BAB I PENDAHULUAN
1.2 Fokus Penelitian
Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti memfokuskan pada strategi manajemen stakeholder yang digunakan PT Telkom Indonesia dalam program corporate social responsibility. Agar penelitian lebih terarah maka peneliti membuat batasan masalah yaitu implementasi manajemen stakeholder dalam program CSR yang dilakukan oleh PT. Telkom Indonesia.
5 1.3 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas, maka peneliti merumuskan permasalahan masalah sebagai berikut :
1.3.1 Bagaimana strategi manajemen stakeholder yang dilakukan oleh PT Telkom Indonesia dalam pelaksanaan program corporate social responsibility?
1.4 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi manajemen stakeholder yang dilakukan oleh PT Telkom Indonesia dalam pelaksanaan program corporate social responsibility.
1.5 Manfaat Penelitian
Melalui penelitian ini beberapa manfaat yang akan diperoleh adalah:
1.5.1 Manfaat Teoritis
Hasil penelitian yang dihasilkan didalam penelitian ini dapat memberikan referensi bagi pelaksanaan CSR di perusahaan Indonesia dan pengembangan ilmu kehumasan.
1.5.2 Manfaat Praktis
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat untuk perusahaan PT. Telkom Indonesia untuk menjadi masukan dan evaluasi terhadap CSR yang dilaksanakan.
1.6 Waktu dan Periode Penelitian
Tabel 1.1 - Tabel Waktu dan Periode Penelitian
Tahapan
Waktu Pengerjaan
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags
Menentukan topik, judul dan
objek penelitian
Proses Penyusunan BAB I
Proses Penyusunan BAB II
Proses Penyusunan BAB III
Desk Evaluation
Pengumpulan dan
pengolahan data
6
Proses Penyusunan BAB IV
Proses Penyusunan BAB V
Sidang Skripsi
7
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Peneliti dalam penelitian ini meneliti tentang strategi manajemen dalam program Corporate Social Responsibility di PT Telkom Indonesia, Tbk. Peneliti dalam bab menerangkan beberapa teori yang dijadikan landasan peneliti dalam melakukan penelitian mengenai strategi manajemen dan stakeholder engagement. Berikut merupakan teori yang peneliti gunakan pada penelitian ini.
2.1 Strategi Manajemen Stakeholder
Menurut Hamei dan Prahalad (1995) dalam Rahim dan Radjab (2017), Strategi adalah Tindakan yang dilakukan secara berulang-ulang dan berorientasi dengan sudut pandang stakeholder. Rahim dan Radjab (2017) menambahkan, strategi manajemen adalah proses yang berhubungan dengan perusahaan dalam mewujudkan visi misi organisasi dan stakeholder untuk mencapai tujuan dari organisasi. Sedangkan stakeholder sendiri menurut Wulandari dan Anwar, (2021) stakeholder adalah pihak stakeholder dalam operasional bisnis yang mempengaruhi apa yang ada dalam keseluruhan tindakan bisnis.
Menurut Freeman, dkk , (2007) terdapat tujuh cara untuk mengelola hubungan stakeholder, yaitu:
1. Penilaian stakeholder
Penilaian Stakeholder dilaporkan atas kegiatan yang dijalankan oleh perusahaan dan dampaknya Kembali pada stakeholder. Peneilaian stakeholder memiliki 4 tugas:
(1) Menyatakan misi perusahaan
(2) mengidentifikasi kepentingan pemangku kepentingan
(3) mengidentifikasi strategi perusahaan untuk pemangku kepentingan (4) validasi dengan pemangku kepentingan
2. Analisis perilaku stakeholder
8 Analisis prilaku dibagi dalam 3 kategori. Yang pertama adalah prilaku aktual atau yang diamati, meminta manajer untuk menetapkan perilaku yang telah diamati dari stakeholder tertentu. Lalu kedua potensi kooperatif, meminta manajer untuk membuat daftar perilaku konkret yang dapat diamati di masa depan yang akan membantu organisasi mencapai tujuannya pada masalah yang bersangkutan. Kategori yang ke 3 atau yang terakhir ancaman kompetitif, meminta manajer untuk membuat daftar perilaku yang dapat diamati di masa depan yang akan mencegah atau membantu mencegah organisasi mencapai tujuannya.
