• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

2.1 Kajian Pustaka

2.1.2 Pendekatan Tematik Integratif

Pada pembahasan mengenai pendekatan tematik integratif ini, akan diuraikan mengenai pengertian pendekatan tematik integratif, karakteristik pendekatan tematik integratif, fungsi dan tujuan pendekatan tematik integratif,

model-model pendekatan tematik integratif, serta tahap-tahap pendekatan tematik integratif.

2.1.2.1 Pengertian Pendekatan Tematik Integratif

Menurut Aulia dalam artikel Kurikulum SD Berbasis Tematik Integratif dan Afifah dalam artikel Motode Tematik Integratif Bukan Hal Baru, mendefinisikan pendekatan tematik integratif adalah suatu pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang mengajak siswa untuk belajar sesuai dengan materi ajar yang disampaikan dalam bentuk tema-tema yang dipilih oleh gurunya dengan mengintegrasikan seluruh mata pelajaran (Kompas Online, 2012). Sebagai contoh, dalam tema “sungai”, siswa dapat diajak untuk keluar kelas dan pergi ke sungai, kemudian diajak untuk menulis mengenai keadaan lingkungan sungai, materi ini masuk kedalam pelajaran Bahasa Indonesia. Kemudian, siswa diajak untuk mengatahui bahwa sungai tidak boleh dicemari karena akibatnya merugikan masyarakat, materi ini masuk kedalam pelajaran PPKn. Kemudian, siswa diajak untuk, mengidentifikasi serta mengetahui dampak-dampak dari pencemaran lingkungan, materi ini masuk kedalam pelajaran IPS. Siswa juga dapat diajak untuk mensyukuri anugerah Tuhan karena diberikan lingkungan yang indah dan nyaman, hal ini masuk kedalam pendidikan spiritual siswa. Pada pendekatan tematik integratif ini, guru dituntut untuk kreatif dalam mengemas atau memberikan serta memfasilitas pembelajaran. Agar keterampilan, sikap individu, sikap sosial, moral, spiritual, serta pengetahuan siswa dapat berkembang dengan baik.

2.1.2.2 Karakteristik Pendekatan Tematik Integratif

Hajar (2013: 43-56) dan Trianto (2007: 13-15) berpendapat bahwa ada beberapa karakteristik dalam pembelajaran tematik integratif. Kegiatan pembelajaran tematik integratif berpusat pada siswa. Sebagai contoh, dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan, siswa diajak dan dituntut untuk aktif melakukan kegiatan. Guru hanya berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa, jika siswa merasa kesulitan atau kebingungan dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Selain itu, guru juga dituntut untuk mengemas atau membuat kegiatan pembelajaran yang terdiri dari beberapa mata pelajaran yang dikaitkan. Jadi, tidak ada pemisahan mata pelajaran yang nampak jelas pada kegiatan pembelajaran tersebut. Hal ini, dapat membuat pemahaman para siswa terhadap materi pelajaran tidak sepotong-sepotong. Sebagai contoh, siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran PPKn, IPS, dan Matematika. Sedangkan guru mengemas kegiatan pembelajaran yang terdiri dari ketiga mata pelajaran tersebut dengan membuat tema sebagai penggabung antara kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran satu menuju kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran yang lain.

Keaktifan siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pada pembelajaran tematik integratif ini menjadi salah patokan siswa untuk memaksimalkan serta mengembangkan potensi yang dimilikinya baik secara fisik, mental, intelektual, emosional, sikap sosial, maupun sikap spiritualnya. Oleh karena itu, pembelajaran tematik integratif ini dibentuk dan dilaksanakan agar siswa dapat mengalami secara langsung kegiatan pembelajaran secara

optimal. Sebagai contoh, siswa diberi kesempatan seluas-luasnya untuk belajar, menemukan, bermain, bernyanyi, berlari, bertanya, menulis, bercerita, serta melakukan apa saja yang ingin dia lakukan dengan prosedur pembelajaran yang sudah disusun oleh guru. Sehingga siswa dapat memiliki pengalaman belajar yang sesungguhnya. Dari situ, kita dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran tematik integratif ini lebih menekankan proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, daripada hasil belajar siswa. Materi yang disajikan dalam pembelajaran tematik integratif ini dimulai dari hal yang nyata yang sudah dikemas dalam sebuah tema pembelajaran. Sehingga, siswa dapat mendapatkan berbagai informasi dan fakta yang ada di lingkungan sekitar.

