BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA
C. PENETAPAN KINERJA
Penetapan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelola. Tujuan khusus penetapan kinerja antara lain adalah untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja sebagai wujud nyata komitmen, sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran Pengadilan Agama Natuna, menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja.
Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2014
Rencanaan Kinerja Tahunan (RKT) merupakan proses penetapan kegiatan tahunan dan indikator kinerja berdasarkan program, kebijakan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (RENSTRA) Tahun 2010-2014. Rencanaan Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2014 di susun pada awal tahun 2013 sebelum PAGU anggaran disetujui dan dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun Rencana Kerja & Anggaran (RKA) tahun berikutnya.
Rencana Kinerja (RKT ) Pengadilan Agama Natuna Tahun 2014 adalah sebagai berikut :
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
1. Meningkatnya penyelesaian perkara
a. Persentase perkara yang dilakukan Mediasi
100%
b. Persentase mediasi yang menjadi :
- Akta perdamaian 4%
c. Persentase sisa perkara yang diselesaikan 100%
d. Persentase perkara yang diselesaikan
92%
e. Persentase perkara yang diselesaikan dalam
jangka waktu maksimal 5 bulan 91%
f. Persentase perkara yang diselesaikan dalam
jangka waktu lebih dari 5 bulan 5%
2. Peningkatan
akseptabilitas putusan Hakim
Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum:
- Banding - Kasasi
- Peninjauan Kembali
100 %
11
3. Peningkatan efektifitas pengelolaan
penyelesaian perkara
a. Persentase berkas yang diajukan kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap
100%
b. Persentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis
100%
c. Persentase penyampaian pemberitahuan relaas putusan tepat waktu, tempat dan para pihak
100%
d. Persentase penyitaan tepat waktu 100%
e. Ratio Majelis Hakim terhadap perkara 100%
f. Persentase responden yang puas terhadap
proses peradilan 100%
a. Persentase perkara prodeo yang diselesaikan 100%
b. Persentase perkara yang dapat diselesaikan dengan zittingplaatz
c. Persentase putusan perkara perdata yang dapat diakses secara online
Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti
100%
6. Meningkatnya kualitas pengawasan
a. Persentase pengaduan masyarakat yang ditindak lanjuti
100%
b. Persentase temuan hasil pemeriksaan
eksternal yang ditindaklanjuti. 100%
Penetapan Kinerja Tahun 2014
Penetapan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelola. Tujuan khusus penetapan kinerja antara lain adalah untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja sebagai wujud nyata komitmen, sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran Pengadilan Agama Natuna, menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja.
12
Penetapan Kinerja Tahun 2014 Pengadilan Agama Natuna, sebagai berikut:
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
1. Meningkatnya penyelesaian perkara
g. Persentase perkara yang dilakukan Mediasi
100%
h. Persentase mediasi yang menjadi :
- Akta perdamaian 3%
i. Persentase sisa perkara yang diselesaikan 100%
j. Persentase perkara yang diselesaikan
92%
k. Persentase perkara yang diselesaikan dalam
jangka waktu maksimal 5 bulan 88%
l. Persentase perkara yang diselesaikan dalam
jangka waktu lebih dari 5 bulan 4%
2. Peningkatan
akseptabilitas putusan Hakim
Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum:
g. Persentase berkas yang diajukan kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap
100%
h. Persentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis
100%
i. Persentase penyampaian pemberitahuan relaas putusan tepat waktu, tempat dan para pihak
100%
j. Persentase penyitaan tepat waktu 100%
k. Ratio Majelis Hakim terhadap perkara 1%
l. Persentase responden yang puas terhadap
proses peradilan 100%
d. Persentase perkara prodeo yang diselesaikan 100%
e. Persentase perkara yang dapat diselesaikan dengan zittingplaatz
f. Persentase putusan perkara perdata yang dapat diakses secara online
100%
100%
5. Meningkatnya kepatuhan terhadap
Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap
100%
13
putusan pengadilan. yang ditindaklanjuti
6. Meningkatnya kualitas pengawasan
c. Persentase pengaduan masyarakat yang ditindak lanjuti
100%
d. Persentase temuan hasil pemeriksaan
eksternal yang ditindaklanjuti. 100%
Jumlah Anggaran : Rp. 81.718.000,- (delapan puluh satu juta tujuh ratus delapan belas ribu rupiah)
14
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. PENGUKURAN KINERJA
Akuntabilitas Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam perumusan perencanaan strategis suatu organisasi. Pengukuran Kinerja adalah proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan/kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan, untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi dan misi organisasi. Pengukuran kinerja merupakan suatu metode untuk menilai kemajuan yang telah dicapai dibandingkan dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Pengukuran kinerja tidak dimaksudkan sebagai mekanisme untuk memberikan reward/punishment, melainkan sebagai alat komunikasi dan alat manajemen untuk memperbaiki kinerja organisasi.
