B. HASIL PENGUMPULAN DATA PRIMER
1. Penetapan Kriteria Klasifikasi Pelayanan Pelabuhan
1. Penetapan Kriteria Klasifikasi Pelayanan Pelabuhan
Aspek yang dinilai menjadi kriteria klasifikasi pelayanan pelabuhan meliputi 6 komponen yaitu:
a. Volume perpindahan barang & penumpang
Penilaian responden terhadap bobot aspek volume perpindahan barang dan penumpang bervariasi antara 10% sampai dengan 50%. Hasil perolehan bobot volume perpindahan barang dan penumpang dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 4.21
Komposisi Responden Menurut Bobot Aspek Volume Perpindahan Barang dan Penumpang
NO BOBOT (%)
KOMPOSISI RESPONDEN
ADPEL TRANSP PAKAR PELINDO PELAYARAN PERSH JUMLAH %
1 10 1 4 5 14.29 2 15 1 1 5 7 20.00 3 18 2 2 5.71 4 20 4 3 7 20.00 5 25 1 1 1 3 8.57 6 27 1 1 2.86
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut NO BOBOT
(%)
KOMPOSISI RESPONDEN
ADPEL TRANSP PAKAR PELINDO PELAYARAN PERSH JUMLAH %
7 30 4 1 5 14.29 8 35 1 1 2.86 9 40 1 1 2.86 10 45 1 1 2.86 11 50 1 1 2 5.71 JUMLAH 7 4 8 16 35 100
Gambar 4.16 Komposisi Responden Menurut Bobot Volume Perpindahan Barang dan Penumpang
Sebanyak 14,29% responden menyatakan bahwa volume perpindahan barang dan penumpang memiliki bobot 10% untuk
menjadi kriteria pelayanan pelabuhan, sebanyak 20%
responden memberikan bobot 15%, dan hanya 5,71% responden yang memberikan bobot 50%.
Aspek Volume Perpindahan Barang/Penumpang terdiri atas beberapa komponen yang dinilai menjadi kriteria, yakni :
1) Jumlah kunjungan kapal
2) Jumlah GT kunjungan kapal
3) Volume ekpor impor
4) Volume bongkar muat
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut Penilaian responden terhadap bobot komponen jumlah kunjungan kapal berkisar antara 10% hingga 30%. Bobot komponen jumlah kunjungan kapal berkisar antara 10% hingga 25%. Bobot komponen volume ekspor impor berkisar antara 10% sampai 50%. Volume bongkar muat diberi bobot antara 20%-40%, sedangkan jumlah naik turun penumpang diberi bobot antara 5%-20%. Hasil komposisi responden dalam memberikan bobot setiap komponen pendukung aspek volume perpindahan barang dan penumpang dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 4.22
Komposisi Responden Menurut Bobot Komponen Aspek Volume Perpindahan Barang dan Penumpang
No BOBOT (%) KOMPOSISI RESPONDEN Jumlah Kunjungan Kapal Jumlah GT Kunjungan Kapal Volume Ekspor Impor Volume Bongkar Muat Jumlah Naik Turun Penumpang Σ RESPON-DEN (%) 1 5 1 2.86 2 10 1 1 1 7 20.00 3 12 1 2.86 4 15 2 8 1 5 14.29 5 20 20 23 27 27 21 60.00 6 22 1 2 1 1 7 23 1 8 25 8 1 3 2 9 30 3 10 40 1 11 50 1 JUMLAH 35 35 35 35 35 100
1) Jumlah kunjungan kapal
Sebanyak 57% responden memberikan bobot sebesar 20% pada komponen jumlah kunjungan kapal, 23% responden memberikan bobot sebesar 25%. Hanya 8% responden yang memberikan bobot 30% untuk jumlah kunjungan kapal sebagai kriteria klasifikasi pelayanan
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut
pelabuhan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar berikut.
Gambar 4.17 Komposisi Responden Menurut Bobot Jumlah Kunjungan Kapal
2) Jumlah GT kunjungan kapal
Hanya 3% responden memberikan bobot sebesar 10% pada komponen jumlah GT kunjungan kapal, 23% responden memberikan bobot sebesar 15% dan 65% responden lainnya memberikan bobot 20%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar berikut.
