• Tidak ada hasil yang ditemukan

Temuan Teoritis

Dalam dokumen Buku 3. Efisiensi dan Kinerja Bank.pdf (Halaman 82-85)

ANALISIS DAN TEMUAN TEORITIS

H. Temuan Teoritis

Setelah menguji dan menganalisis pengaruh efisiensi operasional dan persaingan terhadap market share serta risiko dan kinerja BUSND umum swasta nasional devisa di Indonesia, maka temuan teoritis yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Variabel laten efisiensi operasional dibentuk oleh 4 (empat) indikator yakni; tabungan perkaryawan, total asset perkaryawan, loan perkaryawan dan laba perkaryawan, dimana temuan empirik ini merupakan pengembangan dari temuan penelitian Cool et al. (1989 : 507 – 522) yang telah menemukan 2 (dua) indikator yaitu; tabungan perkaryawan, dan biayaoverheadperkaryawan.Hal ini berarti bahwa variabel laten efisiensi operasional Bank umum swasta nasional devisa di Indonesia dapat dibentuk oleh indikator–indikator; tabungan perkaryawan, total asset perkaryawan, loanperkaryawan dan laba perkaryawan.

2. Variabel laten kinerja dibentuk oleh 3 (tiga) indikator yakni; return on asset (ROA), biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), dan return on equity (ROE), dimana temuan empirik ini merupakan pengembangan dari temuan penelitian Coolet al. (1989 : 507 – 522) yang telah menemukan 2 (dua) indikator yaitu;return on asset(ROA), dan mean return on asset (Mean ROA). Hal ini berarti bahwa variabel laten kinerja Bank umum swasta nasional devisa di Indonesia dapat dibentuk oleh indikator–indikator; return on asset (ROA), biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), danreturn on equity(ROE).

3. Efisiensi operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap risiko Bank umum swasta nasional devisa di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa semakin efisien Bank umum swasta nasional devisa di Indonesia dalam melakukan operasinya sehari–hari, maka akan meningkatkan risikonya. Hal ini dimungkinkan karena penerapan manajemen risiko secara terintegrasi yang melibatkan semuastake holder, baik dari sisi rantai permintaan (demand chain), maupun dari sisi rantai penawaran (supply chain) membutuhkan investasi yang besar, di samping itu penerapan peraturan dari Bank Indonesia tentang kewajiban bank umum menerapkan manajemen risiko, baru dilakukan pada bulan Mei 2003, sehingga relatif masih belum optimal dalam menerapkan manajemen risiko tersebut.

4. Market sharememiliki pengaruh negatif dan signifikan dengan kinerja Bank umum swasta nasional devisa di Indonesia. Hal ini berarti bahwa market share yang tinggi tidak menjamin semakin

tingginya kinerja, bahkan penelitian empirik ini mengisyaratkan bahwa semakin besarmarket share akan semakin menurunkan kinerja Bank umum swasta nasional devisa di Indonesia.

5. Risiko memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja Bank umum swasta nasional devisa di Indonesia. Hal ini mengisyaratkan bahwa semakin tinggi risiko suatu Bank umum swasta nasional devisa di Indonesia, maka akan semakin rendah kinerjanya, atau semakin tinggi kinerja Bank umum swasta nasional devisa di Indonesia, maka semakin rendah risikonya. Hal ini disebabkan karena kinerja yang tinggi, akan menyebabkan semakin besarnya kemampuan bank untuk menyediakan dana bagi pelaksanaan manajemen risiko secara teritegrasi, sehingga risiko dapat diminimisasi menjadi semakin rendah.

6. Hal ini dapat saja terjadi karena dengan kinerja yang tinggi, akan menyebabkan semakin besarnya kemampuan bank untuk menyediakan dana bagi pelaksanaan manajemen risiko secara teritegrasi, sehingga risiko dapat diminimisasi menjadi semakin rendah.

7. Terdapat perbedaan antara pengaruh langsung dengan pengaruh tidak langsung dari variabel efisiensi operasional dengan variabel kinerja. Pengaruh langsung variabel efisiensi operasional adalah positif dan signifikan, pada sisi lain pengaruh tidak langsung yang negatif dan signifikan dari variabel efisiensi operasional terhadap variabel kinerja melalui variabelmarket sharedan variabel risiko. Hal ini membuktikan relativitas teori empiris, yang berarti bahwa kejadian empirik di suatu negara, belum tentu terjadi pula di negara lain.

