• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber Pelatihan Guru Baru

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Sumber Pelatihan Guru Baru"

Copied!
125
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Sumber Pelatihan Guru Baru

Rekanan Pengembangan Guru untuk Buku Pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil

(4)

Salt Lake City, Utah 84150-0008 USA

Email: [email protected]

Mohon cantumkan nama lengkap, alamat, lingkungan, dan pasak Anda. Pastikan untuk memberikan judul buku pedoman. Kemudian berikan komentar Anda.

© 2016 oleh Intellectual Reserve, Inc. Hak cipta dilindungi Undang-Undang.

Dicetak di Amerika Serikat Versi 1, 3/16

Persetujuan Bahasa Inggris: 12/15 Persetujuan penerjemahan: 12/15

Terjemahan dari New-Teacher Training Resource: A Teacher-Improvement Companion to the Gospel Teaching and Learning Handbook

Indonesian PD60001128 299

(5)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 2 3 4

Daftar Isi

Pengalaman Belajar di Rumah . . . . 1

Hidup dan Mengajar dengan Cara Juruselamat . . . . 3

Sasaran Seminari dan Institut Religi . . . . 7

Mengajar dan Belajar dengan Roh. . . . 9

Memupuk Suatu Lingkungan yang Penuh Kasih, Respek, dan Tujuan . . 13

Mengalami Pola Pembelajaran . . . 19

Memahami Konteks dan Isi . . . 25

Mengidentifikasi Ajaran dan Asas . . . 29

Memahami, Merasakan, dan Menerapkan Ajaran dan Asas . . . 37

Mempersiapkan Pelajaran: Memutuskan Apa yang Harus Diajarkan . . . 43

Memutuskan Apa yang Harus Diajarkan: Menggunakan Tulisan Suci dan Buku Pedoman Guru . . . 50

Memutuskan Bagaimana Mengajarkannya: Membantu Siswa Memenuhi Peranan Mereka . . . 54

Memutuskan Bagaimana Mengajarkannya: Mengajukan Pertanyaan yang Efektif . . . 59

Memutuskan Bagaimana Mengajarkannya: Menjalankan Iman . . . 71

Pelajaran-Pelajaran Latihan-Jabatan . . . 75

Pendahuluan untuk Pelajaran-Pelajaran Latihan-Jabatan . . . 77

Tujuan Kita . . . 80

Pola Pembelajaran Dasar . . . 85

Mempersiapkan Pelajaran: Memutuskan Apa yang Harus Diajarkan . . . 91

Mempersiapkan Pelajaran: Memutuskan Bagaimana Mengajarkannya . 98 Selebaran . . . 103

(6)
(7)
(8)
(9)

PENGALAMAN PEMBELAJARAN 1

Hidup dan Mengajar

dengan Cara Juruselamat

Ikhtisar

Pengalaman pembelajaran ini mencakup konsep-konsep berikut: • Mengajar, tanggung jawab besar Anda

• Yesus Kristus, Guru yang Agung.

• Hidup dan mengajar sebagaimana Juruselamat melakukan

Konsep Kunci

Selamat Datang di Seminari dan Institut Religi (S&I). Dalam program-program seminari dan institut di seluruh dunia, ribuan guru dan pemimpin membantu para remaja dan dewasa muda Gereja belajar dan menerapkan ajaran serta asas-asas Injil Yesus Kristus. Kami bersyukur atas hasrat Anda untuk melayani Tuhan dalam tugas penting ini.

Tanggung Jawab Besar Mengajar Anak-Anak Allah

Penatua Jeffrey R. Holland dari Kuorum Dua Belas Rasul mengajarkan yang berikut perihal tanggung jawab mengajar anak-anak Allah:

(10)

“Kami begitu bersyukur kepada semua yang mengajar. Kami mengasihi Anda dan menghargai Anda lebih dari yang dapat kami katakan. Kami memiliki

kepercayaan besar dalam diri Anda. Untuk mengajar secara efektif dan untuk merasa bahwa Anda berhasil adalah pekerjaan yang sesungguhnya banyak menuntut. Tetapi itu pantas dilakukan. Kita dapat menerima ‘tiada pemanggilan yang lebih mulia’ [Mengajar, Tiada Pemanggilan yang Lebih Mulia (materi sumber untuk pengembangan guru, 1978)]. …

Karena kita masing-masing harus ‘datang kepada Kristus’ [A&P 20:59], untuk menaati perintah-perintah-Nya dan mengikuti teladan-Nya untuk kembali kepada Bapa sesungguhnya adalah tujuan tertinggi dan terkudus dari keberadaan manusia. Untuk membantu orang lain melakukan itu juga—untuk mengajar, membujuk, dan dengan doa yang sungguh-sungguh menuntun mereka untuk menapaki jalan penebusan itu juga—tentu saja itu pastilah tugas kedua yang paling sigfinikan dalam hidup kita. Barangkali itulah sebabnya Presiden David O. McKay pernah menyatakan, ‘Tidak ada tanggung jawab yang lebih besar dapat diembankan kepada pria [atau wanita] mana pun, selain menjadi guru bagi anak-anak Allah’ [David O. McKay, dalam Conference Report, Oktober 1916, 57]” (“A Teacher Come from God,” Ensign, Mei 1998, 25).

Yesus Kristus, Guru yang Agung

Anda akan menerima bantuan ilahi sewaktu Anda berupaya untuk bertumbuh dan berkembang sebagai guru dari anak-anak Allah dan

berusaha untuk memolakan kehidupan dan pengajaran Anda menurut yang Juruselamat lakukan.

Luangkan waktu sejenak untuk menyaksikan video “The Master Teacher” (3:51), tersedia di

LDS.org. Dalam video ini, Presiden Boyd K. Packer (1924–2015) dari Kuorum Dua Belas Rasul menjabarkan aspek-aspek tertentu dari mengajarkan Injil.

Sewaktu Anda menyaksikan video, dengarkan alasan-alasan penting mengapa Anda harus hidup dan mengajar seperti yang Juruselamat lakukan. Catatlah pengertian dan kesan Anda dalam jurnal penelaahan atau di tempat lain di mana Anda dapat dapat merujuknya dan membagikannya kepada pemimpin latihan-jabatan atau kelompok Anda.

(11)

Kegiatan Buku Pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil

Perihal Juruselamat sebagai panutan utama bagi para guru, Presiden Boyd K. Packer dari Kuorum Dua Belas Rasul mengajarkan:

“Apa panutan lebih baik yang dapat kita temukan? Adakah penelaahan lebih prima yang dapat kita lakukan selain mengevaluasi tujuan, gol, dan metode kita, membandingkannya dengan Kristus? (Teach Ye Diligently, edisi revisi [1991], 22). Kegiatan berikut akan membantu memperdalam pemahaman Anda tentang bagaimana Juruselamat mengajar dan memengaruhi orang lain dan bagaimana Dia membantu mereka untuk belajar, bertumbuh secara rohani, dan menjadi diinsafkan pada Injil-Nya.

Telaahlah prakata di halaman ix dalam Pengajaran dan Pembelajaran Injil: Buku Pegangan bagi Guru dan Pemimpin dalam Seminari dan Institut Religi (2012). Sorot atau garis bawahi kata-kata tindakan yang menjelaskan cara-cara berbeda Juruselamat mengajar dan melayani.

Setelah Anda menelaah halaman-halaman ini dalam Pengajaran dan Pembelajaran Injil, catatlah respons Anda terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut di pinggir buku pegangan Anda. (Anda diimbau untuk menulis catatan di pinggir buku pegangan Anda sepanjang pelajaran-pelajaran ini.)

Rangkuman dan Penerapan

Asas-Asas untuk Diingat

• Tidak ada tanggung jawab yang lebih besar dapat diembankan kepada siapa pun, selain menjadi guru bagi anak-anak Allah.

• Yesus Kristus Adalah Guru yang Agung. Kita hendaknya berusaha untuk hidup dan mengajar sebagaimana Dia melakukan.

• Kita mengajarkan apa adanya kita, yang artinya bahwa kemuridan kita,

sifat-sifat kita, kesaksian kita, dan komitmen kita pada Injil dapat memengaruhi orang lain sebanyak perkataan kita.

“Karunia untuk mengajar harus didapatkan, dan setelah itu didapatkan, harus dipelihara jika ingin dipertahankan” (Boyd K. Packer, Teach Ye Diligently, 345).

“Jadi, Bagaimana?”

Presiden Boyd K. Packer dari Kuorum Dua Belas Rasul dikenal karena telah menanyakan, “Jadi, bagaimana?” di akhir pertemuan dengan Kuorum Dua Belas untuk mengilhami pembahasan mengenai bagaimana topik yang dibahas dapat diterapkan untuk mengubah kehidupan orang-orang (lihat Jeffrey R. Holland,

• Apa yang Anda perhatikan mengenai cara Juruselamat hidup, mengajar, dan memimpin?

• Bagaimana Dia membantu orang lain belajar, bertumbuh secara rohani, dan menjadi diinsafkan pada Injil-Nya?

(12)

sendiri “Jadi, bagaimana?” dan pikirkan tentang bagaimana Anda dapat secara pribadi menerapkan topik-topik dan asas-asas yang dibahas.

Untuk mengakhiri pengalaman pembelajaran ini, tulislah beberapa hal yang akan Anda lakukan berdasarkan pada asas-asas yang telah Anda pelajari hari ini.

(13)

PENGALAMAN PEMBELAJARAN 2

Sasaran Seminari dan

Institut Religi

Ikhtisar

Pengalaman pembelajaran ini mencakup konsep-konsep berikut: • Memahami Sasaran Seminari dan Institut Religi

• Memahami tujuan Anda sebagai guru

• Membantu siswa menjadi benar-benar diinsafkan

Konsep Kunci

Memahami Tujuan Anda

Untuk memfokuskan upaya-upaya kita sewaktu kita membantu dalam pekerjaan Tuhan, para guru di S&I telah diberi sebuah tujuan yang jelas. Tujuan ini disebut Sasaran Seminari dan Institut Religi. Adalah penting agar Anda mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang tujuan ini dan bagaimana itu dapat

membimbing Anda dalam pekerjaan sehari-hari Anda sebagai guru.

Apa Tujuan Kita?