Gambar 4.18 Komposisi Responden Menurut Bobot Jumlah GT Kunjungan Kapal
3) Volume ekspor impor
Sebanyak 77% responden memberikan bobot sebesar 20% pada komponen volume ekspor impor dan 8%
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut responden memberikan bobot sebesar 25% dan masing-masing 3% responden memberikan bobot 10%, 15%, 22%, 23% dan 50%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar berikut.
Gambar 4.19 Komposisi Responden Menurut Bobot Volume Ekspor Impor
4) Volume bongkar muat
Sebanyak 87% responden memberikan bobot sebesar 20% pada komponen volume bongkar muat dan 7% responden memberikan bobot sebesar 25% terhadap komponen volume bongkar muat sebagai kriteria klasifikasi pelayanan pelabuhan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar berikut ini.
Gambar 4.20 Komposisi Responden Menurut Bobot Volume Bongkar Muat
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut
5) Jumlah naik turun penumpang
Sebanyak 60% responden memberikan bobot sebesar 20% pada komponen jumlah naik turun penumpang dan 20% responden memberikan bobot sebesar 10%, dan 14% responden memberikan bobot sebesar 15% terhadap komponen jumlah naik turun penumpang sebagai kriteria klasifikasi pelayanan pelabuhan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar berikut.
Gambar 4.21 Komposisi Responden Menurut Bobot Jumlah Naik Turun Penumpang
b. Akses Maritim
Penilaian responden terhadap bobot aspek akses maritim bervariasi antara 10% sampai dengan 30%. Hasil perolehan bobot dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 4.23
Bobot Aspek Akses Maritim NO BOBOT (%) KOMPOSISI RESPONDEN ADPEL PAKAR TRANSP PELINDO PERSH PELAYARAN JUMLAH % 1 10 1 2 3 8.57 2 15 5 2 1 6 14 40.00 3 18 2 2 5.71 4 20 2 5 7 14 40.00 5 25 1 1 2.86 6 30 1 1 2.86 JUMLAH 7 4 8 16 35 100
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut Sebanyak 8% responden menyatakan bahwa akses maritim memiliki bobot 10% untuk menjadi kriteria pelayanan pelabuhan, sebanyak 40% responden memberikan bobot 15%, dan 40% responden lainnya memberikan bobot 20%. Hasil bobot yang diberikan responden dapat dilihat pada Gambar berikut.
Gambar 4.22 Komposisi Responden Menurut Bobot Akses Maritim
Aspek Akses Maritim terdiri atas dua komponen yang dinilai menjadi kriteria, yakni:
1) lebar serta kedalaman alur dan kolam pelabuhan;
2) Luas dan kedalaman tempat berlabuh jangkar.
Penilaian responden terhadap bobot komponen lebar serta kedalaman alur dan kolam pelabuhan berkisar antara 40% hingga 80%. Bobot komponen luas dan kedalaman tempat berlabuh jangkar berkisar antara 20% hingga 60%. Hasil komposisi responden dalam memberikan bobot setiap komponen pendukung aspek akses maritim dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 4.24
Bobot Komponen Aspek Akses Maritim
NO BOBOT (%)
KOMPOSISI RESPONDEN Lebar serta
kedalaman alur dan kolam pelabuhan
%
Luas dan Kedalaman tempat berlabuh jangkar % 1 20 - 1 2.86 2 30 - 7 20.00 3 40 3 8.57 9 25.71 4 45 - 1 2.86
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut NO BOBOT
(%)
KOMPOSISI RESPONDEN Lebar serta
kedalaman alur dan kolam pelabuhan
%
Luas dan Kedalaman tempat berlabuh jangkar % 5 50 14 40.00 14 40.00 6 55 1 2.86 - 7 60 9 25.71 3 8.57 8 70 7 20.00 - 9 80 1 2.86 - JUMLAH 35 100 35 100
1) Lebar dan kedalaman alur pelabuhan
Sebanyak 8% responden menyatakan bahwa lebar dan kedalaman alur dan kolam pelabuhan memiliki bobot 40% untuk menjadi kriteria pelayanan pelabuhan, sebanyak 40% responden memberikan bobot 50%, dan hanya 3% responden yang memberikan bobot 80%. Hasil bobot yang diberikan responden dapat dilihat pada Gambar berikut.
