HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Penemuan dan Pembahasan
1. Hasil Uji Statistik Deskriptif
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kompetensi,
reputasi audit, profesionalisme akuntan publik dan kualitas audit yang diuji
secara statistik deskriptif seperti tabel 4.4berikut :
Tabel 4.4
Hasil Statistik Deskriptif
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Kompetensi (X1) 113 6.00 30.00 19.9204 8.01688
Profesionalisme Akuntan
Publik (X3) 113 78.00 119.00 96.3451 7.15613
Kualitas Audit (Y) 113 13.00 34.00 27.2743 4.78138
Valid N (listwise) 113
Sumber: Data primer diolah
Tabel 4.4 menjelaskan bahwa pada variabel kompetensi jawaban minimum responden sebesar 6 dan maksimum 30, dengan rata-rata 19.9204 dan
standar deviasi sebesar 8.01688. Variabel profesionalisme akuntan publik
jawaban minimum responden sebesar 78 dan maksimum 119 dengan nilai
rata-rata 96.3451 serta standar deviasi 7.15613. Sedangkan untuk variabel
kualitas audit jawaban minimum responden sebesar 13, minimum 34
69 2. Hasil Uji Kualitas Data
a. Hasil Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk sah atau valid tidaknya suatu
kuesioner. Mengukur validitas dapat menggunakan Pearson
Correlation dan dilakukan dengan cara melakukan korelasi bivariete antara masinng-masing skor indikator pertanyaan terhadap total
konstruk dengan menunjukan hasil yang signifikan yaitu dibawah 0,05.
Jika masing-masing indikator pertanyaan mempunyai tingkat signifikan dibawan 0,05 berarti dikatakan valid. (Imam Ghozali, 2011: 52).
Berikut hasil uji validitas pada variabel kompetensi:
Tabel 4.5
Hasil Uji Validitas Kompetensi
Pertanyaan Pearson Correlation Sig Keterangan
Komp 1 0.923** 0.000 Valid Komp 2 0.934** 0.002 Valid Komp 3 0.946** 0.000 Valid Komp 4 0.924** 0.000 Valid Komp 5 0.869** 0.000 Valid Komp 6 0.815** 0.000 Valid
Sumber: Data primer diolah
Berdasarkan tabel diatas diketahui seluruh pertanyaan pada
veriabel kompetensi dapat dikatakan valid. Hal ini ditunjukan dengan
nilai signifikan masing-masing pertanyaan dibawah 0,05.
Untuk variabel profesionalisme akuntan publik dapat dilihat dari
70
Tabel 4.6
Hasil Uji Validitas Profesionalisme akuntan publik
Pertanyaan Pearson Correlation Sig Keterangan
Prof AP 1 0.926** 0.000 Valid Prof AP 2 0.795** 0.000 Valid Prof AP 3 0.852** 0.000 Valid Prof AP 4 0.858** 0.000 Valid Prof AP 5 0.884** 0.000 Valid Prof AP 6 0.945** 0.000 Valid Prof AP 7 0.649** 0.000 Valid Prof AP 8 0.869** 0.000 Valid Prof AP 9 0.868** 0.000 Valid Prof AP 10 0.918** 0.000 Valid Prof AP 11 0.928** 0.000 Valid Prof AP 12 0.918** 0.000 Valid Prof AP 13 0.883** 0.000 Valid Prof AP 14 0.811** 0.000 Valid Prof AP 15 0.845** 0.000 Valid Prof AP 16 0.883** 0.000 Valid Prof AP 17 0.924** 0.000 Valid Prof AP 18 0.920** 0.000 Valid Prof AP 19 0.755** 0.000 Valid Prof AP 20 0.862** 0.000 Valid Prof AP 21 0.485** 0.007 Valid Prof AP 22 0.486** 0.008 Valid Prof AP 23 0.751** 0.000 Valid Prof AP 24 0.829** 0.000 Valid
Sumber: Data primer diolah
Berdasarkan tabel diatas diketahui seluruh pertanyaan pada
veriabel profesionalisme akuntan publik dapat dikatakan valid. Hal ini
ditunjukan dengan nilai signifikan masing-masing pertanyaan dibawah
0,05.
Tabel berikut menunjukan hasil uji validitas variabel kualitas
71
Tabel 4.7
Hasil Uji Validitas Kualitas audit
Pertanyaan Pearson Correlation Sig Keterangan
KA 1 0.778** 0.000 Valid KA 2 0.684** 0.000 Valid KA 3 0.780** 0.000 Valid KA 4 0.862** 0.000 Valid KA 5 0.816** 0.000 Valid KA 6 0.864** 0.000 Valid KA 7 0.679** 0.000 Valid KA 8 0.807** 0.000 Valid
Sumber: Data primer diolah
Berdasarkan tabel diatas semua pertanyaan pada variabel
kualitas audit dapat dikatakan valid, karena semua pertanyaan memiliki
nilai signifikan di bawah 0,05.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas sebenarnya adalah alat ukur untuk mengukur suatu
kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk.Suatu
kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang
terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke
waktu.Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan
nilai Cronbach Alpha 0,060. (Ghozali, 20011:46).
