• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

C. Uji Pendahuluan

3. Penentuan Selang Waktu Pemberian Pentotal Setelah Pemberian

Penentuan selang waktu pemberian pentotal dilakukan untuk mengetahui waktu yang tepat agar diazepam (kontrol positif) dapat memberikan efek yang optimal. Aksi kerja senyawa tersebut ditunjukkan dengan perpanjangan waktu tidur (PWT) setelah penambahan pentotal dosis 45,5 mg/kgBB (hasil orientasi).

Pada penentuan selang waktu pemberian pentotal ini digunakan diazepam dosis 10 mg yaitu dosis terapi tertinggi yang lazim digunakan. Dosis ini kemudian dikonversikan pada mencit menjadi sebesar 1,3 mg/KgBB. Variasi selang waktu yang diuji adalah 15 menit, 30 menit, 45 menit, dan 60 menit. Rata-rata perpanjangan waktu tidur (PWT) mencit pada penentuan selang waktu pemberian pentotal dapat dilihat pada Tabel III.

Tabel III. Rata-rata perpanjangan waktu tidur (PWT) mencit pada penentuan selang waktu pemberian pentotal

Keterangan :

X = Mean (Rata–rata) SE = standard error (SD/√n)

Rata-rata PWT (detik) mencit pada penentuan selang waktu pemberian pentotal dapat pula disajikan dalam grafik pada gambar 9.

Gambar 9. Grafik rata-rata PWT (detik) mencit pada penentuan selang waktu pemberian Pentotal

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa PWT mencit pada penentuan selang waktu pemberian pentotal dengan selang waktu menit 15, 30, dan 45 mengalami kenaikan, sedangkan pada selang waktu menit ke-60 mengalami penurunan. Untuk melihat adanya perbedaan pada ke-4 kelompok tersebut dilakukan analisis variansi satu arah.

Hasil analisis variansi satu arah rata-rata PWT mencit pada penentuan selang waktu pemberian pentotal dapat dilihat pada Tabel IV.

Tabel IV. Hasil analisis variansi satu arah rata-rata PWT mencit pada penentuan selang waktu pemberian pentotal

Berdasarkan hasil analisis variansi satu arah diperoleh probabilitasnya adalah 0,014 (p<0,05), hal ini menunjukkan bahwa pada ke-empat kelompok dosis tersebut terdapat perbedaan. Kemudian dilakukan uji Scheffe untuk

mengetahui perbedaan tersebut bermakna atau tidak. Hasil uji Scheffe rata-rata

PWT mencit pada penentuan selang waktu pemberian pentotal dapat dilihat pada Tabel V.

Tabel V. Hasil uji Scheffe rata-rata PWT mencit pada penentuan selang waktu pemberian pentotal

Keterangan :

B = Berbeda bermakna (p≤0,05) TB = Berbeda tidak bermakna (p>0,05)

Hasil uji Scheffe menunjukkan bahwa kelompok selang waktu pemberian

60 menit. Kelompok selang waktu pemberian 30 menit tidak berbeda bermakna dengan selang waktu pemberian 15 menit, 45 menit dan 60 menit. Kelompok selang waktu pemberian 45 menit berbeda bermakna dengan selang waktu pemberian 15 menit dan berbeda tidak bermakna dengan selang waktu pemberian 30 menit dan 60 menit, sehingga dapat dikatakan bahwa pada selang waktu pemberian 30 menit, 45 menit dan 60 menit memberikan hasil yang sama.

Perpanjangan waktu tidur (PWT) pada selang waktu 15 masih terlalu singkat, hal ini mungkin disebabkan diazepam belum terabsorbsi secara optimal. Pada selang waktu 30 menit, 45 menit dan 60 menit, terdapat perbedaan perpanjangan waktu tidur yang tidak bermakna sehingga dapat dikatakan bahwa selang waktu 30 menit, 45 menit dan 60 menit memberikan hasil yang sama. Penentuan selang waktu pemberian pentotal dipilih menit ke-45. Hal ini dilihat dari Tabel III, dimana pada menit ke-45 memiliki rata-rata PWT yang paling lama.

