BAB II KAJIAN TEORI
2.3 Pendekatan, Metode, dan Teknik dalam Pembelajaran
2.3.1 Pendekatan-pendekatan dalam Pembelajaran
2.3.1.5 Pendekatan Kooperatif
Pendekatan kooperatif (kooperatif learning) adalah suatu pembelajaran yang berisi serangkaian aktivitas pembelajaran yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga pembelajaran difokuskan pada pertukaran informasi terstruktur antarpembelajar dalam grup yang bersifat sosial dan masing-masing pembelajar bertanggung jawab atas pembelajaran yang mereka jalani (Kagan, 1992: 8 melalui Widharyanto, 2003: 20).
Kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia dalam pendekatan kooperatif perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan semangat
kompetisi secara sehat untuk memperoleh penghargaan, bekerjasama, dan mengembangkan rasa solidaritas. Kegiatan pembelajaran perlu menyediakan tugas-tugas yang memungkinkan siswa bekerja secara mandiri dan bervariasi dengan kerja kelompok (Widharyanto, 2003: 8). Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam penerapan pendekatan kooperatif adalah:
(1) Saling ketergantungan positif, terjadi apabila pencapaian suatu tujuan individual dihubungkan dengan pencapaian tujuan pembelajar lain sehingga terjalin kerjasama yang harmonis antarpelajar.
(2) Tanggung jawab perseorangan, pembelajar harus mempunyai komitmen yang kuat untuk mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya karena dia harus mempertanggungjawabkan aktivitasnya sehingga tidak mengganggu kinerja tim.
(3) Tatap muka, suatu bentuk keterampilan sosial yang memungkinkan pembelajar untuk mencapai tujuan aktivitas dan tugas berbahasa.
(4) Komunikasi antaranggota, memberi bekal keterampilan komunikasi agar siswa bersedia mendengarkan pendapat anggota lain sekaligus dapat menyatakan pendapatnya dengan baik dan komunikatif.
(5) Keberagaman pengelompokan, pembelajar bekerja dalam kelompok yang anggotanya sangat beragam baik dari segi kemampuan, ketertarikan, etnis, maupun jenis kelamin dan status sosial.
Kelas model cooperative learning bertujuan untuk membina pembelajar dalam mengembangkan niat dan kiat bekerja sama dan berinteraksi dengan pembelajar lain. Ada tiga hal penting yang diperhatikan dalam pengelolaan kelas
yang menerapkan pembelajaran kooperatif yaitu (1) pengelompokan heterogen, (2) penumbuhan semangat atau motivasi untuk kerjasama, dan (3) penataan ruang kelas.
Ada tiga keuntungan pengelompokan heterogen. Pertama, pengelompokan heterogen akan memberi kesempatan pada pembelajar untuk saling mengajar dan mendukung. Kedua, kelompok yang beragam akan semakin meningkatkan interaksi antar ras, gender, dan tingkatan lainnya. Ketiga, guru dimudahkan dengan dari pembelajar yang mempunyai kemampuan lebih baik dari pembelajar lain. Penumbuhan semangat saling bekerja sama perlu dilakukan agar setiap pembelajar mau memikirkan pembelajar lainnya. Dengan semangat ini, pembelajar akan mudah menjalin relasi dengan pembelajar lain.
Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam pembelajaran dengan metode kooperatif. Menurut Widharyanto (2003: 20-23), teknik yang dikembangkan berdasarkan metode kooperatif yaitu sebagai berikut.
a. Teknik mencari pasangan
Teknik ini digunakan untuk memahami informasi tertentu yang harus diungkapkan oleh siswa. Prosedurnya yaitu, guru menyiapkan kartu yang berisi topik atau informasi tertentu, kemudian membagi kartu itu kepada siswa. Berdasarkan kartu yang diterimanya, siswa mencari pasangan. Semua informasi yang terkumpul harus dijelaskan oleh siswa dengan bahasa sendiri.
b. Teknik bertukar pasangan
Teknik ini menekankan kinerja siswa dengan siswa lain dalam bertukar informasi. Prosedurnya yaitu, siswa berpasangan lalu mengerjakan tugas dengan
pasangannya. Setiap pasangan bertukar informasi dengan pasangan lain. Kedua pasangan bertukar pasangan dan bertukar informasi. Informasi yang diterimanya disampaikan kepada pasangan semula.