Gambar 4.23 Komposisi Responden Menurut Bobot Lebar serta kedalaman alur dan kolam pelabuhan
2) Lebar serta kedalaman tempat berlabuh jangkar
Sebanyak 20% responden menyatakan bahwa lebar serta kedalaman tempat berlabuh jangkar memiliki bobot 30% untuk menjadi kriteria pelayanan pelabuhan, sebanyak 40% responden memberikan bobot 50%, dan hanya 8%
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut responden yang memberikan bobot 60%. Hasil bobot yang diberikan responden dapat dilihat pada Gambar 4.24.
Gambar 4.24 Komposisi Responden Menurut Bobot Lebar serta kedalaman tempat berlabuh jangkar
c. Fasilitas Pelabuhan
Penilaian responden terhadap bobot aspek fasilitas pelabuhan bervariasi antara 5% sampai dengan 30%. Hasil perolehan bobot dapat dilihat pada Tabel berikut ini.
Tabel 4.25
Bobot Aspek Fasilitas Pelabuhan NO BOBOT (%) KOMPOSISI RESPONDEN ADPEL PAKAR TRANSP PELINDO PERSH PELAYARAN JUMLAH % 1 5 1 1 2.86 2 10 3 5 8 22.86 3 12 1 1 2.86 4 15 1 1 2.86 5 18 2 2 5.71 6 20 4 6 3 13 37.14 7 25 1 3 4 11.43 8 30 1 2 2 5 14.29 JUMLAH 7 4 8 16 35 100
Sebanyak 23% responden menyatakan bahwa fasilitas pelabuhan memiliki bobot 10% untuk menjadi kriteria pelayanan pelabuhan, sebanyak 30% responden memberikan bobot 20%, dan 14%
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut
responden lainnya memberikan bobot 30%. Hasil bobot yang diberikan responden dapat dilihat pada Gambar berikut.
Gambar 4.25 Komposisi Responden Menurut Bobot Fasilitas Pelabuhan
Aspek fasilitas pelabuhan terdiri atas beberapa komponen yang dinilai menjadi kriteria, yakni
1) Panjang Dermaga
2) Luas Gudang
3) Luas lapangan penumpang dan luas CY
4) Peralatan bongkar muat di dermaga dan lapanga
penumpukan
5) Luas terminal penumpang
6) Produktivitas bongkar muat di dermaga
Penilaian responden terhadap bobot komponen panjang dermaga berkisar antara 10% hingga 30%. Bobot komponen luas gudang berkisar antara 5%-20%. Bobot komponen luas lapangan penumpang dan luas CY berkisar antara 5%-25%.
Peralatan bongkar muat di dermaga dan lapangan
penumpukan diberi bobot antara 10%-40%, bobot luas terminal penumpang berkisar anatara 5%-20% sedangkan produktivitas bongkar muat di dermaga dan lapangan penumpukan diberi bobot antara 5%-30%. Hasil komposisi responden dalam memberikan bobot setiap komponen pendukung aspek fasilitas pelabuhan dapat dilihat pada Tabel berikut.
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut Tabel 4.26
Bobot Komponen Aspek Fasilitas Pelabuhan
NO BOBOT (%) KOMPOSISI RESPONDEN Panjang Dermaga Luas Gudang Luas lapangan penumpang dan CY Peralatan BM di dermaga dan lapangan penumpukan Luas terminal penumpang Produkti-vitas BM 1 5 1 1 5 1 2 10 3 25 10 3 13 3 3 15 8 2 8 12 5 4 4 18 1 1 1 1 1 5 20 13 6 14 15 11 17 6 25 6 1 4 2 7 30 4 7 8 40 1 JUMLAH 35 35 35 35 35 35 1) Panjang dermaga
Sebanyak 9% responden memberikan bobot sebesar 10% pada komponen panjang dermaga, 23% responden memberikan bobot sebesar 15 dan sebanyak 37% responden memberikan bobot 20% untuk panjang dermaga sebagai kriteria klasifikasi pelayanan pelabuhan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar berikut.
