DAFTAR LAMPIRAN
G. Definisi Istilah
1. Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) a. Pengertian Pendekatan RME
Pendekatan RME adalah suatu pendekatan pembelajaran yang dilaksanakan dengan menempatkan realitas dan pengalaman siswa sebagai titik awal pembelajaran. Masalah-masalah realistik digunakan sebagai sumber munculnya konsep-konsep matematika atau pengetahuan matematika formal yang dapat mendorong aktivitas penyelesaian masalah, mencari masalah, dan mengorganisasi pokok persoalan. RME mencerminkan suatu pandangan tentang matematika sebagai sebuah subjek matter, bagaimana siswa belajar matematika, dan bagaimana seharusnya matematika diajarkan.1
Realistic mathematics education juga biasanya disebut dengan
pendidikan matematika realistik (PMR), dilahirkan di Belanda oleh Frudenthal. Pendekatan RME ini adalah suatu pendekatan yang mengaitkan pembelajaran matematika dengan kehidupan nyata, baik dari lingkungan, maupun pembelajaran lainnya.
Model-model yang muncul dari aktivitas matematika siswa dapat mendorong terjadinya interaksi di kelas, sehingga mengarah
1Karunia Eka Lestari, Mokhammad Ridwan Yudhanegara, Penelitian Pendidikan Matematika, (Bandung: PT Refika Aditama,2017), hlm. 40
pada tingkat berpikir matematika yang lebih tinggi.2 Konsep matematika tersebut muncul dari proses matematisasi, yaitu dimulai dengan horizontal menuju vertikal.
Jadi pendekatan RME yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pendekatan pembelajaran yang menuntut siswa untuk terlibat di dalamnya, dengan mengaitkan pembelajaran berdasarkan masalah-masalah nyata. Selanjutnya, dalam menyelesaikan masalah-masalah siswa diberi kebebasan untuk menemukan sendiri konsepnya melalui proses matematisasi. Pada saat melakukan proses tersebut, siswa dapat menyelesaikan masalah melalui jawaban horizontal sampai akhirnya menggunakan penyelesaian secara vertikal.
b. Karakteristik Pendekatan RME
Pendekatan RME memiliki beberapa karakteristik. Beberapa.
karakteristik RME antara lain sebagai berikut:3 1) Siswa aktif dalam proses pembelajaran
2) Pembelajaran dimulai dengan menyajikan kepada siswa masalah kontekstual atau masalah yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari
3) Siswa diberi kesempatan untuk memecahkan masalah itu berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya
4) Guru membimbing siswa dalam menemukan atau mengkontruksikan pengetahuan yang dimilikinya
5) Guru berperan sebagai fasilitator
6) Dalam rangka menemukan itu proses matematisasi adalah penting 7) Belajar tidak hanya dari guru, tapi juga dari teman atau orang lain 8) Siswa perlu melakukan refleks, interpolasi, dan internalisasi
2Sutarto Hadi, Pendidikan Matematika Realistik: Teori, Pengembangan, dan Implementasinya, (Jakarta: Rajawali Pers, 2017), hlm. 8
3Melly Andriani, Mimi Haryani, Pembelajaran Matematika SD/MI, (Benteng Media:
Pekan Baru), hlm. 48
9) Diutamakan adalah pemahaman relasional.
Pendekatan RME menuntut siswa untuk belajar menemukan konsep sendiri dan dengan caranya sampai pada akhirnya sampai kepada rumus atau penyelesaian matematikanya. Selanjutnya karena siswa yang bekerja menemukan konsep materi maka siswa harus berperan aktif dalam proses pembelajaran. Untuk sampai kepada penggunaan rumus atau bentuk matematika, guru melakukan perannya untuk membantu mengarahkan siswa tersebut. Peran guru hanyalah sebagai fasilitator. Selanjutnya siswa melakukan diskusi kepada temannya untuk menyempurnakan hasil dari penyelesaian yang telah dibuat. Karena siswa yang bekerja sendiri sampai kepada penemuan konsep, maka pemahaman siswa terhadap suatu materi pembelajaran akan lama untuk mengingat materi tersebut. Hal ini dikarenakan siswa tidak menghafal suatu materi namun memahami konsep dari materi tersebut. Selanjutnya karena telah menguasai konsep maka siswa akan mudah untuk menyelesaikan masalah lain yang berhubungan dengan materi tersebut. Dengan demikian pembelajaran dengan pendekatan RME akan menjadikan siswa untuk memahami konsep dari suatu materi pembelajaran.
c. Komponen Pendekatan RME
Menurut Hobri yang dikutip oleh Seri Ningsih, RME memiliki beberapa komponen, antara lain:4
1) The Use Context (Mengggunakan masalah kontekstual)
Pada komponen ini pembelajaran dimulai dengan menggunakan masalah kontekstual sebagai titik tolak atau titik awal untuk belajar. Masalah kontekstual yang menjadi topik pembelajaran harus merupakan masalah sederhana yang dikenali siswa.
2) Use Models, Bridging by verti instruments (Menggunakan model) Penggunaan model bertujuan sebagai jembatan antara real dan abstrak yang membantu siswa belajar matematika pada level abstraksi yang berbeda. Artinya dengan menggunakan model siswa dapat mengembangkan matematika dari matematika informal menuju matematika formal, sehingga siswa dapat membuat model sendiri dalam menyelesaikan masalah.
