• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

C. Penelitian Relevan

Evaluasi yang berkaitan dengan program ekstrakurikuler telah banyak dilakukan oleh ahli baik secara individu maupun kelompok, berdasarkan hasil telisik referensi berikut ini dikemukakan beberapa hasil kajian dari penelitian yang berkaitan dengan evaluasi program ekstrakurikuler , yaitu: - Sarana dan prasarana

- Pembiayaan

Evaluasi Program Ekstrakurikuler model DEM

Evaluasi keluaran (output)

- Prestasi non-akademik dan ekstrakurikuler

1. Muhammad Ihsanudin, Evaluasi Program Ekstrakurikuler Program Keahlian di SMK Muhammadiyah Prambanan, (skripsi: 2016). Hasil penelitian ini pada aspek konteks, input, proses, dan produk semuanya dapat dikategorikan baik, hanya saja pada aspek input terdapat satu indikator yang kurang baik tetapi pada aspek produk menunjukkan hasil yang sangat baik. Perbedaan evaluasi ini dengan evaluasi yang dilakukan penulis adalah terdapat pada model evaluasi dan jenis penelitian yang digunakan. Penelitian ini menggunakan model evaluasi CIPP sedangkan penulis menggunakan model evaluasi Descrepancy evaluation model (DEM), jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif sedangkan penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dan tempat penelitian yang berbeda. Persamaannya adalah pada objek evaluasi yaitu program ekstrakurikuler.

2. Rifda Herlani, Evaluasi Layanan Perpustakaan di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, (Skripsi: 2018) hasil penelitian ini digunakan sebagai rujukan pada model evaluasi program yaitu descrepancy evaluation model (DEM). Persamaannya terdapat pada model evaluasi yang digunakan dan perbedaannya terdapat pada objek yang dievaluasi yaitu pada penelitian ini objek evaluasinya adalah layanan perpustakaan sedangkan penulis objek evaluasinya adalah program ekstrakurikuler.

3. Siti Zulaeha, Evaluasi Program Ekstrakurikuler Robotika Pada Siswa Mts Negeri 1 Kota Tangerang Selatan, (Tesis: 2019). Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan terlaksana dengan cukup baik. Dalam pelaksanaannya masih ditemukan kekurangan pada beberapa komponen yang krusial. Ekstrakurikuler ini dapat dilanjutkan tetapi masih perlu beberapa perbaikan terutama terkait kegiatan pembelajaran guna menghasilkan kualitas peserta yang berkompeten dan profesional. Perbedaan evaluasi ini dengan evaluasi yang dilakukan penulis adalah terdapat pada model yang evaluasi

yang digunakan. Penelitian ini menggunakan model evaluasi CIPP sedangkan penulis menggunakan model evaluasi Descrepancy evaluation model (DEM) dan tempat penelitian yang berbeda.

Persamaannya adalah pada objek evaluasi yaitu program ekstrakurikuler.

4. Anis Fitriah, “Evaluasi Program Ekstrakurikuler untuk Meningkatkan Prestasi Non-Akademik Siswa di SMP Negeri Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas”(Tesis: 2018). Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan terlaksana dengan baik hanya saja pada aspek context kurang baik karena siswa belum memiliki nilai-nilai penghayatan akhlak mulia. Perbedaan evaluasi ini dengan evaluasi yang dilakukan penulis adalah terdapat pada model yang evaluasi yang digunakan. Penelitian ini menggunakan model evaluasi CIPP sedangkan penulis menggunakan model evaluasi Descrepancy evaluation model (DEM) dan tempat penelitian yang berbeda.

Persamaannya adalah pada objek evaluasi yaitu program ekstrakurikuler.

5. Jaisar Isnan, “Evaluasi Program Ekstrakurikuler Jurnalistik menggunakan model Context, Input, Process, dan Product (CIPP) pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati”( Skripsi: 2016). Hasil evaluasi secara keseluruhan sudah sangat baik hanya saja pada aspek proses banyak yang perlu ditingkatkan agar lebih baik lagi. Perbedaan evaluasi ini dengan evaluasi yang dilakukan penulis adalah terdapat pada model yang evaluasi yang digunakan. Penelitian ini menggunakan model evaluasi CIPP sedangkan penulis menggunakan model evaluasi Descrepancy evaluation model (DEM) dan tempat penelitian yang berbeda. Persamaannya adalah pada objek evaluasi yaitu program ekstrakurikuler.

