BAB II KAJIAN PUSTAKA
C. Pendidikan Spiritual
1. Pengertian Pendidikan Spiritual.
Secara harfiah, pendidikan spiritual terdiri dari dua suku kata, pendidikan dan spiritual. Penjelasan tentang pendidikan banyak diberikan oleh para pakar, dengan statement yang sesuai dengan sudut pandangnya. a. UUD Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, tercantum pengertian pendidikan yaitu:
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan, yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
b. Menurut Ahmad D. Marimba yang di kutip oleh Abuddin Nata mengatakan pendidikan (1997:49) adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menjadi terbentuknya kepribadian yang utama (insan kamil).
c. Menurut Djumransjah (2004:22) pendidikan adalah usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi
pembawaan, baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.
Dapat disimpulkan kegunaan pendidikan adalah untuk mengembangkan potensi yang dimiliki manusia agar menjadi pribadi dengan baik. Dengan pendidikan manusia dapat memiliki ilmu yang akan mengantarkan kepada kehidupan yang lebih baik di dunia dan di akhirat. Seperti firman Allah dalam al-Qur‟an surat al-Mujadillah ayat 11
ِف اوُحَّسَفَ ت ْمُكَل َليِق اَذِإ اوُنَمآ َنيِذَّلا اَهُّ يَأ اَي
ْمُكَل ُهَّللا ِحَسْفَ ي اوُحَسْفاَف ِسِلاَجَمْلا ي
ٍتاَجَرَد َمْلِعْلا اوُتوُأ َنيِذَّلاَو ْمُكنِم اوُنَمآ َنيِذَّلا ُهَّللا ِعَفْرَ ي اوُزُشناَف اوُزُشنا َليِق اَذِإَو
ٌريِبَخ َنوُلَمْعَ ت اَمِب ُهَّللاَو
Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.Proses dalam pendidikan merupakan proses mentransfer nilai dan pengetahuan dari pendidik ke peserta didik sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Menurut Hasan Langgulung (1985:3) proses pemindahan atau pentransferan dalam pendidikan berlangsung dengan 3 cara. Pertama melalui pengajaran. Dalam pengajaran berarti terjadi pemindahan pengetahun atau knowledge. Pengajaran ini dalam arti luas dapat terjadi di berbagai tempat, tidak hanya di bangku sekolah saja.
terbiasa dengan pekerjaan tersebut. Ketiga melalui indoktrinasi. Yakni proses yang melibatkan seseorang meniru atau mengikuti apa yang diperintahkan orang lain. Dengan demikian, manusia sangat membutuhkan pendidikan baik secara formal maupun non-formal untuk mengembangkan potensi dan bakatnya agar lebih berguna untuk dirinya, keluarga, dan masyarakat.
Kata spiritual berasal dari bahasa latin spiritus, yang berarti napas (Buzan, 2003:xix). Spiritual Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(2007:1087) spiritual adalah suatu yang berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan, rohani, atau batin. Dengan demikian, spiritual berkaitan dengan sesuatu yang bukan fisik seperti kejiwaan dan rohani, akan tetapi mempunyai pengaruh besar dalam membentuk kepribadian manusia. Hal ini sesuai dengan yang tulis Danah Zohar dalam bukunya SQ (2001:4) bahwa dalam kamus Webster mendefinisikan ruh sebagai “prinsip yang menghidupkan atau vital; hal yang memberi kehidupan pada orgasme fisik dan bukan pada unsur materinya; napas kehidupan.
Secara implisit, spiritual sepadan dengan kecerdasan spiritual atau
spiritual quotient (SQ). Kecerdasan spiritual atau spiritual quatient (SQ) adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan kecerdasan intelektual atau inteleqtual quatient (IQ) dan kecerdasan emosi atau
emotional quatient (EQ) secara efektif (Agustian, 2008:13). Ketiga aspek kecerdasan diatas saling mendukung dan bekerja sama tetapi bekerja pada wilayahnya sendiri-sendiri.
SQ adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya (Zohar, 2001:4). SQ mendorong manusia untuk berpikir kritis dan lebih mendalam dengan masalah yang dihadapi. Dengan hal tersebut akan tersingkap makna-makna lain yang pada dasarnya mengandung suatu kebaikan. Inilah yang diharapkan SQ, dapat memberikan energi positif sehingga kejadian yang terlihat sulit menjadi lebih mudah.
2. God Spot
God spot atau bisa disebut dengan “Titik Tuhan” merupakan tanda
munculnya spiritual pada manusia. Menurut penemuan oleh Danah Zohar dan Ian Marshal, god spot ada di dalam otak manusia. Pengalaman spiritual dikaitkan dengan adanya peningkatan aktivitas pada lobus temporal yang merupakan bagian dari otak (Zohar, 2001: 95). Peningkatan aktivitas lobus temporal mengakibatkan seseorang mengalami kejadian di luar kesadaran dan kenyataan seperti pengalaman spiritual.
