BAB IV : HASIL PENELITIAN
4. Pengakuan dan pengukuran pendapatan jasa konstruksi
Pendapatan muncul karena adanya kontrak antara PT. Bintang Angkasa Megantara dengan pihak pemberi kerja. Kontrak tersebut ada yang berjangka waktu satu tahun dan ada juga yang lebih dari satu tahun. Proses untuk memperoleh suatu kontrak dimulai dengan kegiatan pemasaran perusahaan yang dilakukan dengan cara pengiriman surat perkenalan pada calon pemberi kerja, memasang iklan, dan sebagainya yang bertujuan untuk memperkenalkan diri dengan pihak pemberi kerja.
Proses berikutnya adalah mengikuti tender yang diadakan pihak pemberi kerja. Kegiatan ini dimulai dengan pengambilan dokumen tender, gambar dan persyaratan-persyaratan teknis pekerjaan yang akan dilakukan. Perusahaan kemudian mempelajari gambar dan dokumen-dokumen tersebut. Selanjutnya perusahaan melakukan observasi ke lapangan yang disusul dengan perhitungan konstruksi dalam rangka pengajuan penawaran.
Apabila tender dimenangkan oleh PT. Bintang Angkasa Megantara, maka perusahaan akan membuat dan menandatangani surat perjanjian kontrak yang pada dasarnya memuat hal-hal sebagai berikut:
1. Nama pekerjaan yang dilaksanakan 2. Nomor dan tanggal kontrak
3. Pernyataan mengenai pihak pertama (pemberi kerja) dan pihak kedua (perusahaan) yang setuju untuk mengadakan perjanjian pemberian tugas pelaksanaan pekerjaan
4. Pernyataan mengenai tugas yang harus dilaksanakan dan menunjuk kepada lampiran-lampiran, syarat dan gambar yang merupakan perinciannya.
5. Syarat-syarat pelaksanaan yaitu ketaatan pada rencana serta ketentuan administrasi dan masalah teknis lainnya
6. Jangka waktu penyelesaian, pemeliharaan atau garansi 7. Harga borongan pekerjaan yang bersangkutan
8. Jaminan pelaksanaan dengan syarat-syarat pembayaran yang memuat ketentuan mengenai pembayaran termin
9. Ketentuan mengenai perhitungan prestasi
10. Penggunaan pemborong pembantu (subkontraktor) 11. Pengawas pekerjaan dan wakil pihak kedua
12. Ketentuan mengenai denda
Sebagai perusahaan konstruksi, PT Bintang Angkasa Megantara banyak mengerjakan proyek-proyek konstruksi jangka pendek, menengah dan jangka panjang yang waktu penyelesaiannya membutuhkan jangka waktu lebih dari satu tahun. Perusahaan mengakui pendapatan secara berkala pada akhir periode yang didasarkan pada tingkat kemajuan proyek, ini diterapkan pada seluruh kontrak yang diterima perusahaan baik kontrak jangka pendek, menengah maupun kontrak jangka panjang. Persentase tingkat kemajuan pekerjaan yang dicapai ditentukan berdasarkan pada hasil yang dicapai secara fisik dan dibandingkan dengan keseluruhan pekerjaan yang harus dilaksanakan. Perusahaan dalam mengukur tingkat kemajuan penyelesaian pekerjaan menggunakan ukuran keluaran (output) yaitu dengan menggunakan taksiran persentase pekerjaan yang selesai di lapangan yang ditentukan oleh teknisi. Taksiran ini merupakan ukuran keluaran dan biasanya didasarkan pada kemajuan fisik yang sudah tercapai atas kesepakatan suatu kontrak.
Pada saat perusahaan terpilih sebagai pelaksana dari suatu proyek baik melalui tahap pelelangan maupun penunjukan langsung dan surat perjanjian kontrak telah disetujui, maka biasanya perusahaan akan menerima uang muka dari pemberi kerja. Penerimaan uang muka akan dicatat perusahaan dengan mendebet perkiraan kas serta di kredit perkiraan uang muka tersebut yang merupakan hutang bagi perusahaan, dan nantinya akan diperhitungkan pada saat termin pembayaran dilakukan.
