UNIT USAHA NON FORMAL
4.4 Analisa Hasil Penelitian
4.4.3 Pendirian Pusat Konsultasi dan Pengembangan UMKM
Pusat konsultasi merupakan hal yang penting bagi suatu instansi pemerintahan atau swasta dalam menampung semua aspirasi ataupun keluhan masyarakat dan konsumen. Pusat konsultasi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bertujuan untuk memberikan layanan penelitian dan pengembangan terhadap berbagai kegiatan UMKM, memberikan layanan monitoring, evaluasi, pembinaaan dan pendampingan terhadap Usaha Kecil Menengah (UKM) dan sebagai
lembaga pengabdian masyarakat yang berkiprah untuk memberikan layanan terhadap pengembangan UKM.
Adapun manfaat adanya pusat konsultasi bagi usaha kecil, mikro ataupun menengah dan bagi wirausaha baru yaitu; Memberikan bantuan konsultasi manajemen bisnis (keuangan, pemasaran, akuntansi, dan manajemen umum) untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan menajerial, Memberikan pelayanan konsultasi bisnis yang berkesinambungan kepada usaha kecil, mikro dan wirausaha baru untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh pengusaha kecil, mikro dan wira usaha baru. Membantu dan mendampingi dalam pembuatan proposal untuk pengajuan modal usaha mendampingi para pengusaha kecil, mikro dan wirausaha baru yang akan melakukan negoisasi dan kerjasama dengan pihak lain seperti; Lembaga Pemasaran, Keuangan, Perbankan dan BUMN sebagai mitra pembina, maupun instansi. Terutama pada masalah hukum dan perizinan kegiatan usaha, dan Membentuk jaringan kerja antar pengusaha kecil, mikro dan wirausaha baru, UKM Sentra, dengan pengusaha besar dan BUMN, lembaga keuangan untuk membantu dalam rangka pengembangan usaha.
Pusat konsultasi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep tetap tersedia, terutama bagi pelaku UKM dan masyarakat luas yang ingin mengkonsultasikan permasalahannya. Pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, pusat konsultasi
yang disediakan jarang didatangi oleh masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh pihak Disperindag bahwa pelaku UKM jarang melakukan konsultasi, factor yang mengakibatkan hal tersebut, pihak Disperindag juga kurang begitu tahu. Adapun yang sering mengunjungi kantor Disperindag kabupaten Sumenep adalah masyarakat yang baru dalam merintis usaha dan masyarakat tersebut mendatangi kantor Disperindag untuk melakukan pengurusan legalitas izin usaha atau SIUP. Sedangkan pihak Disperindag mengungkapkan bahwa yang berwewenang dalam pemberian legalitas izin usaha atau SIUP adalah Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Sumenep.
Faktor yang mengakibatkan masyarakat jarang mendatangi dan melakukan konsultasi ke kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sumenep, dari informasi masyarakat pelaku UKM, yaitu karena Disperindag masih menganut system kekeluargaan atau kedekatan dengan pelaku UKM, artinya bahwa siapa yang dekat maka dia yang lebih leluasa mendapatkan informasi meski tanpa harus melakukan konsultasi. Sedangakan bagi masyarakat yang awam atau baru di dunia usaha yang dinaungi oleh Pemerintah Daerah atau Disperindag, kurang direspon apa yang menjadi keinginan masyarakat.
Adapun strategi untuk menghindari hal di atas yaitu dengan melalui pendekatan dan partisipatif masyarakat, yang dimulai dengan menghimpun aspirasi masyarakat, melalui MUSRENBANG tingkat
Kecamatan sampai pada tingkat Kabupaten yang dimotori oleh Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Sumenep. Adapun manfaat dari MUSRENBANG bagi Dinas Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Sumenep yaitu dapat mengetahui pengembangan industri dan perdagangan yang benar-benar mengarah pada prioritas kebutuhan masyarakat yang nyata dan sesuai dengan potensi kondisi wilayah yang dimiliki oleh setiap kecamatan, mengingat banyaknya daftar usulan kegiatan pada masing-masing kecamatan yang kemungkinan besar tidak dapat terealisasi secara keseluruhan.
UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian suatu Negara ataupun daerah, begitu juga dengan Negara Indonesia UKM sangat memiliki peran penting dalam laju perekonomian masyarakat. Pengembangan UMKM ataupun UKM perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya. Program ataupun kebijakan pemerintah kedepan perlu diupayakan lebih kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya UKM. Pemerintah perlu meningkatkan perannya dalam memberdayakan UKM, disamping mengembangkan kemitra usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha besar denan pengusaha kecil,dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Pengembangan UKM, perlu menggabungkan keunggulan local
(lingkungan internal) dan peluang pasar global, yang disinergikan dengan era otonomi daerah dan adanya pasar bebas.
Perkembangan UKM apabila tidak diikuti dengan berkembangnya sumber daya manusia yang profesional maka peluang untuk meluaskan usaha atau industrinya akan sulit, karena sumber daya manusia menjadi aspek penting dalam keberlangsungan operasional organisasi dan perusahaan, atau sumber daya manusia merupakan penggerak bagi sumber daya lain.
Adapun perkembangan UKM yang ada dikabupaten Sumenep semakin tahun semakin meningkat, hal tersebut dapat dilihat dari data IKM tahun 2012 dan data IKM tahun 2013. Perkembangan UKM yang tersebar dikabupaten Sumenep juga tidak terlepas dari peran Bupati kabupaten sumenep yang dibantu oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep. hal itu dapat dilihat dari Usaha Kecil Menengah dikabupaten Sumenep yang telah memberikan kontribusi yang besar terhadap roda perokonomian di Kabupaten Sumenep. Bahkan tidak sedikit dari produk Usaha Mikro dan Kecil di Kabupaten Sumenep menjadi unggulan di daerah lain. Produk seperti keris, ukir kayu, krupuk ikan, petis, kripik singkong, batik tulis, garam, gula merah, dan rengginang, merupakan produk unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Sumenep.
Adapun bentuk strategi pengembangan UKM yang diberikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, yaitu berupa Pelatihan dan Pembinaan. Pelatihan dilakukan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia dengan skill yang lebih baik. Sedangkan Pembinaan dilakukan dengan berupa penyediaan bantuan peralatan sebagai penunjang kelancaran berproduksi. Salah satu contoh pembinaan yang dilakukan adalah dengan pemberian peralatan kompor bagi pengrajin batik tulis, mesin bordir bagi penjahit, alat ukir keris dan lain-lain. Dengan demikian peran Dinas Perindustrian dan perdagangan kabupaten Sumenep dapat dikatan baik, karena mampu mengembangkan usaha kecil dan menengah yang ada dikabupaten Sumenep, meskipun ada beberapa dari mereka yang belum mendapatkan sentuhan bantuan dari Disperindag Kabupaten Sumenep.
Pelaksanaan pembinaan dan pelatihan yang diberikan kepada para pelaku UKM sering mengalami kendala dan hambatan, baik internal ataupun eksternal. Kendala internal dalam pelaksanaan pembinaan yang dilakukan oleh Disperindag adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh Disperindag masih jauh dengan apa yang diharapkan, dengan kata lain bahwa SDM atau pegawai yang dimiliki kurang mampu membidangi pekerjaan dan tanggung jawabnya. Sedangkan permasalahan eksternal yaitu datang dari pelaku UKM, dimana kecemburuan pelaku UKM karena tidak memperoleh giliran
pelatihan dan bantuan peralatan. Masalah eksternal ini disebabkan oleh sedikitnya dana APBD yang dialokasikan kepada Disperindag, dan Disperindag tidak dapat membantu semua pelaku UKM yang ada dikabupaten Sumenep.
4.4.4 Pembuatan Sistem Pemasaran Bersama
Pertumbuhan jumlah UKM yang semakin hari kian melonjak pesat, mau tidak mau mendorong para pelakunya untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun strategi pemasaran. Strategi pemasaran sering kali diibaratkan sebagai jantung kehidupan sebuah usaha. jadi saat ini para pelaku UKM harus bisa jeli dan teliti dalam menciptakan strategi pemasaran yang tahan banting ditengah ketatnya persaingan pasar. Factor terpenting yang harus difikirkan oleh pemilik usaha selain sumber daya manusia yaitu segmen pasar yang jelas. Pelaku UKM harus mampu melihat segmen pasar yang tepat untuk hasil produksi yang dimilikinya, pasar merupakan hal terpenting yang harus difikirkan oleh pemilik usaha.
