• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penentuan Ukuran Kinerja Pencapaian Sasaran Strategik

DAFTAR LAMPIRAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2. Perancangan BSC PT BSM Cabang Bogor

4.2.2. Penentuan Ukuran Kinerja Pencapaian Sasaran Strategik

Sasaran strategik yang telah dirumuskan untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan perlu ditetapkan ukuran pencapaiannya. Terdapat dua ukuran pencapaian untuk mengukur keberhasilan sasaran strategik, yaitu ukuran hasil sebagai lag indicators dan ukuran pendorong/pemicu kerja sebagai lead indicators. Keberhasilan pencapaian sasaran strategik ditunjukkan dengan ukuran tertentu yang disebut ukuran hasil. Untuk mencapai hasil diperlukan faktor pendorong kinerja. Ukuran hasil tanpa faktor pendorong kinerja tidak akan mengkomunikasikan bagaimana hasil tersebut dicapai. Sebaliknya faktor pendorong kinerja tanpa ukuran hasil hanya memungkinkan perusahaan mencapai peningkatan operasional jangka pendek. Penentuan tolak ukur pada pengukuran kinerja harus sesuai dengan sasaran strategik yang telah ditetapkan pada setiap perspektif sehingga tolak ukur tersebut dapat mengukur sejauh mana sasaran strategik telah tercapai.

1. Perspektif Keuangan

Ukuran hasil pencapaian sasaran strategik efisiensi biaya operasional ditunjukkan dengan adanya penurunan biaya operasional. Penurunan biaya operasional dapat dipacu oleh efektivitas dan efisiensi proses operasional yang wajar. Proses operasi meliputi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan baik oleh manajer maupun karyawan untuk menciptakan suatu produk yang dapat memberikan kepuasan bagi pelanggan dan juga para pemegang saham. Proses operasi yang baik dapat menghasilkan output secara efisien dalam hal waktu dan biaya serta dengan mutu yang baik. Perusahaan berusaha melakukan proses operasi secara efektif dan efisien, agar dapat memaksimumkan kepuasan nasabah dan pemegang saham, serta tercapai penurunan biaya operasional.

Sasaran strategik peningkatan penerimaan memiliki ukuran hasil yang ditunjukkan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga

(DPK). Kegiatan utama BSM Cabang Bogor adalah pemberian layanan kepada nasabah dimana salah satunya dengan memberikan jasa penyimpanan dana dari nasabah. Peningkatan dana yang terkumpul dari nasabah menunjukkan adanya pertumbuhan penerimaan suatu perusahaan. Pertumbuhan DPK dapat dipacu oleh peningkatan potensi dana dari nasabah lama serta penambahan dana dari nasabah baru.

2. Perspektif Pelanggan

Pencapaian sasaran strategik peningkatan kepuasan nasabah dapat diukur dengan indeks kepuasan nasabah khususnya nasabah tabungan. Ukuran hasil ini dipacu oleh adanya survei kepuasan nasabah tabungan. Dengan melakukan survei tersebut, dapat diketahui seberapa besar tingkat kepuasan nasabah terhadap perusahaan sehingga dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk melakukan perbaikan dalam perusahaan.

Ukuran hasil sasaran strategik peningkatan jumlah nasabah ditunjukkan oleh adanya pertumbuhan jumlah rekening. Ukuran hasil pertumbuhan jumlah rekening dipacu oleh adanya penambahan jumlah nasabah baru. Pertumbuhan jumlah rekening akan meningkat sesuai peningkatan jumlah nasabah baru. Perusahaan harus memiliki cara-cara efektif, misalnya dengan cara undian dan pemberian hadiah untuk dapat menarik pelanggan. 3. Perspektif Proses Bisnis Internal

Ukuran hasil sasaran strategik SQA adalah knowledge personal. Ukuran hasil ini didorong oleh adanya e-learning. E-learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau internet. E-learning memungkinkan karyawan untuk belajar melalui komputer tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelatihan. E-learning sering dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-learning tidak

harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-learning. Sedangkan ukuran hasil sasaran strategik SQD adalah tepat pada sasaran artinya pelayanan yang diberikan mampu mengantarkan ketercapaian tujuan dan dapat berjalan dengan baik. Ukuran hasil ini didorong oleh adanya kegiatan simulasi yang diberikan pada setiap bagian terkait.

4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan

Sasaran strategik pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan terdiri dari peningkatan mutu dan kompetensi karyawan, serta peningkatan kepuasan dan motivasi karyawan. Sasaran strategik peningkatan mutu dan kompetensi karyawan dapat diukur dengan frekuensi pelatihan. Ukuran ini dapat menunjukkan tingkat keberhasilan dalam peningkatan mutu dan kompetensi karyawan. Semakin sering pelatihan yang diikuti oleh karyawan, maka akan semakin meningkat mutu dan kompetensi yang dimiliki oleh karyawan.

Perusahaan juga harus memperhatikan kepuasan dan motivasi karyawan dalam bekerja. Keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan kepuasan dan motivasi karyawan dapat diukur dengan indeks kepuasan dan motivasi karyawan. Ukuran hasil ini dapat dipacu oleh adanya survei mengenai kepuasan dan motivasi karyawan. Dengan melakukan survei, perusahaan akan mengetahui seberapa puas karyawan terhadap perusahaannya melalui beberapa variabel kepuasan dan motivasi karyawan. Karyawan yang merasa puas akan memiliki motivasi yang kuat untuk bekerja sungguh-sungguh dan berusaha menghasilkan terbaik dalam pekerjaannya.