“Tujuan kita adalah untuk menolong para remaja dan dewasa muda memahami serta bersandar pada ajaran-ajaran dan Pendamaian Yesus Kristus, memenuhi syarat bagi berkat-berkat bait suci, dan mempersiapkan diri mereka, keluarga mereka, serta orang lain untuk kehidupan kekal bersama Bapa mereka di Surga” (Pengajaran dan Pembelajaran Injil: Buku Pegangan untuk Guru dan Pemimpin di Seminari dan Institut Religi [2012], 1).

Saksikan video “Our Purpose” (1:32), tersedia di LDS.org. Dalam video ini, sejumlah guru melafalkan tujuan Seminari dan Institut Religi. Setelah Anda menyaksikan video, catatlah pengertian dan kesan Anda dalam jurnal penelaahan atau di tempat lain di mana Anda dapat merujuknya dan membagikannya kepada pemimpin latihan-jabatan atau kelompok Anda.

Menanamkan Injil di Lubuk Hati Siswa

Selama siaran seratus tahun seminari tahun 2012, Presiden Henry B. Eyring dari Presidensi Utama membagikan sejumlah kesan mengenai asal-usul dan tujuan seminari.

Saksikan video “A Foundation of Faith: 100 Years of Seminary” (7:36), sebuah cuplikan dari ceramah Presiden Eyring, tersedia di LDS.org. Sewaktu Anda menyaksikan, carilah bukti tentang bagaimana seminari membantu Injil tertanam di lubuk hati siswa.

(14)

merujuknya dan membagikannya kepada pemimpin latihan-jabatan atau kelompok Anda.

Kegiatan Buku Pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil

Bacalah bagian 1.1 (“Tujuan Kita”) pada halaman 1–2 dari buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil. Garis bawahi kata-kata atau frasa yang membantu Anda memahami tujuan Anda sebagai guru dalam Seminari dan Institut Religi.

Setelah Anda menyelesaikan bacaan, catatlah pengertian dan kesan Anda dalam jurnal penelaahan atau di tempat lain di mana Anda dapat dapat merujuknya dan

membagikannya kepada pemimpin latihan-jabatan atau kelompok Anda.

Rangkuman dan Penerapan

Asas-Asas untuk Diingat

• Suatu pemahaman yang jelas tentang Sasaran Seminari dan Institut Religi akan membimbing kita dalam pekerjaan sehari-hari kita sebagai guru.

• Pengajaran yang efektif dapat membantu Injil tertanam kuat ke dalam hati siswa.

• Tujuan kita haruslah untuk membantu siswa kita mengalami keinsafan sejati terhadap Injil.

“Sewaktu kita mengajar kaum muda kita untuk mengasihi Juruselamat, Yesus Kristus, mereka akan menjadi para murid sejati Tuhan. Proses ini akan mempersiapkan diri mereka untuk menjadi … para pemimpin dari

keluarga-keluarga kekal. Bait suci akan menjadi bagian umum dan penting dari kehidupan mereka. (Dieter F. Uchtdorf, “A Teacher of God’s Children” [suatu malam bersama Presiden Dieter F. Uchtdorf, 28 Januari 2011], 5, si.lds.org). “Jadi, Bagaimana?”

Untuk mengakhiri pengalaman pembelajaran ini, tulislah beberapa hal yang akan Anda lakukan berdasarkan pada asas-asas yang telah Anda pelajari hari ini.

(15)

PENGALAMAN PEMBELAJARAN 3

Mengajar dan Belajar

dengan Roh.

Ikhtisar

Pengalaman pembelajaran ini mencakup konsep-konsep berikut: • Memahami peranan Roh Kudus dalam pengajaran dan pembelajaran • Memenuhi kebutuhan siswa baik yang terlihat maupun tak terlihat • Mengundang pengaruh Roh Kudus

Konsep Kunci

Peranan Roh Kudus dalam Pengajaran dan Pembelajaran

“Pengajaran dan pembelajaran Injil terjadi melalui kuasa Roh Kudus. … Hanya melalui pengajaran dan pembelajaran dengan Roh siswa akan memahami serta bersandar pada ajaran-ajaran dan Pendamaian Yesus Kristus sedemikian rupa sehingga mereka dapat memenuhi syarat bagi kehidupan kekal” (Pengajaran dan Pembelajaran Injil: Buku Pegangan untuk Guru dan Pemimpin di Seminari dan Institut Religi [2012], 13).

Mengapa Mengajar dan Belajar dengan Roh?

Sister Christine Park telah mengajar seminari harian di Redding, Kalifornia, selama lima tahun dan terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan keadaan unik dari para siswanya. Saksikan video “Students’ Needs” (1:35), tersedia di LDS.org. Dalam video ini, Sister Park membagikan harapan-harapannya bagi para siswanya dan juga apa yang membebani hati serta pikirannya sewaktu dia berusaha untuk membantu para siswanya mengalami keinsafan yang lebih mendalam pada Injil Yesus Kristus.

Sama seperti Sister Park memiliki siswa dengan beragam kebutuhan dan tantangan, Anda pun demikian. Contoh-contoh berikut mewakili sejumlah keadaan khas siswa. Pikirkan tentang bagaimana keadaan siswa Anda mungkin memengaruhi bagaimana Roh mengarahkan pengajaran Anda.

“Terkadang sekolah membuat saya

sangat sibuk. Ada begitu banyak yang harus saya lakukan di kelas-kelas lainnya.”

(16)

“Saya dikelilingi dengan begitu banyak orang, namun saya masih merasa kesepian.”

“Saya senang berada di seminari ini—akhirnya sebuah tempat di mana saya merasa diterima.”

“Saya tidak tahu jika saya seharusnya ada di sini hari ini. Saya telah melakukan beberapa hal yang memalukan.”

“Saya merasa seolah saya satu-satunya dalam keluarga saya yang tidak memiliki kesaksian.”

Jika kita bersandar semata pada kemampuan kita, kita tidak akan mampu memenuhi semua kebutuhan unik dari siswa kita. Akan tetapi, jika kita siap dan mengikuti dorongan Roh Kudus, kita akan dibimbing untuk mengajar dalam suatu cara yang akan memperdalam keinsafan siswa kita dan membantu memenuhi kebutuhan terlihat dan tak terlihat mereka.

Saksikan video “Teaching by the Spirit” (1:39), tersedia di LDS.org. Dalam video ini, Sister Park membagikan pentingnya Roh membimbing dia sewaktu dia mengajar.

Berikutnya, saksikan video “The Lord Knows Every Need” (0.45), tersedia di LDS.org. Dalam video ini, Penatua Richard G. Scott (1928–2015) dari Kuorum Dua Belas Rasul menjelaskan bagaimana Roh Kudus dapat membimbing Anda untuk memenuhi kebutuhan siswa-siswa Anda.

Kegiatan Buku Pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil

“Pengajaran dan pembelajaran dengan Roh terjadi ketika Roh Kudus menjalankan peranan atau fungsi-Nya dengan guru, dengan siswa, atau dengan keduanya” (Pengajaran dan Pembelajaran Injil, 13).

Buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil membantu lebih lanjut untuk memperjelas dan memperdalam pemahaman kita tentang mengapa guru dan siswa harus mengajar dan belajar dengan kuasa Roh Kudus. Telaahlah bagian 2.1 (“Mengajar dan Belajar dengan Roh”) di halaman 13 sampai bagian akhir dari daftar berbutir di halaman 14.

Dalam buku pegangan Anda, catatlah asas-asas dan praktik-praktik penting yang akan membantu Anda melakukan yang berikut:

Dalam jurnal pribadi Anda, jelaskan bagaimana memahami dan memercayai peranan Roh Kudus akan memengaruhi cara Anda mempersiapkan pelajaran dan mengajar siswa-siswa Anda.

Mengundang Roh untuk Memenuhi Peranan-Nya

Ketika kita memahami peranan Roh Kudus dalam pengajaran dan pembelajaran Injil, kita akan melakukan semua semampu kita untuk mengundang Dia untuk memenuhi peranan-Nya dalam kehidupan kita dan dalam kehidupan siswa kita (lihat Pengajaran dan Pembelajaran Injil, bagian 2.1 [“Mengajar dan Belajar dengan Roh”], halaman 13).

• Mengenali bahwa pengajaran dan pembelajaran Injil terjadi hanya melalui kuasa Roh Kudus. • Memperdalam pemahaman Anda tentang peranan dan fungsi Roh Kudus dalam pengajaran dan pembelajaran Injil.

(17)

Guru dapat melakukan yang berikut untuk mengundang Roh untuk memenuhi peranan-Nya:

• Mengupayakan kelayakan pribadi

• Mengucapkan “doa dengan iman” (A&P 42:14). • Berusaha untuk sepenuhnya siap bagi setiap pelajaran.

• Berusaha untuk berfokus pada pengalaman pembelajaran siswa mereka. • Mencari kedamaian alih-alih perasaan kesal dan cemas terhadap hal-hal

lainnya.

• Memiliki roh penyelidikan yang rendah hati.

• Mengimbau siswa untuk mengundang Roh Kudus ke dalam pengalaman pembelajaran mereka.

Saksikan video “Inviting the Spirit: Teachers” (2:47), tersedia di LDS.org. Dalam video ini, guru membagikan apa yang dapat mereka lakukan untuk mengundang Roh ke dalam hati dan ke dalam kelas mereka. Sewaktu Anda menyaksikan video, catatlah dalam buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil Anda mengenai praktik-praktik penting yang Anda ingin ingat.

Guru dan siswa dapat melakukan yang berikut untuk mengundang Roh untuk memenuhi peranan-Nya:

• Membaca dan mengajar dari tulisan suci serta perkataan para nabi. • Memfokuskan contoh dan pembahasan mengenai Juruselamat serta

memberikan kesaksian tentang Dia.

• Menyatakan ajaran dan asas Injil dengan sederhana dan jelas. • Meluangkan waktu untuk perenungan yang penuh pemikiran selama

momen-momen keheningan yang diilhami.

• Membagikan pengalaman pribadi yang pantas serta bersaksi mengenai ajaran dan asas.

• Menyatakan kasih dan rasa syukur bagi satu sama lain dan bagi Tuhan. Saksikan video “Inviting the Spirit: Teachers” (2:23), tersedia di LDS.org. Dalam video ini, guru dan siswa membagikan apa yang dapat mereka lakukan untuk mengundang Roh ke dalam hati dan ke dalam kelas mereka. Sewaktu Anda menyaksikan video, catatlah dalam buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil Anda mengenai praktik-praktik penting yang Anda ingin ingat. Dalam jurnal pribadi Anda, catatlah beberapa kesan atau pokok-pokok tindakan yang telah muncul di benak Anda sewaktu Anda merenungkan bagaimana Anda dan siswa Anda dapat mengundang Roh Kudus untuk memenuhi peranan-Nya dalam pengajaran dan pembelajaran Injil.

