Penelitian tindakan merupakan perkembangan baru yang muncul pada tahun 1940-an sebagai salah satu pendekatan penelitian yang lahir ditempat kerja, tempat dimana penelitian melakukan pekerjaan atau aktifitas sehari-hari. Action research Misalnya, kelas merupakn tempat
penelitian bagi guru, sekolah menjadi tempat penelitian bagi kepala sekolah aktivitas masyarakat desa tempat penelitian bagi petugas penyuruh masyarakat.
Akhir-akhir ini action research menjadi popular dilakukan oleh para profesional dalam upaya menyelesaikan masalah dan meningkatkan mutu.
Dengan demikian, action research bermula dari suatu masalah yang terjadi dalam suatu aktivitas tertentu. Demikian juga halnya di bidang pendidikan dan pengajaran. Awal mulanya action research yang dikembangkan oleh seseorang psikolog yang bernama Kurt Lewin yang dimaksudkan untuk mencari penyelesaian terhadap social antara lain, pengangguran, kenakalan remaja yang berkembang di masyarakat pada waktu itu. Action research dilakukan dengan di awali oleh suatu kajian terhadap suatu problema tersebut secara sistematis. Di tempat kerjanya, dia mengembangkan model penelitian selama beberapa tahun yang kemudian terkenal sebagai yaitu serangkaian eksperimen terhadap komunitas masyarakat pada waktu itu di Negara Amerika Serikat pada masa pasca perang. Penelitian tindakan oleh Kurt Lewin utamanya berkaiatan dengan pekerjaannya dalam bermacam-macam konteks perumahan terpadu. Penelitian tindakan yang emansipatoris berhubungan dengan gerakan social dibidang pendidikan.
Hal ini sebagai ekspresi dari aspirasi nyata dan praktis untuk mendorong perubahan di dunia social (pendidikan) menjadi lebih baik, dengan melakukan tindakan-tindakan perbaikan social bersama kemudian memahami bersama makna tindakan-tindakan ini, dan berbagai situasi tempat tindakan-tindakan perbaikan ini dilaksanakan. (Kunandar, 2010:
51).
2. Pengertian PTK
Penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research) memilki peranan yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran apa bila di implementasikan dengan baik dan benar.
Upaya PTK di harapkan dapat menciptakan sebuah budaya belajar (learning culture) dikalangan para guru. PTK menawarkan peluang
sebagai strategi pengembangan kinerja sebab pendekatan penelitian ini menempatka guru sebgai peneliti.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan dari penelitian tindakan (action reserch), dan penelitian ini tindakan bagian dari penelitian pada umumnya. Penelitian adalah suatu kegiatan yang dilakukan menurut metode ilmiah yang sistematis untuk menemukan informasi ilmiah dan teknologi baru membuktikan kebenaran atau ketidakbenaran hipotesis sehingga dapat dirumuskan teori dan atau gejala social.
Penelitian tindakan (action research) memiliki ruang lingkup yang lebih luas dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) karena objek penelitian tindakan tidak hanya terbatas di dalam kelas, tetapi bisa di luar kelas, seperti sekolah, organisasi, komunitas, dan masyarakat. Ada beberapa pengertian dari penelitian tindakan kelas yaitu:
1. Kurt Lewin : penelitian tindakan adalah suatu rangkaian langkah yang terdiri atas empat tahap, yakni perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
2. Kemmis dan Mc. Taggart : penelitian tindakan adalah suatu bentuk self inquiry kolektif yang dilakukan oleh para partisipan di dalam situasi social untuk meningkatkan rasionalisme dan keadilan dari praktik social atau pendidikan yang mereka lakukan, serta mempertinggi pemahaman mereka terhadap pratik dan situasi di mana praktik itu dilaksanakan
3. Elliott (1991) penelitian tindakan kelas sebagai kajan dari sebuah situasi social dengan kemungkinan tindakan untuk memperbaiki situasi social tersebut
4. Carr dan Kemmis 1986 dalam Burns (1999) penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleksif diri kolektif yang dilakukan oleh peserta-pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik social mereka serta pemahaman mereka terhadap praktik-praktik mereka dan terhadap situasi tempat praktik-praktik tersebut dilakukan
Dari pengertian penelitian tindaan dia atas, dapat disimpulkan tiga prinsip, yakni: (1) adanya partisipasi dari penelitian dalam suatu program atau peneitian, (2) adanya tujuan untuk meningkatkan kualitas sutau program atau kegiatan melalui penelitian tindakan tersebut, (3) adanya tindakan (treatment) untuk meningkakan kualitas suatu program atau kegiatan (Kunandar, 2010: 41).
