BAB III. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
B. Muatan Kurikulumn
8. Pendidikan Kecakapan Hidup
Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) merupakan salah satu model kurikulum inovatif, dimana penyelenggaraannya tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan kurikulum yang dikembangkan di satuan pendidikan. Ruang lingkup Pendidikan Kecakapan Hidup mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan kecakapan vokasional.
Pendidikan Kecakapan Hidup yang diselenggarakan di MAN 2 Yogyakarta merupakan bagian integral dari semua mata pelajaran serta kegiatan ekstra dan kokurikuler yang diselenggarakan di MAN 2 Yogyakarta. Semua mata pelajaran diharapkan dapat menajamkan kemampuan logika, berpikir kritis, dan berkomunikasi serta menumbuhkan daya kreasi dan kemampuan untuk mengambil keputusan.
Selain menjadi bagian integral dari semua mata pelajaran, pendidikan kecakapan hidup untuk aspek kecakapan pribadi dan kecakapan sosial juga diselenggarakan dalam Program Bimbingan Konseling, Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) dan Program
75
Pendidikan Karakter khusus berbasis nilai-nilai ajaran agama Islam yang dikemas dalam bentuk Program Peningkatan Kompetensi Keagamaan.
Pendidikan Kecakapan Hidup untuk aspek kecakapan akademik secara khusus diselenggarakan pula dalam bentuk Gerakan Literasi, PLK (pembelajaran luar kelas) aspek minat, matrikulasi kemampuan Operasi Aljabar dan pengayaan vocabulary bahasa Inggris. Sedangkan pendidikan kecakapan hidup aspek kecakapan vokasional selain terintegrasi dalam mata pelajaran prakarya kewirausahaan, diharapkan dapat pula ditumbuhkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang lebih baik.
a. Pendidikan Lingkungan Hidup
Pendidikan Lingkungan Hidup diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai sebagai berikut :
Tabel 27. Nilai karakter dalam Pendidikan Lingkungan Hidup
No .
Nilai-nilai Deskripsi
1 Peduli Lingkungan
Memiliki fokus perhatian terhadap suatu tempat dimana suatu makhluk hidup itu tumbuh yang meliputi unsur-unsur penting seperti tanah, air dan udara, yang mana memiliki arti penting dalam kehidupan setiap makhluk hidup, dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya, yang mencakup lingkungan hidup alami, lingkungan hidup binaan atau buatan dan lingkungan hidup budaya atau sosial. Permasalahan lingkungan madrasah khususnya yang meliputi masalah sampah, air, tanaman, kantin, parkir dan energi ; serta permasalahan lingkungan di lingkup masyarakat yang lebih luas.
2 Sadar Lingkungan
Memiliki pengertian yang mendalam yang terwujud dalam pemikiran, sikap, dan tingkah laku yang mendukung pengembangan lingkungan dengan titik berat pada permasalahan lingkungan madrasah khususnya yang meliputi masalah sampah, air, tanaman, kantin, parkir dan energi ; serta permasalahan lingkungan di lingkup masyarakat yang lebih luas. 3 Cinta
Lingkungan
mencintai bumi sebagai tempat tinggalnya, dengan menjaga sumberdaya alam dan kelestariannya dengan titik berat pada permasalahan lingkungan madrasah khususnya yang meliputi masalah sampah, air, tanaman, kantin, parkir dan energi ; serta permasalahan lingkungan di lingkup masyarakat yang lebih luas.
Program Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di MAN 2 Yogyakarta antara lain diselenggarakan melalui kegiatan-kegiatan dan strategi, sbb :
76
1) Penegakan Tata Tertib Madrasah melalui bimbingan gaya hidup green and clean oleh guru dan pegawai serta sosialisasi penegakan disiplin dan perilaku green and
clean
2) Pemeliharaan Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan Madrasah, melalui kegiatan : optimalisasi Piket Kelas, penertiban administrasi kelas, pelaksanaan piket kebersihan kelas, hemat energi, gerakan peduli toilet bersih dan pelaksanaan Jum’at Bersih
3) Pembentukan Kader Agen Perubahan Lingkungan (Kader APeL). Kader ApeL melakukan kegiatan bina lingkungan lingkungan hidup pada komunitas sekitar atau komunitas tertentu, mengikuti dan menyelenggarakan lomba-lomba terkait lingkungan.
4) Penghijauan Lingkungan Madrasah melalui wakaf tanaman bagi madrasah, gerakan pemeliharaan taman kelas dan sekitarnya serta pengelolaan green house.
