ANALISIS STRATEGI MANAJEMEN STAKEHOLDER PT.TELKOM INDONESIA DALAM PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
PROPOSAL SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komunikasi
Program Studi Digital Public Relations
PROGRAM STUDI DIGITAL PUBLIC RELATIONS FAKULTAS KOMUNIKASI DAN BISNIS
UNIVERSITAS TELKOM BANDUNG
2022
i
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... i
DAFTAR TABEL ... iii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Fokus Penelitian ... 4
1.3 Rumusan Masalah ... 5
1.4 Tujuan Penelitian ... 5
1.5 Manfaat Penelitian ... 5
1.5.1 Manfaat Teoritis ... 5
1.5.2 Manfaat Praktis ... 5
1.6 Waktu dan Periode Penelitian ... 5
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 7
2.1 Strategi Manajemen Stakeholder ... 7
2.2 Pengelolaan Hubungan Dengan Stakeholder ... 11
2.3 Penelitian Terdahulu ... 13
2.4 Kerangka Pemikiran ... 23
BAB III METODOLOGI PENELITIAN... 25
3.1 Paradigma Penelitian ... 25
3.2 Metode Penelitian ... 25
3.3 Subjek dan Objek Penelitian ... 26
3.3.1 Subjek ... 26
3.3.2 Objek ... 26
3.4 Lokasi Penelitian ... 26
3.5 Unit Analisis Penelitian ... 26
3.6 Informan Penelitian ... 29
3.7 Pengumpulan Data Penelitian ... 30
3.7.1 Wawancara ... 30
3.7.2 Observasi ... 30
3.7.3 Dokumentasi ... 30
3.8 Teknik Analisis Data ... 30
3.8.1 Reduksi Data ... 30
ii
3.8.2 Data Display ... 31
3.8.3 Conclusion Drawing ... 31
3.9 Teknik Keabsahan Data ... 31
3.9.1 Triangulasi Sumber ... 31
3.9.2 Triangulasi Teknik ... 31
3.9.3 Triangulasi Waktu ... 31
DAFTAR PUSTAKA ... 32
LAMPIRAN ... 35
iii
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 - Tabel Waktu dan Periode Penelitian... 5
Tabel 2. 1 - Skripsi Terdahulu 1... 13
Tabel 2. 2 - Skripsi Terdahulu 2... 14
Tabel 2. 3 - Skripsi Terdahulu 3... 15
Tabel 2. 4 - Jurnal Nasional 1 ... 15
Tabel 2. 5 - Jurnal Nasional 2 ... 16
Tabel 2. 6 - Jurnal Nasional 3 ... 17
Tabel 2. 7 - Jurnal Nasional 4 ... 17
Tabel 2. 8 - Jurnal Nasional 5 ... 18
Tabel 2. 9 - Jurnal Internasional 1 ... 19
Tabel 2. 10 - Jurnal Internasional 2 ... 20
Tabel 2. 11 - Jurnal Internasional 3 ... 20
Tabel 2. 12 - Jurnal Internasional 4 ... 21
Tabel 2. 13 - Jurnal Internasional 5 ... 22
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi satu aktivitas yang wajib dikelola oleh perusahaan secara berkelanjutan yang merujuk pada Undang- Undang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN. Menurut Deegan (2002) Perusahaan terus menerus memastikan perusahaan telah berjalan sesuai dengan peraturan dan norma yang berlaku di masyarakat maupun lingkungan di lokasi perusahaan berada, dan memastikan aktivitas operasional perusahaan diterima dengan baik. Kebijakan perusahaan akan mendapatkan dampak yang positif bagi perusahaan apabila dijalankan dengan baik. Menurut Rangan, Chase, & Karim (2012) Pengelolaan CSR yang baik akan menciptakan nilai sosial/lingkungan, selagi mendukung tujuan bisnis serta mengurangi biaya operasi dan dapat meningkatkan hubungan dengan para pelanggan juga pemangku kepentingan. Menurut World Business Council for Sustainable Development (WBSD), CSR dimaknai sebagai komitmen perusahaan dalam melakukan bisnis secara berkelanjutan.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT), Perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) di Indonesia menjalankan CSR, sesuai dengan undang-undang tersebut pada pasal 1 ayat 3 dimandatkan bahwa perusahaan dalam operasional bisnisnya harus memiliki komitmen untuk menjalankan bisnis secara berkelanjutan mulai dari aspek pembangunan ekonomi demi menciptakan kesejahteraan bagi perusahaan ataupun masyarakat. Selain itu dalam TJSL dibahas juga pada pasal 74 ayat 1 menyebutkan bahwa perusahaan ekstratif dalam operasional bisnisnya memiliki kewajiban dalam bertanggung jawab pada sosial dan lingkungan. Ayat 2 Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran. Ayat 3 Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ayat 4 Ketentuan lebih lanjut mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan diatur dengan peraturan pemerintah.
2 Adapun program yang diwajibkan oleh kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang sebelumnya diatur dalam peraturan menteri BUMN No: 02/MBU/07/2017, peraturan tersebut terus mengalami pengkajian lebih dalam dan diperbarui dengan dikeluarkannya peraturan menteri BUMN Nomor: PER-05/MBU/04/2021.
Disebutkan pada pasal 2, BUMN wajib melaksanakan Program TJSL BUMN dengan memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri ini. Tujuan dari TJSL tersebut disebutkan pada pasal 3, Program TJSL BUMN bertujuan untuk: memberikan kebermanfaatan nilai pada lingkup ekonomi, sosial, lingkungan, hukum sampai kepada perusahaan, kemudian perusahaan dalam operasional bisnisnya memiliki nilai yang terintegrasi dari segi dampak operasionalnya, perusahaan juga turut untuk membina UMKM untuk menjadi pioneer kesejahteraan ekonomi.
Undang-Undang TJSL wajib dipatuhi dan dijalankan oleh seluruh perusahaan dibawah naungan Kementrian BUMN. Salah satu perusahaan BUMN yang menjalankan UU TJSL adalah PT. Telkom Indonesia. Merujuk pada informasi tersebut PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk. Merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi dalam bidang jasa yang menyangkut layanan teknologi informasi di Indonesia. Mulai 1 juli 1995 PT Telkom menjadi perusahaan besar serta memiliki 35% saham Indosat dan menghapus WITEL kemudian memulai Divisi Network untuk perusahaan. PT Telkom Indonesia menjalankan TJSL dengan cara membentuk sebuah unit bernama Community Development Center (CDC). Sejalan dengan yang disebutkan pada website resmi PT Telkom Indonesia, bahwa berjalannya program tersebut dilakukan melalui sinergi yang dibangun bersama dengan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Web resmi Telkom Indonesia menyebutkan berjalannya TJSL PT Telkom Indonesia bersinergi dengan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang juga sejalan dengan konsep 3P (profit, people, planet).
