• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengadaan Bahan Pustaka

Dalam dokumen ELSA SURYANA RISKADEWI D1809017 (Halaman 31-43)

BAB I PENDAHULUAN

F. Pengadaan Bahan Pustaka

Ratnaningsih (2010:45) mengemukakan bahwa,

Pengadaan bahan pustaka adalah salah satu dari kegiatan pelayanan teknis pada suatu perpustakaan dalam usaha untuk memberikan informasi yang

dibutuhkan oleh para pemustaka secara up to date.

Pengadaan atau akuisisi dilakukan oleh bagian pengadaan. Menurut LpPI (2001:34-35) dalam buku yang berjudul Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi (2003:90) bagian pengadaan tidak semata-mata bertangggungjawab terhadap pengadaan koleksi saja, tetapi juga bertanggungjawab atas hal-hal berikut:

commit to user

14

a. Pengadaan atau pengembangan koleksi.

b. Pemecahan persoalan-persoalan yang muncul dalam pemesanan bahan

pustaka.

c. Pembuatan rencana pemilihan bahan pustaka yang terus-menerus.

d. Pemeriksaan dan mengikuti terus-menerus penerbitan-penerbitan

bibliografi.

e. Mengadakan hubungan dengan para pedagang atau penyalur buku.

f. Mengawasi penerimaan hadiah dan tukar-menukar bahan pustaka.

Proses pengadaan bahan pustaka terletak pada pustakawan, karena pustakawan dianggap mengetahui tentang kebutuhan pustaka, keadaan koleksi, anggaran, ruang dan tenaga perpustakaan yang bersangkutan. Pustakawanlah yang

seharusnya bertanggungjawab untuk menentukan (decision making) apakah suatu

bahan pustaka perlu ditambahkan dalam koleksi perpustakaan tersebut. Bahan pustaka yang ingin ditambahkan tersebut sebaiknya disusun dulu dalam suatu daftar atau dalam kartu-kartu. Berdasarkan daftar tersebut dilakukan penelitian

atau “checking” pada koleksi perpustakaan yang bersangkutan melalui kartu-kartu

katalog, untuk mengetahui apakah sudah dimiliki atau belum. (Budiwijaya, 1980:5)

Menurut Budiwijaya (1980:6-9) perlu melaksanakan pengadaan yang dapat diperoleh dari berbagai sumber, yaitu pembelian, hadiah, tukar menukar, titipan dan lain-lain.

1. Pembelian

Pengadaan dengan cara pemebelian dilakukan dengan (a) langsung membeli di persedian toko buku, (b) memesan (melalui toko buku/penyalur, melalui penerbit yang besangkutan).

Untuk memesan buku, pada umumnya masih menggunakan cara dengan surat. Dalam surat itu perlu mencantumkan data buku yang jelas

commit to user

15 untuk menghindarkan kekeliruan, kesulitan dalam pembayaran, pengaduan (claim) dan sebagainya. Dalam surat pesanan itu harus jelas menyebutkan

pengarang/penyusun, judul buku, penerbit, edisi/tahun, jumlah copy, harga,

ISBN (International Standard Book Number) kalau ada, dan keterangan

lain, misalnya, cara pembayaran, pengiriman dan lain-lain.

Jika jumlah judul yang dipesan cukup banyak, maka kemungkinan toko buku yang bersangkutan tidak dapat mengirimkan pesanan tersebut sekaligus melainkan secara berangsur. Bila bukunya diterima, maka perlu:

a. Mencocokkan dengan surat pengantar buku yang bersangkutan.

b. Mencocokkan dengan catatan pesanan perpustakaan yang

bersangkutan.

c. Bila barangnya yang datang tidak sesuai, maka perlu diadakan

komunikasi dengan pengirim atau diadakan pengaduan (claim).

d. Jika cocok dengan pesanan, maka dapat dilakukan prosedur

berikutnya, misalnya diberi stempel milik atau jika proses pembayaran belum selesai dapat dilanjutkan pembayarannya.

