a. Pengertian Prestasi
Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Gagne (1985 : 40) menyatakan bahwa prestasi belajar dibagi menjadi 5 aspek yaitu kemampuan intelektual, strategi kognitif, informatif verbal, sikap dan ketrampilan. Prestasi dapat
juga diartikan hasil yang diperoleh kareana adanya aktifitas belajar yang telah dilakukan. Namun banyak orang juga beranggapan bahwa belajar adalah menuntut ilmu.
Prestasi adalah bukti keberhasilan yang dicapai, (WS Winkel, 1984:768). Prestasi dapat diketahui setelah proses belajar mengajar dan guru mengadakan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran.
b. Pengertian Belajar
Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan (Omar Malik, 1975:10). Jadi dapat disimpulkan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang teijadi dari hasil latihan dan pengalaman. Sedang prestasi adalah hasil belajar yang diperoleh selama pembelajaran. Untuk itu prestasi belajar sangat erat kaitan dengan proses pembelajaran.
c. Indikator Prestasi Belajar Fiqih Hal-hal yang menunjukkan:
1. ) Nilai pembelajaran Fiqih lebih dari 65 2. ) Anak bisa mencapai ketuntasan di atas KKM 3. ) Anak menguasai Fiqih yang disampaikan guru 4. ) Anak tidak remidi dalam tes
5. ) Anak dapat melaksanakan sholat beijamaah dalam kehidupan sehari-hari.
2. Fiqih
Dalam Al Qur’an dan sunah adalah pengetahuan luas dan mendalam mengenai perintah-perintah realitas islam dan tidak memiliki relevansi dengan bagian ilmu tertentu. Fiqih merupakan salah satu subyek dalam pengkajian islam (Murtadho Mutahari, 1993:176)
3. Sholat beijamaah
Sholat beijamaah ialah sholat yang dilakukan oleh orang banyak bersama-sama, sekurang-kurangnya dua orang, seorang diantara mereka yang lebih fasih bacaannya dan lebih mengerti tetang hukum islam dipilih menjadi imam. Dia berdiri di depan sekali dan lainnya berdiri di belakangnya sebagai m a’mum / pengikut.
Sholat beijamaah hukumnya sunnat m u’akad kecuali sholat Jum ’at pada hari Jum’at. Pahalanya 27 derajat (kali) dibandungkan dengan sholat sendirian. Sholat beijamaah lebih utama dilakukan di masjid daripada di rumah, kecuali sholat sunnah (H Muh Rifa’1 ,1978:145) 4. Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara penyajian pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses situasi atau benda tertentu baik yang sebenarnya atau tiruan yang sering disertai dengan penjelasan lisan (Sudirman N, 1987:133). Metode ini baik digunakan untuk mendapatkan hasil yang dimaksud oleh penulis dengan bantuan buku pedoman dan kaidah yang berlaku sehingga lebih jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses pengaturan dan
mengetahui kebenaran. Pada penelitian ini penulis akan menggunakan penerapan metode demonstrasi dengan proses pembelajaran dua kali pertemuan atau dua siklus dengan indikator sebagai b erik u t:
a. Guru memberi contoh gerakan sholat dengan lafadz sebagai imam dan m a’mum
b. Guru membujuk beberapa siswa untuk membuat shaf sesuai sholat beijamaah.
c. Siswa menirukan gerakan dan lafadz yang dicontohkan guru dengan membentuk shaf sholat beijamaah.
d. Siswa melakukan secara sendiri dalam bentuk kelompok.
G. METODOLOGI PENELITIAN 1. Rancangan Penelitian
Untuk meningkatkan aktifitas belajar siswa kelas II MI Sabilul Huda Jimbaran Bandungan pada mata pelajaran Fiqih dengan rencana penelitian m eliputi:
a. Rencana penelitian tindakan kelas di MI Sabilul Huda kelas II pada pelajaran Fiqih materi sholat beijamaah dengan menggunakan metode demonstrasi ad alah :
1.) Siklus I
Untuk pencapaian nilai yang maksimal dan sesuai dengan indikator penelitian, maka harus dilaksanakan dalam beberapa
siklus. Pada setiap siklus peneliti memerlukan perencanaan di setiap tahap penelitian yaitu :
a.) Perencanaan (1.) Bagi guru
(a.) Guru menyuruh siswa menyebutkan apa arti sholat berjamaah dan bagaimana tata cara sholat berjamaah, kemudian mendemonstrasikan. (b.) Guru menerangkan kepada siswa sambil
mendemonstrasikan sholat berjamaah dengan mengucapkan bacaan yang baik dan benar dengan bantuan siswa sebagai ma’mum.