5) Pengelolaan Sampah madrasah melalui kegiatan pemilahan sampah di kelas, penimbangan sampah re-use, operasionalisasi Bank Sampah, pelatihan pembuatan hasta karya dari sampah re-use, pameran hasil karya dan pembuatan galeri daur ulang sampah.
6) Integrasi indikator-indikator PLH dalam seluruh mapel
b. Program Peningkatan Kompetensi Keagamaan
Program Peningkatan Kompetensi Keagamaan sebagai bagian dari pendidikan kecakapan hidup aspek pribadi dan sosial berbasis nilai-nilai ajaran agama Islam diharapkan dapat membentuk peserta didik yang memilikinilai-nilai keislaman dan mampu melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Program peningkatan kompetensi keagamaan di MAN 2 Yogyakarta juga diselenggarakan melalui kegiatan-kegiatan, sebagai berikut :
1) Pembiasaan tadarus dan asmaulkhusna,melafalkan meneladani Al-Qur’an, sholat berjama’ah, sholat sunnah, berdo’a, dan dzikir.
77
3) Kultum ba’da Dhuhur, secara bergiliran untuk melatih kemampuan berbicara/berdakwah di depan umum
4) Pembacaan hadits-hadits Adabun-Nabawiyah setiap hari ba’da Dhuhur secara bergantian dengan Kultum
5) Mencetak kader da’i dan khatib (muballigh/muballighat)
6) Apresiasi insindental untuk jamaah sholat dhuhur dengan waktu yang incidental 7) Pemasangan slogan/kata-kata hikmah untuk mendorong perilaku berkata-kata
yang baik
8) Pesantren Sabtu Ahad. Pesantren Sabtu-Ahad (Petuah) yang dilaksanakan pada setiap hari Sabtu-Minggu, Petuah diisi dengan kegiatan-kegiatan penguatan nilai-nilai agama Islam, pemantapan praktik ibadah, pengembangan citra diri positif dan peningkatan wawasan kemanusiaan.
9) Shalat Jum’at, dengan khatib dari siswa secara bergiliran. 10) Gerakan infak jum’at untuk melatih sifat kedermawanan siswa 11) Pelaksanaan salat gerhana, salat istisqa, salat jenazah dan salat gaib.
12) Pembinaan mental Islami, oleh wali-wali kelas, guru bimbingan konseling dan atau guru-guru agama pada hari Senin pagi secara bergantian dengan pelaksanaan Upacara Bendera
13) Pelaksanaan Pesantren Ramadhan.
14) Pengajian kelas, dimotori oleh wali-wali kelas masing-masing.
c. Moderasi Beragama
Kata moderat dalam bahasa Arab dikenal dengan al-wasathiyah. Dalam Alquran merupakan kata yang terekam dari al-Qur’an surat al- Baqarah ayat: 143. Kata al-Wasath dalam ayat tersebut, bermakana terbaik dan paling sempurna.Dalam hadis yang sangat populer juga disebutkan bahwa sebaik-baik persoalan adalah yang berada di tengah-tengah.Dalam artian melihat dan menyelesaikan satu persoalan, Islam moderat mencoba melakukan pendekatan kompromi dan berada di tengah-tengah, begitu pula dalam menyikapi sebuah perbedaan, baik perbedaan agama ataupun mazhab. Islam moderat selalu mengedepankan sikap toleransi, saling menghargai, dengan tetap meyakini kebenaran keyakinan masingmasing
78 agama dan mazhab.Sehingga semua dapat menerima keputusan dengan kepala dingin, tanpa harus terlibat dalam aksi yang anarkis.
Man 2 Yogyakarta dalam menerapkan nilai-nilai moderasi beragama dilakukan dalam bentuk :
1. Sosialisasi melalui materi moderasi beragama dalam matsama terhadap siswa baru
2. Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan memasukan nilai moderasi beragama
3. Melaksanakan pembelajaran dengan mengkondisikan suasana kelas dan melakukan pembiasaan yang memungkinkan terbentuknya budaya berfikir moderat dalam beragama, terbentuknya karakter, serta menyampaikan pesan-pesan moral kepada peserta didik.