Sering petugas mengalami kesulitan dalam mencari atau

meneliti file surat pesanan yang sudah lama, khususnya bila buku-buku

masih dalam proses pemesanan. Kesulitan itu dapat dikurangi bila menggunakan cara yang lebih praktis, yaitu memakai sistem kartu pesanan. Kartu pesanan ini sering disebut kartu desiderata atau kartu pemesanan buku. Bentuk dan ukuran kartu itu dapat bermacam-macam menurut kebutuhan perpustakaan masing-masing. Data pustaka yang perlu dicatat

commit to user

16 dalam kartu tersebut juga sama dengan sistem surat. Setiap judul buku yang dipesan sebaiknya dicatat dalam satu kartu tersendiri. Kartu-kartu tersebut

dapat disusun menurut sistem filing tertentu, misalnya surat abjad

pengarang, sistem shelf list, dikelompokkan menurut penerbit dan lain-

lainnya. Sering kartu macam ini dibuat rangkap, salahsatu dikirimkan kepada toko buku, yang lain disimpan untuk arsip bagian akuisisi, satu lagi disimpan bagian keuangan dan sebagainya. Kadangakala ada format kartu pemesanan yang dibuat seperti ukuran kartu katalog, yang salah satunya

copy dapat disusun dalam laci kartu katalog, sehingga pembaca dapat segera

mengetahui bahwa ada buku baru yang masih dalam proses pemasanan.

2. Hadiah

Bagi perpustakaan yang anggarannya terbatas, maka proses pengadaaan dilakukan melalui proses hadiah. Walaupun koleksi tersebut diperoleh secara hadiah dari penyalur buku, tetapi sebaiknya sebelum hadiah tersebut diterima telah melalui prosedur seleksi buku yang baik.

3. Tukar menukar

Buku-buku yang tidak bermanfaat bagi suatu perpustakaan dapat dimanfaatkan dengan cara ditukarkan dengan perpustakaan lain yang mungkin masih membutuhkan. Buku-buku tersebut dibuat daftarnya lalu dikirimkan ke beberapa perpustakaan yang disertai daftar buku-buku yang dibutuhkan sebagai bahan penukarannya.

commit to user

17

4. Titipan

Perpustakaan kadang memperoleh titipan bahan pustaka dari perorangan/lembaga lain agar bisa dimanfaatkan oleh pemustaka, perpustakaan hanya sekedar menjaga keberadaan bahan pustaka tersebut. Dalam melaksanakan pengadaan buku secara titipan, maka yang perlu diperhatikan adalah jangka waktu titipan agar tidak terlalu singkat, karena akan merugikan dalam segi ekonomis, misalnya, dalam biaya pengolahan dan lain-lainnya. Dalam keadaan tertentu dapat diterima walaupun waktunya singkat dan tentunya bahan semacam ini tidak diolah secara permanen.

Dalam buku yang judulnya Pengelolaan Perpustakaan (2007:16-18) pengadaan koleksi dalam arti menambah koleksi baru, dapat selalu dilakukan dengan cara mencari informasi tentang terbitan-terbitan terbaru dari penerbit. Beberapa sarana yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pengadaan koleksi, antara lain:

a. Katalog penerbit, leaflet, brosur

Katalog penerbit adalah daftar informasi terbitan dari penerbit buku. Informasi yang dimuat dapat berupa informasi tentang buku-buku yang baru diterbitkan, buku edisi baru, dan buku cetak ulang. Pada umumnya informasi yang disajikan disertai informasi harga setiap buku.

Selain katalog penerbit yang dibuat secara periodik, penerbit kadang-kadang

commit to user

18 informasi beberapa buku terbaru yang tidak mencakup periode terbitan tertentu.

b. Iklan dalam majalah

Iklan adalah bentuk informasi yang bersifat memengaruhi untuk membeli. Penerbit-penerbit besar kadang-kadang memasukkan iklan dalam majalah tentang buku-buku yang baru diterbitkan. Informasi yang ada di dalam iklan biasanya berisi tentang buku-buku yang baru terbit, yang barangkali sesuai dengan keperluan pengguna perpustakaan.

c. Resensi buku di majalah dan surat kabar

Resensi adalah tinjauan tentang buku, kadang-kadang dikenal dengan timbangan buku. Pada umumnya resensi berupa penilaian objektif terhadap buku, baik fisik, susunan, maupun isi. Resensi dapat membantu dalam mempertimbangkan suatu buku dibeli atau tidak, karena kekurangan dan kelebihan buku yang diresensi pada umumnya dibahas oleh peresensi.

d. Daftar penerimaan buku baru yang dimiliki perpustakaan

Perpustakaan sebaiknya membuat daftar buku yang baru diterima. Daftar tersebut dapat digunakan sebagai alat pemeriksa sebelum melakukan pembelian. Buku-buku yang sudah dimiliki atau yang termuat dalam daftar penerimaan buku baru sebaiknya tidak dibeli ulang, terlebih jika tidak bermaksud menambah jumlah eksemplar buku.

