METODE PENELITIAN
T- test for Equality
3.6.3 Penentuan Validitas Kuesioner Afektif Umum
Tabel 10. Konversi nomor-nomor soal
No Aspek Uji Validitas Tabulasi Pilihan Ganda Lembar soal siswa 1 Interpretasi 4B, 14A 1,2 6, 17 2 Analisis 8B,24A 3,4 10, 22 3 Evaluasi 19B,23A 5,6 7, 20 4 Inferensi 22B,56B 7,8 13, 27 5 Eksplanasi 32B,58B 9,10 8, 25 6 Regulasi Diri
3.6.3 Penentuan Validitas Kuesioner Afektif Umum
Penentuan validitas soal kuesioner aspek afektif umum dilakukan melalui expert jugment. Instrumen dikembangkan dengan konsultasi para ahli, yaitu dua dosen pembimbing.
60 3.7 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik test dengan 10 soal pilihan ganda dan kuesioner dengan 9 item. Penelitian ini menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelas yang diberikan perlakuan pada proses pembelajarannya, sedangkan kelompok kontrol adalah kelas yang menggunakan metode ceramah.
Terdapat guru mitra yang melaksanakan pembelajaran baik di kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Para mahasiswa berperan sebagai pengamat (observer) selama berlangsungnya pembelajaran dan menyiapkan semua instrumen penelitian dan alat peraga yang digunakan pada proses pembelajaran
Pada awalnya antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal sebelum adanya treatment. Kemudian hasil pretest kedua kelas dibandingkan. Setelah kelompok eksperimen diberi treatment dilakukan posttest.
3.8 Teknik Analisis Data
Sesudah data yang diperlukan terkumpul, dilakukan analisis data, yaitu mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan penghitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan penghitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sehingga teknik analis data dilakukan dengan menggunakan statistik. Statistik yang digunakan adalah statistik inferensial. Statistik inferensial merupakan statistik yang digunakan untuk
61 menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Mean dari pretest dibandingkan dengan mean dari posttest. Hal tersebut berlaku baik untuk kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Statistik digunakan untuk melihat perbedaannya. Jika mean dari kelas eksperimen lebih tinggi, maka terjadi peningkatan yang signifikan.
Analisis data yang dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan penelitian ini, yaitu dengan melakukan pengujian. Berikut pengujian yang dilakukan untuk menganalisis datanya.
1. Uji Normalitas
Uji normalitas adalah sebuah pengujian yang dilakukan untuk mengecek apakah data yang sedang diteliti berasal dari populasi yang mempunyai sebaran normal (Sarwono, 2010:23). Oleh karena itu, sebelum dianalisis lebih lanjut data-data yang terkumpul perlu diuji lebih dahulu untuk mengetahui apakah data tersebut terdistribusi dalam kurva normal atau tidak. Variasi data dapat dikatakan terdistribusi normal jika berbentuk kurva bel yang simetris. Uji normalitas data dilakukan dengan statistik non parametris, dalam hal ini One Kolmogorov-Smirnov Test. Jika data terdistribusi normal, analisis data menggunakan statistik parametris yaitu Independent Samples T-tes atau ANOVA. Jika data terdistribusi tidak normal, analisis data menggunakan statistik non parametris yaitu Mann-Whitney U Test (Two Independent Samples Test Mann-Whitney) atau Kruskal Wallis Test . Kriterianya sebagai berikut: a. Jika nilai probabilitas Sig. < 0,05 berarti ada perbedaan yang positif
62 demikian Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya skor rata-rata pada kelompok kedua berbeda secara positif dan signifikan dibandingkan dengan skor rata-rata pada kelompok pertama. Dengan kata lain skor rata pada kelompok kedua lebih tinggi dari kenaikan skor rata-rata pada kelompok pertama.
b. Jika nilai probabilitas > 0,05 berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua skor rata-rata yang dibandingkan. Dengan demikian Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya skor rata-rata pada kelompok kedua tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan skor rata-rata pada kelompok kedua.