Orang yang mempunyai SQ tinggi kemungkinan besar mempunyai
aktivitas tinggi pada “Titik Tuhan”. Akan tetapi tingginya aktivitas “Titik Tuhan” pada lobus temporal atau pada skizotipy tidak menjamin SQ tinggi. Untuk mencapai SQ tinggi dibutuhkan integrasi seluruh bagian otak, seluruh aspek diri, dan seluruh segi kehidupan (Zohar, 2001:96).
manusia dapat memahami Titik Tuhan ini, pengalaman dan wawasan yang berkaitan tentang spiritual turut mendukung eksistensi Titik Tuhan.
Menurut Ari Ginanjar Agustian dalam bukunya Emotional Spiritual Quatient (2001:86), istilah god spot berasal dari suara hati spiritual. Suara hati manusia adalah kunci spiritual karena ia adalah pancaran sifat-sifat Illahi. Keinginan diperlakukan adil, keinginan hidup sejahtera, keinginan mengasihi dan dikasihi, adalah sifat-sifat dari Allah. Dalam Islam, sifat-sifat Allah terangkum dalam 99 Asmaul Husna yang sebagian besar diimplikasikan kepada manusia disesuaikan dengan situasi dan kondisinya.
Suara hati ini yang apabila disadari dan diikuti akan membawa kepada kebaikan yang hakiki. Pemecahan masalah secara bijak dan pemenuhan makna yang mendalam mengenai kehidupan akan didapatkan dengan suara hati. Suara hati tersebut merupakan keinginan Allah yang ditiupkan pada hati manusia bersamaan dengan ditiupkannya ruh pada penciptaan manusia (Agustian, 2001:86). Ini dibuktikan dengan Anggukan Universal, dimana semua manusia setuju dan mengangguk pada kebaikan. 3. Nilai-Nilai Pendidikan Spiritual Refleksi dari 99 Asmaul Husna
Asmaul husna secara harfiah berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata yakni asma dan husna. Asma merupakan jamak dari ism yang berarti nama-nama. Sedangkan kata husna adalah bentuk muannats dari kata ahsan yang artinya terbaik. Jadi asmaul husna mempunyai arti nama-nama terbaik. Secara istilah asmaul husna adalah nama-nama terbaik yang
disandarkan pada sifat-sifat Allah Swt. (Nasution, 2009:81). Nama-nama terbaik tersebut menunjukkan keagungan dan kemuliaan Allah Swt. sebagai pencipta alam semesta. Serta menunjukkan bahwa hanya Allah lah yang wajib dan pantas untuk disembah oleh semua makhluk.
Asmaul husna hanya ada pada Allah Swt., tidak ada pada makhluk. Sedangkan usaha yang dilakukan manusia adalah mendekati atau menyerupai sifa-sifat Allah itu secara manusiawi (kodrati) (Nasution, 2009:81). Memang asmaul husna hanya berhak dimiliki oleh Allah Swt. Tuhan semesta alam. Namun, manusia diberi hak untuk meniru sifat-sifat Allah tersebut sesuai dengan kodrat manusia. Usaha mencontoh sifat tersebut merupakan bentuk penghambaan manusia kepada Allah. Hal ini sama seperti umat Nabi Muhammad yang mencontoh suri tauladan Nabi Muhammad Saw. sebagai Rasul panutan manusia.
Pendidikan spiritual merupakan pendidikan yang bersifat abstrak dan non-fisik yang berhubungan dengan ruh dan kejiwaan manusia yang dapat dipelajari dan dipraktikkan dalam keseharian. Pendidikan spiritual dapat direfleksikan dari 99 asmaul husna Allah Swt. Seperti yang dijelaskan Ary Ginanjar Agustian (2001:87) bahwa 99 asmaul husna dapat menjadi sumber suara hati manusia. Dimana suara hati adalah kunci spiritual yang dimiliki manusia (Agustian, 2001:86). Dengan demikian 99 asmaul husna
dapat direfleksikan menjadi nilai-nilai spiritual yang kemudian dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu, Asmaul husna
merupakan nama-nama Allah yang terbaik dan hanya Allah lah yang memilikinya namun manusia dapat mengambil ibrah dari asmaul husna.
Orang yang menghayati lalu mencoba menginternalisasi sifat-sifat tuhan akan memancarkan sifat-sifat terpuji dalam setiap perilakunya. Dia akan menjadi orang yang mengasihi sebagai dorongan sifat Allah ar-rahim
(Nasution, 2009:82). Allah SWT memberikan kesempatan pada makhluknya untuk menerapkan sifat-sifat yang dimiliki Allah SWT. Namun, perlu menjadi catatan bahwa Allah SWT berbeda dengan makhluknya, sehingga walaupun manusia dapat menginternalisasikan sebagian sifat Allah dalam dirinya namun ia tidak bisa menyamai Allah.
