• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASILDAN PEMBAHASAN

4.6. Strategi Pemanfaatan Kawasan

4.6.1. Penentuan Kekuatan, Kelemahan, Ancaman dan Peluang

1. Kekuatan (Strength)

A. Potensi bahari Pulau Puhawang

Pulau Puhawang memiliki potensi bahari yang baik, pantainya yang indah dengan pasir putih dan terumbu karang yang menawan sangat potensial untuk dinikmati sebagai wisata selam dan snorkeling. Potensi wisata selam pada daerah Pangetahan masuk kedalam kategori S2 dan pada daerah Jelerangan untuk stasiun 1,2, dan 3 masuk kedalam kategori S1. Untuk potensi wisata snorkeling pada daerah Pangetahan masuk kedalam kategori S2 dan Jelerangan masuk kedalam kategori S1. Nilai kesesuaian wisata secara keseluruhan di Pulau Puhawang sangat mendukung untuk pengembangan wisata bahari. Kondisi alam yang indah dan potensi alamiah yang melimpah akan menjadikan daya tarik utama untuk menarik wisatawan, serta memberikan kesan yang kuat pada wisatawan dan

jumlah wisatawan akan meningkat seiring dengan pengembangan potensi yang semakin baik.

B. Kebijakan pemerintah desa

Segala aktivitas yang ada di Pulau Puhawang dikendalikan oleh pemerintah desa. Pemerintah desa berperan aktif untuk terus mendatangkan investor, salah satunya adalah seorang turis berkebangsaan Luxemburg yang membangun sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, serta resort di daerah Jelerangan yang sangat menarik minat wisatawan. Pemerintah Desa terus mengupayakan untuk promosi dan selalu berusaha untuk mendatangkan segala bentuk investasi maupun bantuan yang dapat menjadikan masyarakat sejahtera dan pembangunan Pulau Puhawang berkembang semakin baik.

C. Dukungan masyarakat

Dukungan merupakan suatu bentuk kuat yang dapat membuat pengembangan wisata bahari maksimal. Pengembangan wisata bahari dapat memacu kegiatan ekonomi bagi masyarakat. Masyarakat yang dilibatkan dalam segala bentuk usaha pengembangan potensi wisata bahari di Pulau Puhawang menjadikan proses berjalan lancar dan fasilitas dapat terjaga karena masyarakat merasa memiliki.

2. Kelemahan (Weakness) A. Sarana dan prasarana

Pengelolaan kawasan oleh pemerintah daerah setempat belum dilakukan secara optimal. Hal ini merupakan penyebab utama sarana dan prasarana juga masih seadanya. Dari hasil kuesioner untuk sarana yang paling tidak memadai adalah penginapan. Keberadaan penginapan untuk wisatawan sangat penting keberadaanya dalam menunjang kenyamanan wisatawan dan akan membuat waktu menetap wisatawan akan lebih lama, dengan semakin lamanya wisatawan maka diharapkan akan semakin menambah pemasukan bagi masyarakat. MCK juga tidak terdapat pada kawasan Pulau Puhawang ini, dan wisatawan biasanya menggunakan rumah warga sebagai gantinya. Sarana pendidikan juga sangat kurang, karena hanya sampai jenjang pendidikan SMP, dan bangunannya menjadi satu dengan SD. Kurangnya sarana dan prasarana pendidikan bagi masyarakat

dikhawatirkan akan membuat rendahnya sumberdaya manusia yang berkualitas, dan kurangnya kesadaran untuk mengelola pulau secara berkelanjutan.

B. Promosi kurang didukung oleh Pemerintah Provinsi

Promosi merupakan suatu upaya dari pengelola kawasan wisata bahari yang menginformasikan, membujuk, meyakinkan, dan mengingatkan tentang nilai jual yang terdapat pada suatu kawasan wisata terhadap wisatawan. Kurang gencarnya upaya promosi potensi Pulau Puhawang oleh Pemerintah Provinsi Lampung, karena sudah diupayakan oleh Pemerintah Desa berkali-kali untuk terus agar Pemerintah Lampung mempromosikan kekayaan dan keindahan Pulau Puhawang. Dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung akan memberikan akses yang lebih besar untuk menjangkau lembaga tinggi negara lainnya yang berkaitan dengan pariwisata. Kegiatan Visit Lampung yang merupakan agenda promosi pariwisata terbesar tidak menyertakan Pulau Puhawang didalamnya dan kegiatan ini tidak berkelanjutan.

