BAB 2 LANDASAN TEORI
2.3 Penelitian Terdahulu
2.3.1 Penelitian menggunakan ADUTAUT di Universitas Islam
Sebuah penelitian oleh (Muthahhari, 2011) yang berjudul “Kajian Tentang Penerimaan pengguna Sistem Informasi dengan Pendekatan UTAUT: Studi Kasus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta”, bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengguna terhadap penerimaan AIS (Academic Information System) yang dikembangkan oleh Puskom UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Kerangka pemikiran dari penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 2. 10.
Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa dengan ADUTAUT dapat diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pengguna AIS UIN SyarifHidayatullah Jakarta dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penerimaan pengguna. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penerimaan pengguna pada AIS di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah Performance Expectancy (PE), Effort Expectancy (EE), Facilitating Condition (FC), Behavioral Intention (BI), disiplin akademik, usia, jenis kelamin dan kesukarelaan pemakaian sistem.
Gambar 2. 10 Kerangka Pemikiran (Muthahhari, 2011)
Penelitian ini menggunakan model penelitian UTAUT sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti menggunakan model penelitian UTAUT2.
2.3.2 Penelitian menggunakan UTAUT di Kementrian Sekertariat Negara Republik Indonesia
Sebuah penelitian oleh (Sitorus, 2011) yang berjudul “Penerapan Model UTAUT Untuk Memahami Penerimaan dan Penggunaan Sistem Persuratan dan Disposisi Elektronik (SPDE): Studi Kasus Kementrian Sekertariat Negara Republik Indonesia”, bertujuan menganalisisa sistem persuratan dan disposisi elektronik yang telah diimplementasikan di beberapa Unit Kerja, serta mengetahui seberapa banyak pengguna dari item ini dan tren login pengguna tiap bulannya. Kerangka pemikiran dari penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 2. 11 .
Gambar 2. 11 Kerangka Pemikiran (Sitorus, 2011)
Hasil dari penelitian ini adalah model penelitian ini memiliki 4 variabel utama yaitu Ekspektansi Performa (Performance Expectancy), Minat Perilaku (Behavioral Intention), Pengaruh Sosial (Social Influence), Kondisi Fasilitas (Facilitating Condition), serta 2 moderasi yang berpengaruh terhadap interaksi antara Ekspektansi Performa dengan minat perilaku yang dipengaruhi oleh moderating jenis kelamin, serta interaksi antara kondisi pendukung dengan actual use yang dipengaruhi oleh moderating umur, sehingga dari semua konstruk utama dan moderating berpengaruh terhadap penggunaan SPDE.
Penelitian ini menggunakan model penelitian UTAUT sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti menggunakan model penelitian UTAUT2.
2.3.3 Penelitian menggunakan UTAUT di Taiwan
Penelitian oleh (Wu, Tao, & Yang, 2003) yang berjudul “Using UTAUT to Explore the Behavior of 3G Mobile Communication Users” ingin membuktikan hubungan antara intention/behavior dari adopsi layanan telekomunikasi 3G dan determinannya menggunakan model teoritis. Kerangka pemikiran dari penelitian ini adalah sebagai berikut
Gambar 2. 12 Kerangka Pemikiran (Wu, Tao, & Yang, 2003)
Setelah beberapa kali melakukan penyesuaian pada proses penelitiannya, maka gambar diatas adalah revisi terakhir model framework untuk penelitian ini. Dengan menggunakan model UTAUT dan variabel moderator seperti gender, voluntariness of use, age, experience & education.
Hipotesis penelitian ini adalah
Hipotesis 1 : performance expectancy mempengaruhi behavioral intention Hipotesis 2 : effort expectancy mempengaruhi behavioral intention
Hipotesis 3 : social expectancy mempengaruhi behavioral intention Hipotesis 4 : facilitating condition mempengaruhi behavioral intention Hipotesis 5 : behavioral intentionmempengaruhi use behavior
Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan kuesioner dengan menyebar kuesioner dan yang diolah menjadi data adalah 394 kuesioner, dengan profil pria, berumur 26-35 tahun bekerja secara professional, dan merupakan lulusan universitas, serta tinggal di metropolitan area, juga mempunyai pengalaman selama lima tahun dengan telepon, gaji di atas 400 NT$, serta mengakses 3G kurang dari 15 menit. Sedangkan analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan AMOS untuk menganalisis data dan menggunakan SEM untuk mengevaluasi hubungan dalam model UTAUT.
