• Tidak ada hasil yang ditemukan

OUTCOME TERRITOR

IV.1. HASIL PENELITIAN

IV.1.1. Karakteristik Subjek Penelitian

Dari keseluruhan pasien stroke yang dirawat di bangsal Neurologi RSUP H.Adam Malik Medan dan jejaringnya pada periode Januari 2011 hingga Maret 2011, terdapat 36 pasien stroke iskemik yang memenuhi kriteria inklusi sehingga diikut sertakan dalam penelitian.

Dari 36 orang penderita stroke iskemik yang dianalisa, terdiri dari 19 perempuan (52,8%) dan 17 (47,2%) laki-laki. Rerata usia subjek adalah 61,17 ± 12,188 tahun dengan rentang usia 34 tahun hingga 85 tahun, dimana kelompok usia terbanyak adalah 61 – 70 tahun yaitu 12 orang (33,5%).

Dari seluruh subjek penelitian terdapat 25 orang dengan faktor resiko hipertensi (69,4%), 15 orang dengan Diabetes Mellitus (41,7%), 9 orang dengan dislipidemia (25%), 7 orang dengan penyakit jantung (19,4%), dan 12 orang dengan merokok (33,3%). Waktu tiba di rumah sakit mulai dari onset kejadian yang paling banyak adalah 24 jam (41,7%) dan paling sedikit adalah >48 – 72 jam (22,2%). Lokasi infark

yang tampak pada hasil CT Scan kepala ada sebanyak 19 orang pada hemisfer kiri ( 52,8%) dan hemisfer kanan sebanyak 17 orang (47,2%). Data lengkap mengenai karakteristik subjek penelitian ini disajikan pada tabel 4.

Tabel 4. Karakteristik Subjek Penelitian

Karakteristik Subjek N (36) % Jenis Kelamin

Laki-laki 17 47,2

Perempuan 19 52,8

Kelompok Usia (tahun)

31 – 40 2 5,6 41 – 50 7 19,5 51 – 60 7 19,5 61 – 70 12 33,5 71 – 80 8 22,3 81 – 90 2 5,6 Suku bangsa Aceh 1 2,8 Batak 18 50 Jawa 5 13,8 Karo 8 22,2 Melayu 2 5,6 Nias 1 2,8 Padang 1 2,8 Status perkawinan Kawin 36 100

Tiba di rumah sakit (jam)

0 – 24 15 41,7 >24 – 48 13 36,1 >48 – 72 8 22,2 Faktor resiko Hipertensi 25 69,4 Diabetes Mellitus 15 41,7 Dislipidemia 9 25,0 Penyakit Jantung 7 19,4 Merokok 12 33,3 Lokasi infark Hemisfer kanan 17 47,2 Hemisfer kiri 19 52,8

IV.1.2. Distribusi subjek berdasarkan ketiga territori vaskular

Yang terbanyak adalah pada territori MCA sebanyak 19 orang (52,8%), territori ACA sebanyak 12 orang (33,3%) dan paling sedikit adalah territori PCA sebanyak 5 orang (13,9%). Hal ini ditunjukkan pada gambar 13.

Gambar 13 : Grafik Distribusi subjek pada ketiga territori vaskular

IV.1.3. Karakteristik ketiga territori vaskular berdasarkan variabel

Berdasarkan jenis kelamin, dari 36 orang jumlah subjek penelitian yang paling banyak adalah pada territori MCA sebanyak 11 orang perempuan (30,6%) dan yang paling sedikit adalah pada territori PCA sebanyak 4 orang laki-laki (11,1%) dan 1 orang perempuan (2,8%). Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan territori vaskular berdasarkan jenis kelamin (p = 0,286).

Berdasarkan umur, didapati bahwa nilai rerata dan SD umur tertinggi dari 19 orang subjek pada territori MCA adalah 62,37±12,967 tahun, nilai rerata umur dan SD pada 12 orang subjek pada territori ACA adalah 59,58±11,897 tahun dan nilai rerata umur dan SD pada 5 orang subjek pada territori PCA adalah 60,40±11,781 tahun. Hasil analisa statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara territori vaskular berdasarkan umur. (p = 0,824)

Berdasarkan suku bangsa, didapati terbanyak adalah suku batak yaitu 18 orang (50%), yang terbagi pada ketiga territori dengan jumlah terbanyak 9 orang (25,0%) pada MCA dan 1 orang (2,8%) pada territori PCA. Sedangkan suku dengan jumlah terkecil adalah Aceh pada territori MCA, Padang pada territori (PCA) dan Nias pada territori ACA dengan jumlah masing-masing 1 orang (2,8%). Hasil analisa statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan ketiga territori berdasarkan suku bangsa (p = 0,257).

Berdasarkan waktu tiba dirumah sakit, didapati nilai pada ketiga territori vaskular terbanyak adalah < 24 jam sebanyak 15 orang, dengan jumlah yang terbanyak 9 orang (25%) pada territori MCA. Sedangkan waktu tiba yang terendah jumlahnya adalah >48 – 72 jam sebanyak 1 orang (2,8%) pada territori PCA. Hasil analisa statistik mengunakan uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ketiga territori vaskular berdasarkan waktu tiba dirumah sakit (p = 0,473).

