Penyusunan model persamaan penerimaan devisa dari Singapura menghasilkan nilai koefisien diterminasi (R2) antara 0.67 sampai dengan 1.00 berdasarkan pendugaan parameter dari 10 persamaan struktural. Ini menunjukkan bahwa fluktuasi variabel endogennya dipengaruhi oleh variabel-variabel penjelasnya bervariasi antara 67 persen sampai dengan 99 persen. Secara bersama-sama variabel penjelasnya ini mempengaruhi variabel endogen pada taraf nyata () antara 0.01 sampai 0.15 yang ditunjukkan dengan besarnya nilai statistik F yang berkisar antara 10.97 sampai dengan 1 282.15.
Analisis hasil estimasi parameter persamaan simultan penerimaan devisa dari Singapura juga dilihat pengaruh variabel-variabel penjelasnya terhadap veriabel endogen pada taraf nyata () antara 0.05 sampai 0.20.
Hasil estimasi parameter persamaan jumlah kunjungan wisman dari Singapura ke Indonesia menunjukkan bahwa variasi jumlah kunjungan wisman asal Singapura 98 persennya dipengaruhi oleh variabel penjelas GDP, harga pariwisata Indonesia, harga pariwisata negara pesaing Malaysia dan Thailand, lag wisman asal Singapura pada tahun sebelumnya dan variabel dummy terjadinya bom Bali 2. Secara bersama-sama variabel penjelas ini mempengaruhi variabel endogennya pada taraf nyata () 0.01 dengan nilai statistik F-nya sebesar 142.97. Namun secara individu harga pariwisata negara pesaing tidak mempengaruhi jumlah kunjungan wisman asal Singapura pada taraf nyata () antara 0.01 sampai 0.20. Sementara variabel GDP dan lag jumlah kunjungan wisman asal Singapura
mempengaruhi variabel endogennya masing-masing pada taraf nyata () 0.05. Sementara itu variabel harga pariwisata Indonesia dan variabel dummy bom Bali 2 mempengaruhi jumlah kunjungan wisman asal Singapura ke Indonesia pada taraf nyata () 0.10.
Tabel 11. Hasil Estimasi Parameter Persamaan Wisatawan Mancanegara Asal Singapura, Tahun 1984-2008
Variabel Estimasi
Parameter
Prob T Signifi- kansi TA_SIN Kunjungan Wisman Singapura
Intercept 74780.37 0.9484
GDP Singapura (Y_SIN) 4386.317 0.0305 A
Harga Pariwisata Indonesia (PI_SIN) -4108.95 0.0507 B Harga Pariwisata Malaysia (PM_SIN) 5135.085 0.3105
Harga Pariwisata Thailand (PT_SIN) -898.775 0.8959
Lag TA_SIN [TA_SIN(-1)] 0.674497 0.0204 A
Dummy (D1) -156072 0.0766 B
R2=0.98; F-Hit=142.97; DW=2.21; DW-h=-1.40 (0.0813) C_SIN Konsumsi Singapura
Intercept 2.034666 0.0144 A
GDPSingapura (Y_SIN) 0.231037 <.0001 A
Lag C_SIN [C_SIN(-1)] 0.424973 0.0014 A
R2=.99; F-Hit=1282.15; DW=1.12; DW-h=2.50 (0.0063) I_SIN Investasi Singapura
Intercept 1.491935 0.5548
GDP Singapura (Y_SIN) 0.115285 0.0023 A
Lag I_SIN [I_SIN(-1)] 0.569744 0.0024 A
R2=0.82; F-Hit=46.69; DW=1.55; DW-h=1.18 (0.1188) G_SIN Pengeluaran Pemerintah Singapura
Intercept -0.10579 0.6323
GDPSingapura (Y_SIN) 0.029982 0.0058 A
Lag G_SIN [G_SIN(-1)] 0.785217 <.0001 A
R2=0.99; F-Hit=937.90; DW=1.78; DW-h=0.26 (0.3968) X_SIN Ekspor Singapura
Intercept -164.005 0.0013 A
GDP Singapura (Y_SIN) 2.191441 <.0001 A
Exchange Rate Singapura (ER_SIN) 65.90293 0.0050 A
Dummy (D2) 143.1729 <.0001 A
R2=0.98; F-Hit=296.08; DW=0.41 M_SIN Impor Singapura
Intercept -7.83409 0.2560
GDPSingapura (Y_SIN) 0.640076 0.0470 A
Lag M_SIN[M_SIN(-1)] 0.661196 0.0050 A
Dummy (D2) 146.0226 <.0001 A
Estimasi parameter pada variabel GDP menunjukkan bahwa peningkatan 1 miliar US$ GDP Singapura akan meningkatkan jumlah kunjungan wisman asal Singapura ke Indonesia sebanyak 4,386 orang, ceteris paribus. Demikian juga halnya jika harga pariwisata Malaysia naik 1 persen akan meningkatkan jumlah kunjungan wisman asal Singapura sebanyak 5,135 orang. Namun demikian peningkatan harga pariwisata Indonesia sebesar 1 persen akan menurunkan jumlah kunjungan wisman asal Singapura sebanyak 4,108 orang. Demikian juga halnya saat terjadi bom Bali 2 akan menurunkan jumlah kunjungan wisman Singapura sebanyak 156,072 orang.
