EMISI DARI BIOMAS TUMBUHAN
3.2 Faktor emis
3.2.2 Pendekatan perhitungan emisi dari perubahan tutupan lahan
Terdapat dua pendekatan untuk perhitungan emisi gas rumah kaca, yaitu (i) perubahan cadangan karbon (stock difference) dan (ii) perhitungan peningkatan dan penurunan cadangan karbon (gain and loss). Dalam pedoman RAN-GRK ini digunakan metode stock difference.
(i) Metode perhitungan perubahan cadangan karbon (stock difference)
Metode perubahan cadangan karbon (stock difference) adalah metode dengan cara memperkirakan perbedaan cadangan karbon pada suatu selang waktu, misalnya satu siklus tumbuhan perkebunan (Pk) atau hutan tanaman (Ht). Metode ini digunakan juga oleh US-EPA (2012), van Noordwijk et al. (2010) dan Agus et al. (2013). Lahan yang penggunaannya tidak berubah dalam periode waktu tertentu, diasumsi tidak mengemisi (emisi nol) dan lahan yang mengalami perubahan tutupan mengemisikan karbon sejumlah karbon yang dikandung oleh tutupan lahan awal dikurangi dengan cadangan karbon tutupan lahan berikutnya. Untuk sistem dengan suatu siklus pertumbuhan teratur, cadangan karbon yang digunakan adalah cadangan karbon rata-rata waktu (time average carbon stock) yang secara konseptual diperlihatkan pada Gambar 2. Apabila suatu Hutan tanaman (Ht) mempunyai siklus (daur masak tebang) delapan tahun maka cadangan karbon pada awal tahun siklus dianggap (mendekati) nol dan cadangan karbon pada puncak pertumbuhan adalah 2 * 64 = 128 ton/ha. Cadangan karbon rata-rata untuk setiap siklus adalah 64 ton/ha (Tabel 6). Dengan asumsi bahwa kurva pertumbuhan merupakan kurva linear, maka setiap tahun akan terjadi penyerapan sekitar 16 ton C/ha atau ekivalen dengan 59 ton CO2/ha. Sesudah mencapai puncak pertumbuhan pada tahun ke delapan,
21
BAB 3
EMISI DARI BIOMAS TUMBUHAN
Ht tersebut akan ditebang dan karbon yang tersimpan di dalam jaringan tumbuhan hasil tebangan (sejumlah 128 t/ha) akan teremisi dalam waktu relatif pendek melalui berbagai proses. Berdasarkan pedoman dari IPCC (2006) pada Tingkat Ketelitian 1 (Tier 1) diasumsi 128 ton C/ ha tersebut langsung teremisi. Bila tersedia data hasil penelitian tentang jumlah karbon yang dapat disimpan dari hasil penebangan serta tahun paroh (half year) karbon di dalam hasil panen kayu (misalnya yang tersimpan dalam kertas atau perabot), maka data tersebut dapat digunakan pada perhitungan emisi Tier 2 atau Tier 3.
Karena adanya siklus serapan (gain) selama pertumbuhan dan emisi (loss) sewaktu tumbuhan sudah ditebang, maka cadangan karbon rata-rata waktu untuk Ht adalah 64 t/ ha. Dengan demikian, jika hutan sekunder (Hs) dengan cadangan karbon 169.7 t/ha beralih guna menjadi Ht dengan cadangan karbon rata-rata 64 t/ha, maka perubahan tutupan lahan tersebut mengemisikan karbon sebanyak (169.7-64) t/ha = 105,7 ton C/ha atau 389 ton CO2e/ha.
Gambar 2 juga memperlihatkan bahwa antara siklus pertama dan kedua dari sistem Ht terjadi pengulangan pertumbuhan dengan laju serapan karbon yang relatif sama. Pada akhir masa pertumbuhan pada tahun ke delapan juga terjadi penebangan. Karena siklus pertama mempunyai cadangan karbon rata-rata 64 t/ha dan siklus kedua juga 64 t/ha maka menurut sistem perhitungan stock difference, net emisi dari biomas tumbuhan antara siklus pertama Ht dan siklus kedua Ht adalah nol.
Jika tutupan lahan awal adalah semak belukar (B) dengan cadangan karbon 30 t/ha dirubah menjadi Ht maka dengan metode perhitungan yang sama akan terjadi net emisi sebanyak (30-64) ton C/ha = -34 ton C/ha (-125 ton CO2e/ha). Angka negatif emisi menunjukkan terjadinya net serapan (sequestration) karbon.
Gambar 2 . Konsep perhitungan perubahan cadangan karbon, dengan pendekatan stock difference, dan konsep cadangan karbon rata-rata waktu (time averaged C stock) untuk perubahan tutupan lahan dari hutan sekunder (Hs) ke dua siklus hutan tanaman industri (Ht).