3. Memahami stakeholder lebih mendalam
Memahami stakeholder memang tidak mudah, pimpinan perusahaan harus menempatkan diri menjadi stakeholder dan memimiliki rasa empati pada para stakeholder tersebut. Mereka harus mencoba merasakan apa yang dirasakan stakeholder dan melihat dunia dari sudut pandang itu. Tidak perlu bersimpati atau mengungkapkan keinginan yang tulus untuk suatu sudut pandang, tetapi untuk memainkan peran kelompok tertentu.
4. Menilai strategi stakeholder
Poin ke 4 ini manajer ingin memperlakukan para stakeholder yang memiliki potensi koperasi tinggi dan ancaman daya saing rendah secara berbeda dari kelompok-kelompok yang memiliki potensi koperasi rendah dan ancaman daya saing tinggi.
5. Mengembangkan strategi khusus untuk stakeholder
Kita dapat mempertimbangkan bagaimana postur umum ini dapat diterapkan untuk merumuskan strategi khusus untuk penciptaan nilai. Setiap postur generik menghasilkan jenis strategi khusus yang kemudian dapat disesuaikan dengan perilaku stakeholder individu dalam konteks bisnis tertentu. Akan dijelaskan ringkasan tentang jenis strategi penciptaan nilai tertentu yang dapat dikembangkan :
1. Menciptakan Nilai Dengan Mengubah Aturan
9 Tiga strategi yang tercantum di sini tidak saling eksklusif dan sering dapat digunakan dalam kombinasi satu sama lain. Pertama, ada perubahan formal dalam aturan, di mana perusahaan berusaha mengubah aturan yang telah ditetapkan menjadi undang-undang, berkembang sebagai aturan administratif, atau bahkan mungkin diberlakukan dalam piagam organisasi nonpemerintah.
Kedua, dapat terjadi perubahan dalam forum keputusan, perubahan siapa yang membuat keputusan tertentu dan di mana keputusan itu dibuat.
Dalam pemerintahan, yurisdiksi merupakan isu penting dan variabel strategis yang tidak boleh diabaikan. Bencana baru-baru ini di industri telekomunikasi sebagian besar disebabkan oleh gambaran peraturan yang berubah dan membingungkan di mana teknologi tidak mematuhi pedoman peraturan yang bagus dan bersih yang berkembang selama tujuh puluh lima tahun untuk mengatur industry.
Ketiga, perusahaan dapat mengubah jenis keputusan yang dibuat dan dengan demikian memfokuskan kembali hubungan dengan pemangku kepentingan di sekitar serangkaian masalah yang berbeda.
2. Menciptakan Nilai dengan Strategi Ofensif
Sejumlah program dapat digunakan untuk mengembangkan potensi kerjasama dengan para pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan yang memiliki potensi kerjasama yang tinggi mungkin memiliki hubungan permusuhan dengan perusahaan yang sangat buruk sehingga hampir setiap perubahan akan memiliki efek positif. Oleh karena itu, terdapat berbagai macam strategi yang harus ditelaah secara cermat untuk memunculkan potensi koperasi. Termasuk dalam rentang pilihan ini adalah:
(1) mengubah keyakinan pemangku kepentingan tentang perusahaan;
(2) melakukan sesuatu (apa saja) yang berbeda;
(3) mencoba mengubah tujuan pemangku kepentingan;
(4) mengadopsi posisi pemangku kepentingan;
(5) mengaitkan isu tersebut dengan isu lain yang dipandang lebih menguntungkan oleh pemangku kepentingan.
3. Menciptakan Nilai dengan Strategi Defensif
10 Strategi defensif diperlukan ketika kelompok pemangku kepentingan memegang kunci kegagalan suatu proyek tetapi tidak dapat benar-benar membantu mencapai keberhasilannya. Situasi khas yang memerlukan strategi defensif adalah eksekutif organisasi perdagangan yang berurusan dengan keanggotaannya. Secara alami, organisasi yang tergabung dalam organisasi perdagangan dapat memveto tindakan tertentu, dan jika mereka tidak mendukung tindakan manajemen organisasi perdagangan maka organisasi tersebut akan hancur. Namun, potensi koperasi kecil karena biasanya organisasi anggota mendukung semaksimal mungkin.