Lihat apendiks dari buku pedoman ini untuk selebaran berjudul “Mengundang Roh Kudus untuk Memenuhi Peranan-Nya dalam

(18)

Rangkuman dan Penerapan

Asas-Asas untuk Diingat

• “Pengajaran dan pembelajaran dengan Roh terjadi ketika Roh Kudus menjalankan peranan atau fungsi-Nya dengan guru, dengan siswa, atau dengan keduanya” (Pengajaran dan Pembelajaran Injil, 13).

• Ketika Anda tanggap terhadap bisikan lembut Roh, Anda akan dituntun untuk memenuhi kebutuhan siswa yang terlihat dan yang tak terlihat.

• Sewaktu Anda dan siswa Anda memahami peranan krusial yang Roh Kudus laksanakan dalam pembelajaran rohani, Anda akan melakukan semampu Anda untuk mengundang Roh untuk memenuhi fungsi-fungsi ini.

“Tidak ada pembelajaran kekal dapat terjadi tanpa Roh yang menghidupkan dari Surga. … Untuk alasan inilah, Anda harus mengajarkan Injil ‘melalui Roh, bahkan Penghibur yang diutus untuk mengajarkan kebenaran’ [A&P 50:14]” (Dieter F. Uchtdorf, “A Teacher of God’s Children” [suatu malam bersama Presiden Dieter F. Uchtdorf, 28 Januari 2011], 7, si.lds.org).

“Jadi, Bagaimana?”

Untuk mengakhiri pengalaman pembelajaran ini, tulislah beberapa hal yang akan Anda lakukan berdasarkan pada asas-asas yang telah Anda pelajari hari ini.

(19)

PENGALAMAN PEMBELAJARAN 4

Memupuk suatu

Lingkungan yang Penuh

Kasih, Respek, dan Tujuan

Ikhtisar

Pengalaman pembelajaran ini mencakup konsep-konsep berikut: • Memahami pengaruh kasih seperti Kristus

• Memupuk suatu lingkungan yang penuh kasih dan respek • Membangun pengertian akan tujuan dalam kelas

Konsep Kunci

“Ketika guru dan siswa mengasihi dan menghormati Tuhan, satu sama lain, dan firman Allah, pembelajaran ditingkatkan. Suatu pengertian bersama akan tujuan berfokus pada upaya dan ekspektasi serta memberi arahan pada pengalaman kelas” (Pengajaran dan Pembelajaran Injil: Buku Pegangan bagi Guru dan Pemimpin dalam Seminari dan Institut Religi [2012], 16).

Kasih Seperti Kristus: Pengaruh bagi Kebaikan

Kehidupan kita dijadikan lebih kaya dan lebih penuh melalui pengaruh dari individu-individu seperti Kristus. Sewaktu kita merenungkan kehidupan kita, kita masing-masing dapat mengenali jenis tindakan-tindakan merawat orang-orang yang telah memengaruhi kita bagi kebaikan.

(20)

Pikirkan tentang seorang guru, pemimpin, atau orang lain yang memperlihatkan kasih seperti Kristus dan membuat perbedaan dalam kehidupan Anda. Bagaimana dia membantu Anda merasa, dan mengapa? Catatlah pengertian dan kesan Anda dalam jurnal penelaahan atau di tempat lain di mana Anda dapat merujuknya dan membagikannya kepada pemimpin atau kelompok latihan-jabatan Anda.

Sama seperti orang yang Anda bayangkan memiliki pengaruh positif terhadap diri anda, sebagai guru seminari dan institut, kita dapat membuat perbedaan dalam kehidupan siswa kita. Kita melakukan ini dengan memupuk suatu lingkungan yang penuh kasih dan respek seperti yang dimiliki Kristus dalam kelas.

Kegiatan Buku PeganganPengajaran dan Pembelajaran Injil

Kegiatan berikut akan memperdalam pemahaman Anda tentang perlunya memupuk suatu lingkungan belajar yang penuh kasih dan respek serta bagaimana menciptakan lingkungan itu. Telaahlah bagian 2.2.1 (“Kasih dan Respek”) di halaman 16–17 dalam buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil Anda. Garis bawahi kata-kata atau frasa yang membantu memperdalam pemahaman Anda tentang (1) mengapa penting memiliki suatu lingkungan ruang kelas yang penuh kasih dan respek serta (2) bagaimana menciptakan lingkungan itu.

(21)

Memupuk Suatu Lingkungan yang Penuh Kasih dan Respek: Mengapa dan Bagaimana

Video-video berikut mengilustrasikan banyak dari asas dan praktik yang diidentifikasi dalam bagian 2.2.1 (“Kasih dan Respek”) dari buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil . Saksikan video-video ini dan renungkan jawaban Anda terhadap pertanyaan yang mengikuti deskripsi video di bawah ini.

Saksikan video “Teach with Charity” (1:44), tersedia di LDS.org. Dalam video ini, Penatua Neil L. Andersen dari Kuorum Dua Belas Rasul menyatakan bahwa adalah penting bagi para guru untuk dipenuhi dengan kasih murni Kristus. Sewaktu Anda menyaksikan, carilah bagaimana Tuhan

memperlihatkan kasih bagi mereka yang Dia ajar.

Setelah Anda menyaksikan video, tulislah dalam jurnal penelaahan Anda jawaban singkat terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut:

• Bagaimana Juruselamat memperlihatkan kasih-Nya bagi mereka yang Dia ajar? • Bagaimana saya dapat memperlihatkan kasih dan respek kepada mereka yang

saya ajar?

Saksikan video “Sister Egan’s Class” (2:17), tersedia di LDS.org. Dalam video ini, Sister Egan, seorang guru seminari yang dipanggil,

mengilustrasikan bagaimana secara efektif memupuk suatu lingkungan yang penuh kasih, respek, dan tujuan. Saksikan bagaimana dia dan siswanya saling memelihara dan menciptakan lingkungan semacam itu.

Setelah Anda menyaksikan video, tulislah dalam jurnal penelaahan Anda jawaban singkat terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut:

• Apa yang Sister Egan dan siswanya lakukan untuk memupuk lingkungan yang penuh kasih dan respek?

• Apa yang dapat saya lakukan untuk memupuk lingkungan belajar yang penuh kasih dan respek di kelas saya?

Menjangkau kepada Semua Siswa

Penatua Jeffrey R. Holland dari Kuorum Dua Belas Rasul mengajarkan:

“Jika [para siswa] tidak menanggapi, mungkin Anda belum dapat mengajari mereka saat ini, tetapi Anda dapat mengasihi mereka. Dan jika Anda mengasihi mereka hari ini, mungkin Anda dapat mengajari mereka besok.” (“Teaching and Learning in the Church,” Ensign, Juni 2007, 102).

Siswa mungkin bergumul dengan berbagai tantangan: stres keluarga, penyakit, ketidakmampuan belajar, ketidakmampuan fisik, dan sebagainya. Pekalah terhadap keadaan dan kebutuhan individu mereka. Tidak semua siswa akan merespons secara langsung pada upaya Anda untuk memupuk suatu lingkungan yang penuh

(22)

menjangkau untuk memengaruhi siswa yang mungkin terkadang tampak tidak responsif di kelas.

Saksikan video “Reaching the Individual” (1:28), tersedia LDS.org. Sewaktu Anda menyaksikan video ini, carilah bagaimana kasih dan kebaikan seperti Kristus seorang guru mengundang perubahan ke dalam hati seorang siswa.

Memupuk Pengertian Akan Tujuan

“Suatu pengertian akan tujuan yang dimiliki bersama oleh guru dan siswa dapat meningkatkan iman dan memberi arahan serta makna dalam pengalaman kelas. Siswa hendaknya memahami bahwa mereka menghadiri kelas untuk mengenal Bapa Surgawi dan Putra-Nya, Yesus Kristus, serta maju menuju kehidupan kekal melalui suatu penelaahan tulisan suci dan perkataan para nabi” (Pengajaran dan Pembelajaran Injil, 17).

Dalam kelas, adalah sama pentingnya bagi guru untuk memupuk pengertian akan tujuan juga bagi mereka untuk memupuk lingkungan yang penuh kasih

dan respek.

Kegiatan Buku Pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil

Kegiatan buku pegangan berikut akan membantu Anda memahami betapa penting untuk memupuk pengertian akan tujuan dalam kelas Anda.

Bacalah bagian 2.2.2 (“Pengertian Akan Tujuan”) di halaman 17 dalam buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil Anda. Dalam buku pegangan Anda, garis bawahi kata-kata atau frasa yang memperdalam pemahaman Anda tentang:

Praktik-Praktik yang Membantu Memupuk Pengertian Akan Tujuan

Saksikan video “A Sense of Purpose” (8:32), tersedia di LDS.org. Dalam video ini, sejumlah guru dan siswa membagikan praktik-praktik yang membantu memupuk suatu pengertian akan tujuan dalam kelas mereka. Sewaktu Anda menyaksikan video, carilah cara-cara untuk memupuk pengertian akan tujuan dalam kelas Anda.

Pertanyaan-pertanyaan untuk Membantu Guru Memupuk Suatu Lingkungan yang Penuh Kasih, Respek, dan Tujuan

Secara berkala merenungkan pertanyaan-pertanyaan berikut sewaktu Anda mengajar siswa Anda akan membantu Anda memupuk suatu lingkungan yang penuh kasih, respek, dan tujuan:

• Apa artinya bagi Anda dan siswa Anda untuk berbagi pengertian akan tujuan. • Bagaimana Anda dan siswa Anda dapat memupuk lingkungan ini dalam kelas.

(23)

• Apakah siswa saya mengetahui bahwa saya mengasihi mereka?

• Ketika saya mendapati sulit untuk menjadi peduli, apakah saya berdoa untuk dipenuhi dengan kasih amal, kasih murni Kristus (lihat Moroni 7:47–48)? • Dalam cara-cara apa ajaran dan teladan Juruselamat memengaruhi cara saya

berinteraksi dengan siswa saya dan bagaimana mereka saling berinteraksi? • Apa tindakan-tindakan sederhana yang saya ambil untuk secara rutin melayani,

memberkati, dan berdoa bagi siswa-siswa saya?