Dalam hal penerimaan uang muka ini perlu dijelaskan bahwa pada saat perusahaan menerima uang muka dari pemberi kerja pada saat awal pelaksanaan
pekerjaan, pembayaran dilaksanakan dimana perusahaan menerima sejumlah uang muka tunai dari pihak pemberi kerja bukan merupakan saat pengakuan pendapatan. Uang muka biasanya diterima perusahaan dari pemberi kerja sebesar 20 – 30 %.
Untuk menggambarkan aplikasi perusahaan dalam mengakui pendapatan atas kontrak konstruksi, penulis mengajukan satu contoh proyek dari PT. Bintang Angkasa Megantara :
Nama proyek : Pembangunan USB SMKN HURISTAK
KEC.HURISTAK KABUPATEN TAPANULI SELATAN
Tanggal : 23 Agustus 2007
Lokasi : Tapanuli Selatan, Sumatera Utara Harga Kontrak : Rp. 1.995.000.000,-
Jangka Waktu Kontrak : 300 Hari kalender dihitung sejak tanggal dikeluarkannya surat perintah mulai kerja ( SPMK ) dan terdiri dari 120 hari kalender waktu pelaksanaan pekerjaan yang di akhiri pada saat serah terima sementara pekerjaan dan 180 hari kalender masa pemeliharaan.
Taksiran laba kotor : 20 % dari harga borongan
Pada awal perjanjian kontrak kerja dijelaskan tata cara pembayaran kontrak yang telah disepakati antara PT. Bintang Angkasa Megantara dengan pihak pemberi kerja yaitu sebagai berikut:
1. Angsuran ke 1 dibayar 20% atau Rp. 399.000.000,00 setelah pekerjaaan bernilai 25% dari harga borongan
2. Angsuran ke 2 dibayar 30% atau Rp. 598.500.000,00, setelah pekerjaan bernilai 55% dari harga borongan
3. Angsuran ke 3 dibayar 25% atau Rp. 498.750.000,00, setelah pekerjaan bernilai 80% dari harga borongan
4. Angsuran ke 4 dibayar 20% atau Rp. 399.000.000,00 setelah pekerjaan bernilai 100% dari harga borongan
5. Angsuran ke 5 dibayar 5% atau Rp. 99.750.000,00 setelah masa pemeliharaan berakhir.
Dalam pelaksanaan proyek ini, uang muka yang biasanya diserahkan pihak pemberi kerja sebesar 20% pada awal pelaksanaan pekerjaan tidak diambil oleh perusahaan, tetapi diakumulasikan pada pembayaran berikutnya. Besarnya pembayaran yang diterima dari pihak pemberi kerja menjadi dasar penentuan pendapatan yang diakui pada tahun tersebut oleh perusahaan.
Data sehubungan dengan biaya proyek untuk tahun 2007 dan laporan prestasi fisik proyek untuk tahun 2007 akan ditunjukkan sebagai berikut:
Dalam Rupiah 2007
Harga Kontrak Rp. 1.995.000.000 Dikurangi biaya taksiran:
Biaya sampai sekarang Rp. 925.550.000 Taksiran biaya penyelesaian Rp. 670.450.000 Taksiran seluruh biaya Rp. 1.596.000.000 Taksiran laba kotor Rp. 399.000.000 Persentase 64,45%
Tabel 7. Laporan Prestasi Fisik Proyek tahun 2007
PROGRESS REPORT : PEMBANGUNAN USB SMKN HURISTAK LOKASI PEKERJAAN : KECAMATAN HURISTAK
NO Jenis pekerjaan Survey
Design Persentase / selesai Taksiran Selesai Penyelesaian Menurut Rencana 1 2 3 4 5 6 I II III IV V Pekerjaan Persiapan Gedung A ( Kantor )
Gedung B ( Ruang Belajar ) Gedung D ( Laboratorium ) Pengadaan Mobiler 100% 41,56% 61,00% 80,17% 71,53% 23,76% 64,45% 21 Des 2007