c. Teknik jigsauw
Teknik jigsauw digunakan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa. Prosedurnya yaitu, siswa bergabung dalam kelompok yang terdiri dari empat siswa. Guru memberikan materi kepada setiap siswa. Setiap siswa mengerjakan tugas sesuai dengan materi yang diterimanya. Setiap siswa berbagi hasil kerja dan mendiskusikannya lalu menyajikannya kepada kelompok lain.
d. Teknik paired storytelling
Teknik ini biasa digunakan oleh guru untuk mengajarkan materi pembelajaran yang berupa teks. Prosedurnya yaitu, siswa berpasangan dan mendapat teks yang berbeda. Lalu siswa mengerjakan tugas sesuai dengan teks. Siswa mengarang berdasarkan informasi yang diterima dan menyajikannya kepada pasangannya agar mendapat masukan.
Sedikit berbeda dengan pendapat di atas, Lie (2002: 53-72) memaparkan beberapa teknik yang dapat digunakan dalam pembelajaran kooperatif. Beberapa teknik tersebut akan diuraikan di bawah ini.
1. Mencari Pasangan
Teknik ini mempunyai keunggulan yaitu siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan.
2. Bertukar Pasangan
Keunggulan dari teknik ini adalah memberi kesempatan siswa untuk bekerja sama dengan orang lain.
3. Berpikir-Berpasangan-Berempat
Keunggulan Teknik ini adalah memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain. Keunggulan lainnya yaitu optimalisasi partisipasi siswa.
4. Berkirim Salam dan Soal
Teknik ini memberi kesempatan siswa untuk melatih pengetahuan dan keterampilan mereka. Siswa membuat pertanyaan sendiri, sehingga akan merasa lebih terdorong untuk belajar dan menjawab pertanyaan yang dibuat teman-teman sekelasnya. Teknik ini cocok untuk persiapan menjelang tes dan ujian.
5. Kepala Bernomor
Keunggulan teknik ini adalah memberi kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Teknik ini juga mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka.
6. Kepala Bernomor Terstruktur
Teknik ini memudahkan pembagian tugas. Selain itu, siswa belajar melaksanakan tanggung jawab pribadinya dalam saling keterkaitan dengan rekan-rekan kelompoknya.
7. Dua Tinggal Dua Tamu
Teknik ini memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lain.
8. Keliling Kelompok
Dalam kegiatan keliling kelompok, masing-masing anggota kelompok mendapatkan kesempatan untuk memberikan kontribusi mereka dan mendengarkan pandangan dan pemikiran anggota yang lain.
9. Kancing Gemerincing
Teknik ini memiliki keunggulan yaitu dapat mengatasi hambatan pemerataan kesempatan yang sering mewarnai kerja kelompok. Masing-masing anggota kelompok mendapatkan kesempatan untuk memberikan kontribusi mereka dan mendengarkan pandangan dan pemikiran anggota yang lain.
10. Keliling Kelas
Dalam teknik ini, masing-masing kelompok mendapatkan kesempatan untuk memamerkan hasil kerja mereka dan melihat hasil kerja kelompok lain.
11. Lingkaran Kecil Lingkaran Besar
Teknik ini memiliki keunggulan yaitu adanya struktur yang jelas dan memungkinkan siswa untuk berbagi dengan pasangan yang berbeda. Siswa juga dapat bekerja sama dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi.
12. Tari Bambu
Dalam kegiatan pembelajaran dengan teknik tari bambu, siswa saling berbagi informasi pada saat yang bersamaan. Keunggulan teknik ini adalah adanya struktur yang jelas dan memungkinkan siswa untuk berbagi dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur.
13. Jigsaw
Dalam teknik ini, siswa bekerja dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Guru memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan skemata ini agar bahan pelajaran menjadi lebih bermakna.
14. Bercerita Berpasangan
Dalam teknik ini, guru juga harus memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan skemata ini agar bahan pelajaran menjadi lebih bermakna. Kegiatan ini dapat merangsang kemampuan berpikir dan berimajinasi siswa. Buah-buah pemikiran mereka akan dihargai, sehingga siswa merasa makin terdorong untuk belajar. Siswa bekerja dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi.