• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penekanan Dalam Kalimat

Dalam dokumen Materi Bahasa Indonesia Manfaat penelitian (Halaman 39-46)

KALIMAT EFEKTIF

3. Penekanan Dalam Kalimat

Setiap kalimat memiliki sebuah ide pokok. Inti pikiran ini biasanya ingin ditekankan atau ditonjolkan oleh penulis atau pembicara. Seorang pembicara biasanya akan memberi penekan pada bagian kalimat dengan memperlambat ucapan, meninggikan suara, dan sebagainya pada bagian yang dipentingkan tadi. Dalam penulisan ada berbagai cara untuk memberi penekanan dalam kalimat, seperti di bawah ini.

Pengutamaan bagian kalimat selain dapat mengubah urutan kata juga dapat mengubah bentuk kata dalam kalimat.

Contoh:

- Direktur Utama PLN Ir. Sardjono memberi sambutan pada permbukaan pertemuan kelompok kerja pertama mengenai masa depan kelistrikan di negara ASEAN di Nusa Dua Bali, Senin pekan lalu.

- Di Nusa Dua Bali, Senin pekan lalu Direktur Utama PLN Ir. Sardjono memberi sambutan pada pembukaan pertemuan kelompok kerja pertama mengenai masa depan kelistrikan di negara ASEAN.

- Senin pekan lalu, di Nusa dua Bali, direktur Utama PLN Ir. Sardjono memberi sambutan pada pembukaan pertemuan kelompok kerja pertama mengenai masa depan kelistrikan di negara ASEAN.

* Kalimat di atas masing-masing menekankan pada keterangan benda, tempat , dan waktu.

Seperti dikatakan di atas bahwa pengutamaan bagian kalimat selain dapat mengubah urutan kata juga dapat mengubah bentuk kata dalam kalimat. Pengutamaan kalimat yang mengubah urutan dan bentuk kata ini menghasilkan kalimat pasif. Sedangkan kalimat aktif adalah kalimat normal yang dianggap lebih lazim dipergunakan daripada kalimat pasif.

Contoh:

- Presiden mengharapkan dengan adanya pabrik semen di Nusa Tenggara Timur pembangunan akan lancar.

* Adanya pabrik semen di Nusa Tenggara Timur diharapkan oleh Presiden pembangunan akan lancar.

b. Urutan yang Logis

Menata kalimat dengan mengurutkan kejadian/peristiwa secara kronologis. Sebuah kalimat biasanya memberitahukan suatu kejadian atau peristiwa. Kejadian atau peristiwa yang berurutan hendaknya diperhatikan agar urutannya tergambar dengan logis. Urutan yang logis dapat disusun secara kronologis, dengan penataan ururtan yang makin lama makin penting atau dengan menggambarkan suatu proses. Contoh:

- Telekomunikasi cepat-vital dimaksudkan untuk keamanan, mobilitas, pembangunan, dan persatuan.

- Kehidupan anak muda itu susah, sulit, dan tragis.

- Kepala perampok itu adalah seorang yang sangat jahat, kejam dan sadis. c. Pengulangan Kata

Mengulang kata/bagian-bagian ujaran yang dianggap penting. Pengulangan kata dalam sebuah kalimat kadang-kadang diperlukan dengan maksud memberi penegasan pada bagian ujaran yang dianggap penting. Pengulangan kata yang demikian dianggap dapat membuat maksud kalimat menjadi jelas.

Contoh:

- Dalam pembiayaan harus ada keseimbangan antara pemerintah dengan swasta, keseimbangan domestik dengan luar negeri, keseimbangan perbankan dengan lembaga keuangan nonbank, dan sebagainya.

- Pembangunan dilihat sebagai proses yang rumit dan mempunyai banyak dimensi, tidak hanya dimensi ekonomi tetapi juga dimensi politik, dimensi sosial, dan dimensi budaya.

4. Kehematan

Unsur penting lain yang perlu diperhatikan dalam pembentukan kalimat efektif ialah kehematan. Kehematan dalam kalimat efektif merupakan kehematan dalam pemakaian kata, frase atau bentuk lainnya yang dianggap tidak diperlukan. Kehematan itu menyangkut soal gramatikal dan makna kata. Kehematan tidak berarti bahwa kata yang diperlukan atau yang menambah kejelasan makna kalimat boleh dihilangkan. Unsur-unsur peghematan apa saja yang harus diperhatikan akan dibicarakan satu per satu.

a. Pengulangan Subjek Kalimat

Penulis kadang-kadang tanpa sadar sering mengulang subjek dalam satu kalimat. Pengulangan ini tidak membuat kalimat itu menjadi lebih jelas. Oleh karena itu, pengulangan bagian kalimat yang demikian tidak diperlukan.

Contoh:

- Pemuda itu segera mengubah rencananya setelah dia bertemu dengan ayah gadis itu.

- Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui mempelai akan memasuki ruangan.

Kedua kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi:

* Pemuda itu segera mengubah rencana setelah bertemu dengan ayah gadis itu. * Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui mempelai akan memasuki ruangan. b. Hindarkan Hiponimi

Dalam bahasa ada kata yang merupakan bawahan makna atau ungkapan yang lebih tinggi. Di dalam makna kata tersebut terkandung makna dasar kelompok makna kata yang bersangkutan. Kata merah sudah mengandung makna kelompok warna. Kata Desember sudah bermakna bulan.

Contoh:

- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri Rapim hari Senin lalu. - Rumah penduduk di kota besar terang-benderang oleh cahaya lampu neon. - Laju inflasi bulan lalu 0,7%, sedangkan bulan ini naik ke atas menjadi 1,5%. - Bulan maret tahun 2011 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengadakan

perjalanan muhibah ke beberapa negara tetangga antara lain Malaysia. - Mereka turun ke bawah melalui tangga samping kantor.

