• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil estimasi parameter persamaan penerimaan devisa dari Amerika serikat memberikan nilai koefisien diterminasi (R2) antara 0.68 sampai dengan 1.00. Ini menunjukkan bahwa fluktuasi pada variabel endogennya cukup banyak dipengaruhi oleh variabel-variable penjelasnya. Sementara secara bersama-sama variabel penjelasnya mempengaruhi variabel endogen pada taraf nyata () 0.01 dengan nilai statistik F-nya berkisar antara 21.56 sampai dengan 19 816.1.

Hasil estimasi parameter persamaan jumlah kunjungan wisman asal Amerika Serikat ke Indonesia memberikan nilai koefisien diterminasi (R2) sebesar 0.90. Hal ini mengindikasikan bahwa fluktuasi jumlah kunjungan wisman Amerika Serikat ke Indonesia 90 persennya dipengaruhi oleh variabel GDP, harga pariwisata Indonesia, harga pariwisata negara pesaing Singapura, Malaysia, dan Thailand, dummy variabel tentang krisis ekonomi di Indonesia, dan travel warning setelah bom Bali 1 dan 2.

Secara bersama-sama variabel penjelas ini juga mempengaruhi variabel endogennya pada taraf nyata () 0.01 dengan nilai statistik F-nya sebesar 21.56. Namun secara individu variabel harga pariwisata di Indonesia tidak berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisman asal Amerika Serikat. Sementara itu variabel

Tabel 15. Hasil Estimasi Parameter Persamaan Wisatawan Mancanegara Asal Amerika Serikat, Tahun 1984-2008

Variabel Estimasi

Parameter Prob T Signifikansi TA_USA Kunjungan Wisman Amerika Serikat

Intercept -48591.2 0.4242

GDP Amerika Serikat (Y_USA) 6.576823 0.1491 C

Harga Pariwisata Indonesia

(PI_USA) -319.192 0.2067

Harga Pariwisata Singapura

(PS_USA) 3215.388 0.0021

A Harga Pariwisata Malaysia

(PM_USA) 931.7581 0.2503

Harga Pariwisata Thailand

(PT_USA) -2462.56 0.0100

A

Dummy (D1) -33478.1 0.0465 A

Dummy (D2) -27963.6 0.0452 A

R2=0.90; F-Hit=21.56; DW=2.34 C_USA Konsumsi Amerika Serikat

Intercept -485.601 <.0001 A

GDP Amerika Serikat (Y_USA) 0.488781 <.0001 A

Lag C_USA [C_USA(-1)] 0.365742 <.0001 A

R2=1.0; F-Hit=19816.1; DW=0.99; DW-h=1.90 (0.0286) I_USA Investasi Amerika Serikat

Intercept 48.98749 0.8509

GDP Amerika Serikat (Y_USA) 0.074407 0.2735

Suku Bunga Amerika Serikat

(R_USA) -4.69639 0.8213

Lag I_USA [I_USA(-1)] 0.618938 0.0513 B

Dummy (D3) -358.049 0.0014 A

R2=0.93; F-Hit=65.4; DW=1.61; DW-h=0.68 (0.2517) G_USA Pengeluaran Pemerintah Amerika

Serikat

Intercept -21.2898 0.4916

GDP Amerika Serikat (Y_USA) 0.015149 0.1242 C

Lag G_USA [G_USA(-1)] 0.944844 <.0001 A

Dummy (D3) 471.1831 <.0001 A R2=1.0; F-Hit=1728.5; DW=0.62; DW-h=3.11 (0.0009)

X_USA Ekspor Amerika Serikat

Intercept -562.215 0.0004 A

GDP Amerika Serikat (Y_USA) 0.029139 0.0733 B

Exchange Rate Amerika Serikat (ER_USA)

420.0879 0.0006 A

LagX_USA [X_USA(-1)] 0.737685 <.0001 A

R2=0.98; F-Hit=430.19; DW=1.52; DW-h=1.16 (0.1233) M_USA Impor Amerika Serikat

Intercept -435.532 0.0078 A

GDP Amerika Serikat (Y_USA) 0.094092 0.0057 A

Lag M_USA[M_USA(-1)] 0.659567 <.0001 A

harga pariwisata negara Singapura, Thailand, variabel dummy keamanan, dan travel warning setelah peristiwa bom Bali 1 dan 2 mempengaruhi jumlah kunjungan wisman Amerika Serikat pada taraf nyata () 0.05. Sedangkan variabel GDP mempengaruhi variabel endogennya pada taraf nyata () 0.15.