56 BAB III

METODOLOGI EVALUASI A. Tempat dan Waktu Evaluasi

Tempat yang menjadi objek penelitian adalah SMP Negeri 1 Legok yang berlokasi di JL. Lapangan Bola No. 72, Kelurahan Babakan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Kode Pos 15820. Tempat ini dipilih karena program ekstrakurikuler di sekolah ini dinilai efektif sebagai bahan penelitian yang sesuai dengan judul yang diteliti. Adapun waktu pelaksanaan dimulai dari bulan september 2019.

Tabel 3. 1

Pelaksanaan Evaluasi Program

No. Pelaksanaan kegiatan Waktu Penelitian (bulan)

Sep 2019

Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul

1 Studi pendahuluan 2 Penyerahan izin penelitian 3 Pelaksanaan penelitian dan

pengumpulan data

4 Analisis dan pengolahan data 5 Penyusunan laporan hasil

evaluasi 6 Munaqosah

B. Jenis, Pendekatan, Metode, dan Model Evaluasi

Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan suatu strategi inquiri yang menekankan pencarian makna, pengertian, konsep, karakteristik, gejala, simbol maupun deskripsi tentang suatu fenomena, fokus dan multimetode, bersifat alami dan holistik, mengutamakan kualitas, menggunakan beberapa cara, serta disajikan secara naratif.64

64 Umar Sidiq dan Moh. Miftachul Choiri, Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan, (Ponorogo, CV. Nata Karya, 2019), hlm. 4.

Penelitian ini menggunakan pendekatan berorientasi pada tujuan (The Goal Oriented Approach). Menurut Nurhakim evaluasi yang berorientasi pada tujuan sebagai ukuran ideal suatu program. Tujuan program dijadikan sebagai kriteria keberhasilan program, dengan demikian evaluator berusaha mengukur realitas program sampai mana pencapaian tujuan telah tercapai.65 Pendekatan ini dapat dengan mudah dilakukan jika tujuan yang dirumuskan sudah jelas dan terukur karena standar ideal yang dijadikan tolak ukur keberhasilan suatu program melalui penilaian yang dilakukan di program tersebut. Kekurangan pendekatan ini adalah jika tujuan tidak terumuskan dengan jelas dan terukur maka evaluator sulit dalam melakukan evaluasi.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, metode deskriptif yaitu metode yang digunakan untuk menilai, menggambarkan, atau menjelaskan objek evaluasi yang terjadi saat ini.66 Tujuan metode ini adalah untuk menggambarkan fokus atau kondisi apa adanya dari suatu situasi. Langkah-langkah dalam metode deskriptif secara umum terdiri dari:

1. Menetapkan dan merumuskan masalah

2. Menentukan teknik pengumpulan data dan informasi

3. Mencari dan mengumpulkan informasi dan data secukupnya 4. Menyusun dan mengklasifikasi data dan informasi

5. Menganalisis dan menjelaskan hasil penelitian 6. Menarik kesimpulan umum dari suatu realitas67

Evaluasi ini menggunakan model descrepancy evaluation model (DEM) atau model kesenjangan. Model ini berfokus pada input, process, dan output yang dikembangkan oleh Stufflebeam pada tahun 1966. Evaluasi kesenjangan dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kesesuaian antara standar yang sudah ditentukan dalam program dengan penampilan aktual dari program tersebut.68 Penelitian descrepancy evaluation model (DEM)

65 Tengku Rusman Nurhakim, “Riset Evaluasi dalam Pendidikan” Modul Perkuliahan Evaluasi Program, (Tangerang: FITK UIN Syarif Hidayatullah, 2019), hlm. 42.

66 Zainal Arifin, Op.Cit., hlm. 227.

67 Tengku Rusman Nurhakim, Op.Cit., hlm. 65.

68 Zainal Arifin, Op.Cit., hlm. 132.

bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang akurat dan menyeluruh dalam melihat ketimpangan yang terjadi di sekolah khususnya pada program ekstrakurikuler sehingga dapat dijadikan alternatif dalam pengambilan keputusan guna memperbaiki dan meningkatkan penyelenggaraan program ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Legok Kabupaten Tangerang.