4. Menciptakan Nilai melalui Strategi Holding
Memegang pemangku kepentingan dapat menjadi sumber inovasi hanya karena kami belum memikirkan bagaimana pemangku kepentingan ini benar-benar dapat membantu atau merugikan perusahaan
6. Menciptakan cara itneraksi baru dengan stakeholder
Ada 4 poin penting dalam Menciptakan cara itneraksi baru dengan stakeholder :
1. Abaikan Pemangku Kepentingan 2. Pendekatan Hubungan Masyarakat 3. Negosiasi Implisit
4. Keterlibatan, Dialog, dan Negosiasi
7. Mengembangkan strategi penciptaan nilai integrative
Menyatukan seluruh stakeholder adalah sebuah kesulitan dan masalah. Ada dua cara dasar untuk mengatasi masalah ini. Pertama, kita dapat mengenali bahwa ada kesamaan dalam perilaku, minat, dan strategi yang telah kita kembangkan untuk kelompok pemangku kepentingan individu, dan karenanya kembali ke beberapa teknik di bagian awal bab ini. Atau, kita dapat kembali ke jawaban kita atas pertanyaan tentang tujuan dan nilai dan mencoba menemukan kesamaan yang menarik bagi banyak pemangku kepentingan secara bersamaan.
11 2.2 Pengelolaan Hubungan Dengan Stakeholder
Keputusan dan tindakan manajerial sangat penting dalam membentuk pemangku kepentingan organisasi hubungan (Freeman, 1984; Berman et al., 1999; Phillips, Freeman dan Wicks, 2003; Luque et al., 2008). Keputusan manajemen dapat memengaruhi hubungan secara positif atau negatif, sementara manajer memiliki kebebasan untuk memilih tindakan mereka dalam mengelola hubungan. Bourne (2010:3) menunjukkan bahwa keberhasilan dalam mengelola hubungan pemangku kepentingan dicapai dengan komitmen jangka panjang untuk proses terstruktur yang terdiri dari:
1. Mengidentifikasi pemangku kepentingan.
Mengidentifikasi stakeholder terdiri dari tiga kegiatan:
1. Menyusun daftar stakeholder;
2. Mengidentifikasi mutualitas:
Penerapan mutualitas pada manajemen hubungan pemangku kepentingan membahas sifat dua arah dari setiap hubungan baik pribadi, keluarga atau pekerjaan.
3. Kategorikan dan dokumentasikan masing-masing pemangku kepentingan:
Kategori Pengaruh: ini adalah ke atas, ke bawah, ke luar, dan ke samping. Maksud dari penjelasan tersebut yaitu, Ke atas mendefinisikan pengaruh yang diberikan oleh manajemen senior, terutama sponsor atas aktivitas tersebut. Ke bawah menunjukkan anggota tim, apakah staf penuh waktu, konsultan, kontraktor, atau spesialis yang bekerja dengan manajer untuk mencapai tujuan atau hasil kegiatan. Pemangku kepentingan ke luar adalah mereka yang berada di luar tim dan akan mencakup individu dan kelompok seperti: pengguna akhir, Pemerintah, regulator, publik, pemegang saham, dan kelompok lobi.
Pada akhirnya, pemangku kepentingan ke samping adalah rekan-rekan manajer, kelompok industri dan manajer dalam organisasi yang dianggap pada tingkat yang sama secara profesional. Kategorisasi untuk internal dan eksternal terutama diarahkan pada informasi yang diperlukan untuk perencanaan komunikasi.
12 2. Memahami harapan mereka.
Cara memprioritaskan stakeholder ada beberapa langkah. Langkah yang pertama yaitu mengidentifikasi menjadi titik awal untuk langkah ke 2. Untuk aktivitas profil tinggi yang kompleks, daftar yang tidak diperingkat dan tidak dimurnikan bisa sangat besar. Langkah 2: memprioritaskan menyediakan sistem untuk pemeringkatan dan oleh karena itu membuat peringkat pemangku kepentingan. Peringkat didasarkan pada tiga aspek:
1. Kekuasaan: kekuasaan yang mungkin dimiliki individu atau kelompok untuk mengubah atau menghentikan proyek atau pekerjaan lain secara permanen;
2. Kedekatan: tingkat keterlibatan individu atau kelompok dalam pekerjaan tim;
3. Urgensi: pentingnya pekerjaan atau hasilnya, baik positif maupun negatif, bagi pemangku kepentingan tertentu (pasak mereka), dan seberapa siap mereka bertindak untuk mencapai hasil ini (pasak).