(c.) Guru membagi siswa dalam 2 kelompok sesuai jenis kelamin dalam setiap kelompok ditunjuk satu orang sebagai imam dan lainnya sebagai ma’mum dan menyuruh siswa mendemonstrasikan untuk mengulangi gerakan guru.
(d.) Guru memberi nilai. (2.) Bagi siswa
(a.) Siswa menyebutkan arti sholat berjamaah dan mendemonstrasikan tata cara sholat berjamaah. (b.) Siswa memperhatikan keterangan dan demonstrasi
baik bacaannya maupun gerakannya serta bentuk shafnya.
(c.) Siswa mendemonstasikan gerakan seperti yang dicontohkan pada tiap kelompok.
2.) Siklus II
Karena penelitian pada siklus I belum tercapai hasil yang maksimal, maka peneliti akan mengadakan penelitian siklus yang ke II. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengulangan agar tercapai indikator penelitian pada mata pelajaran Fiqih. a.) Perencanaan
(1.) Bagi guru
(a.) Guru menyuruh siswa menyebutkan apa arti sholat beijamaah dan bagaimana tata cara sholat beijamaah, kemudian mendemonstrasikan. (b.) Guru menerangkan kepada siswa sambil
mendemonstrasikan sholat beijamaah dengan mengucapkan bacaan yang baik dan benar dengan bantuan siswa sebagai ma’mum.
(c.) Guru membagi siswa dalam 5 kelompok sesuai urutan absensi, dalam setiap kelompok ditunjuk 1 orang sebagai imam dan lainnya sebagai ma’mum kemudian mendemonstrasikan sholat beijamaah sesuai dengan gerakan guru.
(a.) Siswa menyebutkan arti sholat beijamaah dan mendemonstrasikan tata cara sholat beijamaah. (b.) Siswa memperhatikan keterangan dan demonstrasi
dari guru ketika melaksanakan sholat yang benar baik bacaannya maupun gerakannya serta bentuk shafnya.
(c.) Siswa mendemonstasikan gerakan seperti yang dicontohkan pada tiap kelompok.
2. Subjek Penelitian a. Siswa
Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas II MI Sabilul Huda Jimbaran kecamatan Bandungan kabupaten Semarang yang beijumlah 36 siswa.
b. Peneliti
Penelitian dilakukan oleh guru kelas II di II MI Sabilul Huda Jimbaran kecamatan Bandungan kabupaten Semarang.
3. Tahapan - tahapan / langkah penelitian :
a. Secara garis besar terdapat empat tahapan dalam penelitian tindakan kelas (Suharsimi Arikunto, 2008:16) y aitu :
1. ) Perencanaan 2. ) Pelaksanaan 3. ) Pengamatan
4.) Refleksi
Secara visual langkah-langkah ini adalah :
Gambar 1. Siklus PTK
4. Instrumen Penelitian
Pengertian instrument adalah alat yang digunakan untuk menunjang keberhasilan belajar mengajar. Instrument yang digunakan:
a. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
b. Lembar observasi untuk mengamati aktivitas belajar murid c. Lembar penilaian tes dan penugasan.