Tabel berikut menunjukan hasil reliabilitas 113 responden:
Tabel 4.8
Hasil Uji Reliabilitas
No. Nama Variabel Cronbach's
Alpha N of Items Ket 1. Kompetensi 0.954 6 Reliabel 2. Profesionalisme akuntan public 0.981 24 Reliabel
3. Kualitas audit 0.905 8 Reliabel
72 Tampilan output SPSS menunjukan bahwa variabel kompetensi
memberikan nilai Cronbach Alpha 0.954 atau 95.4%. Pada variabel
profesionalisme akuntan publik memiliki nilai cronboach alpha 0.981
atau 98.1%, sementara variabel kualitas audit memberikan nilai
Cronbach Alpha 0.905 atau 90.5%. Berdasarkan tabel di atas ketiga
variabel menunjukan nilai reliabel karena menunjukan nilai di atas 0,60.
(Ghozali, 2011:45).
3. Hasil Uji Asumsi Klasik
a. Hasil Uji Multikolonieritas
Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah pada
model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau
independen.Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi
antar variabel independen (Ghozali, 2011:105). Tabel berikut
menunjukan hasil uji multikolonieritas semua variabel:
Table 4.9
Hasil Uji Multikolonoeritas
Variabel Tolerance VIF
Kompetensi 0.911 1.098
Reputasi Audit 0.920 1.087
Profesionalisme akuntan
public 0.943 1.060
Sumber: Data primer diolah
Berdasarkan tabel 4.9 di atas dapat dilihat melalui Variance
Inflation Factor (VIF) masing-masing variabel independen memiliki
VIF tidak lebih dari 10 dan nilai tolerance lebih 0,1 maka dapat
dinyatakan model regresi linier berganda terbebas dari asumsi
73 b. Hasil Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakan dalam model
regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi
normal.Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai
residual mengikuti distribusi normal.Kalau asumsi dilanggar maka uji
statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil.
Berikut adalah gambar output SPSS untuk uji normalitas.
Gambar 4.1
Normal P-Plot
Sumber: Data yang diolah
Berdasarkan tampilan grafik P-Plot (gambar 4.2) dapat
disimpulkan bahwa terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal,
serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal.Sedangkan pada
grafik histogram terlihat bahwa grafik histogram memberikan pola
distribusi yang mendekati normal.Dengan demikian, dapat disimpulkan
grafik normal plot dan grafik histogram menunjukan model regresi
74
Gambar 4.2
Grafik Histogram
Sumber: Data primer diolah
Dari tampilan output SPSS grafik histogram terlihat bahwa
grafik histogramnya menunjukan pola distribusi normal, maka model
regresi memenuhi asumsi normalitas (Ghozali, 2011:147).
c. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah model regresi
terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang
homosketastisitas atau tidak terjadi heteroskedestisitas.(Ghozali, 2011).
75
Gambar 4.3
Grafik Scatterplot
Sumber: Data yang diolah
Dari tampilan output SPSS grafik scatterplot terlihat bahwa
titik-titik menyebar secara acak serta tersebar, baik di atas maupun di
bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y. hal ini dapat disimpulkan bahwa
tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi sehingga model
regresi layak dipakai.
4. Hasil Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan metode Regresi
Linier Berganda yang bertujuan untuk menguji hubungan pengaruh antara
satu variabel terhadap variabel lain. Analisis data menggunakan teknik
statistic multiple regression untuk menguji pengaruh variabel-variabel
independen terhadap variabel dependen, yaitu untuk mengetahui apakah
terdapat pengaruh antara kompetensi dan profesionalisme akuntan publik
76 a. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi intinya mengukur seberapa jauh
kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen
(Ghozali, 2011:163). Dari pengujian yang dilakukan maka diperoleh
data sebagai berikut:
Tabel 4.10
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the
Estimate
1 .353a .124 .100 4.53506
a. Predictors: (Constant), Profesionalisme Akuntan Publik (X3), Reputasi Audit (X2), Kompetensi (X1)
b. Dependent Variable: Kualitas Audit (Y)
Sumber: Data primer yang diolah
Dari tampilan output SPSS model summary, besarnya adjusted
R2 adalah 0.100 hal ini berarti 10% variasi kualitas audit dijelaskan oleh
variasi dari ketiga variabel independen kompetensi, reputasi audit dan
profesionalisme akuntan publik, sedangkan sisanya dijelaskan oleh
variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam model regresi ini,
misalnya indepensi, kompetensi, dan tanggung jawab auditor internal.