3) Students Contribution (Menggunakan kontribusi siswa)
Pada komponen ini, semua pemikiran dari siswa sangat diperhatikan. Karena kontribusi terbesar dalam proses pembelajaran datangnya dari siswa.
4) Interactivity (Interaktivitas)
Pada RME, interaksi antara siswa dengan guru adalah kegiatan yang palng mendasar. Hal ini digunakan untuk membentuk siswa dari informal menjadi bentuk formal.
5) Intertwining (Terintegrasi dengan topik)
Dalam RME, pengintegrasian unit-unit matematika adalah esensial. Sehingga dalam pembelajaran matematika pengaitan hubungan dengan bidang yang lain sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan keterkaitan tersebut sangat berpengaruh terhadap pemecahan masalah. Sehingga pengetahuan matematika yang diperlukan biasanya lebih kompleks.
Pendekatan RME merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah kontekstual. Dalam penyelesaian masalah yang ada siswa dapat melakukan secara horizontal ataupun secara vertikal.pada dasarnya pada pendekatan RME siswa dituntut untuk
4Seri Ningsih, “Realistic Mathematics Education Model Alternatif Pembelajaran Matematika Sekolah”, JPM IAIN Antasari, Vol. 01, No (2), 2014, hlm. 78-79
menemukan sendiri konsep dari materi tersebut. Selanjutnya untuk sampai ke konsep materi siswa dapat melakukan sesuai kemampuannya salah satunya dapat menggunakan model. Selanjtnya karena siswa belajar dengan menemukan konsep maka kontribusi siswa dalam pembelajaran sangat penting. Pada proses pembelajaran guru hanya membimbing siswa jika ada kesulitan pada saat penyelesaian masalah, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai maka interaksi antara sisw dan guru harus baik begitu pula antara siswa dengan siswa.
d. Langkah-langkah dalam Pendekatan RME
Pada saat menggunakan pendekatan RME pada proses pembelajaran, terdapat tahapan-tahapan yang harus dilakukan di dalamnya. Tahapan-tahapan tersebut merupakan langkah-langkah proses pembelajaran di kelas.
Langkah-langkah pendekatan ini dapat dilakukan dalam bentuk aktivitas, realitas, pemahaman, intertwinement, interaksi dan bimbingan. Untuk melakukan langkah-langkah di atas, kegiatan yang harus dilakukan siswa antara lain:5
1) Aktivitas adalah mengerjakan masalah-masalah yang telah didesain oleh guru.
2) Realitas adalah proses penyelesaian masalah-masalah yang berkaitan dengan realitas kehidupan nyata. Pada tahap ini siswa menyelesaikan masalah secara horizontal dan vertikal.
3) Pemahaman adalah proses siswa dalam mengembangkan kemampuan untuk menemukan solusi informal yang
5Karunia Eka Lestari, Mokhammad Ridwan Yudhanegara, Op.Cit, hlm. 40
berkaitan dengan konteks, menemukan rumus dan skema, sampai menemukan prinsip-prinsip yang berkaitan.
4) Interwinement adalah siswa menyelesaikan masalah dengan menggunakan rumus, konsep, prinsip, serta pemahaman secara terpadu dan saling berkaitan.
5) Interaksi adalah siswa diberikan kesempatan untuk melakukan sharing pengalaman, strategi penyelesaian, atau temuan lainnya untuk merefleksi sisw agar mendapatkan pemahaman yang lebih tinggi dari sebelumnya.
6) Bimbingan adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan sendiri prinsip, konsep, atau rumus-rumus matematika melalui kegiatan pembelajaran yang secara spesifik dirancang oleh guru.
Selain langkah RME yang telah dikemukakan, langkah-langkah dalam pendekatan RME juga dikemukakan oleh Melly Andriani dan Mimi Hariyani. Langkah-langkah tersebut antara lain:6
1) Memahami masalah kontekstual, pada langkah ini guru memberikan soal kontekstual dalam kehidupan sehari-hari dan meminta siswa untuk memahami soal tersebut.
2) Menjelaskan masalah kontekstual, pada langkah ini, guru memberikan bantuan dengan memberi petunjuk atau pertanyaan seperlunya yang dapat mengarahkan siswa untuk memahami soal yang telah diberikan.
3) Menyelesaikan masalah kontekstual, pada langkah ini, siswa menyelesaikan soal kontekstual secara individu berdasarkan kemampuannya dengan memanfaatkan petunjuk-petunjuk yang telah disediakan.
4) Membandingkan dan mendiskusikan jawaban, langkah ini merupakan ajang untuk melatih siswa mengeluarkan ide-ide dan berinteraksi antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru untuk mengoptimalkan pembelajaran.
5) Menyimpulkan, dari hasil diskusi, guru mengarahkan siswa untuk menarik kesimpulan suatu konsep.
Berdasarkan langkah-langkah RME yang telah dijelaskan, maka langkah-langkah RME yang dimaksud pada penelitian ini adalah
6Melly Andriani, Mimi Haryani, Op.Cit, hlm. 50-52
langkah-langkah pendekatan RME yang dikemukakan oleh Melly Andriani dan Mimi Hariyani.