Seperti yang dijelaskan oleh Wibisono (2007) di dalam Santioso & Chandra (2012) dijelaskan konsep CSR yang memiliki tiga konsep dasar yang disebut 3P atau triple bottom line; (profit, people, planet). Argandona dan Hoivik (2009) mengatakan konsep CSR dapat berubah-ubah yang dipengaruhi dengan budaya, politik, sosial ekonomi maupun sejarah serta situasi dari negara. Berdasarkan apa yang sudah
3 dijelaskan konsep triple bottom line sudah jarang digunakan dan sekarang yang digunakan adalah dimensi 5P seperti yang dijelaskan oleh United Nations, (2015):
1. People, memiliki penjelesan perusahaan untuk memiliki tekad dalam kegiatan menuntaskan ketimpangan sosial
2. Planet, dijelaskan sebagai tekad perusahaan dalam hal melindungi lingkungan dan menerapkan bisnis secara berkelanjutan
3. Prosperity, dijelaskan sebagai perusahaan untuk memastikan setiap stakeholder hidup sejahtera baik dalam ekonomi dan strata sosial dan berkiblat pada nilai-nilai lingkungan
4. Peace, dijelaskan sebagai tanggungjawab perusahaan untuk menyeimbangkan perdamaian di masyarakat.
5. Partnership, perusahaan dalam mencapai SDGs memerlukan integrasi dari setiap pihak agar Kerjasama dalam SDGs tercapai.
Program kemitraan merupakan program pemberdayaan masyarakat agar terciptanya perekonomian masyarakat yang sejahtera serta mandiri dengan meningkatkan pendapatannya dalam UMKM yang memberikan bunga rendah dalam operasional bisnis UMKM. Dana ini bersumber dari laba setelah pajak perusahaan, jasa administrasi pinjaman, bunga deposito dan jasa giro dari dana Program Kemitraan. Sedangkan Program Bina Lingkungan (PBL) Sesuai peraturan menteri BUMN, kegiatan dalam Program Bina Lingkungan meliputi delapan bidang yaitu, bantuan masyarakat yang terkena bencana alam, bantuan subsidi Pendidikan, bantuan kesehatan masyarakat, bantuan sarana umum, bantuan sarana ibadah, bantuan pelestarian alam, bantuan pengentasan kemiskinan dan bantuan peningkatan kapasitas mitra binaan. Berjalanya program PKBL PT Telkom tidak terlepas dari peran stakeholder. Stakeholder diartikan pribadi atau komunitas yang aktif terlibat dalam kegiatan atau pihak yang mempunyai kepentingan memberikan dampak terhadap kinerja atau selesain kepentingan oleh Project Management Institute (2017).
Stakeholder menjadi salah satu indikator yang harus diperhatikan oleh PT Telkom. Kesuksesan dalam social development dapat dijalin dengan stakeholder untuk
4 menjalankan bisnis secara berkelanjutan, Rudito, & Famiola, (2019) Dari penjelasan tersebut perusahaan tidak dapat menjalankan kegiatan CSR tanpa melibatkan stakeholder, maka penting untuk perusahaan memahami kontribusi dari stakeholder yang bersangkutan sehingga, tujuan dalam suatu ikatan harmonis yang dapat menunjang terwujudnya tujuan perusahaan oleh Kinanthi (2017). Stakeholder sendiri dibagi menjadi dua, yang pertama stakeholder internal yaitu pihak yang berada di dalam struktural perusahaan dan terlibat langsung dengan kegiatan perusahaan. Kedua adalah stakeholder eksternal yaitu pihak yang berada di luar struktural dan tidak terlibat langsung dengan kegiatan perusahaan. Maka diperlukan manajemen stakeholder untuk mengintegrasi seluruh stakeholder yang sesuai dengan program CSR perusahaan
Menurut Carroll, Brown, Buchholtz (2018) Perspektif manajemen stakeholder sangat penting, bertahan lama dan membantu manajer untuk mengidentifikasi berbagai stakeholder yang memiliki kepentingan didalam perusahaan atau tindakannya, keputusan, kebijakan, dan praktik yang selanjutnya memasukkan perhatian pemangku kepentingan ke dalam perusahaan. Melihat urgensi manajemen stakeholder pada PT Telkom Indonesia maka perlu dilakukan riset lebih lanjut pada stakeholder manajemen. Hal ini diperkuat dengan riset pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada saat melaksanakan program magang. Hasil dari riset tersebut yaitu berjalannya program-program CSR yang dilaksanakan oleh unit CDC PT. Telkom terkhususnya program PKBL. Akan tetapi belum terlihatnya manajemen stakeholder yang dilaksanakan oleh PT Telkom terkhususnya pada wilayah regional III Jawa Barat.
Berdasarkan latar belakang di atas maka riset ini penting untuk dilakukan dan dalam riset ini peneliti akan melakukan riset dengan judul “ Analisis Strategi Manajemen Stakeholder PT Telkom Indonesia Dalam Program Corporate Social Responsibility”.
1.2 Fokus Penelitian
Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti memfokuskan pada strategi manajemen stakeholder yang digunakan PT Telkom Indonesia dalam program corporate social responsibility. Agar penelitian lebih terarah maka peneliti membuat batasan masalah yaitu implementasi manajemen stakeholder dalam program CSR yang dilakukan oleh PT. Telkom Indonesia.
5 1.3 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas, maka peneliti merumuskan permasalahan masalah sebagai berikut :
1.3.1 Bagaimana strategi manajemen stakeholder yang dilakukan oleh PT Telkom Indonesia dalam pelaksanaan program corporate social responsibility?
1.4 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi manajemen stakeholder yang dilakukan oleh PT Telkom Indonesia dalam pelaksanaan program corporate social responsibility.
1.5 Manfaat Penelitian
Melalui penelitian ini beberapa manfaat yang akan diperoleh adalah:
1.5.1 Manfaat Teoritis
Hasil penelitian yang dihasilkan didalam penelitian ini dapat memberikan referensi bagi pelaksanaan CSR di perusahaan Indonesia dan pengembangan ilmu kehumasan.
1.5.2 Manfaat Praktis
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat untuk perusahaan PT. Telkom Indonesia untuk menjadi masukan dan evaluasi terhadap CSR yang dilaksanakan.
1.6 Waktu dan Periode Penelitian
Tabel 1.1 - Tabel Waktu dan Periode Penelitian
Tahapan
Waktu Pengerjaan
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags
Menentukan topik, judul dan
objek penelitian
Proses Penyusunan BAB I
Proses Penyusunan BAB II
Proses Penyusunan BAB III
Desk Evaluation
Pengumpulan dan
pengolahan data
6
Proses Penyusunan BAB IV
Proses Penyusunan BAB V
Sidang Skripsi
7
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Peneliti dalam penelitian ini meneliti tentang strategi manajemen dalam program Corporate Social Responsibility di PT Telkom Indonesia, Tbk. Peneliti dalam bab menerangkan beberapa teori yang dijadikan landasan peneliti dalam melakukan penelitian mengenai strategi manajemen dan stakeholder engagement. Berikut merupakan teori yang peneliti gunakan pada penelitian ini.
2.1 Strategi Manajemen Stakeholder
Menurut Hamei dan Prahalad (1995) dalam Rahim dan Radjab (2017), Strategi adalah Tindakan yang dilakukan secara berulang-ulang dan berorientasi dengan sudut pandang stakeholder. Rahim dan Radjab (2017) menambahkan, strategi manajemen adalah proses yang berhubungan dengan perusahaan dalam mewujudkan visi misi organisasi dan stakeholder untuk mencapai tujuan dari organisasi. Sedangkan stakeholder sendiri menurut Wulandari dan Anwar, (2021) stakeholder adalah pihak stakeholder dalam operasional bisnis yang mempengaruhi apa yang ada dalam keseluruhan tindakan bisnis.
