• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA STRATEGI PEMASARAN CV AGRINESIA

Suatu strategi dapat berhasil diterapkan dan tepat pada sasaran, maka strategi tersebut harus dilakukan pada saat yang tepat dan dengan cara yang tepat pula. Salah satu cara agar perusahaan dapat menentukan tingkat prioritas terbaik untuk menerapkan strategi bauran pemasaran berdasarkan hasil evaluasi persepsi komsumen adalah, dengan mengevaluasinya pada pendekatan metode AHP dalam analisisnya.

Dalam proses pengambilan keputusan dengan metode AHP, diperlukan model penyusunan hierarki keputusan terlebih dahulu. Penyusunan hierarki keputusan diawali dengan menentukan berbagai faktor, aktor, dan tujuan sehubungan dengan pemilihan alternatif strategi bauran pemasaran yang ingin dicapai oleh perusahaan.

Penentuan Hierarki Sistem AHP

Pada penelitian ini, alat analisis AHP digunakan untuk melihat tingkat prioritas strategi pemasaran yang telah diperoleh dari hasil evaluasi strategi pemasaran sebelumnya. Data yang diperoleh akan diolah dengan menggunakan

software Microsoft Exel 2010 dan Expert Choice 2011. Struktur hierarki pada strategi pemasaran produk CV Agrinesia dibagi menjadi lima tingkatan hierarki. Tingkat satu adalah fokus yang merupakan sasaran utama yang akan dicapai. Pada tingkat dua, yaitu faktor yang merupakan indikator penting yang mempengaruhi keberhasilan untuk mencapai sasaran utama. Tingkat tiga, yaitu aktor/ pelaku

yang merupakan individu atau organisasi yang terlibat dalam mencapai sasaran. Tingkat empat, yaitu tujuan yang merupakan apa yang ingin dicapai. Dan pada tingkat lima, yaitu tujuan yang merupakan beberapa strategi dari pelaku dalam mencapai sasaran. Hasil hierarki keputusan AHP tersebut dapat dilihat pada gambar 13.

Fokus

Fokus dalam menyusun strategi prioritas ini adalah strategi pemasaran pada CV Agrinesia. Strategi pemasaran produk CV Agrinesia perlu dievaluasi, karena saat ini ada beberapa faktor yang belum efektif dilakukan. Selain itu, ada beberapa keluhan konsumen terhadap pemasaran produk CV Agrinesia seperti konsumen tidak kebagian produk karena stock habis. Untuk itu, maka perlu dilakukan prioritas strategi pemasaran produk CV Agrinesia, agar konsumen tetap puas dengan produk yang ditawarkan oleh CV Agrinesia. Dengan begitu, perusahaan juga dapat berkembang menjadi lebih baik lagi.

Faktor

Pada metode analisis hirarki, elemen-elemen yang ada saling berketergantungan dan berhubungan antara faktor yang satu dengan faktor lainnya sebagai satu keutuhan. Elemen–elemen faktor pada tingkatan hierarki ini diperoleh dari hasil evaluasi bauran pemasaran dengan persepsi konsumen terhadap produk CV Agrinesia yang belum efektif dijalankan. Faktor–faktor yang belum efektif dijalankan oleh pihak CV Agrinesia dan dapat mempengaruhi penyusunan strategi pemasaran tersebut yaitu ketersediaan produk, garansi produk, potongan harga (discount), serta media sosial dan website.

Aktor

Aktor merupakan individu yang sangat mempengaruhi keberhasilan dari pelaksanaan program yang dijalankan baik secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada CV Agrinesia, aktor yang berperan dalam strategi pemasaran perusahaan tersebut terdiri dari beberapa orang yang memiliki pengaruh besar terhadap strategi pemasaran yang akan diterapkan. Para aktor yang berperan dalam menentukan strategi pemasaran tersebut adalah Direktur Utama (owner), Manager Operasional dan Mentor (coach).

