BAB III METODOLOGI PENELITIAN
D. Teknik Pengumpulan Data
Observasi adalah kegiatan pengamatan langsung ke tempat objek yang akan diteliti. Dalam penelitian observasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, rekaman gambar, rekaman suara, dan sebagainya. Peneliti menggunakan observasi nonpartisipan karena peneliti tidak terlibat langsung dengan aktivitas dan hanya sebagai pengamat independen.
Peneliti mencatat, menganalisis dan selanjutnya membuat kesimpulan.
b) Wawancara
Wawancara adalah, “Sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara,” (Ismawati, 2016, h.90). Dengan melakukan wawancara maka akan mendapatkan informasi yang kita dibutuhkan. Wawancara yang dilakukan peneliti
32 adalah wawancara tidak terstruktur atau wawancara bebas, peneliti tidak menggunanakan pedoman wawancara untuk mengumpulkan data.
Peneliti hanya mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden yang gunanya untuk mendukung data yang didapatkan dari larik-larik puisi yang mengandung gaya bahasa perbandingan dalam karya puisi yang ditulis oleh responden.
c) Dokumentasi
Dokumentasi yaitu mengumpulkan data benda-benda tertulis seperti buku, dokumen, foto, lembar kerja siswa dan sebagainya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dokumentasi fotografi dan lembar kerja siswa. Adapun langkah-langkah yang dilakukan peneliti dalam teknik pengumpulan data yaitu sebagai berikut:
1. Mengumpulkan puisi-puisi karya siswa yang telah dibuat oleh siswa kelas X (sepuluh).
2. Menandatai larik-larik puisi yang mengandung bahasa perbandingan dan menaganalisisnya berdasarkan gaya bahasa perbandingan metafora, pleonasme, personifikasi, tautology, perumpamaan, periphrasis, dipersonifikasi, antisipasi, alegori, korekasio, antitesis
3. Mengklasifikasikan atau mengelompokan data sesuai dengan unsur gaya bahasa perbandingan dipakai oleh kebanyakan siswa.
4. Mendeskripsikan data sesuai dengan klasifikasi unsur gaya bahasa perbandingan di dalam tabel instrument.
5. Membahas dan menyimpulkan hasil penelitian.
33 E. Instrument Penelitian
Instrument penelitian adalah,”Sutau alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamatai. Secara spesifik semua fenomena ini disebut variable penelitian,” (Sugiyono, 2016, h.102). Dalam melakukan sebuah penelitian, pada prinsipnya harus melakukan sebuah pengukuran data.
Untuk mengukur data tentu harus menggunakan alat ukur yang baik, agar proses pengolahan data dapat lebih valid dah mudah. Kegiatan yang dilakukan yaitu dengan cara
1. Penelitian sendiri
Peneliti membaca, mengenali dan menganalisis gaya bahasa perbandingan pada kumpulan puisi siswa satu persatu, kemudian mencari ada atau tidak sebuah gaya bahasa (majas) perbandingan apa yang dipakai siswa dalam puisinya.
2. Lembar Klasifikasi Data
Lembar klasifikasi memudahkan peneliti mengklasifikasikan data puisi berdasarkan jenis gaya Bahasa perbandingan seperti tabel dibawah ini:
34 Tabel 3.2
Tabel instrument penelitian No Puisi
Siswa Judul Temuan Gaya Bahasa Perbandingan
KET 2 = Personifikasi 8 = Tautologi 3 = Perumpamaan 9 = Perifrasis 4 = Dipersonifikasi 10 = Antisipasi 5 = Alegori 11 = Korekasio 6 = Antitesis
F. Teknik Analisis Data
Untuk menemukan atau menggambarkan suatu penelitian, pertama-tama peneliti mencatat hasil sumber data, kemudian mengumpulkan sumber data tersebut. Setelah itu, peneliti memilih-milih data yang akan dikaji. Karena yang dikaji adalah sebuah gaya bahasa (majas) perbandingan maka diperlukan penelaahan analisis yang cukup teliti, agar dapat menemukan gaya bahasa (majas) perbandingan dalam puisi. Dalam menyajikan data peneliti menyajikan
35 dalam bentuk tabel. Ada sebelas kolom berisi angka yang disertai keterangan merupakan kode sebuah macam-macam gaya bahasa perbandingan dari 1 sampai 11. Kemudian, setelah selesai melakukan analisis data, penelitit mengelompokan data sesuai dengan table yang dibuat. Peneliti akan mencari kesimpulan apakah sebagian besar puisi yang dibuat siswa kelas X (Sepuluh) SMA Negeri 9 Tangerang sudah menerapkan gaya bahasa perbandingan kedalam puisinya. Peneliti menggunakan teknik analisis semantic dan mengelompokan teori gaya Bahasa Biner dan Feliks.
G. Keabsahan Data
Satori dan Komariah (2017) berpendapat bahwa, “ Suatu penelitian harus mengandung nilai terpecaya dan peneliti harus mampu mempertanggungjawabkan penelitiannya dan meyakinkan kepada halayak bahwa kebenaran hasil penelitiannya dapat dipertanggungjawabkan.
Mempertanggungjawabkan keabsahan suatu penelitian dapat ditelusuri dari cara-cara memperoleh kepercayaan. Penelitian dinyatakan absah apabila memiliki:
1. Keterpercayaan penelitian (Credibility)
Penelitian berangkat dari data. Data adalah segala-galanya dalam penelitian. Alat untuk menjaring data penelitian kualitatif terletak pada penelitiannya yang dibantu dengan metode interview, FGD, observasi, dan studi dokumen. Dengan demikian, yang diuji ketepatannya adalah kapasitas peneliti dalam merancang fokus, menetapkan dan memilih informan, melaksanakan metode pengumpulan data, menganalisis dan
36 menginterpretasi, serta melaporkan hasil penelitian yang kesemuanya itu perlu menunjukan konsistennya satu sama lain.