4. Penentuan Selang Waktu Pemberian Pentotal Setelah Pemberian Ekstrak Etanol Bunga Bunga-Pagoda ( EEBBP)

Penentuan selang waktu pemberian pentotal dilakukan untuk mengetahui waktu yang tepat agar EEBBP (senyawa uji) dapat memberikan efek yang optimal. Prosedur pelaksanaan penentuan selang waktu pemberian pentotal setelah pemberian EEBBP sama dengan setelah pemberian diazepam.

Rata-rata perpanjangan waktu tidur (PWT) mencit pada penentuan selang waktu pemberian pentotal dapat dilihat pada Tabel VI.

Tabel VI. Rata-rata perpanjangan waktu tidur (PWT) mencit pada penentuan selang waktu pemberian pentotal

Keterangan :

X = Mean (Rata–rata) SE = standard error (SD/√n)

Rata-rata PWT (detik) mencit pada penentuan penentuan selang waktu pemberian pentotal dapat pula disajikan dalam grafik pada gambar 10.

Gambar 10. Grafik rata-rata PWT (detik) mencit pada penentuan selang waktu pemberian pentotal

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa PWT mencit pada penentuan selang waktu pemberian pentotal pada selang waktu menit 15, 30, dan 45 mengalami kenaikan, sedangkan pada selang waktu menit ke-60 mengalami penurunan. Untuk melihat adanya perbedaan pada ke-empat kelompok tersebut dilakukan analisis variansi satu arah menggunakan Kruskal Wallis Test. Hasil

analisis variansi satu arah rata-rata PWT pada penentuan selang waktu pemberian pentotal dapat dilihat pada Tabel VII.

Tabel VII. Rata-rata perpanjangan waktu tidur (PWT) mencit pada penentuan selang waktu pemberian pentotal

Berdasarkan hasil analisis diperoleh probabilitasnya adalah 0,022 (p<0,05), hal ini menunjukkan bahwa pada ke-empat kelompok dosis tersebut terdapat perbedaan. Kemudian dilakukan uji Mann-Whitney untuk mengetahui

perbedaan tersebut bermakna atau tidak. Hasil uji Mann-Whitney rata-rata PWT

mencit pada penentuan selang waktu pemberian pentotal dapat dilihat pada Tabel V.

Tabel VIII. Hasil uji Mann-Whitney rata-rata PWT mencit pada penentuan selang waktu pemberian pentotal

Keterangan :

B = Berbeda bermakna (p≤0,05) TB = Berbeda tidak bermakna (p>0,05)

Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa kelompok selang waktu

pemberian 15 menit berbeda bermakna dengan selang waktu pemberian 30 menit, 45 menit dan 60 menit. Kelompok selang waktu pemberian 30 menit berbeda tidak bermakna dengan selang waktu pemberian 45 menit dan berbeda bermakna dengan selang waktu pemberian 15 menit, dan 60 menit. Kelompok selang waktu pemberian 45 menit berbeda tidak bermakna dengan selang waktu pemberian 30 menit dan berbeda bermakna dengan selang waktu pemberian 15 menit dan 60 menit. Kelompok selang waktu pemberian 60 menit berbeda tidak bermakna dengan selang waktu pemberian 30 menit, 45 menit dan 60 menit.

Perpanjangan waktu tidur (PWT) pada selang waktu 15 masih terlalu singkat, hal ini mungkin disebabkan ekstrak belum terabsorbsi secara optimal. PWT pada selang waktu 60 menit mengalami penurunan, hal ini mungkin disebabkan ekstrak sebagian besar telah mengalami proses eliminasi. Penentuan selang waktu pemberian pentotal dipilih menit ke-45. Hal ini dilihat dari tabel.VI, dimana pada menit ke-45 memiliki rata-rata PWT yang paling lama. Selang waktu pemberian pentotal untuk kelompok kontrol negatif mengikuti selang waktu pemberian senyawa uji yaitu 45 menit.

Dokumen terkait