4. Melakukan kegiatan-kegiatan internalisasi karakter yang moderat melalui: a) Pembiasaan ibadah
b) Pesantren Sabtu Ahad (Pertuah) c) Pesantren Ramadhan
d) Mubaligh Hijrah e) Bakti Sosial
d. Gerakan Literasi MAN 2 Yogyakarta
Dalam era global ini, literasi informasi menjadi penting. Deklarasi Alexandria pada tahun 2005 (sebagaimana dirilis dalam www.unesco.org) menjelaskan bahwa literasi informasi adalah kemampuan untuk melakukan manajemen pengetahuan dan kemampuan untuk belajar terus-menerus. Literasi informasi merupakan kemampuan untuk menyadari kebutuhan informasi dan saat informasi diperlukan, mengidentifikasi dan menemukan lokasi informasi yang diperlukan, mengevaluasi informasi secara kritis, mengorganisasikan dan mengintegrasikan informasi ke dalam pengetahuan yang sudah ada, memanfaatkan serta mengkomunikasikannya secara efektif, legal, dan etis.
79
Kegiatan Literasi selama ini identik dengan aktivitas membaca dan menulis. Deklarasi UNESCO tahun 2003 menyebutkan bahwa literasi informasi terkait pula dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan. Kemampuan-kemampuan itu perlu dimiliki tiap individu sebagai syarat untuk berpartisipasi dalam masyarakat informasi, dan itu bagian dari hak dasar manusia menyangkut pembelajaran sepanjang hayat.
Oleh karena itu penting sekali menggalakkan Gerakan literasi di lingkungan madrasah. Gerakan literasi di MAN 2 Yogyakarta merupakan gerakan kolaboratif dan partisipatif. Sebagai kegiatan partisipatif gerakan literasi melibatkan seluruh warga madrasah, bukan hanya peserta didik, namun juga Pendidik, Kepala Madrasah, tenaga kependidikan, pengawas, komite dan orangtua wali. Semua pihak tersebut saling bekerjasama membangun ekosistem literasi agar mampu menyiapkan peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat. Gerakan Literasi MAN 2 Yogyakarta sekarang sudah meliputi literasi baca tulis, digital, visual, numerasi, budaya dan kewarganegaraan.
Gerakan literasi sebagai gerakan kolaboratif melibatkan perpustakaan, guru bahasa Indonesia dan guru pembimbing TIK. Kegiatan kolaboratif diperlukan untuk membangun kemampuan literasi perpustakaan, literasi media, dan literasi tekonologi. Literasi perpustakaan antara lain memberikan pemahaman cara membedakan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan
periodical, memahami Dewey Decimal System sebagai klasifikasi pengetahuan yang
memudahkan dalam menggunakan perpustakaan, memahami penggunaan katalog dan pengindeksan, hingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau mengatasi masalah. Literasi media merupakan kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak, media elektronik, media digital dan memahami tujuan penggunaannya. Literasi teknologi merupakan kemampuan mengikuti teknologi serta kemampuan menggunakannya serta etika memanfaatkannya.
80
Berikut ini Gerakan Literasi di MAN 2 Yogyakarta meliputi bergagai kegiatan antara lain:
1) Mengkondisikan lingkungan fisik (perpustakaan khususnya dan madrasah pada umumnya) yang ramah literasi.
2) Mengembangkan manajemen pelaksanaan Gerakan Literasi melalui kegiatan pelatihan. Kegiatan pelatihan ini bisa dilakukan secara mandiri atau bekerjasama dengan BPAD DIY, Perpusda Kota Yogyakarta dan ATPUSI DIY.
3) Membangun kebiasaan membaca yang terintegrasi dalam kegiatan setiap hari Senin
4) Melaksanakan tahapan pelaksanaan Gerakan Literasi di MAN 2 Yogyakarta, yang meliputi:
a) Menumbuhan minat baca melalui program kegiatan perpustakaan
b) Meningkatkan motivasi membaca dengan memberikan materi tentang manfaat membaca, teknik membaca tuntas, andaikan buku sepotong pizza, kisah sukses tokoh yang hobi membaca, serta bagaimana memilih buku bermutu (living books)
c) Meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan
d) Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran: menggunakan buku pengayaan dan strategi membaca di semua mata pelajaran
5) Penjabaran dari tahapan I Gerakan Literasi yaitu Program Kegiatan Perpustakaan, yaitu:
a) Peningkatan pelayanan baca dan sirkulasi
b) Pembimbingan Pemustaka dalam program kegiatan hari Senin dan Jum’at c) Pembimbingan Komunitas Pecinta Buku yang nantinya akan melahirkan
agen literasi madrasah
d) Peningkatan koleksi buku non pelajaran
e) Pembelajaran pemanfaatan katalog digital bagi pemustaka f) Pembelajaran pemanfaatan koleksi referensi dan periodikal
81
g) Promosi koleksi melalui berbagai media (cetak dan online) h) Penyusunan poster-poster yang menggugah semangat minat baca i) Kegiatan bincang dan diskusi buku
j) Apresiasi pengunjung pada “special day”, hari buku internasional 23 April dan Hari Buku Nasional 17 Mei
k) Apresiasi kepada pemustaka, guru dan siswa dengan pemilihan sahabat perpustakaan. Sahabat perpustakaan bisa menjadi sarana untuk menemukan bibit-bibit agen literasi.