Berdasarkan faktor resiko yang paling banyak berperan pada ketiga territori vaskular adalah hipertensi sebanyak 25 orang (69,4%), terutama pada territori ACA ada sebanyak 12 orang (33,3%), pada territori MCA sebanyak 9 orang (25,0%) dan territori PCA sebanyak 4 orang(11,1%). Hasil analisa statistik menggunakan uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang signifikan territori vaskular berdasarkan ada tidaknya hipertensi (p = 0,007). Berdasarkan adanya faktor resiko Diabetes Mellitus didapati 15 orang penderita DM, yang terbanyak pada territori MCA yaitu ada 9 orang( 25,0%), pada ACA ada 5 orang (13,9%) dan pada PCA ada 1 orang (2,8%). Hasil analisa statistik menggunakan uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan territori vaskular berdasarkan Diabetes Melitus. (p = 0,543). Berdasarkan adanya faktor resiko Dislipidemia pada 9 orang subjek, didapati pada territori MCA sebanyak 8 orang (22,2%) dan pada territori ACA sebanyak 1 orang (2,8%). Hasil analisa statistik menggunakan uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang signifikan ketiga territori vaskular berdasarkan dislipidemia. (p = 0,041%). Berdasarkan adanya faktor resiko penyakit jantung pada 7 orang subjek, didapati ada sebanyak 6 orang (16,7%) pada territori MCA, dan pada territori ACA terdapat 1 orang (2,8%). Hasil analisa statistik menggunakan uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan ketiga territori vaskular berdasarkan faktor resiko penyakit jantung. (p = 0,14). Berdasarkan adanya faktor resiko merokok pada 12 orang subjek sedikit berperan adalah penyakit jantung sebanyak 7 orang (19,4%) terutama pada territori MCA ada sebanyak 6

orang (16,7%). Hasil analisa statistik menggunakan uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan ketiga territori vaskular berdasarkan faktor resiko merokok(Tabel 5)

Tabel 5. Distribusi Territori Vaskular berdasarkan variabel

___________________________________________________________ Karakteristik Subjek Territori Vaskular

_____________________________________ ACA MCA PCA

N(%) N(%) N(%) p

___________________________________________________________     

Jenis Kelamin 0,286*

Laki-laki 5(13,9) 8(22,2) 4(11,1) Perempuan 7(19,4) 11(30,6) 1 (2,8) Kelompok Usia (tahun) 0,824**

31 – 40 - 2 (5,6) - 41 – 50 4(11,1) - 1 (2,8) 51 – 60 2 (5,6) 4(11,1) 1 (2,8) 61 – 70 1 (2,8) 8(22,2) 2 (5,6) 71 – 80 4(11,1) 3 (8,3) 1 (2,8) 81 – 90 - 2 (5,6) - Suku bangsa 0,257** Aceh - 1 (2,8) - Batak 8(22,2) 9(25,0) 1 (2,8) Jawa 2 (5,6) 2 (5,6) 1 (2,8) Karo 1 (2,8) 5(13,9) 2 (5,6) Melayu - 2 (5,6) - Nias 1 (2,8) - - Padang - - 1 (2,8) Status perkawinan Kawin 12(33,3) 19(52,8) 5(13,9)

Tiba di rumah sakit (jam) 0,473** 0 – 24 4(11,1) 9(25,0) 2 (5,6) >24 – 48 5(13,9) 6(16,7) 2 (5,6) >48 – 72 3 (8,3) 4(11,1) 1 (2,8) Faktor resiko Hipertensi 12(33,3) 9(25,0) 4(11,1) 0,007* Diabetes Mellitus 5(13,9) 9(25,0) 1 (2,8) 0,543* Dislipidemia 1 (2,8) 8(22,2) - 0,041* Penyakit Jantung 1 (2,8) 6(16,7) - 0,14* Merokok 3 (8,3) 6(16,7) 3 (8,3) 0,368* ___________________________________________________________

*uji chi square **uji ANOVA

IV.1.4. Distribusi Rerata Nilai BI, mRS dan FIM pasien Stroke Iskemik Rerata nilai outcome fungsional pada saat masuk pada seluruh subjek adalah Barthel Index (H0) 29,03 20,171 dengan rentang 0 – 80, modified Rankin Scale (H0) 4,17 0,878 dengan rentang 2 – 5, Functional Independence Measure (H0) 47,75 21,607. Rerata nilai outcome fungsional pada saat keluar RS pada seluruh subjek adalah Barthel Index (H14) 43,33 24,374 dengan rentang 5 – 85, modified rankin Scale(H14) 3,83 0,941, Functional Independence Measure (H14) 56,86 23,165 dengan rentang 18 – 95. (Tabel 6)