Tim menerapkan peringkat untuk setiap pemangku kepentingan, untuk 1 – 4 untuk kekuatan, dan kedekatan, (di mana 4 adalah peringkat tertinggi) dan 1 – 5 untuk masing-masing dari dua bagian urgensi – nilai dan tindakan (di mana 5 adalah tertinggi).
3. Kelola harapan tersebut dengan tepat.
Tujuan dari setiap proses pemetaan pemangku kepentingan adalah untuk:
1. Mengembangkan daftar pemangku kepentingan yang berguna saat ini;
Menilai beberapa karakteristik utama mereka;
2. Menyajikan data untuk membantu perencanaan tim dalam melibatkan pemangku kepentingan ini;
3. Mengurangi subjektivitas;
4. Membuat proses penilaian menjadi transparan;
5. Membuat data kompleks yang dikumpulkan tentang pemangku kepentingan mudah dipahami;
6. Memberikan dasar yang kuat untuk analisis dan diskusi.
4. Memantau efektivitas kegiatan terkait dengan keterlibatan pemangku kepentingan.
13 Keterlibatan stakeholder penting untuk keberlanjutan organisasi/perusahaan.Sikap stakeholder terhadap organisasi/perusahaan atau aktivitasnya dapat didorong oleh banyak faktor termasuk:
1. Apakah keterlibatan itu sukarela atau tidak sukarela;
2. Apakah keterlibatan itu bermanfaat secara pribadi atau organisasi;
3. Tingkat investasi pemangku kepentingan baik finansial maupun emosional dalam kegiatan tersebut.
5. Tinjau komunitas pemangku kepentingan selama proses berlangsung.
Proses pemantauan efektivitas komunikasi meliputi:
1. Tinjauan komunitas pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa keanggotaan saat ini – hak
pemangku kepentingan untuk fase atau waktu saat ini;
2. Tinjauan profil keterlibatan pemangku kepentingan.
2.3 Penelitian Terdahulu
Tabel 2. 1 - Skripsi Terdahulu 1
Skripsi Terdahulu 1
Judul
PERANCANGAN PROJECT STAKEHOLDER MANAGEMENT PLAN MENGGUNAKAN STAKEHOLDER ENGAGEMENT PLAN & COMMUNICATION MANAGEMENT PLAN PADA PROYEK VIRTUAL PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK DIGITAL UNIVERSITAS XYZ DI PT ABC
Peneliti Alvaro Rayhan Risyad
Tahun 2021
Sumber Universitas Telkom Metode Model Konseptual
Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini yaitu terdapat total 44 stakeholder yang teridentifikasi dengan jumlah stakeholder internal sejumlah 23 stakeholder dan stakeholder eksternal sejumlah 21 stakeholder. Pada perancangan stakeholder management plan diklasifikasikan 44 stakeholder menjadi manage closely. Lalu, seluruh stakeholder juga
14 diklasifikasikan menjadi 3 dormant stakeholder, 11 dominant stakeholder, 9 dependent stakeholder, 20 demanding stakeholder, dan 1 definitive stakeholder. Berdasarkan identifikasi keterlibatan stakeholder terhadap kondisi aktual dan yang diharapkan didapatkan hasil 42 stakeholder telah sesuai tingkat keterlibatannya. Namun, terdapat 2 stakeholder yang tingkat keterikatannya tidak sesuai harapan. Maka dari itu, diperlukan pendekatan atau treatment lebih lanjut agar stakeholder dapat terlibat aktif sesuai harapan.