Tabel 1-1 Skala Pengukuran
Baik Cukup Kurang
Siswa termasuk Siswa termasuk Siswa termasuk 1
kategori baik apabila kategori cukup kategori kurang
prestasinya mencapai apabila prestasinya apabila prestasinya
70 poin yang mencapai 65 poin mencapai 50 poin dari
diharapkan. yang diharapkan yang diharapkan
Tabel 1-2
Prosentase Pengukuran
Baik Cukup Kurang
66-70 56-65 40-55
Keterangan:
B : Siswa termasuk kategori baik apabila prosentase 66 - 70
C : Siswa termasuk kategori cukup apabila prosentase 56 - 65
K : Siswa termasuk kategori kurang apabila prosentase 4 0 -5 5
a. Rencana Pembelajaran
Rencana pembelajaran merupakan pedoman guru dalam
Dalam rencana pembelajaran memuat tentang berbagai macam aspek. Aspek yang terkandung dalam proses belajar mengajar antara lain : aspek standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi, metode, langkah pembelajaran, sumber belajar dan penilaian.
Selain yang tersebut di atas juga terdapat waktu pelaksanaan, alokasi waktu, mata pelajaran, semester dan kelas. Biasanya untuk standar kompetesi dan kompetensi dasar sudah tercantum dalam buku mata pelajaran yang digunakan sebagai referensi atau acuan pembelajaran, untuk indikator guru harus dapat menjabarkan dari kompetensi dasar.
Sedangkan untuk tujuan pembelajaran itu sendiri merupakan penjabaran atau hal yang harus dicapai oleh peserta didik. Untuk materi pokok yaitu materi yang harus dipaparkan dalam proses belajar mengajar. Dalam materi pokok biasanya terdapat sub-sub materi yang dapat dijabarkan sebagai indikator dan dapat dijadikan tujuan pembelajaran.
Dalam langkah-langkah pembelajaran guru harus dapat menjabarkan rencana-rencana yang akan dilakukan dalam proses belajar mengajar. Baik dari pendahuluan yang memuat berdoa dan presensi. Kemudian untuk kegiatan inti guru juga harus menjabarkan segala cara yang digunakan dan kondisi yang akan dialami ketika
proses belajar mengajar. Guru juga harus mencantumkan sunmber belajar baik yang berupa buku penunjang maupun alat peraga.
Setelah proses pembelajaran selesai maka harus dilakukan tanya jawab sesuai dengan apa yang dipelajari. Kemudian guru menutup proses belajar mengajar dengan menyimpulkan materi pelajaran. Setelah itu dilakukan pemberian tugas formatif.
b. Tugas Formatif
Tugas ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai untuk mengukur kemampuan pemahaman bacaan dan gerakan dalam sholat beijamaah siswa kelas II pada pokok materi sholat berjamaah.
a.) Sholat beijamaah merupakan salah satu cara menjaga persatuan. Sholat beijamaah mempunyai ketentuan-ketentuan yang meliputi syarat sah menjadi imam dan m a’mum, cara memberi tahu imam yang salah dan keutamaan sholat beijamaah. Sholat beijamaah sah apabila terpenuhi syaratnya seperti seorang imam haruslah terpandai dalam membaca Alqur’an. Syarat seorang im am :
1) . Laki-laki mengimami jamaah laki-laki dan perempuan 2) . Perempuan mengimami perempuan
3) . Bacaan imam harus benar dan fasih dan tidak riya’ (pamer) 4) . Mengetahui hukum-hukum sholat
5) . Sanggup menunaikan sholat 6) . Dapat diterima oleh jamaah
7) . Paling tua umurnya dan mulia akhlaknya
8) . Tidak fasik dan tidak sombong
9) . Tidak tertuduh melakukan kejahatan
10) . Tidak meminta bayaran
11) . Tidak batal sholatnya karena murtad
Sikap ma’mum dalam sholat beijamaah yaitu memperhatikan hal sebagai berikut:
1) . Ma’mummengikuti imam yang tidak batal sholatnya
2) . Ma’mum dan imam harus berada pada satu tempat
3) . Ma’mum berniat mengikuti imam 4) . Ma’mum harus mengikuti gerakan imam
5) . Ma’mum harus berdiri dibelakang imam 6) . Jamaah laki-laki tidak boleh mengikuti perempuan
b.) Apabila dalam sholat beijamaah seorang imam lupa baik
bacaannya maupun gerakannya maka ma’mum segera menegur
