• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Terdahulu

Dalam dokumen Buku 3. Efisiensi dan Kinerja Bank.pdf (Halaman 30-35)

OPERATIONAL EFFICIENCY

J. Penelitian Terdahulu

Penelitian Cool, K., I. D. Insead dan D. Jemison (1989) yang berjudul “ Bussiness Strategy, Market Share and Risk-Return Relationships : A Structural Approach “, menemukan hubungan pengaruh langsung yang positif antaramarket share(pangsa pasar) denganreturn(kembalian) secara signifikan dan hubungan negatif antara pangsa pasar dengan risiko (fluktuasi kembalian yang diharapkan). Hubungan langsung dan positif antara persaingan terhadap kembalian dan risiko, serta hubungan langsung dan positif antara kembalian dan risiko. Hubungan indikator; kesesuaian organiasi, efisiensi operasional, dan investasi produk pasar dengan dimediasi pangsa pasar terhadap kembalian adalah positif.

Indikator pembayaran faktor input dengan dimediasi market share terhadap risiko adalah negatif. Hubungan langsung indikator; kesesuaian organisasi efisiensi operasional terhadap kembalian adalah positif. Sedangkan hubungan langsung indikator; pembayaran faktor input dan investasi produk pasar berpengaruh negatif. Sebaliknya hubungan langsung indikator; kesesuaian organisasi, dan efisiensi operasional terhadap kembalian adalah negatif dan hubungan langsung indikator; pembayaran faktor input dan investasi produk pasar terhadap risiko adalah negatif.

Persamaan dengan penelitian ini kami adalah karena penelitian Coolet al.(1989 : 507 – 522) yang mendasari penelitian ini, disamping sama-sama menggunakan paradigma penelitian struktural, begitupula dengan model analisis yang digunakan yaitu sama-sama menggunakan model analisis Structural equation modeling(SEM).

Dalam hal konstruk variabel laten endogen, yakni kinerja keuangan ada kesamaan dalam indikator yaitu : a. ROA. Namun demikian ada lima indikator lagi dari penelitian Coolet al.,yang berbeda dengan indikator konstruk variabel laten endogen dalam penelitian ini, dimana dalam penelitian Cool et al. (1989 : 507 – 522), yakni ; b.Profit margin, c.Mean ROA. Sedangkan dalam penelitian kami menggunakan indikator ; a. ROA, b. NIM, c. BOPO, dan d. ROE. Disamping itu terdapat perbedaan dalam konstruk variabel laten eksogen pertama, penelitian Coolet al., menggunakan variabel Strategi bisnis dengan 4 indikator yaitu; a. Kecocokan organisasi, b. efisiensi operasional, c. pembayaran faktor input, dan d. investasi produk pasar. Sedangkan dalam penelitian ini indikator efisiensi operasional

kami angkat menjadi konstruk variabel laten eksogen dengan indikator yang sama dengan penelitian Coolet al. (1989 : 507 – 522), yaitu ; a. Tabungan perkaryawan, dan b. Biayaoverheadperkaryawan dan berdasarkan bacaan literatur maka dalam penelitian ini kami tambahkan 3 indikator lagi yaitu ; c. Total asset perkaryawan, d.Loanperkaryawan, dan e. Laba perkaryawan.

Dalam hal konstruk variabel endogen (intervening), dimana penelitian Cool et al., menggunakan variabel pertama yaitu ;market sharedengan indikator ; a.Market sharetabungan, dan b.Market sharekredit, serta kami tambahkan indikator lain yaitu ; c.market sharegiro, dan d.market shareDeposito. Sedangkan variabel endogen (intervening) kedua yaitu ; Risiko dengan indikator ; a. Standar deviasi ROA, b. Standar deviasi profit margin yang dalam penelitian ini kami rubah dan menambahkannya menjadi ; a Standar deviasi ROA, b. Standar deviasi NIM, c. Standar deviasi BOPO, dan d, Standar deviasi ROE.

Penelitian Tan, J.J. dan R.J. Litschert (1994) dengan judul : “ Environtmen-Strategy Realtionships And Its Performance Implications : An Empirical Study of The Chinese Electronic Industry “, menemukan bahwa lingkungan (lingkungan kompleks dan lingkungan yang tidak pasti) mempunyai hubungan langsung dan pengaruh yang signifikan terhadap strategi (proaktif, responsif dan bertahan). Begitupula strategi bertahan berhubungan secara positif dengan profitabilitas, sedangkan strategi proaktif dan responsif berhubungan secara negatif dengan profitabilitas serta secara statistik tidak signifikan. Strategi proaktif dan responsif berpengaruh secara positif terhadap peningkatan market share, sedangkan strategi bertahan memiliki pengaruh negatif terhadap peningkatanmarket share.