- Warna merah dan warna biru adalah warna kesayanganku. Perbaikilah kalimat di atas sehingga menjadi efektif/komunikatif. c. Pemakaian Kata depan “dari” dan “daripada”

Dalam bahasa Indonesia kita mengenal kata depan “dari” dan “daripada”, selain “di” dan “ke”. Penggunaan kata depan dari dalam bahasa indonesia dipakai untuk menunjukkan arah (tempat), asal (asal-usul).

Contoh:

- Pak Kerto berangkat dari Bandung pukul 07.30. (arah/tempat) - Perhiasan yang indah ini terbuat dari perak. (asal/asal-usul)

Kata dari tidak dipakai untuk menyatakan milik atau kepunyaan. Kalimat-kalimat di bawah ini menunjukkan pemakaian dari yang tidak benar. Kata dari pada kalimat di bawah ini tidak diperlukan dan harus dihilangkan.

Contoh yang salah:

* Anggota DPRD dari Jawa Barat mengadakan kunjungan ke daerah Jawa Timur. * Anak dari tetangga saya Senin ini akan dilantik menjadi bupati.

Dalam bahasa Indonesia kata depan daripada berfungsi untuk membandingkan sesuatu benda atau hal dengan benda atau hal lainnya.

Contoh:

- Kalimat A lebih sukar dipahami daripada kalimat B.

- Penjelasan dalam buku cetakan ke-2 mengenai cara menanam cengkeh lebih mudah dipahami daripada yang terdapat dalam buku cetakan ke-1.

Kalimat di bawah ini menunjukkan pemakaian kata daripada yang tidak benar, oleh karena itu harus dihilangkan.

Contoh:

* Presiden menekankan bahwa di dalam pembangunan ini kepentingan daripada rakyat harus diutamakan.

* Sejarah daripada perjuangan dan pertumbuhan bangsa ikut memberi dasar dan arah dari politik kita yang bebas dan aktif.

5. Kevariasian

Kelincahan dalam penulisan tergambar dalam struktur kalimat yang dipergunakan. Ada kalimat yang pendek, dan ada kalimat yang panjang. Penulisan yang mempergunakan kalimat dengan pola dan bentuk kalimat yang sama akan membuat suasan menjadi monoton atau datar sehingga akan menimbulkan kebosanan pembaca. Demikian juga bila penulis terus-menerusmemilih kalimat yang pendek. akan tetapi kalimat yang panjang yang terus menerus dipakai akan membuat pembaca kehilangan pegangan akan ide pokok

dan memungkinkan timbulnya kelelahan pada pembaca. Oleh sebab itu dalam penulisan diperlukan pola dan bentuk kalimat yang bervariasi.

a. Variasi dalam Pembukaan Kalimat

Ada beberapa kemungkinan untuk memulai kalimat untuk efektivitas yaitu dengan variasi pada pembukaan kalimat. Kita telah mempelajari tentang pengutamaan kalimat pada kegiatan terdahulu yaitu dengan mengemukakan bagian kalimat yang dianggap penting diletakkan pada awal kalimat. dalam variasi pembukaan kalimat, sebuah kalimat dapat dimulai atau dibuka dengan frase keterangan (keterangan waktu, tempat, cara), frase benda, frase kerja, partikel penghubung, dan sebagainya.

Contoh:

- Gemuruh suara teriakan penonton ketika penyerang tengah menyambar umpan dan menembus jala kiper pada menit kesembilan. (frase keterangan cara)

- Pada menit ke 50 kapten kesebelasan kambali menjaringkan bola untuk yang kedua kalinya. (frase keterangan waktu)

- Mang Usil dari Kompas menganggap hal ini sebagai satu isyarat sederhana untuk bertansmigrasi. (frase benda)

- Dibuangnya jauh-jauh pikiran yang menghantuinya selama ini. (frase kerja) - Tetapi secara kualitatif kecenderungan itu menunjukkan perkembangan yang

merisaukan. (partikel penghubung)

- Karena bekerja terlalu berat ia jatuh sakit. (pertikel penghubung) b. Variasi dalam Pola Klaimat

Untuk efektivitas kalimat dan untuk menghindari suasan monoton yang dapat menimbulkan kebosanan, pola kalimat subjek-predikat-objek dapat diubah menjadi predikat-objek-subjek ayau yang lainnya.

Contoh:

- Perstiwa itu dianggap sebagai satu rentetan kesewenangan oleh penduduk Desa

O P S

Sugiwaras.

- Dikatakan oleh Rektor Untag bahwa tukar pikiran itu sangat bermanfaat.

P S O

- Peristiwa itu oleh sebagian orang tidak dapat dimengerti.

O S P

c. Variasi dalam Jenis Kalimat

Untuk mencapai efektivitas sebuah kalimat berita atau pernyataan dapat diubah menjadi kalimat tanya atau kalimat perintah.

Contoh:

- Kita harus berhati-hati memakai bahan bakar dan energi dalam negeri! * Dapatkah kita berhati-hati memakai bahan bakar dan energi dalam negeri?

* Terimakasih karena kita berhati-hati memakai bahan bakar dan energi dalam negeri.

- Dapatkah kita melaksanakan pembangunan ini sesuai dengan program? * Kita harus dapat melaksanakan pembangunan ini sesuai dengan program! * pembangunan ini harus dapat kita laksanakan sesuai dengan program.

Latihan

I. Gabungkan kalimat-kalimat di bawah ini dengan kata sambung/partikel yang tepat!

Dalam dokumen Materi Bahasa Indonesia Manfaat penelitian (Halaman 39-46)

Dokumen terkait