Pengukuran tingkat capaian kinerja Pengadilan Agama Natuna tahun 2014, dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan dengan realisasinya, sehingga terlihat apakah sasaran yang telah ditetapkan tercapai atau tidak. Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian target kinerja, namun demikian terdapat juga beberapa target yang belum tercapai dalam tahun 2014 ini. Rincian tingkat capaian kinerja masing‐masing indikator kinerja tersebut diuraikan dalam tabel dibawah ini.
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN 1. Meningkatnya
penyelesaian perkara
a. Persentase perkara yang dilakukan
Mediasi 100 % 21 % 100 %
b. Persentase mediasi yang menjadi :
- akta perdamaian 3 % 2 % 67 %
c. Persentase sisa perkara yang
diselesaikan 100 % 100 % 100 %
d. Persentase perkara yang 92 % 92 % 100 %
15
diselesaikan
e. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 5 bulan
88 % 89 % 100 %
f. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 5 bulan
b. Persentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis
100 % 100 % 100 %
c. Persentase penyampaian pemberitahuan relaas putusan tepat waktu, tempat dan para pihak.
100 % 100 % 100 %
d. Persentase penyitaan tepat waktu dan tempat
16 diselesaikan dengan cara zittingplaatz
c. Persentase putusan perkara perdata yang dapat diakses secara online
a. Persentase pengaduan masyarakat
yang ditindaklanjuti 100 % 0 % 100 % b. Persentase temuan hasil
pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti.
100 % 100 % 100 %
B. ANALISIS AKUNTABILITAS KINERJA
Pengukuran kinerja Pengadilan Agama Natuna Tahun 2014 mengacu pada indikator kinerja utama sebagaimana tertuang pada tabel di atas, untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Pada akhir tahun 2014, Pengadilan Agama Natuna telah melaksanakan seluruh kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Adapun hasil capaian kinerja sesuai sasaran yang ditetapkan, diuraikan sebagai berikut :
1. Meningkatnya penyelesaian perkara
Pencapaian target kinerja atas sasaran ini adalah sebagai berikut:
SASARAN TARGET REALISASI CAPAIAN
a. Persentase perkara yang dilakukan Mediasi 100 % 21 % 100 % b. Persentase mediasi yang menjadi akta
3 % 2 % 67 %
17
perdamaian
c. Persentase sisa perkara yang diselesaikan 100 % 100 % 100 % d. Persentase perkara yang diselesaikan 92 % 92 % 100 % e. Persentase perkara yang diselesaikan dalam
jangka waktu maksimal 5 bulan
88 % 89 % 100 %
f. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 5 bulan
4 % 4 % 100 %
1. Persentase mediasi dan Persentase mediasi yang menjadi akta perdamaian
Berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung No.1 Tahun 2009 tentang Mediasi bahwa perkara gugatan perdata yang masuk ke Pengadilan harus melalui proses mediasi agar perkara yang didaftarkannya dapat diselesaikan diluar persidangan.