Menurut Freeman, dkk , (2007) terdapat tujuh cara untuk mengelola hubungan stakeholder, yaitu:
1. Penilaian stakeholder
Penilaian Stakeholder dilaporkan atas kegiatan yang dijalankan oleh perusahaan dan dampaknya Kembali pada stakeholder. Peneilaian stakeholder memiliki 4 tugas:
(1) Menyatakan misi perusahaan
(2) mengidentifikasi kepentingan pemangku kepentingan
(3) mengidentifikasi strategi perusahaan untuk pemangku kepentingan (4) validasi dengan pemangku kepentingan
2. Analisis perilaku stakeholder
8 Analisis prilaku dibagi dalam 3 kategori. Yang pertama adalah prilaku aktual atau yang diamati, meminta manajer untuk menetapkan perilaku yang telah diamati dari stakeholder tertentu. Lalu kedua potensi kooperatif, meminta manajer untuk membuat daftar perilaku konkret yang dapat diamati di masa depan yang akan membantu organisasi mencapai tujuannya pada masalah yang bersangkutan. Kategori yang ke 3 atau yang terakhir ancaman kompetitif, meminta manajer untuk membuat daftar perilaku yang dapat diamati di masa depan yang akan mencegah atau membantu mencegah organisasi mencapai tujuannya.
3. Memahami stakeholder lebih mendalam
Memahami stakeholder memang tidak mudah, pimpinan perusahaan harus menempatkan diri menjadi stakeholder dan memimiliki rasa empati pada para stakeholder tersebut. Mereka harus mencoba merasakan apa yang dirasakan stakeholder dan melihat dunia dari sudut pandang itu. Tidak perlu bersimpati atau mengungkapkan keinginan yang tulus untuk suatu sudut pandang, tetapi untuk memainkan peran kelompok tertentu.
4. Menilai strategi stakeholder
Poin ke 4 ini manajer ingin memperlakukan para stakeholder yang memiliki potensi koperasi tinggi dan ancaman daya saing rendah secara berbeda dari kelompok-kelompok yang memiliki potensi koperasi rendah dan ancaman daya saing tinggi.
5. Mengembangkan strategi khusus untuk stakeholder
Kita dapat mempertimbangkan bagaimana postur umum ini dapat diterapkan untuk merumuskan strategi khusus untuk penciptaan nilai. Setiap postur generik menghasilkan jenis strategi khusus yang kemudian dapat disesuaikan dengan perilaku stakeholder individu dalam konteks bisnis tertentu. Akan dijelaskan ringkasan tentang jenis strategi penciptaan nilai tertentu yang dapat dikembangkan :
1. Menciptakan Nilai Dengan Mengubah Aturan
9 Tiga strategi yang tercantum di sini tidak saling eksklusif dan sering dapat digunakan dalam kombinasi satu sama lain. Pertama, ada perubahan formal dalam aturan, di mana perusahaan berusaha mengubah aturan yang telah ditetapkan menjadi undang-undang, berkembang sebagai aturan administratif, atau bahkan mungkin diberlakukan dalam piagam organisasi nonpemerintah.
Kedua, dapat terjadi perubahan dalam forum keputusan, perubahan siapa yang membuat keputusan tertentu dan di mana keputusan itu dibuat.
Dalam pemerintahan, yurisdiksi merupakan isu penting dan variabel strategis yang tidak boleh diabaikan. Bencana baru-baru ini di industri telekomunikasi sebagian besar disebabkan oleh gambaran peraturan yang berubah dan membingungkan di mana teknologi tidak mematuhi pedoman peraturan yang bagus dan bersih yang berkembang selama tujuh puluh lima tahun untuk mengatur industry.
Ketiga, perusahaan dapat mengubah jenis keputusan yang dibuat dan dengan demikian memfokuskan kembali hubungan dengan pemangku kepentingan di sekitar serangkaian masalah yang berbeda.
2. Menciptakan Nilai dengan Strategi Ofensif
Sejumlah program dapat digunakan untuk mengembangkan potensi kerjasama dengan para pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan yang memiliki potensi kerjasama yang tinggi mungkin memiliki hubungan permusuhan dengan perusahaan yang sangat buruk sehingga hampir setiap perubahan akan memiliki efek positif. Oleh karena itu, terdapat berbagai macam strategi yang harus ditelaah secara cermat untuk memunculkan potensi koperasi. Termasuk dalam rentang pilihan ini adalah:
(1) mengubah keyakinan pemangku kepentingan tentang perusahaan;
(2) melakukan sesuatu (apa saja) yang berbeda;
(3) mencoba mengubah tujuan pemangku kepentingan;
(4) mengadopsi posisi pemangku kepentingan;
(5) mengaitkan isu tersebut dengan isu lain yang dipandang lebih menguntungkan oleh pemangku kepentingan.
3. Menciptakan Nilai dengan Strategi Defensif
10 Strategi defensif diperlukan ketika kelompok pemangku kepentingan memegang kunci kegagalan suatu proyek tetapi tidak dapat benar-benar membantu mencapai keberhasilannya. Situasi khas yang memerlukan strategi defensif adalah eksekutif organisasi perdagangan yang berurusan dengan keanggotaannya. Secara alami, organisasi yang tergabung dalam organisasi perdagangan dapat memveto tindakan tertentu, dan jika mereka tidak mendukung tindakan manajemen organisasi perdagangan maka organisasi tersebut akan hancur. Namun, potensi koperasi kecil karena biasanya organisasi anggota mendukung semaksimal mungkin.
4. Menciptakan Nilai melalui Strategi Holding
Memegang pemangku kepentingan dapat menjadi sumber inovasi hanya karena kami belum memikirkan bagaimana pemangku kepentingan ini benar-benar dapat membantu atau merugikan perusahaan
6. Menciptakan cara itneraksi baru dengan stakeholder
Ada 4 poin penting dalam Menciptakan cara itneraksi baru dengan stakeholder :
1. Abaikan Pemangku Kepentingan 2. Pendekatan Hubungan Masyarakat 3. Negosiasi Implisit
4. Keterlibatan, Dialog, dan Negosiasi
7. Mengembangkan strategi penciptaan nilai integrative
Menyatukan seluruh stakeholder adalah sebuah kesulitan dan masalah. Ada dua cara dasar untuk mengatasi masalah ini. Pertama, kita dapat mengenali bahwa ada kesamaan dalam perilaku, minat, dan strategi yang telah kita kembangkan untuk kelompok pemangku kepentingan individu, dan karenanya kembali ke beberapa teknik di bagian awal bab ini. Atau, kita dapat kembali ke jawaban kita atas pertanyaan tentang tujuan dan nilai dan mencoba menemukan kesamaan yang menarik bagi banyak pemangku kepentingan secara bersamaan.
11 2.2 Pengelolaan Hubungan Dengan Stakeholder
Keputusan dan tindakan manajerial sangat penting dalam membentuk pemangku kepentingan organisasi hubungan (Freeman, 1984; Berman et al., 1999; Phillips, Freeman dan Wicks, 2003; Luque et al., 2008). Keputusan manajemen dapat memengaruhi hubungan secara positif atau negatif, sementara manajer memiliki kebebasan untuk memilih tindakan mereka dalam mengelola hubungan. Bourne (2010:3) menunjukkan bahwa keberhasilan dalam mengelola hubungan pemangku kepentingan dicapai dengan komitmen jangka panjang untuk proses terstruktur yang terdiri dari:
1. Mengidentifikasi pemangku kepentingan.
Mengidentifikasi stakeholder terdiri dari tiga kegiatan:
1. Menyusun daftar stakeholder;
2. Mengidentifikasi mutualitas:
Penerapan mutualitas pada manajemen hubungan pemangku kepentingan membahas sifat dua arah dari setiap hubungan baik pribadi, keluarga atau pekerjaan.