Angka koefisien (R) pada tabel 4.10 sebesar 0.353 menunjukan
bahwa hubungan antara variabel independen dengan dependen adalah
sedang karena memiliki nilai koefisien korelasi dibawah 0,50. Standar
Error of Estimate (SEE) sebesar 4.53506, makin kecil nilai SEE akan
membuat model regresi semakin tepat dalam memprediksi variabel
77 b. Hasil Uji Signifikan Parameter Individual
Uji statistik t pada dasarnya menunjukan seberapa jauh
pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam
menerangkan variasi variabel dependen. Hasil uji t dari pengujian
statistik multiple regression adalah sebagai berikut:
Tabel 4.11
Hasil Uji Parameter Individual (uji tatistik t) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 5.332 6.292 .847 .399 Kompetensi (X1) .150 .056 .251 2.671 .009 Reputasi Audit (X2) .147 2.767 .005 .053 .958 Profesionalisme Akuntan Publik (X3) .197 .062 .295 3.191 .002
a. Dependent Variable: Kualitas Audit (Y)
Sumber: data primer diolah
Hasil pengujian antara variabel independen (Kompetensi dan
Profesionalisme akuntan publik) terhadap dependen (Kualitas audit)
secara individu yang dilakukan dengan uji t (tabel 4.11) sebagai berikut:
1) Hasil Uji Hipotesis yang pertama, yaitu:
Hipotesis pertama yang menyatakan bahwa kompetensi
berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Dari tabel 4.11
dapat diketahui bahwa hasil pengujian untuk variabel Kompetensi
mempunyai angka yang signifikan 0,009 sehingga nilai tersebut
lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian H1 diterima, hal ini berarti
kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hasil
78 oleh Muh. Taufiq Efendy (2010) bahwa untuk meningkatkan
kualitas audit, seorang auditor sangat bergantung pada tingkat
kompetensinya. Jika auditor memiliki kompetensi yang baik maka
auditor akan dengan mudah melakukan tugastugas auditnya dan
sebaliknya jika rendah maka dalam melaksanakan tugasnya, auditor
akan mendapatkan kesulitan-kesulitan sehingga kualitas audit yang
dihasilkan akan rendah pula.
2) Hasil uji hipotesis yang kedua, yaitu:
Hipotesis yang kedua menyatakan bahwa reputasi audit tidak
berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Dari tabel 4.11
dapat diketahui bahwa hasil pengujian untuk variable reputasi audit
mempunyai angka signifikansi 0,958 menunjukan nilai tersebut
lebih besar dari 0,05. Dengan demikian H2 ditolak, hal ini berarti
reputasi audit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas
audit. Hal ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Efraim (2010)
yang menyatakan bahwa KAP bereputasi menjelaskan adanya
sikap independensi auditor dalam melaksanakan tugas audit. KAP
besar identik dengan KAP bereputasi tinggi dalam hal ini
menunjukkan kemampuan auditor untuk bersikap independen
dalam melaksanakan audit secara professional, sebab KAP menjadi
kurang tergantung secara ekonomi kepada klien.Klien juga kurang
dapat mempengaruhi opini auditor. Penyebab dari hal tersebut
79 jumlah dan ragam klien yang ditangani KAP, banyaknya ragam
jasa yang ditawarkan, adanya afiliasi internasional, dan banyaknya
jumlah staf audit dalam suatu KAP.
3) Hasil uji hipotesis yang ketiga, yaitu:
Hipotesis yang kedua menyatakan bahwa Profesionalisme akuntan
publik berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Dari tabel
4.11 dapat diketahui bahwa hasil pengujian untuk variabel
Profesionalisme akuntan publik mempunyai angka signifikansi
0,002 menunjukan nilai tersebut tidak lebih besar dari 0,05. Dengan
demikian H3 diterima, hal ini berarti profesionalisme akuntan
publik berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit. Hasil
ini sejalan dengan hasil penelitian Lutfi Ardiansyah (2013) yang
menyatakan bahwa Auditor yang sudah berkompeten dan memiliki
profesionalisme yang tinggi juga dapat menghadapi masalah dalam
pekerjaannya, dalam tempat kerja selain permasalahan tekhnis
pekerjaan, juga banyak terdapat permasalahan yang menyangkut
konflik dan dilemma etis, dan berbagai ragam persoalan yang
terkait dengan kondisi mental kejiwaan auditor.
c. Hasil Uji Signifikan Simultan (Uji Statistik F)
Uji statistik F pada pada dasarnya menunjukkan apakah semua
variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model
mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel
80 Hasil uji F dari pengujian statistic multiple regression adalah
sebagai berikut:
Tabel 4.12
Hasil Uji Signifikan Simultan (uji statistik F)
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1
Regression 318.713 3 106.238 5.165 .002b
Residual 2241.782 109 20.567
Total 2560.496 112
a. Dependent Variable: Kualitas Audit (Y)
b. Predictors: (Constant), Profesionalisme Akuntan Publik (X3), Reputasi Audit (X2), Kompetensi (X1)
Sumber: Data primer diolah
Hasil Uji Hipotesis dapat dilihat pada tabel 4.12, nilai F hitung
diperoleh sebesar 5.165 dengan tingkat signifikan 0,002. Karena
tingkat signifikan lebih kecil dari 0,05 maka H4 diterima, sehingga
dapat dikatakan bahwa Kompetensi, Reputasi Audit dan
Profesionalisme akuntan publik berpengaruh secara simultan dan
signifikan terhadap Kualitas audit. Kompetensi dan peran sangat erat
kaitanya dalam pekerjaan sebagai auditor.Dimana seorang auditor
yang professional sudah menjalankan perannya dengan mengerjakan
81
BAB V