Pada tahun 2014 Pengadilan Agama Natuna menerima gugatan perkara perdata sebanyak 203 perkara dari jumlah gugatan perkara perdata tersebut yang menjadi akta perdamaian hanya 1 perkara. Hal ini dikarenakan perkara gugatan perdata yang masuk hanya sebagian kecil yang dapat diselesaikan secara mediasi dan menjadi akta perdamaian.
Adapun hal-hal yang membuat penyelesaian secara mediasi tidak tercapai, Karena para pihak yang berperkara tidak mau untuk berdamai, dimana para pihak bersikeras dengan prinsip dan pemikiran masing-masing serta salah pihak tergugat datau termohon tidak pernah hadir didalam persidangan hingga perkara tersebut diputus secara verstek.
Sebagai bahan perbandingan perkara gugatan perdata yang menjadi akta perdamaian sebagai berikut :
Jenis Perkara
Tahun
2014 2013
Realisasi Target Realisasi Target
Perdata Gugatan 2 % 3 % 2 % 4 %
18
Berdasarkan data tersebut di atas adanya penurunan akuntabilitas kinerja pada perkara gugatan perdata yang menjadi akta perdamaian dari capaian tahun 2010 sampai dengan capaian tahun 2014.
Kedepannya diharapkan peran mediator yang ditunjuk untuk itu akan bekerja lebih optimal, karena semakin banyak perkara yang bisa diselesaikan secara mediasi akan semakin meningkat kinerja Pengadilan dalam menyelesaikan perkara yang diajukan kepadanya, dengan tingkat kepuasan yang tinggi.
2. Persentase sisa perkara yang diselesaikan:
Perkara gugatan dan permohonan perdata yang masuk tahun 2014 dan tidak dapat diselesaikan pada tahun tersebut merupakan sisa perkara yang harus diselesaikan pada tahun berikutnya, penyebab adanya sisa perkara karena adanya perkara yang masuk pada bulan Desember 2014 dan baru disidangkan pada Tahun 2015, sedangkan yang masuk di bawah bulan Desember masih dalam tahapan pemeriksaan
Sisa perkara gugatan dan permohoman perdata Tahun 2013 sebanyak 30 perkara dan pada Tahun 2014 diselesaikan seluruhnya sebanyak 30 perkara sehingga capaiannya 100%.
Penyelesaian sisa perkara Tahun 2013 yang diselesaikan pada tahun 2014 mencapai target yang ditetapkan yaitu 100 % menunjukan bahwa sistem kerja yang berlaku di lingkungan Pengadilan Agama Natuna telah berjalan dengan baik dan lancar sehingga tidak ada sisa perkara tahun sebelumnya yang tidak selesai pada tahun berikutnya.
Sebagai bahan perbandingan persentase sisa perkara gugatan perdata yang diselesaikan, sebagai berikut:
Jenis Perkara
Tahun 2014 Capaian %
2013 Capaian %
Gugatan dan Permohonan 100 % 100 %
3. Persentase perkara yang diselesaikan:
Perkara yang masuk pada tahun 2014 sebanyak 267 perkara, dan perkara yang diselesaikan sebanyak 245 perkara dan sisa sebanyak 22 perkara capaian tingkat penyelesaian perkara 92 %.
19
Target penyelesaian perkara Tahun 2014 ini dapat dicapai dan sisa perkara merupakan perkara ghaib dan perkara terdaftar pada akhir tahun 2014 yang masih dalam tahapan pemeriksaan, tahap sidang I serta tahapan sidang lanjutan.
Sebagai bahan perbandingan persentase perkara gugatan perdata yang diselesaikan, sebagai berikut:
Perkara
2014 2013
Masuk selesai Capaian masuk Selesai Capaian Gugatan dan
Permohonan
267 245 92 % 352 343 92%
Berdasarkan data tersebut di atas akuntabilitas kinerja pada persentase perkara gugatan perdata yang diselesaikan dari capaian tahun 2013 dengan capaian tahun 2014 tidak mengalami perubahan.
4. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 5 bulan.
Berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung RI nomor 2 Tahun 2014 tentang penyelesaian perkara di Pengadilan Tingkat Pertama, bahwa batas waktu dalam penyelesaian perkara harus selesai 5 bulan.
Keadaan Perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 5 bulan
No Bulan Putus
1. Januari 16 Perkara 2. Pebruari 14 Perkara
3. Maret 19 Perkara
4. April 31 Perkara
5. Mei 49 Perkara
6. Juni 21 Perkara
20
7. Juli 14 Perkara
8. Agustus 2 Perkara 9. September 34 Perkara 10. Oktober 21 Perkara 11 Nopember 15 Perkara 12. Desember 29 Perkara
Jumlah 265 Perkara
Dari tabel tersebut di atas dapat dilihat bahwa perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 5 bulan sebanyak 265 perkara.
Hal ini dikarenakan :
1. Domisili salah satu Pihak berada diluar wilayah Yurisdiksi Pengadilan Agama Natuna 2. Para pihak setelah dipanggil secara sah dan patut sering tidak hadir di persidangan
sehingga mengakibatkan ditundanya persidangan.
3. Ada Tergugat yang berada diluar wilayah Yurisdiksi Pengadilan Agama Natuna setelah dilakukan bantuan panggilan ternyata tidak berdomisili sesuai dengan keterangan yang diberikan.
Sebagai bahan perbandingan Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 5 bulan, sebagai berikut:
Jenis Perkara
Tahun
2014 2013
Realisasi Target Realisasi Target
Gugatan dan Permohonan 89 % 88% 90 % 86 %
Berdasarkan data tersebut di atas adanya penurunan akuntabilitas kinerja pada perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 5 bulan dari capaian tahun 2013 dengan capaian tahun 2014.
21
5. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 5 bulan.
Keadaan perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 5 bulan
No Bulan Putus
1. Januari 0 Perkara
2. Pebruari 1 Perkara
3. Maret 1 Perkara
4. April 1 Perkara
5. Mei 0 Perkara
6. Juni 0 Perkara
7. Juli 1 Perkara
8. Agustus 2 Perkara
9. September 0 Perkara
10. Oktober 1 Perkara
11 Nopember 2 Perkara
12. Desember 1 Perkara
Jumlah 10 Perkara
Dari tabel tersebut di atas dapat dilihat bahwa jumlah perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 5 bulan sebanyak 10 perkara dan capaiannya 4 %.
Hal ini dikarenakan :
1. Terdapat perkara yang diajukan olehh Pegawai Negeri Sipil namun lamanya atau tidak diperolehnya Surat Ijin Dari Atasan.
2. Biaya perkara habis, setelah aanmaning penggugat tidak melakukan penambahan panjar biaya perkara walaupun sudah diberi pemberitahuan dan peringatan.
Sebagai bahan perbandingan Persentase yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 5 bulan, sebagai berikut :
22
Tingkat Penyelesaian Perkara
Diputus s/d 3 Bulan Diputus 3 s/d 5 Bulan Diputus Lebih Dari 5 Bulan
Belum Diputus Lebih Dari 5 Bulan
Jenis Perkara
Tahun
2014 2013
Realisasi Target Realisasi Target
Gugatan dan Permohonan 4 % 4 % 5 % 2 %
Berdasarkan data tersebut di atas adanya penurunan akuntabilitas kinerja pada perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 5 bulan dari capaian tahun 201 dengan capaian tahun 2014.
2. Peningkatan akseptabilitas putusan Hakim
Pencapaian target kinerja atas sasaran ini adalah sebagai berikut :
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN
1. Peningkatan aksepbilitas
Persentase perkara yang tidak
mengajukan upaya hukum: 0 % 0 % 100 % akuntabilitas kinerja pada perkara
bulan dari capaian tahun 2013
23
putusan Hakim
- Banding - Kasasi
- Peninjauan Kembali
Selama tahun 2014 di Pengadilan Agama Natuna tidak ada yang mengajukan upaya hukum Banding, Kasasi dan Peninjauan Kembali.
Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum:
Banding
Pada tahun 2014 Perkara gugatan dan permohonan perdata yang diputus sebanyak 275 perkara dan yang mengajukan upaya hukum banding sebanyak 0 perkara dan yang tidak mengajukan upaya hukum sebanyak 275 perkara.
Adapun hal-hal yang tidak mengajukan upaya hukum karena para pihak menerima hasil putusan persidangan.
Sebagai bahan perbandingan putusan perkara yang tidak mengajukan upaya hukum banding sebagai berikut :
Jenis Perkara
Tahun
2014 2013
Realisasi Target Realisasi Target
Gugatan dan Permohonan 0 % 0 % 100 % 0 %
Berdasarkan data tersebut di atas tidak adanya perubahan akuntabilitas kinerja pada perkara yang tidak mengajukan upaya hukum banding dari capaian tahun 2013 dengan capaian tahun 2014.
Kasasi
Pada tahun 2014 Perkara gugatan dan permohonan perdata yang diputus sebanyak 275 perkara dan yang mengajukan upaya hukum kasasi sebanyak 0 perkara dan yang tidak mengajukan upaya hukum sebanyak 275 perkara.
24
Adapun hal-hal yang tidak mengajukan upaya hukum karena para pihak menerima hasil putusan persidangan.
Sebagai bahan perbandingan putusan perkara yang tidak mengajukan upaya hukum banding sebagai berikut :
Jenis Perkara
Tahun
2014 2013
Realisasi Target Realisasi Target
Gugatan dan Permohonan 0 % 0 % 100 % 0 %
Berdasarkan data tersebut di atas tidak adanya perubahan akuntabilitas kinerja pada perkara yang tidak mengajukan upaya hukum kasasi dari capaian tahun 2013 dengan capaian tahun 2014.
Peninjauan Kembali
Pada tahun 2014 Perkara gugatan dan permohonan perdata yang diputus sebanyak 275 perkara dan yang mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali sebanyak 0 perkara dan yang tidak mengajukan upaya hukum sebanyak 275 perkara.
Adapun hal-hal yang tidak mengajukan upaya hukum karena para pihak menerima hasil putusan persidangan.
Sebagai bahan perbandingan putusan perkara yang tidak mengajukan upaya hukum banding sebagai berikut :
Jenis Perkara
Tahun
2014 2013
Realisasi Target Realisasi Target
Gugatan dan Permohonan 0 % 0 % 100 % 0 %
25
Berdasarkan data tersebut di atas tidak adanya perubahan akuntabilitas kinerja pada perkara yang tidak mengajukan upaya hukum peninjauan kembali dari capaian tahun 2013 dengan capaian tahun 2014.
3. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara.
Pencapaian target kinerja atas sasaran ini adalah sebagai berikut:
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)
c. Persentase penyampaian pemberitahuan relaas putusan tepat waktu, tempat dan para pihak.
100 % 100 % 100 %
d. Persentase penyitaan tepat
waktu dan tempat 100 % 0 % 100 %
a. Persentase berkas yang diajukan banding, kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap
Pada Tahun 2014 jumlah perkara yang mengajukan banding, kasasi dan peninjauan kembali di Pengadilan Agama Natuna tidak ada. Realisasi Prosentase berkas yang diajukan banding, kasasi dan peninjauan kembali yang disampaikan secara lengkap adalah 0 % dari target 100 % yang telah ditetapkan di Tahun 2014.