Secara teknis dalam penelitian ini uji normalitas akan dilakukan dengan program PASW 18 For Windows. Jika termasuk statistik parametris dapat dianalisis dengan rumus T-test dalam hal ini Independent Samples T-test dan jika statistik non parametris dapat menggunakan Mann-Whitney test atau Kruskal-Wallis test. Untuk perhitungan dengan menggunakan PASW 18 for Windows dapat diketahui ketentuan normalitas data dapat menggunakan nilai probabilitas (Sig) sebagai berikut (Sarwono, 2010:25) :
1. Jika nilai sig < 0,05 maka data tidak berdistribusi nomal 2. Jika nilai sig > 0,05 maka data berdistribusi normal
63 2. Uji Hipotesis
Uji hipotesis dapat dilakukan setelah mengetahui apakah data berdistribusi data normal atau tidak, jika data berdistribusi normal, statistik yang digunakan adalah statistik parametris yaitu T-test. Rumus T-test yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel yang berkorelasi adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2011:122)
2
√ √
Keterangan :
1 = Rata-rata sampel 1
2 = Rata-rata sampel 2
= Simpangan baku sampel 1 = Simpangan baku sampel 2 = Varians sampel 1
= Varians sampel 2
= Korelasi antara dua sampel
Uji hipotesis menggunakan PASW 18 for Windows. Kriterianya adalah sebagai berikut:
1. Jika nilai probabilitas Sig. < 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya rata-rata pada kelompok eksperimen berbeda secara pisitif dan signifikan dibandingkan dengan rata-rata pada kelompok kontrol.
64 2. Jika nilai probabilitas Sig. > 0,05 Hi ditolak dan Hnull diterima. Artinya rata-rata pada kelompok eksperimen tidak berbeda secara positif dan signifikan dibandingkan dengan rata-rata pada kelompok kontrol.
Jika data terdistribusi secara tidak normal, maka analisis statistiknya menggunakan statistik non parametris yaitu Mann-Whitney U Test atau Two Independent Samples Test Mann-Whitney dengan rumus sebagai berikut (Sugiyono, 2011:153) : U n n n n2┤1 R dan U n n n n2┤1 R Keterangan: n = jumlah sampel 1 n = jumlah sampel 2 U = jumlah peringkat 1 U = jumlah peringkat 2
R = jumlah ranking pada sampel n R = jumlah ranking pada sampel n
65 3. Uji Ranking
Uji ranking digunakan untuk mengetahui kenaikan dari masing-masing unsur yang terkandung dalam soal test sesuai ranking dari yang paling tinggi dan yang paling rendah kenaikannya. Untuk membandingkan ranking yang datanya terdistribusi normal, maka analisis statistiknya menggunakan statistik parametris yaitu One-Way ANOVA dengan rumus sebagai berikut (Plonsky, 2009):
F
Keterangan:
F = F complex
MSw = Rata-rata variasi dalam kelompok
x
= Rata-rata sampel 1x
= Rata-rata sampel 2 n1 = jumlah sampel 1 n2 = jumlah sampel 2Jika datanya terdistribusi tidak normal, maka analisis statistiknya menggunakan statistik non parametris yaitu Kruskal-Wallis one way analysis of variance dengan rumus sebagai berikut (Sugiyono, 2011:219):
66 Keterangan:
N = Banyak baris dalam tabel
k = Banyak kolom
R = Jumlah ranking dalam kolom
Perhitungan statistik uji ranking kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum menggunakan Kruskal-Wallis one way analysis of variance atau ANOVA. Kriterianya sebagai berikut :
a. Jika Sig. < 0,05 berarti terdapat perbedaan yang signifikan di antara data-data kenaikan tiap unsur berpikir kritis.
b. Jika Sig. > 0,05 berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan di antara data-data kenaikan tiap unsur berpikir kritis.
67 BAB IV