Persamaan dengan penelitian kami adalah sama-sama menggunakan paradigma penelitian struktural dengan model analisisStructural equation modeling(SEM). Demikian pula dengan konstruk variabel laten endogen yakni kinerja keuangan. Namun demikian indikator dari konstruk penelitian kami berbeda, dimana penelitian Tan dan Lischert menggunakan indikator ; a. profitabilitas dan b. market share, sedangkan dalam penelitian kami menggunakan indikator ; a. ROA, dan b. ROE.

Begitupula dengan perbedaannya dalam konstruk variabel laten eksogen, penelitian Tan dan Lischert menggunakan variabel lingkungan dengan indikator ; a. lingkungan kompleks dan b. lingkungan yang tidak pasti. Sedangkan dalam penelitian kami menggunakan variabel laten eksogen yaitu variabel Efisiensi operasional dengan indikator ; a. Tabungan perkaryawan, b. Biayaoverhead perkaryawan, c. Total asset perkaryawan, d.Loanperkaryawan, dan e. Laba perkaryawan. Disamping itu juga terdapat perbedaan dalam hal konstruk variabel endogen (intervening), dimana penelitian Tan dan Lischert menggunakan variabel strategi dengan indikator; a. Strategi proaktif, b. Strategi responsif dan c. Strategi bertahan. Sedangkan dalam penelitian kami menggunakan konstruk variabel endogen (intervening) ada dua yaitu: 1. Variabel interveningMarket sharedengan indikator; a.Market sharegiro, b.Market sharetabungan, c.Market sharedeposito, dan d.Market share loan. 2. Variabel intervening Risiko dengan indikator; a. SD ROA, b. SD NIM, c. SD BOPO, dan d. SD ROE.

Effendi, I. (2001) dalam penelitian disertasinya yang berjudul : “ Perubahan Lingkungan dan Strategi serta Implikasinya terhadap Profitabilitas dan Risiko Bank Umum Devisa di Indonesia “, juga menemukan variabel lingkungan berpengaruh secara signifikan terhadap strategi pertumbuhan kredit. Secara individual ada tida dimensi yakni ; kebijaksanaan 27 oktober 1988, nilai

tukar, dan intensitas modal yang berpengaruh langsung, sedangkan dimensi rasio konsentrasi dan ukuran bank tidak memiliki pengaruh langsung. Variabel lingkungan secara serentak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Sedangkan secara individual hanya enam dimensi yakni; kebijaksanaan 27 Oktober 1988 (pakto ’27), kebijaksanaan 28 Februari 1991 (pakfri ’28), nilai tukar, rasio konsentrasi, ukuran bank, dan capital adequacy ratio yang berpengaruh secara langsung, sedangkan dimensi tingkat bunga, intensitas modal dan likuiditas tidak memiliki pengaruh yang signifikan.

Strategi pertumbuhan kredit dan strategi diversifikasi secara serentak mempunyai pengaruh signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan secara individual hanya strategi diversifikasi yang mempunyai pengaruh langsung yang signifikan.

Persamaan dengan penelitian kami adalah sama-sama menggunakan paradigma penelitian struktural meskipun berbeda dalam hal penggunaan model analisis. Effendi menggunakan model analisis; Regresi linear berganda, Analisis jalur, ANOVA 3 jalur dan Uji scheffe, sedangkan model analisis yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah Structural equation modeling (SEM). Begitupula dengan obyek penelitiannya sama-sama bank devisa umum di Indonesia, meskipun tahun penelitiannya berbeda.

Demikian pula dengan kesamaannya dalam hal konstruk variabel laten endogen, yakni kinerja keuangan ada kesamaan dalam indikator yaitu : a. ROA, b.NIM, c. BOPO, dan d. ROE. Disamping itu terdapat perbedaan dalam konstruk variabel laten eksogen, penelitian Effendi menggunakan variabel lingkungan dengan 9 indikator yang tidak satupun indikator yang sama dengan indikator dari konstruk variabel laten eksogen kami. Terdapat pula perbedaan dalam hal konstruk variabel endogen (intervening), dimana penelitian Effendi menggunakan variabel strategi dengan indikator ; a. Strategi pertumbuhan, dan b. Strategi diversifikasi.

Dalam penelitian kami menggunakan konstruk variabel endogen (intervening) ada dua yaitu : 1. Variabel intervening Market share dengan indikator ; a. Market share giro, b. Market share tabungan, c.Market sharedeposito, dan d. Market share loan. 2. Variabel intervening risiko dengan indikator : a. SD ROA, b. SD NIM, c. SD BOPO, dan d. SD ROE.

