• Tidak ada hasil yang ditemukan

H. Hipotesis Penelitian

3. Pendekatan Reciprocal Teaching

Pendekatan reciprocal teaching atau disebut juga pengajaran terbalik merupakan satu pendekatan terhadap pengajaran siswa akan strategi-strategi belajar. Pengajaran terbalik adalah pendekatan konstruktivis yang berdasar pada prinsip-prinsip pembuatan/pengajuan pertanyaan. Teori konstruktivis menjelaskan bahwa guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa tetapi juga memberikan kesempatan siswa untuk menemukan atau menerapkan ide-ide mereka sendiri dan mengajarkan siswa menjadi sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar.20

20 Trianto, Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, (Jakarta : Prestasi Pusaka, 2007), h. 13.

23

Pendekatan ini dituntut untuk mempunyai kognitif penting atau pengetahuan yang sangat penting dalam menciptakan pengalaman belajar, melalui pemodelan perilaku tertentu secara mandiri dan bertanggung jawab terhadap hasil kerjanya dalam memecahkan soal fisika. Reciprocal teaching bertujuan untuk mendorong siswa mengembangkan skill-skill yang dimiliki oleh pembaca dan pembelajar efektif, seperti merangkum, bertanya, mengklarifikasi, memprediksi, dan merespon apa yang dibaca melalui pengajaran langsung.21

Menurut Carter dalam Desi Desmalia, pada reciprocal teaching diajarkan kepada siswa empat strategi pemahaman mandiri, yaitu

“merangkum (summarizing), membuat pertanyaan dan menyelesaikan (question generating), mengklarifikasi (clarifying), dan memprediksi (predicting)”. 22

1. Merangkum (summarizing)

Merangkum adalah suatu proses yang dilakukan siswa dengan cara mengambil dan memilih bagian yang terpenting dari suatu informasi setelah siswa membaca dan memahami suatu materi kemudian menyatakan kembali kumpulan-kumpulan informasi tersebut secara singkat. Merangkum teks akan memberikan

21 Miftahul Huda, Model-model Pengajaran dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014), h. 216-218.

22 Desi Desmalia, Pengaruh Model Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Pembelajaran Matematika Kelas VII SMPN 3 Rambatan, Batusangkar: Tidak diterbitkan, 2014), h. 16-18.

kesempatan bagi siswa untuk mengidentifikasi dan mengintegrasikan informasi penting dalam teks.

2. Membuat pertanyaan dan menyelesaikan (question generating) Strategi bertanya digunakan untuk memantau dan mengevaluasi sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi. Siswa membuat pertanyaan sendiri atau membuat soal yang diajukan kepada diri sendiri kemudian menjawabnya.

3. Mengklarifikasi (clarifying)

Siswa diwajibkan untuk membaca lembar materi pembelajaran yang diberikan guru kemudian mengklarifikasi/

menjelaskan kata-kata atau kalimat-kalimat yang masih asing/ tidak familiar.

4. Memprediksi (predicting)

Pada tahap ini, siswa diajak untuk memprediksi hubungan antara konsep pembelajaran satu dengan konsep pembelajaran yang lain. Hubungan antar konsep pembelajaran tersebut dapat berupa hubungan antara konsep yang telah dipelajari dengan konsep yang sedang dipelajari maupun hubungan antar konsep pada materi yang sedang dipelajari.

Prosedur pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching adalah sebagai berikut:

25

1. Membagikan bacaan atau materi yang akan dipelajari pada hari ini.

2. Menjelaskan bahwa dia akan bertindak sebagai guru pada bagian awal bacaan.

3. Meminta siswa untuk membaca bagian yang telah ditetapkan.

4. Setelah siswa memahami materi, guru memperagakan bagaimana menerangkan, menyusun pertanyaan, mengklarifikasi (menjelaskan) dan memprediksi.

5. Meminta siswa untuk memberikan komentar tentang pengajaran yang diberikan guru tersebut.

6. Siswa yang lain membaca dalam hati bagian yang lain.

7. Memilih salah satu yang berperan sebagai guru

8. Mengurangi bimbingan siswa yang berperan sebagai guru.23

Pada pendekatan reciprocal teaching terdapat beberapa kelebihan dan kelemahan.

