Kegiatan Praktik 3: Mengidentifikasi Asas yang Tersurat
Tujuan: Untuk membantu para guru praktik mengenali ajaran dan asas yang tersurat.
Kegiatan: Daftarlah enam rujukan tulisan suci berikut secara acak di papan tulis: 2 Nefi 32:3; 3 Nefi 13:21; Ajaran dan Perjanjian 19:4; Keluaran 19:5; Matius 5:16; dan 1 Nefi 1:20 (empat rujukan yang pertama memuat secara jelas ajaran dan asas-asas yang tersurat, dan dua yang terakhir tidak).
Undanglah para guru untuk meninjau bagian 2.5.1, paragraf empat, dalam
Pengajaran dan Pembelajaran Injil (page 30). Mintalah para guru untuk bekerja secara berpasangan dan untuk menentukan mana dari enam rujukan tulisan suci yang tertera di papan tulis yang memuat secara jelas ajaran atau asas yang tersurat. Undanglah pasangan-pasangan itu untuk menjelaskan apa yang mereka temukan dan untuk membagikan alasan mereka kepada anggota kelas.
Kegiatan Praktik 4: Latihan Tulisan Suci Empat Menit
Tujuan: Untuk membantu para guru praktik mengidentifikasi ajaran dan asas yang tersurat.
Kegiatan: Mintalah para guru untuk menyelidiki tulisan suci mereka selama dua menit untuk menemukan dan menandai sebanyak mungkin semampu mereka ajaran dan asas yang tersurat. Kemudian undanglah para guru untuk membagikan sebanyak mungkin semampu mereka ajaran dan asas yang tersurat tersebut kepada anggota kelas dalam dua menit berikutnya. Sediakan bagi para guru umpan balik apabila perlu.
Kegiatan Praktik 5: Mencari Hubungan Sebab Akibat
Tujuan: untuk membantu para guru mengidentifikasi hubungan sebab akibat dalam sebuah petikan tulisan suci dan untuk mengidentifikasi asas-asas yang tersirat.
Kegiatan: Undanglah para guru untuk membuka tulisan suci mereka pada sebuah kisah tulisan suci terkenal yang memiliki hubungan sebab akibat yang nyata. Contoh-contoh termasuk Daud dan Goliat (1 Samuel 17:1–51), Daniel di kandang singa (Daniel 6:1–28), dan Nefi mengambil lempengan-lempengan kuningan (1 Nefi 3–4).
Mintalah para guru untuk meneliti kisah itu dengan mencari tindakan, sikap, atau perilaku dari individu-individu atau kelompok-kelompok dan kemudian
mengidentifikasi berkat-berkat atau konsekuensi yang datang sebagai hasilnya. Undanglah para guru untuk membagikan kepada anggota kelas hubungan sebab akibat yang mereka temukan dan kebenaran-kebenaran yang diilustraskan hubungan ini.
Catatan: Pastikan fokus dari kegiatan ini adalah mengindentifikasi hubungan sebab akibat alih-alih menghabiskan waktu pada mencari pernyataan ajaran atau asas. Para guru akan mempraktikkan keterampilan mencari pernyataan ajaran atau asas dalam kegiatan praktik lainnya.
Kegiatan Praktik 6: Mengajukan Pertanyaan untuk Mengidentifikasi Ajaran dan Asas yang Tersirat
Tujuan: Untuk membantu para guru belajar menggunakan pertanyaan-pertanyaan untuk mengidentifikasi ajaran dan asas yang tersirat.
Kegiatan: Di papan tulis, tulislah pertanyaan-pertanyaan berikut yang terdapat di bagian 2.5.1 dari buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil (halaman 30):
• Apa moral atau pokok dari kisahnya?
• Mengapa menurut Anda penulis menyertakan peristiwa atau petikan ini? • Apa yang penulis maksudkan agar kita pelajari?
• Apa saja kebenaran pokok yang diajarkan dalam petikan ini?
Bersama anggota kelas, bacalah pengelompokan ayat singkat (sebagai contoh, Kejadian 11:1–9 dan Markus 12:41–44). Mintalah para guru untuk menggunakan pertanyaan-pertanyaan di papan tulis untuk mengidentifikasi ajaran dan asas yang tersirat dalam ayat-ayat tersebut. Tulislah di papan tulis ajaran dan asas yang para guru temukan.
Selanjutnya, undanglah para guru untuk membacakan satu atau dua
pengelompokan ayat lainnya dan untuk mengidentifikasi ajaran dan asas sendiri, memastikan untuk merujuk pada pertanyaan-pertanyaan di papan tulis apabila perlu. (Akan membantu jika Anda memilih pengelompokan ayat untuk mereka telaah dari kurikulum seminari atau institut yang akan datang). Kemudian mintalah para guru untuk membagikan kepada kelas kebenaran-kebenaran yang mereka identifikasi.
Kegiatan Praktik 7: Nabi Mormon untuk Suatu Zaman
Tujuan: Untuk membantu para guru belajar menuliskan pernyataan ajaran dan asas secara jelas dan sederhana.