Penelitian Raveh, A (2000) yang berjudul : “The Greek Banking System : Reanalysis of Performance“, menemukan adanya kesamaan dari 16 bank konersial di Yunani, ditinjau dari 7 atribut kinerja keuangan yang meliputi ; a. Likuiditas (Kas/total deposito), b. Kebijakan Investasi (Surat berharga/total deposito), c. Kecukupan Modal (Kredit/total depsoito), d. Struktur modal (modal saham/total asset), e. Efisiensi Manajemen (Modal dana/aktiva tetap), f. ROA , dan g. ROE. Disamping itu ditemukan pula hubungan timbal balik antar atribut Kinerja keuangan yang dikelompokkan (cluster) kedalam : 1. Kelompok kinerja keuangan monotonic yaitu atribut ; c. kecukupan modal, d. struktrur modal, f. ROA, dan g. ROE, 2. Kelompok kinerja keuangannonmonotonicyaitu atribut ; a. Likuiditas, b. kebijakan investasi, dan c. efisiensi manajemen. Begitupula penemuannya tentang adanya 4 level kinerja bank sebagai berikut : level 4 (Highest) adalah bank 1, level 3 adalah bank 2, 5, 6, 7, dan bank 11. Level 2 yaitu bank 3, 4, 8, 9, 10, 13 dan bank 14, level 1 (lowest) yaitu bak 12, 15 dan bank 16.

Persamaan dengan penelitian kami adalah sama-sama menggunakan obyek penelitian yang sama yaitu bank komersial, meskipun berbeda lokasi dan waktu pelaksanaan penelitiannya. Begitupula

dengan model analisis yang digunakan terdapat kesamaan, yaitu analisis multivariate, tetapi terdapat perbedaan pendekatan, dimana penelitian Raveh menggunakan model analisis multivariate dengan pendekatan Co-Plot (teknik penyakian grafis dua dimensi), sedangkan pendekatan penelitian kami menggunakan model analisisStructural equation Modeling(SEM).

Peneliti Arawati, A dan Ridzuan, M.S. (2001) dalam penelitiannya yang berjudul : “ The Structural Relationships Between Total Quality Management, Competitive Advantage and Bottom line Financial Performance : An Empirical Study of Malaysian Manufacturing Companies “,menemukan pengembangan model struktural pada praktek TQM, Keunggulan bersaing dan kinerja keuangan mempunyai goodness of fit. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa praktek TQM akan mendorong ke arah Keunggulan Bersaing dan akhirnya meningkatkan Kinerja Keuangan perusahaan manufaktur di Malaysia. Ditemukan pulaLoading factormasing masing indikator pada konstruk laten eksogen (TQM) adalah positif dan signifikan dengan t-values > 0,2.

Loading factorpositif pada konstruk laten endogen (Keunggulan bersaing) adalah indikator : b. differensiasi produk, c. differensiasi personil, d. differensiasi harga, singifikan dengan t-values > 0,2. Sedangkan indikator a. penghalang masuk tidak signifikan.Loading factorpositif pada konstruk laten endogen (Kinerja Keuangan) adalah indikator : a. total asset dan b. laba bersih, singifikan dengan t-values > 0,2.

Indikator, c. perputaran karyawan tidak signifikan.

Persamaan dengan penelitian kami adalah sama-sama menggunakan paradigma penelitian struktural, begitupula dengan model analisis yang digunakan yaitu sama-sama menggunakan model analisis Structural equation modeling(SEM). Akan tetapi obyek penelitiannya berbeda, dimana obyek penelitian kami adalah bank devisa umum di Indonesia, sedangkan penelitian Arawati dan Ridzuan mengambil obyek penelitian pada industri manfaktur di Malaysia dan waktu penelitian juga berbeda.

Dalam hal konstruk variabel laten endogen ada kesamaan, yakni kinerja keuangan, namun demikian terdapat perbedaan dalam indikator, dimana indikator kinerja keuangan yang digunakan oleh Arawati dan Ridzuan adalah : a. Total asset, b. laba bersih, dan c. perputaran karyawan. Sedangkan dalam penelitian kami menggunakan indikator ; a. ROA, b. NIM, c. BOPO, dan d. ROE.

Di sisi lain terdapat perbedaan dalam konstruk variabel laten eksogen, penelitian Arawati dan Ridzuan menggunakan variabel Total quality management dengan 5 indikator yaitu; a. Komitmen manajemen puncak, b. Fokus pelanggan, c. Hubungan penyalur, d. Pelatihan, dan e. fokus karyawan. Sedangkan dalam penelitian kami menggunakan 2 konstruk variabel laten eksogen yaitu: 1. Variabel Efisiensi operasional dengan indikator; a. Tabungan perkaryawan, b. Biayaoverheadperkaryawan, c. Total asset perkaryawan, d.Loanperkaryawan, dan e. Laba perkaryawan.