Perbedaan
Terdapat perbedaan pada fokus penelitian, penelitian ini berfokus pada identifikasi dan mengelola stakeholder, sedangkan peneliti meneliti strategi manajemen stakeholder
Tabel 2. 2 - Skripsi Terdahulu 2
Skripsi Terdahulu 2
Judul
PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN
STAKEHOLDER ENGAGEMENT TERHADAP
PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORT
BERDASARKAN GLOBAL REPORTING INITIATIVE (GRI) GENERASI 4 (G4)
(Studi Empiris pada Perusahaan Non-Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2019)
Peneliti Shasha Marina Aufa N dan Muhamad Muslih
Tahun 2021
Sumber https://journal.stiemb.ac.id/index.php/mea/article/view/1587 Metode Kuantitatif
Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Profitabilitas, Leverage, Kepemilikan Asing dan Kepemilikan Institusional secara simultan berpengaruh terhadap Pengungkapan Sustainability Report. Secara parsial variabel Profitabilitas dan Kepemilikan Asing tidak berpengaruh terhadap Pengungkapan Sustainability Report.
Sedangkan Leverage berpengaruh negatif dan Kepemilikan Institusional berpengaruh positif terhadap Pengungkapan Sustainability Report.
Perbedaan Fokus pada pada penelitian ini terletak pada Stakeholder engagement.
Sedangkan peneliti pada manajemen stakeholder
15 Tabel 2. 3 - Skripsi Terdahulu 3
Skripsi Terdahulu 3
Judul
ANALISIS KETERLIBATAN STAKEHOLDER DALAM
PROGRAM DESA BROADBAND TERPADU DI DESA KARANGMOJO KECAMATAN KARANGMOJO DAN DESA PUTAT KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNG KIDUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)
Peneliti Febri Setiawan Eka Saputra
Tahun 2018
Sumber https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/10095 Metode Kualitatif Deskriptif
Hasil Penelitian
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah stakeholder di Desa Karangmojo dan Desa Putat adalah, pemerintah desa, tim pengelola website desa, masyarakat desa, Pemerintah Kabupaten yang terdiri dari Bappeda, Kominfo dan terdapat NGO yang ikut andil dalam program tersebut yaitu Combine Resource Institution. Keterlibatan stakeholder dalam mengelola website desa ini terbagi menjadi empat tahapan diantaranya adalah pertama partisipasi dalam pengambilan keputusan, kedua partisipasi dalam pelaksanaan, ketiga partisipasi dalam menikmati hasil, dan keempat adalah partisipasi dalam evaluasi.
Perbedaan Penelitian ini berfokus pada keterlibatan stakeholder sedangkan peneliti memfokuskam pada manajemen stakeholder
Tabel 2. 4 - Jurnal Nasional 1
Jurnal Nasional 1
Judul Analisis Stakeholders Management PT ABC Terkait Kasus Kebakaran Lahan
Peneliti Irena Ganesha
16
Tahun 2019
Sumber https://ejournal.upi.edu/index.php/JRAK/article/view/17430 Metode Kualitatif
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT ABC berupaya untuk meyakinkan publik bahwa peristiwa kebakaran tersebut bukan mereka yang melakukannya dan PT ABC telah melakukan perubahan secara signifikan atas stakeholders management yang dimilikinya untuk mencegah terjadinya peristiwa kebakaran di kemudian hari.
Perbedaan
Penelitian ini berfokus untuk memperbaiki stakeholders management menjadi lebih efektif setelah kasus asap tersebut dan cara PT ABC merespon isu kebakaran, sedangkan peniliti meneliti analisis manajemen stakeholder CSR.
Tabel 2. 5 - Jurnal Nasional 2
Jurnal Nasional 2
Judul Kolaborasi Antar Stakeholders Dalam Manajemen Bencana Tanah Longsor Di Kota Semarang
Peneliti Aziz Masyhuri Tahun 2021
Sumber https://mahesainstitute.web.id/ojs2/index.php/jehss/article/view/759/
0
Metode Kualitatif
Hasil Penelitian
Kolaborasi antar stakeholders dalam manajemen bencana tanah longsor di Kota Semarang telah melalui berbagai tahap kolaborasi mulai dari kondisi awal hingga memperoleh hasil sementara dari proses kolaborasi. Hasil dari proses kolaborasi dalam manajemen bencana tanah longsor yang dilakukan oleh berbagai stakeholders tersebut belum berjalan dengan optimal. Hal tersebut dikarenakan kurangnya koordinasi dan minimnya peran serta atau partisipasi aktif
17 dari stakeholders lain yang ada di luar sektor pemerintah sehingga menghambat proses kolaborasi dalam manajemen bencana tanah longsor di Kota Semarang.