1. Kelebihan pendekatan reciprocal teaching.

a. Melatih kemampuan peserta didik belajar mandiri, sehingga peserta didik dalam belajar mandiri dapat ditingkatkan.

b. Melatih peserta didik untuk menjelaskan kembali materi yang dipelajari kepada pihak lain. Dengan demikian penerapan pembelajaran ini dapat dipakai untuk melatih peserta didik tampil di depan umum.

c. Orientasi pembelajaran adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Dengan demikian kemampuan bernalar peserta didik juga semakin berkembang.

d. Mempertinggi kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah.24

2. Kelemahan pendekatan reciprocal teaching.

Reciprocal teaching menuntut peserta didik untuk selalu aktif dalam kegiatan pembelajaran, sehingga hal ini menjadikan sebagian dari peserta didik tidak percaya diri untuk dapat tampil atau menunjukkan kemampuannya di depan teman-teman mereka, dan bisa jadi peserta didik yang aktif hanyalah orang-orang itu saja. Dengan demikian, peserta didik yang belum bisa percaya diri merasa kesulitan dalam menerima pelajaran.25

23 Suyatno, Menjelajah Pembelajaran Inovatif, (Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka, 2009), h. 64.

24 Amin Suyitno, dasar-dasar dan Proses Pembelajaran Matematika 1, (Semarang:

UNNES, 2001), h. 68.

25 Desi Desmalia, Op.Cit...., h. 19.

4. Model SAVI dengan Pendekatan Reciprocal Teaching.

Model SAVI dengan pendekatan reciprocal teaching merupakan suatu model pembelajaran dimana siswa bersifat aktif dan kreatif dalam memecahkan masalah yang ada secara individual dan guru menghubungkannya dengan pendekatan yang memberikan arahan terhadap seluruh siswa tentang materi yang akan dibahas kemudian siswa membaca ulang materi yang telah ditetapkan serta memahaminya, kemudian menerangkannya di depan kelas dalam berkelompok.

Berdasarkan pendapat Dave Meier dan Desi Desmalia akan menjadi suatu proses pembelajaran yang sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan motivasi siswa dalam belajar.

Adapun langkah-langkah dalam model SAVI dengan pendekatan reciprocal teaching yaitu:

1. Tahap persiapan.

Tahap persiapan merupakan bagian dari tahap-tahap model SAVI yang akan dilakukan sebelum melaksanakan langkah-langkah dari pendekatan reciprocal teaching. Pada tahap ini dapat dilaksanakan pada kegiatan pendahuluan, dengan memberikan siswa tujuan pembelajaran. Dan membangkitkan rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang akan dibawa serta memberikan sugesti positif terhadap siswa.

27

2. Tahap penyampaian.

Tahap penyampaian merupakan bagian dari tahap-tahap model SAVI dimana pada tahap penyampaian ini guru membantu siswa di bagian awal saja untuk menjelaskan beberapa subbab materi dengan gerakan yang akan ditiru oleh siswa. Kemudian guru menjelaskan cara kerja serta tahap-tahap yang dilaksanakan pada proses pembelajaran selanjutnya.

3. Merangkum dan membuat pertanyaan serta menyelesaikannya (reciprocal teaching).

Pada kegiatan tersebut sudah memasuki tahap pelatihan, dimana siswa tersebut melaksanakan kegiatan merangkum materi yang telah dibagikan serta menganalisis soal yang terkait dengan subbab materi tersebut. Pada bagian tersebut siswa membuat soal atau pertanyaan dan menyelesaikannya.

4. Mengklarifikasi dan memprediksi

Pada langkah ini masih pada tahap pelatihan, dimana setiap siswa harus memahami semua kata dan kalimat dalam subbab materi yang sulit dipahami oleh kelompok lain dengan memecahkan soal yang ada, dan memprediksikan hubungan antarkonsep pembelajaran yang satu dengan yang lainnya. Pada hasil prediksi dapat berupa kemungkinan pertanyaan-pertanyaan dari kelompok lain yang akan muncul. Setelah seluruh kelompok sudah merasa siap untuk tampil, maka salah satu kelompok yang mendapatkan bagian subbab materi

yang pertama segera maju untuk di presentasikan.26 Adapun pada tahap ini siswa tersebut dapat menerapkan 4 karakteristik dari model SAVI tersebut yaitu:

a. Somatic dalam bahasa yunani yaitu gerakan tubuh.