3. Karakterisik dan Tujuan Penelitian Tindakan (PTK) a. Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berbeda dengan penelitian formal (konvensional) pada umumnya. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki beberapa karakteristik, sebagai berikut:
1. On the job problem oriental (masalah yang di teliti adalah masalah rill atau nyata yang muncul dari dunia kerja peneliti atau yang ada dalam kewenagan atau tanggung jawab peneliti). Dengan demikian, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) didasarkan pada masalah yang benar-benar dihadapi guru dalam proses belajar mengjar di kelas.
2. Problem solving oriented (berorientasi pada pemecahan masalah).
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan oleh guru dilakukan sebagai upaya untuk mencegah masalah yang dihadapi oleh dguru dalam PBM dikelasnya melalui suatu tindakan (treatment) tertentu sebagai upaya menyempurnakan proses pembelajaran dikelasnya.
3. Improvement – oriented (berorientasi pada peningkatan mutu) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam rangka unuk memperbaiki atau meningkatkan mutu PBM yang dilakukan oleh guru dikelasnya.
4. Ciclic (siklus) konsep tindakan (ation) dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diterapkan melalui urutan yang terdiri dari beberapa tahap berdaur ulang (cvylical). Siklus dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri dari empat tahap, yakni perencanaaan tindakan,
melakukan tindakan, pengamatan atau observasi dan analisis atau refleksi.
5. Action oriented. Dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) selalu didasarkan pada adanya tindakan (reatment) tertentu untuk memperbaiki PBM dikelas.
6. Pengkajian terhadap dampak tindakan. Dampak tindakan yang dilakukan harus dikaji apakah sesuai dengan tujuan, apakah memberikan dampak positif atau dampak negatif.
7. Specifics contextual. Aktivitas Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dipicu oleh permasalahan praktis yang dihadapi oleh guru dalam PBM dikelas.
8. Partisipatory (colaborative) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan secara kolaboratif dan bermitra dengan pihak lain, seperti teman sejawat. Jadi dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) perlu ada partisipasi dari pihak lain yang berperan sebagai pengamat. Hal ini untuk mendukung objektivitas dari hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
9. Peneliti sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi.
Kegiatan penting lainnya dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah adanya refleksi.
10. Dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus dimana dalam satu siklus terdiri dari tahapan perencanaan (pleaning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection) dan selanjutnya diulang kembali dalam beberapa siklus.
b. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai berikut:
1. Untuk memecahkan permasalahan yang nyata yang terjadi di dalam kelas yang di alami langsung dalam interaksi antara guru dengan siswa yang sedang belajar.
2. Meningkatkan kualitas praktik pembelajaran di kelas secara terus menerus.
3. Meningkatkan relevansi pendidikan, hal ini dicapai melalui proses pendidikan.
4. Sebagai alat training in service yang memperlengkapi guru dengan skill dan metode baru, mempertajam kekuatan analitasnya dan mempertinggi kesadaran dirinya.
5. Peningkatkan mutu hasil pendidikan melalui perbaikan praktik pembelajaran dikelas dengan mengembangkan berbagai jenis ketrampilan dan meningkatnya motivasi belajar siswa (Kunandar, 2010: 58).