Gambar 4.26 Komposisi Responden Menurut Bobot Panjang Dermaga
2) Luas gudang
Sebanyak 71% responden memberikan bobot sebesar 10% pada komponen luas gudang, 17% responden
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut
memberikan bobot sebesar 20% dan hanya 3% responden memberikan bobot 5% untuk luas gudang sebagai kriteria klasifikasi pelayanan pelabuhan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar berikut.
Gambar 4.27 Komposisi Responden Menurut Bobot Luas Gudang
3) Luas lapangan penumpukan dan CY
Sebanyak 28% responden memberikan bobot sebesar 10% pada komponen luas lapangan penumpang dan CY, 23% responden memberikan bobot sebesar 15% dan 40% responden memberikan bobot 20% untuk luas lapangan penumpang dan CY luas gudang sebagai kriteria klasifikasi pelayanan pelabuhan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar berikut.
Gambar 4.28 Komposisi Responden Menurut Bobot Luas Lapangan Penumpang dan CY
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut
4) Peralatan bongkar muat
Sebanyak 9% responden memberikan bobot sebesar 10% pada komponen peralatan bongkar muat, 34% responden memberikan bobot sebesar 15% dan 43% responden memberikan bobot 20% untuk peralatan bongkar muat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar berikut.
Gambar 4.29 Komposisi Responden Menurut Bobot Peralatan BM di dermaga dan lapangan penumpukan
5) Luas terminal penumpang
Sebanyak 14% responden memberikan bobot sebesar 5% pada komponen luas terminal penumpang, 37% responden memberikan bobot sebesar 10% dan 32% responden memberikan bobot 20% untuk luas terminal penumpang sebagai kriteria klasifikasi pelayanan pelabuhan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar berikut ini.
Gambar 4.30 Komposisi Responden Menurut Bobot Luas Terminal Penumpang
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut
6) Luas terminal penumpang
Sebanyak 48% responden memberikan bobot sebesar 20% pada komponen produktivitas bongkar muat kapal di dermaga dan 20% responden memberikan bobot sebesar 25% untuk luas produktivitas bongkar muat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar berikut.
Gambar 4.31 Komposisi Responden Menurut Bobot produktivitas bongkar muat kapal di dermaga
d. Akses Daratan
Penilaian responden terhadap bobot aspek akses daratan bervariasi antara 5% sampai dengan 30%. Hasil perolehan bobot akses daratan dapat dilihat pada Tabel berikut ini.
Tabel 4.27
Bobot Aspek Akses Daratan NO BOBOT (%) RESPONDEN ADPEL PAKAR TRANSP PELINDO PERSH PELAYARAN JUMLAH % 1 5 1 3 4 11.43 2 10 7 2 3 2 14 40.00 3 15 2 4 5 11 31.43 4 20 3 3 8.57 5 30 3 3 8.57 JUMLAH 7 4 8 16 35 100
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut Sebanyak 11% responden menyatakan bahwa akses daratan memiliki bobot 5% untuk menjadi kriteria pelayanan pelabuhan, sebanyak 40% responden memberikan bobot 10%, dan hanya 9% responden yang memberikan bobot 30%. Hasil bobot akses daratan yang diberikan responden dapat dilihat pada Gambar berikut.
Gambar 4.32 Komposisi Responden Menurut Bobot Akses Daratan
Aspek akses daratan terdiri atas beberapa komponen yang dinilai menjadi kriteria, yakni :
1) Lebar dan jumlah jalur pintu masuk/keluar pelabuhan menuju jalan raya;
2) Jarak terhadap tempat naik/turun penumpang/barang
dengan rel kereta api;
3) Akses jalan raya/rel kereta bila ada ke hinterland.
Penilaian responden terhadap bobot komponen lebar dan jumlah jalur pintu masuk/keluar pelabuhan menuju jalan raya sangat bervariasi antara 15% hingga 100%. Bobot komponen jarak terhadap tempat naik/turun penumpang/barang dengan rel KA berkisar antara 0%-60%. Bobot komponen akses jalan raya/rel KA ke hinterland berkisar antara 0-70%. Hasil komposisi responden dalam memberikan bobot setiap komponen pendukung aspek akses daratan dapat dilihat pada Tabel berikut.