Tabel 6. Rerata Nilai BI, mRS, FIM Pasien Stroke Iskemik

Outcome Fungsional X (SD) Rentang Saat masuk RS (H0)

Barthel Index 29,03 (20,171) 0 – 80 Modified RankinScale 4,17 ( 0,878) 2 – 5 Functional Independence Measure 47,75 (21,607) 18 – 82 Saat keluar RS (H14)

Barthel Index 43,33 (24,374) 5 – 85 Modified Rankin Scale 3,83 ( 0,941) 2 – 5 Functional Independence Measure 56,86 (23,165) 18 – 95

IV.1.4.1. Distribusi rerata nilai Barthel Index (H0-H14) berdasarkan variabel

Berdasarkan jenis kelamin, nilai rerata Barthel Index (H0) tertinggi dijumpai pada laki-laki adalah 36,18 21,832, terendah pada perempuan yaitu 22,63±16,614; nilai rerata Barthel Index (H14) pada laki-laki adalah 50,59±21,714 dan pada perempuan adalah 36,84±19,236. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan ada perbedaan yang signifikan nilai rerata Barthel Index (H0) berdasarkan jenis kelamin (p=0,042), dan tidak ada perbedaan yang signifikan nilai rerata Barthel Index (H14) berdasarkan jenis kelamin (p=0,052)

Berdasarkan kelompok umur, nilai rerata Barthel Index (H0) tertinggi dijumpai pada kelompok umur 41-50 yaitu 61,00±14,748 dan terendah pada kelompok umur 31-40 yaitu 10,00±7,071; nilai rerata Barthel Index(H14) tertinggi dijumpai pada kelompok umur 41-50 yaitu 70,00±12,247 dan terendah pada kelompok umur 31-40 yaitu 10,00±7,071. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rerata Barthel Index (H0) dan (H14) berdasarkan kelompok umur (p=0,001)

Berdasarkan suku bangsa, didapati nilai rerata Barhel Index (H0) tertinggi dijumpai pada suku Minang yaitu 80,00 dan terendah pada suku Melayu yaitu 15,00±7,071; nilai rerata Barthel Index (H14) tertinggi pada suku Minang yaitu 85,00 dan terendah pada suku Aceh 20,00. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan ada perbedaan rerata Barthel Index (H0) berdasarkan suku (p=0,026), dan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan rerata Barthel Index (H14) berdasarkan suku (p=0,132).

Berdasarkan onset tiba di rumah sakit, didapati bahwa nilai rerata Barthel Index (H0) tertinggi pada onset 0-24 jam yaitu 34,33±21,453 dan terendah pada onset >48-72 jam yaitu 21,88±20,691; nilai rerata Barthel Index (H14) tertinggi pada onset 46,00±24,871 dan terendah pada onset >24-48 jam yaitu 40,00±18,371. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan rerata Barthel Index (H0) dan(H14) berdasarkan onset tiba di rumah sakit. (p=0,353, p=0,788).

Tabel 7. Karakteristik Barthel Index berdasarkan variabel Karakteristik Subjek BI (H0) BI (H14)

X (SD) p X (SD) p

Jenis Kelamin 0,042* 0,052*

Laki-laki 36,18(21,832) 50,59(21,714) Perempuan 22,63(16,614) 36,84(19,236)

Kelompok Usia (tahun) 0,001** 0,001** 31 – 40 10,00 ( 7,071) 10,00 ( 7,071) 41 – 50 61,00(14,748) 70,00(12,247) 51 – 60 25,00(19,365) 45,71(24,226) 61 – 70 20,42(19,005) 31,67(14,975) 71 – 80 30,00( 5,345) 51,25(10,938) 81 – 90 30,00( 7,071) 40,00(21,213) Suku bangsa 0,026** 0,132** Aceh 20,00(-) 20,00(-) Batak 26,11(18,515) 43,89(22,265) Jawa 39,00(14,748) 46,00(13,874) Karo 23,12(17,716) 34,38(14,985) Melayu 15,00(7,075) 40,00(28,284) Nias 65,00(-) 80,00(-) Padang 80,00(-) 85,00(-) Status perkawinan Kawin 29,03(20,171) 43,33(21,314)

Tiba di rumah sakit (jam) 0,353** 0,768** 0 – 24 34,33(21,453) 46,00(24,871) >24 – 48 27,31(18,099) 40,00(18,371) >48 – 72 21,88(20,691) 43,33(21,314) Faktor resiko

Ya 34,20(20,345) 0,018* 50,40(18,138) 0,002* Tidak 17,27(14,554) 27,27(19,194) Diabetes Mellitus Ya 22,00(15,789) 0,077* 35,67(21,536) 0,067* Tidak 34,05(21,773) 48,81(19,869) Dislipidemia Ya 22,22(19,543) 0,248* 36,67(26,458) 0,285* Tidak 31,30(20,220) 45,56(19,381) Penyakit Jantung Ya 24,29(18,581) 0,496* 36,43(22,493) 0,347* Tidak 30,17(20,680) 45,80(21,087) Merokok Ya 32,50(13,899) 0,473* 49,58(16,714) 0,218* Tidak 27,29(22,745) 40,21(22,959) ___________________________________________________________ *uji t-independent ** uji Anova