Pencapaian persentase berkas yang diajukan kasasi yang disampaikan secara lengkap adalah 100%. Sehingga dapat disimpulkan target Pengadilan Agama Natunauntuk melakukan pemberkasan terhadap perkara banding, kasasi dan peninjauan kembali
26
pada Tahun 2014 sudah terpenuhi karena tidak ada upaya hukum tersebut nihil pada tahun 2014.
b. Persentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis
Pada Tahun 2014 jumlah perkara yang terdaftar dalam buku register Pengadilan Agama Natuna adalah 267 perkara dan sisa perkara tahun 2013 berjumlah 30 perkara sehingga total jumlah perkara yang siap untuk didistribusikan ke majelis hakim sebanyak 297 perkara. Pada Tahun 2014 terhadap perkara tersebut telah diterbitkan Penetapan Majelis Hakim (PMH) secara keseluruhan, sehingga dapat diartikan bahwa pada Tahun 2014 realisasi persentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis Hakim adalah 100% dari 100% target yang telah ditetapkan pada Tahun 2014.
Pencapaian persentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis Hakim pada Tahun 2014 adalah 100%. Pencapaian Pengadilan Agama Natuna pada Tahun 2014 ini menggambarkan bahwa Pengadilan telah melaksanakan tugas sebagaimana mestinya terhadap perkara yang masuk dan mendistribusikannya ke Majelis hakim untuk proses pemeriksaan.
c. Persentase penyampaian pemberitahuan relaas putusan tepat waktu, tempat dan para pihak
Berdasarkan Buku II Pedoman Teknis Administrasi dan Teknis Peradilan Agama Edisi Revisi Tahun 2013 pada poin tentang pemanggilan para pihak menyebutkan bahwa
“Atas perintah Ketua Majelis, Jurusita / Jurusita Pengganti melakukan pemanggilan terhadap para pihak atau kuasanya secara resmi dan patut, Tenggang waktu antara panggilan para pihak dengan hari sidang minimal 3 (tiga) hari kerja”.
Pada Tahun 2014 pada Pengadilan Agama Natuna terdapat kurang lebih 809 surat panggilan sidang dan pemberitahuan dari jumlah tersebut seluruh surat panggilan dan pemberitahuan sudah disampaikan kepada para pihak berperkara sesuai peraturan yang berlaku, sehingga realisasi persentase penyampaian pemberitahuan relaas putusan tepat waktu, tempat dan para pihak pada Tahun 2014 adalah 100%
dari 100% target yang telah ditetapkan.
Pencapaian prosentase penyampaian pemberitahuan relaas putusan tepat waktu, tempat dan para pihak Tahun 2014 pada Pengadilan Agama Natuna adalah 100%. Hal ini menggambarkan jurusita/jurusita pengganti Pengadilan Agama Natuna telah
27
melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik karena Pencapaian prosentase penyampaian pemberitahuan relaas putusan tepat waktu, tempat dan para pihak telah mencapai target ditetapkan.
d. Persentase penyitaan tepat waktu dan tempat
Pada Tahun 2014 Pengadilan Agama Natuna tidak ada menerima permohon Sita. Hal ini dapat diketahui bahwa realisasi atas Prosentase penyitaan tepat waktu dan tempat pada Pengadilan Agama Natuna Tahun 2014 adalah 0% dari 100% target yang ditetapkan. Pencapaian persentase penyitaan tepat waktu dan tempat Pengadilan Agama Natuna Tahun 2014 adalah 100%.
e. Ratio Majelis Hakim terhadap perkara
Pada Tahun 2014 Pengadilan Agama Natuna memproses 297 perkara yang terdiri dari penerimaan Tahun 2014 berjumlah 267 perkara dan sisa perkara tahun 2013 berjumlah 30 perkara. Jumlah majelis hakim yang di bentuk oleh Ketua Pengadilan Agama Natuna sebanyak 5 majelis Hakim. Sehingga jika dibandingkan antara jumlah Majelis hakim dengan jumlah perkara adalah 1 : 59.
Pada Tahun 2014 rata-rata setiap Majelis Hakim memeriksa sebanyak 59 perkara.