dengan bacaan “Subhanalloh” bagi jamaah laki-laki. Bagi
jamaah perempuan dengan menepuk tangannya sendiri. Dari
peristiwa di atas dapat disimpulkan manfaat sholat beijamaah
1) . Saling mengingatkan apabila imam salah
2) . Melatih diri menjadi pemimpin
3) . Merasakan sebagai seorang yang dipimpin
4) . Berlatih mengingatkan orang lain dengan cara yang terpuji
5) . Sebagai penguat silaturrahmi antar muslim
Selain manfaat apabila terbiasa sholat berjamaah banyak
keutamaan yang diperoleh antara lain:
1) . Memperkukuh semangat persaudaraan kaum muslimin
2) . Merasa memiliki tanggung jawab sosial
3) . Membina kedisiplinan rohani
4) . Menghargai waktu
5) . Bentuk ketaatan iman seseorang kepada Alloh
6) . Menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab
memakmurkan masjid
7) . Memperoleh pahala dua puluh tujuh derajat dibandingkan
sholat sendiri (Tanwir, 2009 : 130)
c. Kriteria Penelitian
Untuk memepermudah evaluasi terhadap tingkat kemampuan
siswa perlu dirumuskan kriteria sebagai berikut:
1. Kategori benar semua
3. Kategori salah semua
Prosentase jumlah kategori 1 dan 2 menunjukkan tingkat keberhasilan pembelajaran. Kriteria ini diberikan karena pertimbangan bahwa pelaksanaan praktek sholat beijamaah bagi siswa mengenai bacaan dan tata cara sholat beijamaah yang baik dan benar merupakan pekeijaan yang sulit dicapai kesempurnaannya.
Untuk ketuntasan belajar ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu perorangan dan klasikal. Menurut Ahmad Rohani, untuk mengetahui “penguasaan setiap peserta didik” terhadap soal-soal (items) dari suatu “ tes formatif secara keseluruhan “kita perlu menghitung44 prosentase memuaskan” bagi peserta didik masing- masing.
Pengolahan hasil penilaian pada akhir tes formatif ini mempergunakan pendekatan ukuran mutlak yaitu prosentase yang mutlak dikuasai atau dikeijakan masing-masing peserta didik. Hasil pengolahan ini kita tafsirkan sesuai dengan fungsinya sebagai b erik u t:
1. Bagi hasil yang dicapai seorang peserta didik dalam keseluruhan soal-soal tes itu 75% atau lebih maka pesrta didik tersebut telah berhasil, telah menguasai bahan pengajaran dalam satpel tersebut, dan apabila demikian halnya maka peserta didik siap untuk menerima satuan bahasan berikutnya.
2. Apabila hasil yang dicapai peserta didik kurang dari 75%
(prosentase memuaskan kurang dari 75%) m aka peserta didik
tersebut boleh m engikuti satu pelajaran berikutnya tetapi dengan
syarat “bahwa ia harus berusaha untuk m em pelajari kembali
satu pelajaran yang kurang m em uaskan tersebut. Dengan
demikian guru harus memberi bantuan khusus pada siswa
terutam a pada bagian-bagian yang m engalam i kesulitan (dengan
m em perhatikan waktu yang tersedia)
Dari penafsiran di atas terhadap hasil penelitian form atif kita
dapat mengambil kesimpulan, bahwa penilaian form atif sangat
penting dalam usaha m enyempurnakan proses belajar mengajar.
Untuk m enghitung prosentase ketuntasan belajar digunakan rum us
sebagai berikut:
2 Siswa yang tuntas belajar
P _________ ____ _________ ____ X 1 0 0 % 2 Siswa
5. Pengum pulan Data
Pengum pulan data pada penelitian m ata pelajaran Fiqih metode
dem onstrasi ini dilakukan melalui:
a. W awancara
b. Catatan lapangan
6. Analisa Data
Data yang dianalisis dari siklus I dan siklus II melalui wawancara. Catatan lapangan dan observasi ini dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, siswa diharapkan dapat meningkatkan motivasi aktivitas dan prestasi belajarnya hingga mencapai indikator penelitian yang diharapkan yaitu menepai 70%. Penelitian ini dilakukan pada mata pelajaran Fiqih kelas II MI Sabilul Huda kecamatan Bandungan kabupaten Semarang dengan metode demonstrasi materi sholat beijamaah.