3. Kategorikan dan dokumentasikan masing-masing pemangku kepentingan:
Kategori Pengaruh: ini adalah ke atas, ke bawah, ke luar, dan ke samping. Maksud dari penjelasan tersebut yaitu, Ke atas mendefinisikan pengaruh yang diberikan oleh manajemen senior, terutama sponsor atas aktivitas tersebut. Ke bawah menunjukkan anggota tim, apakah staf penuh waktu, konsultan, kontraktor, atau spesialis yang bekerja dengan manajer untuk mencapai tujuan atau hasil kegiatan. Pemangku kepentingan ke luar adalah mereka yang berada di luar tim dan akan mencakup individu dan kelompok seperti: pengguna akhir, Pemerintah, regulator, publik, pemegang saham, dan kelompok lobi.
Pada akhirnya, pemangku kepentingan ke samping adalah rekan-rekan manajer, kelompok industri dan manajer dalam organisasi yang dianggap pada tingkat yang sama secara profesional. Kategorisasi untuk internal dan eksternal terutama diarahkan pada informasi yang diperlukan untuk perencanaan komunikasi.
12 2. Memahami harapan mereka.
Cara memprioritaskan stakeholder ada beberapa langkah. Langkah yang pertama yaitu mengidentifikasi menjadi titik awal untuk langkah ke 2. Untuk aktivitas profil tinggi yang kompleks, daftar yang tidak diperingkat dan tidak dimurnikan bisa sangat besar. Langkah 2: memprioritaskan menyediakan sistem untuk pemeringkatan dan oleh karena itu membuat peringkat pemangku kepentingan. Peringkat didasarkan pada tiga aspek:
1. Kekuasaan: kekuasaan yang mungkin dimiliki individu atau kelompok untuk mengubah atau menghentikan proyek atau pekerjaan lain secara permanen;
2. Kedekatan: tingkat keterlibatan individu atau kelompok dalam pekerjaan tim;
3. Urgensi: pentingnya pekerjaan atau hasilnya, baik positif maupun negatif, bagi pemangku kepentingan tertentu (pasak mereka), dan seberapa siap mereka bertindak untuk mencapai hasil ini (pasak).
Tim menerapkan peringkat untuk setiap pemangku kepentingan, untuk 1 – 4 untuk kekuatan, dan kedekatan, (di mana 4 adalah peringkat tertinggi) dan 1 – 5 untuk masing-masing dari dua bagian urgensi – nilai dan tindakan (di mana 5 adalah tertinggi).
3. Kelola harapan tersebut dengan tepat.
Tujuan dari setiap proses pemetaan pemangku kepentingan adalah untuk:
1. Mengembangkan daftar pemangku kepentingan yang berguna saat ini;
Menilai beberapa karakteristik utama mereka;
2. Menyajikan data untuk membantu perencanaan tim dalam melibatkan pemangku kepentingan ini;
3. Mengurangi subjektivitas;
4. Membuat proses penilaian menjadi transparan;
5. Membuat data kompleks yang dikumpulkan tentang pemangku kepentingan mudah dipahami;
6. Memberikan dasar yang kuat untuk analisis dan diskusi.
4. Memantau efektivitas kegiatan terkait dengan keterlibatan pemangku kepentingan.
13 Keterlibatan stakeholder penting untuk keberlanjutan organisasi/perusahaan.Sikap stakeholder terhadap organisasi/perusahaan atau aktivitasnya dapat didorong oleh banyak faktor termasuk:
1. Apakah keterlibatan itu sukarela atau tidak sukarela;
2. Apakah keterlibatan itu bermanfaat secara pribadi atau organisasi;
3. Tingkat investasi pemangku kepentingan baik finansial maupun emosional dalam kegiatan tersebut.
5. Tinjau komunitas pemangku kepentingan selama proses berlangsung.
Proses pemantauan efektivitas komunikasi meliputi:
1. Tinjauan komunitas pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa keanggotaan saat ini – hak
pemangku kepentingan untuk fase atau waktu saat ini;
2. Tinjauan profil keterlibatan pemangku kepentingan.
2.3 Penelitian Terdahulu
Tabel 2. 1 - Skripsi Terdahulu 1
Skripsi Terdahulu 1
Judul
PERANCANGAN PROJECT STAKEHOLDER MANAGEMENT PLAN MENGGUNAKAN STAKEHOLDER ENGAGEMENT PLAN & COMMUNICATION MANAGEMENT PLAN PADA PROYEK VIRTUAL PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK DIGITAL UNIVERSITAS XYZ DI PT ABC
Peneliti Alvaro Rayhan Risyad
Tahun 2021
Sumber Universitas Telkom Metode Model Konseptual
Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini yaitu terdapat total 44 stakeholder yang teridentifikasi dengan jumlah stakeholder internal sejumlah 23 stakeholder dan stakeholder eksternal sejumlah 21 stakeholder. Pada perancangan stakeholder management plan diklasifikasikan 44 stakeholder menjadi manage closely. Lalu, seluruh stakeholder juga
14 diklasifikasikan menjadi 3 dormant stakeholder, 11 dominant stakeholder, 9 dependent stakeholder, 20 demanding stakeholder, dan 1 definitive stakeholder. Berdasarkan identifikasi keterlibatan stakeholder terhadap kondisi aktual dan yang diharapkan didapatkan hasil 42 stakeholder telah sesuai tingkat keterlibatannya. Namun, terdapat 2 stakeholder yang tingkat keterikatannya tidak sesuai harapan. Maka dari itu, diperlukan pendekatan atau treatment lebih lanjut agar stakeholder dapat terlibat aktif sesuai harapan.
Perbedaan
Terdapat perbedaan pada fokus penelitian, penelitian ini berfokus pada identifikasi dan mengelola stakeholder, sedangkan peneliti meneliti strategi manajemen stakeholder
Tabel 2. 2 - Skripsi Terdahulu 2
Skripsi Terdahulu 2
Judul
PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN
STAKEHOLDER ENGAGEMENT TERHADAP
PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORT
BERDASARKAN GLOBAL REPORTING INITIATIVE (GRI) GENERASI 4 (G4)
(Studi Empiris pada Perusahaan Non-Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2019)
Peneliti Shasha Marina Aufa N dan Muhamad Muslih
Tahun 2021
Sumber https://journal.stiemb.ac.id/index.php/mea/article/view/1587 Metode Kuantitatif
Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Profitabilitas, Leverage, Kepemilikan Asing dan Kepemilikan Institusional secara simultan berpengaruh terhadap Pengungkapan Sustainability Report. Secara parsial variabel Profitabilitas dan Kepemilikan Asing tidak berpengaruh terhadap Pengungkapan Sustainability Report.
Sedangkan Leverage berpengaruh negatif dan Kepemilikan Institusional berpengaruh positif terhadap Pengungkapan Sustainability Report.
Perbedaan Fokus pada pada penelitian ini terletak pada Stakeholder engagement.