Tujuan

Pada proses pengambilan keputusan dengan metode AHP, diperlukan model penyusunan hirarki keputusan terlebih dahulu. Menentukan berbagai tujuan/ sasaran yang berhubungan dengan pemilihan strategi pemasaran yang ingin dicapai perusahaan merupakan salah satu yang diperlukan dalam penyusunan hirarki keputusan. Berdasarkan wawancara dengan pihak manajemen CV Agrinesia, maka diperoleh tiga tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan dalam menerapkan strategi pemasarannya, yaitu :

1) Memperluas Jaringan Distribusi. Pihak CV Agrinesia memiliki tujuan jangka panjang untuk perusahaan, ke depannya CV Agrinesia ingin memperluas jaringan distribusinya. Tidak hanya di wilayah Bogor saja, tetapi sampai ke luar wilayah Bogor seperti Surabaya, Medan dan lain-lain. 2) Meningkatkan Pendapatan Perusahaan. CV Agrinesia ingin meningkatkan

pendapatannya disertai adanya peningkatan keuntungan yang diperoleh perusahaan, sehingga CV Agrinesia mampu mandiri dalam hal finansial. 3) Meningkatkan Kepuasan Konsumen. Kepuasan konsumen merupakan hal

yang sangat penting, karena kepuasan konsumen ini akan menentukan keberlangsungan produk yang dijual. Selain itu, kepuasan konsumen juga akan mengankat brand produk CV Agrinesia jika respon dari konsumen positif. Sehingga, kepuasan konsumen penting diperhatikan agar penjualan produk dapat terus meningkat.

Alternatif Strategi

Berdasarkan hasil evaluasi strategi pemasaran antara pihak CV Agrinesia dengan pihak konsumen, maka diperoleh beberapa alternatif strategi pemasaran untuk CV Agrinesia. Alternatif tersebut adalah :

1) Strategi meningkatkan ketersediaan produk, merupakan strategi yang digunakan untuk meningkatkan ketersediaan produk untuk memenuhi permintaan konsumen yang begitu tinggi.

2) Strategi menawarkan garansi produk, merupakan strategi yang digunakan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk CV Agrinesia. Dengan adanya garansi diharapkan loyalitas konsumen semakin mantap terhadap produk yang di tawarkan oleh CV Agrinesi.

3) Strategi mengadakan diskon pada produk tertentu dan waktu-waktu tertentu, strategi ini digunakan untuk menarik perhatian para konsumen. Sehingga, diharapkan dengan digunakanya strategi ini jumlah konsumen yang datang tetap banyak dan produk yang ditawarkanpun dapat dijual dengan maksimal.

4) Strategi meningkatkan promosi melalui media sosial dan website, merupakan strategi yang digunakan untuk memperkenalkan produk CV Agrinesia kepada konsumen secara lebih spesifik. Promosi melalui media sosial dan website penyampaiannya bisa lebih cepat, sehingga promosi melalui media sosia dan website lebih efektif. Selain itu promosi melalui media sosial dan website biayanya relatif lebih kecil dibandingkan dengan promosi melalui media yang lainya. Dengan memaksimalkan promosi melalui media sosial dan website, perusahaan dapat menekan biaya promosi menjadi lebih kecil, sehingga keuntungan perusahaan bisa bertambah.

Strategi Pemasaran ProdukCV Agrinesia

Ketersediaan Produk Garansi Produk Potongan Harga Media Sosial &website

Manajer Operasional Direktur

Utama (Owner)

Memperluas Jaringan Distribusi Meningkatkan pendapatan perusahaan Meningkatkan Kepuasan Konsumen Mentor

(Coach)

Meningkatkan promosi melalui media sosial dan website resmi

Meningkatkan jumlah peralatan produksi

Memberikan potongan harga (discount) pada waktu tertentu

Memberi jaminan penggantian produk (garansi)

Leve1 1 FOKUS Level 2 FAKTOR Level 3 AKTOR Level 4 TUJUAN Level 5 ALTERNATIF STRATEGI

Gambar 13. Gambaran umum struktur hierarki strategi pemasaran CV Agrinesia

Strategi Pemasaran Produk CV Agrinesia Ketersediaan Produk (0.160) Garansi Produk (0.221) Potongan Harga (0.090) Media Sosial & website (0.529) Manajer Operasional (0.330) Direktur Utama (Owner) (0.461) Memperluas Jaringan Distribusi (0.357) Meningkatkan pendapatan perusahaan (0.177) Meningkatkan Kepuasan Konsumen (0.466) Mentor (Coach) (0.209) Meningkatkan promosi melalui media sosial

dan website resmi (0.391) Meningkatkan jumlah peralatan produksi (0.219) Memberikan potongan harga (discount) pada

waktu tertentu (0.233) Memberi jaminan penggantian produk (garansi) (0.157) Analisis Penentuan Prioritas Strategi Pemasaran CV Agrinesia

