• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN SANKSI PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DALAM PUTUSAN NOMOR

31/PID.SUS/2016/PN KEFAMENANU A. Analisis Kasus

1. Kronologi

Sefriadi Safroni Sinlaeloe yang dalam kasus ini menjadi terdakwa, pada tahun 2013 Sefriadi Safroni Sinlaeloe menemui temannya yang bernama Johan Pandie dan mengatakan kepada Johan Pandie jika ada tenaga kerja yang ingin dikirim ke luar negeri agar diinformasikan kepada terdakwa supaya pengiriman tenaga kerja tersebut dilakukan melalui terdakwa. Dalam pertemuan itu terdakwa juga menjanjikan bonus yang besar kepada Johan Pandie jika ada tenaga kerja yang ingin dikirim ke luar negeri.

Kemudian pada awal bulan Desember 2013 Johan Pandie pergi menemui temannya yang bernama Yoseph Manek di Kotafoun Kecamatan Biboki Anleu-Ponu, Kabupaten Timor Tengah Utara dan meminta agar dicarikan orang yang mau diberangkatkan menjadi tenaga kerja di luar negeri. Satu minggu kemudian setelah pertemuan mereka, Yoseph Manek menghubungi Johan Pandie melalui telepon untuk memberitahukan bahwa ada 2 (dua) orang yang mau diberangkatkan menjadi tenaga kerja di Malaysia yaitu Dolfina Abuk dan Fita Rafu.

Berdasarkan informasi yang diberikan Yoseph Manek tersebut maka Johan Pandie kembali berangkat kerumah Yoseph Manek di Kotafoun Kecamatan Biboki Anleu-Ponu, Kabupaten Timor Tengah Utara, disana Johan Pandie

bertemu dengan Dolfina Abuk dan Fita Rafu berikut dengan orangtua mereka.

Pada saat itu, Johan Pandie menyampaikan bahwa ia akan memberikan uang sirih pinang sebesar Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah) kepada para orangtua akan tetapi Dolfina Abuk dan Fita Rafu harus dibawa terlebih dahulu ke Kupang untuk menjalani tes kesehatan.

Kemudian Johan Pandie yang juga didampingi oleh Yoseph Manek membawa Dolfina Abuk dan Fita Rafu ke Kupang, ke ruamh Johan Pandie di Desa Tanah Merah, Rt. 18, Rw. 009, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Keesokan harinya, Dolfina Abuk dan Fita Rafu diserahkan kepada terdakwa dan tiga hari kemudian Johan Pandie menerima pembayaran uang sirih pinang dari terdakwa sebesar Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah). Uang tersebut oleh Johan Pandie diserahkan kepada Yoseph Manek sebesar Rp. 2.100.000,00 (dua juta seratus ribu rupiah) agar diberikan kepada orangtua Dolfina Abuk sebersar Rp.

1.000.000,00 (satu juta rupiah) dan kepada orangtua Fita Rafu Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) sementara itu Rp. 100.000,00 (seratus ribu rupiah) diperuntukan sebagai ongkos Yoseph Manek dari Kupang kembali ke Kotafoun Kecamatan Biboki Anleu – Ponu,Kabupaten Timor Tengah Utara.

Uang dirih pinang tersebut diberikan dari uang pribadi terdakwa, serta biaya-biaya lain yang dikeluarkan untuk mengurus keberangkatan Dolfina Abuk merupakan uang terdak. Sehingga segala pengeluaran terdakwa tersebut akan diperhitungkan ketika Dolfina Abuk telah bekerja di Malaysia. Untuk mengganti seluruh pengeluaran selama proses pemberangkatan maka Dolfina Abuk tidak akan menerima gaji selama beberapa bulan.