Sama halnya dengan Kemendikbud (2013) yang berpendapat bahwa karakteristik pembelajaran tematik integratif yaitu pembelajaran yang di laksanakan selalu berpusat pada siswa, dimana guru hanya menjadi fasilitator dan pembimbing siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran tematik integratif, siswa belajar dengan mengalami secara langsung kegiatan yang dilaksanakan, sehingga siswa dapat memahami materi yang telah dipelajari. Selain itu dalam pembelajaran tematik integratif, pemisahan antar mata pelajaran tidak begitu tampak jelas. Hal ini, dibutuhkan kreatifitas guru yang sangat tinggi dalam mengemas dan membentuk kegiatan pembelajaran agar beberapa mata pelajaran dapat dirancang menjadi satu kesatuan kegiatan pembelajaran yang saling berkaitan melalui konsep-konsep yang sesuai dengan fakta-fakta yang ada, lingkungan sekitar, serta kebutuhan siswa.

Pembelajaran tematik integratif dilaksanakan secara fleksibel. Sebagai contoh, kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran tematik integratif dapat dilaksanakan di luar kelas, seperti mengunjungi tempat-tempat yang mendukung pembelajaran, agar siswa tidak merasa bosan. Siswa juga diajak untuk melakukan serta melihat keadaan lingkungan sekitar yang sebenarnya. Karena perkembangan pengetahuan siswa dapat terbentuk bukan hanya siswa belajar melalui buku yang berisi gambar dan tulisan-tulisan yang memberikan sejumlah informasi yang ada, namun siswa juga dapat belajar dengan cara dia melihat serta melakukan kegiatan-kegiatan yang nyata. Dalam hal ini, guru juga harus dapat membuat suasana belajar yang menyenangkan dengan memberikan materi pembelajaran dengan berbagai bentuk permainan, agar siswa termotivasi belajar

2.1.2.3 Fungsi dan Tujuan Pendekatan Tematik Integratif

Kemendikbud (2013) mengemukakan bahwa pembelajaran tematik integratif memiliki fungsi dan tujuan. Fungsi dilaksanakanya kegiatan pembelajaran tematik integratif untuk memudahkan siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran serta memahami materi yang dipelajari. Sehingga siswa mendapatkan suatu pengelaman belajar yang bermakna. Sedangkan tujuan pembelajaran tematik integratif itu sendiri agar siswa dapat memahami materi yang dipelajari secara lebih mendalam dan berkesan. Selain itu, siswa juga lebih bersemangat dalam belajar. Karena, kegiatan pembelajaran tematik integratif merupakan suatu bentuk kegiatan interaksi siswa dengan siswa lain dan lingkungan sekitar. Dengan adanya komunikasi antar siswa dan lingkungan sekitar, maka interaksi tersebut akan terbentuk. Sebagai contoh, bertanya,

bercerita, diskusi, menulis sekaligus mempelajari pelajaran lain sehingga kompetensi siswa dalam berbahasa akan lebih baik. Hal ini juga dapat meningkatkan berbagai kompetensi dalam mata pelajaran yang lain dengan mengembangkan pengalaman pribadi yang pernah siswa alami.

Tujuan pembelajaran tematik integratif lainya adalah agar lebih mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu. Siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi-kompetensi dari berbagai mata pelajaran yang dikemas dalam satu tema yang sama. Budi pekerti dan moral siswa juga dapat ditumbuhkembangkan dengan menggunakan sejumlah nilai pada budi pekerti sesuai dengan situasi dan kondisi di lingkungan pembelajaran.

2.1.2.4 Model-model Pendekatan Tematik Integratif

Dalam pembelajaran tematik integratif, guru dapat menggunakan model-model pembelajaran yang sangat beragam guna memberikan suasana belajar yang berbeda-beda. Forgarty (1991) dalam Majid (2013:120) & Kemendikbud (2013) mengemukakan bahwa terdapat sepuluh model-model pembelajaran tematik integratif yang bisa digunakan oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran, antara lain:

1. Model Fragmented, biasa disebut model penggalan. Model penggalan ini hanya terbatas pada satu mata pelajaran saja. Yang berbeda dari pembelajaran yang bukan tematik adalah dilakukanya penyampaian

butir-butir materi pada guru yang terpisah-pisah dalam waktu yang berbeda-beda.