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut
Tabel 4.28
Bobot Komponen Aspek Akses Daratan
No BOBOT (%)
KOMPOSISI RESPONDEN Lebar dan jumlah
jalur pintu masuk/ keluar pelabuhan menuju jalan raya
Jarak terhadap tempat naik/turun penumpang/barang
dengan rel kereta api
Akses jalan raya/rel kereta bila
ada ke hinterland Jml
Responden % Responden Jml % Responden Jml %
1 0 1 3 2 6 2 5 1 3 3 10 3 9 5 14 4 15 1 3 1 3 5 20 4 11 4 11 4 11 6 25 1 3 1 3 5 14 7 30 2 6 11 31 6 17 8 33 1 3 2 6 1 3 9 34 1 3 1 3 10 35 1 3 3 9 12 40 10 29 6 17 5 14 13 45 1 3 1 3 1 3 14 50 8 23 1 3 3 9 15 55 1 3 16 60 2 6 1 3 17 70 1 3 18 80 1 3 19 100 1 3 JUMLAH 35 100 35 100 35 100
Tabel 4.28 menunjukkan bahwa sebanyak 29% responden memberikan bobot sebesar 40% dan 23% responden memberikan bobot 50% pada komponen lebar dan jumlah jalur pintu masuk/kelur pelabuhan menuju jalan raya. Sebanyak 31% responden memberikan bobot 30% dan 17% responden memberikan bobot 40% pada komponen jarak terhadap tempat naik/turun penumpang/barang dengan rel KA. Sedangkan pada komponen akses jalan raya/rel KA ke hinterland , sebanyak 17% responden memboboti 30% dan 14% responden lainnya memberikan bobot 40%.
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut e. Fasilitas Keselamatan dan Keamanan
Penilaian responden terhadap bobot aspek fasilitas
keselamatan dan keamanan bervariasi antara 5% sampai
dengan 30%. Hasil perolehan bobot akses Fasilitas
Keselamatan dan Keamanan dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel 4.29
Bobot Aspek Fasilitas Keselamatan dan Keamanan
NO BOBOT (%) KOMPOSISI RESPONDEN ADPEL PAKAR TRANSP PELINDO PERSH PELAYAR AN JUMLAH % 1 2,5 1 1 2.86 2 10 3 3 5 11 31.43 3 11 1 1 2.86 4 15 1 4 4 9 25.71 5 18 2 2 5.71 6 20 5 1 3 9 25.71 6 25 1 1 2.86 7 30 1 1 2.86 JUMLAH 7 4 8 16 35 100
Sebanyak 31% responden menyatakan bahwa fasilitas keselamatan dan keamanan memiliki bobot 10% untuk menjadi kriteria pelayanan pelabuhan, sebanyak 26% responden memberikan bobot 15%, dan 26% lainnya memberikan bobot 20%. Hasil bobot fasilitas keselamatan dan keamanan yang diberikan responden dapat dilihat pada Gambar berikut.