Untuk dapat menjadi tenaga kerja di luar negeri, Dolfina Abuk harus melengkapi dokumen-dokumen sesuai persyaratan yang diantaranya adalah harus memiliki paspor dan surat ijin dari keluarga. Terdakwa dalam membuatkan paspor Dolfina Abuk dibantu oleh Herry O Sinlaeloe selaku kepala cabang PT. Khalifah Fierdaus Aulia dengan cara membuat surat Nomor : 084/KFA-NTT/RPP/XII/2013 tanggal 03 Desember 2013 perihal : Permohonan Rekomendasi Paspor dan Penerbitan ID bagi CTKI yang ditujukan kepada kepala dinas nakertrans kabupaten Kupang.

Sementara itu, surat ijin keluarga dari Dolfina Abuk dibuat atas nama Michael Berek Tai selaku ayah Dolfina Abuk. Surat ijin keluarga tersebut dibuat seperti berikut :

Nama : Michael Berek Tai

Umur : 61 tahun

Pekerjaan : Petani Dengan ini saya orang tua dari

Nama lengkap : Dolfina Abuk Tempat lahir : Kotapoun Pendidikan terakhir : SD

Agama : Katolik

Alamat : Desa Oenesu, kecamatan Takari, kabupaten Kupang, propinsi Nusa Tenggara

Surat ijin keluarga Dolfina Abuk seperti yang terlampir di atas dibuat secara palsu. Surat tersebut dibuat atas nama Michael Berek Tai padahal pada saat Dolfina Abuk berangkat dari Rumah Yoseph Manek tidak membawa surat ijin keluarga sementara itu tanda tangan Michaek Berek Tai yang ada pada surat

ijin keluarga juga bukanlah alamat aslinya karena alamat dari Dolfina Abuk adalah desa Kotafoun, Rt. 03, Rw. 01 Kecamatan Biboki Anleu, kabupaten Timor Tengah Utara.

Setelah proses persiapan keberangkatan Dolfina Abuk selesai, terdakwa kemudian memberangkatkan Dolfina Abuk untuk bekerja di Malaysia. Setelah Dolfina Abuk bekerja di Malaysia, Sefriadi Safroni Sinlaeloe sebagai terdakwa tidak mengikuti lagi perkembangannya hingga pada saat Dolfina Abuk meninggal dunia.

Jenazah Dolfina Abuk tersebut dikirim ke Indonesia dan diterima oleh terdakwa. Jenazah Dolfina Abuk juga diserahkan langsung oleh terdakwa kepada keluarga Dolfina Abuk yang diterima oleh Michael Berek Tai pada tanggal 10 April 2016 disertai dengan penyerahan gaji selama bekerja di Malaysia sebesar Rp. 36.700.000,00 (tiga puluh enam juta tujuh ratus ribu rupiah) dan uang santunan duka Rp. 30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah).

2. Dakwaan

Safriadi Safroni Sinlaeloe sebagaimana terdakwa dalam kasus ini didakwa dengan dakwaan alternatif oleh penuntut umum, yaitu :

Kesatu, Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 4 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Atau

Kedua, Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 102 ayat (1) huruf a Jo. Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 39 Tahun 2004 Tentang Penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri. Jo Pasal 55 ayat 1 Ke -1 KUHP.

3. Tuntutan

Menyatakan Terdakwa Sefriadi Safroni Sinlaeloe alias Adi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Membawa Warga Negara Indonesia keluar wilayah Republik Indonesia dengan maksud untuk diekploitasi di luar wilayah Negara Republik Indonesia”, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dalam dakwaan kesatu Penuntut Umum;

Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Sefriadi Safroni Sinlaeloe alias Adi berupa pidana penjara selama 11 (sebelas) tahun dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah supaya Terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) subsidair 6 (enam) bulan kurungan;

Menyatakan barang bukti berupa :

1) 1 (satu) lembar foto copy dokumen Surat Berita Acara Penyerahan Jenasah;

2) 2 (dua) lembar foto copy dokumen KL Funeral Services;

3) 1 (satu) lembar fotocopy dokumen Dewan Bandara Kuala Lumpur;

4) 1 (satu) lembar fotocopy dokumen Sijil Kematian dari Kerajaan Malaysia;