Penting bagi pemerintah untuk melakukan intervensi positif, professional dan proporsional dalam menciptakan system pemasaran berama bagi UMKM. Melihat dari pengalaman tahun sebelumnya, mekanisme pasar kerap tak berdaya mewujudkan keadilan. Dan pada tahun ini Pemerintah wajib memberikan keadilan dan mengurangi kerimpangan.
Pemerintah dan pelaku UKM harus bisa menentukan komoditas apa saja yang memiliki nilai jual cukup tinggi di pasaran. Analisis pasar juga harus dilakukan dalam menghadapi pasar dunia yang semakin modern sebagai tolak ukur dari potensial yang dimiliki oleh produk unggulan di suatu daerah.
Pemasaran hasil produksi UKM yang ada di Kabupaten Sumenep yaitu dengan system titip kepada sesama pelaku UKM yang lebih besar dan mengikut sertakan hasil produknya pada pameran di tingkat local, regional dan nasional. Strategi pemerintah dalam membabantu memasarkan dan mempromosikan hasil produksi UKM di Kabupaten Sumenep yaitu dengan menyediakan sorum untuk hasil produksi UKM dikabupaten sumenep, dengan nama sorum tersebut yaitu Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA). Sorum ini menampung semua hasil produksi UKM yang ada di Kabupaten Sumenep.
Selain sorum, bentuk bantuan pemasaran hasil produksi UKM yang ada dikabupaten Sumenep, dengan mengikut sertakan para pelaku UKM pada pameran tingkat lokal, regional dan nasional. Untuk tingkat local pameran diselenggarakan setahun sekali yaitu pada acara Hari Jadi Kabupaten Sumenep. Untuk Tingkat regional pemasaran dengan system Pasar Lelang yang diadakan setiap 1 bulan sekali di Surabaya. Dan untuk tingkat pemasaran nasional Disperindag Kabupaten Sumenep melakukan kerja sama denga Dinas Perindustrian dan Perdagangan diluar daerah.
Cara Disperindag memperoleh informasi terkait dengan adanya pameran diluar daerah yaitu dengan contac person kepada panitia penyelenggara atau EO (Event Organizer). Adapun output yang diperoleh oleh Disperindag yaitu dengan memberikan nama baik daerah melalui produk unggulan yang dimiliki oleh kabupaten Sumenep.
4.5 Pembahasan
Strategi pembangunan ekonomi melalui pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada dasarnya akan mengembangkan kesempatan kerja bagi penduduk dan upaya untuk mencapai stabilitas ekonomi, serta mengembangkan basis ekonomi dan kesempatan kerja yang beragam. Pembangunan ekonomi akan berhasil bila mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha. Dalam penilitian ini akan dibahas terkait dengan Strategi Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat yang dilihat dari 4 (empat) indikator diantaranya; penciptaan iklim usaha bagi UMKM, pembuatan informasi terpadu, pendirian pusat konsultasi dan pengembangan usaha, dan system pemasaran bersama.
4.5.1 Penciptaan Iklim Usaha Bagi UMKM
Pertumbuhan ekonomi penting, karena pertumbuhan ekonomi dipandang sebagai suatu syarat yang sangat diperlukan untuk perbaikan masalah-masalah social dengan tujuan memberikan kesejahteraan kepada
seluruh masyarakat dan mencapai tujuan-tujuan pembangunan lainnya seperti peningkatan pendapatan dan kekayaan masyarakat, ataupun penyediaan fasilitas dan sarana-sarana sosial lainnya. Kondisi perekonomian disuatu daerah merupakan tolak ukur kesuksesan suatu daerah dalam menjaga stabilitas sumber daya manusia dan sumber daya alam yang dimilikinya.