3. Peluang (Opportunities)

A. Letak Pulau Puhawang yang strategis

Pulau Puhawang yang terletak di Provinsi Lampung yang memiliki jarak sekitar 46 km, atau sekitar 45 menit dari kota Lampung melalui jalan darat yang kemudian dilanjutkan lagi dengan perahu motor dari Desa Ketapang – Kecamatan Padang Cermin – Kabupaten Pesawaran dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Letaknya yang berdekatan dengan pusat kota Lampung merupakan suatu objek wisata yang mudah untuk diakses, sehingga wisatawan dapat menikmati keindahan alam Pulau Puhawang tetapi biaya yang dikeluarkan relatif terjangkau.

B. Rencana pembangungan jembatan Selat Sunda

Pemerintah mengupayakan rencana pembangunan jembatan Selat Sunda pada tahun 2014, dengan adanya jembatan Selat Sunda maka akses untuk menuju Pulau Sumatera dari Pulau Jawa akan semakin mudah dan kawasan-kawasan wisata yang ada di Lampung akan menjadi salah satu tujuan utama wisatawan yang berasal dari Pulau Jawa. Kawasan Pulau Puhawang dapat memberikan alternatif

kawasan ekowisata bahari untuk kegiatan selam dan snokeling yang sangat menarik, karena kondisi kawasan terumbu karang wisata bahari yang ada di Pulau Jawa cenderung sudah mengalami kerusakan dan keindahan biota lautnya sudah berkurang akibat terlalu padatnya penduduk Pulau Jawa.

C. Ada minat investor asing

Terdapat investor asing berkebangsaan Luxemburg yang membangun kawasan resort, dan membiayai pembangunan sekolah SD dan SLTP di Pulau Puhawang. Keberadaan resort tersebut adalah untuk dinikmati secara pribadi oleh turis tersebut dan masyarakat umum tidak boleh masuk kedalam. Terdapat kesepakatan dengan pemerintah desa apabila turis tersebut sedang tidak berada ditempat, maka wisatawan tertentu yang berkunjung ke Pulau Puhawang dapat memanfaatkan fasilitas resort tersebut. Wisatawan yang dapat berkunjung dibatasi agar kondisi resort tetap terjaga. Akses untuk memasuki kawasan tersebut diberikan untuk kalangan pejabat daerah, DPR, dan tamu-tamu penting pemerintah desa. Kunjungan wisatawan dan keberadaan investor asing sangat penting karena dapat memberikan promosi domestik dan internasional secara tidak langsung untuk Pulau Puhawang dengan harapan akan datang semakin banyak investasi yang akan diberikan demi pengembangan wisata bahari.

D. Minat wisatawan terhadap wisata bahari

Dari hasil wawancara terhadap wisatawan yang pernah berkunjung ke Pulau Puhawang, semuanya ingin kembali berkunjung ke Pulau Puhawang dan akan mengajak relasi mereka. Keindahan alam yang masih alami membuat mereka tertarik untuk berwisata di Pulau Puhawang, akses waktu jarak tempuh yang relatif tidak terlalu lama, dan biaya berwisata yang terjangkau bagi para wisatawan

4. Ancaman (Threats) A. Potensi limbah domestik

Perairan Pulau Puhawang memiliki potensi buangan limbah cukup besar yang berasal dari masukan bahan organik dan anorganik rumah tangga ke perairan.

Warga tidak memiliki sanitasi yang baik hal itu terlihat dari kebanyakan rumah tidak memiliki septictank, dan rumah yang memiliki septictank belum memenuhi standar pembuatan septictank yang baik. Air kotor langsung dibuang ke tanah yang akan merusak kadar air tanah yang ada di Pulau Puhawang, dan alirannya ke perairan akan membuat perairan tercemar. Ancaman limbah ini akan mengurangi estetika keindahan dan kelestarian Pulau Puhawang yang akan dijadikan kawasan ekowisata bahari.

B. Kegiatan yang merusak terumbu karang

Rendahnya kesadaran akan melestarikan alam dan kurangnya pengetahuan tentang konservasi alam membuat keberadaan alam terancam rusak. Terdapat ancaman perusakan terumbu karang antara lain: penangkapan biota laut dengan menggunakan bom, penangkapan rebon dengan potasium, pengambilan terumbu karang, penebangan mangrove. Kerusakan alam menjadi hal utama yang perlu diprioritaskan, karena ekowisata bahari memerlukan keaslian dan keindahan alam sebagai nilai jualnya kepada wisatawan.

Dokumen terkait