Jumlah hakim pada Pengadilan Agama Natuna pada Tahun 2014 selalu berubah-ubah karena ada mutasi hakim baik keluar maupun masuk namun rata-rata jumlah hakim sebanyak 8 orang termasuk ketua dan wakil ketua Pengadilan Agama Natuna.
f. Persentase responden yang puas terhadap proses peradilan
Pengukuran terhadap indikator Prosentase responden yang puas terhadap proses peradilan pada Pengadilan Agama Natuna Tahun 2014 ini berdasarkan beberapa surveydan dari catatan surat masuk maupun kotak saran yang di sediakan diruang tunggu kantor Pengadilan Agama Natuna belum ada masyarakat yang menyatakan tidak puas atas proses peradilan yang diselenggarakan oleh Pengadilan Agama Natuna. Sehingga kami menilai dan menyimpulkan saat ini realisasi persentase responden yang puas terhadap proses peradilan Pengadilan Agama Natuna Tahun 2014 adalah 100% dari 100% target yang telah ditetapkan.
Pencapaian persentase responden yang puas terhadap proses peradilan Pengadilan Agama Natuna Tahun 2014 adalah 100% dari target yang telah ditetapkan.
28
4. Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice).
Peradilan agama memberikan perhatian yang sangat serius terhadap akses keadilan bagi semua, terutama bagi masyarakat miskin. Untuk memperluas akses terhadap keadilan bagi masyarakat miskin diperlukan kemauan politik dari negara dan pemimpinnya, juga kemampuan sumber daya politik masyarakat untuk mendorong perluasan dan keterbukaan akses ini. Minimal ada tiga prasyarat yang harus dipenuhi bagi penyediaan bantuan hukum untuk meningkatkan akses kepada keadilan: Pertama, mewujudkan prinsip „wajib‟ (compulsory) dan cuma-Cuma (free of charge) atau sekurang-kurangnya prinsip affordabilitas (keterjangkauan secara ekonomi) dalam pemenuhan akses masyarakat miskin atas keadilan. Kedua, masyarakat miskin dapat mempertahankan dan memperjuangkan hak konstitusional dan hak hukumnya, tanpa terdiskriminasi karena
„kemiskinannya.‟ Ketiga, orang yang tidak mampu, termasuk penyandang disabilitas, tidak menerima hambatan dan sebaliknya difasilitasi untuk memperoleh sumber daya hukum yang sama dengan orang kaya atau orang mampu lainnya. Peradilan agama dalam usahanya meningkatkan akses atas keadilan, telah, sedang dan akan menjalankan tiga program utama, yakni:
1. Pembebasan Biaya Perkara (Fasilitas Prodeo).
2. Pengadaan Sidang Keliling.
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)
a. Persentase perkara prodeo
yang diselesaikan 100 % 100 % 100 % b. Persentase perkara yang
dapat diselesaikan dengan cara zittingplaatz
c. Persentase putusan perkara perdata yang dapat diakses
29
a. Persentase perkara prodeo yang diselesaikan
Berdasarkan Undang Undang Nomor 50 Tahun 2009 Pasal 60B dan 60C bahwa
“Negara menanggung biaya perkara bagi pencari keadilan yang tidak mampu, Pihak yang tidak mampu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus melampirkan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan tempat domisili yang bersangkutan”.
Pada Tahun 2014 Pengadilan Agama Natuna menerima perkara prodeo berjumlah 3 perkara. Dari jumlah tersebut yang sudah selesei sebanyak 3 perkara sehingga realisasi persentase perkara prodeo yang diselesaikan Pengadilan Agama Natuna Tahun 2014 adalah 100% dari target 100% yang telah ditetapkan.
Pencapaian persentase perkara prodeo yang diselesaikan Pengadilan Agama Natuna Tahun 2014 adalah 100%.
b. Persentase perkara yang dapat diselesaikan dengan cara zittingplaatz
b. Persentase perkara yang dapat diselesaikan dengan cara zittingplaatz