Sedangkan peneliti pada manajemen stakeholder
15 Tabel 2. 3 - Skripsi Terdahulu 3
Skripsi Terdahulu 3
Judul
ANALISIS KETERLIBATAN STAKEHOLDER DALAM
PROGRAM DESA BROADBAND TERPADU DI DESA KARANGMOJO KECAMATAN KARANGMOJO DAN DESA PUTAT KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNG KIDUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)
Peneliti Febri Setiawan Eka Saputra
Tahun 2018
Sumber https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/10095 Metode Kualitatif Deskriptif
Hasil Penelitian
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah stakeholder di Desa Karangmojo dan Desa Putat adalah, pemerintah desa, tim pengelola website desa, masyarakat desa, Pemerintah Kabupaten yang terdiri dari Bappeda, Kominfo dan terdapat NGO yang ikut andil dalam program tersebut yaitu Combine Resource Institution. Keterlibatan stakeholder dalam mengelola website desa ini terbagi menjadi empat tahapan diantaranya adalah pertama partisipasi dalam pengambilan keputusan, kedua partisipasi dalam pelaksanaan, ketiga partisipasi dalam menikmati hasil, dan keempat adalah partisipasi dalam evaluasi.
Perbedaan Penelitian ini berfokus pada keterlibatan stakeholder sedangkan peneliti memfokuskam pada manajemen stakeholder
Tabel 2. 4 - Jurnal Nasional 1
Jurnal Nasional 1
Judul Analisis Stakeholders Management PT ABC Terkait Kasus Kebakaran Lahan
Peneliti Irena Ganesha
16
Tahun 2019
Sumber https://ejournal.upi.edu/index.php/JRAK/article/view/17430 Metode Kualitatif
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT ABC berupaya untuk meyakinkan publik bahwa peristiwa kebakaran tersebut bukan mereka yang melakukannya dan PT ABC telah melakukan perubahan secara signifikan atas stakeholders management yang dimilikinya untuk mencegah terjadinya peristiwa kebakaran di kemudian hari.
Perbedaan
Penelitian ini berfokus untuk memperbaiki stakeholders management menjadi lebih efektif setelah kasus asap tersebut dan cara PT ABC merespon isu kebakaran, sedangkan peniliti meneliti analisis manajemen stakeholder CSR.
Tabel 2. 5 - Jurnal Nasional 2
Jurnal Nasional 2
Judul Kolaborasi Antar Stakeholders Dalam Manajemen Bencana Tanah Longsor Di Kota Semarang
Peneliti Aziz Masyhuri Tahun 2021
Sumber https://mahesainstitute.web.id/ojs2/index.php/jehss/article/view/759/
0
Metode Kualitatif
Hasil Penelitian
Kolaborasi antar stakeholders dalam manajemen bencana tanah longsor di Kota Semarang telah melalui berbagai tahap kolaborasi mulai dari kondisi awal hingga memperoleh hasil sementara dari proses kolaborasi. Hasil dari proses kolaborasi dalam manajemen bencana tanah longsor yang dilakukan oleh berbagai stakeholders tersebut belum berjalan dengan optimal. Hal tersebut dikarenakan kurangnya koordinasi dan minimnya peran serta atau partisipasi aktif
17 dari stakeholders lain yang ada di luar sektor pemerintah sehingga menghambat proses kolaborasi dalam manajemen bencana tanah longsor di Kota Semarang.
Perbedaan
Penelitian ini fokus pada proses kolaborasi antar stakeholders dalam manajemen bencana tanah longsor, sedangkan peneliti meneliti strategi manajemen stakeholder csr.
Tabel 2. 6 - Jurnal Nasional 3
Jurnal Nasional 3
Judul
Penerapan Stakeholder Engagement dalam Corporate Social Responsibility:
Studi Kasus Pada Rumah Sakit Mata X
Peneliti Chintia Syaninda Dachi dan Chaerul D. Djakman
Tahun 2020
Sumber https://ejournal.upi.edu/index.php/JRAK/article/view/21535 Metode Kualitatif
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan beberapa program tanggung jawab sosial dan tindakan engagement yang disesuaikan dengan beberapa kategori stakeholder rumah sakit yaitu key player, context setter, dan the crowd.
Perbedaan Penelitian ini menjelaskan Stakeholder engagement sedangkan peneliti fokus pada manajemen stakeholder
Tabel 2. 7 - Jurnal Nasional 4
Jurnal Nasional 4
18 Judul Stakeholder Engagement Sebagai Praktik CSR dan Pengungkapannya
Pada Kelompok Usaha Lippo Group
Peneliti Stefani Christina Kurnia Dewi, dan Arthik Davianti Tahun 2019
Sumber https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/IJSSB/article/view/21506 Metode Kualitatif
Hasil Penelitian
Hasil analisis menunjukkan bahwa pokok-pokok stakeholder engagement secara keseluruhan telah diungkapkan dalam laporan tahunan perusahaan yang diteliti, dan pokok-pokok tersebut diketahui cukup berperan penting dalam keberlangsungan suatu perusahaan dan dalam pengungkapan CSR perusahaan.
Perbedaan
Penelitian ini menjelaskan pokok-pokok stakeholder engagement secara keseluruhan sedangkan peneliti akan meneliti tentang manajemen stakeholder.
Tabel 2. 8 - Jurnal Nasional 5
Jurnal Nasional 5
Judul
IMPLEMENTASI PRINSIP CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY (CSR)
BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS
Peneliti Marthin, Marthen B. Salinding, dan Inggit Akim
Tahun 2017
Sumber https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpcl/article/view/12358 Metode Kualitatif
19 Hasil
Penelitian
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa norma kewajiban CSR bagi perseroan terkesan tidak tegas, karena tidak memuat sanksi bagi perseroan yang melanggarnya. Pelaksanaan CSR dalam pelaksanaannya selama ini mengalami kendala karena hanya didasarkan kepada kesadaran dan komitmen perusahaan. Padahal komitmen dan kesadaran setiap perusahaan tidak sama dan sangat tergantung kepada kebijakan perusahaan masing-masing
Perbedaan Penelitian ini fokus menjelaskan tentang CSR sedangkan peneliti berfokus pada manajemen stakeholder.
Tabel 2. 9 - Jurnal Internasional 1
Jurnal Internasional 1
Judul Strategic Management of Stakeholders: Theory and Practice Peneliti Fran Ackermann dan Colin Eden
Tahun 2011
Sumber https://doi.org/10.1016/j.lrp.2010.08.001 Metode Kualitatif
Hasil Penelitian
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa salah satu aspek tersulit dalam mempertimbangkan pemangku kepentingan dalam pembuatan strategi adalah melegitimasi aktivitas.
Perbedaan Terdapat perbedaan penelitian ini berfokus pada strategi tetapi peneliti berfokus pada strategi dan pengelolaan
20 Tabel 2. 10 - Jurnal Internasional 2
Jurnal Internasional 2
Judul
Stakeholders and Corporate Social Responsibility (CSR) programme as key sustainable development strategies to promote corporate reputation—evidence from vietnam
Peneliti Mai Ngoc Khuong, Nguyen Khoa Truong an & Tran Thi Thanh Hang Tahun 2021
Sumber https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/23311975.2021.19173 33
Metode Mix Methods
Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pengaruh pemangku kepentingan
tidak hanya secara signifikan mempengaruhi jenis CSR tetapi juga secara positif mempengaruhi reputasi perusahaan. Selanjutnya, kinerja CSR di bidang hukum, etika, lingkungan, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap reoutasi perusahaan.
Perbedaan
Penelitian ini memiliki fokus pengaruh stakeholder sedangkan peneliti pada manajemen stakeholder.