Pada tahap ini seorang siswa harus bersifat kinestetik dalam menerangkan subbab materi yang akan dibawa di depan kelas.

b. Auditori

Pada tahap ini seluruh siswa berperan aktif, bagian kelompok yang menjelaskan sebagai pembicara, dan bagian kelompok yang tidak tampil sebagai audio atau pendengar yang baik.

c. Visual

Pada tahap ini juga seluruh siswa sangat berperan aktif dalam mengamati dan menggambarkan dengan menggunakan peta konsep atau papan tulis sebagai pengantarnya.

d. Intelektual

Pada tahap akhir ini seluruh kelompok dapat bertanya kepada kelompok yang telah tampil dengan bagian-bagian subbab materi yang tidak dimengerti.

5. Tahap penampilan hasil

Pada tahap penampilan hasil ini guru hendaknya membantu siswa menerapkan dan memperluas pengetahuan atau keterampilan baru mereka pada pekerjaan sehingga hasil belajar akan melekat dan

26 Desi Desmalia, Pengaruh Model Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Pembelajaran Matematika Kelas VII SMPN 3 Rambatan, Batusangkar: Tidak diterbitkan, 2014), h. 16-18.

29

penampilan hasil akan terus meningkat. Siswa menjadi termotivasi dengan materi selanjutnya dan siswa menjadi terarah sampai akhir proses pembelajaran. 27

Jadi, langkah-langkah tersebut dapat dipakai untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan meningkatkan aktivitas belajar siswa di dalam kelas.

5. Pembelajaran Konvensional.

Konvensional berasal dari kata konvensionil yang artinya menurut apa yang sudah menjadi kebiasaan. Menurut Ibrahim dan Nana Syaodih bahwa pembelajaran konvensional merupakan :

Kegiatan-kegiatan belajar yang bersifat menerima atau menghafal pada umumnya diberikan secara klasik, siswa yang berjumlah kurang lebih 40 orang, pada waktu yang sama menerima bahan yang sama. Umumnya kegiatan ini diberikan dalam ceramah. Dalam mengikuti kegiatan belajar ini, murid-murid dituntut untuk selalu memusatkan perhatian terhadap pelajaran, kelas harus sunyi dan semua murid duduk ditempat masing-masing mengikuti uraian guru. Belajar secara klasik cenderung menempatkan siswa dalam posisi pasif, sebagai penerima bahan ajar upaya mengaktifkan siswa dapat dilakukan melalui penggunaan metode tanya jawab, diskusi, demonstrasi dan lain-lain.28

Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran yang biasa dilakukan oleh guru yakni pembelajaran yang berlangsung satu arah dimana guru menjadi pusat perhatian dan siswa sebagai objek yang memperhatikan, sehingga terlihat suatu pola yang statis. Jadi dapat

27 Dave Meier, The Accelerated Learning Handbooks: Panduan Kreatif dan Efektif Merancang Program Pendidikan dan Pelatihan. Diterjemahkan oleh Rahmani Astuti, (Bandung:

(online), 2005).

28 Ibrahim dan Nana Syaodih, Perencanaan Pengajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2003), h. 40.

dikatakan bahwa pembelajaran konvensional masih belum membelajarkan siswa. Hal ini disebabkan karena partisipasi siswa kebanyakan pasif dan hanya menerima begitu saja informasi yang disampaikan oleh guru. Guru hanya menggunakan satu metode pembelajaran yaitu metode ceramah dan metode demonstrasi.

Metode konvensional yang sering digunakan dalam pembelajaran fisika adalah metode ceramah dan diskusi kelompok. Pada metode ceramah dan diskusi kelompok guru berbicara pada awal pelajaran, menerangkan materi dan contoh soal disertai tanya jawab kemudian siswa diminta mengerjakan latihan secara individu atau berkelompok.

Setelah selesai siswa diminta untuk mengerjakannya di papan tulis.

Dalam menentukan anggota kelompok diserahkan kepada siswa tanpa memperhitungkan kemampuan akademis siswa.

Dokumen terkait