• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

A. Pendidikan Agama Islam

1. Pengertian Pendidikan Agama Islam

Islam adalah ketetapan Allah yang diturunkan melalui nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada umatnya di muka bumi agar mereka beribadah kepada-Nya. Penanaman kepada Tuhan hanya bisa dilakukan melalui proses pendidikan di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam mendukung kebutuhan manusia sehingga melahirkan manusia yang menjadi khalifah di bumi ini.

Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, bertakwa, dan berakhak mulia dalam mengamalkan ajaran Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-qur‟an dan Al-hadis, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman (Majid,2014:11).

Daradjat mengemukakan dalam Majid (2014:12) Pendidikan Agama Islam adalah suatu untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami kandungan ajaran Islam secara menyeluruh, menghayati, makna tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup (way of life).

18

Pendidikan agama Islam adalah usaha sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani ajaran Islam, dibarengi dengan tuntutan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar-umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa (Baharuddin, 2010:192).

Berdasarkan pengertian diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha yang dilakukan untuk membentuk manusia sesuai kodratnya sebagaimana yang terkandung dalam Al-quran yaitu sebagai kholifah dimuka bumi sesuai dengan ajaran Agama Islam serta untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar-umat beragama. Dan lebih ditekankan untuk mengembangkan fitrah keberagamaan dan sumber daya insani lainnya agar lebih mampu memahami, menghayati dan dan mengamalkan ajaran suatu agama.

2. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam

Tujuan pendidikan agama Islam adalah sama dengan tujuan manusia diciptakan, yakni untuk berbakti kepada Allah SWT sebenar-benarnya bakti atau dengan kata lain untuk membentuk manusia yang bertaqwa, berbudi luhur, serta memahami, meyakini, dan mengamalkan ajaran-ajaran agama atau membentuk kepribadian muslim. Adapun tujuan pendidikan agama Islam antara lain :

19

b. Membentuk manusia Muslim yang disamping dapat melaksanakan ibadah mahdah, juga dapat melaksanakan ibadah muamalah dalam kedudukannya sebagai anggotanya masyarakat.

c. Membentuk warga negara yang bertanggung jawab kepada Allah, penciptanya.

d. Membentuk mengembangkan tenaga profesional yang siap dan terampil atau setengah terampil untuk memungkinkan memasuki teknostruktur masyarakat.

e. Mengembangkan tenaga ahli di bidang ilmu (agama dan ilmu-ilmu Islami lainnya (Bahruddin, 2010 : 192-193).

Menurut Majid (2014:16) fungsi Pendidikan Agama Islam disekolah/ madrasah bertujuan menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan menumpukkan pengetahuan, penghayatan, pengalaman peserta didik tentang Agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketakwaan, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang lebih tinggi. Pendidikan Agama Islam untuk sekolah/ madrasah berfungsi sebagai berikut:

a. Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Allah Swt. Yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Pada dasarnya dan pertama-tama kewajiban menanamkan keimanan dan ketakwaan dilakukan oleh setiap orang tua dalam keluarganya. Sekolah berfungsi untuk menumbuh kembangkan lebih

20

lanjut dalam diri anak melalui bimbingan, pengajaran, dan pelatihan agar keimanan dan ketakwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangan.

b. Penanaman nilai, sebagai pedoman hidup mencari kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.

c. Penyesuaian mental, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan

lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam.

d. Perbaikan, yaitu memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan, dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman, dan pengalaman ajaran dalam kehidupan sehari-hari.

e. Pencegahan, yaitu menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya.

f. Pengajaran tentang ilmu pengetahuan keagamaan yang secara umum, sistem dan fungsionalnya. Dapat dikatakan bahwa pentingnya kedudukan pendidikan agama dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Dapat dibuktikan dengan ditempatkannya unsur agama dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sila pertama dalam Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, yang memberikan makna bahwa bangsa kita adalah bangsa yang beragam. Untuk membina bangsa yang beragam. Pendidikan agama dipisahkan dalam sistem pendidikan nasional kita.

21

g. Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan bagi orang lain.

Oleh karena itu, pendidikan agama Islam sangat penting keberadaanya karena pendidikan agama Islam merupakan suatu upaya atau proses, pencarian, pembentukan, dan pengembangan sikap dan perilaku untuk mencari, mengembangkan, memelihara, serta menggunakan ilmu dan perangkat teknologi atau keterampilan demi kepentingan manusia sesuai ajaran Islam.

