KAJIAN PUSTAKA
2.1.6 Pendidikan Seni Musik di SD
Seni merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Hal itu dikarenakan manusia memiliki aspek estetik yang perlu dikembangkan, salah satunya dapat melalui pendidikan seni. Salah satu cabang seni yang dapat dikembangkan yaitu seni musik. Seni musik merupakan seni yang menggunakan bunyi sebagai media, ditinjau dari sumber bunyi, bahan dan cara memainkannya (Sukarya, dkk 2008: 2.2.1). Unsur-unsur dalam seni musik, yaitu irama, melodi, harmoni dan struktur lagu (Pamadhi, dkk 2011:2.3).
Seni musik berperan positif bagi perkembangan mental siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh Bolduc (2009:37) dalam penelitiannya:
for 40 years, researches in the field of education and phsychology have demonstrated that musik learning facilitates children’s overall
devlopment. At the socioacffective level, studie reveal that musik education facilitates development of communicative skills, increases self-confidence, and with the halp of musik therapy, it enables the harmonization of interpersonal relationships among students who have intregation difficulties. In addition to being a privileged medium to develop kinaesthetic skills musik training also contributes to cognitive development.
Hasil penelitian Bolduc tersebut, mengandung arti bahwa selama 40 tahun terakhir, para peneliti di bidang pendidikan dan psikologi telah menunjukkan bahwa belajar musik memfasilitasi perkembangan siswa secara keseluruhan. Pada tingkat sosioafektif, penelitian mengungkapkan bahwa pendidikan seni musik memfasilitasi pengembangan keterampilan komunikasi, meningkatkan kepercayaan diri, dan dengan bantuan terapi musik, memungkinkan harmonisasi hubungan interpersonal di antara siswa yang memiliki kesulitan integrasi. Selain menjadi media istimewa untuk mengembangkan keterampilan kinestetik pendidikan seni musik juga berkontribusi terhadap perkembangan kognitif.
Berdasarkan beberapa pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa seni musik merupakan cabang dari seni yang merupakan menghasilkan musik yang memiliki unsur-unsur seperti irama, melodi dan harmoni. Seni musik musik berperan secara positif dalam perkembangan mental siswa, seperti mengembangkan kreativitas, kemampuan berekspresi, dan kepekaan siswa terhadap lingkungannya serta memberikan pengalaman bermusik pada siswa.
Tujuan pendidikan seni musik yakni yang berada dalam lingkup kelompok mata pelajaran estetika dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 23 Tahun 2006 adalah membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. Dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses, proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa.
Pendidikan seni musik di SD dituangkan dalam mata pelajaran SBK yang terintegrasi antara seni musik, seni tari dan seni rupa. Cakupan materi dalam mata pelajaran SBK bidang seni musik telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional, tentang Standar Kompetensi Lulusan SBK bidang seni musik. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006, Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran SBK bidang seni musik di Sekolah Dasar meliputi: (1) mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan memperhatikan dinamika melalui berbagai ragam lagu daerah dan wajib dengan iringan alat musik sederhana daerah setempat; (2) mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan ansambel sejenis dan gabungan terhadap berbagai lagu wajib, daerah dan Nusantara; (3) mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan menyanyikan lagu wajib, daerah dan Nusantara dengan memainkan alat musik sederhana setempat.
Sukarya, dkk (2008: 3.2.10) menuturkan bahwa seni musik di SD difokuskan pada apresiasi dan ekspresi karya musik dengan mengembangkan kemampuan untuk berpikir dan mengekspresikan diri siswa di dalam bunyi. Melalui pengenalan lagu dari berbagai konteks budaya dan historis, siswa belajar untuk mengidentifikasi secara oral dan visual, merespon menggunakan unsur-unsur dan pola musik. Aktivitas ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa untuk mendengar apa yang dilihat dan melihat apa yang didengar. Siswa belajar untuk mengenali dan menginterpretasikan isi, emosi, ekspresi dan apek spiritual di dalam musik yang mereka dengar dan pertnjukkan. Makna yang ingin dibangun melalui musik harus dipilih secara seksama agar isinya sesuai dengan kemampuan, pengalaman, kebutuhan dan pengetahuan siswa. Dengan bernyanyi, bermain dan mendengarkan musik, bergerak mengikuti bunyi dan komposisi, siswa mendapatkan kenyamanan ketika mereka belajar (Sukarya, dkk 2008: 3.2.10).
Masih menurut Sukarya, dkk (2008: 3.2.10) melalui kegiatan bernyanyi dan memainkan alat musik dalam gaya dan teknik yang sesuai, secara individu atau bersama dengan orang lain, siswa menunjukkan pengembangan berkenaan dengan suara, fisik, gaya dan konsep musik. Para siswa belajar untuk mengenali dan menginterpretasikan isi, ekspresi dan emosi musik yang mereka pertunjukkan dan perdengarkan.
Secara garis besar, materi yang dibelajarkan dalam seni musik mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal, memainkan alat musik, dan apresiasi karya musik. Kemampuan untuk menguasai olah vokal siswa dibelajarkan tentang
teknik bernyanyi yang benar. Pada materi memainkan alat musik, salah satunya siswa dibelajarkan tentang keterampilan memainkan alat musik melodis sederhana seperti pianika. Sedangkan pada apresiasi musik, kegiatan apresiasi karya musik siswa hanya sebatas untuk mendengarkan lagu-lagu, menyanyikan lagu dengan notasinya, dan membaca biografi pencipta karya musik tersebut (Pamadhi, dkk: 9.13).
Dapat disimpulkan, materi seni musik yang dibelajarkan di SD sebatas pengenalan dasar-dasar bermusik dan bernyanyi serta apresiasi karya musik. Pengenalan materi tersebut dilakukan dengan cara yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa SD. Salah satu materi seni musik yang dibelajarkan di SD yaitu memainkan alat musik melodis. Pada penelitian ini, alat musik melodis yang digunakan yaitu pianika.