C. Sumber dan Jenis Data

Sumber data adalah segala sesuatu yang menunjuk pada asal data diperoleh. Sumber data dalam penelitian yang menggunakan jenis kualitatif dapat berupa person, paper, dan place.69 Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data jenis kualitatif yang merupakan data yang dilukiskan dalam bentuk narasi.

1. Person, yaitu sumber data dari seseorang yang didapatkan melalui wawancara atau/dan angket. dalam penelitian ini sumber data person dilakukan dengan mewawancara pihak yang terlibat yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, pembina ekstrakurikuler, pelatih ekstrakurikuler, dan siswa.

2. Paper, yaitu sumbernya berupa simbol yang berbentuk tulisan, tabel, gambar, dan sebagainya. Sumber datanya yang diperoleh dari dokumen meliputi SK (surat keputusan), pedoman dan dokumen perencanaan program ekstrakurikuler, laporan pelaksanaan program dan data peserta didik program ekstrakurikuler.

3. Place, yaitu sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan tempat kegiatan ekstrakurikuler berlangsung. Sumber data place pada penelitian ini adalah SMP Negeri 1 Legok Kabupaten Tangerang.

Adapun jenis data dalam evaluasi ini yaitu:

1. Data Primer, merupakan data yang diperoleh dari apa yang ada di lapangan dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi.

2. Data Sekunder, merupakan data yang diperoleh melalui pihak yang terlibat berupa laporan dan data terkait.

69 Suharsimi Arikunto dan Cepi Safrudin Abdul Jabar, Op.Cit, hlm. 88.

D. Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.70 Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.71 teknik sampling dalam penelitian ini adalah sampling purposive.

Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.72 Berikut ini merupakan tabel yang berisi jumlah populasi dan sampel dalam penelitian ini:

Tabel 3. 2 Populasi dan Sampel

No. Jenis jabatan populasi sampel

Teknik

4 Pelatih ekstrakurikuler 15 4 Wawancara

5 Peserta ekstrakurikuler:

70 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (2017, Bandung: Cv.

Alfabeta), hlm. 80.

71 Ibid., hlm.81.

72 Ibid., hlm. 85.

e. Palang merah remaja (PMR)

15 2 Angket

f. Karate 15 2 Angket

g. Bola voli 15 2 Angket

h. Basket 15 2 Angket

i. Tari 10 1 Angket

j. Silat 10 1 Angket

k. Jurnalistik 7 1 Angket

l. BTQ 7 1 Angket

m. Bulu tangkis 7 1 Angket

n. Mawawis 15 2 Angket

Jumlah 450 69

E. Teknik Pengumpulan Data

Sugiyono mengemukakan bahwa teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian. karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari setting-nya data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural setting).

Dalam penelitian kualitatif pengumpulan data lebih banyak pada observasi, wawancara, dan dokumentasi.73 Jadi dalam pengumpulan data kualitatif pada penelitian ini dilakukan tiga teknik pengumpulan data diantaranya wawancara, studi dokumen, observasi, dan angket.

1. Wawancara, digunakan untuk memperoleh data atau informasi terkait relevansi perencanaan dengan pelaksanaan pada program ekstrakurikuler.

Wawancara dilakukan dengan kepala sekolah, wakasek bidang kesiswaan, pembina ekstrakurikuler, pelatih ekstrakurikuler, dan peserta didik atau anggota ekstrakurikuler.

73 Ibid., hlm. 224.

2. Studi dokumen, dokumentasi digunakan untuk mendapatkan hasil data berupa barang-barang tertulis. Studi dokumen yang merupakan data sekunder ini bertujuan untuk melengkapi data primer.

3. Observasi, digunakan untuk memperoleh data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara langsung. Observasi dilakukan hanya beberapa kegiatan ekstrakurikuler karena ekstrakurikuler yang terdapat di dalam sekolah tersebut berjumlah empat belas kegiatan. Evaluator melakukan observasi hanya kepada empat kegiatan ekstrakurikuler yaitu Pramuka, Paskibra, taewondo, dan futsal. Penentuan empat ekstrakurikuler yang diambil dari limabelas ekstrakurikuler yang ada ini menggunakan pemilihan sample berdasarkan purposive sampling.