Berdasarkan ada tidaknya hipertensi, rerata nilai BI(H0) dan BI(H14) pada penderita hipertensi adalah 34,20±20,345 dan 50,40±18,138, sedangkan pada yang tidak menderita hipertensi adalah 17,27±14,554 dan 27,27±19,194. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rerata nilai BI(H0) dan BI(H14) berdasarkan faktor resiko hipertensi. (p=0,018; p=0,002). Berdasarkan ada tidaknya diabetes melitus, rerata nilai BI(H0) dan BI(H14) pada penderita DM adalah 22,00±15,789 dan 35,67±21,536, sedangkan pada yang tidak DM adalah 34,05±21,773 dan 48,81±19,869. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata nilai BI(H0) dan BI(H14) berdasarkan faktor resiko DM (p=0,077; p=0,067). Berdasarkan ada tidaknya dislipidemia, rerata nilai BI(H0) dan BI(H14) pada penderita dislipidemia adalah 22,22±19,543 dan 36,67±26,458, sedangkan pada yang tidak dislipidemia adalah

34,05±21,773 dan 48,81±19,869. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata BI(H0) dan BI(H14) berdasarkan faktor resiko dislipidemia (p=0,248; p=0,285). Berdasarkan ada tidaknya penyakit jantung, rerata nilai BI(H0) dan BI(H14) pada penderita dengan penyakit jantung adalah 24,29±18,581 dan 36,43±22,493, sedangkan pada yang tidak penyakit jantung adalah 30,17±20,680 dan 45,80±21,087. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata nilai BI(H0) dan BI(H14) berdasarkan faktor resiko penyakit jantung. (p=0,496; p= 0,347). Berdasarkan ada tidaknya merokok, rerata nilai BI(H0) dan BI(H14) pada penderita yang merokok adalah 32,50±13,899 dan 49,58±16,714, sedangkan pada yang tidak merokok adalah 27,29±22,745 dan 40,21±22,959. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t- independent menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata BI(H0) dan BI(H14) berdasarkan faktor resiko merokok (p=0,473; p= 0,218)(Tabel 7)

IV.1.4.2. Distribusi rerata nilai mRS (H0-H14) berdasarkan variabel

Berdasarkan jenis kelamin, rerata nilai mRS(H0) tertinggi dijumpai pada perempuan yaitu 4,37±0,684, terendah pada laki-laki yaitu 3,94±1,209; rerata nilai mRS(H14) tertinggi pada perempuan yaitu 4,11±0,809 dan terendah pada laki-laki yaitu 3,53±1,007. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan tidak ada

perbedaan yang signifikan nilai rerata mRS(H0) dan (H14) berdasarkan jenis kelamin (p=0,148, p= 0,207).

Berdasarkan kelompok umur, nilai rerata mRS(H0) tertinggi dijumpai pada kelompok umur 31-40 tahun yaitu 5,00±0,000 (buruk) dan terendah pada kelompok umur 41-50 tahun yaitu 2,80±0,447 (baik); nilai rerata mRS(H14) tertinggi dijumpai pada kelompok umur 31-40 tahun yaitu 5,00±0,000 (buruk) dan terendah pada kelompok umur 41-50 tahun yaitu 2,60±0,548) (baik). Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rerata mRS (H0) dan mRS (H14) berdasarkan umur (p=0,001, p=0,009).

Berdasarkan suku bangsa, didapati nilai rerata mRS(H0) tertinggi dijumpai pada suku Aceh dan Melayu yaitu 5,00±0,0001 dan terendah pada suku Minang yaitu 2,00; nilai rerata mRS (H14) tertinggi pada suku Aceh yaitu 5,00 dan terendah pada suku Nias dan Minang yaitu masing- masing 2,00. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan ada perbedaan rerata mRS H0 dan H14 berdasarkan suku (p=0,009, p=0,043).

Berdasarkan onset tiba di rumah sakit, didapati bahwa nilai rerata mRS(H0) tertinggi pada onset >48-72 jam yaitu 4,38±0,744 dan terendah pada onset 0-24 jam yaitu 3,93±1,033; nilai rerata mRS(H14) tertinggi pada onset 0-24 jam dan >48-72jam yaitu 3,80±1,146 dan 3,80±0,941 dan terendah pada onset >24-48 jam yaitu 3,77±0,927. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan

yang signifikan rerata mRS H0 dan H14 berdasarkan onset tiba di rumah sakit. (p=0,409, p=0,855).