• Apakah siswa saya memahami bahwa tujuan dari kelas kami adalah untuk memenuhi Sasaran Seminari dan Institut Religi—untuk membantu mereka memahami dan bersandar pada ajaran-ajaran serta Pendamaian Yesus Kristus? • Apakah kegiatan belajar yang saya pilih membantu memenuhi tujuan kami dan

tidak mengalihkan kami dari mencapai Sasaran Seminari dan Institut Religi? • Apakah saya telah meluangkan waktu untuk menelaah dan memahami blok tulisan suci dan melihat bagaimana Juruselamat adalah inti dalam pelajaran? • Apakah saya siap untuk memberikan fokus yang tepat terhadap siswa saya

sejak saat mereka tiba sampai saat mereka meninggalkan kelas?

• Dalam cara-cara apa saya secara rutin melatih dan mengundang siswa saya untuk memenuhi peranan mereka dalam pembelajaran rohani?

Rangkuman dan Penerapan

Asas-Asas untuk Diingat

• Ketika Anda dan siswa Anda mengasihi dan menghormati Tuhan, satu sama

(24)

• Anda dapat mengembangkan kasih yang tulus bagi siswa Anda dengan mencari karunia kasih amal melalui doa yang sungguh-sungguh, sebagaimana diinstruksikan oleh Nabi Mormon (lihat Moroni 7:47–48).

• Suatu pengertian akan tujuan yang dimiliki bersama oleh Anda dan siswa Anda dapat meningkatkan iman dan memberi arahan serta makna dalam

pengalaman kelas.

• Pengertian akan tujuan dapat dipupuk ketika Anda dan siswa Anda memahami bahwa mereka menghadiri kelas untuk mengenal Bapa Surgawi dan Putra-Nya, Yesus Kristus, serta untuk maju menuju kehidupan kekal melalui penelaahan tulisan suci dan perkataan para nabi.

“Pikirkan tentang kasih paling murni, paling sempurna yang dapat Anda bayangkan. Sekarang perbanyaklah kasih itu dengan jumlah tak terbatas—itulah ukuran kasih Allah bagi Anda” (Dieter F. Uchtdorf, “Kasih Allah,” Ensign atau Liahona, November 2009, 22).

“Jadi, Bagaimana?”

Untuk mengakhiri pengalaman pembelajaran ini, tulislah beberapa hal yang akan Anda lakukan berdasarkan pada asas-asas yang telah Anda pelajari hari ini.

(25)

PENGALAMAN PEMBELAJARAN 5

Mengalami Pola

Pembelajaran

Ikhtisar

Pengalaman pembelajaran ini mencakup konsep-konsep berikut: • Memperkenalkan pola pembelajaran

• Menanamkan Injil ke dalam hati siswa • Memahami pola pembelajaran

• Menerapkan pola pembelajaran dalam penelaahan Injil

Konsep Kunci

Para nabi dan rasul zaman akhir telah menugaskan para guru di Seminari dan Institut Religi untuk mengajarkan kepada siswa untuk mengenali, memahami, serta menerapkan ajaran dan asas-asas Injil yang terdapat dalam tulisan suci dan perkataan para nabi. Perihal tugas ini, Presiden J. Reuben Clark Jr. (1871--1961) dari Presidensi Utama mengajarkan:

“Anda harus mengajarkan Injil ini, menggunakan sebagai sumber dan wewenang Anda kitab-kitab standar Gereja serta perkataan dari mereka yang telah Allah panggil untuk memimpin umat-Nya di zaman terakhir ini” (The Charted Course of the Church in Education, edisi revisi [1994], 10).

(26)

Memperkenalkan Pola Pembelajaran

Sewaktu siswa mempelajari Injil Yesus Kristus sebagaimana terdapat dalam tulisan suci dan perkataan para nabi, adalah penting bahwa ajaran dan asas-asas Injil tertanam dalam di hati mereka. Untuk membantu proses ini terjadi, Seminari dan Institut Religi menekankan sebuah pola pembelajaran dasar yang mengizinkan guru dan siswa menemukan, memahami, serta

menerapkan kebenaran-kebenaran injil dalam kehidupan mereka. Pola ini terdiri dari pokok-pokok berikut:

• Memahami konteks dan isi. • Mengidentifikasi ajaran dan asas . • Memahami ajaran dan asas-asas. • Merasakan kebenaran dan

pentingnya ajaran dan asas . • Menerapkan ajaran dan asas .

Semakin Anda memahami dan menggunakan pokok-pokok ini dalam penelaahan Injil Anda sendiri, semakin lebih baik Anda akan mampu membantu siswa mengimplementasikannya.

Tujuan dari pengalaman pembelajaran ini adalah untuk memberikan ikhtisar tentang lima pokok dari pola pembelajaran. Setiap pokok akan disampaikan secara lebih detail dalam pengalaman pembelajaran 6–8.

Saksikan video “The Parable of the Gems” (6:47), tersedia di LDS.org. Sewaktu Anda menyaksikan video, tanyakan kepada diri Anda sendiri, “Bagaimana mencari dan menemukan permata di pasir dapat dibandingkan dengan menelaah dan belajar dari tulisan suci?”

Setelah Anda menyaksikan video, catatlah pengertian dan kesan Anda dalam jurnal penelaahan atau di tempat lain di mana Anda dapat merujuknya dan membagikannya kepada pemimpin atau kelompok latihan-jabatan Anda.

Terapkan Perumpamaan dalam Pola Pembelajaran

Perumpamaan tentang permata membantu kita memahami pokok-pokok dari pola pembelajaran. Bacalah deskripsi di bawah untuk mempelajari lebih lanjut

(27)

Memahami konteks dan isi:

Remaja putri mencari permata di pasir melambangkan seorang peserta didik yang mencari kebenaran-kebenaran kekal dalam tulisan suci dan dalam ajaran-ajaran para nabi. Pasir

melambangkan detail-detail dari tulisan suci atau ajaran—alur cerita, orang, tempat, tanggal, dan sebagainya. Remaja putri menyaring pasir mencari permata seperti seorang peserta didik yang menyaring melalui detail-detail tulisan suci dalam pencarian ajaran, asas, dan kebenaran dasar lainnya. Proses ini dirujuk sebagai memahami konteks dan isi.

Mengidentifikasi ajaran dan asas-asas:

Remaja putri menemukan permata dalam pasir melambangkan proses mengidentifikasi ajaran dan asas dalam tulisan suci dan dalam perkataan para nabi. Sama seperti permata tergeletak dekat dengan permukaan dan yang lain ditemukan lebih dalam di pasir, beberapa kebenaran kekal dalam tulisan suci mudah diidentifikasi, sementara yang lain memerlukan upaya lebih banyak untuk menemukannya.

Memahami ajaran dan asas :

Remaja putri dengan saksama mengamati setiap permata yang melambangkan seorang peserta didik menelaah dengan tekun untuk memahami ajaran dan asas-asas secara lebih mendalam.

(28)

Merasakan kebenaran dan pentingnya ajaran dan asas : Remaja putri yang merasakan apresiasi terhadap keunikan dan signifikansi dari setiap permata dapat dibandingkan dengan peserta didik yang merasakan kebenaran serta pentingnya ajaran dan asas yang terdapat dalam tulisan suci dan perkataan para nabi.

Menerapkan ajaran dan asas :

Sama seperti pikiran remaja putri berpaling pada cara-cara spesifik dia dapat menggunakan setiap permata, para peserta didik hendaknya juga mempertimbangkan bagaimana mewujudkan dan menerapkan ajaran dan asas sebagaimana Roh memberikan arahan pribadi dalam pikiran dan

(29)

Menerapkan Pola Pembelajaran dalam Penelaahan Injil

Pernyataan berikut merupakan contoh tentang bagaimana pola pembelajaran ini membantu siswa yang sesungguhnya menggunakan tulisan suci untuk

menemukan, memahami, serta menerapkan kebenaran-kebenaran injil dalam kehidupan mereka:

“Saya memahami tulisan suci jauh lebih baik. Saya tahu bagaimana

mengajukan pertanyaan dan menemukan jawaban. Sekarang saya membaca untuk menemukan kebenaran dan untuk pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana saya seharusnya bertindak.”

“Saya tidak pernah duduk sendiri untuk membaca tulisan suci, namun sekarang saya membangun kebiasaan melakukannya setiap malam. Rasanya luar biasa untuk menemukan dan memahami kebenaran-kebenaran yang menyentuh Anda dan langsung menembus hati Anda.”

“Saya biasanya tidak membaca tulisan suci begitu sering karena saya tidak memahaminya. Tetapi sekarang saya tahu bahwa itu penuh asas dan bahwa saya dapat menyelidikinya untuk menemukan jawaban. Tahun ini saya telah melakukan itu lebih dari yang saya lakukan dalam seluruh hidup saya.” “Satu hal yang seminari telah membantu saya hampir lebih dari apa pun yang lain adalah untuk bertumbuh mengasihi dan memahami tulisan suci. Begitu banyak doa saya telah dijawab. Hubungan saya juga telah diperkuat dengan Juruselamat saya, dan saya sangat bersyukur untuk itu. Bagaimana saya bisa meminta lebih?”

“Saya benar-benar telah belajar bagaimana menelaah dari tulisan suci dengan lebih baik, dan sekarang itu tidak lagi membosankan bagi saya. Saya

sebenarnya ingin menelaahnya dan merenungkan tentang bagaimana saya seharusnya hidup untuk kembali kepada Bapa saya di Surga.”

“Terkadang dalam membaca seolah saya tidak hanya merasa dipenuhi dengan kasih dan kehangatan namun halaman-halaman dan pengikatnya nyaris dipenuhi dengan pengetahuan.”

Rangkuman dan Penerapan

Asas-Asas untuk Diingat

• Sebagai guru di seminari dan institut, Anda ditugasi mengajarkan kepada siswa ajaran dan asas-asas Injil sebagaimana yang terdapat dalam tulisan suci serta perkataan para nabi.

• Guru dan siswa harus belajar bagaimana menanamkan Injil dari

halaman-halaman tulisan suci dan perkataan para nabi ke dalam hati mereka. • Seminari dan Institut Religi menekankan sebuah pola pembelajaran dasar yang

mengundang guru dan siswa untuk menemukan, memahami, serta menerapkan kebenaran-kebenaran injil dalam kehidupan mereka.

• Semakin Anda memahami dan menggunakan pokok-pokok pola pembelajaran

(30)

“Tidak seperti lembaga-lembaga dunia, yang mengajarkan kepada kita untuk mengetahui sesuatu, Injil Yesus Kristus menantang kita untuk menjadi sesuatu” (Dallin H. Oaks, “The Challenge to Become,” Ensign, November 2000, 32).