5) 1 (satu) lembar fotocopy dokumen Polis Diraja Malaysia / Report Polis;

6) 1 (satu) lembar fotocopy dokumen Paspor atas nama Dolfina Abuk;

7) 1 (satu) lembar fotocopy dokumen Perakuan Pegawai Perubatan Mengenai Sebab-Sebab Kematian (Post Mortem);

8) 1 (satu) lembar fotocopy dokumen Daftar Kematian/Permit Mengubur;

9) 1 (satu) lembar fotocopy dokumen Surat Keterangan Nomor 0308/SK-JHN/04/2016 dari Kedutaan Besar Republik Indonesia;

10) 1 (satu) lembar fotocopy dokumen Penerbitan Paspor Bagi Calon TKI dari Pemerintah Kabupaten Kupang Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi;

11) 1 (satu) lembar fotocopy dokumen Daftar Pengiriman dan Kedatangan Tenaga Kerja;

12) 1 (satu) lembar fotocopy dokumen KTP an. Dolfina Abuk;

13) 1 (satu) lembar fotocopy dokumen Akte Kelahiran an. Dolfina Abuk;

14) 1 (satu) lembar fotocopy dokumen Kartu Keluarga Nomor 5301110303120014;

15) 1 (satu) lembar fotocopy dokumen Permohonan Rekomendasi Paspor dan Penerbitan ID bagi CTKI dari PT. Khalifah Firdaus Aulia;

16) 1 (satu) lembar fotocopy dokumen Daftar Nominatif Calon Tenaga Kerja Wanita Indonesia dari PT. Khalifah Firdaus Aulia;

17) 1 (satu) lembar fotocopy dokumen Surat Ijin Keluarga;

Masing-masing dikembalikan kepada Penuntut Umum untuk dipergunakan dalam perkara an. Yosep Manek alias Ose ;

1) 1 (satu) unit HP Samsung lipat warna hitam kode SM-6355H;

2) 1 (satu) unit HP type Iphone 5 warna putih;

Masing-masing dirampas untuk dimusnahkan.

Menetapkan agar Terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp5.000,00 (lima ribu rupiah).

4. Fakta hukum

Berdasarkan alat bukti berupa keterangan saksi-saksi yang saling bersesuaian satu dengan yang lain dihubungkan dengan keterangan terdakwa, barang bukti yang diajukan dipersidangan, maka dapat diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut :

1) Bahwa berdasarkan keterangan saksi Mikhael Berek Tai alias Berek, saksi Maria Regolinda Biin alias Linda, saksi Yoseph Manek alias Ose (terdakwa dalam berkas perkara terpisah) dan saksi Herry Sinlaeloe alias Herry, dihubungkan dengan barang bukti berupa Surat Berita Acara Penyerahan Jenazah, ternyata terbukti pada tanggal 9 April 2016, terdakwa Sefriadi Safroni Sinlaeloe alias Adi menyerahkan jenazah DOLFINA ABUK kepada keluarga Dolfina Abuk yang diterima oleh saksi Mickael Berek Tai alias Berek bertempat di Kotafoun-Ponu-Kefamenanu dengan disertai juga penyerahan gaji DOLFINA ABUK selama bekerja di Malaysia sebesar Rp. 36.700.000,- (tiga puluh enam juta tujuh ratus ribu rupiah) serta uang santunan duka sebesar Rp.30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah), sehingga total uang yang diterima saksi Mikhael Berek Tai alias Berek sebesar sebesar Rp. 66.700.,000,- (enam puluh enam juta tujuh ratus ribu rupiah);

