• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN

5.9 Analisa Prestise

5.9.1 Pengakuan

Indikator pengakuan ditinjau dari hasil kuisioner dan observasi yang dilakukan di lapangan sesuai dengan teori Kim (2009) dan Suryandana (2009) yaitu pengakuan yang baik dari pemerintah maupun pengunjung yang pernah mengunjungi menjadi unsur pendukung faktor prestise spot wisata kuliner dimata wisatawan didapat analisa sebagai berikut :

Berdasarkan hasil data kuisioner ( Gambar diagram 5.20 ) untuk indikator pengakuan didapat 1% reponden menyatakan sangat tidak puas (STP), 7% menyatakan tidak puas (TP), 31% menyatakan cukup puas (CP), 39% menyatakan puas (P), dan 22% responden menyatakan sangat puas (SP). Dari data tersebut

61 responden menyatakan puas dengan indikator pengakuan pada spot wisata kuliner di Kota Medan.

Tabel 5.19 : Hasil observasi pengakuan spot wisata kuliner di Kota Medan

Spot Wisata Kuliner Pengakuan

Merdeka Walk Sangat Baik

Kuliner Perniagaan Baik

Restoran Tip-Top Baik

Kuliner Selat Panjang Baik

Kulier Jalan Semarang Baik

Kuliner Pagaruyung Sangat Baik

Amaliun Food Court Baik

Kuliner Jl. Dr. Mansyur Baik

Mie Aceh Titi Bobrok Baik

Warkop Elisabet Baik

Ucok Durian Baik

Kuliner Komplek Asia Mega Mas Baik

Warkop MMTC Baik

Kuliner Komplek Cemara Asri Baik

Tabel 5.19 menunjukkan bahwa pengakuan sangat baik pada spot wisata kuliner Merdeka Walk dan Kuliner Pagaruyung merupakan pengakuan yang tidak

hanya datang dari pengunjung yang sudah mengunjunginya namun pemerintah juga telah mengakui kedua spot tersebut sebagai bagian dari pariwisata Kota Medan (gambar 5.105). Sementara itu, spot yang lain mendapatkan pengakuan baik dari pengunjung yang pernah mengunjunginya, hal ini membuktikan bahwa pengakuan baik terhadap spot wisata kuliner di Kota Medan dapat meningkatkan nilai prestise wisatawan dan spot wisata kuliner itu sendiri.

Gambar 5.105 : Pengakuan yang baik dari pemerintah pada spot wisata kuliner di Kota Medan

63 Tabel 5.20 : Kesimpulan hasil kualitatif dan kuantitatif

Variabel dan

Indikator Kualitatif Kuantitatif

1.Tingkat

Kunjungan Tidak dilakukan observasi

Tingkat kunjungan paling tinggi adalah Merdeka Walk dan tingkat kunjungan terendah adalah Kuliner Selat Panjang 2. Profil Responden ( demografi )

a. Daerah asal Tidak dilakukan observasi Wisatawan cenderung berasal dari Kota Medan itu sendiri b. Jenis

kelamin

Tidak dilakukan observasi Rata-rata wiatawan berjenis kelamin laki-laki. akan tetapi ada beberapa spot seperti Restoran Tip-Top, Kuliner Selat Panjang, Kuliner Jalan Semarang, Kuliner Pagaruyung dan Kuliner Komplek Asia Mega Mas yang wisatawannya cenderung perempuan

c. Usia Tidak dilakukan observasi Wisatawan berusia 21-30

mendominasi kunjungannya pada setiap spot wisata kuliner di Kota Medan, kecuali Restoran Tip-Top, cenderung berusia 31-40 dan >40 tahun. d. Suku / etnis Tidak dilakukan observasi Hampir semua spot wisata

kuliner di Kota Medan dikunjungi oleh wisatawan suku/ etnis batak. Akan tetapi, beberapa spot seperti Restoran Tip-Top, Amaliun Food Court, Kuliner Jl. Dr. Mansyur, Warkop MMTC dan Kuliner Komplek Cemara Asri pengunjung cenderung suku/ etnis Jawa. Sementara itu, pada spot seperti Kuliner Selat Panjang, Kuliner Jalan Semarang, Kuliner Komplek Asia Mega Mas dan Kuliner Komplek Cemara Asri semua responden yang bersuku

Tionghoa pernah mengunjungi spot-spot tersebut

e. Pekerjaan Tidak dilakukan observasi Mahasiswa lebih sering mengunjungi spot wisata kuliner yang ada di Kota Medan. Akan tetapi, untuk beberapa spot seperti Restoran Tip-Top, Kuliner Selat Panjang, Kuliner Jalan Semarang, Ucok Durian, Kuliner Komplek Asia Mega Mas dan Kuliner Komplek Cemara Asri lebih sering dikunjungi oleh pengusaha. f. Penghasilan Tidak dilakukan observasi Rata-rata spot wisata kuliner di

