• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DATA

A. Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) teller pada pelayanan

di BMT Taruna Sejahtera Kantor Cabang Suruh.

Dalam menjalankan tata cara sesuai dengan prosedur yang dijalankan khususnya pada BMT Taruna Sejahtera Kantor Cabang Suruh, dibutuhkan standar kerja yang efisien dan sesuai dengan prosedur. Kunci keberhasilan dalam menghasilkan pelayanan yang unggul adalah penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Siti Nurhayati selaku teller BMT Taruna Sejahtera Suruh pada hari Selasa, 17 Juli 2017 menjelaskan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) teller sebagai berikut :

1). Standar Operasional Prosedur (SOP) teller pada pelayanan transaksi pembukaan tabungan.

2). Standar Operasional Prosedur (SOP) teller pada pelayanan transaksi penyetoran tunai.

3). Standar Operasional Prosedur (SOP) teller pada pelayanan transaksi pembayaran angsuran.

4). Standar Operasional Prosedur (SOP) teller pada pelayanan transaksi realisasi pembiayaan.

5). Standar Operasional Prosedur (SOP) teller pada pelayanan transaksi penerimaan kas.

59

6). Standar Operasional Prosedur (SOP) teller pada pelayanan transaksi pengeluaran kas.

7). Standar Operasional Prosedur (SOP) teller pada pelayanan transaksi pembukaan rekening.

8). Standar Operasional Prosedur (SOP) teller pada transaksi penutupan rekening.

Berikut adalah penjelasan sebagai berikut :

1. Standar Operasional Prosedur (SOP) teller pada pelayanan pembukaan tabungan dilaksanakan sebagai berikut :

a. Nasabah datang ke kantor BMT Taruna Sejahtera Kantor Cabang Suruh b. Nasabah mengajukan permohonan tertulis.

c. Nasabah melampirkan bukti identitas diri berupa KTP.

d. Setelah terdaftar menjadi anggota tabungan, setoran awal yang dilakukan minimal Rp.10.000, dan setoran selanjutnya Rp.5.000. 2. Standar Operasional Prosedur (SOP) teller pada pelayanan

penyetoran tunai sebagai berikut :

a. Nasabah datang ke BMT membawa buku tabungan / simpanan . b. Menyerahkan buku tabungan kepada teller untuk di cek.

c. Nasabah mengisi slip setoran dengan nominal yang akan ditabung. d. Nasabah menyerahkan kepada teller untuk dicocokkan jumlah

nominalnya.

e. Teller memvalidasi dan mencocokkan jumlah saldo data tabungan

60

60

f. Teller mencetak setoran pada buku tabungan dan memberikan stampel.

3. Standar Operasional Prosedur (SOP) teller pada pembayaran angsuran sebagai berikut :

a. Pembayaran angsuran tidak harus dengan nama pemilik rekening. b. Nasabah yang datang harus pada jam kerja yaitu pada pukul

08.30-16.00.

c. Nasabah menyerahkan bukti angsuran. d. Teller mengecek bukti angsuran tersebut.

e. Teller memvalidasi bukti tersebut dan memberi stampel.

4. Standar Operasional Prosedur (SOP) teller pada pelayanan realisasi pembiayaan sebagai berikut :

a. Mengisi formulir aplikasi permohonan pembiayaan yang akan diajukan.

b. Melampirkan foto copy KTP suami istri dan foto copy Kartu Keluarga (KK).

c. Melampirkan foto copy rekening listrik atau rekening telepon yaitu pada bulan terakhir.

d. Melampirkan jaminan berupa BPKB sepeda motor minimal tahun 2008.

5. Standar Operasional Prosedur (SOP) teller pada pelayanan penerimaan kas sebagai berikut :

61

a. Nasabah datang ke BMT Taruna Sejahtera Kantor Cabang Suruh untuk menyetorkan sejumlah uang sesuai tarif pelayanan yang wajib dibayarkan oleh nasabah.

b. Teller menerima uang pembayaran nasabah dan kemudian menyerahkan bukti pembayaran pada nasabah.

c. Hasil yang telah direkap teller pada buku kas umum dilaporkan kepada pihak pusat setiap akhir pecan.

d. Memvalidasi antara kas tunai dengan buku kas dan bukti transaksi.

e. Apabila jumlah kas tunai, bukti transaksi dan buku kas sudah valid, maka dilakukan penutupan buku dengan membubuhkan tanda tangan teller.

6. Standar Operasional Prosedur (SOP) teller pada pelayanan pengeluaran kas sebagai berikut :

a. Nasabah mengisi formulir permintaan pengeluaran dana kas dan menyerahkan kepada teller.

b. Nasabah menerima uang tunai dan surat permintaan pengeluaran dari pihak pemegang dana kas.

c. Mengisi formulir bukti pengeluaran kas, bukti pendukung dan surat permintaan pengeluaran dana kas.

d. Menerima surat permintaan pengeluaran dana kas yang telah dicap lunas.

62

62

7. Standar Operasional Prosedur (SOP) teller pada pelayanan pembukaan rekening

a. Nasabah membawa persyaratan yang diajukan seperti membawa bukti identitas diri berupa KTP atau bukti identitas yang lain.

b. Menyerahkan persyaratan tersebut kepada teller untuk di cek. c. Teller mendaftarkan sebagai nasabah baru.

d. Setoran awal yang dilakukan sesuai dengan ketentuan BMT Taruna Sejahtera yaitu Rp.10.000, dan setoran seterusnya Rp.5000

e. Teller membubuhkan tanda tangan sesuai dengan kartu

identitas.

8. Standar Operasional Prosedur (SOP) teller pada pelayanan penutupan rekening

a. Nasabah membawa persyaratan yang diajukan seperti membawa buku tabungan, membawa Tabungan, membawa bukti identitas diri berupa KTP.

b. Menyerahkan kepada teller persyaratan tersebut

c. Teller akan memproses penutupan rekening dan dicairkan

sehingga nasabah dapat mengambil secara langsung. d. Teller akan memotong buku tabungan pada bagian scan

63

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Frendi Adetiya selaku manajer BMT Taruna Sejahtera Suruh pada hari Selasa, 17 Juli 2017, mengungkapkan :

“Tidak terlaksananya Standar Operasional Prosedur (SOP) terdapat pada hal pertama yaitu tidak patuhnya sebagian nasabah yang tidak melampirkan bukti identitas diri berupa KTP sehingga membuat teller kesulitan dalam melakukan transaksi. Yang kedua yaitu teller tersebut belum dapat menerapkan pelayanan dengan optimal karena teller belum dapat memahami peran serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Sobirin dan Ibu Visca Choirunnisa selaku anggota/ nasabah pada tanggal 17 Juli 2017 mengungkapkan :

„‟Meskipun BMT memberikan kemudahan bagi masyarakat perekonomian kecil, namun disisi lain dapat mengakibatkan resiko yang cukup besar terhadap pelayanan BMT Taruna Sejahtera Suruh terkait dengan saldo pemilik nasabah. Karena prosedur seperti ini dapat memberikan peluang kepada nasabah dan karyawan untuk melakukan penyelewengan

dana milik nasabah‟‟.

Meskipun kasus penyelewengan belum pernah terjadi pada BMT Taruna Sejahtera Kantor Cabang Suruh, namun permasalahan yang sering dihadapi yaitu pada saat penutupan kas, penyebab tidak ada kecocokan keuangan dilaci kasir dan tercatat di komputer karena sering mengalami

64

64

kelebihan dan kekurangan setoran. Kesalahan ini sering terjadi pada pelayanan karena teller yang salah menginput proses transaksi di komputer.

Dokumen terkait