“Jadi, Bagaimana?”

Untuk mengakhiri pengalaman pembelajaran ini, tulislah beberapa hal yang akan Anda lakukan berdasarkan pada asas-asas yang telah Anda pelajari hari ini.

(31)

PENGALAMAN PEMBELAJARAN 6

Memahami Konteks dan Isi

Ikhtisar

Pengalaman pembelajaran ini mencakup konsep-konsep berikut: • Memahami makna konteks dan isi

• Memahami pentingnya konteks dan isi

• Menemukan konteks dan isi dalam tulisan suci

Konsep Kunci

Dalam beberapa pengalaman pembelajaran berikutnya, kita akan mengamati lebih dekat pada komponen-komponen individu dari pola pembelajaran satu demi satu. Pola pembelajaran menyediakan suatu kerangka kerja dari pokok-pokok yang membantu menanamkan Injil dalam pikiran dan hati kita. Dalam pengalaman pembelajaran ini, kita akan belajar tentang memahami konteks dan isi.

Tujuan dari pengalaman pembelajaran ini adalah untuk menyediakan pendahuluan singkat terhadap aspek-aspek dari pola pembelajaran. Sewaktu Anda melayani sebagai guru seminari atau institut, Anda akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar tentang dan mempraktikkan keterampilan-keterampilan ini.

Belajar dari Tulisan Suci: Memahami Konteks dan Isi

Dalam perumpamaan tentang permata, remaja putri bermimpi tentang mencari permata dalam pasir. Pencariannya

melambangkan seorang peserta didik yang mencari kebenaran-kebenaran kekal dalam tulisan suci. Pasir melambangkan konteks dan isi tulisan suci—orang, tempat, peristiwa, alur cerita, ajaran, dan sebagainya—di mana kebenaran-kebenaran Injil dapat ditemukan.

Sewaktu kita mencari kebenaran-kebenaran kekal dalam tulisan suci, kita hendaknya mulai dengan berusaha untuk memahami latar belakang dan perincian-perincian dasar tentang petikan-petikan yang kita baca. Berupaya untuk memahami konteks dan isi tulisan suci akan memungkinkan kita untuk lebih siap menemukan kebenaran-kebenaran Injil penting.

(32)

Kegiatan Buku PeganganPengajaran dan Pembelajaran Injil

Bacalah bagian 2.4.1 (“Konteks”) dan 2.4.2 (“Isi”) di halaman 27–28 dalam buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil. Garis bawahi kata-kata atau frasa dalam bagian-bagian ini yang membantu Anda memahami apa yang dimaksud dengan konteks dan isi tulisan suci dan mengapa itu penting dalam penelaahan kita.

Catatlah pengertian dan kesan Anda mengenai pentingnya memahami konteks dan isi dalam penelaahan Injil dalam jurnal penelaahan atau di tempat lain di mana Anda dapat merujuknya dan membagikannya kepada pemimpin atau kelompok latihan-jabatan Anda.

Makna dan Pentingnya Konteks dan Isi

Tinjaulah bagan berikut untuk memahami lebih lanjut konteks dan isi:

Konteks Isi

Apa konteks itu?

Konteks terdiri dari keadaan yang mengelilingi atau memberi latar belakang pada sebuah petikan, peristiwa, atau kisah tulisan suci tertentu. Konteks mencakup tatanan sejarah, budaya, dan geografi; pertanyaan yang mendorong peristiwa-peristiwa tulisan suci; dan sebagainya.

Apa isi itu?

Isi mencakup alur cerita, orang, peristiwa, khotbah, dan penjelasan terilhami yang membentuk teks tulisan suci. Menemukan isi mencakup mempelajari makna dari kata-kata atau frasa sulit juga interpretasi dari perumpamaan, simbol, dan sebagainya. Mengapa konteks penting?

Konteks memperjelas dan memperdalam pemahaman tentang peristiwa, ajaran, dan asas dalam teks tulisan suci.

Mengapa isi penting?

Isi memberi kehidupan dan relevansi terhadap ajaran dan asas-asas yang terdapat dalam blok tulisan suci.

Mengajukan Pertanyaan

Untuk memahami konteks dan isi tulisan suci, pertama-tama berusahalah untuk menjadi familier dengan

perincian-perincian dasar dari petikan-petikan itu dan kemudian menjelajahi perincian-perincian itu untuk pemahaman yang lebih luas. Anda dapat melakukan ini dengan belajar untuk mengajukan pertanyaan

mengenai orang, tempat, peristiwa, dan sebagainya dalam petikan tulisan suci yang sedang Anda baca dan kemudian mencari jawaban terhadap pertanyaan tersebut menggunakan sumber-sumber yang bermanfaat dan terpercaya.

Pertanyaan seperti yang berikut dapat membantu Anda memahami dengan lebih baik konteks dan isi petikan tulisan suci yang sedang Anda telaah:

(33)

• Apa tatanan sejarah, budaya, dan geografisnya? • Siapa penulisnya?

• Siapa orang-orang dalam petikan ini? Apa yang mereka lakukan atau katakan, dan mengapa?

• Apa yang terjadi? Apa alur ceritanya?

• Apa makna dari kata-kata, frasa, atau ungkapan yang tidak familier? • Apa signifikansi yang adat-istiadat dan praktik-praktik uraikan?

Mencari Jawaban

Berikut adalah beberapa sumber terbaik dan terpercaya yang dapat Anda gunakan untuk membantu Anda menemukan jawaban terhadap pertanyaan Anda.

• Bantuan penelaahan tulisan suci seperti judul bab dan bagian, catatan kaki, Kamus Alkitab, Topical

Guide [Penuntun Topik], Penuntun bagi Tulisan Suci, indeks untuk tiga serangkai, peta, dan sebagainya

• Petikan tulisan suci terkait

• Perkataan dari para nabi dan rasul yang masih hidup (terutama yang terdapat dalam ceramah konferensi umum)

• Kurikulum kursus tulisan suci seminari dan institut (termasuk buku pedoman guru dan siswa)

• Kamus

Sewaktu Anda memahami konteks dan isi tulisan suci, Anda akan mampu untuk lebih sepenuhnya melangkah masuk ke dunia orang-orang, tempat, peristiwa, dan ajaran-ajaran yang sedang Anda baca dan melihat segala sesuatu sebagaimana penulis melihatnya. Ini akan membuka pintu untuk menemukan

kebenaran-kebenaran penting Injil.

Menerima Bantuan Ilahi dalam Pengajaran Injil

Saksikan video “Understanding Context and Content” (7:39), tersedia di LDS.org. Dalam video, tiga guru membahas upaya mereka untuk memahami konteks dan isi.

Catatlah dua atau tiga gagasan yang Anda pelajari dari video dalam jurnal penelaahan atau di tempat lain di mana Anda dapat merujuknya dan membagikannya kepada pemimpin atau kelompok latihan-jabatan Anda.

(34)

Kegiatan Tulisan Suci

Sekarang adalah waktunya untuk praktik menemukan konteks dan isi dalam tulisan suci.

Bacalah Lukas 5:12–26, mengambil di mana para guru dalam video “Memahami Konteks dan Isi” tinggalkan. Buatlah daftar pertanyaan tentang orang, tempat, peristiwa, dan perincian lainnya yang dapat membantu Anda memahami dengan lebih baik konteks dan isi dari ayat-ayat ini. Kemudian luangkan beberapa menit mencari jawaban terhadap pertanyaan Anda.

Setelah Anda menyelesaikan kegiatan ini, tulislah rangkuman dari pengalaman Anda dalam jurnal penelaahan atau di tempat lain di mana Anda dapat merujuknya dan membagikannya kepada pemimpin atau kelompok latihan-jabatan Anda. Sertakan (1) beberapa hal yang Anda pelajari tentang pentingnya memahami konteks dan isi dalam penelaahan tulisan suci dan (2) beberapa pengertian baru tentang orang, tempat, dan peristiwa dari Lukas 5:12–26.

Rangkuman dan Penerapan

Asas-Asas untuk Diingat

• Konteks memperjelas dan memperdalam pemahaman kita tentang peristiwa, ajaran, dan asas dalam teks tulisan suci.

• Isi memberi kehidupan dan relevansi terhadap ajaran dan asas-asas dalam tulisan suci.

• Memahami konteks dan isi tulisan suci akan membantu menyingkap banyak kebenaran Injil yang penting.

• Untuk memahami konteks dan isi tulisan suci, kita harus mengajukan pertanyaan dan mencari sumber-sumber yang andal untuk jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut.

“Jadilah terbiasa dengan pelajaran-pelajaran yang tulisan suci ajarkan. Pelajari latar belakang dan tatanan dari perumpamaan Tuhan dan nasihat para nabi. Pelajarilah hal itu seolah-olah hal itu diperuntukkan bagi Anda, karena hal semacam itu adalah kebenaran” (Thomas S. Monson, “Jadilah Diri Anda yang Terbaik,” Ensign atau Liahona, Mei 2009, 68).

“Jadi, Bagaimana?”

Untuk mengakhiri pengalaman pembelajaran ini, tulislah beberapa hal yang akan Anda lakukan berdasarkan pada asas-asas yang telah Anda pelajari hari ini.

(35)

PENGALAMAN PEMBELAJARAN 7

Mengidentifikasi Ajaran

dan Asas

Ikhtisar

Pengalaman pembelajaran ini mencakup konsep-konsep berikut: • Mengidentifikasi ajaran dan asas yang tersurat

• Mengidentifikasi ajaran dan asas yang tersirat • Menulis pernyataan asas

Konsep Kunci

Pola pembelajaran yang diperkenalkan dalam pengalaman pembelajaran 5 ini menyediakan pokok-pokok yang membantu menanamkan Injil dalam benak dan hati kita. Dalam pengalaman pembelajaran ini, kita akan membahas

mengidentifikasi ajaran dan asas.

Tujuan dari pengalaman pembelajaran ini adalah untuk menyediakan pendahuluan singkat terhadap aspek-aspek dari pola pembelajaran. Sewaktu Anda melayani sebagai guru seminari atau institut, Anda akan memiliki lebih banyak lagi kesempatan untuk belajar tentang dan mempraktikkan

keterampilan-keterampilan ini.

Mengidentifikasi Ajaran dan Asas

Dalam perumpamaan tentang permata, seorang remaja putri bermimpi menemukan permata yang tak ternilai harganya.