2) Bahwa berdasarkan keterangan saksi Faizal LD alias Simat, saksi Johan Pandie II alias Jon (terdakwa dalam berkas perkara terpisah), saksi Jumita Pandie alias Mita, yang dihubungkan dengan keterangan saksi Mikhael Berek Tai, saksi Maria Regolinda Biin alias Linda, saksi Yoseph Manek

alias Ose (terdakwa dalam berkas perkara terpisah) bahwa pada awal bulan Desember 2013, DOLFINA ABUK berangkat dari Kotafoun, Kecamatan Biboki Anleu – Ponu Kabupaten Timor Tenghah Utara datang ke Kupang, berawal ketika saksi Yoseph Manek alias OSE diminta oleh saksi Johan Pandie II alias Jon untuk dicarikan orang yang mau diberangkatkan menjadi tenaga kerja di Malaysia, setelah 1 (satu) minggu kemudian saksi Yoseph Manek alias Ose menghubungi saksi Johan Pandie II alias Jon melalui telepon dengan memberitahu bahwa ada 2 (dua) orang yang mau diberangkatkan menjadi tenaga kerja di Malaysia yaitu DOLFINA ABUK dan FITA RAFU;

3) Bahwa berdasarkan keterangan saksi Mikhael Berek Tai, saksi Maria Regolinda Biin alias Linda, saksi Yoseph Manek alias Ose, saksi Johan Pandie II alias Jon (kedua saksi tersebut terdakwa dalam berkas perkara terpisah), bahwa DOLFINA ABUK dan FITA RAFU yang berkeinginan untuk bekerja di Malaysia dan datang kerumah saksi Yoseph Manek alias Ose dan meminta bantuan saksi Yoseph Manek menghubungi bosnya yang mereka kenal yakni saksi Johan Pandie II alias Jon lalu setelah itu saksi Johan Pandie II alias Jon berangkat ke Kotafoun di rumah saksi Yoseph Manek alias OSE untuk menemui DOLFINA ABUK dan FITA RAFU;

4) Bahwa benar setelah bertemu dengan DOLFINA ABUK dan FITA RAFU beserta para orang tuannya masing-masing, saksi Johan Pandie II alias Jon menyampaikan bahwa untuk para orang tua akan diberikan uang sirih pinang sebesar Rp.2.000.000,- (dua juta rupiah) namun DOLFINA ABUK

dan FITA RAFU akan dibawa terlebih dahulu ke Kupang guna menjalani tes kesehatan, lalu saksi Johan Pandie II alias Jon dengan didampingi oleh saksi Yoseph Manek alias Ose membawa DOLFINA ABUK dan FITA RAFU ke rumah saksi Johan Pandie II alias JON di Desa Tanah Merah Rt.

18, Rw. 009 Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang dan dihubungkan dengan keterangan saksi Faizal LD alias Simat bahwa pada keesokan harinya saksi Johan Pandie II alias Jon membawa dan menyerahkan DOLFINA ABUK dan FITA RAFU ke kantor PT. Khalifa Firdaus Aulia dan diserahkan kepada terdakwa Sefriadi Safroni Sinlaeloe alias Adi, selanjutnya 3 (tiga) hari kemudian saksi Johan Pandie II alias Jon menerima pembayaran uang sirih pinang dari terdakwa sebesar Rp.

5.000.000,- (lima juta rupiah), lalu uang tersebut oleh saksi Johan Pandie II alias Jon diserahkan kepada saksi Yoseph Manek alias Ose sebesar Rp.

2.100.000,- (dua juta seratus ribu rupiah) dan uang tersebut selanjutnya diserahkan kepada para orang tua dengan rincian uang sirih pinang kepada saksi Mikhael Berek Tai selaku orang tua DOLFINA ABUK sebesar Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah) dan uang sirih pinang kepada orang tua FITA RAFU sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah);

5) Bahwa berdasarkan keterangan saksi Mikhael Berek Tai alias Berek, saksi Maria Regolinda Biin alias Linda, saksi Yoseph Manek alias Ose dan saksi Johan Pandie II alias Jon bahwa sisa uang sebesar Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) digunakan oleh saksi Yoseph Manek untuk biaya transport

dari Kupang menuju ke Kotafoun-Ponu, Kecamatan Biboki Anleu – Ponu, Kabupaten Timor Tengah Utara;