e. Bibliografi nasional

Bibliografi nasional memuat daftar dokumen yang diterbitkan pada suatu Negara tertentu. Biasanya bibliografi ini diterbitkan oleh perpustakaan

commit to user

19 nasional suatu Negara. Sebagai contoh adalah Bibliografi Nasional Indonesia yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia setiap tiga bulan sekali. Bibliografi Nasional Indonesia mendaftar semua terbitan dari setiap penerbit yang bergabung dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).

f. Daftar pustaka

Daftar pustaka adalah daftar judul buku yang digunakan oleh seorang penyusun karya tulis yang dicantumkan pada bagian akhir tulisan. Daftar pustaka perlu diperiksa oleh petugas perpustakaan untuk mengetahuai apakah buku yang didaftar sudah dimiliki oleh perpustakaan atau belum. Jika belum dimiliki sedapat mungkin diusahakan untuk dimiliki.

g. Daftar usulan buku dari pengguna

Salahsatu cara untuk mengetahui kebutuhan pengguna perpustakaan yang mereka perlukan, yaitu dengan menyediakan formulir usulan buku yang dapat diiisi oleh pengguna. Daftar usulan buku dari pengguna merupakan sarana yang sangat baik untuk mengetahui kebutuhan mereka secara langsung.

h. Internet

Sarana paling modern yang dapat digunakan untuk mengetahui adanya buku-buku terbaru adalah akses internet. Beberapa penerbit besar memiliki alamat di internet. Contoh penerbit-penerbit Indonesia yang telah memiliki alamat di internet antara lain: www.kanisius.co.id, www.gramedia.com,

commit to user

20 www.buku.els.web.id, www.andipublisher.com, www.cybersastra.net, dan

www.bacabuku.com.

Buku-buku luar negeri dapat dicari melalui alamat penerbit maupun

distributor besar seperti: www.books.com, www.amazon.com,

www.prenhall.com, www.oup.com, www.bn.com,

www.lights.com/publisher, dan www.quadarm.com/publisher_sites.

Pengadaan koleksi perlu dilakukan secara cermat dan hati-hati. Kadangkala buku yang datang tidak sesuai dengan pesanan. Oleh karena itu, dalam buku yang berjudul Pengelolaan Perpustakaan (2007:19-23) menyebutkan langkah-langkah yang perlu diperhatikan, yaitu:

a. Penyusun daftar

Setelah diadakan verifikasi dan pengambilan keputusan, petugas mempersiapkan daftar pesanan yang dilengkapi dengan data-data bibliografi terbitan sesuai dengan kebutuhan masing-masing perpustakaan.

b. Pemesanan

Setelah melakukan pemilihan buku untuk menentukan buku mana yang dibutuhkan atau diperbanyak, daftar pesanan tersebut dikirim kepada penerbit atau toko buku yang disertai petunjuk tentang bagaimana cara pembayarannya dan keterangan lain yang dianggap perlu untuk kelancaran administrasi. Pengiriman daftar pesanan ke penerbit atau toko buku disertai dengan surat pemesanan. Pembayaran dapat dilakukan bersamaan dengan

pemesanan sesudahnya. Pembayaran dilakukan melalui poswesel, cheque,

commit to user

21 pembayaran yang dilakukan kemudian hari biasanya penerbit atau toko

buku mengirimkan faktur sementara (proforma invoice) yang merinci

pesanan mana yang harus dibayar. Atas dasar itu perpustakaan mengatur pembayarannya.

c. Penerimaan

Apabila pesanan buku dari penerbit atau toko buku telah diterima, kiriman itu perlu segera dicek, dicocokkan dengan daftar pengiriman dan daftar pesanan.

d. Pemeriksaan

Setelah buku diterima, kondisi buku perlu diperiksa, antara lain fisik buku, kelengkapan halaman, dan bibliografi. Pemeriksaan fisik meliputi keutuhan buku dan penjilidan. Pemeriksaan kelengkapan halaman meliputi halaman kosong, halaman terbalik, dan halaman tidak lengkap. Pemeriksaan bibliografi meliputi pemeriksaan data pokok terbitan yang perlu diketahui oleh pengguna, antara lain:

a) Judul buku

Judul buku merupakan identitas pertama yang segera dapat dibaca. Judul buku terletak di halaman pertama atau kedua sebuah buku. Judul yang tertulis di sampul buku kadang-kadang kurang jelas dibanding dengan judul yang tertulis di halaman judul. Maka untuk mengetahui judul sebuah buku, judul yang digunakan adalah judul yang tertulis di halaman judul, bukan di sampul buku.