Berikut 99 asmaul husna Allah yang dapat direfleksikan dalam diri manusia:
No. Asmaul Husna Arti Nilai Spiritual
1. Ar-Rahman (
نمحّرلا)
Maha Pengasih Mengasihi 2. Ar-Rahiim)ميح ّرلا(
Maha Penyayang Penyayang 3. Al-Maalik)كلاملا(
Maha Raja Amanah4. Al-Quddus
)سوّدقلا(
Maha Suci Jujur5. As-Salaam
)ملاّسلا(
Maha Damai Suka kedamaian 6. Al-Mukmin)نمؤملا(
Maha MengamankanJujur, memberi keamanan untuk
orang lain
7.
Al-Muhaimin
)نميهملا(
Maha MenjagaMemelihara dan merawat
8. Al-„Aziz
)زيزعلا(
Maha Mulia Lagi PerkasaRendah hati
9. Al-Jabbar
)راّبجل(
Maha Memaksa Adil 10.Al-Mutakabbir
)رّبكتملا(
Maha Pembesar Besar hati dan jiwa 11. Al-Khaaliq )قلاخلا( Maha Pencipta Kreatif, inovatif12. Al-Baari‟
)ئرابلا(
Maha Mengadakan Kreatif, inovatif13.
Al-Mushawwir
)رّوصملا(
Maha Pemberi RupaSuka melukiskan dan mewujudkan impian
14. Al-Ghaffaar
)راّفغلا(
Maha Pengampun Pemaaf15. Al-Qahhaar
)راّهقلا(
Maha Perkasa Semangat 16. Al-Wahhaab)باّهولا(
Maha Pemberi Suka memberi 17. Ar-Razzaaq)قاّزّرلا(
Maha Pemberi Rizki Suka memberi18. Al-Fattaah
)حاّتفلا(
Maha Pembuka Pelopor, perintis 19. Al-„Aliim)ميلعلا(
Maha Mengetahui Berilmu20. Al-Qaabidl
)ضباقلا(
Maha Menyempitkan RizkiSabar dalam kesempitan 21. Al-Baasith )طسابلا( Maha Melapangkan
Rizki
Syukur kepada Allah
22. Al-Khaafidl
)ضفاخلا(
Maha Merendahkan Amar ma‟ruf nahi munkar23. Al-Raafi‟
)عفارلا(
Maha MeninggikanAmar ma‟ruf nahi munkar
24. Al-Mu‟izz
)ّزعملا(
Maha MemuliakanMenghargai diri sendiri dan orang lain
25. Al-Mudzill
)ّلذملا(
Maha Menghinakan Ikhlas dan sabar26. As-Samii‟
)عيمّسلا(
Maha MendengarTerbuka terhaap saran dan kritik 27. Al-Bashiir )ريصبلا( Maha Melihat Peduli
28. Al-Hakam
)مكحلا(
Hakim yang Maha Agung (Maha Menilai)
29. Al-„Adl
)لدعلا(
Maha Adil Adil30. Al-Lathiif )فيطّلا( Maha Lembut Bersikap halus
31. Al-Khabiir
)ريبخلا(
Maha Dalam Pengetahuan-NyaBerhati-hati 32. Al-Haliim )ميلحلا( Maha Penyantun Santun
33. Al-„Adhiim
)ميظعلا(
Maha Agung Tidak arogan 34. Al-Gafuur )روفغلا( Maha Pengampun Toleran, Pemaaf35. As-Syakuur )روكّشلا( Maha Mensyukuri
Selalu berterima kasih
36. Al-„Aliyy )ّىلعلا( Maha Tinggi
Tidak bersikap rendah diri
37. Al-Kabiir
)ريبكلا(
Maha Besar Hamba yang unggul38. Al-Hafiidh
)ظيفحلا(
Maha Menjaga Memelihara kesucian kalbu39. Al-Muqiit )تيقملا( Maha Penyedia Makanan Pokok
Bertambah
ketaqwaan kepada Allah
41. Al-Jaliil
)ليلجلا(
Maha Luhur Pribadi luhur 42. Al-Kariim )ميركلا( Maha Dermawan Dermawan43. Ar-Raqiib
)بيقّرلا(
Maha Mengawasi Jujur44. Al-Mujiib
)بيجملا(
Maha Mengabulkan Suka memenuhi keinginan orang lain 45. Al-Waasi‟)عساولا(
Maha Luas Berwawasan luas 46. Al-Hakiim )ميكحلا( Maha Bijaksana Bijaksana47. Al-Waduud
)دودولا(
Maha Cinta Kasih Empati48. Al-Majiid
)ديجملا(
Maha Sempurna Kemulian-NyaBersifat baik
49. Al-Baa‟its
)ثعابلا(