I. Kesimpulan

Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan tentang pengaruh efisiensi operasional terhadap market share dan risiko serta kinerja Bank umum swasta nasional devisa di Indonesia, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Terdapat pengaruh langsung yang positif dan signifikan antara variabel laten eksogen efisiensi operasional terhadap variabel–variabel endogen;market share, risiko dan kinerja, serta pengaruh langsung yang negatif dan signifikan dari variabel endogen intervening (antara) market share terhadap variabel endogen intervening risiko dan variabel endogen kinerja. Begitupula pengaruh langsung negatif dan signifikan dari variabel laten endogen intervening risiko terhadap variabel endogen kinerja.

2. Terdapat pengaruh langsung yang positif antara variabel efisiensi operasional dengan variabel market shareyang berarti bahwa hipotesis satu (H1) yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat diterima. Hal ini berarti bahwa semakin efisien suatu Bank umum swasta nasional devisa di Indonesia dalam melakukan operasinya sehari–hari, maka akan meningkatkanmarket sharenya. 3. Terdapat pengaruh langsung positif dan signifikan antara variabel efisiensi operasional dengan

variabel risiko yang berarti bahwa hipotesis dua (H2) yang dikembangkan dalam penelitian ini diterima. Hal ini menunjukkan bahwa semakin efisien suatu Bank umum swasta nasional devisa di Indonesia dalam melakukan operasinya sehari–hari, maka akan meningkatkan risikonya, karena penerapan manajemen risiko membutuhkan investasi yang besar, sehingga Bank umum swasta nasional devisa belum menerapkan manajemen risiko secara terintegrasi. Di samping itu,

penerapan peraturan Bank Indonesia baru dilakukan pada bulan Mei 2003, sehingga relatif masih belum optimal dalam menerapkan manajemen risiko.

4. Terdapat pengaruh langsung yang positif antara variabel efisiensi operasional dengan variabel kinerja yang berarti berarti bahwa hipotesis tiga (H3) yang dikembangkan dalam penelitian ini diterima. Hal ini mengisyaratkan bahwa semakin efisien suatu Bank umum swasta nasional devisa di Indonesia dalam melakukan operasinya sehari–hari, maka akan meningkatkan kinerjanya. 5. Terdapat pengaruh langsung yang negatif antara variabelmarket sharedengan variabel risiko yang

berarti bahwa hipotesis empat (H4) yang dikembangkan dalam penelitian ini diterima. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin besar market share Bank umum swasta nasional devisa di Indonesia, maka akan semakin rendah risikonya.

6. Terdapat pengaruh langsung yang negatif antara variabelmarket sharedengan kinerja yang berarti bahwa hipotesis lima (H5) yang dikembangkan dalam penelitian ini diterima. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besarmarket share Bank umum swsata nasional -

devisa di Indonesia, maka akan semakin menurunkan kinerja.

7. Terdapat pengaruh langsung yang negatif antara variabel risiko dengan variabel kinerja yang berarti bahwa hipotesis enam (H6) yang dikembangkan dalam penelitian ini diterima. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kinerja suatu Bank umum swasta nasional devisa di Indonesia, akan semakin rendah risikonya. Hal ini dapat terjadi sebab dengan kinerja yang tinggi, akan menyebabkan semakin besarnya kemampuan bank untuk menyediakan dana bagi pelaksanaan manajemen risiko secara terintegrasi, sehingga risiko dapat diminimisasi menjadi semakin rendah.

J. Saran - Saran

Dari hasil kesimpulan yang telah dijelaskan sebelumnya, maka saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk kepentingan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh efisiensi operasional terhadapmarket sharedan risiko serta kinerja Bank umum swasta nasional devisa di Indonesia disarankan untuk tidak hanya menggunakan indikatorearning risk(standar deviasi dari ROA, BOPO dan ROE) saja, tetapi mencoba untuk menggunakan indikator–indikator variabel risiko lainnya, seperti; risiko kredit, risiko likuiditas, risiko pasar, risiko tingkat bunga, dan risiko solvensi.

2. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat menambah kajian teori yang menjadi landasan penelitian, agar indikator–indikator yang memben -

tuk variabel lebih sempurna, sehingga pengukurannya lebih kompleks.

3. Mengembangkan model dengan menambahkan beberapa variabel, baik yang bersifat variabel eksogen, maupun variabel moderating ataupun intervening, agar hasil yang diperoleh bisa lebih kompleks.

Dalam dokumen Buku 3. Efisiensi dan Kinerja Bank.pdf (Halaman 82-85)

Dokumen terkait