Tabel 2. 11 - Jurnal Internasional 3
Jurnal Internasional 3
Judul Stakeholder Theory and the Resource-Based View of the Firm Peneliti R. Edward Freeman, Sergiy D. Dmytriyev, dan Ropbert a. Phillips
Tahun 2021
Sumber https://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/0149206321993576
21 Metode Kualitatif
Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Research Based-View of the Firm (RBV), dalam bentuknya saat ini, tidak lengkap dan dapat menjadi teori yang lebih komprehensif dengan memasukkan empat elemen penting dari teori pemangku kepentingan: (a) memasukkan normativitas, (b) mengkalibrasi ulang gagasan keberlanjutan, (c) melihat orang di luar sumber daya, dan (d) memberikan lebih banyak ruang untuk perilaku kooperatif.
Perbedaan
Perbedaan pada penelitian ini adalah pada pembahasan yang menjelaskan tentang teori stakeholder sedangkan peniliti yaitu melalui study kasus.
Tabel 2. 12 - Jurnal Internasional 4
Jurnal Internasional 4
Judul CSR Communication, Corporate Reputation, and the Role of the News Media as an Agenda-Setter in the Digital Age
Peneliti Daniel Vogler, & Mark Eisenegger
Tahun 2020
Sumber
https://www.researchgate.net/publication/342012139_CSR_Com munication_Corporate_Reputation_and_the_Role_of_the_News _Media_as_an_Agenda-Setter_in_the_Digital_Age
Metode Kuantitatif
Hasil Penelitian
Komunikasi CSR merupakan salah satu elemen penting dalam pengimplementasian CSR. Komunikasi CSR merupkakan salah satu cara perusahaan bisa mendapatkan pencapaian positif mengenai citra, lingkungan, ekonomi, dan tanggungjawab sosial.
22 Perbedaan Terdapat perbedaan pada pembahasan yang berfokus pada CSR
sedangkan peneliti pada manajemen stakeholder.
Tabel 2. 13 - Jurnal Internasional 5
Jurnal Internasional 5
Judul Construct and Measures in Stakeholder Management Research
Peneliti James E. Mattingly
Tahun 2021
Sumber 10.1093/acrefore/9780190224851.013.316
Metode Kualitatif
Hasil Penelitian
Komunikasi CSR merupakan salah satu elemen penting dalam
pengimplementasian CSR. Komunikasi CSR merupkakan salah
satu cara perusahaan bisa mendapatkan pencapaian positif mengenai citra, lingkungan, ekonomi, dan tanggungjawab sosial.
Perbedaan Terdapat perbedaan pembahasan yang berfokus pada csr sedangkan peneliti pada manajemen stakeholder.
Jurnal Internasional 6
Judul
STAKEHOLDER RELATIONSHIP MANAGEMENT: Using the Stakeholder Circle methodology for more effective stakeholder engagement of senior management
Peneliti Dr Lynda Bourne
23 Tahun 2010
Sumber https://mosaicprojects.com.au/PDF_Papers/P128b_Stakeholder_Relat ionship_Management.pdf
Metode Kualitatif
Hasil Penelitian
Komunikasi CSR merupakan salah satu elemen penting dalam pengimplementasian CSR. Komunikasi CSR merupkakan salah satu cara perusahaan bisa mendapatkan pencapaian positif mengenai citra, lingkungan, ekonomi, dan tanggungjawab sosial.
Perbedaan
Perbedaan pada penelitian ini yaitu pembahasan fokus pada strategi management csr dan tidak terpaku pada sebuah corporate
2.4 Kerangka Pemikiran
” Belum terlihatnya manajemen stakeholder yang dilaksanakan oleh
PT Telkom terkhususnya pada wilayah regional III Jawa Barat”
Seven Techniques for creating Value
Strategi Management Stakeholder PT Telkom dalam program CSR
(Freeman, Harrison, Wickks, 2007)
Managing stakeholder relationships Identify
Prioritise Visualise engage Monitor
(Bourne,2010)
24 Kerangka pemikiran yang telah peneliti buat diatas adalah gambaran yang peneliti jadikan acuan untuk analisis yang akan dilakukan. Peneliti menggunakan Seven Techniques for creating Value dan Managing stakeholder relationships untuk memperoleh gambaran penelitian. Teori Seven Techniques for creating Value memiliki 7 poin yaitu, Penilaian pemangku kepentingan, Analisis perilaku pemangku kepentingan, Memahami pemangku kepentingan secara lebih mendalam, Menilai strategi pemangku kepentingan, Mengembangkan strategi khusus untuk pemangku kepentingan, Menciptakan mode interaksi baru dengan pemangku kepentingan dan Mengembangkan strategi penciptaan nilai integrative. Sedangkan Teori Managing stakeholder relationships memiliki 5 poin yaitu Identify, Prioritise, Visualise, engage dan Monitor. Teori diatas digunakan peneliti sebagai acuan riset sehingga, manajemen stakeholder yang dilakukan oleh PT. Telkom Indonesia dapat diketahui yang selanjutnya akan dilakukan riset untuk pengembangan penelitian yang lebih terarah.
ANALISIS STRATEGI MANAJEMEN STAKEHOLDER PT.TELKOM INDONESIA
DALAM PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
25
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Paradigma Penelitian
Disebutkan oleh Harmon dalam Moleong, (2004: 49), paradigma adalah pondasi dasar untuk bersepsi kemudian dilanjutkan dengan berpikir, menilai dan melakukan hal yang berkaitan dengan dunia realitas. Sedangkan Bogdan & Biklen dalam Mackenzie & Knipe, (2006) mengatakan paradigma adalah kumpulan dari beberapa asumsi maupun rancangan yang memiliki hubungan logis, yang menuntun pada cara berpikir dan penelitian. Adapun paradigma memiliki beberapa jenis, salahsatunya yaitu paradigma interpretatif
Menurut Rahardjo (2018) paradigm iterpretatif melihat realita sosial sebagai suatu keseluruhan yang utuh, kompleks, dinamis, dan bermakna subjektif. Newman, (2000) Perilaku dan pernyataan dapat memiliki arti yang kompleks sehingga dapat diinterpretasikan dengan berbagai cara. Oleh karena itu peneliti menggunakan pendekatan interpretatif untuk memperoleh informasi mengenai manajemen stakeholder yang dilakukan oleh PT. Telkom Indonesia.
3.2 Metode Penelitian
Metode penelitian menurut Sugiyono, (2018) sebuah langkah ilmiah untuk mendapat data untuk digunakan dengan tujuan tertentu. Metode yang digunakan oleh peneliti pada penelitian ini adala metode kualitatif dengan penelitian deskriptif.
Bogdan dan Taylor (1982) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari objek yang dapat diamati; pendekatannya diarahkan pada latar dan individu secara holistic. Kirk & Miller dalam Abdussamad (2021) mengatakan penelitian kualitatif merupakan suatu budaya yang ada pada ilmu pengetahuan sosial secara mendasar bergantung dan berkaitan pada lingkungan manusia dalam istilah dan bahasa.
Peneliti menggunakan pendekatan studi kasus pada penelitian ini. Rahardjo, (2017) menyatakan studi kasus adalah suatu rangkaian aktivitas ilmiah yang dilaksanakan secara terperinci tentang suatu kejadian baik pada tingkat individu hingga sekelompok manusia, untuk memperoleh pengetahuan secara mendalam
26 tentang kejadian tersebut. Oleh karena itu peneliti menggunakan pendekatan tersebut untuk mendapat informasi mengenai manajemen stakeholder PT. Telkom Indonesia.
3.3 Subjek dan Objek Penelitian 3.3.1 Subjek
Idrus, (2009) dalam Rahmadi (2011) mendefinisikan subjek penelitian sebagai individu, benda, atau organisme yang dijadikan sumber informasi yang dibutuhkan dalam pengumpulan data penelitian. subjek penelitian ini adalah PT. Telkom Indonesia.