6) Bahwa ketika DOLFINA ABUK direkrut oleh saksi Johan Pandie II alias Jon dan saksi Yoseph Manek alias Ose, saksi Johan Pandie II alias Jon juga menyampaikan kepada calon tenaga kerja dan kepada masing-masing para orang tua tenaga kerja bahwa DOLFINA ABUK dan FITA RAFU dijinkan bekerja di luar negeri maka akan mendapat gaji yang besar dan DOLFINA ABUK dan FITA RAFU harus dibawa terlebih dahulu oleh saksi Johan Pandie II alias Jon ke Kupang guna menjalani tes kesehatan;

7) Bahwa berdasarkan keterangan saksi Maria Regolinda Biin alias Linda, saksi Johan Pandie II alias Jon dan saksi Yoseph Manek alias Ose, bahwa saksi Yoseph Manek alias Ose tetap menunggu dirumah saksi Johan Pandie II alias Jon selama 3 (tiga) hari untuk menerima pembayaran uang sirih pinang sebesar Rp.2.100.000,- (dua jutaseratus ribu rupiah) dan saksi Yoseph Manek dijanjikan oleh saksi Johan Pandie II alias Jon akan diberi bonus atau fee apabila DILFINA ABUK dan FITA RAFU sudah di berangkat dan tiba di Malaysia;

8) Bahwa bonus atau fee yang dijanjikan oleh saksi Johan Pandie alias Jon kepada saksi Yoseph Manek alias Ose sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) dan uang tersebut akan diberikan apabila DOLFINA ABUK dan FITA RAFU sudah diberangkatkan ke Malaysia oleh terdakwa;

9) Bahwa berdasarkan keterangan saksi Mikhael Berek Tai alias Berek, saksi Maria Regolinda Biin alias Linda, maupun keterangan terdakwa, bahwa

terdakwa membuat dan menandatangani surat penyerahan jenasah DOLFINA ABUK kepada saksi Mikhael Berek Tai alias Berek selaku orang tua dari Dolfina Abuk, sebagaimana barang bukti berupa surat berita acara penyerahan tertanggal 10 April 2016 yang dibenarkan oleh terdakwa di persidangan;

10) Bahwa pembuatan paspor atas nama DOLFINA ABUK dibantu oleh saksi HERRY SINLAELOE selaku Kepala Cabang PT. KHALIFAH FIERDAUS AULIA dengan cara membuat surat Nomor : 084/KFANTT/RPP/XII/2013 tanggal 03 Desember 2013 perihal Permohonan Rekomendasi Paspor dan Penerbitan ID bagi CTKI yang ditujukan kepada Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Kupang, kemudian surat ijin keluarga dibuatkan isinya secara palsu karena isi dari surat Ijin keluarga tersebut;

11) Bahwa surat Ijin Keluarga tersebut dibubuhi tanda tangan MICHAEL BEREK TAI namun tanda tangan tersebut bukan tanda tangannya dan alamat DOLFINA ABUK tersebut bukan alamat yang sebenarnya, karena alamat yang benar sesuai dengan Surat Keterangan Domisili Nomor : Pem.140/78/DK/IV/2016 tanggal 22 April 2016 yang ditanda tangani oleh Sekdes atas nama Kepala Desa Kotafoun pada pokoknya menerangkan bahwa DOLFINA ABUK adalah warga Desa Kotafoun RT 03 RW 01 Kecamatan Biboki Anleu Kabupaten Timor Tengah Utara;

12) Bahwa setelah DOLFINA ABUK berada di Malaysia, terdakwa tidak mengikuti perkembangannya, namun ketika DOLFINA ABUK meninggal

Dunia dan Jenazahnya dikirim ke Indonesia maka terdakwa langsung bertanggungjawab untuk penyerahan Jenazah kepada keluarga dan menurut pengakuan terdakwa, ia hanya membatu temannya yang bernama JON LEMA atau JON TIO;

13) Bahwa terdakwa tidak dapat membuktikan bantahannya bahwa terdakwa tidak tahu mengenai keberangkan Dolfina Abuk ke Malaysia;