Berdasarkan ada tidaknya faktor resiko hipertensi, rerata nilai mRS(H0) dan mRS(H14) pada penderita hipertensi adalah 3,88±0,881 dan 3,48±0,823, sedangkan pada yang tidak menderita hipertensi adalah 4,82±0,405 dan 4,64±0,674. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rerata nilai mRS(H0) dan mRS(H14) berdasarkan faktor resiko hipertensi. (p=0,002; p=0,000). Berdasarkan ada tidaknya diabetes melitus, rerata nilai mRS(H0) dan mRS(H14) pada penderita DM adalah 4,47±0,834 dan 4,27±0,961, sedangkan pada yang tidak DM adalah 3,95±0,855 dan 3,52±0,814. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata nilai mRS(H0) dan mRS(H14) berdasarkan faktor resiko DM (p=0,083; p=0,017). Berdasarkan ada tidaknya dislipidemia, rerata nilai mRS(H0) dan mRS(H14) pada penderita dislipidemia adalah 4,56±0,726 dan 4,22±1,093, sedangkan pada yang tidak dislipidemia adalah 4,04±0,898 dan 3,70±0,869. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata mRS(H0) dan mRS(H14) berdasarkan faktor resiko dislipidemia (p=0,127; p=0,155). Berdasarkan ada tidaknya penyakit jantung, rerata nilai mRS(H0) dan mRS(H14) pada penderita dengan penyakit jantung adalah 4,43±0,787 dan 4,00±1,000, sedangkan pada yang tidak penyakit jantung adalah 4,10±0,900 dan 3,79±0,940 . Hasil analisa statistik dengan

menggunakan uji t-independent menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata nilai mRS(H0) dan mRS(H14) berdasarkan faktor resiko penyakit jantung. (p=0,387; p= 0,609). Berdasarkan ada tidaknya merokok, rerata nilai mRS(H0) dan mRS(H14) pada penderita yang merokok adalah 4,08±0,900 dan 3,58±0,793, sedangkan pada yang tidak merokok adalah 4,21±0,884 dan 3,96±0,999. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata mRS(H0) dan mRS(H14) berdasarkan faktor resiko merokok (p=0,693; p= 0,266)(Tabel 8)

Tabel 8. Karakteristik rerata nilai mRS berdasarkan variabel

Karakteristik Subjek mRS (H0) mRS (H14) X (SD) p X (SD) p Jenis Kelamin 0,148* 0,066*

Laki-laki 3,94(1,209) 3,53(1,007) Perempuan 4,37(0,684) 4,11(0,809) Kelompok Usia (tahun) 0,001** 0,009**

31 – 40 5,00(0,000) 5,00(0,000) 41 – 50 2,80(0,447) 2,60(0,548) 51 – 60 4,29(1,113) 3,86(1,069) 61 – 70 4,58(0,669) 4,08(0,900) 71 – 80 4,00(0,000) 3,75(0,463) 81 – 90 4,50(0,707) 4,50(0,707) Suku bangsa 0,009** 0,043** Aceh 5,00 (-) 5,00(-) Batak 4,17(0,857) 3,89(0,900) Jawa 3,60(0,548) 3,40(0,548) Karo 4,62(0,518) 4,12(0,835) Melayu 5,00(0,001) 4,50(0,707) Nias 3,00(-) 2,00(-) Minang 2,00(-) 2,00(-) Status perkawinan Kawin 4,17(0,878) 3,83(0,941) Tiba di rumah sakit (jam) 0,409** 0,855**

0 – 24 3,93(1,033) 3,80(1,146) >24 – 48 4,31(0,751) 3,77(0,927) >48 – 72 4,38(0,744) 3,80(0,941) Faktor resiko

Hipertensi Ya 3,88(0,881) 0,002* 3,48(0,823) 0,000* Tidak 4,82(0,405) 4,64(0,674) Diabetes Mellitus Ya 4,47(0,834) 0,083* 4,27(0,961) 0,017* Tidak 3,95(0,855) 3,52(0,814) Dislipidemia Ya 4,56(0,726) 0,127* 4,22(1,093) 0,155* Tidak 4,04(0,898) 3,70(0,869) Penyakit Jantung Ya 4,43(0,787) 0,387* 4,00(1,000) 0,609* Tidak 4,10(0,900) 3,79(0,940) Merokok Ya 4,08(0,900) 0,693* 3,58(0,793) 0,266* Tidak 4,21(0,884) 3,96(0,999) *Uji t-independent **uji ANOVA

IV.1.4.3. Distribusi rerata nilai FIM (H0-H14) berdasarkan variabel

Berdasarkan jenis kelamin, rerata nilai FIM(H0) tertinggi dijumpai pada laki-laki yaitu 53,65±21,997, terendah pada perempuan yaitu 42,47±20,383; rerata nilai FIM(H14) tertinggi pada laki-laki yaitu 62,06±23,02 dan terendah pada perempuan yaitu 52,21±22,892. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan nilai rerata FIM(H0) dan (H14) berdasarkan jenis kelamin (p= 0,123, p= 0,207).