Dalam melakukan pemerataan perekonomian di suatu daerah Pemerintah Daerah harus lebih memfokuskan perhatiannya kepada wirausahawan atau usaha kecil menengah dan besar, karena kedudukan para wirausahawan dalam membangun kekuatan ekonomi rakyat terlihat lebih nyata. Wirausahawan mampu menampung tenaga kerja baru dan hal ini tentu dapat meringankan pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.
Pemerintah Daerah dalam mencapai pembangunan melalui wirausaha harus lebih peka dalam memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh daerah tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Kuncoro (2005:64) bahwa di era otonomi daerah, seharusnya paradigma membangun daerah lebih difokuskan, artinya daerahlah yang harus punya inisiatif, prakarsa, kemandirian dalam menyusun, merencanakan dan melaksanakan pembangunan daerah. Asumsinya, daerah lebih tahu tentang masalah dan potensi yang ada di daerahnya masing-masing.
Usaha Mikro Kecil dan Menengah adalah sebuah ekonomi produktif yang memiliki jumlah kekayaan dan penjualan tahunan tertentu dan hal tersebut diatur dalam undang-undang. Adapun kategori usaha tersebut yaitu; Usaha mikro adalah usaha sektor industri pengolahan dengan jumlah tenaga kerja 1-4 orang. Usaha kecil adalah usaha sektor industri pengolahan dengan jumlah tenaga kerja 5-19 orang. Dan usaha menengah merupakan usaha sektor industri pengolahan dengan jumlah tenaga kerja 20-99 orang (Survey UMKM jawa timur 2012:10).
Kegiatan usaha tersebut merupakan suatu kegiatan ekonomi yang bertujuan untuk menghasilkan barang/jasa agar dapat diperjual belikan atau ditukar dengan barang lain, dan ada seorang atau lebih yang bertanggung jawab atas resiko pada produktivitas yang akan dihasilkan (Survey UMKM jawa timur 2012:10). Suatu usaha yang baik adalah usaha yang mampu mengendalikan sumber daya yang terdapat didalamnya dan mampu mengatur ritme produktivitas terhadap pasar yang dimiliki.
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan kekuatan dalam pelaksanaan ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, keberadaan UMKM harus dilindungi dan diberdayakan oleh Pemerintah. Peran Pemerintah dalam menjaga stabilitas usaha yang dimiliki oleh pelaku UKM salah satunya yaitu dengan menjaga kondusifitas iklim usaha.
Iklim usaha adalah kondisi yang diupayakan Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah secara sinergis melalui penetapan berbagai peraturan perundang-undangan dan kebijakan diberbagai aspek kehidupan ekonomi agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah memperoleh pemihakan, kepastian, kesempatan, perlindungan dan dukungan berusaha yang seluas-luasnya.
Menurut Lincolin Arsyad Penciptaan iklim usaha yang baik bagi dunia usaha, melalui pengaturan dan kebijakan yang memberikan kemudahan bagi dunia usaha dan pada saat yang sama mencegah penurunan kualitas lingkungan (Subandi, 2011:123).
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dikabupaten Sumenep dilihat dari industri yang bertumpu pada penggunaan bahan baku local atau dengan pengolahan sumber daya alam yang ada dikabupaten Sumenep. Berdasarkan data Dinas Perindustrian, dan Perdagangan Tahun 2013 Industri Kecil Menengah di Kabupaten Sumenep berjumlah 30.930 Unit Usaha. Dinas Perindustrian dan Perdagangan merupakan instansi yang memiliki wewenang dalam menjaga stabilitas usaha atau kondusifitas usaha yang dimiliki oleh UKM di Kabupaten Sumenep. Iklim usaha yang ada dikabupaten Sumenep cukup kondusif dan Disperindag telah berhasil menjaga stabilitas dan kondusifitas iklim usaha yang ada dikabupaten Sumenep. Hal ini dapat dilihat dari jumlah industri
kecil yang dimiliki oleh kabupaten Sumenen dan merupakan binaan Disperindag Kabupaten Sumenep tiap tahunnya terus mengalami pertambahan.
Sedangkan strategi yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep dalam menjaga iklim usaha yang baik bagi UKM di Kabupaten Sumenep yaitu dengan menerapkan beberapa program, seperti memberikan pelatihan dengan mendatangkan pelatih untuk meningkatkan skill atau kemampuan yang dimiliki oleh sumber daya manusia dalam suatu kelompok UKM dan memberikan bantuan peralatan untuk mendukung kelancaran dalam berproduksi.