Hasil estimasi parameter GDP menunjukkan bahwa peningkatan GDP sebesar 1 miliar US$ akan meningkatkan jumlah wisman Amerika Serikat ke Indonesia sebanyak 7 orang, dengan menjaga variabel lainnya konstan. Kenaikan harga pariwisata Singapura sebesar 1 persen juga akan meningkatkan jumlah kunjungan wisman Amerika Serikat sebanyak 3,215 orang. Sedangkan kenaikan harga pariwisata Thailand sebesar 1 persen akan menurunkan jumlah wisman Amerika Serikat ke Indonesia sebanyak 2,462. Hal ini menunjukkan bahwa pariwisata Thailand adalah komplemen pariwisata Indonesia. Variabel dummy tentang krisis ekonomi dan peristiwa travel warning keduanya memiliki dampak negatif terhadap jumlah kunjungan wisman asal Amerika Serikat.

Hasil estimasi parameter konsumsi Amerika Serikat memberikan nilai koefisien diterminasi (R2) sebesar 1.00 yang berarti bahwa konsumsi Amerika Serikat 100 persen dipengaruhi oleh GDP dan konsumsi pada tahun sebelumnya. Secara bersama-sama kedua variabel penjelas ini mempengaruhi konsumsi pada taraf nyata () 0.01 dengan nilai statistik F-nya sebesar 19,816.10. Secara individu kedua variabel ini juga cukup signifikan mempengaruhi konsumsi Amerika Serikat pada taraf nyata () 0.05. Peningkatan GDP sebesar 1 miliar rupiah akan meningkatkan konsumsi sebesar 0.49 miliar US$, ceteris paribus.

Hasil estimasi parameter persamaan investasi Amerika Serikat memberikan nilai koefisien diterminasi (R2) sebesar 0.93. Hal ini menjelaskan

bahwa fluktuasi investasi Amerika Serikat 97 persennya dipengaruhi oleh GDP, tingkat suku bunga, investasi tahun sebelumnya, dan dummy variabel saat terjadinya krisis global yang melanda Amerika Serikat. Secara bersama-sama variabel penjelas ini mempengaruhi variabel endogen pada taraf nyata () 0.01 dengan nilai statistik F-nya sebesar 65.40. Namun secara individu hanya ada dua variabel penjelas yang mempengaruhi investasi Amerika Serikat yaitu lag investasi pada taraf nyata () 0.10 dan variabel dummy krisis ekonomi di Amerika Serikat pada taraf nyata () 0.05. Saat terjadi krisis ekonomi, investasi di Amerika Serikat mengalami penurunan sebesar 358.0 miliar US$.

Hasil estimasi parameter pengeluaran pemerintah Amerika Serikat menunjukkan bahwa secara bersama-sama variasi pengeluaran pemerintah seluruhnya dipengaruhi oleh GDP, pengeluaran pemerintah tahun sebelumnya, dan dummy variabel saat terjadinya krisis ekonomi di Amerika Serikat. Hal ini ditunjukkan oleh besarnya nilai koefisien diterminasi (R2) 1.00. Secara bersama- sama variabel penjelas ini mempengharuhi pengeluaran pemerintah pada taraf nyata () 0.01 dengan nilai statistik F-nya 1,728.50. Secara individu variabel GDP mepengaruhi pengeluaran pemerintah pada taraf nyata () 0.15 dan variabel pengeluaran pemerintah tahun sebelumnya serta variabel dummy saat terjadinya krisis di negara ini pada taraf nyata () 0.05. Peningkatan GDP sebesar 1 miliar US$ akan meningkatkan pengeluaran pemerintah sebesar 0.02 miliar US$. Sementara saat terjadinya krisis pemerintah berupaya menanggulanginya dengan meningkatkan pengeluaran pemerintah sebesar 471.2 miliar US$.

Hasil estimasi parameter persamaan ekspor Amerika serikat menghasilkan nilai koefisien diterminasi (R2) sebesar 0.98. Hal ini memberikan

arti bahwa variasi ekspor Amerika Serikat 98 persennya dipengaruhi oleh GDP, exchange rate, dan ekspor pada tahun sebelumnya. Secara bersama-sama variabel penjelas ini mempengaruhi variabel endogen pada taraf nyata () 0.01 dengan nilai statistik F-nya sebesar 430.19. Secara individu variabel exchange rate dan ekspor pada tahun sebelumnya mempengaruhi variabel endogennya masing- masing pada taraf nyata () 0.05, sementara GDP pada taraf nyata () 0.10. Peningkatan GDP sebesar 1 miliar US$ akan meningkatkan ekspor Amerika Serikat sebesar 0.03 miliar US$ dengan menjaga variabel lainnya konstan.