Pemilihan hasil prioritas strategi pemasaran di CV Agrinesia menggunakan metode analytical hierarchy proses (AHP). Metode AHP dilakukan dengan teknik komparasi berpasangan antar elemen yang dibandingkan. Nilai yang diberikan berada pada skala dasar penilaian tingkat kepentingan. Berdasarkan matriks pendapat individu yang memiliki rasio konsistensi ≤0.1. Apabila tidak memenuhi konsistensi rasio, maka dilakukan revisi terhadap penilaian. Selanjutnya apabila telah memenuhi konsistensi rasio dalam matrik pendapat individu, dilakukan pengolahan menjadi matriks pendapat gabungan. Setelah itu dilakukan analisis vertical matrik gabungan, sehingga memperoleh hasil prioritas elemen terhadap sasaran utama, yaitu keberhasilan dalam pemasaran produk CV Agrinesia.

Pengolahan data terdiri dari lima tingkat hirarki yang akan dilakukan penilaian index konsistensinya pada setiap tingkat terhadap elemen yang berada pada tingkat di atasnya. Proses penghitungan bobot pada masing-masing elemen dapat dilihat pada Lampiran 1, sedangkan struktur hirarki strategi pemasaran CV Agrinesia yang diperoleh dari hasil pengolahan data. Berdasarkan kuesioner yang telah diisi oleh responden dengan memberikan penilaian terhadap beberapa elemen yang terdapat pada hierarki, maka diperoleh hasil perhitungan AHP. Hasil AHP tersebut dapat dilihat pada gambar 14.

Leve1 1 FOKUS Level 2 FAKTOR Level 3 AKTOR Level 4 TUJUAN Level 5 ALTERNATIF STRATEGI

Faktor Prioritas

Faktor-faktor yang menyusun strategi pemasaran pada CV Agrinesia terdiri dari empat bauran pemasaran, dimana keempat bauran pemasaran tersebut yang kemudian diuraikan secara lebih rinci. Berdasarkan hasil evaluasi strategi bauran pemasaran yang telah dilakukan oleh CV Agrinesia, terdapat sebelas variabel bauran pemasaran yang sudah efektif dan empat variabel bauran pemasaran yang belum efektif. Adapun variabel yang sudah efektif yaitu dari bauran produk (cita rasa, kualitas, kemasan, pelayanan dan tampilan produk), bauran harga (harga dan variasi harga), bauran promosi (usaha promosi dan hubungan dengan masyarakat) dan bauran distribusi (lokasi dan kebersihan serta kerapian outlet). Agar terbangun loyalitas konsumen terhadap produk CV Agrinesia tersebut, maka variabel-variabel yang telah efektif tersebut harus dipelihara dan dipertahankan. Variabel-variabel tersebut dapat dipertahankan dengan cara membuat SOP (standar operasinal produksi), dan melaksanakan quality control untuk menjaga kualitas dan cita rasa produk CV Agrinesia. Selain itu, CV Agrinesia dapat melakukan inovasi terhadap kemasan dan tampilan produk agar semakin menarik minat konsumen.

Variabel-variabel bauran pemasaran yang belum efektif dijalankan oleh pihak CV Agrinesia adalah ketersediaan produk, garansi produk, potongan harga

(discount) dan promosi melalui media sosial dan website. Dari keempat variabel

tersebut diperlukan adanya prioritas dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan. Oleh karena itu, pengolahan data pada analisis AHP dapat membantu mencari prioritas dari faktor-faktor yang menyusun strategi pemasaran pada CV Agrinesia. Berdasarkan pada Tabel 12 dapat dilihat bobot dan prioritas dari keempat faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran tersebut. Tabel 12. Bobot dan Prioritas faktor-faktor penyusunan strategi pemasaran CV

Agrinesia

Faktor Bobot Prioritas

Ketersediaan Produk 0.160 3

Garansi Produk 0.221 2

Potongan Harga (discount) 0.090 4

Media Sosial dan website 0.529 1

Faktor yang menjadi prioritas dalam melakukan pembenahan yang berpengaruh terhadap strategi pemasaran adalah faktor promosi melaluimedia sosial dan website dengan bobot 0.529. Media sosial dan website merupakan salah satualat untuk promosi penjualan yang dijadikan sebagai media informasi dan komunikasi antara perusahaan dengan konsumen agar konsumen mengenal produk-produk yang ditawarkan oleh CV Agrinesia dan mengajak serta membujuk konsumen untuk membeli produk tersebut. Kegiatan promosi penjualan yang dapat dilakukan melaui media sosial yaitu: facebook, twitter, path,

instagram dan masih banyak lagi. Promosi melalu dunia maya ini dapat

mempermudah penyampaian informasi tentang produk. Karena saat ini, hampir

setiap orang sudah menggunakan smartphone yang menyediakan berbagai macam

media sosial dan dapat mengakses internet kapan saja dan dimana saja.