4.5.2 Pembuatan Informasi Terpadu
Informasi merupakan data-data yang telah diolah sehingga dapat berguna atau bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkannya, informasi dapat berupa pesan dengan cara dikirim atau disampaikan langsung. Oleh sebab itu pembuatan informasi atau penyediaan informasi terpadu bagi perkembangan dunia usaha merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh Pemerintah, karena informasi merupakan salah satu factor pendukung atas berkembangnya usaha yang dijalani oleh para pelaku UKM. Dengan informasi yang diperoleh, pelaku UKM dapat mengetahui perkembangan dunia usaha saat ini.
Pembuatan informasi terpadu juga dapat memudahkan masyarakat untuk berhubungan dengan pemerintah seperti terkait engan proses perizinan dan perkembangan UKM nya melalui program yang dapat dikeluarkan oleh pemerintah. Seperti yang diungkapkan oleh Lincolin Arsyad dalam Subandi (2011:123) bahwa, pembuatan informasi terpadu akan dapat memudahkan masyarakat dan dunia usaha untuk berhubungan dengan aparat pemerintah daerah yang berkaitan dengan perijinan dan informasi rencana pembangunan ekonomi daerah.
Pembuatan informasi terpadu adalah suatu tempat yang menyediakan informasi terkait perkembangan dunia usaha seperti informasi yang memudahkan masyarakat dalam pengurusan perizinan, pengembangan sumber daya manusia, dan pemasaran dari hasil produksi. Di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, penyedian informasi bagi perkembangan dunia usaha yang ada dikabupaten Sumenep yaitu dengan menyediakan website. Dengan penyediaan informasi melalui website pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep berharap bahwa masyarakat tidak lagi merasa sulit untuk memperoleh informasi terkait dengan perkembangan dunia usaha yang dimilikinya. System informasi tersebut juga mengajarkan kepada masyarakat akan perkembangan dunia tehnologi yang semakin canggih. Adapun alamat website yang disediakan oleh Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kabupaten Sumenep untuk bisa mengunjungi website tersebut yaitu disperindag-sumenep.co.id.
4.5.3 Pendirian Pusat Konsultasi dan Pengembangan UMKM
Menurut Lincolin Arsyad pendirian pusat konsultasi dan pengembangan usaha kecil merupakan hal yang sangat penting, karena usaha kecil perannya sangat penting sebagai penyerap tenaga kerja dan sebagai sumber dorongan untuk memajukan kewirausahaan (Subandi, 2011:123).
Adanya pusat konsultasi yang disediakan oleh sebuah instansi kepemerintahan kepada masyarakat, akan memudahkan pemerintah menampung semua aspirasi dari masyarakat dan dengan pusat konsultasi tersebut pemerintah juga akan lebih dekat dengan masyarakat. Pusat konsultasi juga berguna untuk mengetahui letak kekurangan yang harus diubah dan pemerintah akan lebih memahami apa yang akan menjadi kebutuhan masyarakat selama ini.
Pada dunia usaha, pusat konsultasi juga berperan penting sebagai tempat pengaduan bagi pemilik usaha untuk pengembangan sebuah usaha yang dimilikinya. Pentingnya pusat konsultasi bagi pemilik usaha dan bagi semua masyarakat menuntut pemerintah untuk lebih aktif berhubungan dengan masyrakat. Apabila Pemerintah berhasil menyediakan pusat konsultasi untuk dunia usaha, maka pemerintah akan
lebih mudah dalam melakukan koordinasi dengan pemilik usaha dan pemerintah juga akan lebih meudah mencapai tujuannya dalam menciptakan iklim usaha yang baik.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep merupakan instansi pemerintah daerah yang menyediakan pusat konsultasi bagi dunia usaha yang ada di Kabupaten Sumenep. kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep telah mendirikan pusat konsultasi untuk UKM yang ada dikabupaten Sumenep, namun dalam pelaksanaannya pusat konsultasi yang disediakan tidak banyak pengunjung yang mendatangi.