Fluktuasi konsumsi Singapura 99 persennya dipengaruhi oleh GDP dan konsumsi pada tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari hasil estimasi parameter persamaan konsumsi Singapura yang menghasilkan nilai koefisien diterminasi (R2) sebesar 0.99. Secara bersama-sama kedua variabel penjelas, GDP dan lag konsumsi pada tahun sebelumnya, mempengaruhi variabel endogennya, konsumsi, pada taraf nyata () 0.01 dengan nilai statistik F-nya sebesar 1,282.15. Demikian juga halnya secara individu kedua variabel penjelas ini mempengaruhi variabel endogennya pada taraf nyata () 0.05. Peningkatan GDP sebesar 1 miliar US$ akan meningkatkan konsumsi sebesar 0.23 miliar US$, dengan menjaga variabel lainnya konstan.
Hasil estimasi parameter persamaan investasi negara Singapura menunjukkan bahwa 82 persen fluktuasi investasi dipengaruhi oleh variabel penjelas GDP dan lag investasi pada tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari nilai koefisien diterminasinya (R2) sebesar 0.82. Secara bersama-sama variabel penjelas mempengaruhi variabel endogen, investasi, pada taraf nyata () 0.01
dengan nilai statistik F-nya sebesar 46.69. Secara individu kedua variabel penjelas ini juga mempengaruhi variabel endogennya pada taraf nyata () 0.05. Interpretasi hasil pendugaan parameter GDP menunjukkan bahwa peningkatan GDP sebesar 1 miliar US$ akan meningkatkan nilai investasi Singapura sebesar 0.12 miliar US$. Ternyata tingkat suku bunga di Singapura tidak memberikan hasil dugaan parameter yang signifikan jika dihubungkan dengan investasi. Oleh karena itu tingkat suku bunga tidak muncul dalam persamaan investasi ini.
Peningkatan GDP Singapura sebesar 1 miliar US$ akan meningkatkan pengeluaran pemerintah sebesar 0.03 miliar US$. Hal ini terlihat dari besarnya
estimasi parameter GDP dalam persamaan pengeluaran pemerintah yang mempengaruhi variabel endogennya pada taraf nyata () 0.05. Demikian juga halnya variabel penjelas lag pengeluaran pemerintah tahun sebelumnya juga mempengaruhi investasi pada taraf nyata () 0.05. Secara bersama-sama kedua variabel penjelas ini mempengaruhi nilai pengeluaran pemerintah pada taraf nyata () 0.01, terlihat dari hasil nilai statistik F-nya sebesar 937.90. Fluktuasi investasi berdasarkan hasil pendugaan parameter persamaan Pengeluaran pemerintah ini menunjukkan bahwa 99 persennya dipengaruhi oleh variabel-variabel penjelasnya. Hal ini terlihat dari nilai koefisien diterminasinya (R2) sebesar 0.99.
Hasil estimasi parameter persamaan ekspor Singapura menunjukkan bahwa 98 persennya variasi variabel endogen ini dipengaruhi oleh variabel penjelas GDP, exchange rate, dan variabel dummy krisis global. Hal ini terlihat dari besarnya nilai koefisien diterminasi (R2) sebesar 0.98. Secara bersama-sama variabel penjelas ini mempengaruhi ekspor Singapura pada taraf nyata () 0.01 dengan nilai statistik F-nya sebesar 296.08. Demikian juga secara individu, semua
variabel penjelas mempengaruhi variabel endogennya pada taraf nyata () 0.05. Peningkatan GDP sebesar 1 miliar US$ akan meningkatkan nilai ekspor Singapura sebesar 2.19 miliar US$, cateris paribus.
Variasi impor Singapura 98 persennya dipengaruhi oleh variabel penjelas GDP, lag impor pada tahun sebelumnya, dan variabel dummy krisis global yang melanda dunia. Hal ini terlihat dari nilai koefisien diterminasi (R2), yaitu sebesar 0.98. Secara bersama-sama variabel-variabel penjelas ini mempengaruhi impor Singapura pada taraf nyata () 0.01 dengan nilai statistik F- nya sebesar 334.15. Demikian juga secara individu varaibel penjelas mempengaruhi variabel endogennya pada taraf nyata () 0.05. Peningkatan GDP sebesar 1 miliar US$ akan meningkatkan impor Singapura sebesar 0.64 miliar US$ dengan menjaga variabel penjelas lainnya konstan.