4. Angket, digunakan untuk mengumpulkan data yang berfungsi sebagai penjamin validitas informasi yang diperoleh dengan metode lain. Peneliti menggunakan jenis pertanyaan tertutup yang diajukan kepada peserta didik atau anggota ekstrakurikuler untuk mengukur proses yang terjadi dalam objek penelitian. Angket menggunakan Skala Lickert dengan jawaban dan skor yaitu selalu diberi skor 4, sering diberi skor 3, pernah diberi skor 2, dan tidak pernah diberi skor 1.74 Cara perhitungan angket dengan rumus:

Nilai perolehan x 100 Nilai harapan

Dengan kategori:

Sangat baik : 76 - 100%

Baik : 51 - 75%

Cukup : 26 - 50%

Kurang : 0 – 25%

Dalam memberikan kategori tingkat kesenjangan peneliti menggunakan hasil wawancara, observasi, studi dokumen, dan angket. Adapun kategori dalam dalam menentukan tingkat kesenjangan dalam keputusan evaluasi program adalah sebagai berikut:

74 Ibid., hlm. 93-95.

1. Rendah dengan skor: 0,00% - 33,33%

2. Sedang dengan skor: 33,33% - 66,67%

3. Tinggi dengan skor: 66,67% - 100%75 F. Instrumen Evaluasi

Dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrumen penelitian atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena itu, peneliti sebagai instrumen juga harus divalidasi seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya akan turun ke lapangan.76

Instrumen penelitian ini adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan. Dalam penelitian ini, instrumen penelitian adalah sebagai human instrumen dengan dibantu menggunakan pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman studi dokumen.

Tabel 3. 3

Sebaran Instrumen Evaluasi

Tahapan Fokus Indikator

Teknik

Tujuan pelaksanaan Program Wawancara

75 Rifda herlani, skripsi: Evaluasi layanan perpustakaan di SMA Negeri 3 Kota Tangerang selatan, (Tangerang selatan: UIN Jakarta, 2018) hlm. 11

76 Sugiyono, Op.Cit., hlm. 222

Ekstrakurikuler dan studi sarana dan prasarana yang ada

Observasi dan angket

Pembiayaan Pengalokasian dan sumber dana Wawancara, studi dokumen,

perlombaan studi dokumen Keluaran

(output)

Prestasi Non-akademik

Prestasi yang diraih oleh peserta didik melalui kegiatan

1. Sarana dan prasarana Setiap unit sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan program ekstrakurikuler

Tabel 3. 5 Instrumen Dokumen

No. Dokumen

1 Dokumen indentitas sekolah (SMP Negeri 1 Legok) a. Profil sekolah

b. Visi, misi dan tujuan sekolah 2 Dokumen masukan :

a. SK pembina dan pelatih kegiatan ekstrakurikuler b. Sertifikat pelatih ekstrakurikuler

c. Draft proposal kegiatan ekstrakurikuler

d. Data sarana dan prasarana kegiatan ekstrakurikuler e. Data anggaran kegiatan ekstrakurikuler

f. Data anggota ekstrakurikuler

g. Struktur pengurus kegiatan ekstrakurikuler 3 Dokumen proses :

a. Data pedoman penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler b. Data jam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler

c. Data aturan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler d. Data atau unsur pendukung kegiatan ekstrakurikuler e. Data rutin kegiatan ekstrakurikuler

f. Data peserta yang mengikuti lomba dalam kegiatan ekstrakurikuler

4 Dokumen keluaran

Data prestasi yang diraih oleh peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler

Tabel 3. 6

Kisi-Kisi Wawancara Kepala Sekolah dan Wakasek Kesiswaan

Tahapan Indikator No. butir jumlah

Masukan Pemahaman program ekstrakurikuler

1,2 2

Tujuan pelaksanaan program ekstrakurikuler

5 1

Perencanaan dan evaluasi program ekstrakurikuler

3, 4, 7, 8, 13 5

Sarana dan prasarana 11 1

Faktor hambatan penerapan program ekstrakurikuler

12 1

proses Monitoring dan pengendalian program ekstrakurikuler oleh pihak terkait

9, 10 2

keluaran Prestasi yang diraih oleh peserta didik melalui kegiatan

ekstrakurikuler

14 1

Tabel 3. 7

Kisi-kisi Wawancara Pembina

Tahapan Indikator No. Butir Jumlah

masukan Pemahaman program ekstrakurikuler

1,2 2

Tujuan pelaksanaan program

keluaran Jalur prestasi non-akademik untuk PPDB di jenjang SMA/sederajat

14 1

Tabel 3. 8

Kisi-kisi Wawancara Pelatih

Tahapan Indikator No. Butir Jumlah

Masukan Pemahaman program

Monitoring dan pengendalian program ekstrakurikuler oleh pihak terkait

13,16,17,18 4

Faktor pendukung dan hambatan penerapan program

ekstrakurikuler

7,20 2

Sarana dan prasarana 9 1

Pembiayaan 14,15 2

keluaran Prestasi yang diraih oleh peserta didik melalui kegiatan

ekstrakurikuler

21 1

Tabel 3. 9

Kisi-kisi Wawancara Anggota Ekstrakurikuler

Tahapan Indikator No. Butir Jumlah

Masukan Rekrutmen anggota ekstrakurikuler

1,2,3,4 4

Proses Kegiatan penjadwalan ekstrakurikuler

5 1

Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler

6,11 2

Dukungan pada pelaksanaan program ekstrakurikuler

7 1

Sarana dan prasarana 8 1

Pembiayaan 9 1

Faktor hambatan dalam penerapan program ekstrakurikuler

12 1

Perlombaan-perlombaan 10 1

Tabel 3. 10

Kisi-Kisi Angket Anggota Ekstrakurikuler

No. Indikator No. Butir Jumlah

1. Implementasi program ekstrakurikuler 1, 2, 3, 5, 6, 7 18, 19

8

2. Penjadwalan kegiatan ekstrakurikuler 4, 13, 15 3 3. Monitoring dan pengendalian program

ekstrakurikuler oleh pihak terkait

9, 12 3

4. Dukungan pada pelaksanaan program ekstrakurikuler

8 1

5. Sarana dan prasarana 10 1

6. Pembiayaan 11 1

7. Perlombaan 16,17 2

G. Teknik Analisis Data

Miles dan Huberman yang dikutip oleh Sugiyono mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh.77 Aktivitas dalam analisis data, yaitu : data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.

1. Data reduction (reduksi data)

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya.

2. Data display (penyajian data)

Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya.

Dalam hal ini Miles dan Huberman menyatakan “the most frequent from of display data for qualitative research data in the past has been narative

77 Sugiyono, Loc.Cit.

text”. Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. 78

3. Conclusion drawing/verification

Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman yang dikutip oleh Sugiyono adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang dapat mendukung pada tahap pengumpulan berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, di dukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.79

Data yang terkumpul akan dianalisis dengan model evaluasi DEM (descrepancy evaluation model). Analisis dipaparkan secara deskriptif dalam bentuk teks yang bersifat naratif, selanjutnya simpulan dan rekomendasi.

H. Uji Keabsahan Data

Pengecekan keabsahan data dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai kebenaran yang ditemukan di lapangan digunakan triangulasi.

Triangulasi dapat diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber, berbagai cara dan berbagai waktu. Ada beberapa triangulasi yaitu :80

1. Triangulasi sumber

Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber dengan teknik yang sama dalam memperoleh data tersebut. Data yang diperoleh tidak disamakan seperti penelitian kuantitatif tetapi data dideskripsikan dan dikategorisasikan setelah itu data yang telah dianalisis menghasilkan

78 Ibid., hlm. 249.

79 Ibid., hlm. 252.

80 Sugiyono, Op.Cit., hlm. 252

suatu kesimpulan yang selanjutnya dimintakan kesepakatan (number check) dengan tiga sumber data tersebut.

2. Triangulasi teknik

Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik pengumpulan data yang berbeda. Dan dilakukan pencocokan data dari sumber-sumber yang berbeda jika menghasilkan data yang berbeda maka peneliti memastikan kembali mana data yang benar atau mungkin semuanya benar karena dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

3. Triangulasi waktu

Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Untuk itu dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya.

71 BAB IV

HASIL EVALUASI DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum SMP Negeri 1 Legok 1. Profil Sekolah

Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Legok Kabupaten Tangerang atau biasa di singkat SMPN 1 Legok, merupakan sekolah menengah pertama yang terletak di Jl. Lapangan Bola No. 72, Kelurahan Babakan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten dengan Kode Pos 123456. Status Akreditasi SMP Negeri 1 Legok yaitu A dan memiliki kode NIS/NPSN 20603149 dan NSS 201280306003. SMP Negeri 1 Legok dibangun tahun 1982 oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Departemen Pendidikan Nasional) sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap pemerataan pendidikan. Di kecamatan Legok untuk saat ini SMP Negeri hanya terdapat 2 yaitu SMP Negeri 1 Legok dan SMP Negeri 2 Legok. SMP Negeri 1 Legok memiliki luas tanah seluruhnya 9.750 m2 dengan luas bangunan seluruhnya 2.832 m2.