Demikian juga, ketika kita menelaah tulisan suci kita dapat menemukan permata-permata tulisan suci yang dapat memberkati kehidupan kita.

Penatua Neal A. Maxwell (1926–2004) dari Kuorum Dua Belas Rasul mengajarkan:

“Brother dan sister sekalian, tulisan suci menawarkan kepada kita begitu banyak berlian yang bersifat ajaran. Dan ketika terang Roh menyinari beberapa permukaannya, itu berkilau dengan sensasi selestial dan menerangi jalan yang harus kita ikuti” (“According to the Desires of [Our] Hearts,” Ensign, November 1996, 21).

(36)

Permata-permata dalam pasir itu melambangkan ajaran penting dan asas-asas penting kebenaran yang terdapat dalam tulisan suci dan perkataan para nabi.

Kegiatan Buku Pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil

Telaahlah empat paragraf pertama dari bagian 1.3.1 (“Mengajar”) di halaman 5 dan empat paragraf pertama dari bagian 2.5 (“Mengenali, Memahami, Merasakan Kebenaran dan Kepentingan dari, serta Menerapkan Ajaran dan Asas-Asas Injil”) di halaman 30 dari buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil Anda. Garis bawahi kata-kata atau frasa yang membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

Catatlah pengertian dan kesan Anda mengenai mengapa ajaran dan asas penting dalam jurnal penelaahan atau di tempat lain di mana Anda dapat merujuk padanya dan membagikannya kepada pemimpin atau kelompok latihan-jabatan Anda.

Ajaran dan Asas: Tersurat versus Tersirat

Dalam perumpamaan tentang permata, remaja putri berusaha untuk menemukan permata-permata berharga. Sewaktu dia mencari, dia menemukan beberapa dekat dengan permukaan dan yang lainnya lebih dalam di pasir. Demikian juga, Anda akan menemukan bahwa beberapa ajaran dan asas dinyatakan secara gamblang dalam tulisan suci dan mudah diidentifikasi. Yang lain tidak dinyatakan secara langsung dalam tulisan suci namun alih-alih tersirat. Ini memerlukan lebih banyak upaya untuk menemukan.

Ajaran dan Asas yang Tersurat Ajaran dan Asas yang Tersirat

Ajaran dan asas yang dinyatakan secara jelas dan gamblang dalam teks tulisan suci.

Ajaran dan asas yang tidak dinyatakan secara langsung oleh penulis tulisan suci namun alih-alih tersirat dalam teks.

Ketika berbicara tentang mengidentifikasi ajaran dan asas, Penatua Richard G. Scott (1928–2015) dari Kuorum Dua Belas Rasul mengajarkan:

“Carilah asas. Secara saksama pisahkan itu dari detail yang digunakan untuk menjelaskannya” (“Acquiring Spiritual Knowledge,” Ensign, November 1993, 86).

Pengingat terhadap pengalaman pembelajaran ini akan membantu dalam mengembangkan kemampuan Anda untuk mengidentifikasi baik ajaran dan asas yang tersurat maupun yang tersirat dalam penelaahan Anda. (Lihat juga Pengajaran

• Apa ajaran itu? • Apa asas itu?

(37)

dan Pembelajaran Injil: Buku Pegangan bagi Guru dan Pemimpin dalam Seminari dan Institut Religi [2012], 30).

Mengidentifikasi Ajaran dan Asas yang Tersurat

Ajaran dan asas yang tersurat adalah ajaran dan asas yang secara jelas dan gamblang disebutkan dalam teks tulisan suci.

Bacalah tulisan suci berikut untuk melihat contoh tentang ajaran dan asas yang dinyatakan secara jelas (penekanan dalam cetak tebal).

• Yohanes 15:10—“Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.”

• Kejadian 1:27—“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”

• Ajaran dan Perjanjian 59:23—“Tetapi belajarlah bahwa dia yang melakukan pekerjaan kesalehan akan menerima pahalanya, bahkan kedamaian di dunia ini dan kehidupan kekal di dunia yang akan datang.”

• Helaman 3:27—“Demikianlah kita boleh melihat bahwa Tuhan penuh belas kasihan kepada semua yang akan, dengan ketulusan hati mereka, memanggil nama kudus-Nya.”

• Ayub 36:5—“Ketahuilah, Allah itu perkasa, namun tidak memandang hina apa pun, Ia perkasa dalam kekuatan akal budi.”

Kegiatan Tulisan Suci: Mengidentifikasi Ajaran dan Asas yang Tersurat

Bacalah petikan-petikan tulisan suci berikut, dan tandai atau catatlah dalam tulisan suci Anda setiap ajaran atau asas yang tersurat .

Catatlah pengertian dan kesan Anda mengenai mengapa ajaran dan asas penting dalam jurnal penelaahan atau di tempat lain di mana Anda dapat merujuk padanya dan membagikannya kepada pemimpin atau kelompok latihan-jabatan Anda. Mengidentifikasi Ajaran dan Asas yang Tersirat

Dalam perumpamaan tentang permata, wanita muda itu tidak puas hanya menemukan permata yang ada di bawah

permukaan pasir. Dia belajar bahwa dengan menggali lebih dalam di pasir dan dengan saksama menyaringnya, dia dapat menemukan permata-permata lain yang sangat berharga.

• Amos 3:7 • 2 Nefi 9:20 • Mosia 2:17

(38)

Demikian juga, sewaktu Anda menelaah tulisan suci, Anda dapat belajar untuk “menggali” dan “menyaring” melalui konteks dan isi tulisan suci untuk menemukan ajaran dan asas yang tersirat. Ini sering kali merupakan beberapa penemuan yang paling berharga dan penting yang akan Anda buat dalam penelaahan tulisan suci Anda. Menemukan ajaran dan asas yang tersirat memerlukan waktu dan pemikiran yang cermat.

Kegiatan Buku Pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil

Bacalah bagian 2.5.1 (“Mengidentifikasi Ajaran dan Asas”) di halaman 30 dari buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil, mulai dengan “Banyak asas tidak dinyatakan secara langsung …” sampai paragraf kedua di halaman 31. Garis bawahi kata-kata atau frasa yang membantu memperdalam pemahaman Anda tentang ajaran dan asas yang tersirat dan bagaimana mengidentifikasinya dalam penelaahan Anda.

Berdasarkan pada apa yang Anda garis bawahi, catatlah bagaimana Anda akan menjelaskan kepada seorang teman atau anggota keluarga apa kebenaran yang tersirat itu dan bagaimana itu dapat diidentifikasi. Catatlah pemikiran dan kesan ini dalam jurnal

penelaahan atau di tempat lain di mana Anda dapat merujuk padanya dan membagikannya kepada pemimpin atau kelompok latihan-jabatan Anda.

Saran untuk Mengidentifikasi Ajaran dan Asas yang Tersirat

Buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil memberikan saran-saran berikut untuk membantu guru dan siswa mengidentifikasi ajaran dan asas yang tersirat: 1. Mencari hubungan sebab dan akibat

“Dengan menganalisis tindakan, sikap, dan perilaku individu atau kelompok dalam laporan tulisan suci, serta mengidentifikasi berkat atau konsekuensi yang datang sebagai akibatnya, asas Injil menjadi lebih terlihat” (Pengajaran dan Pembelajaran Injil, 30).

“Sementara membaca Matius 4:1–11, saya mulai berfokus pada

tindakan-tindakan Juruselamat dan bagaimana Dia berpuasa serta berdoa dalam upaya untuk ‘bersama Allah.’ Saya kemudian melihat bagaimana Dia menggunakan tulisan suci untuk mengusir godaan yang diarahkan kepada-Nya oleh sang musuh. Puasa, doa, dan penggunaan-Nya akan tulisan suci (sebab) menyediakan kekuatan rohani yang memadai untuk mengatasi godaan (akibat) Sewaktu saya melakukan penemuan ini, saya menulis pernyataan sederhana tentang asas dalam jurnal saya: Ketika kita berpuasa, berdoa, dan memahami tulisan suci, kita dapat memiliki kekuatan rohani yang lebih besar untuk mengatasi godaan.”

(39)

“Saya menemukan asas hebat yang tersirat dalam 1 Nefi 18:3. Nefi pergi ‘ke gunung dan sering berdoa kepada Tuhan.’ Sebagai akibatnya, Tuhan memperlihatkan kepadanya hal-hal besar. Sewaktu saya merenungkan pesan ini, saya menulis asas berikut di pinggir tulisan suci saya: Semakin saya berusaha untuk bersekutu dengan Tuhan dalam doa pribadi saya, semakin Dia akan menyatakan hal-hal besar kepada saya.”

2. Mengajukan pertanyaan

Asas-asas yang tersirat juga dapat diidentifikasi dengan mengajukan pertanyaan seperti yang berikut:

• Apa pesan moral atau pokok dari kisah itu?

• Mengapa menurut Anda penulis menyertakan peristiwa atau petikan ini? • Apa yang penulis maksudkan agar kita pelajari?

• Apa saja kebenaran pokok yang diajarkan dalam petikan tulisan suci ini?

“Sementara membaca Ajaran dan Perjanjian 9, manakah yang berisikan nasihat Tuhan kepada Oliver Cowdery, yang telah gagal dalam upaya untuk membantu menerjemahkan Kitab Mormon, saya bertanya, ‘Apa moral atau pokok dari kisah itu?’ Satu asas yang tersirat yang datang ke benak saya adalah Menerima dan mengenali wahyu memerlukan upaya di pihak kita.”

“Dalam Alma 17–18, saya membaca Amon melayani Raja Lamoni tanpa memikirkan imbalan dan Raja Lamoni terkesan oleh kesetiaan Amon. Saya mendapati diri saya mempertanyakan, ‘Mengapa penulis menyertakan perincian ini dalam bab-bab tersebut?’ Sebagai jawaban terhadap pertanyaan ini, saya menulis asas yang berikut dalam tulisan suci saya: Sewaktu kita melayani orang lain dengan setia, kita dapat membantu mereka bersiap untuk menerima kebenaran-kebenaran Injil.”

3. Menyatakan ajaran dan asas Injil dengan sederhana dan jelas

Buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil mengajarkan bahwa “mengidentifikasi [ajaran dan] asas yang tersirat mencakup mengenali kebenaran-kebenaran yang diilustrasikan dalam kisah tulisan suci dan

menyatakannya secara jelas dan ringkas” (Pengajaran dan Pembelajaran Injil, 30). Menulis pernyataan-pernyataan ajaran dan asas dengan jelas dan lengkap membantu kita untuk mengartikulasikan pemikiran kita dan menangkap pesan tulisan suci yang Tuhan ingin berikan kepada kita.