Penelitian ini digunakan untuk membangun model UTAUT yang digunakan untuk mengukur pengaruh pengalaman user melalui potensial determinan dari behavioral intention untuk layanan telekomunikasi 3G. Hasil menunjukkan bahwa
performance expenctancy, social expectancy, dan facilitating condition akan mempengaruhi behavioral intention dan behavioral intention akan mempengaruhi use behavior pada layanan telekomunikasi 3G.
2.3.4 Penelitian menggunakan UTAUT di Kecamatan Gondokusuman Yogyakarta
Penelitian oleh (Indriani, Santosa, & Kusumawardani, 2012) yang berjudul “Efek Moderasi dari Usia dan Jenis Kelamin dalam Penerimaan e-KTP di Kecamatan Gondokusuman Yogyakarta” menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan e-KTP di Kecamatan Gondokusuman Yogyakarta. Kerangka pemikiran dari penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 2. 13.
Kerangka pemikiran menggunakan model UTAUT yang dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan model penerimaan e-KTP di Kecamatan Gondokusuman Moderator yang digunakan dalam penelitian ini adalah gender dan age.
Hipotesis dari penelitian ini adalah
H1 : Performance expectancy berpengaruh positif terhadap intention to use.
H1a : Gender memiliki efek moderasi yang mempengaruhi hubungan performance expectancy terhadap intention to use.
H1b : Age memiliki efek moderasi yang mempengaruhi hubungan performance expectancy terhadap intention to use.
H2 : Social influence berpengaruh positif terhadap intention to use. H2a : Gender memiliki efek moderasi yang mempengaruhi hubungan
social influence terhadap intention to use.
H2b : Age memiliki efek moderasi yang mempengaruhi hubungan social influence terhadap intention to use.
Gambar 2. 13 Kerangka Pemikiran (Indriani, Santosa, & Kusumawardani, 2012)
H3a : Gender memiliki efek moderasi yang mempengaruhi hubungan facilitating condition terhadap intention to use.
H3b : Age memiliki efek moderasi yang mempengaruhi hubungan facilitating condition terhadap intention to use.
H4 : Perceived credibility berpengaruh positif terhadap intention to use. H4a : Gender memiliki efek moderasi yang mempengaruhi hubungan
perceived credibility terhadap intention to use.
H4b : Age memiliki efek moderasi yang mempengaruhi hubungan perceived
H5 : Anxiety berpengaruh positif terhadap intention to use.
H5a : Gender memiliki efek moderasi yang mempengaruhi hubungan anxiety terhadap intention to use.
H5b : Age memiliki efek moderasi yang mempengaruhi hubungan anxietyterhadap intention to use.
Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan kuesioner dengan menyebar sejumlah 200 kuesioner dan yang diolah menjadi data adalah 184 kuesioner. Dari hasil pengumpulan data diperoleh data statistik deskriptif yang kemudian diolah dengan menggunakan metode regresi dengan bantuan SPSS.
Hasil dari penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi penerimaan e-KTP adalah performance expectancy, facilitating conditions, dan perceived credibility, dimana social influence dan anxiety terbukti tidak signifikan mempengaruhi penerimaan masyarakat terhadap e-KTP. Pengujian efek moderasi yang dilakukan pada gender dan age membuktikan bahwa hanya gender yang memiliki efek moderasi yang signifikan, sedangkan age terbukti tidak memiliki efek moderasi yang signifikan.
Penelitian ini menggunakan model penelitian UTAUT sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti menggunakan model penelitian UTAUT2.
2.3.5 Penelitian menggunakan UTAUT pada sistem e-goverment di