Kota Medan dikunjungi oleh wisatawan yang berpenghasilan <2 juta. Akan tetapi, pada spot Restoran Tip-Top, Kuliner Selat Panjang, Kuliner Jalan Semarang, dan Kuliner Komplek Asia Mega Mas lebih cenderung dikunjungi wisatawan dengan penghasilan >4 juta

3. Keaslian a.

Aksesibilitas

Kemudahan dalam mengakses suatu spot wisata kuliner merupakan hal penting dalam mendukung keaslian spot wisata kuliner (Jahromy & Tajik, 2011). Semua spot wisata kuliner di Kota Medan dapat diakses dengan mudah, terutama Merdeka Walk.

Responden menyatakan puas dengan kemudahan mengakses/ menuju spot wisata kuliner di Kota Medan dengan nilai rata-rata (mean) yaitu 3,51

b.

Keanekaraga man kuliner

Keanekaragaman kuliner merupakan salah satu unsur yang mendukung keaslian spot wisata kuliner (Jahromy & Tajik, 2011). Semua spot wisata kuliner di Kota Medan menyediakan kuliner yang beraneka ragam, terutama Merdeka Walk.

Responden menyatakan puas dengan keanekaragaman kuliner yang ada pada spot wisata kuliner di Kota Medan dengan nilai rata-rata (mean) yaitu 3,73

c. Harga Jahromy & Tajik (2011) dan Suryandana (2009), harga yang

Responden menyatakan puas dengan harga makanan pada

65 mendukung keaslian spot wisata

kuliner. Harga makanan pada spot wisata kuliner di Kota Medan sangat beragam dari yang murah sampai yang cukup mahal, namun masih terjangkau oleh semua kalangan

(mean) yaitu 3,22

d. Kebersihan Lokasi yang bersih dan nyaman akan menambah keaslian spot wisata kuliner ( Jahromy & Tajik, 2011 dan Suryandana, 2009). Kebersihan spot wisata kuliner di Kota Medan belum menyeluruh, masih ada beberapa spot yang lokasinya kurang bersih dan nyaman seperti Kuliner Jalan Semarang, Kuliner Pagaruyung, Kuliner Jl. Dr. Mansyur, Warkop Elisabet, Kuliner Komplek Asia Mega Mas dan Kuliner Komplek Cemara Asri

Responden menyatakan puas dengan kebersihan spot wisata kuliner di Kota Medan dengan nilai rata-rata (mean) yaitu 3,06

e. Dekorasi Dekorasi / desain ruangan (venue) yang menarik akan menambah keaslian spot wisata kuliner (Jahromy & Tajik, 2011 dan Suryandana, 2009). Hampir semua spot wisata kuliner di Kota Medan memiliki dekorasi yang menarik, terutama Merdeka Walk dan Restoran Tip-Top. Akan tetapi, ada sebagian spot yang kurang menarik dekorasinya seperti Warkop Elisabet dan Kuliner Komplek Asia Mega Mas.

Responden menyatakan puas dengan dekorasi spot wisata kuliner di Kota Medan dengan nilai rata-rata (mean) yaitu 3,46

f. Lingkungan sekitar

Lingkungan sekitar yang menarik merupakan unsur yang mendukung keaslian spot wisata kuliner (Jahromy & Tajik, 2011 dan Suryandana, 2009). Hampir semua spot wisata kuliner di Kota Medan berada dilingkungan yang sangat menarik terutama Merdeka Walk, Restoran Tip-top, Kuliner Pagaruyung dan Amaliun Food Court yang berada di kawasan pariwisata Kota Medan. Akan tetapi ada beberapa spot yang berada dilingkungan yang kurang menarik seperti Kuliner Jalan Semarang, Mie Aceh Titi Bobrok, Ucok Durian, Kuliner Komplek Asia Mega Mas dan Warkop MMTC.

Responden menyatakan puas dengan lingkungan sekitar spot wisata kuliner di Kota Medan dengan nilai rata-rata (mean) yaitu 3,44

4. Motivasi a. Suasana kekeluargaan

Suasana kekeluargaan yang kental akan memotivasi wisatawan untuk mengunjungi spot wisata kuliner (Kim, 2009). Semua spot wisata kuliner di Kota Medan menciptakan suasana kekeluargaan yang kental terutama Merdeka Walk, Kuliner Perniagaan, Restoran Tip-Top, dan Kuliner Pagaruyung.