Berdasarkan kelompok umur, nilai rerata FIM(H0) tertinggi dijumpai pada kelompok umur 41-50 tahun yaitu 75,40±5,550 dan terendah pada

kelompok umur 31-40 tahun yaitu 21,50±3,536; nilai rerata FIM(H14) tertinggi dijumpai pada kelompok umur 41-50 tahun yaitu 80,00±11,726 dan terendah pada kelompok umur 31-40 tahun yaitu 21,50±3,536. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rerata FIM (H0), dan (H14) berdasarkan kelompok umur (p= 0,002).

Berdasarkan suku bangsa, didapati nilai rerata FIM(H0) tertinggi dijumpai pada suku Minang yaitu 82,00 dan terendah pada suku Aceh yaitu 20,00; nilai rerata FIM(H14) tertinggi pada suku MInang yaitu 95,00 dan terendah pada suku Aceh yaitu masing 32,00. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan ada perbedaan rerata FIM(H0) berdasarkan suku (p=0,031).

Berdasarkan onset tiba di rumah sakit, didapati bahwa nilai rerata FIM(H0) tertinggi pada onset 0-24 jam yaitu 52,80±21,268 dan terendah pada onset >48-72 jam yaitu 38,38±22,258; nilai rerata FIM(H14) tertinggi pada onset 0-24 jam yaitu 59,87±25,890 dan terendah pada onset >24-48 jam yaitu 54,31±22,856. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan rerata FIM H0 dan H14 berdasarkan onset tiba di rumah sakit. (p= 0,322 , p= 0,810).

Berdasarkan ada tidaknya hipertensi, rerata nilai FIM (H0) dan FIM(H14) pada penderita hipertensi adalah 55,56±19,214 dan 66,48±18,077 , sedangkan pada yang tidak menderita hipertensi adalah 30,00±15,780 dan 35,00±18,358. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan ada perbedaan yang

signifikan rerata nilai FIM(H0) dan FIM(H14) berdasarkan faktor resiko hipertensi. (p=0,000; p=0,000). Berdasarkan ada tidaknya diabetes melitus, rerata nilai FIM(H0) dan FIM(H14) pada penderita DM adalah 37,53±18,631 dan 48,13±25,388, sedangkan pada yang tidak DM adalah 55,05±20,973 dan 63,10±19,748. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan rerata nilai FIM(H0) berdasarkan faktor resiko DM (p=0,014),tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata FIM(H14) berdasarkan faktor resiko DM (p=0,055). Berdasarkan ada tidaknya dislipidemia, rerata nilai FIM(H0) dan FIM(H14) pada penderita dislipidemia adalah 36,67±24,171 dan 44,78±27,499, sedangkan pada yang tidak dislipidemia adalah 51,44±19,800 dan 60,89±20,55.

Tabel 9. Karakteristik rerata nilai FIM berdasarkan variabel

___________________________________________________________ Karakteristik Subjek FIM (H0) FIM (H14)

X (SD) p X(SD) p ___________________________________________________________

Jenis Kelamin 0,123* 0,207*

Laki-laki 53,65(21,997) 62,06(23,02) Perempuan 42,47(20,383) 52,21(22,892)

Kelompok Usia (tahun) 0,002** 0,002** 31 – 40 21,50 (3,536) 21,50 (3,536) 41 – 50 75,40 (5,550) 80,00(11,726) 51 – 60 38,57(21,953) 54,29(23,901) 61 – 70 39,50(23,000) 45,17(22,827) 71 – 80 57,12( 5,055) 70,50( 8,071) 81 – 90 49,00( 1,414) 59,00(15,556) Suku bangsa 0,031** 0,117** Aceh 20,00(-) 32,00(-) Batak 46,56(20,382) 58,11(23,179)

Jawa 63,80(10,640) 66,40(10,114) Karo 42,12(20,259) 47,75(23,193) Melayu 21,50(4,950) 35,00(14,142) Nias 80,00(-) 90,00(-) Padang 82,00(-) 95,00(-) Status perkawinan Kawin 47,75(21,607) 56,86(23,165) Tiba di rumah sakit (jam) 0,322** 0,810**

0 – 24 52,80(21,268) 59,87(25,890) >24 – 48 47,69(21,321) 54,31(22,856) >48 – 72 38,38(22,258) 55,38(20,325) Faktor resiko Hipertensi Ya 55,56(19,214) 0,000* 66,48(18,077) 0,000* Tidak 30,00(15,780) 35,00(18,358) Diabetes Mellitus Ya 37,53(18,631) 0,014* 48,13(25,388) 0,055* Tidak 55,05(20,973) 63,10(19,748) Dislipidemia Ya 36,67(24,171) 0,075* 44,78(27,499) 0,070* Tidak 51,44(19,800) 60,89(20,551) Penyakit Jantung Ya 46,43(22,165) 0,860* 53,29(25,356) 0,656* Tidak 48,07(21,858) 57,72(23,001) Merokok Ya 52,75(18,162) 0,333* 62,75(16,652) 0,267* Tidak 45,25(23,090) 53,92(25,629)