Menurut perjanjian yang terdapat dalam Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), PT. Bintang Angkasa Megantara seharusnya sudah menyelesaikan 100% pekerjaan proyek pada tanggal 21 Desember 2007, namun pada kenyataannya, PT. Bintang Angkasa Megantara hanya menyelesaikan 64,45%. Oleh karena perusahaan tidak mengambil uang muka yang diberikan pada awal pelaksanaan pekerjaan, maka pada saat pembayaran jumlah yang diterima perusahaan tahun 2007 adalah sebesar angsuran ke 1 dan ke 2 yaitu sebesar 50% dari nilai kontrak atau Rp. 997.500.000 sesuai dengan Surat Perjanjian Kontrak. Sedangkan PT. Bintang Angkasa Megantara telah menyelesaikan 64,45% pekerjaannya berdasarkan prestasi fisik. Berikut ini situasi angsuran perusahaan dari pihak pemberi kerja :
Tabel 8. Situasi Angsuran Perusahaan Angsuran (%) Angsuran yang sudah dibayarkan (Rp) Angsuran yang dapat dibayarkan menurut Berita Acara (Rp) Angsuran yang belum dapat dibayarkan (Rp) Jumlah (Rp) I ( 20 ) II ( 30 ) III ( 25 ) IV ( 20 ) V ( 5 ) - - - - - 399.000.000,00 598.500.000,00 - - - - - 498.750.000,00 399.000.000,00 99.750.000,00 399.000.000,00 598.500.000,00 498.750.000,00 399.000.000,00 99.750.000,00 JUMLAH - 997.500.000,00 997.500.000,00 1.995.000.000,00
Selisih 14,45% dicatat PT. Bintang Angkasa Megantara sebagai piutang konstruksi yaitu 14,45% x Rp. 1.995.000.000 = Rp. 288.277.500, sementara biaya yang sesungguhnya terjadi pada tahun 2007 adalah Rp. 925.550.000. Maka perhitungan laba kotor yang diakui perusahaan adalah sebesar penerimaan uang kas dikurangi biaya yang sebenarnya terjadi yaitu Rp. 997.500.000 – Rp. 925.550.000 = Rp. 71.950.000.
Pencatatan yang dilakukan oleh PT. Bintang Angkasa Megantara selama tahun 2007 adalah sebagai berikut :
JURNAL Tgl URAIAN REF. POST DEBIT KREDIT . 31 . des
. 1. Mencatat pembebanan biaya Bangunan dalam pelaksanaan Bahan, tenaga kerja, kas, dll 2.Mencatat kemajuan faktur
*64,45% x Rp. 1.995.000.000 = Rp. 1.285.777.500 Piutang konstruksi Kemajuan faktur Rp.925.550.000 - Rp.1.285.777.500 - - Rp.925.550.000 - Rp.1.285.777.500
3. Mencatat penerimaan tagihan Kas Piutang konstruksi 4. Mencatatpengakuan pendapatan
Bangunan dalam pelaksanaan Pendapatan konstruksi Rp.997.500.000 - Rp.71.950.000 - - Rp.997.500.000 - Rp.71.950.000
Oleh karena pekerjaan proyek tersebut tidak dapat diselesaikan PT. Bintang Angkasa Megantara dalam batas waktu yang telah disepakati dalam Surat Perjanjian Kontrak, maka perusahaan mengajukan permohonan perpanjangan waktu (addendum kontrak) pada pihak pemberi kerja. Permohonan tersebut disetujui oleh pihak pemberi kerja dan perusahaan mendapat perpanjangan waktu untuk menyelesaikan proyek tersebut, dimana jangka waktu kontrak menjadi 401 (empat ratus satu) hari kalender dihitung sejak tanggal dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) yang terdiri dari 221 (dua ratus dua puluh satu) hari kalender waktu pelaksanaan pekerjaan yang diakhiri pada saat serah terima sementara pekerjaan dan 180 (seratus delapan puluh) hari kalender masa pemeliharaan terhitung tanggal serah terima sementara pekerjaan tanggal 31 Maret 2008. Perusahaan juga diberi denda sebesar Rp.9.950.000 untuk keterlambatan penyelesaian proyek tersebut. Denda tersebut termasuk dalam biaya tidak langsung pada tahun 2008.