Faktor yang menjadi prioritas kedua pada CV Agrinesia adalah faktor garansi produk dengan bobot sebesar 0.221. Garansi produk berkaitan dengan jaminan yang diperoleh konsumen setelah membeli produk CV Agrinesia. Pada

kenyataannya saat ini, konsumen belum memperoleh jaminan ataupun garansi produk secara resmi dari CV Agrinesia. CV Agrinesia saat ini baru tersertifikasi dari BPPOM dan halal MUI. Padahal, jika melihat produk yang dijual adalah produk pangan yang langsung dikonsumsi jaminan produk ini sangat dibutuhkan. Jaminan tersebut dapat berupa pemberian sertifikasi keamanan pangan yang sesuai dengan HACCP (Hazard Analytical Critical Control Point) atau ISO 22000 dimana pada sertifikasi ini semua produk yang dihasilkan telah dijamin standar keamanan nya baik dari sisi fisik, biologi, ataupun bahan kimia berbahaya. Selain itu, garansi produk juga dapat diberikan dengan memberikan jaminan penggantian produk bagi setiap pembelian produk yang rusak.

Faktor ketiga yang mempengaruhi strategi pemasaran CV Agrinesia adalah ketersediaan produk dengan bobot sebesar 0.160. Ketersediaan produk berkaitan dengan tingginya permintaan konsumen dan besarnya respon masyarakat terhadap produk CV Agrinesia. Ketersediaan produk juga berkaitan dengan kapasitas produksi CV Agrinesia. Produksi dari CV Agrinesia telah mencapai 2,500–3,700 box per hari untuk bolu lapis bogor dan brownies Sangkuriang. Sedangkan, jika melihat kondisi permintaan saat ini kebutuhan produksi diperkirakan rata-rata mencapai 6,000–10,000 box per hari. Nilai estimasi produksi ini diperoleh dari perhitungan jumlah konsumen yang datang setiap hari mencapai 1,000–2,000 orang setiap hari di setiap outlet dengan asumsi setiap orang membeli produk bolu

lapis bogor dan brownies Sangkuriang minimal dua box. Terdapatnya

kesenjangan antara produksi dan permintaan menyebabkan perusahaan harus melakukan peningkatan produksi.

Faktor keempat adalah potongan harga (discount) dengan bobot 0.090. Potongan harga atau discount dinilai dapat meningkatkan penjualan dan menarik konsumen untuk berkunjung ke outlet CV Agrinesia. Saat ini, discount diberikan oleh CV Agrinesia pada moment tertentu seperti perigatan hari-hari besar di Indonesia. Namun, konsumen menilai pemberian potongan harga tidak harus diberikan pada hari-hari besar saja tetapi diberikan pada saat hari kerja dimana kondisi outlet sedang sepi. Menurut pihak manajemen CV Agrinesia discount

belum penting untuk diberikan karena produknya setiap hari nya terjual habis.

Aktor Prioritas

Pada dasarnya semua orang yang berada pada CV Agrinesia memiliki pengaruh terhadap perkembangan perusahaan tersebut. Hanya saja terdapat beberapa orang yang memiliki wewenang dalam mengambil keputusan pada CV Agrinesia.

Tabel 13. Bobot dan prioritas aktor-aktor yang berperan dalam keputusan strategi pemasaran CV Agrinesia

Aktor Bobot Prioritas

Direktur Utama (owner) 0.461 1

Manager Operasional 0.330 2

Mentor (coach) 0.209 3

Dapat dilihat pada Tabel 13 bahwa aktor-aktor yang berperan dalam pengambilan keputusan strategi pemasaran produk CV Agrinesia ada tiga orang yaitu Direktur Utama (owner), Manager Operasional dan Mentor (coach). Dari

ketiga aktor yang berpengaruh tersebut didapatkan bobot dan prioritas dalam hal pengambilan keputusan.