*uji t-independent, ** uji Anova

Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata FIM(H0) dan FIM(H14) berdasarkan faktor resiko dislipidemia (p=0,075; p=0,070). Berdasarkan ada tidaknya penyakit jantung, rerata nilai FIM(H0) dan FIM(H14) pada penderita dengan penyakit jantung adalah 46,43±22,165 dan 53,29±25,356, sedangkan pada yang tidak penyakit jantung adalah 48,07±21,858 dan 57,72±23,001. Hasil analisa statistik dengan

menggunakan uji t-independent menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata nilai FIM(H0) dan FIM(H14) berdasarkan faktor resiko penyakit jantung. (p=0,860; p= 0,656). Berdasarkan ada tidaknya merokok, rerata nilai FIM(H0) dan FIM(H14) pada penderita yang merokok adalah 52,75±18,162 dan 62,75±16,652, sedangkan pada yang tidak merokok adalah 45,25±23,090 dan 53,92±25,629. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata FIM(H0) dan FIM(H14) berdasarkan faktor resiko merokok (p=0,333; p= 0,267)(Tabel 9)

IV.1.4.4. Distribusi rerata BI, mRS, FIM berdasarkan Territori Vaskular Setelah melakukan adjustment terhadap faktor resiko hipertensi, DM, dislipidemia, penyakit jantung dan merokok, didapati hasil tidak terdapat perbedaan yang signifikan ketiga outcome fungsional terhadap ketiga territori (p>0,05). Hasil pengukuran outcome pasien stroke iskemik dilakukan pada ketiga territori vaskular saat masuk RS (H0) dan saat keluar dari RS (H14). Nilai rerata Barthel Index (H0) lebih tinggi terdapat pada territori PCA yaitu 45,00 dan terendah pada territori MCA yaitu 20,53. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan ada perbedaan yang signifikan nilai Barthel Index (H0) pada ketiga territori vaskular (p = 0,015). Nilai rerata modified Rankin Scale (H0) lebih tinggi terdapat pada territori MCA yaitu 4,58 dan terendah terdapat pada territori ACA yaitu 3,67. Hasil analisa statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan ada perbedaan yang signifikan nilai mRS (H0)

pada ketiga territori tersebut (p=0,008). Nilai rerata Functional Independence Measure (H0) lebih tinggi ditemukan pada territori PCA yaitu 61,00 dan terendah pada territori MCA yaitu 37,68. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan ada perbedaan yang signifikan nilai rerata FIM (H0) pada ketiga territori vaskular (p = 0,008).(gambar 14)

Setelah masa rawatan 14 hari dilakukan lagi pengukuran nilai outcome fungsional subjek. Nilai rerata Barthel Index (H14) yang tertinggi terdapat pada territori ACA dengan nilai 57,08 dan terendah terdapat pada territori MCA dengan nilai 33,95. Hasil uji statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan ada perbedaan yang signifikan nilai rerata Barthel Index ( H14) pada ketiga territori vaskular (p = 0,009). Nilai rerata mRS (H14) tertinggi terdapat pada territori MCA dengan nilai 4,37 dan terendah terdapat pada territori ACA dengan nilai 3,17. Hasil uji statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan ada perbedaan yang signifikan nilai rerata mRS H14 pada ketiga territori vaskular (p = 0,0001). Nilai rerata FIM (H14) tertinggi terdapat pada territori ACA dengan nilai 73,42 dan terendah pada territori MCA dengan nilai 44,42. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan ada perbedaan yang signifikan nilai rerata FIM H14 pada ketiga territori vaskular (p = 0,001) (gambar 15)(Tabel 10)

Gambar 14 : Grafik BI(H0), mRS(H0) dan FIM(H0) pada territori vaskular

Gambar 15 : Grafik BI(H14), mRS(H14) dan FIM(H14) pada territori vaskular

Tabel 10.Rerata Nilai BI, mRS dan FIM berdasarkan Territori Vaskular Outcome Fungsional Territori Vaskular

_____________________________________ ACA MCA PCA

Mean Mean Mean p Hari ke-1(masuk RS)

Barthel Index (BI) 35,83 20,53 45,00 0,015* Modified Rankin Scale (mRS) 3,67 4,58 3,80 0,008* FIM 58,17 37,68 61,00 0,008* Hari ke-14 (keluar RS)

Barthel Index (BI) 57,08 33,95 46,00 0,009* Modified Rankin Scale (mRS) 3,17 4,37 3,40 0,000* FIM 73,42 44,42 64,40 0,001* ___________________________________________________________ *uji ANOVA

IV.1.5. Perbedaan Nilai BI, mRS, FIM pada Territori Vaskular

Dari hasil uji ANOVA di atas didapatkan adanya perbedaan outcome fungsional pada setiap kelompok territori, untuk mengetahui letak perbedaan dilakukan uji Post-Hoc.

Berdasarkan nilai Barthel Index saat masuk RS dan keluar RS, didapatkan hasil ada perbedaan yang signifikan nilai BI(H0) dan BI(H14) pada kelompok territori ACA dengan MCA, dengan nilai mean difference BI(H0) adalah 15,307 (p=0,030) dan mean difference BI(H14) adalah 23,136 (p=0,002). Juga terdapat perbedaan yang signifikan nilai BI(H0) pada kelompok territori MCA dengan PCA, dengan nilai mean difference - 24,474 (p=0,012).