MahaMembangkitkan
Motivator 50. Asy-Syahiid )ديهّشلا( Maha Menyaksikan Jujur 51. Al-Haqq
)ّقحلا(
Maha HakikiAda-Nya Tidak arogan 52. Al-Wakiil )ليكولا( Yang Kepada-Nya Diserahkan Segala Perkara Tawakal
53. Al-Qawiyy
)ّىوقلا(
Maha Kuat Semangat 54. Al-Matiin)نيتملا(
Maha MenggenggamKekuatan
Pantang menyerah
55. Al-Waliyy
)ّىلولا(
Maha Melindungi Suka melindungi 56. Al-Hamiid)ديمحلا(
Maha Terpuji Bersikap terpuji 57. Al-Muhshiy )ىصحملا( Maha Menghitung Teliti, cermat58. Al-Mubdi‟
)ءدبملا(
Maha Memulai Pelopor59. Al-Mu‟iid
)ديعملا(
MahaMengembalikan
Takwa kepada Allah
60. Al-Muhyi
) ْىيحملا(
Maha Menghidupkan Motivator 61. Al-Mumiit )تيمملا( Maha MematikanBerani mengambil risiko
62. Al-Hayy
)ّيحلا(
Maha Hidup Semangat 63. Al-Qayyuum)موّيقلا(
MahaMenegakkan/Mandiri
Mandiri, tegar
64. Al-Waajid
)دجاولا(
Maha Selalu MendapatkanPantang menyerah
66. Al-Waahid )دحاولا( Maha Esa Iman kepada Allah
67. Al-Ahad
)دحلَّا(
Maha Esa Iman kepada Allah68. Ash-Shamad
)دمّصلا(
Maha Tidak BergantungMandiri
69. Al-Qadiir )ريدقلا( Maha
Menentukan/Kuasa
Berkompeten
70. Al-Muqtadir
)ردتقملا(
Maha Berkuasa Memimpin, Membimbing 71. Al-Muqaddim)مّدقملا(
Maha Mendahulukan Disiplin 72.Al-Mu‟akhkhir
)رّخؤملا(
Maha Mengakhirkan Waspada 73. Al-Awwal)لّولَّا(
Maha Permulaan Perintis 74. Al-Aakhir)رخلَّا(
Maha Akhir Waspada 75. Adh-Dhaahir )رهاّظلا( Maha JelasTransparan, keterbukaan 76. Al-Baathin
)نطابلا(
Maha Batin Khusyuk77. Al-Waaliy
)يلاولا(
Maha Penguasa Berjiwa pemimpinMuta‟aaliy
)يلاعتملا(
Kekuasaan-Nya79. Al-Bar
)ربلا(
Maha Melimpahkan KebaikanMenebar kebaikan
80. At-Tawwaab
)باّوّ تلا(
Maha Penerima TaubatPemaaf
81. Al-Muntaqim
)مقتنملا(
Maha Pendendam Waspada dan berhati-hati 82. Al-„Afuww)ّوفعلا(
Maha Pemaaf Pemaaf 83. Ar-Ra‟uuf)فوءّرلا(
Maha Belas KasihSayang Pengasih 84. Maalikul Mulk
)كلملا كلام(
Maha Mempunyai Kerajaan Bekerja keras 85.Dzul Jalaal wal Ikraam
)ماركلإا و للاجلاذ(
Maha Memiliki Keanggunan dan Kemurahan Dermawan 86. Al-Muqsith )طسقملا( Maha Menyeimbangkan/ Penengah Adil87. Al-Jaami‟
)عماجلا(
MahaMengumpulkan
Team work, kerja sama
88. Al-Ghaniyy
)ّينغلا(
Maha KayaHanya kepada Allah tempat bergantung 89. Al-Mughniy )ينغملا( Maha Pemberi
Kekayaan
Dermawan
90. Al-Maani‟
)عناملا(
Maha Mencegah Ikhlas91. Adh-Dhaarr
)راّضلا(
MahaMemudharatkan
Sabar
92. An-Naafi‟
)عفاّنلا(
Maha Pemberi ManfaatIngin bermanfaat untuk orang lain 93. An-Nuur
)روّنلا(
Maha Menerangi Berilmu dan mulia 94. Al-Haadii)يداهلا(
Maha PemberiPetunjuk
Pemimpin, pembimbing 95. Al-Badii‟
)عيدبلا(
Maha Pencipta Baru Inovasi 96. Al-Baaqi )يقابلا( Maha Kekal Memelihara97. Al-Waarits )ثراولا( Maha Mewarisi Suka membantu
98. Ar-Rasyiid
)ديشّرلا(
Maha PembimbingPembimbing yang dibawah
99. Ash-Shabuur
)روبّصلا(
Maha PenyabarSabar, tidak tergesa-gesa