l) Mengadakan Gerakan Wakaf buku bagi alumni dan peneliti di MAN 2 Yogyakarta
m) Mengadakan Gerakan Menyumbang Buku (GERBANGKU) bagi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan di MAN 2 Yogyakarta
n) Pengembangan Pojok Baca di seluruh kelas di MAN 2 Yogyakarta
o) Pemajangan hasil karya tulis siswa dalam papan mading. Karya tulis dimaksud meliputi : puisi, artikel, biografi, sejarah, danlain-lain serta merotasi bahan pajangan secara berkala.
p) Pendistribusian koleksi yang variatif di pojok-pojok baca. q) Penentuan buku bacaan wajib.
r) Penambahan 1 jam pelajaran dikelas X untuk kegiatan Literasi
6) Penjabaran Tahap II Gerakan Literasi di MAN 2 Yogyakarta yaitu Meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan. Kegiatan ini berkolaborasi dengan guru Bahasa Indonesia. Dalam tahap II ini juga bekerjasama dengan guru pembimbing TIK untuk mengembangkan literasi media dan lieterasi teknologi.
7) Pengembangan literasi visual, yaitu pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi, yang mengembangkan kemampuan dan kebutuhan belajar dengan memanfatkan materi visual dan audiovisual secara kritis dan bermartabat serta mampu menyaring informasi berdasarkan etika dan kepatutan.
82
e. PLK Aspek Minat
Program Pembelajaran Luar Kelas (PLK) Aspek Minat diselenggarakan dalam rangka menambah variasi kegiatan pembelajaran sehingga tidak monoton di dalam kelas. Pertimbangan lain adalah minimnya wawasan siswa akan jenis-jenis pekerjaan yang linier dengan peminatannya. Kurangnya wawasan siswa tentang pekerjaan/profesi bidang minatnya ini menyebabkan sebagian besar siswa menghadapi kesulitan menentukan pilihan studi lanjut selepas lulus madrasah.
Target pelaksanaan kegiatan PLK aspek minat ini adalah :
1) Meningkatnya pengetahuan siswa tentang jenis-jenis pekerjaan sesuai dengan minatnya
2) Meningkatnya wawasan tentang pilihan studi lanjut sesuai dengan jenis pekerjaan sesuai minat yang diinginkan.
3) Meningkatnya motivasi, daya kreasi dan produktifitas diri siswa, sebagai persiapan dalam menghadapi atau memasuki dunia usaha yang sesungguhnya. 4) Mengimplementasikan pembelajaran yang diperoleh di kelas dengan memberikan
kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman secara langsung. Bentuk kegiatan PLK aspek minat dapat berupa kunjungan ke tempat dunia usaha dan dunia industri, dapat juga berupa kunjungan ke pusat–pusat pelatihan .
f. Peningkatan Keterampilan dan Kecakapan Berbahasa Inggris
Keberhasilan pembelajaran bahasa asing (inggris) dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang berperan penting adalah penguasaan kosa kata. Penguasaan kosa kata yang baik akan mempermudah pembelajar bahasa Inggris untuk menguasai empat keterampilan berbahasa (reading, writing, listening dan
speaking). Input siswa yang diperoleh di setiap tahun pelajaran baru, mayoritas masih
lemah dalam penguasaan kosa kata bahasa Inggris. Untuk itu diperlukan suatu terobosan untuk menguatkan penguasaan kosa kata siswa baru melalui program pengayaan kosa kata. Program pengayaan kosa kata tersebut diharapkan akan mampu memberi jalan sekaligus bekal kepada para siswa untuk dapat meraih dan mencapai
83
kemampuan berbahasa Inggris secara lebih baik dan menjadi jalan meraih prestasi belajar yang maksimal.