Emisi 106 ton C/ha
0 20 40 60 60 80 100 120 140 160 180 H s Ht 0 Ht 1 Ht 2 Ht 3 H t 4 Ht 5 Ht 6 H t 7 H t 8 Ht 0 H t 1 Ht 2 Ht 3 Ht 4 Ht 5 H t 6 H t 7 Ht 8 Cadan g an C (t/ha ) Penyerapan 16 t C/hatahun
Time averaged = 64 t C/ha
(ii) perhitungan peningkatan dan penurunan cadangan karbon (gain and loss)
Metode perhitungan penyerapan dan kehilangan (gain and loss) karbon dilakukan dengan cara menghitung perubahan tahunan cadangan C pada berbagai carbon pools (biomas, nekromas, C tanah). Tambahan (gains) dan kehilangan (losses) dari cadangan C diinventarisasi dan diperhitungkan setiap tahun sehingga didapatkan riap tahunan (mean annual increment/MAI) dikurangi kehilangan C dari berbagai aktifi tas seperti penebangan, penjarangan, pengambilan kayu bakar, kebakaran hutan dan lain-lain (IPCC 2006).
Konsep gain (riap) untuk hutan sekunder dengan laju 2,23 t /ha/tahun dicontohkan pada Gambar 3. Bila nilai riap adalah 2,3 ton C/ha/tahun, maka hanya dalam 9 tahun cadangan C hutan sekunder sudah menyamai hutan primer. Dalam keadaan yang sebenarnya cadangan C hutan primer sulit disamai oleh hutan sekunder. Apabila konsep gain and loss digunakan, maka sewaktu lahan berubah menjadi Hutan Tanaman (Ht), angka perkiraan emisi dari perubahan Hs menjadi Ht akan semakin tinggi,
23
BAB 3
EMISI DARI BIOMAS TUMBUHAN
yaitu (195,4-64) ton C/ha = 131,4 ton C/ha, sedangkan jika angka riap tidak diperhitungkan, maka jumlah emisi adalah (169,7-64) ton C/ha = 105,7 ton C/ha.
Berbagai kendala dalam penerapan metode gain and loss:
Sulit mendapatkan data riap C berbagai jenis tutupan lahan
Tidak ada informasi sampai berapa tahun angka riap dapat dipertahankan. Jika digunakan untuk puluhan tahun maka angka cadangan C suatu tutupan lahan tertentu menjadi tidak realistis.
Sulit mendapatkan angka kehilangan cadangan karbon akibat kebakaran karena angka ini sangat bervariasi tergantung musim dan iklim setempat.
Untuk satu atau dua jenis tutupan lahan tertentu, misalnya beberapa unit perkebunan, sistem ini dapat diterapkan, namun untuk skala nasional dan provinsi dengan MPTPL berdimensi 21 x 21 seperti yang digunakan dalam RAN/RAD GRK, sistem gain and loss sangat sulit untuk diterapkan.
Berdasarkan uraian pada Bagian 3.2.2 ini maka dalam penetapan BAU untuk RAN GRK serta untuk berbagai skenario mitigasi digunakan sistem stock difference pada tingkat keakuratan Tier 2. Sebagai bagian dari pelaksanaan Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan (PEP) dari kegiatan RAD/RAN-GRK dapat dikumpulkan data pertumbuhan in situ pada areal dimana kegiatan mitigasi dilakukan. Data ini nantinya akan bisa mendukung penghitungan Tier 3 dan juga bisa dipakai sebagai bahan untuk mereview kembali apakah data yang tersedia sudah mungkin digunakan untuk mengganti metode stock difference dengan metode gain loss.
Perlu diingat bahwa bukan hanya data pertumbuhan (gain) yang harus dikumpulkan akan tetapi juga data pemanenan dan kehilangan lainnya (losses) seperti kebakaran, penjarangan dan penebangan. Juga masih harus dipertanyakan apakah data aktivitas yang didapatkan dari data satelit dengan tingkat resolusi sedang (medium resolution imageries) bisa mengimbangi data faktor emisi untuk mengakomodir metode gain loss.
Gambar 3 . Konsep perhitungan riap karbon pada hutan sekunder (Hs) dengan cadangan C 169 t/ha dan riap 2.3 ton C/(ha . tahun) dan perubahan hutan sekunder menjadi hutan tanaman industri (Ht).
Hs Cadangan C hutan primer = 195 t/ha 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 HS Hs Hs Hs Hs Hs Hs Hs Hs Ht 0Ht 1Ht 2Ht 3Ht 4Ht 5Ht 6Ht 7Ht 8 Riap = 2,23 t/ha/tahun Cadan g an C (ton/ha
) Cadangan C hutanprimer = 169 t/ha