Perbedaan
Penelitian ini fokus pada proses kolaborasi antar stakeholders dalam manajemen bencana tanah longsor, sedangkan peneliti meneliti strategi manajemen stakeholder csr.
Tabel 2. 6 - Jurnal Nasional 3
Jurnal Nasional 3
Judul
Penerapan Stakeholder Engagement dalam Corporate Social Responsibility:
Studi Kasus Pada Rumah Sakit Mata X
Peneliti Chintia Syaninda Dachi dan Chaerul D. Djakman
Tahun 2020
Sumber https://ejournal.upi.edu/index.php/JRAK/article/view/21535 Metode Kualitatif
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan beberapa program tanggung jawab sosial dan tindakan engagement yang disesuaikan dengan beberapa kategori stakeholder rumah sakit yaitu key player, context setter, dan the crowd.
Perbedaan Penelitian ini menjelaskan Stakeholder engagement sedangkan peneliti fokus pada manajemen stakeholder
Tabel 2. 7 - Jurnal Nasional 4
Jurnal Nasional 4
18 Judul Stakeholder Engagement Sebagai Praktik CSR dan Pengungkapannya
Pada Kelompok Usaha Lippo Group
Peneliti Stefani Christina Kurnia Dewi, dan Arthik Davianti Tahun 2019
Sumber https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/IJSSB/article/view/21506 Metode Kualitatif
Hasil Penelitian
Hasil analisis menunjukkan bahwa pokok-pokok stakeholder engagement secara keseluruhan telah diungkapkan dalam laporan tahunan perusahaan yang diteliti, dan pokok-pokok tersebut diketahui cukup berperan penting dalam keberlangsungan suatu perusahaan dan dalam pengungkapan CSR perusahaan.
Perbedaan
Penelitian ini menjelaskan pokok-pokok stakeholder engagement secara keseluruhan sedangkan peneliti akan meneliti tentang manajemen stakeholder.
Tabel 2. 8 - Jurnal Nasional 5
Jurnal Nasional 5
Judul
IMPLEMENTASI PRINSIP CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY (CSR)
BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS
Peneliti Marthin, Marthen B. Salinding, dan Inggit Akim
Tahun 2017
Sumber https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpcl/article/view/12358 Metode Kualitatif
19 Hasil
Penelitian
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa norma kewajiban CSR bagi perseroan terkesan tidak tegas, karena tidak memuat sanksi bagi perseroan yang melanggarnya. Pelaksanaan CSR dalam pelaksanaannya selama ini mengalami kendala karena hanya didasarkan kepada kesadaran dan komitmen perusahaan. Padahal komitmen dan kesadaran setiap perusahaan tidak sama dan sangat tergantung kepada kebijakan perusahaan masing-masing
Perbedaan Penelitian ini fokus menjelaskan tentang CSR sedangkan peneliti berfokus pada manajemen stakeholder.
Tabel 2. 9 - Jurnal Internasional 1
Jurnal Internasional 1
Judul Strategic Management of Stakeholders: Theory and Practice Peneliti Fran Ackermann dan Colin Eden
Tahun 2011
Sumber https://doi.org/10.1016/j.lrp.2010.08.001 Metode Kualitatif
Hasil Penelitian
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa salah satu aspek tersulit dalam mempertimbangkan pemangku kepentingan dalam pembuatan strategi adalah melegitimasi aktivitas.
Perbedaan Terdapat perbedaan penelitian ini berfokus pada strategi tetapi peneliti berfokus pada strategi dan pengelolaan
20 Tabel 2. 10 - Jurnal Internasional 2
Jurnal Internasional 2
Judul
Stakeholders and Corporate Social Responsibility (CSR) programme as key sustainable development strategies to promote corporate reputation—evidence from vietnam
Peneliti Mai Ngoc Khuong, Nguyen Khoa Truong an & Tran Thi Thanh Hang Tahun 2021
Sumber https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/23311975.2021.19173 33
Metode Mix Methods
Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pengaruh pemangku kepentingan
tidak hanya secara signifikan mempengaruhi jenis CSR tetapi juga secara positif mempengaruhi reputasi perusahaan. Selanjutnya, kinerja CSR di bidang hukum, etika, lingkungan, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap reoutasi perusahaan.