Responden menyatakan puas dengan suasana kekeluargaan yang tercipta pada spot wisata kuliner di Kota Medan dengan nilai rata-rata (mean) yaitu 3,66

b. Citra visual Citra visual yang bagus dan menarik merupakan unsur yang memotivasi wisatawan untuk mengunjungi spot wisata kuliner (Kim, 2009). Semua spot wisata kuliner di Kota Medan memiliki citra visual yang bagus dan menarik yang tercipta oleh pencahayaan yang baik terutama Merdeka Walk dan Restoran Tip-Top.

Responden menyatakan puas dengan terciptanya citra visual pada spot wisata kuliner di Kota Medan dengan nilai rata-rata (mean) yaitu 3,60.

5. Interpersonal a. Peluang bersoaialisasi

Jahromy & Tajik (2011) dan Suryandana (2009), peluang bersosialisasi yang tinggi akan meningkatkan interpersonal pengunjung/wisatawan pada saat mengunjungi spot wisata kuliner. Semua spot wisata kuliner di Kota Medan memberikan space (ruang) untuk menciptakan peluang bersosialisasi yang tinggi kepada sesama wisatawan, terutama Merdeka Walk, Kuliner jalan Semarang, Kuliner Pagaruyung dan Kuliner Komplek Cemara Asri.

Responden menyatakan puas dengan peluang bersosialisasi pada spot wisata kuliner di Kota Medan dengan nilai rata-rata (mean) yaitu 3,50

6. Budaya

a. Gaya hidup Mengunjungi spot wisata kuliner merupakan salah satu bagian dari gaya hidup wisatawan ( Jahromy & Tajik, 2011). Gaya hidup wisatawan yang mengunjungi spot wisata kuliner di Kota Medan berdasarkan usia dan pekerjaan responden dan didapat 3 jenis

Responden menyatakan puas bahwa mengunjungi spot wisata kuliner di Kota Medan merupakan bagian gaya hidup wisatawan dengan nilai rata-rata (mean) yaitu 3,60

67 fleksibel (muda dan tua).

b. Interaksi budaya

Kegiatan budaya seperti festival, konser musik, pameran dan lainnya merupakan jembatan bagi wisatawan untuk mengenal budaya dan tradisi lokal yang ada disekitar spot wisata kuliner yang sedang mereka kunjungi (Suryandana, 2009 dan Kim, 2009). Beberapa spot wisata kuliner di Kota Medan memiliki kegiata budaya yang dapat memperkenalkan budaya sekitar kepada wisatawan seperti Merdeka Walk, Kuliner Pagaruyung. Amaliun Food Court, Kuliner Jl. Dr. Mansyur dan Kuliner Komplek Asia Mega Mas.

Responden menyatakan puas dengan dengan interaksi budaya pada spot wisata kuliner di Kota Medan dengan nilai rata-rata (mean) yaitu 3,59

7. Fisiologis a. Jenis kuliner

Jenis kuliner yang disukai dan diminati akan memberikan pengalaman dan kepuasan terhadap faktor fisiologis wisatawan (Kim, 2009 dan Jahromy & Tajik, 2011). Semua spot wisata kuliner di Kota Medan menyediakan jenis kuliner yang disukai oleh wisatawan, terutam Ucok Durian

Responden menyatakan puas dengan jenis kuliner pada spot wisata kuliner di Kota Medan dengan nilai rata-rata (mean) yaitu 3,62

8. Prestise

a. Pengakuan Pengakuan yang baik dari pemerintah maupun pengunjung yang pernah mengunjungi menjadi unsur pendukung faktor prestise spot wisata kuliner dimata wisatawan (Kim, 2009 dan Suryandana, 2009). Semua spot wisata kuliner di Kota Medan mendapat pengakuan baik dari wisatawan, terutama Merdeka Walk dan Kuliner Pagaruyung yang juga mendapat pengakuan baik dari pemerintah sebagai bagian pariwisata Kota Medan.

Responden menyatakan puas dengan pengakuan spot wisata kuliner di Kota Medan dengan nilai rata-rata (mean) yaitu 3,74.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Pendahuluan

Bab ini akan menjelaskan mengenai kesimpulan dan saran (rekomendasi) dalam penelitian ini berdasarkan hasil analisa dan pembahasan pada bab sebelumnya.