commit to user

22

b) Penanggungjawab

Sebuah buku sebelum diterbitkan melewati persiapan-persiapan yang terkadang melibatkan banyak orang, mulai dari penerbit, penulis,

editor, penerjemah, penyadur, pembuat layout, perancang sampul, dan

sebagainya. Pertanyaannya adalah siapa penanggungjawab buku tersebut? Semuanya bertanggungjawab. Penanggungjawab isi buku adalah pengarang atau penulis (dapat berupa kelompok orang atau badan), penerjemah bertanggungjawab terhadap terjemahannya, penyadur bertanggungjawab terhadap sadurannya, dan seterusnya. Namun pada umumnya pengarang buku merupakan penanggungjawab utama. Penyumbang lainnya pada umumnya kurang diperhitungkan. Atau dengan kata lain, yang diutamakan sebagai penanggungjawab adalah yang bertanggungjawab terhadap isi buku.

c) Penerbit

Penerbit adalah instansi resmi yang mempublikasikan buku atau terbitan lainnya. Penerbit pada umumnya bertanggungjawab terhadap semua terbitannya.

d) Tahun terbit dan tahun copyright

Keterangan tentang tahun terbit tidak selalu jelas dalam setiap terbitan. Ada yang secara tegas menuliskan diterbitkan tahun tertentu. Namun kadang-kadang digabungkan dengan keterangan cetak, misalnya cetakan kedua 1999, cetakan ketiga 2001, dan seterusnya.

commit to user

23 Selain tahun penerbitan, kadang-kadang pada buku dituliskan juga

tahun copyright dengan penulisan ©2001, ©2000, dan seterusnya.

e) Tempat terbit

Keterangan tentang tempat terbit pada umumnya secara jelas disebutkan dalam buku yang diterbitkan. Pada umumnya tempat yang digunakan sebagai identitas tempat terbit adalah nama kota letak penerbit tersebut berada. Untuk memperjelas informasi tentang negara bagian di mana kota tersebut terletak, misalnya: Menlo Park, California.

f) Cetakan

Keterangan cetakan memberikan informasi tentang berapa kali buku tersebut telah dicetak ulang. Cetak ulang tidak melakukan perubahan isi.

g) Edisi

Keterangan edisi dicantumkan untuk menjelaskan bahwa, buku yang bersangkutan diterbitkan ulang dengan beberapa perubahan isi.

h) ISBN

Mulai Januari 2007 penulisan ISBN (International Standard Book

Number) mengalami perubahan mengikuti pola EAN (European Article Number), yaitu 13 digit sebagai pemberi identifikasi unik secara internasional terhadap satu buku maupun produk seperti buku yang diterbitkan oleh penerbit. Setiap nomor memberikan identifikasi unik untuk setiap terbitan dari setiap penerbit, memungkinkan

commit to user

24 pemasaran produk yang lebih efisien bagi toko buku atau distributor (www.pnri.go.id/Attachment/ISBN/ISBN_PERSYARATAN_BARU. pdf ).

ISBN 13 digit dibagi menjadi empat bagian, 3 angka untuk kelompok pertama, 4 angka untuk kelompok kedua, dan 5 angka untuk kelompok ketiga serta 1 angka untuk kelompok keempat. Setiap kelompok menunjukkan keterangan tertentu, yaitu:

Kelompok pertama : menunjukkan Negara

Kelompok kedua : menunjukkan identitas (nama) penerbit

Kelompok ketiga : menunjukkan identitas judul, setiap judul

mempunyai nomor judul yang unik oleh penerbit

Kelompok keempat : merupakan angka pemeriksa

Setelah kondisi buku sesuai dengan pesanan, petugas membuat tanda

terima atau menandatangani proforma invoice dan dikirimkan kepada penerbit

atau toko buku. Apabila tidak sesuai dengan pesanan, buku dikembalikan ke penerbit atau toko buku. Sedangkan untuk penerimaan buku-buku hadiah, baik yang sesuai dengan kebutuhan maupun tidak, sebaiknya diberi ucapan terima kasih.

commit to user

25

Dalam dokumen ELSA SURYANA RISKADEWI D1809017 (Halaman 31-43)

Dokumen terkait