Perbedaan
Penelitian ini memiliki fokus pengaruh stakeholder sedangkan peneliti pada manajemen stakeholder.
Tabel 2. 11 - Jurnal Internasional 3
Jurnal Internasional 3
Judul Stakeholder Theory and the Resource-Based View of the Firm Peneliti R. Edward Freeman, Sergiy D. Dmytriyev, dan Ropbert a. Phillips
Tahun 2021
Sumber https://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/0149206321993576
21 Metode Kualitatif
Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Research Based-View of the Firm (RBV), dalam bentuknya saat ini, tidak lengkap dan dapat menjadi teori yang lebih komprehensif dengan memasukkan empat elemen penting dari teori pemangku kepentingan: (a) memasukkan normativitas, (b) mengkalibrasi ulang gagasan keberlanjutan, (c) melihat orang di luar sumber daya, dan (d) memberikan lebih banyak ruang untuk perilaku kooperatif.
Perbedaan
Perbedaan pada penelitian ini adalah pada pembahasan yang menjelaskan tentang teori stakeholder sedangkan peniliti yaitu melalui study kasus.
Tabel 2. 12 - Jurnal Internasional 4
Jurnal Internasional 4
Judul CSR Communication, Corporate Reputation, and the Role of the News Media as an Agenda-Setter in the Digital Age
Peneliti Daniel Vogler, & Mark Eisenegger
Tahun 2020
Sumber
https://www.researchgate.net/publication/342012139_CSR_Com munication_Corporate_Reputation_and_the_Role_of_the_News _Media_as_an_Agenda-Setter_in_the_Digital_Age
Metode Kuantitatif
Hasil Penelitian
Komunikasi CSR merupakan salah satu elemen penting dalam pengimplementasian CSR. Komunikasi CSR merupkakan salah satu cara perusahaan bisa mendapatkan pencapaian positif mengenai citra, lingkungan, ekonomi, dan tanggungjawab sosial.
22 Perbedaan Terdapat perbedaan pada pembahasan yang berfokus pada CSR
sedangkan peneliti pada manajemen stakeholder.
Tabel 2. 13 - Jurnal Internasional 5
Jurnal Internasional 5
Judul Construct and Measures in Stakeholder Management Research
Peneliti James E. Mattingly
Tahun 2021
Sumber 10.1093/acrefore/9780190224851.013.316
Metode Kualitatif
Hasil Penelitian
Komunikasi CSR merupakan salah satu elemen penting dalam
pengimplementasian CSR. Komunikasi CSR merupkakan salah
satu cara perusahaan bisa mendapatkan pencapaian positif mengenai citra, lingkungan, ekonomi, dan tanggungjawab sosial.
Perbedaan Terdapat perbedaan pembahasan yang berfokus pada csr sedangkan peneliti pada manajemen stakeholder.
Jurnal Internasional 6
Judul
STAKEHOLDER RELATIONSHIP MANAGEMENT: Using the Stakeholder Circle methodology for more effective stakeholder engagement of senior management
Peneliti Dr Lynda Bourne
23 Tahun 2010
Sumber https://mosaicprojects.com.au/PDF_Papers/P128b_Stakeholder_Relat ionship_Management.pdf
Metode Kualitatif
Hasil Penelitian
Komunikasi CSR merupakan salah satu elemen penting dalam pengimplementasian CSR. Komunikasi CSR merupkakan salah satu cara perusahaan bisa mendapatkan pencapaian positif mengenai citra, lingkungan, ekonomi, dan tanggungjawab sosial.
Perbedaan
Perbedaan pada penelitian ini yaitu pembahasan fokus pada strategi management csr dan tidak terpaku pada sebuah corporate
Perbedaan pada penelitian ini yaitu pembahasan fokus pada strategi management csr dan tidak terpaku pada sebuah corporate