Selain pembelajaran di kelas peserta didik di sekolah juga diisi dengan berbagai program kegiatan yaitu kurasaki (kurangi sampah sekolah kita), sekolah menyenangkan, sekolah model, sekolah adiwiyata dan program ekstrakurikuler. Sumber daya manusia SMP Negeri 1 Legok telah mengalami perkembangan baik karena guru-guru yang mengajar semuanya telah memiliki kualifikasi S1 dan berkompeten dalam bidangnya, begitu pula dengan para pegawai yang sebagian besar tingkat pendidikannya S1.

2. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah

Visi berasal dari kata bahasa inggris “vision” dalam password english learner dictionary kata vision artinya: 1). Something see in imagination or in a dream; bayangan, 2). The ability to see or plan into the future; wawasan, 3). The ability to see or the sense of sight;

penglihatan. Sedangkan kata visi dalam konteks organisasi dikenal

dengan “vision statement”. Menurut Dhordan yang dikutip oleh Hamdan pengertian vision statement adalah “a vision statement pushes association toward some future goal or achievement”81 yang artinya pernyataan visi mendorong asosiasi menuju beberapa tujuan atau pencapaian di masa depan. Misi adalah penjabaran lebih lanjut dari visi untuk mewujudkan visi yang telah dirumuskan.

Kriteria visi yang baik yaitu harus memberikan motivasi, rasional, konsisten, jelas, sederhana, serta menggambarkan keunikan. Kriteria sebuah misi yang baik adalah visioner, menjelaskan aspirasi organisasi, mengandung nilai-nilai utama organisasi baik etika maupun perilaku, mencerminkan kapabilitas organisasi dan menjadi jiwa sebuah organisasi.

Berikut ini adalah visi yang dimiliki oleh SMP Negeri 1 Legok:

“Menjadi Organisasi Pembelajar Unggul dalam menghasilkan Lulusan yang berperilaku baik” 82

Misi lembaga pendidikan ini adalah sebagai berikut:

1) Meningkatkan kinerja pendidik, tenaga kependidikan dan kesejahteraannya

2) Mewujudkan terlampauinya Delapan Standar Nasional Pendidikan.

3) Menjadikan sekolah sebagai tempat pembelajaran yang nyaman bagi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan

4) Mengintensifkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengolah, menyimpan, dan mempublikasikan data

5) Mencetak peserta didik yang berwatak jujur, santun, disiplin, dan cinta tanah air83

Visi diatas merupakan harapan dan cita-cita lembaga pendidikan ini yang ingin dicapai untuk di masa sekarang hingga di masa depan. Biasanya visi misi berlaku 5 tahun sekali. Visi di atas

81 Yusuf Hamdan, Pernyataan visi dan misi perguruan tinggi, Jurnal Mimbar vol. XVII, no. 1 Januari – Maret 2001, hlm. 92

82 Profil SMP Negeri 1 Legok, hlm. 13, 20 Januari 2021.

83 Profil SMP Negeri 1 Legok, hlm. 13, 20 Januari 2021.

sudah memotivasi karena kata “unggul” memiliki arti yang paling baik atau paling bagus, dijelaskan dengan kata-kata yang sederhana, konsisten dan jelas. Misi yang disebutkan di atas juga sudah sesuai kriteria yaitu sudah menjelaskan aspirasi organisasi, mengandung nilai-nilai utama organisasi baik etika maupun perilaku, mencerminkan kapabilitas organisasi dan menjadi jiwa sebuah organisasi.

Tujuan pendidikan mengacu pada tujuan umum pendidikan dasar yaitu meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Dalam merumuskan tujuan setidaknya harus melangkah menuju sesuatu yang lebih besar,

Tujuan pendidikan mengacu pada tujuan umum pendidikan dasar yaitu meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Dalam merumuskan tujuan setidaknya harus melangkah menuju sesuatu yang lebih besar,

Dokumen terkait