3.3.2 Objek
Menurut Sugiyono, (2017) objek penelitian merupakan sasaran penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan data yang digunakan pada penelitian ilmiah. Objek penelitian ini adalah manajemen stakeholder dalam program CSR yang dilakukan oleh PT Telkom Indonesia di kelurahan Palasari.
3.4 Lokasi Penelitian
Peneliti melakukan penelitian mengenai manajemen stakeholder PT. Telkom Indonesia yang berada di Jl. Japati No.1, Sadang Serang, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40133.
3.5 Unit Analisis Penelitian
Tabel 3. 1 - Unit Analisis Penelitian
Unit Analisis Indikator Deskripsi Pertanyaan
Seven
Techniques for creating Value
(Freeman, Harrison, Wickks, 2007)
Stakeholder assessment
Pemetaan
Stakeholder PT Telkom Indonesia pada
pengimplementasian program CSR
1. Bagaimana PT.
Telkom Indonesia memetakan Stakeholder dalam program
CSR yang
dilakukan?
2. Bagaimana PT.
Telkom
27 Indonesia
melakukan Stakeholder
behavior analysis
Analisis prilaku stakeholder PT.
Telkom Indonesia
1. Bagaimana PT.
Telkom Indonesia melakukan analisa pada setiap
stakeholder?
Understanding stakeholders in more depth
Tindakan yang dilakukan PT Telkom Indonesia untuk mamahai stakeholder lebih dalam
1. Apa yang dilakukan oleh PT. Telkom Indonesia untuk mengenal
stakeholder?
Assessing stakeholder strategies
Penilaian yang dilakukan oleh PT.
Telkom Indonesia pada Stakeholder
1. Bagaimana Strategi PT.
Telkom
Indonesia untuk memberikan penilai stakeholder?
Developing specific
strategies for stakeholders
Pengembangan strategi khusus untuk stakeholder
PT Telkom
Indonesia
1. Apa indicator pengembangan strategi PT Telkom
Indonesia?
Creating new
modes of
interaction with stakeholders
Identifikasi PT Telkom Indonesia dalam menciptakan cara interaksi dengan stakeholder
1. Bagaimana cara PT Telkom
mengidentifikasi stakeholder?
28 Developing
integrative value creation strategies
menciptakan nilai yang terintegrasi antara perusahaan dengan stakeholder
1. Bagaimana PT.
Telkom Indonesia menciptakan nilai yang terintegrasi antara perusahaan dengan stakeholder?
Managing stakeholder relationships (Bourne,2010)
Identify Mengidentifikasi stakeholder PT.
Telkom Indonesia
1. Bagaimana cara PT. Telkom Indonesia
mengidentifikasi stekholder?
Prioritise Cara memilih dan memprioritaskan Stakeholder PT.
Telkom Indonesia.
1. Bagaimana cara PT. Telkom Indonesia
memberikan prioritas kan stakeholder?
2. Apa saja kriteria stakeholder yang mendapat prioritas?
Visualise Memetakan data data Stakeholder PT.
Telkom Indonesia
1. Bagaimana cara
PT Telkom
Indonesia
memetakan data stakeholder yang diperoleh?
engage Keterlibatan
stakeholder pada
1. Bagaimana cara PT. Telkom
29 kegiatan PT. Telkom
Indonesia
Indonesia melibatkan stakeholdernya pada kegiatan?
2. Apa saja kegiatan PT.
Telkom yang melibatkan stakeholder?
Monitor Pengawasan kepada Stakeholder PT.
Telkom Indonesia.
1. Pengawasan seperti apa yang dilakukan oleh PT. Telkom Indonesia dalam pengawasan stakeholder?
3.6 Informan Penelitian
Menurut (Sugiyono, 2010) informan penelitian merupakan orang yang berkemampuan dan memiliki informasi mengenai objek penelitian yang ditetapkan peneliti. Berikut adalah data dari informan yang telah dipilih oleh peneliti sesuai dengan objek penelitian:
Tabel 3. 2 - Informan Penelitian
No Nama Jabatan Keterangan
1 Ditto Santoso
Senior Consultant - Head of Consultancy &
Program Development PT. Bentang Alam Indonesia
Informan Ahli
2 3 4
30 3.7 Pengumpulan Data Penelitian
Penelitian ini menggunakan menggunakan pengumpulan data untuk menemukan data dengan aturan penelitian sehingga data yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti. Menurut Sugiyono (2018:224) Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling penting dalam suatu penelitian, karena penelitian memiliki tujuan utama yaitu mendapatkan data. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi.
3.7.1 Wawancara
Menurut Esterberg(2002) dalam Sugiyono (2018:231) wawancara merupakan interaksi atas 2 orang yang dilakukan dengan tanya jawab untuk bertukar informasi.
Sugiyono (2018) juga menjelaskan wawancara dapat dilakukan jika peneliti ingin mendapatkan informasi dari responden secara lebih lanjut. Wawancara yang akan dilaksanakan oleh peneliti yaitu kepada pihak PT Telkom Indonesia Regional III Jawa Barat.
3.7.2 Observasi
Menurut Nasition (1988) dalam Sugiyono, (2018) menyatakan bahwa observasi merupakan sumber semua ilmu pengetahuan. Peneliti dapat melakukan penelitian berdasarkan data, yaitu fakta yang di dapat dari hasil observasi. Penelit melakukan observasi dengan cara mengamati secara langsung.
3.7.3 Dokumentasi
Dokumentasi menurut Sugiyono, (2018) merupakan rekaman peristiwa yang sudah berlalu. Suatu dokumen dapat berbentuk tulisan, gambar atau karya dari seseorang.
Dokumentasi yang akan diambil oleh peneliti berupa wawancara tertulis, video, dan foto kegiatan manajemen stakeholder di PT. Telkom Indonesia.
3.8 Teknik Analisis Data
Menurut Bogdan dalam Sugiyono (2018) menyatakan bahwa, teknik analisis data adalah proses mencari dan menyusun data yang didapat dari hasil pengumpulan data, agar lebih mudah untuk dipahami oleh peneliti ataupun disampaikan ke orang lain.
3.8.1 Reduksi Data
Menurut Sugiyono (2018), reduksi data merupakan teknik untuk memilah dan memfokuskan data hasil temuan agar data yang telah direduksi lebih jelas dan terarah.
31 3.8.2 Data Display
Menurut Miles dan Huberman (1984) dalam Sugiyono (2018), data display atau penyajian data merupakan teknik yang dilakukan setelah reduksi data yang berbentuk uraian singkat, bagan, atau hubungan antar kategori sehingga peneliti mampu merencanakan langkah penelitian selanjutnya berdasarkan sajian data tersebut.
3.8.3 Conclusion Drawing
Menurut Miles dan Hubermana (1984) dalam Sugiyono (2018), conclusion drawing merupakan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal dapat bersifat sementara, jika tidak didapat bukti kuat yang mendukung dalam pengumpulan data berikutnya. Namun dapat menjadi kesimpulan yang kredibel jika didukung oleh bukti yang konsisten.
3.9 Teknik Keabsahan Data 3.9.1 Triangulasi Sumber
Menurut Sugiyono (2018), triangulasi sumber merupakan teknik memperoleh data dari sumber berbeda, namun dengan teknik yang sama. Data yang didapatkan peneliti akan dianalisis, kemudian dilakukan pengecekan ulang dari beberapa sumber.