Gambar 4.33 Komposisi Responden Menurut Bobot Fasilitas Keselamatan dan Keamanan
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut
Aspek fasilitas keselamatan dan keamanan terdiri atas beberapa komponen yang dinilai menjadi kriteria, yakni :
1) Kecukupan sarana dan prasarana navigasi;
2) Keandalan sarana dan prasarana navigasi;
3) Rasio jumlah pandu terhadap jumlah kebutuhan pandu
ideal;
4) Rasio jumlah kapal pandu terhadap jumlah kebutuhan
kapal pandu;
5) Rasio jumlah kapal tunda terhadap jumlah kebutuhan
kapal tunda ideal;
6) Rasio luas area pelabuhan yang steril menurut ISPS Code
terhadap luas area parkir DLKR pelabuhan. Tabel 4.30
Bobot Komponen Aspek Fasilitas Keselamatan dan Keamanan
No Bobot (%)
KOMPOSISI RESPONDEN (JUMLAH)
Kecukupan sarana dan prasarana navigasi Keandalan sarana dan parasarana navigasi Rasio jml pandu thd kebutuhan pandu ideal Rasio jml kpl pandu terhadap kebutuhan kapal pandu ideal Rasio jml kpl tunda terhadap kebutuhan kapal tundaideal Rasio luas area pelabuhan yang steril thd luas area DLKr 1 5 1 1 2 10 4 5 10 9 11 12 3 15 7 15 11 12 8 5 4 18 1 1 1 13 1 1 5 20 18 13 11 1 11 11 6 25 4 1 1 3 4 7 30 1 1 8 40 1 JUMLAH 35 35 35 35 35 35
Penilaian responden terhadap bobot komponen kecukupan sarana dan prasarana navigasi bervariasi antara 10% hingga 30%. Bobot komponen keandalan sarana dan prasarana navigasi berkisar antara 10%-25%. Bobot komponen rasio pandu terhadap kebutuhan pandu ideal berkisar antara 5%-25%. Bobot rasio jumlah kapal pandu terhadap kebutuhan kapal pandu ideal berkisar antara 10-20% saja. Rasio jumlah
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut kapal tunda terhadap kebutuhan kapal tunda ideal diberi bobot antara 10%-40% dan rasio luas area pelabuhan steril terhadap luas area DLKr pelabuhan diberi bobot antara 5% hingga 30%. Hasil komposisi responden dalam memberikan bobot setiap komponen pendukung aspek fasilitas keselamatan dan keamanan dapat dilihat pada Tabel 4.30 di atas.
Tabel 4.31
Prosentase Jumlah Responden dalam Memberikan Bobot Komponen Aspek Fasilitas Keselamatan dan Keamanan
NO Bobot (%)
KOMPOSISI RESPONDEN (PROSENTASE)
Kecuku-pan sarana dan prasarana navigasi Keandalan sarana dan parasa-rana navigasi Rasio jml pandu thd kebutuhan pandu ideal Rasio jml kpl pandu terhadap kebutuhan kapal pandu ideal Rasio jml kpl tunda terhadap kebutuhan kapal tundaideal Rasio luas area pelabuhan yang steril thd luas area DLKr 1 5 3 3 2 10 11 14 29 26 31 34 3 15 20 43 31 34 23 14 4 18 3 3 3 37 3 3 5 20 51 37 31 3 31 31 6 25 11 3 3 9 11 7 30 3 3 8 40 3 JUMLAH 100 100 100 100 100 100
Sebanyak 51% responden menyatakan bahwa kecukupan jumlah sarana dan prasarana navigasi memiliki bobot 20% sebagai kriteria klasifikasi pelayanan pelabuhan dan 20% responden lainnya memberikan bobot 15%. Pada komponen keandalan sarana dan prasarana navigasi, sebanyak 43% responden memberikan bobot sebesar 15% dan 37% responden lainnya memboboti 20%.
Sebanyak masing-masing 31% responden memberikan bobot sebesar 15% dan 20% terhadap komponen rasio jumlah pandu dengan kebutuhan pandu ideal. Sebanyak 37% responden memberikan bobot sebesar 18% pada komponen rasio jumlah kapal pandu dengan kebutuhan kapal pandu ideal.
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut
Pada komponen rasio luas area pelabuhan steril terhadap
luas DLKr pelabuhan, sebanyak 34% responden
memberikan bobot 10% dan 31% responden lainnya memboboti 20%. Hasil prosentase jumlah responden dalam memberikan bobot terhadap setiap komponen pendukung aspek fasilitas keselamatan dan keamanan dapat dilihat pada Tabel 4.31.
f. Aspek Status dan Fungsi Pelabuhan
Penilaian responden terhadap bobot aspek status dan fungsi pelabuhan bervariasi antara 5% sampai dengan 30%. Hasil perolehan bobot akses Status dan Fungsi Pelabuhan dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 4.32
Bobot Aspek Fasilitas Keselamatan dan Keamanan NO BOBOT (%) RESPONDEN ADPEL PAKAR TRANSP PELINDO PERUS PELAYARAN JUMLAH % 1 2,5 1 1 2.86 2 5 4 2 6 17.14 3 10 2 5 7 14 40.00 4 15 2 1 1 2 6 17.14 5 18 2 2 5.71 6 19 1 1 2.86 7 20 3 3 8.57 8 25 1 1 2.86 9 30 1 1 2.86 JUMLAH 7 4 8 16 35 100
Sebanyak 17% responden menyatakan bahwa aspek status dan fungsi pelabuhan memiliki bobot 5% untuk menjadi kriteria pelayanan pelabuhan, sebanyak 17% responden memberikan bobot 15%, dan 40% responden memberikan bobot 10%. Hasil bobot status dan fungsi pelabuhan yang diberikan responden dapat dilihat pada Gambar berikut.