Hasil estimasi parameter rata-rata pengeluaran wisman Singapura selama berada di Indonesia menghasilkan nilai koefisien diterminasi (R2) sebesar 0.70. Ini menunjukkan bahwa 70 persen fluktuasi rata-rata pengeluaran wisman Singapura dipengaruhi oleh variabel penjelas GDP, rata-rata pengeluaran wisman pada tahun sebelumnya, dan varaibel dummy krisis ekonomi di mana Singapura termasuk salah satu negara yang bisa mengatasi krisis ini lebih cepat dibanding dengan Indonesia. Secara bersama-sama variabel-variabel penjelas mempengaruhi variabel endogennya pada taraf nyata () 0.05 dengan nilai statsitik F-nya sebesar 10.97. Namun secara individu variable GDP per kapita tidak mempengaruhi rata- rata pengeluaran wisman Singapura. Sedangkan lag pengeluaran wisman Singapura dan variabel dummynya mempengaruhi variabel endogennya masing- masing pada taraf nyata () 0.10 dan 0.05. Saat terjadinya krisis ekonomi global
volume perdagangan Singapura meningkat dan rata-rata pengeluaran wisman Singapura di Indonesia meningkat sebesar US$255.
Tabel 11. Lanjutan
Variabel Estimasi
Parameter Prob T Signifikansi TE_SIN Pengeluaran Wisman Singapura
Intercept 392.4448 0.0005 A
GDP per Capita Singapura (YC_SIN)
0.044528 0.9310
Lag TE_SIN [TE_SIN(-1)] 0.274675 0.0509 B
Dummy (D4) 290.0793 <0.0001 A
Dummy (D5) 255.3863 0.0145 A
R2=0.70; F-Hit=10.97; DW=2.27; DW-h=-0.93 (0.1764) CPI_SIN Indeks Harga Konsumen
Singapura
Intercept 79.33765 <0.0001 A
Suku Bunga Singapura (R_SIN) -0.19591 0.8383
Money Supply Singapura
(MS_SIN) 0.87159 <0.0001
A
Dummy (D5) -12.4799 0.0418 A
R2=0.86; F-Hit=39.91; DW=0.55 ER_SIN Exchange Rate Singapura
Intercept 1.635723 0.0378 A
GDP per Capita Singapura (YC_SIN)
-0.03654 0.0204 A
IHK Singapura (CPI_SIN) 0.008878 0.4215
R2=0.67; F-Hit=21.64; DW=0.13 R_SIN Suku Bunga Singapura
Intercept 5.507559 0.0171 A
Money Supply Singapura
(MS_SIN) -0.06074 0.0236
A
Exchange Rate Singapura
(ER_SIN) -2.00581 0.0592
B
Lag R_SIN [R_SIN(-1)] 0.556523 0.0010 A
R2=0.77; F-Hit=22.08; DW=1.89; DW-h=0.26 (0.3983)
Fluktuasi indeks harga konsumen Singapura 86 persennya dipengaruhi oleh variabel penjelas suku bunga, money supply, dan variabel dummy krisis global. Hal ini terlihat dari hasil estimasi parameter persamaan CPI Singapura dengan nilai koefisien diterminasi (R2) sebesar 0.86. Variabel-variabel penjelas ini secara bersama-sama mempengaruhi variabel endogennya pada taraf nyata () 0.01 dengan nilai statistik F-nya sebesar 39.91. Namun secara individu variabel
suku bunga tidak signifikan mempengaruhi indeks harga konsumen. Sedangkan variabel money supply dan variabel dummy krisis global secara individu mempengaruhi indeks harga konsumen pada taraf nyata () 0.05. Paningkatan money supply sebesar 1 miliar US$ akan meningkatkan indeks harga konsumen sebesar 0.87 persen, dengan menjaga variabel lainnya konstan.
Hasil estimasi parameter persamaan nilai tukar dolar Singapura menunjukkan bahwa 67 persen fluktuasi nilai tukar Sin$ terhadap US$ dipengaruhi oleh GDP dan indeks harga konsumen dengan nilai koefisien diterminasi (R2) sebesar 0.67. Secara bersama-sama variabel penjelasnya mempengaruhi variabel endogen pada taraf nyata () 0.01 dengan nilai statistik F- nya sebesar 21.64. Namun secara individu yang mempengaruhi exchange rate hanya GDP pada taraf nyata () 0.05. Peningkatan GDP sebesar 1 miliar akan menurunkan nilai mata uang Sin$ sebesar 0.04 terhadap US$, ceteris paribus.
Tingkat suku bunga di Singapura secara bersama-sama dipengaruhi oleh variabel penjelas money supply, exchange rate, dan lag suku bunga tahun sebelumnya pada taraf nyata () 0.01 dengan nilai statistik F-nya sebesar 22.08. Secara individu variabel penjelasnya money supply dan lag suku bunga mempengaruhi variabel endogen pada taraf nyata () 0.05, sedangkan exchange rate pada taraf nyata () 0.10. Fluktuasi suku bunga di Singapura 77 persennya dipengaruhi oleh variabel-variabel penjelas. Hal ini terlihat dari nilai koefisien diterminasinya (R2) sebesar 0.77.