Berdasarkan nilai modified Rankin Scale (mRS) didapatkan adanya perbedaan yang signifikan mRS(H0) dan mRS(H14) pada kelompok ACA dengan MCA, dengan nilai mean difference mRS(H0) adalah -0,912 (p=0,003) dan mean difference mRS(H14) adalah -1,202 (p=0,000),dan ada perbedaan yang signifikan mRS(H14) pada kelompok MCA dengan PCA dengan mean difference 0,968 (p=0,017).

Berdasarkan nilai Functional Independence Measure (FIM) didapatkan adanya perbedaan yang signifikan FIM(H0) dan FIM(H14) pada kelompok ACA dengan MCA dengan nilai mean difference FIM(H0) adalah 20,482 (p=0,007) dan mean difference FIM(H14) adalah 28,996 (p=0,000), juga ada perbedaan yang signifikan FIM(H0) dan FIM(H14) pada kelompok MCA dengan PCA dengan mean difference FIM(H0) adalah 23,316 (p=0,022) dan mean difference FIM(H14) adalah 0,968 (p=0,017)(Tabel 11)

Tabel 11. Perbedaan Rerata BI, mRS, FIM pada Territori Vaskular Territori Vaskular Masuk RS (H0) Keluar RS (H14)

Mean Diff. p Mean Diff. p Barthel Index

ACA – MCA 15,307* 0,030 23,136* 0,002 ACA – PCA -9,167* 0,353 11,083* 0,281 MCA – PCA -24,474* 0,012 -12,053* 0,216 Modified Rankin Scale

ACA – MCA -0,912 * 0,003 -1,202* 0,000 ACA – PCA -0,133* 0,750 -0,233* 0,570 MCA – PCA 0,799* 0,055 0,968* 0,017 FIM

MCA – PCA -23,316* 0,022 0,968* 0,017 ACA: Anterior Cerebral Artery; MCA: Middle Cerebral Artery; PCA: Posterior Cerebral Artery.

*uji Anova

IV.1.6. Hubungan Nilai BI, mRS dan FIM dengan Territori Vaskular

Untuk mengetahui hubungan BI(H0) – BI(H14), mRS(H0) – mRS(H14) dan FIM(H0) – FIM(14) dengan territori vaskular ACA, MCA dan PCA dilakukan uji korelasi Pearson. Hasil dari uji tersebut didapatkan adanya korelasi yang positif bermakna BI(H0) dan BI(H14) dengan territori vaskular ACA dengan nilai korelasi Pearson (r)= 0,676 (p=0,016), dan terdapat korelasi positif yang bermakna dengan territori vaskular MCA dengan nilai korelasi Pearson (r)=0,760 (p=0,0001), juga terdapat korelasi positif yang bermakna dengan territori vaskular PCA dengan nilai korelasi Pearson (r)=0,999 (p=0,0001) (gambar 16 & 17)

Gambar 17: Grafik Scatterplot hubungan BI(H14) dengan territori vaskular

Korelasi positif yang bermakna juga didapatkan pada nilai mRS(H0) – mRS(H14) dengan territori vaskular ACA, dengan nilai korelasi Pearson(r)=0,666 (p=0,018), dan terdapat korelasi positif yang bermakna dengan territori vaskular MCA dengan nilai korelasi Pearson(r)=0,836 (p= 0,0001), sedangkan dengan territori vaskular PCA terdapat korelasi positif yang tidak bermakna (r)=0,612 (p= 0,272). (gambar 18 & 19)

Korelasi positif yang tidak bermakna dijumpai pada nilai FIM(H0) – FIM(H14) dengan territori vaskular ACA dengan nilai korelasi Pearson (r)=0,396 (p=0,202), sedangkan dengan territori vaskular MCA dijumpai korelasi positif yang bermakna dengan nilai korelasi Pearson (r)=0,931 (p= 0,0001) dan dengan territori vaskular PCA juga didapati korelasi positif

yang bermakna dengan nilai korelasi pearson (r)=0,977 (p=0,004) (gambar 20 & 21) (Tabel 12)

Gambar 18: Grafik Scatterplot hubungan mRS(H0) dengan territori vaskular

Tabel 12. Hubungan BI, mRS, FIM dengan territori vaskular Outcome Territori Vaskular

Fungsional

(H0 –H14) ACA MCA PCA

(r) (p) (r) (p) (r) (p) BI 0,676* 0,016 0,760** 0,0001 0,999** 0,0001 mRS 0,666* 0,018 0,836** 0,0001 0,612 0,272 FIM 0,396 0,202 0,931** 0,0001 0,977** 0,004 BI: Barthel Index, mRS: modified rankin Scale, FIM: Functional Independence Measure. *Korelasi Pearson signifikan pada p<0,05

Dokumen terkait