Kegiatan: Pilihlah beberapa gambar dari Media Library di LDS.org atau Buku Seni Injil (2009 299) yang mewakili cerita-cerita terkenal dari tulisan suci di mana ajaran dan asas Injil dapat dengan mudah diidentifikasi (sebagai contoh, prajurit teruna, Juruselamat memberi makan lima ribu orang, Panglima Moroni dan panji kemerdekaan, atau yang lainnya). Jelaskan bahwa sewaktu Mormon meringkas catatan Kitab Mormon, dia sering menekankan pelajaran-pelajaran yang dia ingin kita pelajari dengan mengungkapkannya dalam pernyataan asas yang sederhana. Satu cara dia melakukan ini adalah dengan mengawali pernyataan kebenaran dengan kata-kata “Dan demikianlah kita melihat …” (lihat Alma 30:60; Helaman 12:3). Beri tahu para guru bahwa mereka memiliki kesempatan untuk menjadi Mormon bagi suatu zaman dengan meringkas kebenaran-kebenaran dalam kisah tulisan suci menjadi pernyataan ajaran atau asas.
Lakukan yang berikut dengan setiap gambar yang Anda pilih:
• Perlihatkan itu dan secara ringkas ceritakan kembali peristiwa dalam kisah itu. • Undanglah para guru untuk mengidentifikasi sebuah asas atau ajaran yang
tersirat dalam kisah itu dan untuk menyatakannya secara sederhana dan gamblang dimulai dengan frasa “Dan demikianlah kita melihat .…” Untuk satu atau dua gambar, pertimbangkan meminta para guru untuk bekerja bersama secara berpasangan dan kemudian membagikan pernyataan mereka kepada anggota kelas.
Ingatkan para guru tentang pernyataan oleh Penatua B. H. Roberts yang terdapat di halaman 32 dari buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil .
Kegiatan Praktik 8: Contoh tentang Pernyataan Ajaran atau Asas yang Sederhana dan Jelas
Tujuan: Untuk membantu para guru praktik mengenali pernyataan ajaran atau asas yang sederhana dan jelas.
Kegiatan: Pada satu sisi papan tulis, tulislah karakteristik berikut dari
pernyataan-pernyataan yang ditulis dengan baik tentang ajaran dan asas (dari pengalaman pembelajaran di rumah 7):
• Itu pernyataan lengkap.
• Itu sederhana, jelas, dan ringkas.
• Kebenaran-kebenaran yang dinyatakan adalah mendasar, tidak berubah, dan tanpa batas waktu.
• Itu sering menyarankan tindakan juga konsekuensi-konsekuensi terkaitnya. • Itu secara pribadi relevan.
Di sisi lain papan tulis, tulislah lima atau enam pernyataan ajaran atau asas. Untuk tujuan latihan ini, pernyataan-pernyataan ini hendaknya memiliki kualitas yang beragam. Misalnya, Anda dapat menggunakan yang berikut:
• Pernyataan tidak lengkap, misalnya seperti “iman dan kepatuhan.” • Pernyataan yang terlalu panjang dan kompleks (dua atau tiga kalimat).
• Pernyataan yang tak lekang waktu atau secara pribadi relevan, misalnya seperti “Nefi patuh, dan Tuhan memberkati dia” (alih-alih “Ketika saya patuh, saya mengundang berkat-berkat Tuhan ke dalam hidup saya”).
• Pertanyaan yang ditulis dengan baik dari buku pedoman guru seminari atau institut.
Mintalah para guru untuk mengevaluasi apakah setiap pernyataan ajaran atau asas ditulis dengan baik berdasarkan pada lima karakteristik yang tertera di papan tulis. Pilihlah satu atau dua pernyataan yang dapat ditingkatkan, dan bekerjasamalah sebagai kelas untuk menuliskan kembali pernyataan itu.
Kegiatan Praktik 9: Menyampaikan Asas
Tujuan: Untuk membantu para guru belajar menuliskan pernyataan ajaran dan asas secara jelas dan sederhana.
Kegiatan: Persiapkan untuk setiap guru selembar kertas berisikan satu rujukan tulisan suci dengan beberapa kata yang terkait dengan kebenaran yang diajarkan dalam petikan itu (sebagai contoh, “1 Nefi 16:9–16, 28–29—iman dan ketekunan” atau “Ajaran dan Perjanjian 27:15–18—perlengkapan senjata Allah”).
Undanglah para guru untuk duduk dalam sebuah lingkaran. Kemudian berikan selembar kertas kepada setiap guru. Undanglah setiap guru untuk meninjau rujukan tulisan suci dan kata-kata pada kertasnya dan mulai membuat sebuah pernyataan ajaran atau asas yang sederhana dan jelas dengan hanya membuat satu atau dua perubahan pada kata-kata itu.
tulisan suci dan membuat satu atau dua perubahan untuk memperkuat pernyataan ajaran atau asas itu. Ulangi proses ini beberapa kali.
Undanglah anggota kelas untuk membahas wawasan mereka mengenai proses menuliskan pernyataan ajaran atau asas yang jelas.