2. Keteralihan (Transferability)
Suatu penelitisn yang nilai transferabilitasnya tinggi senantiasa dicari orang lain untuk dirujuk, dicontoh, dipelajari lebih lanjut, untuk diterapkan ditempat lain. Oleh karena itu, peneliti perlu membuat laporan yang baik agar terbaca dan memberikan informasi yang lengkap, jelas, sistematis, dan dapat dipercaya. Bila pembaca mendapat gambaran yang jelas dari sutu hasil penelitian dapat dilakukan (transferability), maka hasil penelitian tersebut memenuhi standar transferabilitas.
3. Kebergantungan (Dependability)
Pengujian ini dilakukan dengan mengaudit keseluruhan proses penelitian. Kalau proses penelitian tidak dilakukan dilakukan dilapangan dan datanya ada, maka penelitian tersebut tidak reliabel atau dependable.
Audit dilakukan oleh indepeden atau pembimbing untuk mengaudit keseluruhan aktivitas peneliti dalam melakukan penelitian. Bagaimana peneliti menentukan masalah, memasuki lapangan, menentukan sumber data, melakukan analisis data, melakukan uji keabsahan data, dan membuat kesimpulan. Jika peneliti tidak mempunyai dan tidak dapat menunjukan aktivitas yang dilakukan dilapangan, maka dependabilitas penelitiannya patut diragukan.
37 4. Kepastian (Objectivitas)
Kepastian atau audit kepastian yaitu bahwa data yang diperoleh dapat dilacak kebenarannya dan sumber informannya jelas. Hasil penelitian dikatakan memiliki derajat objektivitas yang tinggi apabila keberadaan data dapat ditelusuri secara pasti dan penelitian dikatakan objektif bila hasil penelitian telah disepakati banyak orang. Untuk menjaga kebenaran dan objektivitas hasil penelitian, perlu dilakukan audit trail yakni, melakukan pemeriksaan guna meyakinkan bahwa hal-hal yang dilaporkan memang demikian adanya.
38 DAFTAR PUSTAKA
Adilla, Ridha AR. 2017. Gaya Bahasa Pada Lirik Lagu Dalam Album Gajah Karya Tulus dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Sastra di SMA. Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni.
Lampung: Universitas Lampung
Ambarita, B & P. Ambarita, DF. 2018. Kritik Sastra, Gaya Bahasa, dan Peribahasa. Bandung: Alfabeta
Bachtiar, Achmad, dkk. 2017. Kajian Puisi. Jakarta: Pustaka Mandiri Dalman. 2016. Keterampilan Menulis. Depok: Rajawali Pers
FKIP UMT. 2019. Pedoman Penulisan Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. UMT :Press
Hudhana, Winda Dwi. 2018. Metode Penelitian Sastra Teori dan Aplikasi.
Yogyakarta: Samudra Biru
Ismawati, Esti. 2016. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Yogyakarta: Penerbiy Ombak
Kurniastuti, Dwi. 2016. Analisis Gaya Bahasa Pada Novel Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA.
Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Purworejo: Universitas Muhammadiyah Purworejo
Lestari, D.L & Aeni, E.S. 2018. “Penggunaan Gaya Bahasa Perbandingan Pada Kumpulan Cerpen Mahasiswa”. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Volume
7, No. 1. http://e-journal.stkipsiliwangi.ac.id (diakses 19 April 2020) Markamah, E.S., Winarni, R., & Slamet, St.Y. 2016. Kajian Puisi. UNS: Press Moleong. 2016. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya
39 Nurgiyantoro, Burhan. 2015. Teori Pengkajian Fiksi. Gajah Mada: University Press Ibrahim, Soleh. 2015. “Analisis Gaya Bahasa Dalam Kumpulan Novel Mimpi Bayang Jingga Karya Sanie B. Kuncoro.” Jurnal Sasindo Unpam, Volume 3,
Nomor 3. http://openjournal.unpam.ac.id (diakses 19 April 2020)
Pradopo, Rachmat Djoko. 2017. Pengkajian Puisi. Gajah Mada: University Press Rachmadhani, Dwi Febriyani. 2017. Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Pada
Puisi Karya Siswa SMA di Yogyakarta. Program Studi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Satori, D & Komariah A. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. IKAPI: Alfabeta Slamet, ST. Y. 2019. Pembelajaran Bahasa dan Sasta Indonesia. UNS: Press.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta
Wahyudi, Danang. 2016. “Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Menggunakan Media Gambar Pada Siswa Kelas V SD Suryodiningratan 2”. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 16 Tahun ke-5. https://eprints.uny.ac.id (diakses 10 April 2020)
Zulfahnur, dkk. 2016. Teori Sastra. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka
40 LAMPIRAN
Lampiran 1
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Sri Amelia dilahirkan di Tangerang Banten, pada tanggal 19 Maret 1998 anak kedua dari tiga bersaudara. Riwayat pendidikan, pada tahun 2010 lulus SD di SDN Kunciran 06 Pinang, Kota Tangerang, lulus dari MTSN Cipondoh tahun 2013 dan lulus SMA di SMA Negeri 9 Tangerang pada tahun 2016. Saat ini sedang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Tangerang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidkan (FKIP) jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Riwayat pendidikan, sejak semester tiga sudah bekerja di TK AS-SHOFA Pinang Kota Tangerang, sampai sekarang. Selain itu juga bekerja sebagai guru les privat di rumah.
41 Lampiran 2:
Jurnal Bimbingan
42