14) Bahwa terdakwa tidak dapat membuktikan bantahannya bahwa terdakwa tidak tahu mengenai keberangkan Dolfina Abuk ke Malaysia;

15) Bahwa DOLFINA ABUK ketika direkrut, dikirim dan ditempatkan di luar Negeri sebagai calon TKI/TKI;

16) Bahwa berdasarkan keterangan saksi Maria Margaretha alias Maya yang dihubungkan dengan keterangan saksi Josefa Conteral alias Sefa, ternyata diperoleh petunjuk bahwa sehubungan dengan perkara yang dihadapi terdakwa atas meninggalnya tenaga kerja Indonesia atas nama Dolfina Abuk, maka yang harus bertanggung jawab adalah kepala cabang, sedangkan saksi Maria Margareta alias Maya pernah melakukan pengecekan dokumen permohonan Rekomdasi Paspor dan penerbitan ID bagi CTKI pada tahun 2013 atas nama Dolfina Abuk di dinas tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten Kupang dan setelah di cek ternyata ada dan yang diajukan saat itu adalah saksi Herry O.Sinlaeloe selaku Kepala Cabang PT. Khalifah Fierdaus Aulia;

17) Bahwa dokumen yang diajukan dalam permohonan tersebut telah memenuhi syarat dan tidak cacat sesuai ketentuan dan saksi Maria

Margareta alias Maya sendiri yang melakukan pengecekan terhadap dokumen tersebut, dan semuanya sesuai permohonan rekomendasi yang diajukan PJTKI atas nama PT. KHALIFAH FIRDAUS AULIA, ada 4 (empat) orang CTKI yakni atas nama MARLEN BESI, SERLY BENU, YUSTINA SERAN dan DOLFINA ABUK, bahkan saksi Maria Margareta alias Maya yang mewawancara CTKI atas nama DOLFINA ABUK dan saat itu saksi sarankan agar ketika bekerja di Malaysia selalu rajin jujur;

18) Bahwa yang melakukan penjemputan jenasah Dolfina Abuk di Bandara Kupang adalah terdakwa bersama-sama dengan saksi Herry Sinlaeloe, Goris Usboko, Jon Lema, Andi Kila dan keluarga korban bernama Petrus Nesi;

19) Bahwa terdakwa menjemput dan mengantarkan jenazah Dolfina Abuk ke Kotafoun karena diminta banntuan oleh Jon Lema yang selaku pengirim Dolfina Abuk sebelumnya ke Malaysia;

20) Bahwa berdasarkan keterangan saksi Herry Octovianus Sinlaeloe alias Herry, saksi Maria Margareta alias Maya, saksi Josefa Cortereal alias Sefa, yang dibenarkan oleh terdakwa sebagaimana keterangannya bahwa terdakwa tidak terdaftar sebagai petugas lapangan di sebuah perusahaan penempatan tenaga kerja;

21) Bahwa berdasarkan keterangan saksi Maria Margareta alias Maya dan saksi Apeles Moy alias Boi Moy, ternyata diketahui saksi Herry Sinlaeloe alias Herry sebelumnya pernah datang di kantor Tenaga Kerja dan

Trasmigrasi Kabupaten Kupang dan dikenal sebagai Kepala Cabang dari PT. KHALIFAH FIRDAUS AULIA;

22) Bahwa pada hari dan tanggal yang sudah tidak diingat lagi dalam bulan Desember 2013, bertempat di Kantor PT. Khalifah Firdaus Aulia yang beralamat di Kelurahan Oetete, Rt. 06, Rw. 02 Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, yang melakukan bersama-sama dengan saksi Johan Pandie II alias Jon, saksi Yoseph Manek alias Ose dan saksi Herry O.Sinlaeloe menempatkan warga Negara Indonesia untuk bekerja di luar negeri;

