• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Pengertian Pendidikan Agama Islam

Pendidikan dalam konteks Islam umumnya mengacu pada tiga tiga istilah. Ketiga istilah itu adalah Tarbiyah, Ta’lim, dan Ta’dib. Dari ketiga istilah yang sering digunakan tersebut memiliki arti yang hampir mirip. Tarbiyah yang memiliki arti pendidikan, pemeliharaan, perbaikan, peningkatan, pengembangan, penciptaan, dan kegunaan yang kesemuanya ini menuju dalam rangka kesempurnaan sesuatu sesuai dengan kedudukannya. Sedangkan Ta’lim memiliki konsep pengertian menjadikan

21

orang berilmu maksudnya, usaha untuk mendorong dan menggerakan daya jiwa atau akal seseorang untuk belajar dan lebih menekankan pada membelajarkan daripada sekedar menyampaikan atau menanamkan ilmu pengetahuan. Kemudian salah satu konsep kunci utama lain yang merujuk kepada hakikat dari inti makna pendidikan adalah istilah Ta’dib yang memiliki arti usaha untuk menciptakan situasi dan kondisi sedemikian rupa, sehingga anak terdorong dan tergerak jiwa dan hatinya untuk berperilaku dan bersifat sopan sesuai dengan yang diharapkan (Rahman, 2002: 25-34).

Pendidikan secara umum memiliki arti bimbingan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak-anak dalam pertumbuhannya, baik jasmani maupun rohani, agar berguna bagi diri sendiri dan masyarakat. Sementara itu agama adalah aturan perilaku bagi umat manusia yang sudah ditentukan dan dikomunikasikan oleh Allah Swt. melalui orang-orang pilihan-Nya yang dikenal sebagai utusan-utusan, rasul-rasul, atau nabi-nabi. Sedangkan pengertian Islam adalah agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Berpedoman pada kitab suci Al-Qur‟an yang diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah Swt (Aat, 2008:12-15).

Menurut Arifin dalam bukunya yang berjudul ilmu pendidikan Islam (1994:10), mengartikan pendidikan agama islam sebagai sistem pendidikan yang dapat memberikan kemampuan seseorang untuk memimpin kehidupannya sesuai cita-cita Islam, karena nilai-nilai Islam

22

telah menjiwai dan mewarnai corak kepribadiannya. Sedangkan menurut Achmadi (1987:10) pendidikan agama Islam adalah usaha yang lebih khusus ditetapkan untuk mengembangkan fitrah keberagamaan dan sumber daya insani agar lebih mampu memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam.

Menurut Aat (2008:16) pengertian pendidikan agama Islam yaitu usaha yang berupa pengajaran, bimbingan dan asuhan terhadap anak agar kelak selesai pendidikan dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan agama Islam, serta menjadikannya sebagai jalan kehidupan, baik pribadi maupun kehidupan masyarakat.

Implikasi dari pengertian diatas adalah pendidikan agama Islam merupakan komponen yang tak terpisahkan dari sistem pendidikan Islam bahkan berkaitan dengan pendidikan-pendidikan yang lain dan pendidikan agama Islam harus di ajarkan sejak dini sebelum anak memperoleh pengajaran ilmu-ilmu yang lain.

2. Tujuan Pendidikan Agama Islam

Di antara persoalan pendidikan yang cukup penting dan mendasar adalah mengenai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan termasuk masalah sentral dalam pendidikan. Tujuan pendidikan agama Islam itu sendiri merupakan usaha membangun masalah yang utuh dalam rangkan pembentukan kepribadian, moralitas, sikap ilmiah dan keilmuan, kemampuan berkarya, profesionalisme sehingga mampu menunjukan iman dan amal saleh sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan kehidupan inipun

23

harus sesuai dengan hakekat kemanusiaan dan tugas-tugas kehidupan, sesuai dengan sifat-sifat dasar manusia yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan (Rahman, 2002:44)

Sedangkan Arifin (1994:41-43) dalam bukunya pendidikan Islam berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam untuk menanamkan taqwa dan akhlak serta menegakkan kebenaran dalam rangka membentuk manusia yang berpribadi dan berbudi luhur menurut ajaran Islam. Dalam pelaksanaannya dapat dibedakan menjadi dua macam tujuan yaitu: pertama, tujuan operasional yaitu suatu tujuan yang dicapai menurut program yang telah ditentukan dalam kurikulum. Kedua, tujuan fungsional yaitu tujuan yang telah dicapai dalam arti kegunaannya, baik dari aspek teoritis maupun aspek praktis, meskipun kurikulum secara operasional belum tercapai. Adapun tujuan akhirnya yaitu terletak dalam realisasi sikap penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah, baik secara perorangan, masyarakat, maupun sebagai umat manusia keseluruhannya.

3. Dasar Pendidikan Agama Islam

Menurut Aat (2008:17-29) Dasar ideal Pendidikan Agama Islam adalah identik dengan ajaran Islam itu sendiri. Keduanya berasal dari sumber yang sama, yaitu Al-Qur‟an dan Hadis. Kemudian dasar tadi dikembangkan dalam pemahaman para ulama dalam bentuk:

a. Al-Qur‟an

Al-Qur‟an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad untuk disampaikan kepada umat manusia dan

24

sebagai pedoman hidup manusia, bagi yang membaca merupakan suatu ibadah dan mendapat pahala.

b. Sunnah (Hadis)

Dasar yang kedua adalah sunnah yaitu amalan yang dikerjakan oleh Rasulullah baik dalam bentuk perkataan, perbuatan maupun pengakuan dalam proses perubahan hidup sehari-hari menjadi sumber utama Pendidikan Agama Islam karena Allah menjadikan Muhammad sebagai teladan bagi umatnya.

c. Perkataan, perbuatan dan sikap para sahabat

Saat masa Khulafaur Rasyidin sumber pendidikan agama Islam sudah mulai mengalami perkembangan. Oleh karena itu saat memahami Al-Qur‟an dan sunah tidak bisa sembarangan, yaitu pemahaman yang dimiliki oleh para sahabat. Mereka orang-orang yang paling paham tentang keduanya. Sebab mereka telah mendapat pengajaran langsung dari pendidik terbaik yang ada diatas permukaan bumi ini, yaitu Rasulullah. Melalui perantaraan merekalah generasi setelahnya hingga generasi kita sekarang ini dapat mengetahui dan mengerti Al-Qur‟an dan sunnah.

d. Ijtihad

Ijtihad adalah pengerahan segala kesanggupan seorang faqih (pakar fikih Islam) untuk memperoleh pengetahuan tentang hukum sesuatu melalui dalil syara‟ (agama). Dengan kata lain, ijtihad berarti usaha keras dan bersungguh-sungguh yang dilakukan

25

oleh para ulama untuk menetapkan hukum suatu perkara atau suatu ketetapan atas persoalan tertentu.

C. Materi Pengelolaan Wakaf

Dokumen terkait