Selain pusat konsultasi yang disediakan di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sumenep, strategi yang juga dilakukan dalam memperoleh aspirasi masyarakat terkait dengan perkembangan usaha di kabupaten sumenep yaitu dengan mendirikan perkumpulan melalui MUSRENBANG dari tingkat Kecamatan sampai pada tingkat Kabupaten yang dimotori oleh Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Sumenep. Selain memeperoleh aspirasi dari masyarakat, Dinas perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep juga dapat memilih prioritas kegiatan yang akan didahulukan dan dengan MUSRENBANG, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep dapat melakukan perencanaan pembangunan industri dan perdagangan yang
mengarah pada prioritas kebutuhan masyarakat yang nyata dan sesuai dengan potensi kondisi wilayah per-kecamatan.
Selain pendirian pusat konsultasi, yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah adalah pengembangan bagi usaha kecil ataupun menengah. Karena Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di indonesia telah menjadi tulang punggung perekonomian. Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan bagian integral dalam pembangunan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
Pengembangan adalah upaya yang dilakukan oleh pemerintah melalui pemberian fasilitas bimbingan pendampingan dan bantuan dalam menguatkan pertumbuhan dengan meningkatkan kemampuan dan daya saing usaha mikro kecil dan menengah.
Menurut Afiffuddin (2010:180), pengembangan bagi UKM diarahkan untuk menjadi pelaku ekonomi yang berdaya saing melalui perkuatan kewirausahaan dan peningkatan produktivitas yang didukung dengan upaya peningkatan adaptasi terhadap kebutuhan pasar, pemanfatan hasil inovasi dan penerapan tehnologi. Sementara itu, pengembangan usaha mikro menjadi pilihan strategis untuk mengurangi kesenjangan pendapatan dan kemiskinan.
Pemerintah tetap memegang perananan terbesar dalam upaya pengembangan bagi UMKM. Keterlibatan pemerintah dalam pengembangan UMKM telah diatur jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang UMKM. Undang-Undang ini memuat tentang ketentuan umum, asas, prinsip dan tujuan pemberdayaan, criteria, penumbuhan iklim usaha, pengembangan usaha, pembiayaan dan penjaminan, kemitraan, dan koordinasi pemberdayaan, sanksi administrative dan ketentuan pidana.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep merupakan instansi yang memiliki wewenang untuk mengembangkan UKM yang ada di Kabuapaten Sumenep. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep telah mampu memberikan strategi untuk pengembangan dunia usaha yang ada di Kabupaten Sumenep. Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya bantuan pelatihan dan pembinaan yang diberikan kepada para pelaku UKM. Bentuk pelatihan tersebut yaitu dengan mendatangkan pelatih sebagai instruktur pelatihan yang bertujuan untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh suatu UKM. Seperti yang diungkapkan oleh Lincolin Arsyad dalam Subandi (2011:122-124) bahwa Staretgi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aspek yang paling penting dalam proses pembangunan ekonomi. Oleh karena itu pembangunan ekonomi tanpa didasari dengan peningkatan kualitas dan keterampilan sumberdaya
manusia maka suatu daerah/kota akan menjadi daerah dengan perekonomian yang tertinggal.
Selanjutnya peran Disperindag Kabupaten Sumenep dalam mengembangkan UKM yaitu dengan pembinaan yang berupa pemberian bantuan peralatan produksi, hal ini berguna untuk penunjang kemudahan selama berproduksi. Selain pelatihan dan bantuan peralatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep juga memberikan bantuan pemasaran kepada para UKM yang ada dikabupaten Sumenep. Dengan demikian peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan terhadap pengembangan UMKM di kabupaten Sumenep dapat dikatakan baik karena mampu memberikan strategi kepada pelaku UKM terkait dengan pengembangan SDM dengan pelatihan dan pembinaan jangka panjang melalui penyediaan bantuan peralatan.
4.5.4 Pembuatan Sistem Pemasaran Bersama
Dalam upaya pembangunan nasional dan daerah yang tangguh tantangan yang dihadapi semakin berat. System ekonomi yang sangat terbuka menyebabkan persaingan bukan hanya datang dari sector