5. Pertimbangan Hakim

Menimbang, bahwa Terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan dakwaan alternatif yakni Kesatu : perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 4 Jo. Pasal 10 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, ATAU, Kedua : perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 102 ayat (1) huruf a Jo. Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2004 Tentang Penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Menimbang, bahwa karena dakwaan disusun secara alternatif (alternative accustation, atau alternative tenlastelegging) oleh Penuntut Umum yang menurut

doktrin dan yurisprudensi dalam praktek Hukum Acara Pidana, maka Majelis Hakim diberikan kebebasan untuk membuktikan pasal mana yang sekira memenuhi perbuatan kongkrit dari Terdakwa, didalam fakta-fakta yang terungkap di persidangan bahwa perbuatan Terdakwa mempunyai kecendrungan terhadap

dakwaan alternatif kedua Penuntut Umum sebagaimana diatur dalam pasal 102 ayat (1) huruf a Jo. Pasal 4 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2004 Tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Jo Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHPidana, yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :

1) Setiap orang;

2) Menempatkan warga negara Indonesia untuk bekerja di luar negeri sebagimana dimaksud dalam pasal 4;

3) Orang yang melakukan, yang menyuruh melakukan atau yang turut melakukan perbuatan itu.

Ad. 1. Tentang unsur setiap orang

Menimbang, bahwa mengenai eleman orang atau perseorangan atau setiap orang berdasarkan Bab I ketentuan umum Pasal 1 poin 15 (lima belas) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, disebutkan ”orang” adalah pihak orang perseorangan atau badan hukum, sedangkan pengertian setiap orang menurut hukum pidana ialah setiap orang atau siapa saja sebagai subyek hukum sebagai subjek hukum pendukung hak dan kewajiban yang sehat akal pikirannya yang diduga melakukan suatu tindak pidana dan dapat dimintakan pertanggungjawaban hukum atas perbuatannya (naturalijk person).

Menimbang, bahwa pada setiap subjek hukum melekat erat kemampuan bertanggung jawab atas hal-hal atau keadaan yang mengakibatkan orang yang telah melakukan sesuatu perbuatan yang secara tegas dilarang dan diancam

dengan hukuman oleh Undang-Undang dapat dihukum, sehingga seseorang sebagai subyek hukum untuk dapat dihukum harus memiliki kemampuan bertanggung jawab.

Menimbang, bahwa mengenai unsur “setiap orang“ Majelis Hakim berpendapat hanya akan mempertimbangkan sebatas pada benar yang diajukan di depan persidangan adalah Terdakwa yang identitasnya sesuai dengan identitas Terdakwa yang tercantum dalam surat dakwaan sehingga tidak terjadi kesalahan orang (error in persona), sedangkan mengenai dapat atau tidaknya Terdakwa diminta pertanggungjawaban atas perbuatan yang dilakukannya baru dapat dijatuhkan setelah perbuatannya terbukti secara sah dan meyakinkan berdasarkan setidak-tidaknya 2 (dua) alat bukti yang sah ditambah dengan keyakinan hakim tanpa adanya alasan pembenar atau pemaaf dalam diri Terdakwa dalam melakukan perbuatannya tersebut, sehingga tentang pertanggungjawaban ini akan dipertimbangkan setelah terbuktinya perbuatan tindak pidana yang dilakukan Terdakwa.

Menimbang, bahwa dalam perkara ini oleh Penuntut Umum telah dihadapkan Terdakwa yang mengaku bernama SEFRIADI SAFRONI SINLAELOE alias ADI, yang selama persidangan sesuai dengan keterangan saksi-saksi antara lain saksi Mikhael Berek Tai alias berek, saksi Maria Regolinda Biin alias Linda, saksi

Menimbang, bahwa dalam perkara ini oleh Penuntut Umum telah dihadapkan Terdakwa yang mengaku bernama SEFRIADI SAFRONI SINLAELOE alias ADI, yang selama persidangan sesuai dengan keterangan saksi-saksi antara lain saksi Mikhael Berek Tai alias berek, saksi Maria Regolinda Biin alias Linda, saksi