Aktor yang memiliki pengaruh paling besar dalam penyusunan strategi pemasaran produk CV Agrinesia adalah Direktur Utama (owner) dengan bobot 0,461. Hal ini dikarenakan Direktur Utama memiliki tingkat kepentingan relatif yang sangat tinggi pada CV Agrinesia. Direktur Utama bertanggung jawab atas semua hal yang ada di perusahaan dan memiliki wewenang penuh atas CV Agrinesia. Direktur Utama merupakan aktor yang sangat berpengaruh dalam menentukan strategi bauran pemasaran yang akan dilakukan, karena owner

merupakan pengambil keputusan (decision maker) terbesar pada CV Agrinesia. Walaupun intensitas kedatangan owner cukup jarang yang dikarenakan aktivitas di luar outlet yang cukup padat, sehingga seluruh kegiatan yang dijalankan di

outlet dipegang oleh Manager Operasional. Namun, keputusan-keputusan akhir

yang berkaitan dengan konsep seperti halnya pengembangan konsep produk baru, atau konsep yang berkaitan dengan bauran pemasaran CV Agrinesia masih berada di tangan Direktur Utama.

Aktor penentu kedua dalam pemasaran produk CV Agrinesia adalah Manager Operasional (0.330). Manager Operasional pada CV Agrinesia merupakan pemegang kendali jalannya aktivitas operasional outlet sehari-hari. Selain itu, Manager Operasional juga memiliki tugas menangani masalah-masalah yang sedang terjadi di outlet, mengevaluasi dan mengontrol keadaan outlet serta mengawasi perkembangan kinerja karyawannya. Selain itu, Manager Operasional juga ikut andil dalam hal-hal yang berhubungan dengan perkembangan CV Agrinesia terkait dengan strategi yang berhubungan dengan bauran pemasaran yang dijalankan. Biasanya setiap hari senin dan selasa dilaksanakan rapat evaluasi CV Agrinesia, setiap senin rapat evaluasi dihadiri Direktur Utama, Manager Operasional dan karyawan CV Agrinesia, sedangkan pada hari selasa hanya Direktur Utama dan Mentor. Selanjutnya, aktor yang menjadi penentuketiga

dalam pemasaran produk CV Agrinesia adalah Mentor/coach (0.209). Walaupun

keberadaan owner merupakan pengambil keputusan terbesar pada CV Agrinesia, tetapi mentor berperan dalam mengawasi owner pada saat pengambilan keputusan tersebut. Mentor memiliki wewenang dalam mengawasi segala aktivitas yang terjadi di CV Agrinesia. Semua kejadian atau masalah yang berkaitan dengan CV Agrinesia akan dilaporkan kepada mentor. Selain itu, mentor juga berperan dalam memberikan saran dan masukan-masukan yang positif bagi perkembangan CV Agrinesia. Strategi-strategi perusahaan dirumuskan bersama antara mentor dan owner serta manajer.

Tujuan Prioritas

CV Agrinesia memiliki tiga tujuan yang ingin dicapai di dalam usahanya yaitu memperluas jaringan distribusi, meningkatkan pendapatan perusahaan, dan meningkatkan kepuasan konsumen. Pada hasil pengolahan data yang dilakukan menggunakan AHP diperoleh bobot dan prioritas terhadap ketiga tujuan tersebut, dapat dilihat pada Tabel 14.

Table 14. Bobot dan prioritas tujuan strategi pemasaran CV Agrinesia

Tujuan Bobot Prioritas

Memperluas jaringan distribusi 0.357 2

Meningkatkan pendapatan perusahaan 0.177 3

Meningkatkan kepuasan konsumen 0.466 1

Berdasarkan hasil pada tabel 14, dapat diketahui bahwa tujuan prioritas penentu yang utama dalam pemasaran produk CV Agrinesia adalah meningkatkan kepuasan konsumen (0.466). Kepuasan konsumen merupakan hal terpenting mengingat banyaknya konsumen yang kecewa dikarenakan kehabisan produk, antrian yang panjang di outlet, suasana outlet yang tidak kondusif, dan pelayanan yang diberikan tidak maksimal. Kurangnya informasi yang diberikan kepada konsumen terkait dengan ketersediaan produk dan situasi outlet terkini menyebabkan timbulnya keluhan-keluahn tersebut. Berdasarkan hasil analisis sikap konsumen terhadap bauran produk yaitu variable pelayanan terhadap konsumen, sebanyak 22.5% konsumen menilai tidak baik. Hal ini menjadi point

yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan untuk meningkatkan kepuasan konsumen tersebut. Kepuasan konsumen menjadi sangat penting arena faktor ini akan menentukan loyalitas dari konsumen.