Penatua B. H. Roberts (1857–1933) dari Tujuh Puluh mengajarkan:

(40)

“Untuk diketahui, kebenaran haruslah dinyatakan dan semakin jelas serta semakin lengkap pernyataan itu, akan semakin baiklah kesempatan yang dimiliki Roh Kudus untuk bersaksi kepada jiwa-jiwa manusia bahwa pekerjaan ini benar” (New Witnesses for God, 3 jilid [1909], 2:vii, dikutip dalam James E. Faust, “What I Want My Son to Know before He Leaves on His Mission,” Ensign, Mei 1996, 41).

Penatua Richard G. Scott (1928–2015)dari Kuorum Dua Belas Rasul menekankan:

“Adalah upaya yang amat berharga untuk mengorganisasi kebenaran yang kita kumpulkan pada pernyataan asas yang sederhana” (“Acquiring Spiritual Knowledge,” Ensign, November 1993, 86).

Sewaktu Anda melakukan sebagaimana yang Penatua Scott sarankan—“aturlah kebenaran yang [Anda] kumpulkan menjadi pernyataan asas sederhana”—Anda akan menemukan bahwa pernyataan ajaran atau asas yang paling bermanfaat memiliki beberapa karakteristik berikut:

• Itu pernyataan lengkap.

• Itu sederhana, jelas, dan ringkas.

• Kebenaran-kebenaran yang dinyatakan adalah mendasar, tidak berubah, dan langgeng.

• Itu sering menyarankan tindakan juga konsekuensi-konsekuensi terkaitnya. • Itu secara pribadi relevan.

Manakah dari karakter-karakter ini yang dapat Anda lihat dalam setiap pernyataan ajaran atau asas berikut?

• Semakin saya berusaha untuk bersekutu dengan Tuhan dalam doa pribadi saya, semakin Dia akan menyatakan hal-hal besar kepada saya.

• Ketika kita berpuasa, berdoa, dan memahami tulisan suci, kita dapat memiliki kekuatan rohani yang lebih besar untuk mengatasi godaan.

• Yesus Kristus menderita bagi dosa-dosa saya.

• Menerima dan mengenali wahyu memerlukan upaya di pihak saya.

• Sewaktu saya melayani orang lain dengan setia, saya dapat membantu mereka bersiap untuk menerima kebenaran-kebenaran Injil.

Saksikan video “Identifying Doctrine and Principles” (7:09), tersedia di LDS.org. Dalam video ini, tiga guru membahas upaya-upaya mereka untuk mengidentifikasi ajaran dan asas dalam Lukas 5:1–11 menggunakan tiga saran yang dijelaskan di atas.

(41)

Catatlah dua atau tiga gagasan yang menonjol bagi Anda dari video itu dalam jurnal penelaahan atau di tempat lain di mana Anda dapat merujuk padanya dan membagikannya kepada pemimpin atau kelompok

latihan-jabatan Anda.

Kegiatan Tulisan Suci yang Dipandu: Mengidentifikasi Ajaran dan Asas

yang Tersirat

Mari praktik mengidentifikasi ajaran dan asas yang tersirat. Telaahlah Enos 1:1–8, dengan mencari ajaran atau asas yang bernilai kekal.

Catatlah pernyataan ajaran atau asas Anda dalam jurnal penelaahan atau di tempat lain di mana Anda dapat merujuk padanya dan membagikannya kepada pemimpin atau kelompok latihan-jabatan Anda.

Kegiatan Tulisan Suci: Mengidentifikasi Ajaran dan Asas yang Tersirat

Sekarang, praktikkan keterampilan Anda sendiri yang telah Anda pelajari sejauh ini dalam pengalaman pembelajaran ini. Bacalah Lukas 5:12–26 dan lakukan yang berikut:

1. Memahami konteks dan isi

Sebelum mencari ajaran dan asas, terlebih dahulu berusahalah untuk memahami konteks dan isi petikan. Pertanyaan seperti yang berikut dapat membantu Anda melakukan ini:

• Apa “pergumulan” itu? (Lihat ayat 2.)

• Apa yang secara khusus meresap dalam di hati Enos? (Lihat ayat 3.) • Apa yang Enos lakukan, dan untuk berapa lama? (Lihat ayat 4.) • Apa arti dari kata permohonan ? (Lihat ayat 4.)

• Apa dialog antara Tuhan dan Enos dalam ayat-ayat ini? (Lihat ayat 5–8.) 2. Mengidentifikasi ajaran atau asas yang tersirat

Sewaktu Anda berusaha untuk mengidentifikasi ajaran atau asas dalam Enos 1:1–8, pertimbangkan mengajukan satu atau lebih pertanyaan berikut:

• Apa hubungan sebab dan akibat yang ditemukan dalam ayat-ayat ini? • Apa moral dari kisah ini?

• Apa yang penulis maksudkan agar kita pelajari?

• Apa saja kebenaran pokok yang diajarkan dalam petikan ini? 3. Menyatakan ajaran dan asas dengan sederhana dan jelas

Sewaktu Anda mengidentifikasi ajaran atau asas dalam Enos 1:1–8, cobalah untuk menyatakannya secara jelas dan sederhana. Jika Anda memerlukan bantuan dalam melakukan ini, cobalah menggunakan salah satu petunjuk berikut:

• Jika (sebab)____________________, maka (akibat)____________________. • Maka kita melihat, ____________________.

• Tinjaulah konteks dan isi petikan.

• Identifikasi ajaran dan asas apa pun yang diajarkan dalam ayat-ayat ini?

(42)

Catatlah pernyataan ajaran atau asas Anda dalam jurnal penelaahan atau di tempat lain di mana Anda dapat merujuk padanya dan membagikannya kepada pemimpin atau kelompok latihan-jabatan Anda.

Dampak dari Mengidentifikasi Ajaran dan Asas

Saksikan video “Identifying Doctrine and Principles” (2:39), tersedia di LDS.org. Dalam video ini, sejumlah siswa seminari dan institut

membagikan dampak yang belajar untuk mengidentifikasi ajaran dan asas miliki dalam penelaahan tulisan suci mereka. Sewaktu Anda menyaksikan, bayangkan dampak yang keterampilan ini dapat miliki dalam penelaahan tulisan suci Anda sendiri dan pada pengajaran serta pembelajaran yang akan terjadi di kelas Anda.

Rangkuman dan Penerapan

Asas-Asas untuk Diingat

• Tujuan utama dari tulisan suci adalah untuk mengajarkan ajaran dan asas-asas Injil Yesus Kristus.

• Ajaran terdiri dari kebenaran-kebenaran mendasar dan tidak berubah akan Injil Yesus Kristus.

• Sebuah asas adalah kebenaran atau aturan abadi yang individu-individu dapat gunakan untuk membimbing mereka dalam membuat keputusan.

• Beberapa ajaran dan asas dinyatakan secara jelas dan gamblang dalam teks tulisan suci, sementara yang lain hanya tersirat.

• Mengidentifikasi ajaran dan asas yang tersirat mencakup menyatakannya secara jelas dan ringkas.

• Mengidentifikasi ajaran dan asas-asas Injil dalam tulisan suci memerlukan upaya dan latihan yang penuh pemikiran.

“Seseorang tidak dapat secara jujur menelaah tulisan suci tanpa mempelajari asas-asas Injil karena tulisan suci telah ditulis untuk melestarikan asas-asas itu demi manfaat kita” (Marion G. Romney, “The Message of the Old Testament” [Church Educational System symposium on the Old Testament, 17 Agustus 1979], 3, si.lds.org).

“Jadi, Bagaimana?”

Untuk mengakhiri pengalaman pembelajaran ini, tulislah beberapa hal yang akan Anda lakukan berdasarkan pada asas-asas yang telah Anda pelajari hari ini.

(43)

PENGALAMAN PEMBELAJARAN 8

Memahami, Merasakan,

dan Menerapkan Ajaran

dan Asas-Asas

Ikhtisar

Pengalaman pembelajaran ini mencakup konsep-konsep berikut: • Menanamkan Injil ke dalam hati kita

• Memahami ajaran dan asas

• Merasakan kebenaran dan pentingnya ajaran dan asas • Menerapkan ajaran dan asas

Konsep Kunci

Pola pembelajaran menyediakan pokok-pokok yang membantu menanamkan Injil dalam benak dan hati kita. Dalam pengalaman pembelajaran ini, kita akan membahas memahami, merasakan kebenaran dan kepentingan dari, serta menerapkan ajaran dan asas-asas.

Tujuan dari pengalaman pembelajaran ini adalah untuk menyediakan pendahuluan singkat terhadap aspek-aspek dari pola pembelajaran. Sewaktu Anda melayani sebagai guru seminari atau institut, Anda akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar tentang dan mempraktikkan keterampilan-keterampilan ini.

Memahami, Merasakan Kebenaran dan Kepentingan dari, serta Menerapkan Ajaran dan Asas-Asas

Perumpamaan tentang permata adalah sebuah metafora untuk menelaah tulisan suci. Tiga unsur berikut membantu kita memahami apa yang dapat kita lakukan dalam penelaahan kita setelah kita mengidentifikasi kebenaran-kebenaran Injil yang penting.

1. Memahami ajaran dan asas

Remaja putri menelaah setiap permata yang dia temukan, dengan cermat memeriksa bentuk dan aspeknya.

(44)

Sewaktu kita menemukan permata kebenaran dalam bentuk ajaran dan asas-asas, kita dapat dengan saksama menelaah satu demi satu untuk memahami dengan lebih baik makna dan signifikansinya.

2. Merasakan kebenaran dan pentingnya ajaran dan asas

Remaja putri itu merasakan suatu apreasiasi terhadap setiap permata yang tumbuh dalam dirinya.

Sewaktu kita memperoleh pemahaman yang lebih

mendalam akan kebenaran-kebenaran yang kita temukan, kita merasakan pentingnya, relevansi, dan urgensinya.

3. Menerapkan Ajaran dan Asas-Asas

Ayah remaja putri itu mengundangnya untuk

mempertimbangkan apa yang dapat dia lakukan dengan permata-permata yang dia temukan itu.

Setelah memperoleh kesaksian dan apresiasi bagi sebuah ajaran atau asas, kita hendaknya mempertimbangkan cara-cara spesifik kita dapat menerapkannya dalam kehidupan kita sendiri.