3.9.2 Triangulasi Teknik
Sugiyono (2018) menyatakan dalam triangulasi teknik, peneliti mendapat data dari sumber yang sama dengan teknik pengumpulan yang berbeda seperti observasi partisipatif, wawancara, atau dokumentasi. Apabila memperoleh data yang berbeda, peneliti akan mengecek Kembali data yang valid untuk memastikan kebenaran dari data tersebut.
3.9.3 Triangulasi Waktu
Sugiyono (2010) memaparkan bahwa triangulasi waktu dilakukan dengan membandingkan kredibilitas data yang didapat berdasarkan waktu yang bersandar dengan kapasitas narasumber di waktu penelitian, pengecekan ini dilakukan pada waktu yang berbeda.
Pada penilitan ini, triangulasi yang digunakan yaitu triangulasi sumber untuk mendapatkan informasi dari beberapa sumber yang dijadikan data untuk selanjutnya dijadikan bahan untuk pertimbangan. Kemudian peneliti membandingkan data yang didapatkan melalui observasi dari hasil wawancara dengan beberapa sumber.
32
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Stakeholder Engagement Practitioner Handbook. (2008). Autralia: h Cabang Komunikasi Nasional Departemen Imigrasi dan Kewarganegaraan 6 Chan Street Belconnen ACT 2617.
Bourne, D. L. (2010). STAKEHOLDER RELATIONSHIP MANAGEMENT: Using the Stakeholder Circle methodology for more effective stakeholder engagement of senior management. Australia: Mosaic Project Serviecs Pty Ltd.
Carroll, A. B., Brown, J. A., & Buchholtz, A. K. (2018). Business & Society Ethics, Sustainability, and Stakeholder Management. Australia: CENGAGE Learning.
Freman, R. E., Harisson, J. S., & Wicks, A. C. (2007). Managig for Stakeholder Survival, Reputation, and Success. New Heaven & London: Yale University Press.
Kusumastuti, A., & Khoiron, A. M. (2019). METODE PENELITAN KUALITATIF.
Kota Semarang: LEMBAGA PENDIDIKAN SUKARNO PRESSINDO (LPSP).
Rahim, H. R., & Radjab, E. (2017). MANAJEMEN STRATEGI. Makasar: Lembaga Perpustakaan dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Rahmadi, S. M. (2011). PENGANTAR METODOLOGI PENELITIAN. Banjarmasin:
Antasari Press.
Rudito, B., & Famiola, M. (2019). CSR Corporate Social Responsibility. Bandung:
REKAYASA SAINS.
Sugiyono, P. D. (2018). METODE PENELITIAN KUANTITATIF, KUALITATIF DAN R & D. Bandung: ALFABETA BANDUNG.
Jurnal
Stakeholders and Corporate Social Responsibility (CSR) programme as key sustainable development strategies to promote corporate reputation—evidence from vietnam. (2021). Cogent Bussiness & Management, 1-21.
Dachi, C. S., & Djakman, C. D. (2020). Penerapan Stakeholder Engagement dalam Corporate Social Responsibility: Studi Kasus Pada Rumah Sakit Mata X.
JURNAL RISET AKUNTASI DAN KEUANGAN, 8, 291-306.
Dewi, K. S., & Davianti, A. (2019). Stakeholder Engagement Sebagai Praktik CSR dan Pengungkapannya Pada Kelompok Usaha Lippo Group. Internationall Journal of Social Science and Bussiness, 3, 444- 455.
33 Freeman, R. E., Dmytriyev, S. D., & Philips, R. A. (2021). Stakeholder Theory and
the Resource-Based View of the Firm. Journal of Management, 20, 1-14.
Ganesha, I., & Hartanti, D. (2019). Analisis Stakeholders Management PT ABC Terkait Kasus Kebakaran Lahan. JURNA RISET AKUNTASI DAN KEUANGAN, 7, 229-240.
Khoza, S. (2015). Strategic stakeholder relationship management in a professional organisation: An exploratory enquiry into SACOMM.
Marthin, Salinding, M. B., & Akim, I. (2017). IMPLEMENTASI PRINSIP CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS. JOURNAL OF PRIVATE AND COMMERCIAL LAW, 1, 111- 132.
Muslim. (2015/2016). VARIAN-VARIAN PARADIGMA, PENDEKATAN, METODE, DAN JENIS PENELITIAN DALAM ILMU KOMUNIKASI.
Wahana, 1, 77-85.
N., A. S., & Muslih, M. (n.d.). PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN
STAKEHOLDER ENGAGEMENT TERHADAP PENGUNGKAPAN
SUSTAINABILITY REPORT BERDASARKAN GLOBAL REPORTING INITIATIVE (GRI) GENERASI 4 (G4) (Studi Empiris pada Perusahaan Non- Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun.
Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M. (2017). STUDI KASUS DALAM PENELITIAN KUALITATIF: KONSEP DAN PROSEDURNYA.
Risyad, A. R., Tripiawan, W., & Puspita, I. A. (n.d.). PERANCANGAN PROJECT
STAKEHOLDER MANAGEMENT PLAN MENGGUNAKAN
STAKEHOLDER ENGAGEMENT PLAN & COMMUNICATION MANAGEMENT PLAN PADA PROYEK VIRTUAL PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK DIGITAL UNIVERSITAS XYZ DI PT ABC. 1-9.
Saputra, F. S. (2018). ANALISIS KETERLIBATAN STAKEHOLDER DALAM PROGRAM DESA BROADBAND TERPADU DI DESA KARANGMOJO KECAMATAN KARANGMOJO DAN DESA PUTAT KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNG KIDUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.
Wulandari, R., & US, K. A. (2021). Sejarah Perkembangan Manjemen Srategi Dukungan Stakeholder. Transekonomika, 1.
34 Internet
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. (n.d.). Retrieved from Telkom Indonesia:
https://www.telkom.co.id/sites/about-telkom/id_ID/page/program-kemitraan- dan-bina-lingkungan-74
35
LAMPIRAN
Daftar Pertanyaan Wawancara
1 Bagaimana PT. Telkom Indonesia memetakan Stakeholder dalam program CSR yang dilakukan?
2 Bagaimana PT. Telkom Indonesia melakukan
3 Bagaimana PT. Telkom Indonesia melakukan analisa pada setiap stakeholder?
4 Apa yang dilakukan oleh PT. Telkom Indonesia untuk mengenal stakeholder?
5 Bagaimana Strategi PT. Telkom Indonesia untuk memberikan penilai stakeholder?
6 Apa indicator pengembangan strategi PT Telkom Indonesia?
7 Bagaimana cara PT Telkom mengidentifikasi stakeholder?
8 Bagaimana PT. Telkom Indonesia menciptakan nilai yang terintegrasi antara perusahaan dengan stakeholder?
9 Bagaimana cara PT. Telkom Indonesia mengidentifikasi stekholder?
10 Bagaimana cara PT. Telkom Indonesia memberikan prioritas kan stakeholder?
11 Apa saja kriteria stakeholder yang mendapat prioritas?
12 Bagaimana cara PT Telkom Indonesia memetakan data stakeholder yang diperoleh?
13 Bagaimana cara PT. Telkom Indonesia melibatkan stakeholdernya pada kegiatan?
14 Apa saja kegiatan PT. Telkom yang melibatkan stakeholder?
15 Pengawasan seperti apa yang dilakukan oleh PT. Telkom Indonesia dalam pengawasan stakeholder?
36