Prioritas tujuan kedua dalam pemasaran produk CV Agrinesia adalah memperluas jaringan distribusi (0.357). Melalui perluasan jaringan distribusi diharapkan konsumen tidak menumpuk pada satu outlet. Hal ini juga dilakukan untuk meningkatkan kepuasan konsumen dalam hal kemudahan memperoleh produk. Namun, perluasan jaringan distribusi perlu disertai dengan peningkatan kapasitas produksi.

Prioritas tujuan yang terakhir dalam pemasaran produk CV Agrinesia adalah meningkatkan pendapatan perusahaan (0.177). Peningkatan pendapatan perusahaan dapat tercapai jika perluasan jaringan distribusi telah tercapai dan kapastias produksi juga telah meningkat. Selain itu, peningkatan pendapatan juga bisa dilakukan dengan meningkatkan penjualan produk-produk selain produk

Brwonies dan Bolu Lapis Bogor Sangkuriang. Produk-produk tersebut yaitu

produk-produk supplier atau snack yang dititipkan di outlet CV Agrinesia.

Strategi Prioritas

Berdasarkan hasil penilaian, diperoleh hasil alternatif prioritas yang ingin dicapai dalam pelaksanaan pemasaran produk CV Agrinesia seperti yang diperlihatkan pada tabel 15.

Tabel 15. Bobot dan Prioritas Alternatif Strategi Pemasaran Produk CV Agrinesia

Alternatif Bobot Prioritas

Meningkatkan promosi melalui media sosial dan website resmi 0.391 1

Meningkatkan jumlah peralatan produksi 0.219 3

Memberi discount pada waktu-waktu tertentu 0.233 2

Memberi jaminan/garansi penggantian produk yang rusak 0.157 4

Rasio inkonsistensi 0,03

Strategi yang dapat dilakukan dalam pemasaran produk CV Agrinesia berdasarkan aktor, faktor, dan tujuannya adalah dengan meningkatkan promosi

melalui media sosial dan website resmi (0.391), memberi discount pada waktu- waktu tertentu (0.233), meningkatkan jumlah peralatan produksi (0.219), dan memberi jaminan/garansi penggantian produk yang rusak (0.157). Ketiga strategi ini dapat dilakukan jika Direktur Utama (owner), Manager Operasional, dan

Mentor (coach) mampu bekerjasama dengan baik. Direktur utama selaku owner,

sebaiknya memberikan kepercayaan kepada Manajer Operasional untuk menyelesaikan masalah-masalah di lapangan secara cepat tanpa harus menunggu keputusan dari direktur utama dalam rapat mingguan. Mentor selaku pengawas dalam menajemen perusahaan sebaiknya melakukan controlling dengan melihat langsung kondisi di lapangan di outlet-oultet CV Agrinesia, sehingga jika ada beberapa strategi yang telah disepakati bersama dan pihak perusahaan tidak menjalankannya mentor dapat memberikan masukan dan peringatan kepada pihak perusahaan.

Strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh perusahaan saat ini yaitu dengan meningkatkan promosi melalui media sosial dan website resmi CV Agrinesia. Saat ini, media sosial dan website tidak dikelola dengan baik. Padahal, media sosial dan website resmi dapat dijadikan sebagai media informasi bagi konsumen untuk menghetahui ketersediaan produk dan suasana outlet terkini. Atau media sosial dan website resmi dapat dijadikan sebagai media untuk melakukan pembelian atau pemesanan secara online bagi konsumen CV Agrinesia. Sehingga, konsumen lebih mudah untuk mendapat produk Brownies

dan Bolu Lapis Sangkuriang tanpa harus mengantri panjang. Melalui penggunaan media sosial dan website perusahaan akan lebih mudah memberikan informasi terkait produk-produk baru ataupun mempromosikan produk-produk lain yang dijual di outlet CV Agrinesia. Secara tidak langsung, kemudahan yang diberikan akan meningkatkan kepuasan konsumen dalam pembeilan dan meningkatkan pendapatan dari perusahaan.

Media sosial dan website resmi juga dapat dijadikan media promo jika pihak perusahaan memberikan potongan harga atau discount pada moment tertentu. Namun, hal tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi dengan meningkatkan peralatan produksi serta pemberian jaminan atau garansi pada setiap produk CV Agrinesia. Peningkatan produksi harus dibarengi dengan penerapan sistem manajemen keamanan pangan sehingga produk yang dihasilkan aman dikonsumsi dan konsumen mendapat kepuasan dalam pembelian.

Dokumen terkait