3. Ruang Lingkup PAI

Ruang lingkup pendidikan agama Islam menekankan pada keseimbangan, keselarasan dan keserasian antara hubungan manusia dengan Allah Swt, hubungan manusia dengan manusia, hubugan manusia dengan dirinya sendiri, dan hubungan manusia dengan alam sekitar.

Dari uraian diatas dapat dikatakan ruang lingkup pendidikan agama Islam meliputi aspek-aspek sebagai berikut:

a. Al-Qur‟an dan Hadist

Al-Qur‟an dan Hadist adalah sumber pokok ajaran-ajaran dalam agama Islam. Tujuan manusia adalah mencari kebahagiaan baik di dunia dan akhirat, dan di dalam Al-Qur‟an dan Hadist itu terdapat petunjuk untuk mencapai kebahagiaan tersebut.

22 b. Aqidah

Menurut bahasa aqidah berarti keyakinan atau kepercayaan. Menurut istilah, aqidah yaitu suatu kepercayaan yang diyakini kebenarannya di dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan dan tingkah laku sehari-hari. Aqidah atau keyakinan yang harus dipercayai dan diyakini yaitu iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, para rasul; dan hari akhir (Budihardjo, 2012:5).

c. Akhlak

Menurut Asmaran As. ( 2002: 1), Akhlak adalah sifat-sifat yang dibawa manusia sejak lahir yang tertanam dalam jiwanya dan selalu ada padanya. Namun akhlak yang ada pada seseorang belum sempurna dan perlu diadakan pembinaan untuk membentuk akhlak yang mulia. Untuk itu, manusia seharusnya mengikuti akhlak beliau Nabi Muhammad SAW, sebagaimana yang dijelaskan dalam Q.S. al-Ahzab: 21

Artinya :“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut

Allah.”

d. Fiqh

Kata “fiqh” secara etimologis berarti paham yang mendalam. Fiqh berarti

ilmu tentang hukum-hukum syar‟i yang bersifat amaliah yang digali dan

23

dapat dikatakan fiqh adalah dugaan kuat yang dicapai seorang mujtahid dalam usahanya menemukan hukum Allah (Syarifuddin, 1997: 4).

e. Tarikh dan Kebudayaan Islam

Tarikh dan kebudayaan Islam meliputi sejarah arab pra-Islam, kebangkitan nabi yang di dalamnya menjelaskan keberadaan nabi sebagai pembawa risalah, pengaruh Islam dikalangan bangsa Arab, khulafaur Rasyidin, pergerakan politik dan agama serta berbagai motifnya yang sangat berpengaruh terhadap politik, agama, kemasyarakatan, kebudayaan, dan lain-lain (Hasan, 2002 : vvi) .

Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulam bahwa pada dasarnya ruang lingkup pendidikan agama Islam (PAI) berpusat pada sumber utama ajaran Islam, yaitu Al-Qur‟an dan Sunnah. Sebagaimana dalam firman Allah

dalam Surat Al-Baqarah ayat 2 dan Surat Al-Isra‟ ayat 9:

Artinya : “ Kitab (Al-Qur‟an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi

mereka yang bertaqwa.”

Artinya : “ Sesungguhnya Al-Qur‟an ini memberi petunjuk kepada (jalan)

yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada

orang-orang mu‟min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala besar.”

Seringkali manusia menemui kesulitan dalam memahami

Al-Qur‟an dan hal ini juga dialami oleh para sahabat Rasulullah SAW sebagai

24

penjelasan kepada Rasulullah SAW, yang memang diberi otoritas oleh Allah SWT. Otoritas ini dinyatakan dalam firman Allah dalam Al-Qur‟an

Surat An-Nahl ayat 44:

Artinya : “ Keterangan-keterangan (Mukjizat) dan kitab-kitab, dan Kami turunkan Al-Qur‟an, agar kamu menerangkan pada umat

manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya

mereka memikirkan.”

Dari kedua sumber tersebut, As-Sunnah berfungsi sebagai penjelasan terhadap Al-Qur‟an dan sekaligus dijadikan sebagai sumber pokok ajaran Islam serta dijadikan pijakan atau landasan dalam lapang pembahasan pendidikan agama Islam.

Dari kedua sumber tersebut, baik pada jenjang pendidikan dasar maupun menengah kemampuan yang diharapkan adalah sosok siswa yang beriman dan berakhlak. Hal tersebut tentunya selaras dengan tujuan pendidikan agama Islam seperti tersebut diatas. Yaitu sosok siswa yang secara terus menerus membangun pengalaman belajarnya, baik pada ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor.

Dokumen terkait