2. Model connected, atau biasa disebut model keterhubungan. Pada model keterhubungan ini, pembelajaran dapat dilaksanakan dengan mengumpulkan butir-butir materi yang dapat dipayungkan pada mata pelajaran tertentu.

3. Model nested, atau biasa disebut model sarang. Pada model nested ini, pembelajaran dikemas dengan memadukan berbagai bentuk keterampilan melalui sebuah kegiatan pembelajaran. Mata pelajaran yang diajarkan pada model nested ini dapat diajarkan lebih dari satu mata pelajaran.

4. Model sequence, atau biasa disebut model urutan. Pada model sequence ini, merupakan model pemaduan topik-topik antar mata pelajaran yang berbeda secara paralel. Topik-topik tersebut dapat dipadukan pembelajaranya pada alokasi waktu yang sama.

5. Model shared, atau biasa desibut model bagian, merupakan model pemaduan pembelajaran akibat adanya overlapping konsep atau ide pada dua mata pelajaran atau lebih.

6. Model webbed (jaring laba-laba), merupakan model yang paling banyak digunakan. Model ini bertolak dari pendekatan tematik sebagai pemandu

bahan dan kegiatan pembelajaran. Tema dapat mengaitkan kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran maupun lintas mata pelajaran.

7. Model threaded (galur), merupakan pemaduan bentuk keterampilan. Bentuk ini berfokus pada apa yang disebut meta-curriculum.

8. Model integrated (terpadu), merupakan pemaduan sejumlah topik dari mata pelajaran yang berbeda. tetapi esensinya sama dalam sebuah topik tertentu.

9. Model immersed (celupan), model ini dirancang untuk membantu peserta didik dalam menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan pengetahuan dihubungkan dengan situasi pemakaianya.

10. Model networked (jaringan), ini merupakan model pemaduan pemaduan pembelajaran yang mengandaikan kemungkinan pengubahan konsep maupun tuntutan bentuk keterampilan baru.

Bahan ajar sebagai produk pengembangan dalam penelitian yang mengacu Kurikulum 2013 ini menggunakan model integrated atau disebut juga model integrasi, yaitu memadukan sejumlah topik mata pelajaran yang berbeda namun esensinya tetap sama. Pada pembelajaran ini setiap mata pelajaran diintegrasikan menggunakan satu kesatuan tema. Pada Kurikulum 2013, kelas IV terdiri dari sembilan tema yang terbagi dalam dua semester.

2.1.2.5 Tahap-tahap Pendekatan Tematik Integratif

Hajar (2013:59-80) mengungkapkan bahwa dalam merancang pembelajaran dengan pendekatan tematik integratif, ada beberapa tahap yang harus diperhatikan diantaranya adalah pemilihan tema, pengorganisasian tema menggunakan jaring-jaring, pengumpulan sumber belajaran dan bahan-bahan yang mendukung pembelajaran, desain kegiatan pembelajaran, dan implementasi kegiatan pembelajaran. Hal ini sangat berpengaruh dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Karena tahap-tahap tersebut merupakan bagian dari rencana kegiatan pembelajaran yang harus disusun secara matang agar proses pembelajaran serta hasil belajar siswa memuaskan.

Hajar (2013) dan Kemendikbud (2013) mengemukakan bahwa guru secara mandiri dapat menentukan tema yang akan disampaikan pada kegiatan pembelajaran. Selain itu, guru juga dapat mengajak siswa untuk menentukan tema pembelajaran dengan memperhatikan topik-topik yang ada pada kurikulum, atau berdasarkan minat maupun masalah-masalah yang dialami peserta didik. Informasi-informasi faktual yang menarik untuk peserta didik serta peristiwa-peristiwa khusus yang diadakan di sekolah atau lingkungan sekolah juga merupakan salah satu hal yang dapat dipertimbangkan dalam penentuan tema pembelajaran. Pada kurikulum 2013 yang sedang dilaksanakan ini, tema-tema pada pembelajaran sudah ditentukan oleh Tim Penyusun Kurikulum Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 2013. Tema yang telah disusunpun berbeda-beda untuk masing-masing kelas.

Hajar (2013) mengemukakan bahwa sumber belajar yang dapat digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran pendekatan tematik integratif ini dengan menggunakan media cetak, sumber-sumber visual, literatur, atau artefak. Semakin beragam sumber belajar yang digunakan, maka keterampilan dan pengetahuan siswa akan berkembang.

Dokumen terkait