6.2. Kesimpulan

Dari hasil analisa dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya serta berdasarkan teori yang dipakai dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa pola keberadaan/ penempatan titik-titik spot wisata kuliner di Kota Medan cukup menyebar namun cenderung terpusat/ menumpuk pada satu bagian terutama bagian pusat Kota Medan. Keberadaan spot-spot wisata kuliner di Kota Medan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu keaslian, motivasi, interpersonal, budaya, fisiologis, prestise dan demografi. Hal tersebut membuktikan teori Jahromy & Tajik (2011) dan teori Kim (2009) mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan spot wisata kuliner sebagai objek dan daya tarik wisata. Faktor keaslian terdiri dari indikator aksesibilitas, keanekaragaman kuliner, harga, kebersihan, dekorasi dan lingkungan sekitar. Faktor motivasi terdiri dari suasana dan citra visual. Faktor interpersonal terdiri dari peluang bersosialisasi. Faktor budaya terdiri dari gaya hidup dan interaksi budaya. Faktor fisiologis terdiri dari jenis kuliner. Faktor prestise terdiri dari pengakuan. Dan Faktor demografi terdiri dari pofil wisatawan termasuk daerah asal, jenis kelamin,

69 Dari indikator-indikator tersebut, peneliti menemukan potensi yang ada pada pada spot wisata kuliner di Kota Medan yaitu indikator keanekaragaman kuliner dan pengakuan. Keanekaragaman kuliner yang ada pada spot-spot wisata kuliner di Kota Medan sangat beraneka ragam. Sementara itu, pengakuan spot-spot wisata kuliner tersebut dari sudut pandang wisatawan sangat baik dan memuaskan.

Pada faktor keaslian, mengacu pada 6 indikator pendukung, disimpulkan bahwa Merdeka Walk, Restoran Tip-Top dan Amaliun Food Court mempunyai nilai keaslian spot yang tinggi. Pada faktor motivasi, mengacu pada 2 indikator pendukung disimpulkan bahwa Merdeka Walk dan Restoran Tip-Top mempunyai motivasi yang tinggi dalam menarik wisatawan. Pada faktor interpersonal disimpulkan bahwa Merdeka Walk, Kuliner jalan Semarang, Kuliner Pagaruyung dan Kuliner Komplek Cemara Asri merupakan spot yang memberikanspace yang cukup untuk tempat bersosialisasinya sesama pengunjung. Pada faktor budaya, mengacu pada 2 indikator pendukung disimpulkan bahwa Merdeka Walk, Kuliner Pagaruyung, Amaliun Food Court, Kuliner Jl. Dr. Mansyur, dan Kuliner Komplek Asia Mega Mas mempunyai nilai budaya yang tinggi dibanding spot lainnya. Pada faktor fisiologis disimpulkan bahwa Ucok Durian merupakan spot yang jenis kulinernya paling dicari oleh wisatawan. Dan pada faktor prestise disimpulkan bahwa Merdeka Walk dan Kuliner Pagaruyung merupakan spot yang mempunyai pengakuan yang sangat baik, dari pengunjung dan pemerintah.

6.3. Saran

Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, peneliti menyarankan kepada pemerintah dan pengelola spot wisata kuliner di Kota Medan bahwa sebagai objek dan daya tari wisata, spot wisata kuliner yang ada harus memperhatikan dan menjaga tingkat kebersihan spot-spot tersebut. Hal ini dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan dalam mengunjungi spot-spot wisata kuliner yang ada di Kota Medan.

DAFTAR PUSTAKA

Bessiere, J. 1998. Regional development and heritage: traditional food and cuisine as tourist attractions in rural areas. The European Society for Rural Sociology, 38 (1), 21-34.

Chang, Lai. (2009). The Taipei MRT (Mass Rapid Transit)Tourism Attraction Analysis from the Inbound Tourists Perspectives, Journal of Travel and Tourism Marketing, Penerbit : Routledge.

Gunardi, Gugun. 2010. Identifikasi Potensi Kawasan Wisata Kali Pasir, Kota Tanggerang. Jurnal PLANESA Vol.1.No.1.Mei 2010. Jakarta: Universitas Esa Unggul.

Hamid, Abd et.al. 2011. Consumer Purchase Intention 'at Fast Food Restaurants: An Empirical Study on Students. International Journal of Business and Social Sciences. Malaysia: Universitas Teknologi Malaysia.

Harrington. Robert J. 2005. Defining Gastronomic Identity: Environmental and Cultural Impact on Applicable Component, Texture and Flavors in Wine and Food. Journal of Culinary Science & Technology, Vol. 4 (2/3) 2005. Onatrio: Guelph University.

Ignatov, E., & Smith, S. 2006. Segmenting Canadian culinary tourists. Current Issues in Tourism, 9 (3), 235-255.