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut Gambar 4.34 Komposisi Responden Menurut Bobot Status dan
Fungsi Pelabuhan
Aspek status dan fungsi pelabuhan terdiri atas beberapa komponen yang dinilai menjadi kriteria, yakni
1) Peran dalam Hirarkhi pelabuhan
2) Peran terhadap pembangunan daerah
3) Peran terhadap peningkatan aksesibilitas daerah
4) Peran terhadap pertahanan dan keamanan
Penilaian responden terhadap bobot komponen peran dalam hirarkhi pelabuhan berkisar antara 10% hingga 35%. Bobot komponen peran terhadap pembangunan daerah berkisar antara 20%-50%. Bobot komponen peran terahdap peningkatan aksesibilitas daerah berkisar antara 10-35%, sedangkan bobot peran terhadap pertahanan dan keamanan berkisar antara 15-40% saja. Hasil komposisi responden dalam memberikan bobot setiap komponen pendukung status dan fungsi pelabuhan dapat dilihat pada Tabel berikut ini.
Tabel 4.33
Komposisi Responden Menurut Bobot Komponen Status dan Fungsi Pelabuhan
NO Bobot (%)
KOMPOSISI RESPONDEN (JUMLAH)
Peran dalam Hirarkhi pelabuhan Peran terhadap pembangunan daerah Peran terhadap peningkatan aksesibilitas daerah Peran terhadap pertahanan dan keamanan 1 10 6 2 2 15 4
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut NO Bobot (%)
KOMPOSISI RESPONDEN (JUMLAH)
Peran dalam Hirarkhi pelabuhan Peran terhadap pembangunan daerah Peran terhadap peningkatan aksesibilitas daerah Peran terhadap pertahanan dan keamanan 3 20 12 5 7 15 4 25 10 10 11 9 5 30 6 15 14 6 6 35 1 1 1 7 40 1 8 50 4 JUMLAH 35 35 35 35
Sebanyak 34% responden menyatakan bahwa peran dan hirarkhi pelabuhan memiliki bobot 20% sebagai kriteria klasifikasi pelayanan pelabuhan dan 29% responden lainnya memberikan bobot 25%. Pada komponen peran terhadap pembangunan daerah, sebanyak 43% responden memberikan bobot sebesar 35%. Pada komponen peran terhadap peningkatan aksesibilitas daerah, sebanyak 40% responden memberikan bobot sebesar 30% dan 31% responden memboboti 25%. Sebanyak 43% responden memberikan bobot sebesar 20% pada komponen peran terhadap pertahnan dan keamanan. Hasil prosentase jumlah responden dalam memberikan bobot terhadap setiap komponen pendukung aspek status dan fungsi pelabuhan dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 4.34
Prosentase Komposisi Responden Menurut Bobot Komponen Status dan Fungsi Pelabuhan
NO Bobot (%)
KOMPOSISI RESPONDEN (PROSENTASE)
Peran dalam Hirarkhi pelabuhan Peran terhadap pembangunan daerah Peran terhadap peningkatan aksesibilitas daerah Peran terhadap pertahanan dan keamanan 1 10 17 6 2 15 11 3 20 34 14 20 43 4 25 29 29 31 26 5 30 17 43 40 17 6 35 3 3 3 7 40 3 8 50 11 JUMLAH 100 100 100 100
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut 2. Penetapan Kriteria Trayek Tetap dan Teratur serta Trayek Tidak
Tetap dan Tidak Teratur
Unsur utama yang dinilai menjadi kriteria trayek tetap dan teratur terdiri atas 6 hal, yaitu:
a. Wajib menyinggahi beberapa pelabuhan secara tetap dan
teratur, sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan
b. Wajib mempublikasikan jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal kepada masyarakat di setiap pelabuhan yang disinggahi.