Variasi impor Amerika Serikat 99 persennya dipengaruhi oleh GDP dan impor pada tahun sebelumnya berdasarkan hasil estimasi parameter persamaan impor Amerika Serikat yang menghasilkan nilai koefisien diterminasi (R2) sebesar 0.99. Variabel penjelas ini secara bersama-sama mempengaruhi variabel ekspor pada taraf nyata () 0.01 dengan nilai statistik F-nya sebesar 793.87. Secara individu kedua variabel penjelas ini juga mempengaruhi variabel endogen pada taraf nyata () 0.05. Peningkatan GDP sebesar 1 miliar US$ akan meningkatkan impor Amerika Serikat sebesar 0.09 miliar US$, cateris paribus.

Hasil estimasi parameter rata-rata pengeluaran wisman Amerika Serikat selama berada di Indonesia menunjukkan bahwa 83 persen variasi pengeluaran wisman ini dipengaruhi oleh variabel GDP per kapita, harga pariwisata di Indonesia, pengeluaran wisman pada tahun sebelumnya, dan variabel dummy saat terjadinya krisis global dengan nilai koefisien diterminasi (R2) sebesar 0.83.

Secara bersama-sama variabel penjelas ini mempengaruhi variabel endogen pada taraf nyata () 0.01 dengan nilai statistik F-nya 23.23. Namun secara individu hanya variabel pengeluaran tahun sebelumnya dan variabel

dummy saat terjadinya krisis yang mempengaruhi variabel endogennya masing- masing pada taraf nyata () 0.05 dan 0.10. Pada saat terjadinya krisis ekonomi dan keamanan rata-rata pengeluaran wisman Amerika Serikat saat berkunjung ke Indonesia menurun 268.37 US$. Hal ini bisa terjadi karena mereka tinggal di Indonesia lebih singkat jika dibandingkan pada masa sebelum terjadinya bom Bali dan setelah dicabutnya travel warning.

Tabel 15. Lanjutan

Variabel Estimasi

Parameter Prob T Signifikansi TE_USA Pengeluaran Wisman Amerika

Serikat

Intercept 185.6841 0.6982

GDP per Capita Amerika (YC_USA)

1.625782 0.8685

Harga Pariwisata Indonesia

(P_USA) -0.32971 0.8442

Lag TE_USA [TE_USA(-1)] 0.890355 <0.0001 A

Dummy (D2) -268.368 0.0750 B

R2=0.83; F-Hit=23.2; DW=1.80; DW-h=0.04 (0.4843) CPI_USA Indeks Harga Konsumen Amerika

Intercept 13.50194 0.0106 A

Money Supply Amerika (MS_USA) 0.070634 <0.0001 A R2=0.93; F-Hit=275.42; DW=0.78

ER_USA Exchange Rate Amerika Serikat

Intercept 1.648814 <.0001 A

GDP per Capita Amerika (YC_USA)

-0.06275 0.0013 A

IHK Amerika Serikat (CPI_USA) 0.021447 0.0001 A

R2=0.68; F-Hit=22.02; DW=0.99 R_USA Suku Bunga Amerika Serikat

Intercept 6.34719 0.0307 A

Money Supply Amerika (MS_USA) -0.00328 0.0663 B

Lag R_USA [R_USA(-1)] 0.443459 0.0244 A

R2=0.68; F-Hit=22.57; DW=0.97; DW-h=5.56 (0.0001)

Hasil estimasi parameter persamaan indeks harga konsumen Amerika Serikat menunjukkan bahwa variasi indeks ini 93 persennya dipengaruhi oleh money supply dengan nilai koefisien diterminasi (R2) sebesar 0.93. Money supply

ini mempengaruhi indeks harga konsumen pada taraf nyata () 0.05. Peningkatan money supply sebesar 1 miliar US$ akan meningkatkan indeks harga konsumen sebesar 0.07 persen, ceteris paribus.

Fluktuasi exchange rate Amerika Serikat 68 persennya dipengaruhi oleh GDP per kapita dan indeks harga konsumen. Hal ini terlihat dari nilai koefisien diterminasi (R2) sebesar 0.68 yang merupakan hasil estimasi parameter persamaan exchange rate. Secara bersama-sama kedua variabel penjelas ini mempengaruhi variabel endogen pada taraf nyata () 0.01 dengan nilai statistik F-nya sebesar 22.02. Demikian pula secara individu kedua variabel penjelas ini mempengaruhi exchange rate pada taraf nyata () 0.05.

Hasil estimasi parameter persamaan suku bunga menunjukkan bahwa fluktuasi suku bunga 68 persennya dipengaruhi oleh money supply dan suku bunga tahun sebelumnya yang bisa dilihat dari besarnya nilai koefisien diterminasi (R2) yaitu 0.68. Secara bersama-sama variabel penjelas ini mempengaruhi suku bunga pada taraf nyata () 0.05. Secara individu lag suku bunga tahun sebelumnya mempengaruhi suku bunga pada taraf nyata 5 persen, sementara money supply pada taraf nyata 10 persen. Meningkatnya money supply sebesar 10 miliar US$ akan menurunkan suku bunga sebesar 0.03 persen.