hudhana, Winda Dwi. 2018. Metode Penelitian Sastra Teori dan Aplikasi.

Yogyakarta: Samudra Biru

Ismawati, Esti. 2016. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Yogyakarta: Penerbiy Ombak

Kurniastuti, Dwi. 2016. Analisis Gaya Bahasa Pada Novel Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA.

Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Purworejo: Universitas Muhammadiyah Purworejo

Lestari, D.L & Aeni, E.S. 2018. “Penggunaan Gaya Bahasa Perbandingan Pada Kumpulan Cerpen Mahasiswa”. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Volume

7, No. 1. http://e-journal.stkipsiliwangi.ac.id (diakses 19 April 2020) Markamah, E.S., Winarni, R., & Slamet, St.Y. 2016. Kajian Puisi. UNS: Press Moleong. 2016. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya

39 Nurgiyantoro, Burhan. 2015. Teori Pengkajian Fiksi. Gajah Mada: University Press Ibrahim, Soleh. 2015. “Analisis Gaya Bahasa Dalam Kumpulan Novel Mimpi Bayang Jingga Karya Sanie B. Kuncoro.” Jurnal Sasindo Unpam, Volume 3,

Nomor 3. http://openjournal.unpam.ac.id (diakses 19 April 2020)

Pradopo, Rachmat Djoko. 2017. Pengkajian Puisi. Gajah Mada: University Press Rachmadhani, Dwi Febriyani. 2017. Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Pada

Puisi Karya Siswa SMA di Yogyakarta. Program Studi Pendidikan Bahasa dan

Sastra Indonesia. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Satori, D & Komariah A. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. IKAPI: Alfabeta Slamet, ST. Y. 2019. Pembelajaran Bahasa dan Sasta Indonesia. UNS: Press.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta

Wahyudi, Danang. 2016. “Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Menggunakan Media Gambar Pada Siswa Kelas V SD Suryodiningratan 2”. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 16 Tahun ke-5. https://eprints.uny.ac.id (diakses 10 April 2020)

Zulfahnur, dkk. 2016. Teori Sastra. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka

40 LAMPIRAN

Lampiran 1

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Sri Amelia dilahirkan di Tangerang Banten, pada tanggal 19 Maret 1998 anak kedua dari tiga bersaudara. Riwayat pendidikan, pada tahun 2010 lulus SD di SDN Kunciran 06 Pinang, Kota Tangerang, lulus dari MTSN Cipondoh tahun 2013 dan lulus SMA di SMA Negeri 9 Tangerang pada tahun 2016. Saat ini sedang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Tangerang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidkan (FKIP) jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Riwayat pendidikan, sejak semester tiga sudah bekerja di TK AS-SHOFA Pinang Kota Tangerang, sampai sekarang. Selain itu juga bekerja sebagai guru les privat di rumah.

41 Lampiran 2:

Jurnal Bimbingan

42

Dokumen terkait