c. Untuk angkutan penumpang, wajib mempublikasikan besaran
tarifnya kepada masyarakat.
d. Penyimpangan trayek tetap dan teratur berupa omisi, boleh dilakukan apabila kapal telah bermuatan penuh dari pelabuhan sebelumnya, tidak tersedia muatan pada pelabuhan berikutnya, atau kondisi cuaca buruk pada pelabuhan tujuan berikutnya. Penyimpangan ini wajib dilaporkan kepada menteri.
e. Penyimpangan trayek tetap dan teratur berupa deviasi, boleh dilakukan apabila kapal yang dioperaasikan digunakan untuk menganagkut kepentingan yang ditugaskan oleh negara. Penyimpangan ini wajib dilaporkan kepada menteri.
f. Penggantian kapal atau substitusi pada trayek tetap dan teratur dapat dilakukan apabila kapal mengalami kerusakan permanen, sedang dalam perbaikan atau docking, atau tidak sesuai dengan kondisi muatan. Penggantian atau substitusi ini wajib dilaporkan kepada menteri.
Hasil penilaian responden terhadap tingkat kepentingan setiap unsur utama kriteria trayek tetap dan teratur dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 4.35
Komposisi Responden Menurut Tingkat Kepentingan Unsur Utama Kriteria Trayek Tetap dan Teratur
NO ASPEK KRITERIA TRAYEK TETAP DAN TERATUR
TINGKAT KEPENTINGAN Penting Perlu Tidak Perlu Jmlh % Jmlh % Jmlh % 1 Wajib menyinggahi beberapa pelabuhan secara tetap
dan teratur, sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan 26 74 6 17 3 9
2
Wajib mempublikasikan jadwal kedatangan dan kebe-rangkatan kapal kepada masyarakat di setiap pelabuhan yang disinggahinya.
Studi Penetapan Kriteria di Bidang Transportasi Laut NO ASPEK KRITERIA TRAYEK TETAP DAN
TERATUR
TINGKAT KEPENTINGAN Penting Perlu Tidak Perlu Jmlh % Jmlh % Jmlh % 3 Untuk angkutan penumpang, wajib mempublikasikan
besaran tarifnya kepada masyarakat 29 83 6 17
4
Penyimpangan trayek tetap dan teratur berupa omisi, boleh dilakukan apabila kapal telah bermuatan penuh dari pelabuhan sebelumnya, tidak tersedia muatan pada pelabuhan berikutnya, atau kondisi cuaca buruk pada pelabuhan tujuan berikutnya. Penyimpangan ini wajib dilaporkan kepada menteri.
14 40 15 43 6 17
5
Penyimpangan trayek tetap dan teratur berupa deviasi, boleh dilakukan apabila kapal yang dioperaasikan digunakan untuk menganagkut kepentingan yang ditugaskan oleh negara. Penyimpangan ini wajib dilaporkan kepada menteri.
15 43 20 57
6
Penggantian kapal atau substitusi pada trayek tetap dan teratur dapat dilakukan apabila kapal mengalami kerusakan permanen, sedang dalam perbaikan atau docking, atau tidak sesuai dengan kondisi muatan. Penggantian atau substitusi ini wajib dilaporkan kepada menteri.
12 34 16 46 6 17
Sebanyak 74% responden menyatakan bahwa kewajiban menyinggahi pelabuhan secara teratur minimal 6 bulan penting untuk dijadikan kriteria trayek tetap dan teratur dan sebanyak 17% responden menyatakan perlu.
Sebanyak 77% responden menyatakan bahwa kewajiban
mempublikasikan jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal kepada masyarakat di setiap pelabuhan yang disinggahinya penting untuk dijadikan kriteria trayek tetap dan teratur dan sebanyak 11% responden menyatakan perlu, sisanya menyatakan tidak penting.
Sebanyak 83% responden menyatakan bahwa kewajiban
mempublikasikan besaran tarifnya kepada masyarakat penting untuk dijadikan kriteria trayek tetap dan teratur dan sebanyak 17% responden