Data sehubungan dengan biaya proyek untuk tahun 2008 dan laporan prestasi fisik proyek untuk tahun 2008 akan ditunjukkan sebagai berikut:
Dalam Rupiah 2008 Harga Kontrak Rp. 1.995.000.000 Dikurangi biaya taksiran:
Biaya sampai sekarang Rp. 1.594.000.000 Taksiran biaya penyelesaian Rp. –
Taksiran kerugian denda Rp. 9.950.000 Taksiran seluruh biaya Rp. 1.603.950.000 Taksiran laba kotor Rp. 391.050.000 Persentase 100%
Tabel 9. Laporan Prestasi Fisik Proyek tahun 2008
PROGRESS REPORT : PEMBANGUNAN USB SMKN HURISTAK LOKASI PEKERJAAN : KECAMATAN HURISTAK
NO Jenis pekerjaan Survey
Design Persentase / selesai Taksiran Selesai Penyelesaia n Menurut Rencana 1 2 3 4 5 6 I II III IV V Pekerjaan Persiapan Gedung A ( Kantor ) Gedung B ( Ruang Belajar ) Gedung D ( Laboratorium ) Pengadaan Mobiler 100% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 31Maret 2008
Selama tahun 2008, pihak pemberi kerja melakukan dua kali pembayaran yaitu masing-masing Rp. 897.750.000 (angsuran III dan IV) pada bulan Maret dan Rp. 99.750.000 (angsuran V) pada bulan Juni.
Pencatatan yang dilakukan oleh PT. Bintang Angkasa Megantara selama tahun 2008 adalah :
JURNAL Tgl URAIAN REF. POST DEBIT KREDIT . 31 . des
. 1.Mencatat pembebanan biaya *Biaya tahun 2008 dikurangi tahun 2007 = Rp. 1.603.950.000 – Rp. 925.550.000 = Rp. 678.400.000
Bangunan dalam pelaksanaan Bahan, tenaga kerja, kas, dll 2.Mencatat kemajuan faktur
*100% - 64,45% = 35,55% x Rp. 1.995.000.000 = Rp. 709.222.500 Piutang konstruksi
Kemajuan faktur
3.Mencatat penerimaan tagihan *(angsuran III dan IV) Rp. 897.750.000 + (angsuran V) Rp. 99.750.000 = Rp.997.500.000 Kas
Piutang konstruksi
4.Mencatatpengakuan pendapatan *Penerimaan tagihan tahun 2008 – biaya yang terjadi tahun 2008 = Rp.997.500.000 – Rp. 678.400.000 = Rp.319.100.000
Bangunan dalam pelaksanaan Pendapatan konstruksi Rp.678.400.000 - Rp.709.222.500 - Rp.997.500.000 - Rp.319.100.000 - - Rp.678.400.000 - Rp.709.222.500 - Rp.997.500.000 - Rp.319.100.000
Berikut ini adalah pandapatan dan laba yang diakui perusahaan untuk setiap tahunnya :
Tabel 10. Perbandingan Pendapatan dengan Laba yang diakui
Keterangan 2007 2008 Total
Pendapatan yang diakui 997.500.000 997.500.000 1.995.000.000
Laba yang diakui 71.950.000 319.100.000 391.050.000
b. Pengukuran pendapatan jasa konstruksi
Dalam pengukuran pendapatannya, PT. Bintang Angkasa Megantara menggunakan nilai tukar sebagai ukuran dalam penentuan pendapatan yang diakui yaitu sebesar kontrak yang ditanda tangani pada saat transaksi. PT. Bintang Angkasa Megantara tidak melakukan pendiskontoan atas nilai tunai transaksi yang diterima atau yang akan diterima di masa yang akan datang.
PT. Bintang Angkasa Megantara mengukur kemajuan penyelesaian pekerjaan menggunakan ukuran keluaran atau hasil (output measure) dimana besarnya persentase penyelesaian ditentukan berdasarkan laporan ahli, yaitu bagian teknik atau engineer yang ditugasi untuk mengawasi dan menaksir tingkat kemajuan pekerjaan. Pengukuran ini biasanya dilakukan oleh bagian teknik perusahaan dengan pengawas lapangan dari pihak pemberi kerja. Hasil pemeriksaan lapangan tersebut diperiksa oleh asisten lapangan pelaksana teknis kegiatan pihak pemberi kerja dan dituangkan dalam Laporan Prestasi Fisik Proyek serta kemudian dilampirkan dalam Berita Acara Pembayaran yang dikeluarkan oleh pihak pemberi kerja.