4.2.3.Penetapan Target

Penetapan target di BSM Cabang Bogor ditentukan oleh pihak BSM pusat disesuaikan dengan kondisi lingkungan kantor BSM Cabang Bogor. Kinerja masa lalu digunakan sebagai acuan dalam penetapan target kinerja pada masa yang akan datang. Penetapan target di BSM Cabang Bogor berdasarkan perspektif BSC dapat dilihat pada Tabel 3.

1. Perspektif Keuangan

BSM Cabang Bogor menetapkan target biaya operasional turun pada tahun 2008 menjadi 85%. Target ini didasarkan pada anggaran pengeluaran yang telah dirancang oleh BSM Cabang Bogor. Sasaran strategik peningkatan penerimaan memiliki ukuran hasil, yaitu pertumbuhan DPK. BSM Cabang Bogor menetapkan target pertumbuhan DPK menjadi 100% dibandingkan tahun 2007. Penetapan target ini didasarkan pada perkiraan adanya kenaikan jumlah nasabah pada tahun 2008.

2. Perspektif Pelanggan

Perspektif pelanggan memiliki dua sasaran strategik, yaitu peningkatan kepuasan nasabah dan peningkatan jumlah nasabah. Tolak ukur dalam peningkatan kepuasan nasabah adalah indeks kepuasan nasabah yang diperoleh dari hasil survei kepada 100 responden nasabah tabungan BSM Cabang Bogor. Target yang ingin dicapai perusahaan dalam kepuasan nasabah tabungan, yaitu nasabah tabungan merasa sangat puas dengan skor 5,00. BSM Cabang Bogor harus memberikan pelayanan yang terbaik guna meningkatkan kepuasan nasabah.

Target yang ditetapkan oleh BSM Cabang Bogor pada ukuran hasil pertumbuhan jumlah rekening 100%. Nilai ini didasarkan pada harapan peningkatan jumlah nasabah baru pada tahun 2008. Perusahaan harus dapat memperlihatkan kinerja yang baik, agar dapat meningkatkan jumlah rekening yang dimiliki perusahaan.

3. Perspektif Proses Bisnis Internal

Target yang ditetapkan oleh BSM Cabang Bogor pada ukuran hasil knowledge personal 100%. Target yang ditetapkan oleh BSM Cabang Bogor pada ukuran hasil tepat sasaran 100%. Target yang telah ditetapkan tersebut sangat mendukung BSM Cabang Bogor untuk lebih meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam hal kinerja pelayanan yang diberikan kepada nasabah.

4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan

Ukuran hasil yang digunakan dalam peningkatan mutu dan kompetensi karyawan adalah frekuensi pelatihan karyawan yang dilakukan oleh BSM Cabang Bogor. Target yang ditetapkan oleh BSM Cabang Bogor pada ukuran hasil frekuensi pelatihan 100%.

Keberhasilan pencapaian peningkatan kepuasan dan motivasi karyawan dapat diukur dengan indeks kepuasan dan motivasi karyawan. Indeks ini dapat diperoleh dari hasil survei terhadap responden karyawan. Perusahaan mengharapkan semua karyawan merasa sangat puas dengan keseluruhan aspek yang terkait dengan kepuasan karyawan. Hal ini berarti perusahaan menetapkan target dengan skor 5,00 untuk kepuasan karyawan. Selain itu, perusahaan juga menetapkan target yang sama dalam motivasi karyawan, yaitu dengan skor 5,00. Hal ini berarti perusahaan mengharapkan karyawan dapat termotivasi untuk melakukan kinerja dengan baik.

Tabel 3. Target ukuran hasil sasaran strategik tahun 2008. Ukuran Strategik Sasaran Strategik Ukuran Hasil

(Lag Indicators) Ukuran Pendorong (Lead Indicators) Target yang ditetapkan BSM Cabang Bogor Perspektif Keuangan 1. Efisiensi Biaya Operasional Penurunan Biaya Operasional Efektivitas dan Efisiensi Proses Operasional yang Wajar 85% 2. Peningkatan Penerimaan Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Peningkatan Potensi Dana Nasabah 100% Perspektif Pelanggan 1. Peningkatan Kepuasan Nasabah Indeks Kepuasan Nasabah Tabungan Survei Kepuasan Nasabah Tabungan 5,00 2. Peningkatan Jumlah Nasabah Pertumbuhan Jumlah Rekening Penambahan Jumlah Nasabah Baru 100% Perspektif Proses Bisnis Internal 1. Service Quality Assurance Knowledge

Personal e-learning 100% (100jam) 2. Service Quality

Delivery Tepat pada

Sasaran Simulasi 100% (1 kali/minggu) Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan 1. Peningkatan mutu dan Kompetensi Karyawan Frekuensi Pelatihan Analisis Kebutuhan Pelatihan 100% 1. Indeks Kepuasan Karyawan Survei Kepuasan 5,00 2. Peningkatan Kepuasan dan Motivasi Karyawan 2. Indeks Motivasi Karyawan Survei Motivasi 5,00

Dokumen terkait