(45)

Para nabi dan rasul zaman akhir telah menekankan pentingnya menanamkan Injil ke dalam hati kita. Memahami konteks dan isi tulisan suci untuk mengidentifikasi ajaran dan asas-asas Injil yang penting merupakan awal yang baik untuk memperoleh

pengetahuan tentang kebenaran Injil. Namun untuk membantu apa yang kita ketahui dalam benak kita tertanam dalam ke dalam hati kita, sering kali ada lebih banyak yang harus kita lakukan. Kita harus berusaha untuk: 1. Memahami ajaran dan asas-asas

yang telah kita identifikasi.

2. Merasakan kebenaran dan kepentingannya. 3. Menerapkannya dalam kehidupan kita.

Tiga elemen dari pola pembelajaran ini bekerja bersama untuk mengundang Roh Kudus, yang membantu kita menanamkan Injil ke dalam hati kita.

Kegiatan Buku PeganganPengajaran dan Pembelajaran Injil

Pengajaran dan Pembelajaran Injil: Buku Pegangan bagi Guru dan Pemimpin di Seminari dan Institut Religi (2012) berisikan informasi penting mengenai masing-masing dari ketiga aspek dari pola pembelajaran ini. Jelajahi apa yang buku pegangan ajarkan dengan membaca bagian-bagian yang disebutkan dalam buku pegangan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait.

1. Memahami ajaran dan asas-asas

Selidiki bagian 2.5.2 (“Memahami Ajaran dan Asas-Asas”) di halaman 33–34 dari buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil Anda. Sewaktu Anda menelaah, carilah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut:

• Apa artinya “memahami suatu ajaran atau asas Injil”?

• Bagaimana saya dapat meningkatkan pemahaman saya tentang ajaran dan asas-asas Injil yang saya identifikasi?

2. Merasakan kebenaran dan pentingya ajaran dan asas

Selidiki bagian 2.5.3 (“Merasakan Kebenaran dan Pentingnya Ajaran dan Asas”) di halaman 34 dari buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil Anda. Sewaktu Anda menelaah, carilah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut:

• Mengapa penting bagi saya untuk merasakan kebenaran dan pentingnya sebuah ajaran atau asas yang telah saya identifikasi?

• Apa yang dapat saya lakukan sebagai pembelajar untuk mengundang pengaruh Roh untuk membantu saya merasakan kebenaran dan pentingnya sebuah asas atau ajaran yang telah saya identifikasi?

• Apa peranan Roh Kudus dalam proses ini? 3. Menerapkan ajaran dan asas

(46)

Dari semua materi yang baru saja Anda pelajari dalam buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil, mari berfokus pada tiga saran kunci. Dalam daftar berikut, setiap elemen dipadukan dengan satu tindakan yang dapat Anda ambil sewaktu Anda berusaha untuk memahami, merasakan kebenaran dan kepentingan dari, serta menerapkan kebenaran-kebenaran yang Anda pelajari dalam tulisan suci.

Menerapkan Pola Pembelajaran

Saksikan video “Understand, Feel, and Apply Principles” (7:12), tersedia di LDS.org. Dalam video ini, tiga guru membahas upaya-upaya mereka untuk memahami, merasakan kebenaran dan kepentingan dari, serta menerapkan ajaran dan asas-asas dalam Lukas 5:1–11.

Catatlah dua atau tiga gagasan yang menonjol bagi Anda sewaktu Anda menyaksikan pembahasan ini dalam jurnal penelaahan atau di tempat lain di mana Anda dapat merujuknya dan membagikannya kepada pemimpin atau kelompok latihan-jabatan Anda.

Kegiatan Praktik yang Dipandu

Dalam Eter 6:1–12, kita membaca bahwa Tuhan menyebabkan angin mengarahkan bargas-bargas orang Yared ke negeri terjanjikan. Yang berikut adalah satu asas yang dapat kita identifikasi dalam petikan ini: Sewaktu kita menaruh kepercayaan kepada Tuhan dan melakukan

kehendak-Nya, Dia akan mengarahkan jalan hidup kita. Ikuti langkah-langkah di bawah dalam upaya untuk memahami, merasakan kebenaran dan kepentingan dari, serta menerapkan asas ini. Catatlah jawaban dan pengertian Anda dalam tulisan suci atau jurnal pribadi Anda.

Selidiki bagian 2.5.4 (“Menerapkan Ajaran dan Asas ”) di halaman 35 dari buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil Anda. Sewaktu Anda menelaah, carilah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut:

• Bagaimana saya mengetahui apakah saya menerapkan sebuah asas Injil yang telah saya pelajari?

• Apa yang akan terjadi dalam hidup saya sewaktu saya berusaha untuk menerapkan ajaran atau asas yang telah saya identifikasi?

• Apa yang dapat saya lakukan dalam penelaahan pribadi saya untuk lebih berfokus pada menerapkan kebenaran-kebenaran yang saya pelajari?

1. Memahami ajaran dan asas

Analisislah makna dari ajaran atau asas dengan mengajukan pertanyaan dan mencari jawabannya. 2. Merasakan kebenaran dan pentingya ajaran dan asas

Renungkan dampak yang asas itu miliki dalam kehidupan Anda atau dalam kehidupan orang lain. 3. Menerapkan ajaran dan asas

Pertimbangkan apa tindakan spesifik yang hendaknya Anda ambil untuk menerapkan ajaran atau asas itu dalam kehidupan Anda?

1. Kembangkan pemahaman Anda tentang asas

Analisislah makna dari asas dengan mengajukan pertanyaan seperti yang berikut dan mencari jawabannya: • Apa artinya menaruh kepercayaan?

• Apa artinya menaruh kepercayaan kepada Tuhan?

(47)

Kegiatan Praktik Sendiri

Pilihlah sebuah asas yang Anda identifikasi dalam penelaahan Anda terhadap Lukas 5:12–26 dalam pengalaman pembelajaran 7 atau pilihlah sebuah asas yang diindentifikasi dalam bagian 3.2 (“Lukas 5: Sebuah Contoh”) di halaman 46–50 dari buku pegangan Pengajaran dan Pembelajaran Injil. Kemudian lakukan yang berikut:

Catatlah beberapa pengertian dan kesan Anda dari kegiatan ini dalam jurnal penelaahan atau di tempat lain di mana Anda dapat merujuknya dan membagikannya kepada pemimpin atau kelompok latihan-jabatan Anda.

Rangkuman dan Penerapan

Asas-Asas untuk Diingat

• Tujuan dari pembelajaran Injil adalah untuk mengundang Roh Kudus agar membantu kita menanamkan asas-asas Injil dari benak kita ke dalam hati kita. • Memahami sebuah ajaran atau asas mencakup mengetahui tidak saja apa

artinya itu namun juga bagaimana itu dapat memengaruhi kehidupan kita. • Pemahaman yang jelas akan sebuah ajaran atau asas mempersiapkan kita untuk

merasakan kebenaran dan kepentingannya.

• Merasakan kebenaran dan pentingnya sebuah ajaran atau asas meningkatkan hasrat kita untuk menerapkannya dalam kehidupan kita.

• Bagaimana Tuhan mengarahkan jalan kehidupan seseorang? 2. Upayakan untuk merasakan kebenaran dan pentingnya asas

Renungkan dampak yang asas itu miliki dalam kehidupan Anda atau dalam kehidupan orang lain, termasuk individu-individu dari tulisan suci atau sejarah Gereja.

• Dalam cara-cara apa kehidupan dan kesaksian Anda mencerminkan kebenaran dari asas ini?

• Dalam cara-cara apa kehidupan dan kesaksian orang lain yang menurut Anda mencerminkan kebenaran dari asas ini? 3. Menerapkan asas

Pertimbangkan apa tindakan spesifik yang hendaknya Anda ambil untuk menerapkan ajaran atau asas itu dalam kehidupan Anda?

1. Kembangkan pemahaman Anda tentang asas tersebut.

Analisislah makna dari ajaran atau asas dengan mengajukan pertanyaan dan mencari jawabannya.

2. Upayakan untuk merasakan kebenaran dan pentingnya asas tersebut.

Renungkan dampak yang asas itu miliki dalam kehidupan Anda atau dalam kehidupan orang lain.

3. Menerapkan asas

Pertimbangkan apa tindakan spesifik yang hendaknya Anda ambil untuk menerapkan ajaran atau asas itu dalam kehidupan Anda.

(48)

Penatua Robert D. Hales menjelaskan, “Seorang guru yang sejati, sekali dia telah mengajarkan fakta [Injill], … , membawa [siswa] satu langkah lebih jauh untuk memperoleh kesaksian rohani dan pemahaman dalam hati mereka yang mendatangkan tindakan dan melakukan” (Robert D. Hales, “Teaching by Faith” [suatu malam bersama Penatua Robert D. Hales, 1 Februari 2002], 5, si.lds.org).

“Jadi, Bagaimana?”

Untuk mengakhiri pengalaman pembelajaran ini, tulislah beberapa hal yang akan Anda lakukan berdasarkan pada asas-asas yang telah Anda pelajari hari ini.

Referensi

Dokumen terkait

Remaja putri yang memiliki perilaku makan baik belum tentu makan yang dikonsumsinya seimbang sesuai kebutuhan tubuh, begitu juga dengan yang memiliki perilaku

Fiksasi (pengikatan) nitrogen hanya dapat dilakukan oleh prokariota (bakteri dan alga) tertentu yang mampu mengikat senyawa nitrogen dalam bentuk N2 (nitrogen

Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi waktu Sumber Belajar (1) (2) (3) (4) (5) (6) pemahaman terhadap ketentuan ibadah umrah 3.3

Beberapa penelitian seperti [2], [3], dan [4] menunjukkan hasil yang mengejutkan, beberapa penelitian tersebut menunjukkan bahwa tanpa adanya modifikasi pada SCTP, maka

Usaha untuk meningkatkan efektivitas pendidikan non formal bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah, seperti membalikkan telapak tangan , walaupun pada sejarahnya

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kloroform, etil asetat, dan etanol daun dewandaru mampu menghambat GST kelas pi ginjal tikus (Gambar 3), dimana kemampuan

20 orang sebagai informan yang merupakan anggota salah satu komunitas motor dengan merek campuran yang telah terdaftar secara resmi sebagai anggota salah satu

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) implementasi pengintegrasian sikap spiritual dan sikap sosial dalam perencanaan pembelajaran terletak atau ditunjukkan pada