Kuntjoro, M. (2001 a) dengan judul penelitian :“ Peluang Merger Antar Bank Pemerintah di Indonesia tahun 1988 – 1994 “, menemukan peluang merger antar bank pemerintah akan meningkatkan pangsa asset dan CAR yang mempengaruhi profitabilitas bank secara signifikan. Pengaruh penambahan pangsa dana dan LDR justeru mengurangi profitabilitas bank. Hal ini menyiratkan bahwa tantangan utama bila merger dilakukan adalah kemungkinan terjadinya akumulasi dana (kelebihan likuiditas) yang bisa mengakibatkan kesulitan dalam menyalurkan kredit. Peningkatan LDR memiliki potensi untuk mengurangi profitabilitas kendati secara statistik tidak signifikan.

Persamaan dengan penelitian kami adalah sama-sama obyek penelitiannya yaitu bank di Indonesia, meskipun demikian terdapat perbedaan dengan penelitian kami. Penelitian Kuntjoro menitik beratkan pada bank pemerintah, sedangkan kami menitik beratkan pada bank umum devisa swasta, begitupula dengan waktu pelaksanaan penelitian yang terpaut jauh. Perbedaan juga terdapat pada paradigma dan model analisis penelitian, dimana paradigma kausalitas langsung tanpa adanya variabel intervening dan model analisis yang digunakan Kuntjoro adalah model analisis regresi SPSS 10,00, sedangkan pardigma penelitian kami adalah struktur kausalitas dengan adanya variabel intervening dan model analisis kami adalahStructural equation modeling(SEM).

Peneliti Yamin, Gunasekaran, Mavondo (1999) yang berjudul :“ Relationships Between Generic Strategies, Competitive Advantage and Ornagizational Performance : An Empirical Analysis (Australian Manufacturing Companies)“,menemukan ketiga strategi keunggulan bersaing generik berhubungan secara signifikan dengan kinerja organisasi. Ditemukan pula bahwa strategi kepemimpinan biaya dan strategi differensiasi dapat meningkatkan kinerja keuangan dan manajemen keuangan secara signifikan (F = 0,95, df = 113, p > 0,05). Dalam kasus kinerja organisasi dengan indikator efektivitas pasar, ia menemukan hanya kepemimpinan biaya yang dapat meningkatkan efektivitas pasar secara signifikan.

Persamaan dengan penelitian kami adalah sama-sama menggunakan paradigma penelitian struktural, namun berbeda dalam hal pendekatan model analisis, dimana Yaminet al., menggunakan ; analisis faktor, analisis variance dan analisis Maximum likelihood factor analysis secara parsial, sedangkan dalam penelitian kami, menggunakan model analisis Structural equation modeling(SEM) yang menganalisis ketiga model analisis Yaminet al., secara komprehensif.

Dalam hal konstruk variabel laten endogen ada kesamaan, yakni kinerja keuangan, namun demikian terdapat perbedaan dalam indikator, dimana indikator kinerja yang digunakan oleh Yaminet al., adalah: a. Kinerja keuangan, b. Manajemen keuangan, dan c. Efektivitas pasar. Sedangkan dalam penelitian kami menggunakan indikator ; a. ROA, b. NIM, c. BOPO, dan d. ROE. Disamping itu terdapat perbedaan dalam konstruk variabel laten eksogen, penelitian Yamin et al., menggunakan variabel Keunggulan Bersaing Generik dengan 3 indikator yaitu; a. Cost leadership, b. Differensiasi, dan c. Fokus. Sedangkan dalam penelitian kami, konstruk variabel laten eksogennya adalah Variabel Efisiensi operasional dengan indikator: a. Tabungan perkaryawan, b. BiayaOverheadperkaryawan, c. Total asset perkaryawan, d.Loanperkaryawan, dan e. Laba perkaryawan.

Peneliti Davis, Schoorman, Mayer dan Hoon (2000) dalam penelitiannya yang berjudul : The Trusted General Manger and Business Unit Perfromance: An Empirical Evidence of Competitive Advantage “,menemukan kepercayaan padaGeneral Manager(dengan indikator ; a. Ability, b.Benevolence, dan c. Integritas, memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja (dengan indikator ; a.Sales and profit, b. Perputaran karyawan).

Persamaan dengan penelitian kami adalah sama-sama menggunakan paradigma penelitian hubungan struktural, namun dalam hal konstruk variabel laten endogen terdapat perbedaan, dimana indikator kinerja yang digunakan oleh Davis et al adalah; a. Sales and Profit, dan b, Perputaran karryawan. Sedangkan dalam penelitian kami menggunakan indikator; a. ROA, b. NIM, c. BOPO, dan d. ROE.

BAB 3

Dalam dokumen Buku 3. Efisiensi dan Kinerja Bank.pdf (Halaman 30-35)

Dokumen terkait