Kim, YG, Eves, A., & Scarles, C. 2009. Building a model of local food consumption on trips and holidays. A grounded theory approach, International Journal of Hospitality Management, 28 (3). 423-431.

Jahromy, Z. N & Tajik, Yaganeh. 2011. Travel and Local Food and Beverage Consumption (Case Mazandaran Province, North of Iran). Swedia: Lulea University of Technology.

Long, L M. 2004. Culinary tourism: A folk on eating and otherness. In LM Long, (Ed.), Culinary Tourism (pp. 20-50). Lexington, KY: The University Press of Kentucky.

Okech, Roselyne N. 2014. Develop a Culinary Tourism: The Role of Food as Cultural Heritage in Kenya. Kanada: Memorial University of Newfoundland.

Sinulingga, Sukaria (2011)Metodologi Penelitian, USU Press, Medan

Suryadana, Liga. 2009. Perkembangan Industri Makanan (Kuliner). Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Tikkanen, I. 2007. Maslow's hierarchy and food tourism in Finland. Five cases of the British Food Journal, 109 (9), 721-734.

Tin, M.A Cannarozzo & Duarte, L Ribeiro. 2012. The main attributes of quality and price perception for Restaurant la Carte. Paulo Gama: Federal University of Rio Grande do Sul.

KUESIONER PENELITIAN

Saya adalah mahasiswa Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, angkatan 2010. Saat ini saya sedang melakukan penelitian guna menyelesaikan skripsi saya yang berjudul “Kajian Keberadaan Spot Wisata Kuliner di Kota Medan”. adapun hasil penelitian ini hanya untuk keperluan akademik dan tidak bersifat komersil.

PETUNJUK PENGISIAN:

Responden dimohon untuk mengisi kuesioner sesuai dengan petunjuk yang ada pada setiap bagian.

BAGIAN 1 : IDENTITAS RESPONDEN

Responden cukup mengisi jawaban pada kolom jawaban yang telah disediakan.

NO. PERTANYAAN JAWABAN

I. PROFIL WISATAWAN 1. Nama 2. Daerah Asal 3. Jenis Kelamin 4. Usia 5. Pekerjaan 6. Etnis/Suku 7. Penghasilan L P 17–20 tahun 21–30 tahun 31–40 tahun > 41 tahun PNS BUMN Pengusaha Mahasiswa Pegawai Swasta Lainnya ……. < 2 Juta 2–3 Juta 3–4 Juta > 4 Juta Belum Ber -penghasilan

BAGIAN 2 : PENILAIAN RESPONDEN

Berilah tanda centang ( ) untuk jawaban Anda pada kolom yang telah disediakan berikut. ( boleh lebih dari satu )

Dari beberapa spot wisata kuliner kota Medan dibawah ini, spot mana saja yang sering / pernah anda kunjungi :

Selain spot – spot wisata kuliner diatas, adakah spot wisata kuliner lain yang sering anda kunjungi atau ketahui serta dapat dijadikan objek dan daya tarik wisata kota Medan?

Sebutkan :

Kuliner Pagaruyung Kuliner Selat Panjang

Warkop Elisabet Amaliun Food Court

Mie Aceh Titi Bobrok Kuliner Jl. Dr. Mansyur

Komplek Cemara Asri Komplek Asia Mega Mas

Kuliner Jl. Semarang Kuliner Jl. Perniagaan Merdeka Walk

Ucok Durian Restoran Tip - Top

Warkop MMTC Tidak Ya ... ... ...

BAGIAN 3 : PENILAIAN RESPONDEN

1. Responden dimohon untuk memberikan penilaian terhadap indikator-indikator keberhasilan spot wisata kuliner di Kota Medan.

2. Berilah tanda centang ( ) untuk jawaban Anda pada kolom yang telah disediakan berikut.

Keterangan:

STP=Sangat Tidak Puas; TP =Tidak Puas; CP =Cukup Puas; P =Puas; SP =Sangat Puas.

Pertanyaan:

Apakah Anda puas atas indikator-indikator berikut dalam menilai keberhasilan spot wisata kuliner?

NO PERNYATAAN STP TP CP P SP

II. KEASLIAN

1 Kemudahan mencapai spot wisata kuliner

2 Keanekaragaman kuliner yang ada pada spot wisata kuliner

3 Harga makanan pada spot wisata kuliner

4 Kebersihan spot wisata kuliner 5 Dekorasi spot wisata kuliner 6 Lingkungan di sekitar spot wisata

kuliner III. MOTIVASI

7 Suasana kekeluargaan pada spot wisata kuliner

8 Citra visual yang diciptakan oleh bangunan maupun lingkungan sekitar spot wisata kuliner

Dokumen terkait